Anda di halaman 1dari 6

KONSEP DASAR KOMUNIKASI

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran ini peserta mampu
menguraikan konsep dasar komunikasi.
2. Indikator
a. Menjelaskan pengertian komunikasi
b. Menjelaskan tujuan komunikasi
c. Menjelaskan elemen komunikasi
d. Mengidentifikasi bentuk/jenis komunikasi
e. Menjelaskan model proses komunikasi
3. Uraian Materi
a. Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah bagian yang penting dalam kehidupan dan menyatu
dengan kehidupan kita. Setiap saat, manusia selalu berkomunikasi dan
menggunakannya dalam berinteraksi dengan manusia lain. Kata-kata yang
diucapkan seseorang adalah komunikasi, diamnya seseorang adalah
komunikasi, tertawanya seseorang adalah komunikasi, dan menangisnya
seseorang adalah komunikasi. Dengan berkomunikasi, kehidupan kita akan
interaktif dan menjadi lebih dinamis.
Secara sederhana komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses
pertukaran, penyampaian, dan penerimaan berita, ide, atau informasi dari
seseorang ke orang lain. Lebih kompleks, komunikasi didefinisikan sebagai
berikut.
1) Komunikasi adalah pertukaran keseluruhan perilaku dari komunikator
kepada komunikan, baik yang disadari maupun tidak disadari, ucapan
verbal atau tulisan, gerakan, ekspresi wajah, dan semua yang ada dalam
diri komunikator dengan tujuan untuk memengaruhi orang lain.
2). Komunikasi adalah proses yang dinamis serta selalu berubah sesuai
dengan situasi dan kondisi lingkungan yang senantiasa berubah.

1
Dalam berkomunikasi, diperlukan ketulusan hati antara pihak yang terlibat
agar komunikasi yang dilakukan efektif. Pihak yang menyampaikan harus ada
kesungguhan atau keseriusan bahwa informasi yang disampaikan adalah
penting, sedangkan pihak penerima harus memiliki kesungguhan untuk
memperhatikan dan memahami makna informasi yang diterima serta
memberikan respons yang sesuai.
b. Tujuan komunikasi
Secara umum tujuan komunikasi sebagai berikut.
1) Menyampaikan ide/informasi/berita
Kalau kita melakukan komunikasi dengan orang lain, tujuan utamanya
adalah sampainya atau dapat dipahaminya apa yang ada dalam pikiran kita
atau ide kita kepada lawan bicara. Dengan demikian, ada satu kesamaan ide
antara apa yang ada dalam pikiran komunikator dan komunikan.
2) Memengaruhi orang lain
Komunikasi yang kita lakukan kepada orang lain secara kita sadari ataupun
tidak kita sadari akan memengaruhi perilaku orang lain. Secara sadar, jika
kita berkomunikasi untuk tujuan memotivasi seseorang, kita berharap bahwa
orang yang kita motivasi akan melakukan hal sesuai dengan yang kita
inginkan. Secara tidak kita sadari, jika pada saat kita memotivasi
menunjukkan wajah yang serius, kita akan membuat lawan bicara antusias
untuk mendengarkan dan memperhatikan apa yang disampaikan kepada
dirinya.
3) Mengubah perilaku orang lain
Komunikasi bertujuan mengubah perilaku, maksudnya jika kita bicara
dengan seseorang yang berperilaku berbeda dengan norma yang ada dan
kita menginginkan.
4) Memberikan pendidikan Dalam kehidupan sehari-hari, banyak komunikasi
terjadi dengan tujuan memberikan pendidikan, misalnya komunikasi orang
tua dengan anaknya, guru/dosen dengan murid/mahasiswa, perawat dengan
kliennya, dan lain-lain. Komunikasi ini dilakukan dengan tujuan agar lawan
bicara (komunikan) memperoleh/mencapai tingkat pengetahuan yang lebih
tinggi dan menunjukkan hal yang lebih baik dari sebelumnya.

2
5) Memahami (ide) orang lain
Komunikasi antara dua orang atau lebih akan efektif jika antara komunikator
dan komunikan saling memahami ide masing-masing dan mereka saling
berusaha untuk memberi makna pada komunikasi yang disampaikan atau
diterima.
c. Elemen komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses yang terdiri atas komponen-komponen atau
elemen-elemennya saling terkait. Setiap elemen dalam komunikasi saling
berhubungan satu dengan yang lain. Ada lima elemen utama, yaitu komunikator
(sender), informasi/pesan/berita, komunikan (reciever), umpan balik (feedback),
dan atmosfer/konteks.

Gambar 1. Elemen utama komunikasi


1) Komunikator (sender)
Komunikator adalah orang atau kelompok yang menyampaikan
pesan/ide/informasi kepada orang/pihak lain sebagai lawan bicara.
Komunikator berarti sumber berita/informasi atau disebut informan, yaitu
sumber/asal berita yang disampaikan kepada komunikan. Seorang
komunikator beraksi dan bereaksi secara utuh meliputi fisik dan kognitif,
emosional, dan intelektual.
2) Informasi/pesan/berita
Pesan adalah keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator, disadari
atau tidak disadari, secara langsung atau tidak langsung. Pesan yang
disadari adalah segala ucapan (bahasa verbal) yang disampaikan
komunikator secara sengaja dan sudah dipersiapkan. Pesan yang tidak

3
disadari adalah pesan yang muncul beriringan atau bersamaan dengan
pesan yang yang disampaikan pada saat komunikator berbicara.
3) Komunikan (reciever)
Komunikan adalah orang atau sekelompok orang yang menerima pesan
yang disampaikan komunikator. Komunikan yang efektif adalah komunikan
yang bersikap kooperatif, penuh perhatian, jujur, serta bersikap terbuka
terhadap komunikator dan pesan yang disampaikan.
4) Umpan balik
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya (Clement
dan Frandsen, 1976, dalam DeVito, 1997). Umpan balik bisa berasal dari diri
sendiri ataupun orang lain. Umpan balik dari diri sendiri, misalnya, jika kita
menyampaikan pesan melalui bicara, kita akan dapat secara langsung
mendengar apa yang kita sampaikan. Umpan balik dari orang lain adalah
umpan balik yang datang dari lawan bicara. Bentuk umpan balik yang
diberikan, antara lain anggukan, kerutan dahi, senyuman, gelengan kepala,
interupsi pembicaraan, pernyataan setuju atau tidak setuju, dan lain-lain.
Umpan balik dapat berupa verbal ataupun nonverbal. Agar terjadi umpan
balik yang baik, harus bersifat jujur, sesuai dengan konten (isi pesan) yang
disampaikan, dan bagian dari solusi merupakan hasil proses berpikir, tidak
bersifat subjektif, dan disampaikan dalam waktu yang tepat.
5) Atmosfer/konteks
Atmosfer adalah lingkungan ketika komunikasi terjadi terdiri atas tiga
dimensi, yaitu dimensi fisik, sosial-psikologis, dan temporal yang mempunyai
pengaruh terhadap pesan yang disampaikan. Ketiga dimensi lingkungan ini
saling berinteraksi dan saling memengaruhi satu dengan lainnya. Perubahan
dari salah satu dimensi akan memengaruhi dimensi yang lain. Dimensi fisik
adalah lingkungan nyata (tangible), dapat berbentuk ruang atau bangsal, dan
segala komponen yang ada di dalamnya. Dimensi sosial-psikologis meliputi
tata hubungan status di antara pihak yang terlibat dan aturan budaya
masyarakat ketika mereka berkomunikasi. Yang termasuk dalam konteks ini
adalah persahabatan atau permusuhan, lingkungan formal atau informal,
serta situasi yang serius atau tidak serius. Dimensi temporal (waktu) adalah

4
mencakup waktu ketika komunikasi terjadi. Pilihan waktu yang tepat dapat
mencapai efektivitas komunikasi yang dilakukan.
d. Bentuk/jenis komunikasi
Secara umum ada dua bentuk komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan
komunikasi nonverbal. Berikut akan dijelaskan perbedaan antara komunikasi
verbal dan komunikasi nonverbal. Selanjutnya, lakukan latihan untuk
memperjelas pemahaman Anda terhadap perbedaan keduanya.
1) Komunikasi verbal
Komunikasi verbal adalah pertukaran informasi menggunakan kata-kata
yang diucapkan secara oral dan kata-kata yang dituliskan. Komunikasi oral
adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan, baik langsung dengan cara
tatap muka maupun secara tidak langsung, melalui telepon atau
telekonferensi. Komunikasi oral dilakukan untuk menyampaikan informasi
secara cepat atau untuk memperjelas pesan/informasi tertulis sehingga
informasi lebih akurat. Jenis komunikasi ini tergantung dari irama, kecepatan,
intonasi, penguasaan materi oleh komunikator, penekanan, dan nada suara
serta bahasa yang digunakan.
Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang dilakukan dalam bentuk tulisan,
baik secara manual maupun elektronik, dilakukan untuk memberikan
informasi dalam jumlah yang besar sebagai bukti tertulis atau dokumentasi.
Jenis komunikasi ini dapat berbentuk tulisan tangan, surat kabar, atau e-mail.
2) Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah pertukaran informasi tanpa menggunakan
kata-kata. Komunikasi ini tidak disampaikan secara langsung oleh
komunikator, tetapi berhubungan dengan pesan yang disampaikan secara
oral ataupun tulisan. Macam-macam komunikasi nonverbal adalah kontak
mata, ekspresi wajah, postur atau sikap tubuh, gaya jalan, gerakan/bahasa
isyarat tubuh waktu bicara, penampilan secara umum, suara dan sikap diam,
atau simbolsimbol lain, misalnya model pakaian dan cara menggunakanya
e. Model proses komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses yang kompleks untuk mengirim pesan dari
komunikator kepada komunikan. Proses komunikasi merupakan urutan tahap-

5
tahap komunikasi kompleks meliputi idea generation, encoding, transmitting via
various channels, receiving, decoding, understanding, dan responding yang
merupakan suatu siklus yang selalu berulang.

Gambar 2. Model proses komunikasi


Komunikasi dimulai dengan munculnya ide (gagasan) dari komunikator
(sender). Ide ini selanjutnya diproses/diolah di otak dan keluar dalam bentuk
gelombang suara atau tulisan atau dalam bentuk kode-kode tertentu (encoding).
Informasi yang telah diolah dalam bentuk kode-kode tersebut selanjutnya
ditransmisikan/disalurkan oleh komunikator melalui media (channel). Channel ini
akan membantu proses penyampaian pesan dari komunikator dan proses
penerimaan pesan oleh komunikan. Pesan/informasi yang sampai atau diterima
dalam bentuk gelombang suara, tulisan, atau kode-kode tersebut diproses dan
dipersepsikan oleh komunikan (decoding). Setelah dipersepsikan, komunikan
akan sampai pada tingkat pemahaman (understanding) dan selanjutnya
berespons terhadap pesan yang diterima sebagai umpan balik untuk
komunikator. Respons yang diberikan oleh komunikan akan menstimulasi
munculnya ide baru dan seterusnya ide atau informasi akan diproses kembali
sebagai suatu siklus yang berulang.