Anda di halaman 1dari 2

Membrane Cair

Pendahuluan Beberapa jenis membran cair telah digunakan di berbagai disiplin ilmu, seperti kimia teknik, kimia anorganik, kimia analitik, fisiologi, bioteknologi, dan rekayasa biomedis. Beberapa metode ini telah diterapkan dalam berbagai manfaat, seperti pemisahan gas, pembuangan senyawa organik, pemulihan logam ion, pendegradasian polutan dan biopemisahan. Ekstraksi membran cair adalah proses tiga tahap; dua diantaranya adalah bercampur satu sama lain tetapi dipisahkan oleh fasa ketiga yang merupakan fasa membran. Membran ini dapat didukung atau diemulsi dan tidak bercampur dengan dua lainnya. Ekstraksi zat terlarut dicapai oleh transfer massa antara dua fasa yang bercampur melalui fasa membran. Pada sistem air/minyak/air, fasa minyak tidak bercampur dan memisahkan dua fasa berair (Mat, dkk., 2006). Membran cair adalah fasa yang bersifat pemisah semipermeabel yang berada diantara dua fasa cair lain yang sejenis. Membran cair tidak bisa larut dalam kedua fasa yang dipisahkannya. Kedua fasa yang dibatasi oleh membran masing-masing disebut fasa eksternal dan fasa internal. Fasa eksternal berisi senyawa-senyawa yang akan dipisahkan sedangkan fasa internal merupakan fasa penerima senyawa-senyawa yang telah dipisahkan melalui fasa membran (Hapsari, dkk., 2004). http://id.shvoong.com/exact-sciences/biochemistry/2110029-teknologi-membran-cair/

Aplikasi Membran Cair


Selama bertahun-tahun sejumlah peneliti fokus pada pemisahan gas dengan menggunakan membran cair terutama membran cair berpendukung. Salah satu aplikasi dari proses ini adalah oksidasi katalitik etilena menjadi asetaldehida. Lainnya termasuk oksidasi propilena menjadi aseton, oksidasi asetaldehida menjadi asam asetat dan metanol dengan karbonilasi CO dalam asam asetat.. MBR terendam

Konfigurasi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an sebagai alternatif penurunan biaya operasional dibandingkan dengan konfigurasi eksternal yang telah lama diperkenalkan sebelumnya (tahun 1960-an). Pada konfigurasi ini, membran langsung direndam di dalam bioreaktor dan dioperasikan secara dead-end. Untuk mengendalikan terjadinya penyumbatan (fouling), gelembung udara digunakan untuk membersihkan permukaan membran secara terus-menerus. Pada awalnya gelembung udara ini digunakan untuk tiga tujuan: penyediaan oksigen untuk metabolisme lumpur aktif, pengadukan supensi lumpur dan untuk mengendalikan penyumbatan. Akan tetapi, untuk mengoptimalkan kinerja biologi dan filtrasi akhir-akhir ini difuser penghasil gelembung dipisahkan. Gelembung kecil (fine bubble) untuk meningkatkan oksigen terlarut sedangkan gelembung besar (coarse bubble) untuk pembersihan membran. Demikian

pula halnya dengan tangki membran. Pada instalasi BRM terendam yang terkini, tangkin membran dan bioreaktor juga dipisahkan untuk mempermudah pencucian kimiawi membran tanpa perlu mengeluarkan membran dari dalam tangkinya (cleaning in place). Pada saat ini, jumlah instalasi MBR terendam jauh lebih banyak dibandingkan dengan MBR eksternal. Hal ini dikarenakan MBR terendam memerlukan energi pengoperasian yang relatif lebih rendah.

Membran bioreaktor dengan konfigurasi internal (terendam)