Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Era perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan yang

sangat pesat dalam dasawarsa ini. Bahkan teknologi informasi menjelma

menjadi kebutuhan pokok manusia saat ini. Perkembangannya mempengaruhi

hampir setiap sudut kehidupan, sehingga berpengaruh sangat kuat terhadap

gaya hidup, cara kerja dan cara berfikir masyarakat. Maka penguasaan

teknologi dan informasi harus diperlukan. Dengan teknologi, bangsa

Indonesia mampu bersaing menghadapi tantangan era globalisasi. Tanpa

penguasaan teknologi yang matang, bangsa Indonesia hanya akan menjadi

bangsa yang tertingal dimata dunia. Oleh sebab itu, dunia pendidikan di

indonesia sebagai pencetak generasi bangsa, juga harus siap berubah. Dunia

pendidikan harus bisa beradaptasi dengan pesatnya kemajuan teknologi

informasi, sehingga mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM)

yang lebih baik.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dinilai sangat

besar pengaruhnya dalam merubah sebuah proses pembelajaran. Teknologi

informasi memiliki peranan yang sangat penting, khususnya dalam

memberikan sebuah inovasi dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan

teknologi informasi diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang

efektif dan inovatif dalam rangka membentuk siswa agar dapat lebih kreatif

dan dapat mengoptimalisasikan proses belajarnya secara mandiri

1
2

Melalui teknologi informasi, pendidik dapat berinovasi menyediakan

sarana belajar dalam rangka mengoptimalkan proses belajar peserta didik

secara mandiri, salah satunya adalah membangun media pembelajaran

elearning center berbasis web. Proses pembelajaran ini memanfaatkan media

komputer desktop, laptop,mobile phone dan jaringan sebagai sumber

pelaksanaan pembelajarannya. dimana proses pembelajaran yang sebelumnya

dilaksanakan secara konvensional yaitu tatap muka di kelas, dapat

berkembang jangkauannya dengan menggunakan sistem web learning,

dengan begitu pembelajaran dapat berkembang menjadi blanded learning

yaitu menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online

dalam rangka mengoptimalisasi pembelajaran peserta didik.

Menurut Undang - Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem

pendidikan Nasional (SISDIKNAS), yang dimaksud dengan pendidikan jarak

jauh adalah “pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan

pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi

komunikasi, informasi dan media lainnya”. Untuk memperkuat Undang-

Undang tersebut lahirlah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

otonomi daerah yang memberi ruang dan waktu bagi pelaksanaan sistem

pendidikan nasional agar mampu mengakomodir perkembangan IPTEK dan

globalisasi. Rumusan pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar Tahun 1945 diarahkan untuk mengembangkan

kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat

dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman


3

dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,

cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta

bertanggung jawab.

Rumusan pendidikan nasional tersebut diperkuat dengan otonomi

daerah yang merupakan sebagai gambaran bahwa pemerintah saat ini

berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional disegala sektor

sekaligus memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan IPTEK dan

perkembangan globalisasi. Upaya ini harus diwujudkan dalam sistem

penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan yang dilaksanakan secara

berjenjang dan bertahap. Dengan demikian maka seluruh jenjang pendidikan

memegang peranan penting dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan

nasional.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2016 tentang standar

kompetensi lulusan pada satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai

acuan utama dalam pengembangan standar isi, standar proses, standar

penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar

sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Untuk

mewujudkan tujuan tersebut diperlukan profil kualifikasi kemampuan lulusan

yang dituangkan dalam standar kompetensi lulusan. Dalam penjelasan Pasal

35 Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa standar

kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang

mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus

dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang

pendidikan dasar dan menengah. Adapun kompetensi lulusan tersebut diatur


4

dalam Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 Pasal 1 Ayat 2, point b,

menjelaskan kompetensi lulusan SMP adalah sebagai berikut:

1. Sikap
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak
mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
2. Pengetahuan
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian
yang tampak mata.
3. Keterampilan
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan
sumber lain sejenis.

Dari point permendikbud di atas pada cakupan aspek pengetahuan,

teknologi merupakan salah satu indikator yang harus dimiliki oleh siswa

dalam mencapai kompetensi lulusannya. Maka perlu sebuah inovasi khusus

agar cakupan pengetahuan teknologi dan belajar bisa di satukan dalam sebuah

kelas belajar, hal ini tidak lepas dari kreativitas guru - guru dalam mengatur

pembalajarannya di dalam kelas. khususnya pembelajaran matematika.

Matematika merupakan ilmu yang mendasari berkembangnya ilmu

pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pesatnya perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi saat ini tidak terlepas dari pengaruh matematika.

Matematika juga berperan sebagai induk dari semua jenis disiplin ilmu. Oleh

sebab itu pelajaran matematika merupakan pelajaran yang pokok dan penting

untuk diajarkan, tetapi minat akan matematika sangatlah kecil atau jarang

sekali peserta didik menyukai matematika.

Guru perlu mengupayakan bagaimana caranya agar pembelajaran

Matematika benar-benar bermakna, menarik dan besar manfaatnya bagi


5

peserta didik. Seiring dengan perkembangan IPTEK, pemerintah

mengamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 yang

mengisyaratkan dikembangkannya sistem informasi pendidikan yang

berbasis teknologi dan informasi dalam mendukung proses pembelajaran.

Salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dijadikan

sebagai penunjang media sudah ada dalam bentuk elearning (Internet) dalam

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 48 dan 59. Elearning

menyediakan suatu peluang untuk mengembangkan learning-on-demand dan

Learning-Centered Instruction and Training. Dengan menggunakan media

internet si pembelajar dapat memanfaatkan program-program pendidikan

yang disediakan di jaringan internet kapan saja sesuai dengan waktu luang,

sehingga kendala ruang dan waktu untuk mencari sumber belajar dapat

teratasi. Melalui media internet, ilmu dapat disebar luaskan secara cepat,

murah dan handal, jarak tidak lagi merupakan kendala serta perbedaan waktu.

Untuk memenuhi kebutuhan suatu pembelajaran elearning (internet)

dibutuhkannya program aplikasi berbasis web, Pembelajaran berbasis web

telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar,

untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainya.

Pembelajaran berbasis web juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk

mengembangkan teknik pembelajaran sehingga memperoleh hasil yang

maksimal. Demikian juga bagi peserta didik, dengan internet diharapkan

mereka akan lebih mudah untuk menentukan dengan apa dan bagaimana

peserta didik untuk dapat menyerap informasi secara cepat dan efesien. Hal

ini didasari pendapat Sanjaya (2009: 88) yang menyatakan bahwa


6

peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan memperbaiki proses

pembelajaran, dan peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan dengan

meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana merancang

strategi pembelajaran sehingga lebih efektif, efesien dan memiliki daya tarik.

Upaya ke arah itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber belajar ,

yaitu dengan melaksanakan fungsi pengembangan dan perancangan dalam

proses pembelajaran yang memerlukan interaksi dengan sumber belajar.

SMP Negeri 1 Ranah Pesisir merupakan salah satu sekolah di Kab.

Pesisir Selatan yang sangat di minati oleh siswa – siswi SD yang ada di

Kecamatan Ranah Pesisir khususnya dan kebupaten pesisir selatan umumnya,

hal ini tergambar dari jumlah peserta didik tiap tahun dari sekolah SMP yang

ada di Kecamatan Ranah Pesisir seperti yang terlihat dari tabel jumlah peserta

didik di bawah ini:

Tabel 1. Data Jumlah Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama


Kecamatan Ranah Pesisir ( Sumber Dapodik diakses terakhir
03 Juni 2018).

Jumlah Pertahun Ajaran


NO Nama Sekolah
2016/2017 2017/2018
1 SMP Negeri 1 Ranah Pesisir 428 430
2 SMP Negeri 2 Ranah Pesisir 356 321
3 SMP Negeri 3 Ranah Pesisir 339 348
4 SMP Negeri 4 Ranah Pesisir 204 204
5 SMP Negeri 5 Ranah Pesisir 99 95

Fasilitas yang cukup lengkap termasuk jaringan internet yang sudah

ada serta labor komputer yang sangat mendukung. Akan tetapi saat ini

internet belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh siswa - siswi dan juga guru
7

untuk keperluan pembelajaran yang terkontrol penuh, namun hanya sekedar

memperkaya materi pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran matematika pada semester II tahun ajaran

2017/2018 Kelas VIII SMP Negeri 1 Ranah Pesisir pelaksanaan pembelajaran

matematika masih bersifat teacher center learning, dimana, guru lebih aktif

dalam mendistribusikan materi pelajaran kepada peserta didik. Tentu hal ini

akan menghambat kemajuan kognitif peserta didik dalam proses berfikir serta

menghambat konstruksi pengetahuan yang seharusnya dilakukan oleh peserta

didik itu sendiri, hal tersebut menjadikan pembelajaran menjadi kurang

efektif dan efisien. Pengalokasian waktu yang seharusnya dapat divariasikan

dengan diskusi kelompok dan kontekstual materi, namun tersita oleh proses

penjelasan guru.

Secara ideal pembelajaran akan bermakna apa bila peserta didiklah

yang melakukan proses belajar, mengambangkan proses kognitif dengan

berfikir aktif, dan membangun pengetahuannya secara mandiri. Guru sebagai

mediator dan fasilitator berperan mengarahkan dan membimbing siswa dalam

proses belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah di tetapkan,

dengan begitu pembelajaran akan banyak berpusat pada siswa.

Namun pada kenyataannya proses pembelajaran masih didominasi

oleh guru. Sebagaimana yang terlihat pada observasi yang telah penulis

lakukan pada tanggal 16 April 2018 diperoleh hasil bahwa SMP Negeri 1

Pesisir belum mempunyai elearning center sebagai media pembelajaran,

terkhususnya elearning berbasis web yang belum dimiliki oleh sekolah.

padahal sekolah telah memiliki berbagai fasilitas yang memungkinkan


8

pembelajaran berbantu media elearning berbasis web diadakan kerna sekolah

tersebut telah memiliki fasilitas seperti Server, Labor Komputer dan Wifi

yang sudah terkontrol pada beberapa titik di wilayah sekolah yang dapat

dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran.

Serta secara umum sekolah tersebut juga telah memiliki SDM yang

baik, dalam hal ini guru-guru TIK yang umumnya mengelola web sekolah.

SDM yang didukung fasilitas yang ada sebenarnya memiliki kemampuan

membuat suatu elearning berbasis web. Hal ini dikarenakan web sekolah

yang sudah dikembangkan lebih focus pada pemberian informasi tentang

berita kegiatan di sekolah dengan sasaran masyarakat. Peserta didik juga

masih terlalu bergantung pada materi yang diberikan guru di kelas dan kurang

termotivasi mencari materi dari sumber lain.

Peserta didik melaksanakan proses pembelajaran secara terstruktur

mengikuti arahan guru. Disamping itu peserta didik secara pasif menunggu

materi yang disampaikan oleh guru. Proses berfikir aktif, kreatif, dan kritis

belum dapat berkembang pada peserta didik. Sehingga pengetahuan yang di

peroleh peserta didik hanya sebatas apa yang diberikan oleh gurunya.

Sementara untuk fase usia peserta didik yang duduk pada kelas VIII konsep

behavioristik belum mampu mengcover semua kebutuhan belajar siswa,

terlebih dalam membelajarkan matematika yang merupakan salah satu mata

pelajaran yang menuntut berpikir aktif, kreatif dan kritis, tidak bisa

dibelajarkan hanya secara konsep behavior.

Dengan proses pembelajaran seperti di atas dikhawatirkan terjadinya

ketimpangan proses belajar, dimana hanya peserta didik yang memiliki


9

kecepatan belajar dan kemampuan yang tinggi saja yang dapat mengikuti alur

belajar. Sementara peserta didik dengan kecepatan belajar dan kemampuan

yang rendah tidak mampu mengimbangi proses belajar dengan baik. Sehingga

dikhawatirkan, selamanya matematika itu akan dianggap menjadi

pembelajaran yang sulit dan rumit. Peserta didik dengan kemampuan tinggi

tentu akan mendapatkan nilai yang bagus, sementara siswa dengan keampuan

rendah dikhawatirkan tidak bisa mengikuti sebaik siswa yang berkemampuan

tinggi sehingga memperoleh nilai kurang baik seperti hasil ulangan harian 1

pada tabel observasi di bawah ini.

Tabel 2. Rata-rata Ketuntasan Nilai Ulangan Harian Semester 1


Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 1 RANAH PESISIR
Tahun Pelajaran 2018/2019.

Jumlah Nilai Tuntas Tidak Tuntas


Kelas
siswa Rata- Rata Jumlah % Jumlah %
VIII1 29 74,38 16 55,17 13 44,83
VIII2 30 72,44 14 46,67 16 55,33
Jumlah 59 73,41 30 50,85 29 49,15
Sumber : Guru Bidang Studi Matematika Kelas VIII SMPN 1 Ranah Pesisir

Jika proses pembelajaran dilaksanakan dengan mempertahankan cara

konvensional, maka dikhawatirkan akan mengahambat tumbuh kembang

kognitif anak dalam proses belajar. Setiap anak memiliki caranya sendiri

dalam membangun skema pengetahuan. Pembangunan skema pengetahuan di

pengaruhi oleh proses asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi anak dalam

memasukkan pengetahuan dalam kognitifnya, serta dipengaruhi juga oleh

kecepatan belajar peserta didik. Pembelajaran yang terstruktur mengikuti

penjelasan guru saja akan merugikan peserta didik yang memiliki

kemampuan rendah namun motivasi belajar tinggi. Secara kecepatan belajar


10

anak yang memiliki kemampuan rendah mungkin sedikit terlambat dari

peserta didik yang memiliki kecepatan belajar cepat. Namun dengan motivasi

belajar yang tinggi, peserta didik yang berkemampuan rendah dapat menutupi

kekurangannya.

Prinsip sederhana guru agar siswanya menjadi pandai dalam sebuah

bidang atau mata pelajaran antara lain adalah (Onno W. Purbo: 2016: 1): (1)

Guru harus bisa memberikan kesempatan sebesar besarnya terhadap siswa

tersebut membaca berulang-ulang materi yang diberikan. Semakin banyak

siswa membaca ulang, maka semakin tinggi probabilitas masuknya ilmu

tersebut ke dalam benak siswa, dan semakin tinggi probabilitas untuk

memperoleh nilai yang baik. (2) Guru harus bisa memberikan kesempatan

siswa yang gigih untuk memperoleh ilmu & nilai yang baik. Pada pakem

pendidikan yang banyak dianut di Indonesia, hanya mereka yang pandai yang

bisa memperoleh nilai yang baik. Kepandaian seseorang ditentukan dengan 2-

3 kuis, satu UTS, satu UAS dan mungkin satu remedial. Hanya dengan 5-6

kali ujian kita menentukan kepandaian seorang anak. Anak-anak gigih

biasanya menampakkan hasil setelah melakukan puluhan try out atau ujian.

Berdasarkan uraian masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan

penelitian yang nantinya dikhususkan pada Kelas VIII Semester 1 SMP

Negeri 1 Pesisir yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran

Elearning Center Berbasis Web Dengan Penerapan Metode Drill Dalam

Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP Negeri 1 Ranah Pesisir”.


11

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi beberapa

masalah pada pembelajaran matematika untuk SMP Kelas VIII diantaranya

adalah :

1. Belum tersedianya media elearning center berbasis web di SMP Negeri 1

Ranah Pesisir.

2. Siswa kurang antusias selama proses pembelajaran berlangsung, karena

guru belum menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran.

3. Kemampuan pemahaman siswa terhadap materi berbeda-beda.

4. Sekolah telah memiliki jaringan intranet yang memadai tapi belum di

manfaatkan se optimal mungkin dalam menunjang pembelajaran.

5. Proses pembelajaran di dalam kelas masih secara konvensional, seperti

mencatat, mendengarkan dan mengerjakan latihan.

6. Pembelajaran masih bersifat teacher center learning.

7. Siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk berfikir aktif, kreatif, dan

kritis.

8. Siswa memiliki kesempatan yang sedikit dalam mengkonstruksi

pengetahuan secara mandiri.

9. Keterbatasan waktu dan tempat serta alternative sumber materi

pembelajaran yang terbatas

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, maka penelitian ini di fokuskan

pada aspek sebagai berikut:


12

1. Pengembangan media pembelajaran elearning center Berbasis web di

SMP Negeri 1 Ranah Pesisir pada mata pelajaran matematika

2. Materi yang akan di sajikan dalam penelitian pengembangan ini adalah

materi geometri.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah serta batasan masalah di atas, maka

dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimanakah proses mengembangan media pembelajaran elearning

center berbasis web dengan metode drill untuk siswa SMP kelas VIII

pokok bahasan Persamaan Garis Lurus?

2. Bagaimanakah tingkat validitas media pembelajaran elearning center

berbasis web dengan penerapan metode drill untuk siswa SMP kelas

VIII yang dikembangkan pada pokok bahasan Persamaan Garis Lurus?

3. Bagaimanakah tingkat praktikalitas media pembelajaran elearning center

berbasis web dengan penerapan metode drill untuk siswa SMP kelas

VIII yang dikembangkan pada pokok bahasan Persamaan Garis Lurus?

4. Bagaimanakah tingkat efektivitas media pembelajaran elearning center

berbasis web dengan penerapan metode drill untuk siswa SMP kelas

VIII yang dikembangkan pada pokok bahasan Persamaan Garis Lurus?

E. Tujuan Pengembangan

Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan yang hendak di capai dari

penelitian ini adalah untuk mengetahui:


13

1. Proses mengembangan media pembelajaran elearning center berbasis

web dengan metode drill untuk siswa SMP kelas VIII pokok bahasan

Persamaan Garis Lurus

2. Tingkat Validitas media pembelajaran elearning center berbasis web

dengan penerapan metode drills untuk siswa SMP kelas VIII yang

dikembangkan pada pokok bahasan Persamaan Garis Lurus

3. Tingkat Praktikalitas media pembelajaran elearning center berbasis web

dengan penerapan metode drills untuk siswa SMP kelas VIII yang

dikembangkan pada pokok bahasan Persamaan Garis Lurus

4. Tingkat Efektivitas media pembelajaran elearning center berbasis web

dengan penerapan metode drills untuk siswa SMP kelas VIII yang

dikembangkan pada pokok bahasan Persamaan Garis Lurus.

F. Manfaat Penelitian

Sesuai dengan permasalahan penelitian diatas, maka manfaat

penelitian Pengembangan media pembelajaran elearning center berbasis web

dengan metode drill dalam pembelajaran matematika kelas VIII SMP Negeri

1 Ranah Pesisir adalah :

1. Bagi Siswa, Guru dan Sekolah

a. Siswa

1) Sebagai sarana belajar tambahan

2) Memberikan kesempatan berpikir kritis, aktif, dan kreatif

3) Memberikan kesempatan belajar dan latihan lebih banyak

b. Guru
14

1) Sebagai solusi untuk mempermudah pelaksanaan proses

pembelajaran

2) Dapat mempermudah proses penambahan materi bagi siswa

yang memiliki kelambatan dalam proses belajar

3) Sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan kekurangan

waktu belajar tatap muka

c. Sekolah

1) menciptakan inovasi baru berupa media pembelajaran

elearning center berbasis web dengan metode drill dalam

pembelajaran matematika kelas VIII SMP Negeri 1 Ranah

Pesisir

2) Menciptakan sarana pelaksanaan belajar yang menarik bagi

siswa.

3) memberikan kesempatan guru untuk dapat mengembangkan

kreativitas dalam mengembangkan pembelajaran blanded

learning

2. Teoretis

a. Peneliti

Sebagai pengalaman meneliti sekaligus mengaplikasikan

pengetahuan yang menunjang terhadap pelaksanaan penelitian ini.

b. Pengembang Ilmu

Sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian berikutnya.


15

G. Spesifikasi Produk

Produk yang diharapkan dalam penelitian ini adalah media

pembelajaran elearning center berbasis web dengan penerapan metode drill

pada mata pelajaran matematika yang bisa membantu guru dan siswa dalam

mempermudah sebuah proses pembelajaran. Karakteristik media

pembelajaran elearning center berbasis web dengan menerapkan metode drill

ini adalah:

1. Jenis produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran elearning

center berbasis web. Media berbentuk content manajemen system yang

berisi content pembelajaran matematika SMP. Media dibangun

menggunakan cms moodle sebagai learning management system nya dan

lxc ubuntu server sebagai sistem operasi yang include di dalamnya

( Apache2, Mariadb, dan PHP) sebagai pendukung agar cms moodle

berjalan dengan baik.

2. Peserta didik dapat mengikuti program pembelajaran di dalam elearning

center dengan cara login menggunakan NISN sebagai username dan NIS

sebagai password standart. Dalam menjaga keamanan akun peserta didik

bisa langsung mengubah password nya langsung secara mendiri. Untuk

aktivisi kelas (enrolment) pembelajaran peserta didik akan mendapatkan

kode khusus yang di berikan oleh guru dan kode itu hanya aktif dalam

kurun waktu tertentu saja. Setelah siswa memasukan kode secara

otomatis siswa akan bisa mengikuti pembelajaran yang sudah disetting

oleh guru di dalam kelas tersebut. Peserta didik dapat berdiskuki bersama

di dalam forum yang sudah di aktifkan oleh guru, dan juga bisa chating
16

secara personal dengan temannya atau kepada guru secara langsung.

Guru bisa memonitoring step by step proses yang di lakukan peserta

didik di dalam kelas pembelajaran online ( virtual class ). apakah peserta

didik sudah membaca materi yang diberikan atau langsung saja

mengikuti kuis. Di dalam penerapan metode pembelajaran drill setiap

materi yang di sajikan akan ada eveluasi pembelajaran yaitu berupa kuis.

Peserta didik bisa terus mengikuti kuis yang diberikan tanpa batas

kesempatan ujian sampai peserta didik mendapatkan nilai bagus atau di

atas kkm yang ditetapkan dengan cara memberikan soal sacara acak,

dengan artian setiap materi memiliki bank soal yang akan diberikan

(metode drill).

3. Materi disusun yaitu persamaan garis lurus berdasarkan silabus

pembelajaran matematika kelas VIII K-13 revisi 2017 adapun KI dan

KD nya adalah sebagai berikut :

a. Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi inti dalam mata pelajaran matematika SMP

adalah sebagai berikut :

1) KI - 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang

dianutnya

2) KI - 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,

tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun,

percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan

lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan

keberadaannya.
17

3) KI – 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,

konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait

fenomena dan kejadian tampak mata.

4) KI – 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret

(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan

membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,

menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di

sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi inti diuraikan menjadi kompetensi dasar

sehingga pencapaian kompetensi inti dilakukan melalui proses

pembelajaran. Selanjutnya kompetensi dasar dikelompokan menjadi

empat bagian rinci, yaitu : (1) kompetensi dasar sikap spritual

mendukung KI-1, (2) Kompetensi dasar sikap sosial mendukung KI-

2, (3) kompetensi dasar pengetahuan mendukung KI-3, dan (4)

kompetensi dasar keterampilan mendukung KI-4. Uraian kompetensi

dasar yang rinci ini diperlukan untuk memastikan bahwa capaian

pembelajaran tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan harus

berlanjut ke keterampilan, dan bermuara pada sikap.

b. Kompetensi Dasar (KD)

Kompetensi Dasar yang akan dijadikan dasar pengembangan

media pembelajaran elearning center berbasis web ini adalah :


18

1) Menganalisis fungsi linier (sebagai persamaan garis lurus) dan

menginterpretasikan garifknya yang dihubungkan dengan

masalah kontekstual.

2) Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan

linier sebagai persamaan garis lurus.

4. Karakteristik media elearning center yang dikembangkan dengan

penerapan metode drill adalah :

a. Media Pembelajaran elearning center memiliki bank soal yang siap

diujikan ke peserta didik tanpa batasan pengulangan ujian agar

terlaksananya metode drills sampai siswa mendapatkan nilai di atas

KKM.

b. Media pembelajaran elearning center memiliki fitur Chat Personal

antar siswa, guru dan diskusi bersama di dalam forum yang di

aktifkan guru.

c. Media pembelajaran elearning center Mensuport berbagai jenis

media yang akan di share ke peserta didik seperti: (1) Video

(mp4,flv), (2) Audio (MP3,Ogg), (3) Animasi (Swf, Gif) (4) Text

(PDF,WORD, PPT)

5. Pengembangan pembelajaran dengan penerepam metode drills yang di

lakukan yaitu proses pembelajaran yang selama ini dilakukan secara

konvensional sakarang prosesnya dibantu dengan menggunakan media

elearning center sebagai proses otomatisasi proses metode drills itu

sendiri, yaitu pengulangan pembelajaran dan evaluasi bisa di lakukan

kapan saja tanpa batas waktu dan ruang.


19

H. Pentingnya Pengembangan

Pentingan Penelitian pengembangan ini disebabkan karena:

1. Pembelajaran elearning center berbasis web dapat meningkatkan

efesiensi waktu belajar. Melalui koneksi internet pada laptopnya maupun

telepon genggamnya, peserta didik dapat mengakses program

pembelajaran, mengerjakan tugas, mengikuti informasi perkembangan

materi pembelajaran, berkomunikasi dan berdiskusi dengan pengajar atau

sesama peserta didik. Apabila peserta didik menemukan permasalahan

pembelajaran yang tidak dapat di selesaikan secara online maka dapat di

atasi melalui pembelajaran tatap muka.

2. Pembelajaran elearning center berbasis web dengan menerapkan metode

drills dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Hal ini

disebabkan peserta didik dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan

kepentingan diri sendiri, seperti anak yang gigih belajar tapi mempunyai

daya tangkap rendah akan sangat terbantu untuk mendapatkan nilai

bagus, sebab anak yang gigih akan mendapatkan hasil ujian bagus apa

bila telah melakukan try out ujian berulang – ulang kali.

3. Pembelajaran elearning center berbasis web dengan metode drill dapat

mengurangi biaya pembelajaran dan biaya ujian serta kuis. Salah satu

sebabnya adalah biaya koneksi internet yang semakin murah, hamper

semua telepon seluler dilengkapi akses internet, tersedianya jaringan wifi

gratis di tempat fasilitas umum maupun menjamurnya warnet di sekitar

tempat tinggal dapat di manfaatkan untuk menunjang pembelajaran

online.
20

4. Pembelajaran elearning center berbasis web dengan metode drill dapat

mempermudah kinerja pengajar. Pengawasan perkembangan tahap

belajar peserta didik menjadi lebih mudah, karena semua aktifitas dan

prestasi akademik peserta didik terekam didatabase elearning, pengajar

juga akan semakin mudah dalam memperbahrui materi pembelajaran

yang akan disajikan.

I. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

1. Asumsi

Pengembangan elearning center berbasis web dengan penerapan

metode drill diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi

siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ranah Pesisir. Pengembangan produk

pembelajaran ini dapat digunakan secara berkelompok atau tim maupun

secara mandiri. Agar produk hasil penelitian dan pengembangan berupa

elearning center berbasis web dengan penerapan metode drill ini dapat

dimanfaatkan secara optimal maka harus memenuhi beberapa asumsi

pengembangan yaitu:

a. Guru dapat menggunakan elearning center berbasis web dengan

penerapan metode drill sebagai alternatif media selain metode

ceramah karena elearning dapat membantu siswa memahami materi

secara konkrit dengan dukungan teks, gambar, animasi serta video.

b. Penggunakan elearning center berbasis web dengan penerapan

metode drill , siswa dapat mengembangkan kemampuan dalam

menguasai teknologi karena dengan menggunakan elearning center

maka siswa dapat mengoperasikan komputer, memahami berbagai


21

fungsi pada elearning center yang memicu pengetahuan baru bagi

siswa tentang fungsi sistem online learning.

c. Elearning center berbasis web dapat diakses kapanpun dan

dimanapun, sehingga siswa dapat mempelajari materi matematika

melalui elearning center berbasis web tanpa keterbatasan waktu.

d. Memudahkan siswa untuk memahami materi Matematika secara

Praktis.

e. Membantu siswa belajar mandiri melalui internet.

f. Fasilitas penunjang seperti laboratorium komputer yang dimiliki

sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam proses

pembelajaran khususnya untuk mengakses elearning sebagai media

belajar

2. Keterbatasan Pengembangan

Adapun keterbatasan dari pengembangan elearning center

berbasis

web dengan penerapan metode drill pada mata pelajaran matematika bagi

siswa Kelas VIII SMP ini adalah sebagai berikut :

a. Untuk menjalankan software moodle yang digunakan untuk

mengembangkan elearning center berbasis web in membutuhkan

langganan server atau hostingan sehingga pengelola harus rutin

membayar server atau hostingan sesuai waktunya.

b. Pengembang harus mempunyai keahlian khusus dalam mengelola

server dalam instalasi maupun perawatan.


22

c. Untuk mengembangkan elearning center yang simpel dan menarik

diperlukan eksperimen dalam mengatur tema dan pengaturan.

J. Definisi Istilah

Definisi istilah dari variable – variable yang terdapat pada pengembangan ini

adalah :

1. Media elearning, adalah media pembelajaran berbasiskan teknologi baik

itu teknologi informasi, telekomunikasi maupun digital, sedangkan

online/internet learning mempunyai batasan yang lebih sempit, dimana

teknologi yang digunakan adalah teknologi informasi khususnya internet.

2. Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam

bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per second (bps), antara

server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu

luas atau lebar cakupan frekuensi yang dipakai oleh sinyal dalam

medium transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas

maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer

data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung

transaksi data. Bandwidth komputer dalam jaringan komputer, bandwidth

ini sering dipakai sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate, ialah

jumlah data yang bisa dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka

waktu tertentu (biasanya dalam hitungan detik). Bandwitdh pada jaringan

komputer ini umumnya diukur dalam bits per second (bps).

3. Elearning adalah suatu konsep belajar berbasiskan teknologi baik itu

teknologi informasi, telekomunikasi maupun digital. Sedangkan


23

online/internet learning mempunyai batasan yang lebih sempit, dimana

teknologi yang digunakan adalah teknologi informasi khususnya internet.

4. Web merupakan aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunkan basis

teknologi web atau browser dengan protocol HTTP, LDAP, FTP, POP3,

SMTP yang menggunakan protocol yang berjalan pada TCP/IP). Protocol

komunikasi ada 3 yaitu TCP, UDP dan ICMP. TCP/IP singkatan dari

Transmission Control Protocol / Internet Protokol yaitu standart

komunikasi data yang digunakan dalam proses tukar-menukar data dari

satu computer lain di lain jaringan internet. IP merupakan alamat

sehingga jika tidak ada IP, kita tidak bisa berkomunikasi.

5. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu

teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi Informasi

meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai

alat bantu, manipulasi, dan pengelolan informasi. Teknologi komunikasi

mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk

memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke yang

lainnya.

6. Validitas media merupakan tingkat keterukuran media berdasarkan aspek

didaktik, konstruksi dan teknis. Aspek didaktik yang dibahas berkenaan

dengan proses menemukan konsep, aspek konstruks berkenaan dengan

susunan kalimat, kesederhanaan pemakaian kata dan kejelasan kata,

sedangkan aspek teknis berkenaan dengan bahasa, tulisan, gambar dan

penampilan. Pengujian validitas media dilakukan oleh dosen dan guru.


24

7. Praktikalitas media merupakan tingkat kepraktisan media dari sudut

pandang guru dan peserta didik. Tingkat kepraktisan media ini

didapatkan berdasarkan pendapat dari guru dan peserta didik terhadap

media yang dikembangkan.

8. Efektifitas Media yaitu pengujian yang harus dilakukan terhadap media

pembelajaran yang telah dikembangkan. Pada penelitian ini efektivitas

media dilihat dari aktivitas dan hasil belajar siswa.