Anda di halaman 1dari 19

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP INVOLUSI UTERUS

PADA IBU POST PARTUM

Diajukan Sebagai Tugas Literatur Review


Mata Kuliah Blok I Maternitas

DISUSUN OLEH :

Wesy (04021381821018)

Deah Karina Saputri (04021381821019)

Kike Pratiwi (04021381821020)

Niko Putra Dwi (04021381821021)


Payoka

Fevi Apriana (04021381821022)

DosenPembimbing :

Karolin Adhisty, S.Kep., Ns., M.Kep

ALIH PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas literatur review jurnal “Pengaruh
Pijat Oksitosin Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum” berserta salam kami
haturkan untuk Nabi besar Muhammad SAW, Nabi yang telah membawa kita dari zaman
kebodohan ke zaman yang penuh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.

Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada :

1. Ibu Karolin Adhisty, S.Kep., Ns., M.Kep yang telah menjadi fasilitator kami dalam
melakukan literatur review ini.
2. Semua anggota kelompok yang telah bekerja sama dalam pembuatan tugas ini.

Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan literatur review ini masih jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya
dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat diselesaikan
dengan baik. Oleh karena itu, masukan, saran, kritik, dan usul yang sifatnya untuk perbaikan
dari berbagai pihak khususnya Bapak/Ibu dosen serta rekan – rekan sangat diharapkan untuk
penyempurnaan literatur review ini. Semoga tuisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Indralaya, Oktober 2018

Tim Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN.............................................................................. 1

KATA PENGANTAR............................................................................ 2

DAFTAR ISI .......................................................................................... 3

ABSTRAK ............................................................................................. 4

A. Latar belakang............................................................................... 5
B. Tujuan............................................................................................ 6
C. Metode........................................................................................... 6
D. Hasil............................................................................................... 6
E. Pembahasan.................................................................................... 13
F. Kesimpulan.................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU
POST PARTUM

1 2 3 4 5
Wesy , Deah Karina Saputri , Kike Pratiwi , Niko Putra Dwi Payoka , Fevi Apriana
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Jln. Lintas Palembang-Prabumulih Zona F Gedung Abdul Muthalib KM 32 Kampus UNSRI
Indralaya 30662, Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Email: Ap2018@gmail.com

ABSTRAK

LatarBelakang:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya angka kematian ibu


sehabis melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan. Salah satu cara untuk mengatasi
perdarahan itu dengan cara melakukan pijat oksitosin. Pijatan ini dapat merangsang hormon
oksitosin yang menyebabkan kontraksi uterus sehingga proses involusi bisa berjalan normal.
Informasi tentang pijat oksitosin sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat luas
guna meningkatkan pengetahuan sehingga dapat menekan kejadian perdarahan.

Tujuan:Telaah literature ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkini tentang pengaruh
pijat oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu post partum.

Metode:Artikel didapat dari jurnal-jurnal elektronik menggunakan kata kunci pijat


oksotosin, oksitosin, involusi uteri, ibu post partum. Kriteria inklusi telaah literature ini
adalah artikel yang diterbitkan dalam periode tahun antara 2013-2016 dan bisa diakses
dengan full text.

Hasil:Hasil dari telaah literature ini menunjukkan bahwa teridentifikasi nya pengaruh
oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu post partum, melalui uji statistik Chi-square.
Serta faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan pada ibu post partum adalah faktor 4T,
yakni tonus (atonia uteri), trauma (robekan jalan lahir), tissue (retensi plasenta atau sisa
plasenta) dan trombin (kelainan koagulasi darah).

Pembahasan dan kesimpulan:Dari kedelapan jurnal yang telah dianalisis dapat disimpulkan
bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin dalam mencegah terjadinya
perdarahan pada ibu post partum. Semakin tinggi kadar oksitosin maka jumlah perdarahan
semakin sedikit. Sarannya diharapkan diadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pijat
oksitosin kepada para perawat dan bidan, dan juga tindakan pijat oksitosin ini dijadikan
sebagai prosedur pelayanan tetap pada ibu melahirkan.

Kata kunci : pijat oksotosin, oksitosin, involusi uteri, ibu post partum.
A. LATAR BELAKANG

Menurut WHO (World Health Organization), diseluruh dunia setiap menit seorang
wanita meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan,
diperkirakan, 1.400 wanita meninggal setiap hari atau lebih dari 500.000 setiap tahun
(Riswandi, 2005).Berdasarkan Data Statistik Indonesia (2008) angka kematian ibu (AKI)
hamil mengalami peningkatan yang dibuktikan di Indonesia menurut data SDKI 2002-2003
ialah sebesar 307/100.000 kelahiran hidup (Survey AKI, BPS RI, 2011). Adapun Angka
kematian ibu melahirkan yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pendarahan.
Pendarahan menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Penyebab kedua ialah
eklamsia lalu infeksi (Depkes RI, 2011). Dilihat dari penyebab kematian ibu di Indonesia
sendiri yaitu pendarahan menjadi faktor utama dengan 254 kasus (31%), hipertensi dalam
kehamilan 181 kasus (22%), Infeksi 55 kasus (9,6%), abortus 9 kasus (1,1%), partus lama 4
kasus (0,5%) dan penyebab lain-lain 311 kasus (38%).
Perdarahan post partum mengakibatkan kematian maternal tebanyak dikarenakan
umur yang terlalu muda atau terlalu tua, paritas (multipada dan grandelmulti), partus lama,
uterus terlalu renggang atau besar (pada gemelli, bayi besar), kelainan uterus dan faktor sosial
ekonomi. Perdarahan post partum merupakan perdarahan lebih dari 500 ml yang terjadi
setelah lahir pervagina (Nugroho,2010).
Upaya pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan semenjak persalinan kala
3 dan 4 dengan pemberian oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berperan dalam proses
involusi uterus. Proses involusi akan berjalan dengan bagus jika kontraksi uterus kuat
sehingga harus dilakukan tindakan untuk memperbaiki kontraksi uterus (Cuningham, 2006).
Upaya untuk mengendalikan terjadinya perdarahan dari tempat plasenta dengan memperbaiki
kontraksi dan retraksi serat myometrium yang kuat dengan pijatan oksitosin. Oleh karena itu,
upaya mempertahankan kontraksi uterus melalui pijatan untuk merangsang keluarnya hormon
oksitosin merupakan bagian penting dari perawatan post partum (Bobak, Lowdermik, Jensen,
2005).
Oksitosin dapat diperoleh dengan berbagai cara baik melalui oral, intra-nasal, intra-
muscular, maupun dengan pemijatan yang merangsang keluarnya hormon oksitosin.
Sebagaimana ditulis Lun, et al (2002) dalam European Journal of Neuroscience, bahwa
perawatan pemijatan berulang bisa meningkatkan produksi hormon oksitosin. Efek dari pijat
oksitosin itu sendiri bisa dilihat reaksinya setelah 6-12 jam pemijatan (Lun, et al 2002). Pijat
oksitosin adalah suatu tindakan pemijatan tulang belakang mulai dari nervus ke 5 - 6 sampai
scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke
otak bagian belakang sehingga oksitosin keluar (Suherni, 2008: Suradi, 2006; Hamranani
2010).
Berdasarkan hasil penelitian sbelumya diatas tim penulis menyimpulkan, untuk
melakukan pencegah pendaraahan post partum yang paling efektif dilakukan adalah pijat
oksitosin dibuktikan dengan hasil jurnal 7:3 dari 10 jurnal yang didapat. Sehingga penulis
tertari untuk menangkat pijat oksitosin sebagai pencegahan pasien dengan pendarahan post
partum.

B. TUJUAN
Untuk mengetahui informasi terkini tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi
uterus pada ibu post partum.

C. METODE
Metode yang digunakan dalam telaah literatur ini adalah mengumpulkan dan
menganalisis artikel-artikel penelitian tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi
uterus pada ibu post partum. Artikel didapat dari jurnal-jurnal elektronik menggunakan kata
kunci pijat oksotosin, oksitosin, involusi uteri, ibu post partum. Kriteria inklusi telaah
literature ini adalah artikel yang diterbitkan dalam periode 2013-2016 dan bisa di akses
dengan full text. Dari pencarian ini di dapatkan 10 jurnal penelitian terpilih tentang pengaruh
pijat oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu post partum yang didapat dari google
scoolar, perpustakaan indonesia dan papmet.

D. HASIL

Dari telaah literatur ini, penelitian-penelitian tersebut dilakukan di berbagai negara


dan kota di Indonesia. Alat ukur atau instrumen penelitian yang paling banyak digunakan
pada penelitian ini adalah observasi.
Review journal

Nama Penulis dan Negara/Alamat


No Judul Problem Intervensi Compare Out Come
Tahun Juornal

1. Fakultas Ilmu Kepe Pengaruh Pijat Oksito Usia kehamilan Peneliti menggunaka Namun perlu Berdasarkan hasil


rawatan sin Terhadap Involusi sangat rentan denga n desain kuasi eksper dilakukan  penelitia uji statistik didapatkan
Universitas Uterus Pada Ibu Post n beberapa faktor, imen, dengan bentuk -n serupa dengan  ada pengaruh pijat oks
Leli Khairani Padjadjaran Partum Di Ruang Post diantaranya karena post test only design. tempat penelitian itosin terhadap proses
Partum Kelas Iii Rshs pendarahan setelah yang berbeda involusi uterus ditunju
Maria Komariah Bandung Post Partum Pengukuran ini dilak dengan sampel kkan dengan nilai p
ukan setelah kelomp yang lebih banyak 0.01<0.05 yang berarti
Wiwi Mardiah ok intervensi diberik serta yang dinilai Ho ditolak dengan
2013 an pijat oksitosin dan juga berapa kadar presentase 87 %
pada kelompok kontr oksitosin dalam
ol yang tidak diberik darah pada saat pre
an pijat oksitosin. dan post penelitian.

2. Program Studi  Pengaruh Perbedaan Upaya penanganan Penelitian ini Adapun pada penel Berdasarkan pengaruh
Magister S2 Kadar Oksitosin perdarahan post menggunakan desain -itian ini sebagian melalui pemijatan
Desi Sarli Kebidanan FK Melalui Pemijatan partum eksperimen dengan ibu bersalin mengal oksitosin didapatkan
Masrul UNAND Oksitosin Terhadap bentuk post test only ami laserasi, hal ini kadar oksitosin pada
Jumlah Perdarahan design. Pengukuran menyebabkan rasa ibu 2 jam postpartum
Meilinda Agus pada Ibu 2 Jam ini dilakukan setelah nyeri dan rasa yang dilakukan. Deng
Postpartum kelompok intervensi cemas terhadap an hasil penurunan
2015
diberikan pijat luka laserasi. jumlah perdarahan ibu
oksitosin dan pada 2 jam postpartum
kelompok kontrol yang dilakukan
yang tidak diberikan pemijatan oksitosin.
pijat oksitosin. Semakin tinggi kadar
oksitosin maka jumlah
perdarahan semakin
sedikit. Dengan
presentase 87,3%

3. Poltekkes Manfaat Pijat Mencegah Penelitian ini Dalam penelitian Dilihat dari Hasil


Kemenkes Oksitosin Untuk terjadinya  menggunakan ini di perlukan posttest terjadi
Semarang Pencegahan perdarahan pasca  beberapa metode peningkatan peningkatan
Perdarahan Ibu Pasca melahirkan diantaranya : pengetahuan dan pengetahuan. Hasil
Elisa
Melahirkan keterampilan dari pretest sebanyak
1. Metode ceramah masyarakat untuk 40 % peserta
Kurniati Puji
Lestari 2.Metode demo- membantu mempunyai nilai 80-
nstrasi menurunkan Angka 60, 60% medapatkan
Iis Sriningsih Kematian Ibu nilai 50-20 sedangkan
3. Metode diskusi pada posttest
2016
sebanyak 80 % peserta
4. Evaluasi
mempunyai nilai 90-
80, 20% mendapatkan
nilai 70-60.

4. Ikma Lucy Setiani Kebidanan Perbedaan Efektivitas Upaya mengatasi Penelitian ini Adapun peneliti Involusi uterus ibu
Purwokerto Jawa Pijat Oksitosin Dan perdarahan post menggunakan desain harus mendalami post partum yang
Sumarni tengah Relaksasi partum quasy eksperimen antara perbedaan dilakukan pijat
2015 Hypnobirthing dengan post test only hasil efek antara oksitosin memiliki
Terhadap Involusi design dengan pemijatan oksitosin penurunan TFU nilai
Uterus Pada Ibu Post pendekatan cross dan hypnobirthing minimal 2 cm,
Partum Di Puskesmas sectional. Sampel maksimal 3, rata-rata
Rawalo Pada Tahun yang digunakan sebesar 2,66 dan
2015 adalah purposive terhadap involusi standar deviasi
sampling. Populasi uterus di sebesar 0,487. Dan
dalam penelitian ini Puskesmas Rawalo. efektivitas antara pijat
adalah ibu bersalin oksitosin dan relaksasi
normal di Puskesmas hypnobirthing dengan
Rawalo pada bulan nilai ρ = 0,005 ( ρ = α
Juni-Juli tahun 2015 (0,05) ) perbedaan
sebanyak ± 30 rata-rata 0,73. Dalam
responden. presentasi 70 %

5. Alumni Program Efektivitas Masase Upaya pencegahan Desain penelitian Namun ada proses Hasil penelitian
Studi S.1 Ilmu Uterus Dengan Pijat terjadinya yang digunakan nya involusi dalam menunjukkan bahwa
Keperawatan Oksitosin Terhadap perdarahan post dalam penelitian ini pasca persalinan hasil uji statistik
STIKES Penurunan Tinggi partu, adalah quasi berbeda-beda efektivitas masase
Telogorejo Fundus Uteri Pada Ibu eksperimen dengan disetiap wanita, uterus dan pijat
Semarang Postpartum rancangan Pretest terdapat suatu oksitosin terhadap
Di Rsud Dr. H. Posttest Design, perubahan penurunan tinggi
Muhammad Sahal Dosen Jurusan Soewondo Kendal dimana rancangan fisiologis terhadap fundus uteri pada ibu
Keperawatan ini tidak memakai masa nifas, postpartum di RSUD.
Machmudah
Universitas kelompok kontrol, perubahan uterus Dr. H. Soewondo
Mamat Supriyono Muhammadiyah kemudian dilakukan terjadi kontraksi Kendal menggunakan
Semarang pretest pada kedua uterus yang uji Mann-Whitney
2014
Epidemiolog kelompok meningkat setelah didapatkan p-value
Kesehatan Dinas bayi keluar. 0.019 berarti nilai p-
Kesehatan Kota value ≤ 0.05, maka Ha
Semarang diterima.
6. Safrina Prodi Kebidanan Perbedaan Efektivitas upaya untuk Penelitian ini Perlu dilakukannya Hasil penelitian
Renny Sinaga Pematangsiantar, Antara Pijat Oksitosin mencegah menggunakan desain penelitian serupa  menunjukkan bahwa
Yusliana Poltekkes Dan Pijat Payudara terjadinya quasi eksperimen dengan  tidak ada perbedaan
Nainggolan Kemenkes Medan Terhadap Involusi perdarahan post dengan rancangan tempat penelitian involusi uterus pada
Uteri Pada Ibu Post partum Post Test Only yang berbeda kedua perlakuan yaitu
2015 Partum Di Bpm Kota Design With Control dengan sampel pijat oksitosin dan
Pematangsiantar Group. Pengukuran yang lebih banyak pijat payudara.
Tahun 2015 ini dilakukan setelah serta pengamatan Adapun hasil uji
kelompok intervensi perubahan involusi statistik dengan
diberikan intervensi uteri yang lebih menggunakan paired
pijat oksitosin dan detail. Serta t-test adalah t-value
diberikan intervensi peneliti harus lebih adalah 0.624 dan ρ-
pijat payudara mendalamai efek value/signifikan
dari pijat oksitosin adalah 0,539 atau α
dan pijat payudara lebih besar dari yang
dalam mencegah sudah ditentukan yaitu
terjadi-nya 0,05).
perdarahan
postpartum.

7. Stikes Pengaruh pijat Upaya mengatasi Penelitian ini Adapun pada didapatkan hasil
Sri Sat Titi muhammadiya oksitosin perdarahan post menggunakan desain penelitian ini bahwa ada hubungan
Hamranani kelaten Terhadap involusi partum penelitian kohort didapatkan masalah yang bermakna antara
uterus pada ibu post prospektif dengan pada tindakan pijat oksitosin dengan
2016 Partum dengan pendekatan waktu untuk merangsang involusi uterus yang
persalinan lama secara longitudinal / keluarnya oksitosin ditunjukkan dengan
time period pada hari pertama nilai p<0.05. dan juga
Di rumah sakit approach yaitu sangat diperlukan dapat disimpulkan
wilayah kabupaten metode penelitian namun pada hari bahwa kelompok
klaten untuk mengamati pertama post tanpa pijat oksitosin
subyek yang belum partum ibu masuk akan beresiko 3 kali
mendapatkan suatu ke dalam periode lebih besar untuk
tindakan tersebut ketergantungan di mengalami involusi
dilihat dalam kurun mana ibu masih uterus tidak normal
waktu tertentu. terfokus pada dibandingkan
Penelitian kohort dirinya sendiri kelompok dengan
prospektif termasuk sehingga perasaan pijat oksitosin. Hal ini
dalam penelitian untuk malas ditunjukkan dengan
observasional menyusui karena RR sebesar 2.857
analitik lelah ini lah (1.863;4.383).
menjadi salah satu
permasalahan yang
di dapatkan oleh
penilitian.sedangka
n tindakan
menyusui pada hari
pertam untuk
meningkatkan
kontraksi uterus
dan mencegah
terjadinya
pendarahan post
partum,
memperbaiki
kontraksi
uterus,sehingga
pendarahan post
partum bisa tertasi .
.

8. AndekaLisni , Program Studi Ilmu Perbandingan Perbandingan penelitian ini adalah Adapun dalam Berdasarkan hasil
Misrawati , Gamya Keperawatan Efektivitas Senam antara dua quasy penelitian ini perlu analisa diperoleh p
Tri Utami Universitas Riau Nifas Dan Pijat implementasi dari experimentdengan value (0,002) < α
Oksitosin Terhadap pencegahan rancangan penelitian dilakukan  penelitia (0,05), maka dapat
2015 Involusi Uteri Pada perdarahan post post test only design n serupa dengan te disimpulkan ada
Ibu Post Partum partum with two comparison perbedaan distribusi
treatments.Rancanga mpat penelitian rata-rata waktu
n ini bertujuan untuk involusi uteri setelah
yang berbeda
membandingkan diberikan intervensi
hasil yang didapat dengan sampel pada kelompok senam
sesudah diberi nifas dan kelompok
perlakuan A pada yang lebih banyak pijat oksitosin.
kelompok A dengan
perlakuan B pada
kelompok B
Hasil telaah literature ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian
perdarahan post partum adalah fatkor 4T, yakni tonus (atonia uteri), trauma (robekan jalan
lahir, tissue (retensi plasenta atau sisa plasenta) dan trombin (kelainan koagulasi darah).
Dapat diimpulkan bahwa oksitosin digunakan untuk memperbaiki kontraksi uterus setelah
melahirkan sebagai salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya perdarahan post partum.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat
disimpulkan bahwasanya oksitosin bermanfaat untuk memperbaiki involusi uterus dan bisa
menjadi salah satu cara untuk mengatasi perdarahan.

E. PEMBAHASAN

Banyak hal yang mempengaruhi terjadinya perdarahan post partum pada seeorang
wanita namun ternyata ada faktor yang terlibat penting dalam mempengaruhi terjadinya
perdarahan peost partum yang mana menurut penelitian Leli Khairani,dkk (2013) Di Ruang
Post Partum Kelas Iii Rshs Bandung faktor-faktor yang mempengaruhi adalah Pendarahan
yang menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia, Penyebab kedua ialah eklamsia lalu
infeksi Jika dilihat dari penyebab kematian ibu di Jawa Barat sendiri pendarahan menjadi
faktor utama dengan 254 kasus (31%), Hipertensi dalam kehamilan 181 kasus (22%), Infeksi
55 kasus (9,6%), abortus 9 kasus (1,1%), partus lama 4 kasus (0,5%) dan penyebab lain-lain
311 kasus (38%). Upaya pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan semenjak
persalinan kala 3 dan 4 dengan pemberian oksitosin dan pemijatan,
Adapun desain kuasi eksperimen, dengan bentuk post test only design. Pengukuran ini
dilakukan setelah kelompok intervensi diberikan pijat oksitosin dan pada kelompok kontrol
yang tidak diberikan pijat oksitosin. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah ibu post
partum yang melahirkan secara normal di ruang kelas III di RSHS Bandung
teknik yang akan dilakukan yaitu non probability sampling dengan cara purposive sampling
dengan kriteria inklusi. Ibu post partum hari pertama, Kondisi psikologis responden baik,
Umur responden dalam rentang 20-35 tahun.
Intervensi / yang dipijat oksitosin mengalami involusi uterus normal lebih banyak
daripada involusi uterus yang tidak dipijat oksitosin. Berdasarkan hasil uji statistik
didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap proses involusi uterus yang ditunjukkan
dengan nilai p 0.01<0.05 yang berarti Ho ditolak.
Adapun dari hasil uji statistik karakteristik responden berdasarkan umur didapat p
Value nya 0.659 ( p>alpha, alpha=0.05 ) berdasarkan pendidikan p value nya 0.920 dan
paritas p valuenya 0.388 yang berarti p value> p alpha, alpha =0.05, yang berarti responden
homogen. Homogenitas antara kedua kelompok ini sejalan dengan pendapat yang
dikemukakan oleh Polit dan Hungler
Menrut penelitian Desi Sarli Masrul Meilinda Agus mengtakan bahwa perdarahan
pada ibu 2 post partum pemberian oksitosin yang mempunyai peranan penting dalam
merangsang kontraksi otot polos uterus sehingga perdarahan dapat teratasi Hormon oksitosin
dapat dihasilkan melalui rangsangan pemijatan oksitosin yang akan mempercepat kerja saraf
parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke hipotalamus untuk menghasilkan
oksitosin.dalam kurun leih kurang 6 bulan peelitian dengan jumlah sampel 64 orang,
Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan selanjutnya dilakukan uji independen t-
test, uji korelasi dan regresi untuk mengetahui pengaruh hubungan kedua variabel.
Hasil perbedaan kadar oksitosin pada ibu 2 jam postpartum pada kelompok intervensi
mempunyai rata-rata kadar oksitosin 47.16 pg/ml dengan standar deviasi 17.583
pg/ml,sedangkan kadar oksitosin pada kelompok kontrol 29.86 pg/ml dengan standar deviasi
17.532 pg/ml dengan nilai p<0,05.Rata-rata jumlah perdarahan pada kelompok intervensi
175.00 ml dengan standar deviasi 48.894 ml,sedangkan jumlah perdarahan pada kelompok
kontrol 247.06 ml dengan standar deviasi 72.093 ml dengan nilai p<0,05. Hasil uji korelasi
didapatkan hubungan kadar oksitosin terhadap jumlah perdarahan menunjukkan hubungan
sedang (r=0,482).
Hasil uji statistik didapatkan ada perbedaan kadar oksitosin terhadap jumlah
perdarahan (p<0,05). Semakin tinggi kadar oksitosin maka jumlah perdarahan semakin
sedikit.
Penelitian selanjutnya yang berjudul Manfaat Pijat Oksitosin Untuk
Pencegahan Perdarahan Ibu Pasca Melahirkan peneliti menyebutkan pada tahun 2016 untuk
mencegah perdarahan pasca melahirkan dapat dilakukan semenjak persalinan kala tiga
sampai dengan hari ke sepuluh dengan pemijatan yang merangsang keluarnya
hormon oksitosin sehingga terjadi proses involusi. Informasi tentang pijat oksitosin sangat
penting untuk disampaikan kepada masyarakat luas guna meningkatkan pengetahuan
sehingga dapat menekan kejadian perdarahan.
Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari input, proses dan output.
Input dalam kegiatan ini adalah ibu - ibu PKK, kader, ibu hamil di Kelurahan
Meteseh. Prosesnya berupa pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi
sedangkan Outputnya adalah mengukur pemahaman ibu tentang pencegahan perdarahan
pasca melahirkan dengan quesioner pre dan post yang diberikan selama kegiatan.
Hasil yang dirasakan dari kegiatan ini adalah peserta memahami tindakan pijat
oksitosin untuk mencegah perdarahan pasca melahirkan sehingga terjadi perubahan perilaku
untuk melakukan upaya pencegahan perdarahan pada ibu pasca persalinan. Hal ini dapat
dilihat dari hasil posttest sebanyak 40 % peserta mempunyai nilai 80 60,60% medapatkan nila
i 50-20 sedangkan pada posttest sebanyak 80 % peserta mempunyai nilai 90-80, 20%
mendapatkan nilai 70-60.
Penelitian selanjutnya Perbedaan Efektivitas Pijat Oksitosin Dan
Relaksasi Hypnobirthing Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum Di Puskesmas Raw
alo Pada Tahun 2015 Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan post test
only design dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah purposive sa
mpling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin normal di Puskesmas Rawalo pada 
bulan Juni Juli tahun 2015 sebanyak ± 30 responden. Instrument penelitian menggunakan
lembar observasi. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat
menggunakan independent T- test
Hasil yang didapatkan Involusi uterus ibu post partum yang dilakukan relaksasi hypno
birthing memiliki nilai minimal 1 cm, maksimal 3 cm, rata rata sebesar 1,93 dan standar devi
asi sebesar 0,798. Involusi uterus ibu post partum yang dilakukan pijat oksitosin memiliki nil
ai minimal 2 cm, maksimal 3 cm, rata-rata sebesar 2,66 dan standar deviasi sebesar 0,487.
Ada perbedaan signifikan antara pijat oksitosin dan relaksasi hypnobirthing dengan nilai ρ =
0,005 ( ρ = α (0,05) ) perbedaan rata-rata 0,73.
Menurut peneliti Muhammad Sahal, Machmudah, Mamat Supriyono dengan
Efektivitas Masase Uterus Dengan Pijat Oksitosin Terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri
Pada Ibu Postpartum Di Rsud Dr. H. Soewondo Kendal. dengan terdapat faktor utama
perdarahan potspartum
Maka Jenis penelitian yang digunakan adalah quasieksperimen dengan rancangan
penelitian pretest posttest design. Penelitian ini menggunakan teknik kuota sampling dengan
jumlah sampel sebanyak 36 responden. Terdiri dari 18 responden yang diberi perlakuan
masase uterus dan 18 responden yang diberi perlakuan pijat oksitosin.
Hasil yang didapatkan yaitu p-value 0.019 (≤ 0.05). Berdasarkan nilai rerata pada
kedua perlakuan tersebut, didapatkan bahwa nilai rerata penurunan TFU pada kelompok
masase uterus mengalami penurunan yang lebih besar. Kelompok yang diberi perlakuan
masase uterus nilai rerata yaitu 10.77, sedangkan kelompok yang diberi perlakuan pijat
oksitosin nilai rerata yaitu 11.77. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan, bahwa masase uterus
lebih efektif daripada pijat oksitosin terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu
postpartum.
Hasil yang didapatkan yaitu p-value 0.019 (≤ 0.05). Berdasarkan nilai rerata pada
kedua perlakuan tersebut, didapatkan bahwa nilai rerata penurunan TFU pada kelompok
masase uterus mengalami penurunan yang lebih besar. Kelompok yang diberi perlakuan
masase uterus nilai rerata yaitu 10.77, sedangkan kelompok yang diberi perlakuan pijat
oksitosin nilai rerata yaitu 11.77. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan, bahwa masase uterus
lebih efektif daripada pijat oksitosin terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu
postpartum.
Upaya pencegahan perdarahan postpartum dapat dilakukan semenjak persalinan kala
3 dan 4 dengan pemberian oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berperan dalam proses
involusi uterus. Proses involusi akan berjalan dengan bagus jika kontraksi uterus kuat
sehingga harus dilakukan tindakan untuk memperbaiki kontraksi uterus. Upaya untuk
mengendalikan terjadinya perdarahan dari tempat plasenta dengan memperbaiki kontraksi
dan retraksi serat myometrium yang kuat dengan pijatan oksitosin. Oleh karena itu, upaya
mempertahankan kontraksi uterus melalui pijatan untuk merangsang keluarnya hormon
oksitosin merupakan bagian penting dari perawatan post partum.
Menurut penelitian yang dilakukan safrina dkk. di puskesmas pematangsiantar 2015
bertujuan ingin mengetahui perbedaan efektivitas antara pijat oksitosin dan pijat payudara
terhadap involusi uteri pada ibu post partum di BPM Kota Pematangsiantar.
Adapun desain penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan
rancangan Post Test Only Design With Control Group. Pengukuran ini dilakukan setelah
kelompok intervensi diberikan intervensi pijat oksitosin dan diberikan intervensi pijat
payudara. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum multipara yang
melahirkan secara normal di BPM Kota Pematang Siantar Medan, Sumatera Utara.
Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan metode non probability
sampling dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Sampel pada kelompok
perlakuan pertama (pijat oksitosin) dan kedua (pijat payudara) yang dipilih dengan teknik
macthing individual. Ibu post partum hari pertama, Kondisi psikologis responden baik,
Umur responden dalam rentang 20-35 tahun.
Intervensi yang dilakukan oleh peneliti yaitu pengamatan proses involusi uterus yang
dinilai berdasarkan penurunan tinggi fundus uterus pada subyek yang diberi perlakuan dalam
hal ini pijat oksitosin dan pijat payudara. Selanjutnya pengamatan terhadap perubahan tinggi
fundus dalam penelitian ini diamati terus menerus sampai pada hari ketujuh ibu post partum.
Pada hari ketiga tampak bahwa 75 % subyek yang diberikan pijat payudara pada kondisi
normal, sedangkan pada kelompok pijat oksitosin masih terdapat 45,8% subyek dalam
kondisi tidak normal. Pengamatan pada hari kelima menunjukkan peningkatan
persentasekondisi normal pada kelompok pijat oksitosin, dimana 87,5% subyek berada pada
kondisi normal, sedangkan pada kelompok pijat payudara 75% menunjukkan kondisi normal.
Pengamatan sampai pada hari ketujuh ditemukan bahwa seluruh subyek sudah pada kondisi
normal, sehingga dapat dikatakan bahwa proses involusi uterus pada kedua kelompok
perlakuan berjalan cukup baik. Hal ini juga menunjukkan bahwa proses involusi uterus pada
subyek tidak berlangsung sama (homogen) hal ini sangat mungkin terjadi karena pada
dasarnya proses involusi itu sendiri sangat dipengaruhi oleh umur dan paritas tiap-tiap
subyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan involusi uterus pada kedua
perlakuan yaitu pijat oksitosin dan pijat payudara. Adapun hasil uji statistik dengan
menggunakan paired t-test adalah t-value adalah 0.624 dan ρ- value/signifikan adalah 0,539
atau α lebih besar dari yang sudah ditentukan yaitu 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pada
dasarnya kedua perlakuan sangat bermanfaat bagi ibu postpartum. Penelitian ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan Khairani (2012) mengenai pengaruh pijat oksitosin
terhadap involusi uterus pada ibu post partum di RSHS Bandung.

Penyebab kematian ibu yang utama adalah perdarahan 28.5% dan dapat terjadi dalam
saat persalinan maupun periode post partum. Kejadian perdarahan pada saat persalinan
menunjukkan manajemen proses persalinan tahap ketiga kurang baik dan pelayanan
emergensi obstertrik serta perawatan neonatal tidak tepat waktu. Sedangkan penyebab
perdarahan pada periode post partum biasanya disebabkan oleh retensio placenta dan atonia
uteri.
Adapun faktor penyebab perdarahan post partum primer meliputi atonia uteri,
resensio plasenta, plasenta rest, trauma persalinan dan gangguan pembekuan darah. Atonia
uteri terjadi karena otot uterus tidak mengalami retraksi dan kontraksi yang kuat sehingga
pembuluh darah tetap terbuka dan menimbulkan perdarahan yang banyak sehingga
membahayakan jiwa pasien, dengan demikian diperlukan langkah penanganan secara cepat
dan tepat (Manuaba, 2007).
Penyebab perdarahan post partum yang lain adalah sisa plasenta yaitu pengeluaran
lochea yang disertai darah lebih dari 10 hari dan tertinggalnya selaput ketuban serta trauma
persalinan (Manuaba, 2007). Adapun faktor predisposisi kejadian ini adalah anemia,
multiparitas, pasca tindakan operasi vagina, distensi uterus berlebihan, partus lama dan
trauma persalinan (Gangguan kontraksi/Couvariale Uteri) (Manuaba, 2007).
Penelitian tentang perdarahan post partum karena atonia uteri dilakukan oleh
Marasinghe dan Condous (2009). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa beberapa upaya
yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya perdarahan post partum yaitu massage uterus,
pemberian uterotonika dan konpressi bimanual. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah
menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap ivolusi uterus. Sedangkan penelitian yang
dilakukan oleh Dasuki, Rumekti, et all (2008) tentang penatalaksanaan perdarahan post
partum pada persalinan lama. Dari hasil penelitian disimbulkan bahwa upaya untuk
mencegah terjadinya perdarahan post partum adalah dengan memperbaiki kontraksi uterus
yaitu melalui pemijatan oksitosin maupun dengan pemberian oksitosin.
Adapun Upaya pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan sejak
pertolongan persalinan kala tiga yaitu kala pengeluaran uri, pada tahap ini akan terjadi proses
pelepasan dan pengeluaran uri. Setelah terjadi pengeluaran plasenta akan terjadi kontraksi
dan retraksi uterus yang kuat dan terus menerus untuk mencegah perdarahan post partum.
Pada fase kala tiga kadar oksitosin didalam plasma meningkat dimana normon ini jelas sangat
berperan dalam proses involusi. Prose involusi akan berjalan dengan bagus jika kontraksi
uterus kuat sehingga harus dilakukan tindakan untuk memperbaiki kontraksi uterus
(Cunningham, 2006).
Adapun desain penelitian menggunakan desain penelitian kohort prospektif dengan
pendekatan waktu secara longitudinal / time period approach yaitu metode penelitian untuk
mengamati subyek yang belum mendapatkan suatu tindakan tersebut dilihat dalam kurun
waktu tertentu (Sastroasmoro, Ismael, 2008; Kesley, et al, 1996). Penelitian kohort prospektif
termasuk dalam penelitian observasional analitik sehingga desain penelitian ini sesuai dengan
penelitian yang dilakukan, yaitu melakukan observasi suatu tindakan pijat oksitosin (Faktor
resiko) kemudian melihat efek dari tindakan tersebut pada hari pertama, kedua, ketiga dan
hari kesepuluh post partum. Dalam penelitian ini faktor resikonya adalah pijat oksitosin dan
efeknya adalah involusi uterus.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive
sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara non probability sampling dengan
memasukkan semua subyek yang memenuhi kriteria pemilihan sampel sampai jumlah subyek
penelitian terpenuhi (Sastroasmoro Ismael, 2008).
Selanjutnya pada penelitian AndekaLisni, Misrawati, dan Gamya Tri Utami pada
tahun 2015 yang berjudul Perbandingan Efektivitas Senam Nifas Dan Pijat Oksitosin
Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Post Partum menunjukan hasil analisa diperoleh p value
(0,002) < α (0,05), maka dapat disimpulkan ada perbedaan distribusi rata-rata waktu involusi
uteri setelah diberikan intervensi pada kelompok senam nifas dan kelompok pijat oksitosin.

G. KESIMPULAN

Pijat oksitosin adalah pemijatan disepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai


costae kelima – keenam dan merupakan suatu tindakan mempercepat kerja saraf parasimpatis
untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehingga oksitosin keluar. Pijat
oksitosin dapat menurunkan tinggi fundus uteri, karena dengan pijat oksitosin tersebut dapat
menyebabkan kontraksi pada uterus dan mencegah terjadinya perdarahan. Hormon oksitosin
berguna untuk memperkuat dan mengatur kontraksi uterus, membuka pembuluh darah dan
membantu hemostasis ibu sehingga mengurangi kejadian atonia uteri. Kontraksi uterus yang
kuat akan mengakibatkan proses involusi uterus menjadi lebih bagus. Berdasarkan penelitian
dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi terus pada ibu
post partum.