Anda di halaman 1dari 5

Pompa Injeksi

Filed Under (Uncategorized) by gurutkr on 06-05-2011

gb.pompa injeksi

gb.pompa injeksi Pompa Injeksi Pompa injeksi biasanya dipasang dibagian sisi mesin dan digerakan oleh crankshaft melalui timing gear atau sebuah timing belt. Ada dua tipe pompa injeksi : Tipe distributor dan tipe in line 1. Pompa Injeksi Tipe Distributor Bahan bakar diesel dibersihkan oleh water sedimenter dan fuel filter kemudian ditekan ke rumah pompa injeksi oleh vane type feed pump yang mempunyai empat buah vane, bahan bakar melumasi komponen pompa pada saat mengalir ke pump plunger, sebagian bahan bakar kembali ke tangki melalui overflow screw sambil mendinginkan bagian-bagian pompa yang dilewatinya. Pump plunger bergerak lurus bolak-balik samil berputar karena bergeraknya drive shaft, camplate, tappet rolers, plunger spring dan bagian-bagian lainnya. Gerakan bolak-balik plunger menaikan tekanan bahan bakar dan menekan bahan bakar melalui delivery valve ke injection nozzle. Mechanical governor mengatur banyaknya bahan bakar yang diseprotkan dari nozzle dengan menggerakan spiil ring sehingga merubah saat akhir langkah efektif plunger. Fuel injection timing diatur oleh pressure timer, timer sendiri diatur oleh tekanan pengirim dari feed pump. Posisi tapped roller diubah-ubah oleh timer untuk mengatur Injection timing. Mesin mati bila injeksi bahan bakar berakhir : pada saat starter switch off, arus yang mengalir ke fuel cut off solenoid terputus dan saluran bahan bakar tertutup oleh solenoid plunger, akibatnya penginjeksian bahan bakar akan berhenti danmesin akan mati. 2. Pompa Injeksi Tipe In Line Feed pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar dan menekan bahan bakar yang telah disaring oleh filter ke pompa injeksi. Pompa injeksi tipe in line mempunyai cam dan plunger yang jumlahnya sama dengan jumlah silinder pada mesin> Cam menggerakan plunger sesuai dengan firing order mesin. Gerak lurus bolak-balik dari plunger ini menekan bahan bakar dan mengalirkannnya ke injection nozzle melalui delivery valve. Delivry valve memegang dua peranan penting : mencegah aliran bahan bakar balik dari saluran

bahan bakar ke daerah plunger dan menghisap bahn bakar dari injection nozzle untuk menghentikan injeksi dengan cepat. Plunger dilumasi oleh bahan bakar diesel dan cam shaft oleh minyak pelumas mesin. Governor mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle dengan menggeser control rack. Governor dibedakan dalam dua tipe yaitu : simple mechanical sentrifugal governor dan combined governor yang merupakan kombinasi antara pneumatic governor dengan mechanical centrifugal governor. Timing injeksi bahan bakar diatur oleh automatic centrifugal timer. Timer mengatur putaran camshaft.Mesin mati jika control rack digerakan kearah akhir bahan bakar. Sumber: http://id.shvoong.com/products/auto/2125098-pompa-injeksi/#ixzz1LaJcXywe

Analisis dan Memperbaiki Gangguan Pada Sistem Bahan Bakar Diesel


November 13, 2008 Admin 1. Sistem Injeksi Bahan Bakar Tidak Berfungsi dengan Baik Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan a. Bahan bakar bocor dari pipa tekanan tinggi Cara Mengatasi

- Keraskan Mur Pengikat pipa tekanan tinggi / ganti dengan pipa tekanan yang baru b. Nozzle rusak - Ganti dengan nozzle yang baru - Keluarkan udara dari saluran bahan bakar c. Ada udara pada saluran bahan bakar dengan cara memompakan priming pump d. Saat penginjeksian bahan bakar terlambat - Setel pada penginjeksian bahan bakar e. Control rack tidak berfungsi - Perbaiki mekanisme control rack f. Automatic timer tidak tepat - Setel automatic timer 2. Gangguan Pada Saluran Sistem Bahan Bakar Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan a. Saringan pada pompa pemindah tersumbat b. Saringan bahan bakar tersumbat c. Tangki bahan bakar kotor d. Kemampuan pompa pemindah yang sangat rendah e. Injeksi bahan bakar tidak tepat Cara Mengatasi - Bongkar pompa pemindah dan bersihkan saringannya - Ganti elemen saringan bahan bakar - Bersihkan tangki bahan bakar - Perbaiki / ganti - Setel saat penginjeksian dengan cara menggeserkan pompa injeksi

f. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke silinder tidak sama g. Governor kurang baik h. Ada angin pada saluran bahan bakar

- Kalibrasi pompa injeksi pada test bench

- Setel pompa injeksi pada test bench - Bleeding - Keraskan mur pengikat pipa tekanan tinggi / i. Bahan bakar bocor pada pipa tekanan tinggi ganti pipa tekanan tinggi 3. Engine Knocking / Detonasi Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan a. Atomisasi nozzle kurang baik / tekanan penginjeksian tidak tepat b. Bahan bakar tidak tepat (angka cetane rendah) c. Saat injeksi bahan bakar terlalu cepat d. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak rata Cara Mengatasi - Overhaul nozzle, bersihkan komponenkomponen dan ganti jika rusak, kemudian stel tekanan nozzle sesuai spesifikasi - Ganti dengan bahan bakar yang sesuai - Setel pemasangan pompa terhadap mesin - Kalibrasi pompa injeksi pada test bench

4. Putaran Mesin Kasar, Khususnya Pada Putaran Idle Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan a. Jam bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak sama b. Control rack tidak berfungsi Cara Mengatasi - Kalibrasi pompa injeksi pada test bench - Bongkar control rack dan setel mekanismenya

c. Idling spring capsule setelannya kurang - Setel baik d. Diafragma governor tidak berfungsi - Periksa dan ganti jika rusak e. Atomisai Nozzle kurang baik / tidak tepat - Stel nozzle dan ganti jika rusak 5. Mesin Susah dihidupkan Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Cara Mengatasi Gangguan a. Bahan bakar tidak sampai ke pompa injeksi - Periksa saluran bahan bakar dan perbaiki / bocor jika bocor b. Saluran bahan bakar tersumbat oleh udara - Bleeding c. Saringan bahan bakar dan saluran bahan - Bersihkan / ganti saringan bahan bakar dan bakar tersumbat saluran bahan bakar d. Kemampuan pompa pemindah menurun / - Perbaiki / ganti pompa pemindah tidak sesuai spesifikasi

e. Pipa tekanan tinggi lepas, longgar / pecah f. Control rack tidak mencapai posisi tempat bahan bakar yang diinjeksikan g. Delivery valve rusak h. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan terlalu sedikit, karena pompa pemindah rusak i. Tekanan penginjeksian bahan bakar terlalu rendah j. Saat penginjeksian bahan bakar terlalu rendah k. Governor / full load capsule setelannya kurang baik

- Kerusakan mur / ganti - Perbaiki control rack dan perbaiki pula mekanismenya - Ganti - Perbaiki / Ganti pompa pemindah - Setel / kalibrasi nozzle sesuai spesifikasi - Setel saat penginjeksian - Setel pompa injeksi pada test bench

6. Mesin Asapnya Banyak, tetapi Mesin Tidak Mau Menyala Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan a. Saat penginjeksian bahan bakar terlambat b. Timer lock nut longgar atau lepas c. Atomisasi bahan bakar tidak baik d. Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle needle e. Angka cetane terlalu rendah f. Bahan bakar tercampur air Cara Mengatasi - Setel saat penginjeksian - Kerusakan mur pengunci timer - Perbaiki dan setel nozzle / ganti - Bersihkan nozzle / ganti jika rusak - Ganti jenis bahan bakar - Ganti bahan bakar

7. Selama Mesin di Starter Mengeluarkan banyak Asap Kemungkinan Penyebab kerusakan Cara Mengatasi a. Timer injektor timing terlalu cepat / lambat - Bongkar automatic timer dan setel - Periksa pemasangan pompa injeksi dan b. Pemasangan pompa injeksi terhadap saat tempatkan saat penginjeksian (sesuai penginjeksian tidak tepat spesifikasi) c. Atomisasi bahan bakar kurang baik - Perbaiki dan ganti nozzle d. Nozzle rusak - Ganti Nozzle e. Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle - Bersihkan dan ganti jika rusak needle - Setel posisi control pinion dan keraskan f. Sekrup control pinion clamp lepas / longgar sekrupnya g. Delivery value rusak - Ganti h. Delivery value spring putus - Ganti pegas i. Setelan full load capsule tidak baik - Setel full load capsule - Perbaiki / ganti mekanisme governor j. Pneumatic governor link / stopper aus pneumatic

8. Selama Mesin Hidup Banyak Mengeluarkan Asap Kemungkinan Penyebab kerusakan a. Saat penginjeksian bahan bakar terlalu cepat b. Bahan bakar bercampur air c. Cincin torak dan dinding silinder bocor sehingga minyak pelumas naik ke ruang bahan bakar d. Oli silinder katup bocor, sehingga minyak pelumas masuk ke ruang bakar e. Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu banyak f. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak sama g. Udara yang masuk kedalam silinder terlalu sedikit karena saringan udaranya tersumbat h. Oli mesin terpompa ke atas Cara Mengatasi - Tepatkan saat penginjeksian sesuai spesifikasi - Ganti bahan bakar - Ganti cincin torak dan perbaiki dinding silindernya - Ganti - Kalibrasi pompa injeksi pada test bench - Kalibrasi pompa injeksi pada test bench - Bersihkan saringan / ganti - Periksa permukaan oli dan sesuaikan jumlahnya