Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia dari sabang sampai merauke
memiliki semua prakondisi untuk mewujudkan visi negara sebagaimana tertuang
dalam pembukaan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945, yang ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya
manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Namun
prakondisi yang sudah terpenuhi itu belum mampu dikelola secara efektif dan
efisien oleh para aktor pembangunan, sehingga Indonesia masih tertinggal dari
cepatnya laju pembangunan global dewasa ini.
Aparatur sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri yang
bekerja pada instansi pemerintah. Aparatur sipil Negara (ASN) memiliki peranan
yang menentukan dalam mengelola prakondisi tersebut. Sejumlah keputusan –
keputusan strategis mulai dari memformulasi kebijakan sampai penetapannya
dalam berbagai sektor pembagunan yang mampu memenuhi standar kompetensi
jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan
efesien. Untuk dapat membentuk sosok ASN profesional seperti tersebut di atas
perlu dilaksanakan pembinaan melalui kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.
Sesuai PerLAN No. 25 tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III, peserta pendidikan
pelatihan dasar pola baru melalui dua tahap yaitu on class selama 21 hari dan off
class (habituasi) selama 30 hari. Pada tahap on class, peserta pelatihan dasar
(latsar) CPNS dibekali dengan materi nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA),
serta disinkronkan dengan nilai-nilai dasar NKRI yang meliputi: Manajemen
ASN, Whole of Goverment dan Pelayanan Publik.
Selanjutnya, nilai-nilai dasar ini akan diaktualisasikan pada instansi
masing-masing atau pelaksana habituasi dalam waktu 30 hari (off class). Melalui
pelaksanaan habituasi ini, peserta diharapkan mampu secara langsung
menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA sehingga menjadi tunas integritas di
lingkungan kerja.

1
Berdasarkan Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang fungsi aparatur
sipil negara (ASN) yaitu sebagai berikut: pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Pegawai ASN berperan sebagai
perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggara tugas umum pemerintah dan
pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik.
Dalam pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional,
bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme serta menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga
diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan
perkembangan zaman. Oleh sebab itu sebagai ASN, diperlukan menyusun laporan
aktualisasi khususnya untuk pelayanan bidang Pendidikan yang dilaksanakan di
SMK Negeri 9 Sarolangun.
Pelayan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan
penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan
pelanggan. Oleh karena itu ASN dituntut untuk profesional dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan terutama
sebagai seorang guru.
Tanggung jawab guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas
dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembeajaran. Dalam tugas ini
guru dituntut memiliki kompetensi yang dapat mendukung tugas tersebut, antara
lain kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan
kompetensi sosial. Guru harus berusaha untuk memperhatikan apa yang sudah ada
dan serta mengadakan penyempurnaan cara pengajaran agar pemahaman peserta
didik dapat ditingkatkan.
Pada kenyataannya penyelenggaraan pelayanan pendidikan yang
dilakukan oleh pemerintah masih dihadapkan pada pelayanan yang belum efektif
dan efisien serta sumber daya manusia yang belum memadai. Masalah ini
biasanya terkait dengan pelayanan, kualitas organisasi dan manajemen pendidikan
yang ada di sekolah, serta kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung
kegiatan pembelajaran.

2
Sebagai seorang guru, kreativitas penulis harus lebih ditingkatkan dalam
menunjang keberhasilan proses belajar mengajar untuk menghasilkan pendidikan
yang berkualitas. Dalam proses pembelajaran keikutsertaan peserta didik menjadi
hal yang paling penting. Pada saat proses pembelajaran masih terdapat beberapa
peserta didik yang tidak disiplin (keluar masuk kelas) disaat proses pembelajaran
sedang berlangsung. Hal ini juga mencerminkan kurangnya motivasi peserta didik
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, belum tersedianya sumber
belajar yang sesuai dengan jurusan yang diambil membuat peserta didik kesulitan
dalam memahami materi pelajaran. Kurang bervariasinya metode pembelajaran
dan belum optimalnya penggunaan media pembelajaran, lebih lanjut berdampak
pada rendahnya pemahaman peserta didik. Semua isu tersebut pada akhirnya
berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik.
Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SMK adalah mata pelajaran
biologi. Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang
mempelajari tentang berbagai proses yang terjadi pada makhluk hidup. Mata
pelajaran tersebut hanya diajarkan di kelas X dan mempunyai cakupan yang
cukup luas dan peserta didik cenderung tidak tertarik mempelajarinya karna
dinilai terlalu banyak hafalan. Untuk mengatasi permasalahan pembelajaran
tersebut penulis tertarik untuk membuat media pembelajaran berupa flash card
dengan penerapan model pembelajaran Number Head Together pada materi ruang
lingkup biologi agar pemahaman peserta didik terhdap materi meningkat dan pada
akhirnya meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Flash card adalah kartu kecil berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang
mengingatkan atau mengarahkan peserta didik kepada sesuatu yang berhubungan
dengan materi pelajaran. “Flash card biasanya berukuran 8x12 cm, atau dapat
disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi” (Arsyad, 2011:119-120).
Gambar-gambar yang dibuat menggunakan tangan atau foto atau memanfaatkan
gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembar-lembar flash
card. gambar-gambar yang ada pada flash card merupakan rangkaian pesan yang
disajikan dengan keterangan setiap gambar yang di cantumkan pada bagian
belakang kartu.

3
Berdasar sejumlah pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa flash card
adalah kartu belajar yang efektif mempunyai dua sisi dengan salah satu sisi berisi
gambar, teks, atau tanda simbol dan sisi lainnya berupa definisi, keterangan
gambar, jawaban, atau uraian yang membantu mengingatkan peserta didik kepada
sesuatu yang berhubungan dengan gambar yang ada pada kartu.
Penulis tertarik memadukan media pembelajaran flash card dengan model
pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT). Pembelajaran
kooperatif tipe Number Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe
pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang
untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dan memiliki tujuan untuk
meningkatkan penguasaan  akademik. Pembelajaran ini melibatkan para peserta
didik dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek
pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Beranjak dari latar belakang tersebut, maka penulis menyusun laporan
aktualisasi ini dengan judul “Upaya Peningkatan Pemahaman Peserta Didik
untuk Kelas X Agribisnis Ternak Unggas Pada Materi Ruang Lingkup
Biologi di SMK Negeri 9 Sarolangun”.

1.2. Tujuan Pelaksanaan Aktualisasi


Pelaksanaan Aktualisasi bertujuan untuk menghasilkan Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang mampu menjadi pelayan publik serta dapat
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA), yang disesuaikan
dengan nilai-nilai dasar NKRI yaitu Manajemen ASN, Whole Of Government dan
Pelayanan Publik.

1.3. Manfaat Kegiatan Aktualisasi


Manfaat kegiatan aktualisasi adalah:
1. Bagi ASN, untuk menanamkan nilai-nilai dasar profesi ASN
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti
korupsi).

4
2. Bagi peserta didik, untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada
mata pelajaran biologi.
3. Bagi masyarakat, memberikan pelayanan dengan penuh kepercayaan dan
profesional kepada masyarakat.
4. Bagi instansi, menjadi agen perubahan kepada lembaga pendidikan dalam
memberikan pelayanan publik pendidikan yang baik.

1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi


Kegiatan aktualisasi dilaksanakan sesuai dengan tupoksi guru mata
pelajaran di SMK Negeri 9 Sarolangun Desa Bukit Murau, Kecamatan Singkut,
Kabupaten Sarolangun. Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan mulai dari tanggal 8
Juli sampai 10 Agustus 2019.

1.5. Deskripsi Organisasi


Kecamatan Singkut adalah salah satu dari 11 kecamatan yang terletak di
kabupaten Sarolangun. Kecamatan ini adalah pemekaran dari kecamatan Pelawan
Singkut dan melakukan kegiatan pemerintahan sendiri. Pusat pemerintahan
terletak Singkut 2 dan jarak pusat pemerintahan kecamatan Singkut ke Ibukota
Kabupaten Sarolangun lebih kurang 25 km dan waktu yang di gunakan kisaran 30
menit dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kecamatan Singkut terdiri dari
10 desa yaitu Desa Talang Mas, Desa Bukit Murau, Desa Bukit Bumi Raya, Desa
Argo Sari, Desa Sendang Sari, Desa Perdamaian, Desa Payo Lebar, Desa
Siliwangi, Desa Pasar, dan Desa Sungai Benteng.
SMK Negeri 9 Sarolangun adalah salah satu sekolah milik pemerintah
daerah yang beralamat di Desa Bukit Murau Kecamatan Singkut Kabupaten
Sarolangun Provinsi Jambi. Sekolah ini sudah berdiri selama 9 Tahun dengan SK
pendirian sekolah pada tanggal 21 Mei 2010 dan memiliki luas 19659 M2.
Bangunan gedung di sekolah ini adalah bangunan permanen. Sampai saat
ini kondisi bangunan masih baik. Gedung sekolah ini terdiri dari satu ruang guru
dan kepala sekolah, satu ruang perpustakaan, satu ruang tata usaha, satu
laboratorium teknik komputer dan jaringan, satu labor analisis ternak unggas, dua
kandang unggas, satu tower wifi, satu ruang OSIS,dan satu dapur. Pada tahun

5
ajaran 2018/2019 sekolah ini menerima 346 peserta didik, yang terdiri dari 16
rombel.
Waktu penyelenggaraan proses belajar mengajar dilakukan pada pagi hari
selama 6 hari. Sekolah ini menerima dana BOS, sumber listrik PLN dengan daya
4.500 watt dan sumber air dari sumber yang berada di sekolah. Adapun data SMK
Negeri 9 Sarolangun adalah sebagai berikut:
Nama Sekolah : SMK Negeri 9 Sarolangun
NPSN : 10507286
Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Status Sekolah : Negeri
Alamat Sekolah : Jalan Diponegoro, Desa Bukit Murau
Kecamatan : Singkut
Kabupaten : Sarolangun
Kode Pos : 37482

1.5.1. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah


Adapun visi, misi, dan tujuan dari SMK Negeri 9 Sarolangun adalah
sebagai berikut:
a. Visi
Menghasilkan lulusan yang unggul dalam iptek, imtaq, siap
mengisi dunia usaha/dunia industri dan siap mandiri.
b. Misi
1. Mewujudkan lulusan yang terampil dalam teknologi
2. Mewujudkan lulusan berakhlakul karimah
3. Mewujudkan lulusan yang siap mengisi dunia usaha dan dunia
industri
4. Mewujudkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk mandiri
c. Tujuan
1. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif,
mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di
Dunia Usaha/Dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah,
sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian pilihannya

6
2. Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih
dalam berkompetensi, beradaptasi dengan lingkungan kerja dan
mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang
diminatinya.
3. Membekali peserta dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara
mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

7
1.5.2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi di SMK Negeri 9 Sarolangun adalah sebagai
berikut:

Kepala Sekolah
Sunarjo, S.Pd

Institusi Pasangan Komite sekolah


Dunia Usaha/Dunia Sutarno Figotamal
Industri

Kepala Tata Usaha SIM/LAN/TI


Rahayudi, A.Md Bono Prasetya, S.Kom

Waka Kurikulum Waka Humas Waka Sarpras Waka Kepeserta


Sarwanto, S.Pd Apris H. S.Pt M. Sumardi, S.Pd didikan
Nenen Vaniza, S.Pd
Kelompok Kerja Pokja Pembina OSIS
Kurikulum Praktek Kerja Insudtri Reska Anugrah P, S.Pd
(Prakerin)

Kaprodi TKJ Kaprodi TSM Kaprodi ATU


Dedi Hendriadi, S.Kom A.Y. Sutrisno, ST Eni Dwiastuti, S.Pt

Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas

Guru Mata Pelajaran

Peserta didik

Diagram 1. Struktur Organisasi SMK Negeri 9 Sarolangun

8
1.5.3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah pegawai yang ada di SMK Negeri 9 Sarolangun adalah 45
orang dengan rincian: Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 20 orang
yang terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 18 guru mata pelajaran, dan 1
orang tenaga kependidikan. Calan Pegawai Negeri Silpil (CPNS)
sebanyak 3 orang, yaitu guru mata pelajaran. Guru honorer sebanyak
16 orang, tenaga kependidikan sebanyak 4 orang, satpam sebanyak 1
orang, dan penjaga sekolah sebanyak 1 orang.
Tabel 1.1 Data pegawai yang ada di SMK Negeri 9 Sarolangun
STATUS
NO NAMA/NIP JABATAN
KEPEGAWAIAN
1 Sunarjo, S.Pd PNS Kepala Sekolah
NIP. 19670316 199201 1 001
2 Z. Arifin, S.Pd, M.Pd
PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19620405 198702 1 002
3. Endah Rahmawati, S.Pd
PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19790911 200312 2 006
4. Muhammad Sumardi, S.Pd Waka Sarpras & Guru mata
PNS
NIP. 19720217 200501 1 004 pelajaran
5. Hadianas, S.Pd.I, M.Pd, I PNS
Guru mata pelajaran
NIP. 19770705 199811 1 001
6. Nenen Vaniza, S.Pd PNS Waka Kepeserta didikan &
NIP. 19740424 200604 2 019 Guru mata pelajaran
7. Bono Prasetya, S.Kom PNS SIM/LAN/TI & Guru mata
NIP. 19841011 200903 1 005 pelajaran
8. Subarjo, S.Pd PNS Operator & Guru mata
NIP. 19760516 200604 1 007 pelajaran
9 Sarwanto, S.Pd PNS Waka Kurikulum & Guru
NIP. 19680803 200604 1 004 mata pelajaran
10 Iput Yuka Pariningsih, S.Pd PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19790823 200903 2 003
11 Sari Nurbaiti, S.Si PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19761117 200903 2 002
12 Febriyanti Zahendartka, S.Pd PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19880204 201101 2004
13 Fransiska Dwi Utami, S.Pd PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19821022 201001 2 009
14 Dedi Hendriadi, S.Kom PNS Kaprodi TKJ & Guru mata
NIP. 19860202 201101 1 005 pelajaran
15 Wahyu Hidayat, S.Pd, I PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19821129 201403 1 001

9
16 Safrizal, S.Pd PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19830111 201403 1 001
17 Eni Dwi Astuti, S.Pd PNS Kaprodi ATU & Guru mata
NIP. 19800326 201410 2 003 pelajaran
18 Heni Aris Setianti, S.Pd PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19860502 201502 2 002
19 Yulis Widyawati, S.Pd PNS Guru mata pelajaran
NIP. 19690710 200604 2 003
20 Bella Moulina, S.Pd CPNS Guru mata pelajaran
NIP. 19900502 201903 2 011
21 Lutvi Primawati, S.Pd CPNS Guru mata pelajaran
NIP. 19910614 201903 2 010
22 Reska Anugrah Perdana, S.Pd CPNS Pembina OSIS & Guru
NIP. 19930923 201903 2 020 mata pelajaran
23 A. Yahya Sutrisno, ST Guru Honor Kaprodi TSM & Guru mata
NIP. - Provinsi pelajaran
24 Freddy Sitorus, S.P Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
25 Rimfaati, S.Ag Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
26 Romadhon, S.Kom Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
27 Sri Sunarsih, S.Pt Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
28 Tiurma Dorianna Sitorus, SE Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
29 Dwi Setiawan, S.Si Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
30 Reni Ranggasari, S.Pd Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
31 Heni Puspita, S.Pd Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
32 Sri Wahyuni, S.Pd Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
33 Juningsih, S.Pd Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
34 Kori Septiko, S.Pd Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
35 Apris Hariansyah, S.Pt Guru Honor Waka Humas & Guru mata
NIP. - Provinsi pelajaran
36 Tommy Widayat, A.Md Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
37 Edwina Muji Utami, S.Pd Guru Honor Guru BK
NIP. - Provinsi

10
38 Zulhijah Rahayu, S.Kom Guru Honor Guru mata pelajaran
NIP. - Provinsi
39 Rahayudi, A.Ma.Pd PNS Kepala Tata Usaha
NIP. 19830113 200701 1 006
40 Anna Safitri Tenaga Honor Staf tata usaha
NIP. - Provinsi
41 Budi Prasetyo, S.Pd, I Tenaga Honor Staf tata usaha
NIP. - Provinsi
42 Arsinah, A.Md Tenaga Honor Staf tata usaha
NIP. - Provinsi
43 Malik Gusfendi Tenaga Honor Staf tata usaha
NIP. - Provinsi
44 Teguh Hariyanto Tenaga Honor Satpam
NIP. - Provinsi
45 Dudu Tenaga Honor Penjaga sekolah
NIP. - Provinsi
1.5.4. Peserta Didik
Ada tiga program studi di SMK Negeri 9 Sarolangun, yaitu
Agribisnis Ternak Unggas (ATU), Teknik Komputer dan Jaringan
(TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM). Adapun jumlah peserta didik
tercantum dalam tabel di bawah ini.
Tabel 1.2 Jumlah peserta didik SMK Negeri 9 Sarolangun Tahun Ajaran
2018/2019
No Rombel Jumlah Peserta didik
1. Kelas X ATU 17
2. Kelas X TKJ 1 23
3. Kelas X TKJ 2 25
4. Kelas X TSM 1 26
5. Kelas X TSM 2 28
6. Kelas XI ATU 20
7. Kelas XI TKJ 1 27
8. Kelas XI TKJ 2 27
9. Kelas XI TSM 1 15
10. Kelas XI TSM 2 14
11. Kelas XI TSM 3 17
12. Kelas XII ATU 11
13. Kelas XII TKJ 1 31
14. Kelas XII TKJ 2 29
15. Kelas XII TSM 1 19
16. Kelas XII TSM 2 17
Jumlah 346

11
1.5.5. Sarana dan Prasarana
Tabel 1.3Sarana dan Prasarana SMK Negeri 9 Sarolangun
No Nama Jumlah
1 Ruang kelas 16
2 Ruang kepala sekolah 1
3 Ruang staf tata usaha 1
4 Ruang majelis guru 1
5 Perpustakaan 1
6 Laboratorium IPA 1
7 Labor teknik komputer dan jaringan 1
8 Labor teknik sepeda motor 1
9 Labor analisis ternak unggas 1
10 Kandang 2
11 Lapangan 1
12 WC peserta didik 3
13 WC guru 2
14 Tower WIFI 1

1.6 Tugas Pokok dan Fungsi


1.6.1 Tugas guru

Tugas guru ini dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,  Pasal 20
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal
52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru,yakni :
1. Merencanakan pembelajaran;
2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu;
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
4. Membimbing dan melatih peserta didik / peserta didik;
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang
sesuai; dan
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan.

12
Lebih lanjut, Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk
Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di
kelasnya;
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan
memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung
jawabnya (khusus guru kelas);
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil
belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional;
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12. Membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler proses
pembelajaran;
13. Melaksanakan pengembangan diri
14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; dan
15. Melakukan presentasi ilmiah.

1.6.2 Fungsi guru

Fungsi lain yang terkandung dalam poin d dan e Pasal 20 Undang-


Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta poin a, b dan c
Pasal 40 Ayat (2) Undnag-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, yakni :

1. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan


2. Menjunjung tinggi peraturan  perundang-undangan, hukum, dan kode
etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika;

13
3. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan,
kreatif, dinamis dan dialogis;
4. Memelihara komitmen secara profesional  untuk meningkatkan  mutu
pendidikan; dan
5. Memberi teladan dan menjaga nama baik  lembaga, profesi,  dan
kedudukan sesuai dengan  kepercayaan yang diberikan kepadanya
Demikianlah tugas pokok dan fungsi guru, agar para guru menjadi lebih
profesional dibidangnya dan tahu akan tugas dan tanggungjawab yang harus
diemban, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien dan
terlebih menjadi hal yang menyenangkan serta meringankan beban guru karena
sudah tahu apa yang harus dikerjakannya.

1.7. Nilai-nilai Dasar ASN


1.7.1. Akuntabiltas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggung jawaban yang harus
dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,
kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai - nilai publik. Indikator yang mempengaruhi
akuntabilitas yaitu kepemimpinan, transparansi, integritas, tanggung
jawab, keadilan, kepercayaan, keseimbangan, kejelasan, konsisten,
dan teliti.
1.7.2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi aparatur sipil Negara untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan
orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan Negara.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai pancasila
yaitu : menempatkan persatuan dan kesatuan, kepentingan dan
keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan
golongan, rela berkorban demi bangsa dan Negara, bangga sebagai
bangsa Indonesia dan bertanah air indonesia serta tidak merasa rendah
diri, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban

14
sesama manusia, menumbuhkan sikap saling mencintai sesama dan
mengembangkan sikap tenggang rasa.
1.7.3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, prilaku
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik.
Indikator yang ada dalam etika public ini antara lain :
kebersamaan, empati, kepedulian, kedewasaan, orientasi, organisasi,
kebajikan, integritas/konsekuen, inovatif, keunggulan, keluwesan, dan
kreatif.
1.7.4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu
antara lain Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan
memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara.
Komitmen mutu yang baik bisa didapatkan dengan beberapa
konsep diantaranya yaitu : konsep efektif dan efisien, konsep inovasi
serta mutu yang apabila semua dilakukan maka akan menjadi standar
yang tinggi dalam memberikan komitmen mutu yang baik.
1.7.5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma
- norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan
negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan Negara,
suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam
jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.
Pencegahan terhadap terjadinya korupsi dapat dilakukan dengan
menanamkan sifat – sifat : kejujuran, kepedulian, kemandirian,
disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil sejak

15
dini sehingga dapat mencegah/menangkal efek dari bahaya korupsi
yang akan menimpa seseorang.

1.8. Program Dan Kondisi Saat Ini


Program dan kegiatan yang sedang berlangsung saat ini di SMK Negeri 9
Sarolangun adalah sebagai berikut:

a) Proses Belajar Mengajar


Kegiatan belajar mengajar adalah salah satu wujud nyata dari
bentuk pelayanan yang terdapat di sekolah ini. Kegiatan belajar
mengajar di SMK Negeri 9 Sarolangun dimulai setiap harinya pada
pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB kecuali hari
Jumat berakhir pada pukul 11.30 WIB
b) Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan Palang Merah
Indonesia (PMI), sudah terlaksana dengan baik di SMK Negeri 9
Sarolangun. Kegiatan ini berlangsung sekali seminggu dan mendapat
dukungan penuh dari kepala sekolah. Kegiatan pengembangan
ekstrakurikuler ini dilaksanakan tanpa melibatkan jam pelajaran di
sekolah.
c) Praktek kerja Industri (Prakerin)
Prakerin (praktek kerja industri) adalah kegiatan pendidikan,
pelatihan, dan pembelajaran yang dilaksanakan di dunia usaha atau
dunia industri yang relevan dengan kompetensi keahlian peserta didik.
Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur yang sudah
ditetapkan oleh SMK Negeri 9 Sarolangun yang bekerja sama dengan
lembaga pendidikan dunia usaha atau dunia industri. Tujuan
diadakannya prakerin adalah menambah ketrampilan dan etos kerja
yang dmiliki peserta didik agar dapat dikembangkan dan di
implementasikan di kehidupan sehari-hari, di dunia usaha, dan di dunia
industri.

16
1.9. Teknik Analisis Isu
1.9.1. Analisis Isu Menggunakan APKL
Berdasarkan masalah yang telah diungkapkan pada latar belakang, dapat
diidentifikasi beberapa isu berikut.
1. Kurang disiplinnya peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran
Biologi di SMK Negeri 9 Sarolangun.
2. Rendahnya motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
Biologi di SMK Negeri 9 Sarolangun.
3. Belum tersedianya sumber belajar biologi yang sesuai dengan bidang keahlian
peserta didik di SMK Negeri 9 Sarolangun.
4. Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi biologi yang berdampak
pada rendahnya hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 9 Sarolangun.
Dari 4 isu yang telah diidentifikasi, maka perlu ditentukan isu utama atau
isu pokok yang terjadi di SMK Negeri 9 Sarolangun untuk segera ditemukan
solusinya. Dalam hal penentuan isu utama tersebut, maka perlu dilakukan suatu
pengujian dengan menggunakan kriteria Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan
Kelayakan.
1. Aktual, benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan.
2. Problematik, memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu
dicarikan segera solusinya.
3. Kekhalayakan, menyangkut hajat hidup orang banyak.
4. Layak, masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.
Tabel 1.4. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan layak)
Kriteria
No Isu Aktual Skors
A P K L
1. Kurang disiplinnya peserta didik √ - - √ 2
dalam mengikuti proses
pembelajaran biologi di SMK Negeri
9 Sarolangun
2. Rendahnya motivasi peserta didik √ √ - √ 3
dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran biologi di SMK
Negeri 9 Sarolangun.

17
3. Belum tersedianya sumber belajar √ √ - √ 3
biologi yang sesuai dengan bidang
keahlian peserta didik di SMK
Negeri 9 Sarolangun.
4. Rendahnya pemahaman peserta √ √ √ √ 4
didik terhadap materi biologi yang
berdampak pada rendahnya hasil
belajar peserta didik di SMK Negeri
9 Sarolangun

1.9.2. Analisis Isu Menggunakan USG


Metode USG adalah salah satu alat yang digunakan untuk menyusun urutan
prioritas penyebab isu yang akan diselesaikan.
1. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang
tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah
yang menyebabkan isu tadi.
2. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut
atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain jika masalah penyebab isu
tidak dipercahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu
masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila
dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.
3. Growth
Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau
dibiarkan.
Untuk menetapkan Isu/permasalahan utama yang akan dilaksanakan, maka
dilakukan analisis USG (Urgent, Serious dan Growth) terhadap masalah-masalah
yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai
berikut :

18
Tabel 1.5. USG (Urgency, Seriousness, Growth)
Kriteria
Persentase Total Rang-
No. Penyebab
U S G Nilai king

1. Belum optimalnya penggunaan 5 5 5 15 1


media pembelajaran di SMK
Negeri 9 Sarolangun.

2. Kurang bervariasinya metode 5 4 5 14 2


pembelajaran di SMK Negeri 9
Sarolangun.

3. Kurangnya minat peserta didik 5 4 4 13 3


dalam mengikuti proses
pembelajaran biologi di SMK
Negeri 9 Sarolangun.
Keterangan :
Urgency (Mendesak) Seriousness Growth (Peningkatan)
(Kegawatan)
5=Sangat Penting; 5= Sangat Gawat; 5=Sangat Cepat;
4=Penting; 4=Gawat; 4=Cepat;
3=Cukup Penting; 3=Cukup Gawat; 3=Cukup Cepat;
2=Kurang Penting; 2=Kurang Gawat; 2=Kurang Cepat;
1=Tidak Penting. 1=Tidak Gawat. 1=Tidak Cepat.
Berdasarkan hasil analisis di atas, laporan aktualisasi ini difokuskan
kepada “Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran di SMK Negeri
9 Sarolangun” yang menyebabkan rendahnya pemahaman peserta didik terhadap
materi biologi yang berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik dengan
gagasan pemecahan masalah berupa “Upaya Peningkatan Pemahaman Peserta
Didik Kelas X Agribisnis Ternak Unggas Pada Materi Ruang Lingkup
Biologi di SMK Negeri 9 Sarolangun”.
.Guna menyelesaikan isu yang ada di sekolah tempat penulis bertugas,
maka diperlukan kegiatan-kegiatan yang diharapkan mampu menjadi solusi dari
permasalahan yang terjadi. Adapun kegiatan-kegiatan yang direncanakan penulis
untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:

19
1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang ruang lingkup
biologi.
2. Membuat bahan ajar tentang ruang lingkup biologi.
3. Membuat WhatsApp Group (WAG) Pembelajaran Biologi.
4. Membuat media pembelajaran ruang lingkup biologi dalam bentuk flash
card.
5. Membuat alat evaluasi pemahaman peserta didik dalam bentuk kartu
refleksi yang berisi pertanyaan.
6. Melaksanakan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran
Number Head Together (NHT) dengan media pembelajaran dalam bentuk
flash card.
7. Melakukan evaluasi pemahaman peserta didik dengan menggunakan kartu
refleksi berisi pertanyaan.

20

Anda mungkin juga menyukai