Anda di halaman 1dari 19

68

BAB III

METODE PENGEMBANGAN

A. Model Pengembangan

Pada penelitian ini dikembangkan perangkat pembelajaran matematika

untuk kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Sugiyono (2007:

407),menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan atau Research and

Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan

produk tertentu dan menguji keefektivan produk tersebut. Borg (1983:

624),menyatakan bahwa penelitian pendidikan dan pengembangan adalah

sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan menvalidasi

produk-produk dalam pendidikan. Penelitian pengembangan yang dilakukan

mengacu dan berpedoman pada model penelitian pengembangan model

tutorial desain web (Darmansyah, 2010:273).

Adapun prosedur pengembangan media elearning berbasis web ini

menggunakan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan dkk dalam

Trianto (2009: 189). Model ini terdiri dari 4 tahap, yaitu (1) pendefinisian

(define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), dan (4)

penyebaran (dessiminate).

B. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis web pada mata

pelajaran matematika kelas VIII Sekolah Menengah Pertama meliputi 3 tahap

kegiatan, Yakni : (1) Define (Penentuan Materi). Tahap define ini didahului

oleh inventarisasi dan menganalisis permasalahan yang ada dilapangan untuk

68
69

menentukan materi, (2) Design (Perancangan). Pada tahap ini dilakukan

perancangan elearning center sebagai media pembelajaran yang dibutuhkan

untuk mengatasi permasalahan yang ada di lapangan. (3) Develop

(Pengembangan). Pada tahap pengembangan ini dilakukan untuk

mendapatkan validasi pakar yang berkaitan dengan rancangan web

pembelajaran yang dibuat serta untuk mendapatkan data penelitian dari uji

coba prototype yang dibuat. Selanjutnya pada tahap ini akan dihasilkan

produk web pembelajaran mata pelajaran Matematika.

Tahap pengembangan media pembelajaran matematika berbasis web

ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Penyajian informasi (presentation of Information) berupa materi yang

akan dipelajari siswa.

2. Pertanyaan dan Respon (Question of Response) berupa soal quis dan

tugas yang harus dikerjakan siswa.

3. Penilaian Respon (Judging Of Responses) Merupakan respon dari sistem

atas hasil pekerjaan dan jawaban siswa.

4. Pemberian balikan Respon (Providing Feedback About Responses).

Setelah selesai, program akan memberikan balikan. Apakah siswa telah

sukses melewati tahapan ini atau harus mengulang kembali. Pengulangan

(remeditiaton) sampai mendapatkan nilai diatas KKM.

5. Segmen pengaturan pelajaran (sequencing lesson segment).

Untuk lebih jelasnya tentang tahapan-tahapan tersebut dapat dilihat flowchart

pada gambar di bawah ini:


70

Gambar 3. Diagram Alur Prosedur Pengembangan


71

Dari Flowchart kerja diatas, masing-masing tahap dapat dijelaskan

sebagai berikut:

1. Tahap Define (Penentuan Materi)

Tahap define bertujuan menentukan masalah dasar yang

dibutuhkan dalam pengembangan media elearning center berbasis web

mata pelajaran matematika. Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap

permasalahan yang terjadi di lapangan berkenaan dengan proses

pembelajaran matematika, meliputi analisis peserta didik dan analisis

konsep.

Analisis peserta didik dilakukan untuk mengidentifikasi

kemampuan, latar belakang pengalaman, sikap, motivasi terhadap

pembelajaran matematika dan kegiatan yang sering dilakukan. Dengan

mengetahui karakteristik peserta didik, maka dapat dirancang suatu

elearning center berbasis web sebagai media pembelajaran yang sesuai

dengan tahap perkembangan peserta didik setingkat SMP.

Analsis konsep bertujuan untuk mengetahui konsep materi yang

dikaitkan dengan tuntutan kurikulum. Dengan demikian tahap define

bertujuan menentukan masalah dasar yang dibutuhkan dalam

pengembangan media pembelajaran elearning center berbasis web

dengan penerapan metode drill dalam pembelajaran matematika materi

pokok Persamaan Garis Lurus. Pada tahap ini perlu dilakukannya analisis

kurikulum SMP K-13 yaitu KI dan KD langkah – langkah yang

dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Analisis Kompetensi Inti ( KI )


72

Kompetensi inti dalam mata pelajaran matematika SMP adalah

sebagai berikut :

1) KI - 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang

dianutnya.

2) KI - 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,

tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun,

percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan

lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan

keberadaannya.

3) KI - 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,

konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait

fenomena dan kejadian tampak mata.

4) KI – 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret

(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan

membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,

menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di

sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi inti diuraikan menjadi kompetensi dasar

sehingga pencapaian kompetensi inti dilakukan melalui proses

pembelajaran. Selanjutnya kompetensi dasar dikelompokan menjadi

empat bagian rinci, yaitu : (1) kompetensi dasar sikap spritual

mendukung KI-1, (2) Kompetensi dasar sikap sosial mendukung KI-

2, (3) kompetensi dasar pengetahuan mendukung KI-3, dan (4)


73

kompetensi dasar keterampilan mendukung KI-4. Uraian kompetensi

dasar yang rinci ini diperlukan untuk memastikan bahwa capaian

pembelajaran tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan harus

berlanjut ke keterampilan, dan bermuara pada sikap.

b. Analisis Kompetensi Dasar ( KD )

Kompetensi Dasar yang akan dijadikan dasar pengembangan media

pembelajaran elearning center berbasis web ini adalah :

1) Menganalisis fungsi linier (sebagai persamaan garis lurus) dan

menginterpretasikan garifknya yang dihubungkan dengan

masalah kontekstual

2) Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan

linier sebagai persamaan garis lurus

2. Tahap Design (Perancangan)

Setelah dilakukan analisa secara menyeluruh dari semua

permasalahan yang ada kemudian dilakukan penyusunan konsep dan

design elearning center berbasis web pembelajaran, yang meliputi aspek-

aspek sebagai berikut; (1) layout web, (2) materi dan kurikulum media

pembelajaran berbasis web mata pelajaran matematika, (3) tata bahasa

yang digunakan, (4) pewarnaan dan keterbacaan huruf, dan aspek lain

yang sangat mempengaruhi dan penting dalam pembuatan suatu web

pembelajaran. Sejalan dengan kegiatan di atas juga dilakukan dalam

perancangan instrument adalah menetapkan format instrument yang

digunakan untuk memvalidasi rancangan web yang dibuat.

3. Tahap Develop (Pengembangan)


74

Pada tahap ini dihasilkan prototype awal sebagai hasil

perancangan web pembelajaran untuk matapelajaran matematika, beserta

instrument-instrument yang akan dipakai untuk memvalidasi hasil

rancangan tersebut. Hasil-hasil konstruksi diteliti kembali apakah

kecukupan dan kelengkapan dari rancangan web yang dibuat telah

dipenuhi dan diterapkan dengan baik pada setiap aspek yang ada dari

suatu web pembelajaran, sehingga dikatakan siap uji kevalidannya oleh

para ahli dan praktisi dari sudut rasional teoritis dan konsistenan isinya

serta pewarnaan dan tingkat keterbacaan huruf-hurufnya.

Selanjutnya dilakukan validasi konstruksi dan validasi isi, serta

instrument penelitian melalui penilaian para pakar dan praktisi para ahli

yang digunakan untuk memvalidasi adalah pakar web multimedia, pakar

pembelajaran matematika yang sudah diakui kepakarannya di institusi

tempat dia bekerja. Saran dari pakar dan praktisi tersebut digunakan

sebagai landasan penyempurnaan atau revisi prototype web pembelajaran

mata pelajaran matematika tersebut.

4. Tahap Dessiminate (Penyebaran)

Tahap akhir ini akan dilakukan penyebaran dari produk yang di

kembangkan untuk melihat uji efektivitas dalam pembelajaran

matematika pada kelompok atau sekolah tempat penyebaran, serta akan

dilakukan penyebaran menggunakan media jurnal pendidikan,

C. Pengembangan Instrument Penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan kisi-

kisinya dari pendapat Ashyar (2011:173) mengenai kriteria komponen


75

multimedia yang baik meliputi :

1. Tampilan harus menarik baik dari sisi gambar dan kombinasi warna.

2. Narasi atau bahasa yang digunakan jelas dan mudah dipahami oleh

peserta didik.

3. Materi disajikan secara interaktif sehingga memungkinkan partisipasi

aktif peserta didik.

4. Dapat mengakomodir berbagai gaya belajar peserta didik.

5. Karakteristik dan budaya personal yang akan dijadikan target

terakomodir.

6. Sesuai karakteristik siswa, materi, dan tujuan yang ingin dicapai.

7. Memungkinkan untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran

dalam arti sesuai dengan sarana pendukung yang tersedia.

8. Memungkinkan ditampilkan suatu lingkungan belajar virtual.

9. Penyajian pembelajaran yang utuh atau tidak terpisah-pisah.

Untuk tampilan produk yang dikembangkan akan dilihat juga

sebagaimana Munir (2010: 244), menyatakan penilaian Software meliputi

penilaian terhadap teks, grafis, suara, music, video, dan animasi serta kegiatan

pembelajaran di dalamnya. Dalam melakukan penilaian software yang

berbetuk elearning center yang dikembang perlu disusun instrument serta

divalidasi terlebih dahulu oleh ahlinya sehingga dihasilkan instrument

pengumpulan data yang valid. Tim ahli yang melakukan validasi untuk

instrument dan media yang dikembangkan adalah 3 orang. Terdiri dari satu

orang ahli validasi instrument, satu orang ahli validasi media, satu orang ahli

validasi isi content. Tim ahli disini merupakan tim validasi dari produk yaitu
76

berupa media pembelajaran yang dikembangkan dan juga memvalidasi

instrument yang akan digunakan dalam menjaring informasi dari sekolah

sasaran penelitian. Tim ahli ini memberikan respon pada instrument penilaian

media pembelajaran yang dikembangkan, yang terdiri dari respon terhadap

komponen-komponen penilaian media pembelajaran elearning center dan

masukan-masukan untuk revisi produk pada awal-awal penelitian. Adapun

instrumen validasi yang digunakan terdiri dari dua kelompok. Kelompok

pertama untuk ahli media dan ahli materi pembelajaran, sedangkan kelompok

kedua adalah untuk peserta didik. Instrument validasi yang digunakan untuk

kelompok ahli terdiri dari 4 indikator dengan 20 sub indikator (item). Adapun

indikator dan sub indikator dalam penelitian pengembangan media

pembelajaran elearning center pada matapelajaran matematika SMP ini untuk

kelompok ahli adalah seperti tertera pada tabel berikut:

Tabel 4. Indikator dan Sub Indikator Untuk Kelompok Ahli Media


dan Ahli Matematika SMP Kelas VIII Semester Ganjil
Yang Dikembangkan Dalam Penelitian Ini.

No. Indikator Sub Indokator


A. Substansi Materi  Media pembelajaran elearning center ini
sesuai dengan pembelajaran matematika
 Materi yang disajikan lengkap
 Materi yang disajikan up to date dan
inovatif
 Bahasa dan tulisan dapat dimengerti
B. Tampilan  Media Pembelajaran berbasis web
Komunikasi Visual menggunakan navigasi yang mudah
diingat dan transisinya cepat
 Huruf yang digunakan bisa terbaca,
Bersambung Ke halaman 77
77

Sambungan Dari Halaman 76

No. Indikator Sub Indokator


proporsional dan komposisinya baik
 Komposisi warna baik dan tampilannya
menarik
Tata letak desain proporsional dan tidak
menggangu pembelajaran
C. Desain Pembelajaran  Media Pembelajaran elearning center
memuat judul yang menarik
 Media Pembelajaran mencantumkan
Standart Kompetensi dan Kompetensi
Dasar
 Memuat indikator yang sesuai dengan SK
dan KD
 Materi sesuai dengan tujuan pembelajaran,
ada apersepsi dan pengayaan materi
 Contoh Soal sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan menstimulus siswa
D. Pemanfaatan  Dapat digunakan sebagai media interaktif
Software  Dalam pembuatan media pembelajaran
penyusun menggunakan software
pendukung
 Gambar/Suara/Video/Animasi mendukung
materi

Instrument validasi yang digunakan untuk kelompok peserta didik

terdiri dari 3 indikator dengan 18 sub indikator (item). Adapun indikator

dalam penelitian pengembangan elearning center berbasis web sebagai media

pembelajaran matematika ini untuk kelompok peserta didik adalah seperti

tertera pada tabel sebagai berikut :


78

Tabel 5. Indikator dan Subindokator Penelitian Pengembangan


Elearning Center Berbasis Web Untuk Kelompok Peserta
didik.

No. Indikator Sub Indikator


A. Substansi  Media pembelajaran ini sesuai dengan
Materi pembelajaran matematika
 Materi yang disajikan lengkap
 Materi yang disajikan up to date dan inovatif
 Bahasa dan tulisan dapat dimengerti
B. Tampilan  Media Pembelajaran berbasis web menggunakan
Komunikasi navigasi yang mudah diingat dan transisinya cepat
Visual  Huruf yang digunakan bisa terbaca, proporsional
dan komposisinya baik
 Komposisi warna baik dan tampilannya menarik
 Tata letak desain proporsional dan tidak
menggangu pembelajaran
C. Desain  Media Pembelajaran memuat judul yang menarik
Pembelajaran  Media Pembelajaran mencantumkan Standart
Kompetensi dan Kompetensi Dasar
 Memuat indikator yang sesuai dengan SK dan KD
 Materi sesuai dengan tujuan pembelajaran, ada
apersepsi dan pengayaan materi
 Contoh Soal sesuai dengan tujuan pembelajaran
dan menstimulus siswa untuk mengembangkan
pengetahuan
 Terdapat latihan/tes/simulasi yang memungkinkan
siswa untuk menguasai kompetensi yang
diharapkan
 Mencantumkan identitas penyusun
 Mencantumkan referensi materi yang digunakan
dalam media pembelajaran
79

Instrument validasi ahli ini diadaptasi untuk pengambilan data respon

siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dengan diuji

cobakan di SMP sasaran untuk melihat efektif atau tidaknya.

D. Uji Coba Produk

Uji coba produk dimaksud untuk mengumpulkan data yang dapat

digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat valid dan praktikalitas

dari produk yang dihasilkan. Dalam bagian ini secara berurutan

dikemukakan; (1) tujuan uji coba, (2) rancangan uji coba, (3) subjek uji coba,

(4) lokasi uji coba, (5) jenis data, (6) instrument pengumpulan data, dan (7)

teknik analisis data.

1. Tujuan uji coba

Uji coba produk bertujuan untuk mendapatkan data yang dapat

digunakan untuk keperluan revisi terhadap produk yang dibuat agar

tercapai tingkat efektifitas dan daya tarik yang dibutuhkan.

2. Rancangan Uji Coba

Produk yang dihasilkan akan diuji cobakan secara lengkap melalui tahap:

a. Tinjuan pakar dibidang pembelajaran matematika, bertujuan untuk

mendapatkan masukan (Penilaian, pendapat dan saran) terhadap

keseluruhan isi materi dalam rancangan elearning center web base

dalam pembelajaran.

b. Tinjuan pakar dibidang multimedia internet, bertujuan untuk

mendapatkan penilaian, komentar dan sarannya tentang desain dan

konstruksi dari elearning center yang dibuat.


80

c. Uji Coba Kelompok Kecil, bertujuan untuk mengidentifikasi dan

membuang kesalahan yang mungkin masih tertinggal pada uji coba

perorangan. Selain itu dimaksud juga untuk melihat perubahan yang

telah dilakukan dari hasil tinjauan ahli.

d. Uji coba lapangan 1 sample , dilakukan dalam kegiatan

pembelajaran matematika di kelas VIII 1 di SMP Negeri 1 Ranah

Pesisir. Uji coba ini dimaksud untuk menguji praktikalitas dan

efektivitas elearning center berbasis web dengan penerapan metode

drill pada pembelajaran yang telah dibuat.

3. Subjek Uji Coba

Untuk keperluan uji coba elearning center ini digunakan subyek

uji coba sebagai berikut:

a. Pada tahap tinjuan pakar, subyek uji coba terdiri dari 2 orang guru

mata pelajaran matematika, 1 orang pakar multimedia dan 1 orang

ahli pembelajaran matematika.

b. Pada tahap uji coba kelompok kecil terdapat 9 siswa yang di ambil

secara acak berdasarkan hasil uji normalitas, homogenitas dan varian

pada kelas populasi dengan 3 orang memiliki kemampuan tinggi, 3

orang siswa yang berkemampuan sedang dan 3 orang

berkemampuan rendah.

c. Tahap uji coba lapangan dan produk akhir atau uji coba 1 Sample

akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ranah Pesisir, Kec. Ranah

Pesisir, yaitu kelas VIII. 1. Pemilihan kelas uji coba lapangan dan

produk akhir ini dilakukan dengan pertimbangan seluruh populasi


81

kelas VIII yang terdiri dari VIII 1, VIII 2, VIII 3, VIII 4 dan VIII 5

berdistribusi normal, serta kelas populasi yang memiliki varians

yang homogen dan terdapatnya kesamaan rata – rata kelas populasi.

E. Instrument Pengumpulan Data

Rancangan Instrument yang akan digunakan untuk mengumpulkan

data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Instrumen Validasi

Instrument ini berupa lembar validasi yang digunakan untuk memperoleh

data tentang tingkat validitas media pembelajaran matematika elearning

center berbasis web dengan penerapan metode drill yang dikembangkan.

Lembar validasi ini diberikan kepada validator.

2. Instrument Praktikalitas

Instrument Praktikalitas yang digunakan berupa angket guna memperoleh

data tentang tingkat praktikalitas media pembelajaran matematika

elearning center berbasis web dengan penerapan metode drill yang

dikembangkan. Angket praktikalitas ini diserahkan kepada guru dan

siswa untuk di isi.

3. Instrument Efektivitas

Instrument ini digunakan untuk memperoleh data tentang tingkat

efektivitas media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan.

instument efektivitas ini berupa bank soal ujian yang disiapkan untuk

ujian dalam materi pembelajaran pada elearning center kepada kelas uji

coba yaitu kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Ranah Pesisir Kec. Ranah Pesisir,

Kab. Pesisir Selatan.


82

F. Teknik Analisis Data

Penelitian ini dalam analisis datanya akan terdiri dari langkah-langkah

sebagai berikut yaitu setelah data yang dikumpulkan yang merupakan data

primer yang diambil secara langsung dari responden terhadap produk yang

dikembangkan yaitu berupa masukan-masukan yang dituangkan dalam

kuisioner kemudian direkap sesuai komponen-komponennya. Kelayakan

produk media pembelajaran berbasis web base yang dikembangkan meliputi

kisi-kisi dari instrument yang dikembangkan dalam penelitian ini.

Data akan diklasifikasikan berupa pengelompokan data berdasarkan

komponen-komponen yang dikembang meliputi data terkait kelayakan

produk yang dikembangkan dari komponen-komponen. Data yang akan di

analisis yaitu berupa deskripsi yang berisi masukan-masukan dari sasaran

penelitian dan penghitungan secara kuantitatif dalam bentuk persentase

kelayakan uji coba produk dengan menggunakan rumus persentase pilihan

jawaban.

Kuesioner yang dipilih adalah kuisioner dengan penggunaan skala

Likert dengan 4 pilihan alternatif jawaban yaitu sangat setuju (SS), Setuju

(ST), Kurang Setuju (KS), dan tidak Setuju (TS). Pilihan jawaban per item

di ukur dengan skala 1 – 4 alternatif respon. Untuk sangat setuju (SS) bernilai

4, Setuju (ST) bernilai 3, Kurang Setuju (KS) bernilai 2, dan Tidak Setuju

(TS) bernilai 1. Nilai yang didapat dihitung skors akhirnya lalu dikonversi ke

dalam persentase (%). Penghitungan ini dibagi dalam penghitungan capaian

perkomponen dan penghitungan seluruh komponen dengan tetap melihat

pada capaian persentasenya dan pengkonversianya untuk ditarik kesimpulan


83

mengenai tingkat kelayakan produk.

Rumus persentase yang digunakan adalah sebagaimana dikutip dalam

(Sugiyono, 1997: 40) adalah sebagai berikut:

f
P= ×100 %
n

Keterangan :

P = Persentase

ƒ = Jumlah Jawaban

n = Jumlah jawaban seluruhnya

Dari persentase yang telah diperoleh kemudian di transformasikan dalam

kalimat yang bersifat kualitatif. Untuk menentukan kriteria kualitatif

dilakukan dengan cara:

1. Menentukan prosentase skor ideal (skor maksimum) = 100 %

2. Menentukan prosentase skor terendah (Skor Minimum) = 0 %

3. Menentukan Range = 100 %

4. Menentukan variabel yang dikehendaki = 4 ( Baik, Cukup, Kurang Baik,

dan Tidak Baik)

5. Menentukan lebar interval = (100% : 4) = 25 %

Berdasarkan perhitungan di atas maka range persentase dan kriteria yang

dapat diterapkan dalam penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut :

1. Analisis Validitas

Validitas merupakan sejauh mana ketepatan dan kecermatan

suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau

instrument pengukuran dikatakan validitas tinggi apabila alat ukur


84

tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur nya

sesuai dengan maksud yang dilakukannya pengukuran tersebut

(Sugiyono, 2011: 363).

Hasil dari pengembangan produk awal tersebut untuk kemudian

dilakukan uji validitas yang melibatkan 2 orang ahli yang terdiri dari 1

orang ahli materi dan 1 orang ahli media. Ahli meteri memberikan

penilaian terhadap aspek pembelajaran dan isi materi, sedangkan ahli

media memberikan penilaian terhadap aspek tampilan. Data hasil

validasi ahli materi dan ahli media dijadikan pertimbangan untuk

melakukan revisi produk media pembelajaran matematika yang

dikembangkan.

Analisis validitas oleh ahli pada lembaran validasi terhadap

seluruh aspek media pembelajaran matematika berbasis web yang

dikembangkan disajikan dalam bentuk tabel dengan menggunakan skala

likert dengan kategori sebagi berikut :

Tabel 6. Persentase dan Kategori Validitas Pengembangan Media


Pembelajaran Elearning Center Matematika SMP
Berbasis Web.

No. Persentase Validitas Kategori


1. 75,01% s.d 100% Sangat Valid
2. 50,01 % s.d 75 % Valid
3. 25,01 % s.d 50 % Kurang Valid
4. 0 % s.d 25 % Tidak Valid

2. Analisis Praktikalitas

Praktikalitas bersifat praktis, artinya mudah menggunakannya.

Kepraktisan adalah kemudahan penggunanya dalam bidang pendidikan

dan berkaitan dengan kemudahan dan kemajuan yang dirasakan oleh


85

peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran matematika

berbasis web base yang dikembangkan. Angket praktikalitas media

pembelajaran matematika SMP berbasis web yang dikembangkan

dideskripsikan dengan kategori sabagai berikut :

Tabel 7. Persentase dan Kategori Praktikalitas Pengembangan


Media Pembelajaran Elearning Center Matematika SMP
Berbasis Web Base.

No. Persentase Praktikalitas Kategori


1. 75,01% s.d 100% Sangat Praktis
2. 50,01 % s.d 75 % Praktis
3. 25,01 % s.d 50 % Kurang Praktis
4. 0 % s.d 25 % Tidak Praktis

3. Analisis Efektivitas

Pengertian evektivitas secara umum menunjukan sampai seberapa

jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Efektivitas

adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,

kualitas dan waktu ) telah tercapai. Semakin besar presentase target yang

dicapai, makin tinggi efektivitasnya. Berdasarkan pengertian efektivitas

tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu ukuran yang

menyatakan seberapa jauh target (kuatitas, kualitas dan waktu) yang telah

dicapai berdasarkan targer yang sudah ditentukan terlebih dahulu.

Efektivitas pengembangan media pembelajaran matematika

berbasis web dengan penerapan metode drill yang dilakukan dalam

penelitian ini dilihat dari pengaruh hasil belajar setelah proses

pembelajaran dilaksanakan dengan media . Adapun persentase efektivitas

media pembelajaran yang dikembangkan dideskripsikan dengan kategori

sebagai berikut :
86

Tabel 8. Persentase dan Kategori Efektivitas Pengembangan Media


Pembelajaran Elearning Center Matematika SMP
Berbasis Web

No. Persentase Efektivitas Kategori


1. 75,01% s.d 100% Sangat Efektif
2. 50,01 % s.d 75 % Efektif
3. 25,01 % s.d 50 % Kurang Efektif
4. 0 % s.d 25 % Tidak Efektif

4. Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Dalam penelitian ini ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu

secara perorangan dan scara klasikal. Peserta didik dinyatakan tuntas

dalam pembelajarannya apabila sudah mencapai nilai minimal sama

dengan KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan. SMP

Negeri 1 Ranah Pesisir menetapkan nilai KKM untuk mata pelajaran

matematika kelas VIII adalah 75. Apabila nilai peserta didik kurang dari

75, maka dinyatakan belum tuntas. Ketuntasan klasikal dinyatakan

berhasil jika jumlah persentase peserta didik yang tuntas belajar atau

siswa yang mendapat nilai ≥ 75 jumlahnya lebih besar atau sama dengan

75% dari jumlah peserta didik keseluruhan.

Hasil analisis akan dibuat dalam laporan teknis berupa deskripsi

kekurangan dan kelebihan serta masukan yang disampaikan terhadap

media pembelajaran matematika SMP berbasis web yang dikembangkan

berdasarkan deskripsi perkomponen dan keseluruhan komponennya.

Hasil analisis akan berupa gambaran hasil penelitian dihubungkan

dengan berbagai teori pembalajaran yang akan di uraikan dalam

penelitian ini.