Anda di halaman 1dari 20

TUGAS KEPERAWATAN MATERNITAS PERAWATAN VULVA HYGIENE & KATETER

Disusun oleh : MAKHYA AMALY (P17420309021) II REGULER A

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALONGAN 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Pasien yang harus istirahat di tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus, section caesarea) harus dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat. Meskipun ibu yang akan bersalin biasanya masih muda dan sehat, daerah daerah yang tertekan tetap memerlukan perhatian serta perawatan protektif. Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari), biasanya daerah perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau wadah lain yang disediakan khusus untuk keperluan tersebut. Selain terkadang melakukan mengalami perawatan prosedur vulva hygiene, ibu nifas Salah juga dapat satu

pembedahan

sehingga

mempengaruhi

pemenuhan

kebutuhan

eliminasinya.

diantaranya pemenuhan kebutuhan eliminasi urine dengan kateter, tindakan keperawatan ini dilakukan pada klien yang tidak m a m p u m e m e n u h i k e b u t u h a n e l i m i n a s i u r i n s e c a r a m a n d i r i d i k a m a r k e c i l . Untuk meminimalisir masuknya kuman akibat pemasangan kateter tadi diperlukan perawatan kateter,terlebih jika terdapat luka jahit yang letaknya berdekatan dengan tempat pemasangan kateter, dampak lain yang mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar manusia perawatan yang dilakukan meliputi : menjaga kebersihan kateter dan alat vital kelamin, menjaga kantong penampumg urine dengan tidak meletakan lebih tinggi dari buli-buli dan tidak agar tidak terjadi aliran balik urine ke buli-buli dan tidak sering menimbulkan saluran penampung karena mempermudah masuknya kuman serta mengganti kateter dalam jangka waktu 7-12 hari.

B. Tujuan
2

1. Tujuan Umum Mengetahui tentang bagaimana perawatan Vulva Hygiene, Untuk mengetahui gambaran perawatan Kateter urine. 2. Tujuan Khusus a. b. c. Menjelaskan pengertian Vulva Hygiene dan Konsep Dasar Perawatan Kateter Menjelaskan tujuan perawatan Vulva Hygiene dan Kateter Menjelaskan prosedur perawatan Vulva Hygiene dan Kateter ANATOMI GENETALIA WANITA

BAB II
3

ASUHAN KEPERAWATAN A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. PENGKAJIAN Identitas klien Riwayat kesehatan umum Riwayat kesehatan klien Riwayat kesehatan keluarga Riwayat kesehatan sekarang Data fisik Inspeksi : seluruh tubuh dan daerah genital Palpasi : pada daerah abdomen Auskultasi : kuadran atas abdomen dilakukan untuk mendeteksi bruit Tingkat kesadaran, TB, BB, TTV 7. Data psikologis Keluhan dan reaksi pasien terhadap penyakit Tingkat adaptasi pasien terhadap penyakit Persepsi pasien terhadap penyakit 8. Data social, budaya, spiritual Umum Hubungan dengan orang lain, kepercayaan yang dianut dan keaktifanya dalam kegiatan Pengkajian keperawatan Tanda-tanda dan gejala retensi urine mudah terlewatkan kecuali bila perawat melakukan pengkajian secara sadar terhadap tanda dan gejala tersebu

B. 1. 2. 3.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Ansietas berhubungan dengan status kesehatan. Kurang pengetahuan tentang kondisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal informasi masalah tentang area sensitife. Resiko infeksi berhubungan dengan terpasangnya kateter urethra.

C. Dx 1

INTERVENSI

Tujuan: * Tampak rileks, menyatakan pengetahuan yang akurat tentang situasi. * Menunjukkan rentang tepat tentang perasaan dan penurunan rasa takutnya.

Intervensi: * Berikan informasi tentang prosedur dan apa yang akan terjadi, contoh kateter, iritasi kandung kemih.. * Pertahankan perilaku nyata dalam melakukan prosedur atau menerima pasien.. * Dorong pasien atau orang terdekat untuk menyatakan masalah / perasaan.. . .

Dx 2 Tujuan: * Pasien menyatakan pemahaman proses penyakit. * Pasien dapat melakukan perubahan perilaku yang perlu. * Pasien dapat berpartisipasi dalam program pengobatan. Intervensi: * Dorong pasien untuk menyatakan rasa takut dan atau perasaan perhatian.
5

* Kaji ulang tanda atau gejala yang memerlukan tindakan atau evaluasi medik. * Berikan informasi bahwa kondisi pasien tidak ditularkan secara seksual. * Anjurkan menghindari makanan berbumbu, kopi, dan minuman mengandung alkohol. Dx 3 Tujuan: Mencapai waktu penyembuhan dan tidak mengalami tanda infeksi. Intervensi: * Pertahankan system kateter steril, berikan perawatan kateter regular dengan sabun dan air, berikan salep antibiotic di sekitar sisi kateter. * Awasi tanda tanda vital, perhatikan demam ringan, menggigil, nadi dan pernafasan cepat, gelisah. * Observasi sekitar kateter suprapubik.

D.

EVALUASI Pasien tampak rileks Pasien dapat memahami proses penyakit Pasien tidak mengalami tanda tanda infeksi BAB III PROSEDUR TINDAKAN SOP VULVA HYGIENE Nilai

No

Aspek yang diisi

Bobot Ya Tidak

A 1 2 3 4 5

FASE ORIENTASI Mengucapkan Salam Memperkenalkan diri Menjelaskan tujuan Menjelaskan prosedur Menanyakan kesiapan pasien

FASE KERJA Mencuci tangan Mendekatkan alat Memasang sampiran / menutup pintu Mengganti selimut klien dengan selimut mandi Memposisikan klien dorsal recumbent Melepas celana dalam klien Memasang perlak dan pengalas dibawah bokong klien Meletakkan bengkok diantara kedua kaki klien didekat vulva Membuka penutup wadah alat Mendekatkan kom berisi kapas basah di dekat kaki pasien Gunakan sarung tangan Tangan kiri membuka labia dengan telunjuk dan ubu jari serta tangan kanan mengambil kapas basah membersihkan labia mayora, labia minora, vestibulum, perineum ke anus (dari atas ke bawah sekali usap) Mengambil kassa betadin Tangan kiri memegang kateter di dekat vulva dengan kassa dan tangan kiri mengoleskan betadin pada kateter
7

dari pangkal ke ujung dengan menggunakan kassa Mengecek apakah balon kateter masih tetap terpasang Merapikan pasien C TAHAP TERMINASI Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan Berpamitan dengan klien Membereskan dan kembalikan alat ketempat semula Mencuci tangan Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

A. Definisi Membersihkan alat genetalia wanita. Vulva Hygiene adalah : membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada wanita yang sedang nifas / tidak dapat melakukan sendiri ( Tim Depkes )

B. Tujuan 1. Mencegah terjadinya infeksi 2. Menjaga kebersihan pasien 3. Memberi rasa nyaman pada pasien C. Persiapan
1.

Bengkok 2 buah Sarung tangan Kapas DTT Selimut mandi Waslap 2 buah Pispot dan pengguyur
8

2. 3. 4.
5.

6.

7. 8.
9.

Tissu Bengkok Sampiran

D. Prosedur 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Memberitahu klien mengenai tujuan dan prosedur yang akan dilakukan Mendekatkan alat Memasang sampiran/menutup pintu Mencuci tangan Menggunakan sarung tangan Mengganti selimut klien dengan selimut mandi Memposisikan klien dorsal recumbent Melepas celana dalam klien Memasang perlak dan pengalas dibawah bokong klien

10. Meletakkan pispot dibawah bokong serta serta mempersilahkan klien buang air kecil 11. Mengguyur dengan air hangat dari vulva ke perinel 12. Angkat pispot dari bawah bokong klien 13. Dekatkan kom berisi kapas DTT dan bengkok diantara kedua kaki klien. 14. Gunakan sarung tangan 15. Tangan kiri membuka labia dan tangan kanan mengambil kapas DTT membersihkan labia mayora, labia minora, vestibulum, perineum ke anus (dari atas ke bawah). 16. Membersihkan pantat klien dengan menggunakan waslap 17. Memakaikan celana dalam 18. Mengambil perlak pengalas
9

19. Mengganti selimut mandi dengan selimut pasien 20. Mengembalikan posisi pasien 21. Membereskan alat 22. Melepas sarung tangan 23. Mencuci tangan 24. Mendokumentasikan

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN PERAWATAN PERINIUM ( VULVA HYGIENE )

A.

Bahasan 1. Topik 2. Sub Topik : Perawatan perinium : Vulva hygiene


10

3. Hari/tanggal 4. Waktu 5. Tempat 6. Sasaran 7. Penyuluh B. Tujuan :

: : :

1. Tujuan Instruksional Umum Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat memahami tentang vulva hygiene. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit, diharapkan sasaran dapat : a. Menyebutkan kembali pengertian vulva hygiene b. Menyebutkan 2 dari 3 tujuan dari vulva hygiene c. Menyebutkan 3 dari 7 masalah yang akan timbul jika tidak dilakukan vulva hygiene d. Menyebutkan 5 dari 8 langkah-langkah vulva hygiene e. Menyebutkan kembali hal yang perlu diperhatikan

C. Materi Terlampir D. Sumber Materi 1. 2. E. Ibrahim, Christina. 1993. Perawatan Kebidanan. Jakarta: Bhratara. Tehnis Perawatan Dasar ( Tim Depkes )

Metode dan Media


11

1.

Metode a. b. c. Ceramah Tanya jawab Demonstrasi

2.

Media a. b. Leaflet ClipCart

F.

Tabel Kegiatan

Waktu Kegiatan Kegiatan Sasaran 5 menit 1. Membuka acara dengan 1. Menjawab salam Pembukaan mengucapkan salam 2. Memperhatikan kepada sasaran 3. Mendengarkan 2. Perkenalan penyuluh 3. Menyampaikan topik menyampaikan topik dan tujuan penkes dan tujuan. kepada sasaran 4. Menyetujui 4. Kontrak waktu untuk kesepakatan waktu kesepakatan pelaksanaan penkes pelaksanaan penkes 20 menit dengan sasaran Kegiatan inti 20 menit 1. Mengkaji ulang 1. Menyampaikan pengetahuan sasaran pengetahuannya tentang materi tentang materi penyuluhan. penyuluhan 2. Menjelaskan materi 2. Mendengarkan penyuluhan kepada penyuluh sasaran menyampaikan 3. Mendemonstasikan materi tentang vulva hygiene 3. Memperhatikan dengan menggunakan panthom

G. Evaluasi Prosedur Post test

12

Bentuk test Tanya jawab secara lisan Butir Pertanyaan a. Sebutkan pengertian vulva hygiene b. Sebutkan 2 dari 3 tujuan dari vulva hygiene c. Sebutkan 3 dari 7 masalah yang akan timbul jika tidak dilakukan vulva hygiene d. Sebutkan 5 dari 8 langkah-langkah vulva hygiene e. Sebutkan hal yang perlu diperhatikan

MATERI PENYULUHAN A. Pengertian Vulva Hygiene adalah : membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada wanita yang sedang nifas / tidak dapat melakukan sendiri ( Tim Depkes ) B. Tujuan Vulva Hygiene 1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah perinium maupun didalam uterus
13

2. Untuk penyembuhan luka perinium 3. Untuk kebersihan perinium dan vulva C. Masalah yang timbul jika tidak dilakukan Vulva Hygiene : 1. Menimbulkan gejala berbagai penyakit seperti : a. Gatal-gatal b. Vagina terasa panas c. Timbul jamur ( Kandidiasis ) d. Keluaran cairan dari vagina e. Vagina berbau f. Nyeri g. Perasaan tidak nyaman 2. Penyakit yang ditimbulkan a. Vulvitis ( Inflamasi Vulva ) b. Kandidiasis c. Vaginitis d. Vaginosis bakterialis : ditandai dengan pertumbuhan bakteri berlebihan e. Trichomoniasis

D. Langkah-langkah perawatan Vulva Hygiene 1. Siapkan air steril ( air yang sudah direbus ), sabun, pembalut bersih dan tisu 2. Cuci tangan 3. Berkemih dan BAB terlebih dahulu 4. Siram dengan air steril (air yang sudah direbus) dan gunakan sabun pembersih, bersihkan vulva dari depan ke belakang / dari daerah vulva bagian atas ke daerah vulva bagian bawah sampai dengan anus sampai bersih
14

5. Keringkan vulva dengan tisu 6. Jika ada luka episiotomi, berikan betadine dengan menggunakan kassa yang dicelupkan ke betadine. 7. Cuci tangan 8. Alat-alat dirapihkan

E. Hal yang perlu diperhatikan Cegah kotoran masuk kedalam vulva

15

BAB IV KATETER A. Pengertian konsep dasar perawatan kateter Urine Kateter urine adalah salah satu prosedur invasi yang paling sering dilakukan oleh dokter dan perawat serta seluruh praktisi medis. Kateter adalah sebuah alat berbentuk pipa yang dimasukkan dalam kandung kemih dengan maksud mengeluarkan air kemih dari tempat tersebut. Kateterisasi adalah memasukkan kateter kedalam kandung kemih melalui uretra. Kateterisasi urine adalah tindakan memasukan selang kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urine. Kateterisasi dapat menyebabkan hal - hal yang mengganggu kesehatan sehingga hanya dilakukan bila benar - benar diperlukan serta harus dilakukan dengan hati hati ( Brockop dan Marrie, 1999 ). Perawatan kateter urine sangat penting dilakukan pada klien dengan tujuan untuk mengurangi dampak negatif dari pemasangan kateterisasi urine seperti infeksi dan radang pada saluran kemih.

B. Tujuan perawatan kateter 1. Menjaga kebersihan saluran kencing 2. Mempertahankan kepatenan (fiksasi) kateter 3. Mencegah terjadinya infeksi 4. Mengendalikan infeksi

C. Jenis-Jenis Kateter Urine 1. Macam-macam kateter menurut cara pemakaiannya, yaitu: a. P e m a k a i a n s e m e n t a r a b. P e m a k a i a n m e n e t a p 2. Macam-macam kateter menurut bentuknya yaitu : a. Kolley kateter (kateter yang mempunyai balon pada ujungnya) b. Kateter Pezzer (kateter seperti malecot, hanya kecil)
16

c. Kateter Aliquet (kateter yang ujungnya melingkar) d. Kateter Melecot (kateter yang seperti kembang) e. Kateter Thiemanu (seperti kateter nelaton, hanya ujungnya lebih kecil dan keras). D. Indikasi Pemasangan Kateter Kateterisasi dilakukan pada pasien 1. Yang akan melakukan retensi urine 2. Yang akan diperiksa urinnya 3. Yang akan melakukan foto rongent 4. Yang terkena inkontenensia urine 5. Yang akan menjalani operasi / pembedahan E. Kontra Indikasi Pemasangan Kateter 1. Adanya penyakit infeksi pada daerah vulva 2. Infeksi; uretra 3. Batu yang menutup uretra. 4. Kanker Badder, Uretra. F. Perawatan Setelah katater terpasang, meatus urinaritas harus tetap bersih dan bebas dari sekret. Daerah sekitar meatus dicuci setiap hari dengan larutan yang diizinkan oleh fasilitas anda di beberapa tempat, prosedur ini dilakukansetiap giliran dinas. Perawatan kateter dapat dilakukan: 1. Saat perawatan rutin di pagi hari 2. Sebagai bagian dari perawatan perineum 3. Sebagai prosedur terpisah.

17

PROSEDUR PERAWATAN KATETER WANITA STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR PROSEDUR PERAWATAN KATETER STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR PENGERTIAN TUJUAN Melakukan tindakan perawatan kateter pada wanita Mencegah infeksi 1. Pasien yang terpasang kateter lama
2.

KEBIJAKAN

Pasien yang memerlukan pemasangan kateter

PETUGAS

menetap Perawat 1. Kassa 2.


3. 4.

Lidi kapas Plester Gunting Plester Sarung tangan Betadin Bengkok

PERALATAN

5. 6. 7.

18

A. Tahap PraInteraksi

1. Mengecek program terapi 2. Mencuci tangan 3. Menyiapkan alat


B. Tahap Orientasi

1. Memberikan salam pada pasien dan sapa nama pasien 2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan 3. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
C. Tahap Kerja

1. 2. 3. PROSEDUR PELAKSANAAN 4.
5.

Memasang sampiran/menjaga privacy Menyiapkan pasien dengan posisi dorcal recumbent dan melepaskan pakaian bawah pasien Memasang perlak, pengalas Memasang selimut mandi Mendekatkan bengkok didekat vulva Memakai sarung tangan Melepas fiksasi plester dengan wash bensin dan lidi kapas Mengoleskan betadin pada kateter dari pangkal ke ujung dengan menggunakan kassa Mengecek apakah balon kateter masih tetap terpasang Memasang kembali plester Merapikan pasien

6. 7. 8. 9. 10. 11.

D. Tahap Terminasi

1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan 2. Berpamitan dengan klien 3. Membereskan dan kembalikan alat ketempat semula 4. Mencuci tangan 5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

19

DAFTAR PUSTAKA Carpenito L. J. 2001. Diagnosa keperawatan. Jakarta : EGC Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta. http://creasoft.wordpress.com/2008/04/21/perawatan-kateter-pada-post-partum/ http://www.scribd.com/doc/46809994/Perawatan-Kateter-Urine- dan-MenggunakanPispot-dan-Pot-Urinal http://blog.ilmukeperawatan.com/cara-perawatan-kateter.html http://kapukpkusolo.blogspot.com/2010/09/sop-prosedur-perawatan-kateterwanita.html

20