Anda di halaman 1dari 16

INSTALASI MIKROBIOLOGI KLINIK

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN
Jl. Jend. A. Yani No. 43 Telp. (0511) 3252180 Fax. 3252229 RSUD ULIN

PEDOMAN
PRAKTIKUM

BIOLOGI MEDIK
DOSEN : H. A. MUHLISIN, S.Pd, M. Kes

Penanggung Jawab :
1. dr. Munawaroh Pasaribu, Sp. MK
2. dr . Rahmiyati, Sp. MK, M. Kes
Tim Pembimbing Praktek :
1. Zainun Mutia. A. Md. AK
2. Iswatun Hasanah, A. Md. AK
PROSEDUR TETAP

Penggunaan Biological Safety Cabinet Class II Esco AC2-4E8


( Ruang Ekstraksi )
PENGERTIAN : BSC Class II-2 merk Esco adalah kabinet dengan hefa filter dan keamanan sesuai
dengan kebutuhan kerja laboratorium BSL 2

TUJUAN : Sebagai acuan bagi dokter dan petugas laboratorium dalam menggunakan
Biological Safety Cabinet Class II Esco AC2-4E8

KEBIJAKAN :
1. Instruksi Manual Alat Biological Safety Cabinet Class II Esco AC2-4E8.
2. Petunjuk Pelaksanaan Pemantapan Mutu Internal Laboratorium Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, 1997

PROSEDUR
 Posedur Pelaksanaan

1) Letakkan alat minimal 10 cm dari dinding;


2) Hubungkan alat dengan aliran listrik;
3) Bersihkan meja alat dengan kain bersih;
4) Lakukan desinfeksi meja alat dengan Alkohol 70%. (Jangan menggunakan desinfektan
yang mengandung Chloroform dan Natrium Hipochlorit);
5) Angkat penutup kaca sampai dengan batas ketinggian aman (SASH HEIGHT);
6) Tekan tombol FAN BUTTON;
7) Tunggu proses warming up selesai ( 3 menit ) dan setelah 3 menit lampu akan
otomatis menyala;
8) Alat siap digunakan;
9) Lakukan pemeriksaan dalam safety cabinet tanpa memakai api spiritus untuk
mencegah kerusakan pada HEPA Filter dan gangguan aliran udara dalam alat. Untuk
menjaga sterilisasi selama bekerja, gunakan peralatan yang sekali pakai yang sudah
disterilisasi terlebih dulu atau sterilisasi dilakukan di luar alat Bio safety cabinet;
10) Setelah selesai bekerja, bersihkan meja alat dan didesinfeksi dengan Alkohol 70%;
11) Matikan blower dengan menekan tombol FAN BUTTON, kemudian matikan lampu
dengan menekan tombol LAMP BUTTON;
12) Turunkan penutup kaca hingga benar-benar menutup sempurna;
13) Nyalakan UV dengan menekan tombol UV BUTTON dan setelah menyala dalam
waktu yang ditentukan, lampu akan otomatis mati sendiri;

Perawatan Alat

1) Lampu Ultra Violet dibersihkan dengan Alkohol 70% setiap 2 minggu;


2) Pada saat bekerja, blower harus dinyalakan dan lampu UV dimatikan. Blower agar
tetap dinyalakan selama 5 menit setelah selesai bekerja;
3) Catat pada kartu setiap penggunaan lampu UV karena lampu UV mempunyai waktu
paruh 8000 jam;
4) Jangan menggunakan desinfektan yang mengandung Chloroform karena akan
merusak HEPA Filter atau Natrium Hipochlorit karena bersifat korosif;

Kegiatan Pengawasan / Perawatan Waktu Pengawasan/Perawatan (Setiap ........)

Hari Minggu Bulan 4 bulan 1 tahun

1. Dekontaminasi meja alat V

2. Verifikasi kerja alat V

3. Membersihkan lampu UV V

4. Membersihkan bagian luar alat V

5. Membersihkan permukaan alat yang


V
terbuat dari Steinless Steel dengan MEK

6. Sertifikasi Ulang V

7. Mengganti Lampu UV Setelah 8000 jam atau bila lampu rusak/putus

8. Mengganti Lampu Neon Bila lampu rusak / putus


Penggunaan ESCO PCR Cabinet PCR-3A1( Laminar Air Flow )
( Ruang Mix Reagen / kocktail )

PENGERTIAN : ESCO PCR Cabinet PCR-3A1 adalah kabinet dengan hefa filter dan keamanan sesuai
dengan kebutuhan kerja laboratorium BSL 2

TUJUAN : Sebagai acuan bagi dokter dan petugas laboratorium dalam menggunakan ESCO
PCR Cabinet PCR-3A1

KEBIJAKAN :
1. Instruksi Manual Alat ESCO PCR Cabinet PCR-3A1
2. Petunjuk Pelaksanaan Pemantapan Mutu Internal Laboratorium Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, 1997

PROSEDUR
 Posedur Pelaksanaan

1. Letakkan alat minimal 10 cm dari dinding;


2. Hubungkan alat dengan aliran listrik;
3. Bersihkan meja alat dengan kain bersih;
4. Lakukan desinfeksi meja alat dengan Alkohol 70%. (Jangan menggunakan desinfektan
yang mengandung Chloroform dan Natrium Hipochlorit);
5. Buka penutup kaca laminar;
6. Tekan tombol FAN BUTTON (blower)
7. Tunggu proses warming up selesai ( 3 menit ) dan setelah 3 menit lampu akan
otomatis menyala;
8. Laminar siap untuk beroperasi;
9. Untuk menggunakan skalar listrik silahkan tekan tombol SOCKET BUTTON
10. Lakukan pemeriksaan dalam safety cabinet tanpa memakai api spiritus untuk
mencegah kerusakan pada HEPA Filter dan gangguan aliran udara dalam alat. Untuk
menjaga sterilisasi selama bekerja, gunakan peralatan yang sekali pakai yang sudah
disterilisasi terlebih dulu atau sterilisasi dilakukan di luar alat Bio safety cabinet;
11. Setelah selesai bekerja, bersihkan meja alat dan didesinfeksi dengan Alkohol 70%
secara menyeluruh.
12. Tekan tombol FAN BUTTON (blower)
13. Tutup kembali laminar;
14. Matikan lampu dengan menekan tombol LAMP BUTTON
15. Kemudian nyalakan UV dengan menekan tombol dan setelah menyala dalam
waktu yang ditentukan, lampu uv akan otomatis mati sendiri.

Perawatan Alat

1. Lampu Ultra Violet dibersihkan dengan Alkohol 70% setiap 2 minggu.


2. Pada saat bekerja, blower harus dinyalakan dan lampu UV dimatikan. Blower agar
tetap dinyalakan selama 5 menit setelah selesai bekerja.
3. Catat pada kartu setiap penggunaan lampu UV karena lampu UV mempunyai waktu
paruh 8000 jam.
4. Jangan menggunakan desinfektan yang mengandung Chloroform karena akan
merusak HEPA Filter atau Natrium Hipochlorit karena bersifat korosif.

Kegiatan Pengawasan / Perawatan Waktu Pengawasan/Perawatan (Setiap ........)

Hari Minggu Bulan 4 bulan 1 tahun

1. Dekontaminasi meja alat V

2. Verifikasi kerja alat V

3. Membersihkan lampu UV V

4. Membersihkan bagian luar alat V

5. Membersihkan permukaan alat yang


V
terbuat dari Steinless Steel dengan MEK

6. Sertifikasi Ulang V

7. Mengganti Lampu UV Setelah 8000 jam atau bila lampu rusak/putus

8. Mengganti Lampu Neon Bila lampu rusak / putus

Keterangan : Verifikasi Kerja Alat yaitu apabila alat menyala , lampu Air Safe akan menyala juga
( hijau ).

Penggunaan Laminar Air Flow / Biological Safety Cabinet Class II Esco AC2-4Eb-2A
( Ruang PCR )
PENGERTIAN : BSC Class II-2 merk Esco adalah kabinet dengan hefa filter dan keamanan sesuai
dengan kebutuhan kerja laboratorium BSL 2

TUJUAN : Sebagai acuan bagi dokter dan petugas laboratorium dalam menggunakan
Biological Safety Cabinet Class II Esco AC2-4Eb-2A

KEBIJAKAN :
1. Instruksi Manual Alat Biological Safety Cabinet Class II Esco EQ-04-EBC-2A.
2. Petunjuk Pelaksanaan Pemantapan Mutu Internal Laboratorium Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, 1997

PROSEDUR
 Posedur Pelaksanaan

1. Letakkan alat minimal 10 cm dari dinding;


2. Hubungkan alat dengan aliran listrik;
3. Bersihkan meja alat dengan kain bersih;
4. Lakukan desinfeksi meja alat dengan Alkohol 70%. (Jangan menggunakan desinfektan
yang mengandung Chloroform dan Natrium Hipochlorit);
5. Lihat bagian Esco Smart Control, tampak tanda lampu Merah Air Fail (nomor 1) pada
alat menyala. Tunggulah sampai tanda lampu Hijau Air Safe (nomor 3) menyala, lalu
alat boleh dipergunakan;
6. Tekan Tombol On (nomor 8), maka tanda nomor 9 akan menyala;
7. Masukkan alat dan bahan ke dalam alat dengan terlebih dulu didesinfeksi dengan
Alkohol 70% pada bagian wadahnya;
8. Gunakan sarung tangan steril atau non steril (tapi didesinfeksi dengan Alkohol 70%);
9. Masukkan alat dan bahan ke dalam alat dengan terlebih dulu didesinfeksi dengan
Alkohol 70% pada bagian wadahnya;
10. Lakukan pemeriksaan dalam safety cabinet tanpa memakai api spiritus untuk
mencegah kerusakan pada HEPA Filter dan gangguan aliran udara dalam alat. Untuk
menjaga sterilisasi selama bekerja, gunakan peralatan yang sekali pakai yang sudah
disterilisasi terlebih dulu atau sterilisasi dilakukan di luar alat Bio safety cabinet;
11. Setelah selesai bekerja, tekan Tombol OFF (nomor 7);
12. Lalu tekan tombol ON Lampu UV (nomor 5) maka tanda nomor 6 dan lampu Ultra
Violet dalam alat akan menyala. Biarkan selama 20 menit dan jangan bekerja dalam
alat atau memasukkan tangan karena akan terbakar (radiasi). Setelah selesai, tekan
tombol OFF Lampu UV (nomor 4);
13. Bersihkan meja alat dan didesinfeksi dengan Alkohol 70%.

Perawatan Alat

1. Lampu Ultra Violet dibersihkan dengan Alkohol 70% setiap 2 minggu.


2. Pada saat bekerja, blower harus dinyalakan dan lampu UV dimatikan. Blower agar
tetap dinyalakan selama 5 menit setelah selesai bekerja.
3. Catat pada kartu setiap penggunaan lampu UV karena lampu UV mempunyai waktu
paruh 8000 jam.
4. Jangan menggunakan desinfektan yang mengandung Chloroform karena akan
merusak HEPA Filter atau Natrium Hipochlorit karena bersifat korosif.

Kegiatan Pengawasan / Waktu Pengawasan/Perawatan (Setiap ........)


Perawatan
Hari Minggu Bulan 4 bulan 1 tahun

1. Dekontaminasi
V
meja alat

2. Verifikasi kerja alat V

3. Membersihkan lampu
V
UV

4. Membersihkan
V
bagian luar alat

5. Membersihkan

permukaan alat yang


V
terbuat dari Steinless

Steel dengan MEK

6. Sertifikasi Ulang V

7. Mengganti Lampu UV Setelah 8000 jam atau bila lampu rusak/putus

8. Mengganti
Bila lampu rusak / putus
Lampu Neon

Keterangan : Verifikasi Kerja Alat yaitu apabila alat menyala , lampu Air Safe akan menyala juga

( hijau ).
PENGOPERASIAN MESIN EKSTRAKSI TORAX
( Alat Ekstraksi otomatis )
PENGERTIAN : Tahapan pemerikaan PCR untuk menghasilkan RNA/DNA target deteksi
virus/bakteri secara otomatis
TUJUAN : Sebagai acuan bagi dokter dan petugas laboratorium untuk mengoperasikan
mesin ekstraksi otomatis Torax
KEBIJAKAN :
1. Insert kit Torax SARSCoV2 RNA/DNA Autoextraction
2. Manual book Torax RNA/DNA Autoextraction

PROSEDUR
Pengoperasian Mesin Ekstraksi Otomatis Torax :
1. Periksa tombol On/OFF mesin ekstraksi, harus dalam kondisi off (saat pertama kali
mesin mau digunakan)
2. Periksa mesin UPS sudah dalam kondisi hidup dan terhubung dengan mesin
ekstraksi Torax
3. Hidupkan mesin dan tunggu sampe semua proses persiapan (initialization) selesai.
4. Hidupkan lampu UV di menu sebelah kiri dan set waktu selam 15 menit
5. Tunggu sampe proses UV selesai (lampu UV akan otomatis padam sesuai dengan
waktu yg ditentukan) dan mesin siap digunakan.
6. Setiap kali selesai proses ekstraksi selalu jalankan proses UV selama 15 Menit.
ISOLASI RNA

Homogenkan buffer yang ada di 96 well plate


dengan cara membolak-balikan

Diamkan selama 3-5 menit

Bukak alumunium film pada 96 well platesecara


perlahan

Tambahkan Proteinase K sebanyak 15 µl pada


posisi A1-H1 dan A7-H7

Tambahkan internal control sebanyak 1 µl pada


posisi A1-H1 dan A7-H7

Tambahkan control positif sebanyak 200 µl pada posisi A1,


control negative sebanyak 200 µl pada posisi B1 dan sampel
sebanyak 200 µl pada posisi C1-H1 dan A7-H7

Masukkan 96 well plate pada mesin estraksi


dengan posisi sama seperti gambar

Masukkan magnetic rood cover hingga berbunyi klik

Tutup pintu mesin

Runing program. Pilih Zybio B 200


Klik confrim

Proses estraksi rna berjalan, kurang lebih 10


menit, urutan proses isolasi rna bias dilihat di
gambar.

Setelah proses isolasi selasai akan muncul pemberitahuan


untuk UV secara otomatis pada monitor. Keluarkan 96 well
plate dan magnetic rood cover terlebih dahulu. Kemudian
klik “ yes” untuk UV.

Ambil hasil RNA murni pada posisi A6-H6 dan


A12-H12. Pindahkan RNA murni pada microtube
1,5. Proses pemindahan dilakukan di BSC.
PROSEDUR REAL TIME PCR COVID-19
SD BIOSENSOR
PENGERTIAN : Pemeriksaan mikrobiologi berbasis molekuler dengan metode RT-PCR (Real Time
Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi RNA virus SARS-COV-2 guna

menegakkan diagnosis COVID-19 dengan menggunakan reagen Biosensor

TUJUAN : Sebagai acuan bagi dokter dan petugas laboratorium untuk mendeteksi RNA
virus SARS-COV-2 guna menegakkan diagnosis COVID-19 dengan menggunakan

reagen Biosensor

KEBIJAKAN :
1. PMK NO 43 tahun 2013 tentang cara penyelanggaraan lab klinik yang baik

2. Insert kit SD Biosensor


PROSEDUR
1. Persiapan alat dan bahan

Laminary Flow Real time PCR reaction


plates/strips

Vortex Micropipet 0,5-1000 µl

Filter tips steril 1000 Tempat sampah biohazards


µl, 20 µl, 10 µl

Dispossible gloves, Rak tabung


powderless

Kulkas dan deepfreezer MIC PCR Compact dan


Bioer Linegen96plus

2. Persiapan Ekstraksi RNA


1. Buat kontrol negatif pada setiap pelaksanaan ekstraksi dengan menggunakan
nuclease free water
2. Tambahkan internal control pada saat proses ekstraksi dengan menambahkan 5 µl
reagen internal control.
3. Tahapan PCR
1. Buat peta mix PCR yang akan dibuat
2. Lakukan pembuatan master mix di dalam laminary flow
3. Buat campuran untuk primer probe mix dengan formula sebagai berikut
Komponen Formula
Reaksi (µl)

2019-nCoV Reaction N x 14 µl
Solution

RTase Mix N x 6 µl

Total N x 20 µl

4. Campurkan seluruh bahan tanpa divortex, kemudian spindown beberapa detik


5. Alikuot suspensi ke dalam plate PCR masing-masing sebanyak 20 µl
6. Tambahkan 10 µl nuclease free water/aquades pada well kontrol negatif
7. Tambahkan 10 µl sampel RNA ke dalam well yang sesuai dengan peta
8. Tambahkan 10 µl reagen kontrol positif pada well kontrol positif
9. Tutup well plate menggunakan strips cap atau seal sampai rapat. Perhatikan jangan
sampai ada gelembung dan celah terbuka untk menghindari penguapan dan
kontaminasi
10. Spindown dengan kecepatan 2000 rpm selama 2 detik
11. Letakkan well plate/strips di dalam mesin real time PCR dengan pengaturan warna
multiplek dalam 1 well, yaitu :
Gen ORF1ab (RdRp) = FAM
Gen E = HEX/JOE/VIC
Internal control = Cy5
12. Lakukan PCR dalam thermal cycler dengan kondisi sebagai berikut :
Reaksi Suhu Waktu Jumlah
Siklus

Reverse 50°C 15 1
Transcriptase menit

Initial 95°C 3 menit 1


Denaturation

Pre- 95°C 5 detik 5


amplification
60°C 40
detik

Amplification 95°C 5 detik 40

60°C 40
detik

13. Lakukan pembacaan hasil dengan mencatat nilai Ct, lalu interpretasikan hasilnya

4. Kontrol kualitas dan interpretasi hasil

Kontrol Kualitas

Kontrol Nilai Fungsi


Ct

Kontrol ≤ 36 Mengontrol kinerja / kualitas


Positif reagensia

Kontrol NA Mengontrol kinerja/ kontaminasi


Negatif reagen dan lingkungan

Internal ≤ 32 Menilai kualitas proses ekstraksi


control

Interpretasi hasil

Nilai Ct Interpretasi

N F H Cy5
o A E
M X

1 ≤ ≤ ≤ Positif
36 36 32

2 ≤ N ≤ Ulangi pemeriksaan PCR.


36 A 32
Bila setelah pengulangan

1. Nilai FAM ≤ 36

2. Nilai Nilai HEX masih


NA
Maka simpulkan sebagai
hasil Inconclusive

3 N ≤ ≤ Ulangi pemeriksaan PCR.


A 36 32
Bila setelah pengulangan

1. Nilai FAM masih NA

2. Nilai Nilai HEX ≤ 36

Maka simpulkan sebagai


hasil Inconclusive

4 N N ≤ Negatif
A A 32

5 N N NA Invalid
A A
Lakukan pengulangan
ekstraksi
Prosedur unboxing ( Penanganan Sampel )
PENGERTIAN : Merupakan tata cara yang harus dilakukan supaya sampel yang akan dilakukan
pemeriksaan PCR tidak tertukar dan sampel memenuhi syarat untuk diperiksa.

TUJUAN : Untuk mendapatkan sampel yang memenuhi syarat dan sesuai identitasnya
sebelum diperiksa.
KEBIJAKAN :
1. PMK NO 43 tahun 2013 tentang cara penyelanggaraan lab klinik yang baik

PROSEDUR

Sampel dari luar


1. Setiap Fanyankes maupun tempat karantina yang akan memeriksakan sampel PCR ke
Laboratorium PCR RSUD Ulin Banjarmasin, sebelumnya harus / wajib mengirimkan
data pasiennya dalam bentuk exel sesuai format sudah diberikan ke email
Laboratorium PCR RSUD Ulin Banjarmasin.
2. Petugas pengantar sampel mengurutkan sendiri sampel yang dikirim dengan di awasi
petugad dari Laboratorium PCR RSUD Ulin Banjarmasin, dan mennyusunnya di rak
sesuai urutan sampel.
3. Sampel yang sudah tersusun dimasukkan ke dalam Pass Box untuk dikerjakan.

Sampel dari RSUD Ulin Banjarmasin


1. Sampel dari RSUD Ulin Banjarmasin yang sudah diberi label, diurutkan sesuai nomer
sampel dan disusun dirak
2. Sampel yang sudah tersusun dimasukkan ke dalam Pass Box untuk dikerjakan.
Catatan : Petugas yang menerima / mengantar sampel mengunakan APD level 2

Anda mungkin juga menyukai