Anda di halaman 1dari 43

M o du l C: Pengolahan Data

Materi dalam Modul C : Pengolahan Data meliputi :  Praktek menyusun data hasil survey  Menyusun rekap data survey  Merubah rekap data survey tekstual menjadi data spasial  Menyimpan format SHP

Praktek pembuatan feature sub tema Kemampuan Tanah :  Membuat feature sub tema kedalaman tanah efektif  Membuat feature sub tema tekstur tanah  Membuat feature sub tema drainase tanah  Membuat feature sub tema erosi tanah  Membuat feature sub tema faktor pembatas tanah Praktek pembuatan feature tema Penggunaan Tanah  Merubah jenis penggunaan tanah  Merubah batas penggunaan tanah Praktek Overlay feature Kemampuan Tanah  Melakukan overlay tema kemampuan tanah  Menyiapkan field label kemampuan tanah

 

Pengantar
Peng ahan da a d akukan etelah pekerjaan pengamblan data. Peng lahan data n bertujuan membuat eature tema berda arkan ha l data urvey. ecara garis besar, peng lahan data terbagi atas menyusun data survey, p embuatan eature sub tema kemampuan tanah, pembuatan eature penggunaan tanah dan verlay tema kemampuan tanah. Adapun langkah-langkahnya lihat perincian berikut.

C.1. Praktek menyusun data hasil survey Menyusun data hasil survey adalah tahap awal dari peng lahan data. Jika pekerjaan kita meliputi areal yang luas maka sangat dimungkinkan jika kita memiliki beberapa tim survey. leh karena itu diperlukan proses untuk mengumpulkan dan menyusun data dari beberapa tim survey menjadi satu data rekap. 1. Menyusun Rekap Data urvey Perangkat lunak yang dipergunakan untuk menyusun rekap data survey adalah umber datanya adalah DAFTAR IIAN PEMETAAN KEMAMPUAN Microsoft Excel. TANA. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut a. Jalankan perangkat lunak Microsoft Excel Bukalah lembar data baru dengan perintah Office Button > New 

b. Buatlah nama field data dengan mengisi baris pertama pada setiap kolom. Adapun nama field adalah sebagai berikut 

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011


2

ehingga muncul tampilan berikut

Sehingga tampilannya sebagai berikut :

FT S N c. Lakukan pengisian masing masing kolom data sesuai formulir PEMET N KEMAMPUAN TANAH. Jika seluruh data sudah diisikan, maka ta mpilan lembar rekap datanya menjadi seperti di bawah ini :
 

d. Simpanlah file ini dalam folde r latihan dengan nama ekap_Survey.XLS

2. Merubah rekap data survey tekstual menjadi data spasial Setelah kita menyusun rekap data survey, maka tahap berikutnya adalah merubah rekap data survey yang bersifat tekstual menjadi data spasial . Perangkat lunak yang dipergunakan adalah ArcG S. Adapun langkah langkahnya sebagai berikut : a. Jalankan perangkat lunak ArcGIS>ArcMap
 

  

  

Kolom Kolom Kolom C Kolom Kolom E Kolom F




: No : Lintang : ujur : Kec : esa : Lereng

Kolom G Kolom H Kolom Kolom J Kolom K Kolom L

: lm_ef : tekstur : drainase : erosi : f_batas : Keterangan

Pada Dialog Menu ini pilih A new empty map kemudian OK

dengan melakukan klik pada (Add Data) kemudian browse pada folder OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Data survey>Rekap_Survey_xls

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

$#

b. Bukalah file latihan Rekap

urvey.XL$ yang disimpan dalam latihan tahap .1 diatas

"
4

ehingga muncul tampilan berikut

c. Bukalah juga layer batas administrasi daerah survey dengan melakukan klik pada

(Add Data) kemudian browse pada folder OJT2011>LATIHAN>MODUL C>administrasi>Kab_BangkaSelatan.shp

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

&
5

Jika data telah terbuka, maka pada jendela Layers akan muncul tampilan berikut

d. Lakukan

proses

perubahan

data

tekstual

menjadi

Tools>Add XY Data

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

' spasial klik pada


6

Jika data telah terbuka, maka akan muncul tampilan berikut

e. Pada Dialog menu, lakukan pengisian sebagai berikut hoose a table rekap survey$ X Field Bujur Y Field Lintang Kemudian pada Coordinate Systems of Input Coordinates tekan Edit ( 0 ( ( ( )

Pada Spatial Reference Properties Dialog Menu pilih Select

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

Pilih Geographic Coordinate Systems

Pilih World

Pilih WGS 1984.prj

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

Jika pada Description sudah tercantum Name : GCS_WGS_1984 maka tekan OK

Pada dialog menu yang muncul tekan OK f. Jika proses yang anda lakukan benar, maka akan muncul tampilan spasial dari data yang sebelumnya adalah data tekstual seperti di bawah ini:

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

Sedangkan tampilan atribut datanya sebagai berikut :

3. Menyimpan format SHP Agar data spasial bisa diproses untuk pengolahan data selanjutnya maka data harus disimpan dalam format SHP. a ranya sebagai berikut : a. Klik kanan pada layer rekap_survey$ Events kemudian pilih Data>Export Data 1

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

10

b. Pada Dialog menu, lakukan pengisia sebagai berikut : n Export : All features utput : Data survey.shp 3 2

c. Jika proses yang anda lakukan benar, maka akan muncul tampilan layer Data survey.shp seperti di bawah ini: 3

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

11

Sedangkan tampilan atribut datanya sebagai berikut :

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

12

C.2. Praktek pembuatan feature sub tema Kemampuan Tanah Data hasil survey berupa titik-titik pengamatan yang masing-masing memiliki nilai sub tema kemampuan tanah. Pada setiap kelas sub tema ini kita lakukan deliniasi (digitasi) sesuai kelas sub temanya. Proses deliniasi ini dengan memperhatikan bentuk lereng di areal tersebut. 1. Membuat feature sub tema kedalaman efektif tanah a. Buatlah feature sub tema kedalaman efektif tanah dengan menggunakan ARCGIS>ARCCATALOG

b. Browse-lah pada OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Kemampuan_Tanah c. Klik kanan pada kolom content, kemudian pilih New>Shapefile

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

13

d. Pada Dialog Menu yang muncul, isikan sebagai berikut : Name : Dlm BangkaSelatan Feature Type : Polygon Kemudian pada Spatial Reference tekan Edit 4

Pada Spatial Reference Properties Dialog Menu pilih Select

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

14

Pilih Geographic Coordinate Systems

Pilih World

Pilih WGS 1984.prj

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

15

Jika pada Description sudah tercantum Name : GCS_WGS_1984 maka tekan OK

Pada dialog menu yang muncul tekan OK e. Jika langkah yang dijalankan sudah benar, maka pada folder kemampuan tanah akan bertambah feature Dlm_BangkaSelatan.SHP yang berbentuk polygon. Selanjutnya kita akan membuat struktur datanya f. Klik kanan pada feature Dlm_BangkaSelatan.SHP kemudian pilih Properties

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

16

g. Pada Dialog Menu yang muncul, pilih table fields kemudian isikan sebagai berikut : Field Name Data Type Length/Precison Scale b jectID Short Integer 4 dlmID Text 13 dlm5bjName Text 50 dlmLabel Text 4 length Double 9 2 area Double 9 2 dlmDate Date dlmRemarks Text 200 kemudian tekan OK 5

h. Sampai langkah berarti pada feature kedalaman efektif tanah sudah siap untuk dilakukan deliniasi. i. Bukalah file latihan dibawah ini : y Rekap_Survey.SHP y Kab_BangkaSelatan.SHP y Dlm_BangkaSelatan.SHP y Lereng_BangkaSelatan.SHP

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

17

k. Sebelum memberi deliniasi pada features Dlm_BangkaSelatan terlebih dahulu harus mengaktifkan tools Editor>Start Editing

Pastikan agar target editing adalah Dlm_BangkaSelatan :

l. Mulailah memberi deliniasi pada features Dlm_BangkaSelatan dengan tools sketch tools

Adapun teknik menentukan deliniasi adalah sebagai berikut : y Buatlah deliniasi garis yang memisahkan 2 kelas kedalaman tanah y Aturlah sedemikian rupa sehingga pola kelas kedalaman mengikuti pola lereng m. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakantools>save edits n. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengantools>Stop Editing

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

j.

a ranya dengan klik kanan pada Rekap_Survey.SHP kemudian pilih Properties Pada Dialog Menu pilihlah tab Labels dengan pengaturan sebagai berikut : entang label features in this layer Label fields : Dalam Kemudian tekan OK

18

2. Membuat feature sub tema tekstur tanah a. Buatlah feature sub tema ARCGIS>ARCCATALOG
E

tekstur

tanah

dengan

menggunakan

b. Browse lah pada OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Ke ampuan_Tanah c. Klik kanan pada kolom content, kemudian pilih New>Shapefile d. Pada ialog Menu yang muncul, isikan sebagai berikut : Name : TXT_BangkaSelatan Feature Type : Polygon Kemudian pada Spatial Reference tekan E it Pada Spatial Reference roperties ialog Menu pilih Select Pilih Geographic Coordinate Systems Pilih World
RQ P I H G F

Pilih WGS 19

.prj maka tekan OK


RQ

Jika pada Description sudah tercantum Name : GCS_WGS_19 Pada dialog menu yang muncul tekan OK

e. Jika langkah yang dijalankan sudah benar, maka pada folder kemampuan tanah akan bertambah feature TXT_Bang aSelatan.SHP yang berbentuk polygon. Selanjutnya kita akan membuat struktur datanya f. Klik kanan pada feature TXT_Bang aSelatan.SHP kemudian pilih Properties
T S

g. Pada ialog Menu yang muncul, pilih table fields kemudian isikan sebagai berikut : ata Type Length Precison Scale Field Name Object Short nteger 4 Te t 13 t t t tObjName Te t 50 Te t 4 t tLabel ouble 9 2 length area ouble 9 2 ate t t ate t t emarks Te t 200 kemudian tekan OK h. Sampai langkah berarti pada feature tekstur tanah sudah siap untuk dilakukan deliniasi.
W X Y Y Y Y V V V V VX Y Y VX Y `Y VY U

Modu

JT eme

Tem k 2011

DAB

CBBA

@ 98

19

i. Bukalah file latihan dibawah ini : y Rekap_Survey.SHP y Kab_BangkaSelatan.SHP y TXT_BangkaSelatan.SHP y Lereng_BangkaSelatan.SHP j. Caranya dengan klik kanan pada Rekap_Survey.SHP kemudian pilih Properties Pada ialog Menu pilihlah tab Labels dengan pengaturan sebagai berikut : Centang label features in this layer Label fields : Tekstur Kemudian tekan OK k. Sebelum memberi deliniasi pada features TXT_BangkaSelatan terlebih dahulu harus mengaktifkan tools Editor>Start Editing Pastikan agar target editing adalah TXT_BangkaSelatan : l. Mulailah memberi deliniasi pada features TXT_BangkaSelatan dengan tools sketch tools Adapun teknik menentukan deliniasi adalah sebagai berikut : y Buatlah deliniasi garis yang memisahkan 2 kelas tekstur tanah y Aturlah sedemikian rupa sehingga pola kelas tekstur tanah mengikuti pola lereng m. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakan tools>save edits n. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengan tools>Stop Editing
h

Modu

JT eme

Tem k 2011

gde

feed

c ba

20

3. Membuat feature sub tema drainase tanah a. Buatlah feature sub tema drainase ARCGIS>ARCCATALOG
v

tanah

dengan

menggunakan

b. Browse lah pada OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Kemampuan_Tanah c. Klik kanan pada kolom content, kemudian pilih New>Shapefile d. Pada ialog Menu yang muncul, isikan sebagai berikut : Name : N_BangkaSelatan Feature Type : Polygon Kemudian pada Spatial Reference tekan Edit Pada Spatial Reference Properties ialog Menu pilih Select Pilih Geographic Coordinate Systems Pilih World
y xw w

Pilih WGS 19

.prj maka tekan OK

Jika pada Description sudah tercantum Name : GCS_WGS_19 Pada dialog menu yang muncul tekan OK

e. Jika langkah yang dijalankan sudah benar, maka pada folder kemampuan tanah akan bertambah feature DRN_BangkaSelatan.SHP yang berbentuk polygon. Selanjutnya kita akan membuat struktur datanya f. Klik kanan pada feature DRN_BangkaSelatan.SHP kemudian pilih Properties g. Pada ialog Menu yang muncul, pilih table fields kemudian isikan sebagai berikut : Field Name ata Type Length Precison Scale Short nteger 4 Object drn Te t 13 50 drnObjName Te t drnLabel Te t 4 ouble 9 2 length ouble 9 2 area drn ate ate Te t 200 drn emarks kemudian tekan OK h. Sampai langkah berarti pada feature drainase tanah sudah siap untuk dilakukan deliniasi. i. Bukalah file latihan dibawah ini : y Rekap_Survey.SHP y Kab_BangkaSelatan.SHP
Modu JT eme Tem k 2011

urs

tssr

q pi

21

y DRN_BangkaSelatan.SHP y Lereng_BangkaSelatan.SHP

j. Caranya dengan klik kanan pada Rekap_Survey.SHP kemudian pilih Properties Pada ialog Menu pilihlah tab Labels dengan pengaturan sebagai berikut : Centang label features in this layer Label fields : rainase Kemudian tekan OK k. Sebelum memberi deliniasi pada features DRN_BangkaSelatan terlebih dahulu harus mengaktifkan tools Editor>Start Editing Pastikan agar target editing adalah DRN_BangkaSelatan : l. Mulailah memberi deliniasi pada features DRN_BangkaSelatan dengan tools sketch tools Adapun teknik menentukan deliniasi adalah sebagai berikut : y Buatlah deliniasi garis yang memisahkan 2 kelas y Aturlah sedemikian rupa sehingga pola deliniasi mengikuti pola lereng m. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakan tools>save edits n. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengan tools>Stop Editing

Modu

JT eme

Tem k 2011

22

4. Membuat feature sub tema erosi tanah a. Buatlah feature sub tema erosi tanah dengan menggunakan ARCGIS>ARCCATALOG b. Browse lah pada OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Kemampuan_Tanah c. Klik kanan pada kolom content, kemudian pilih New>Shapefile d. Pada ialog Menu yang muncul, isikan sebagai berikut : Name : E S_BangkaSelatan Feature Type : Polygon Kemudian pada Spatial Reference tekan Edit Pada Spatial Reference Properties ialog Menu pilih Select Pilih Geographic Coordinate Systems Pilih World
lk j i h g

Pilih WGS 19

.prj maka tekan OK


lk

Jika pada Description sudah tercantum Name : GCS_WGS_19 Pada dialog menu yang muncul tekan OK

e. Jika langkah yang dijalankan sudah benar, maka pada folder kemampuan tanah akan bertambah feature ERS_BangkaSelatan.SHP yang berbentuk polygon. Selanjutnya kita akan membuat struktur datanya f. Klik kanan pada feature ERS_BangkaSelatan.SHP kemudian pilih Properties g. Pada ialog Menu yang muncul, pilih table fields kemudian isikan sebagai berikut : Field Name ata Type Length Precison Scale Object Short nteger 4 Te t 13 ers ersObjName Te t 50 4 ersLabel Te t length ouble 9 2 ouble 9 2 area ate ers ate ers emarks Te t 200 kemudian tekan OK h. Sampai langkah berarti pada feature erosi tanah sudah siap untuk dilakukan deliniasi. i. Bukalah file latihan dibawah ini : y Rekap_Survey.SHP y Kab_BangkaSelatan.SHP
o p q q q q n n n n np np r n m

Modu

JT eme

Tem k 2011

fd

edd

23

y ERS_BangkaSelatan.SHP y Lereng_BangkaSelatan.SHP

j. Caranya dengan klik kanan pada Rekap_Survey.SHP kemudian pilih Properties Pada ialog Menu pilihlah tab Labels dengan pengaturan sebagai berikut : Centang label features in this layer Label fields : Erosi Kemudian tekan OK k. Sebelum memberi deliniasi pada features ERS_BangkaSelatan terlebih dahulu harus mengaktifkan tools Editor>Start Editing Pastikan agar target editing adalah ERS_BangkaSelatan : l. Mulailah memberi deliniasi pada features ERS_BangkaSelatan dengan tools sketch tools Adapun teknik menentukan deliniasi adalah sebagai berikut : y Buatlah deliniasi garis yang memisahkan 2 kelas y Aturlah sedemikian rupa sehingga pola deliniasi mengikuti pola lereng m. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakan tools>save edits n. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengan tools>Stop Editing
z

Modu

JT eme

Tem k 2011

yvw

xwwv

u ts

24

5. Membuat feature sub tema faktor pembatas tanah a. Buatlah feature sub tema faktor pembatas ARCGIS>ARCCATALOG

tanah

dengan

menggunakan

b. Browse lah pada OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Kemampuan_Tanah c. Klik kanan pada kolom content, kemudian pilih New>Shapefile d. Pada ialog Menu yang muncul, isikan sebagai berikut : Name : PBB_BangkaSelatan Feature Type : Polygon Kemudian pada Spatial Reference tekan Edit Pada Spatial Reference Properties ialog Menu pilih Select Pilih Geographic Coordinate Systems Pilih World Pilih WGS 19 4.prj Jika pada Description sudah tercantum Name : GCS_WGS_19 4 maka tekan OK Pada dialog menu yang muncul tekan OK e. Jika langkah yang dijalankan sudah benar, maka pada folder kemampuan tanah akan bertambah feature PBB_BangkaSelatan.SHP yang berbentuk polygon. Selanjutnya kita akan membuat struktur datanya f. Klik kanan pada feature PBB_BangkaSelatan.SHP kemudian pilih Properties g. Pada ialog Menu yang muncul, pilih table fields kemudian isikan sebagai berikut : Field Name ata Type Length Precison Scale Short nteger 4 Object pbb Te t 13 50 pbbObjName Te t pbbLabel Te t 4 ouble 9 2 length ouble 9 2 area pbb ate ate Te t 200 pbb emarks kemudian tekan OK h. Sampai langkah berarti pada feature factor pembatas tanah sudah siap untuk dilakukan deliniasi. i. Bukalah file latihan dibawah ini : y Rekap_Survey.SHP y Kab_BangkaSelatan.SHP
Modu JT eme Tem k 2011

~

~

} |{

25

y PBB_BangkaSelatan.SHP y Lereng_BangkaSelatan.SHP

j. Caranya dengan klik kanan pada Rekap_Survey.SHP kemudian pilih Properties Pada ialog Menu pilihlah tab Labels dengan pengaturan sebagai berikut : Centang label features in this layer Label fields : F_batas Kemudian tekan OK k. Sebelum memberi deliniasi pada features PBB_BangkaSelatan terlebih dahulu harus mengaktifkan tools Editor>Start Editing Pastikan agar target editing adalah PBB_BangkaSelatan : l. Mulailah memberi deliniasi pada features PBB_BangkaSelatan dengan tools sketch tools Adapun teknik menentukan deliniasi adalah sebagai berikut : y Buatlah deliniasi garis yang memisahkan 2 kelas y Aturlah sedemikian rupa sehingga pola deliniasi mengikuti pola lereng m. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakan tools>save edits n. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengan tools>Stop Editing

Modu

JT eme

Tem k 2011

26

C.3.

Praktek pembuatan feature Penggunaan Tanah Setelah kita melakukan groundcheck penggunaan tanah maka tahap berikutnya adalah menerapkan perubahan -perubahan sesuai hasil groundcheck tersebut. Pada dasarnya ada 2 jenis perubahan, yaitu perubahan jenis penggunaan tanah atau perubahan batas penggunaan tanahnya. Berikut kita pelajari cara-caranya : 1. Merubah jenis penggunaan tanah a. Bukalah file latihan penggunaan tanah pada folderOJT2011>LATIHAN>MODUL C>Penggunaan_Tanah>PTN_BangkaSelatan b. Aktifkan menu editing dengan mengaktifkan toolbar Editor>Start Editing c. Pilihlah polygon yang akan dirubah dengan toolbar tools>Select Features

d. Untuk

masuk

ke

data

atribut

tekan

toolbar

Editor>Attributes

e. Pada Dialog Menu yang muncul, masukan jenis penggunaan tanah yang sesuai dengan hasil groundcheck. f. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakantools>save edits g. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengantools>Stop Editing

2. Merubah batas penggunaan tanah a. Bukalah file latihan penggunaan tanah pada folderOJT2011>LATIHAN>MODUL C>Penggunaan_Tanah>PTN_BangkaSelatan b. Aktifkan menu editing dengan mengaktifkan toolbar Editor>Start Editing

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

27

c. Atur

jenis

task

dalam

toolbar Editor

adalah Cut

Polygon

Features

d. Pilihlah polygon yang akan dirubah dengan toolbar tools>Select Features

e. Untuk merubah batas penggunaan tanah kita menggunakan sketch tools

f. Buatlah batas baru yang memotong polygon terpilih sesuai dengan hasil groundcheck. g. Sesuaikan data atributnya dengan tekan toolbar Editor>Attributes

h. Pada Dialog Menu yang muncul, masukan jenis penggunaan tanah yang sesuai dengan hasil groundcheck. i. Jika ingin menyimpan hasil deliniasi gunakantools>save edits j. Jika sudah selesai, hentikan proses editing dengantools>Stop Editing

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

28

C.4.

Praktek Overlay feature sub tema Kemampuan Tanah 1. Melakukan overlay feature sub tema kemampuan tanah a. Bukalah feature sub tema kemampuan tanah : kedalaman efektif, tekstur tanah, drainase, erosi dan faktor pembatas. File ini terletak pada folder OJT2011>LATIHAN>MODUL C>Kemampuan_Tanah. File nya terdiri dari : dlm_BangkaSelatan, TXT_BangkaSelatan, DRN_BangkaSelatan, ERS_BangkaSelatan, dan PBB_BangkaSelatan, b. Tampilan sub tema kedalaman tanah efektif

Tampilan sub tema tekstur tanah

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

29

Tampilan sub tema drainase tanah

Tampilan sub tema erosi tanah

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

30

c. Lakukan proses overlay denga menggunakan Arctoolbox>Analysis Tools>Overlay>Intersect

d. Pada Dialog menu, lakukan pengisian sebagai berikut : Input Feature : dlm BangkaSelatan, TXT BangkaSelatan, DRN BangkaSelatan, ERS_BangkaSelatan, dan PBB_BangkaSelatan, utput Feature lass : D:\OJT2011\LATIHAN\MODUL \Kemampuan Tanah\ KT.shp Kemudian tekan OK

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

31

e. Maka hasil overlay seperti di bawah ini :

Data atributnya merupakan penggabungan 4 database sub tema kemampuan tanah yang dioverlaykan. Tampilannya menjadi seperti di bawah ini :

2. Menyiapkan field label kemampuan tanah Label kemampuan tanah merupakan gabungan dari label sub tema kemampuan tanah. Kita harus membuat sebuah field baru untuk menyimpan label tersebut. a. Membuat field label KT dilakukan dengan ArctoolBox>Data Management Tools>Fields>Add Field

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

32

b. Lakukan pengisian berikut ini pada Dialog Menu ; Input Table : KT.shp Field Name : KTLabel1 Field Type : Text Field Precision : 12 Kemudian OK c. Untuk mengisi label kita klik kanan pada kepala fieldKTLabel1 kemudian pilih Field Calculator. Pada Dialog Menu lakukan pengisian sebagai berikut : KTLabel1 : [dlmLabel]& [txtLabel]& [drnLabel]& [ersLabel] Kemudian OK

d. Maka akan ada sebuah field yang berisi label kemampuan tanah seperti gambar di bawah ini :

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

33

Mo D e mb
  

u e bu n e e pu Simbolisasi dan label peta  Membuat symbol dan label peta kemampuan tanah  Membuat symbol dan label peta penggunaan tanah
Layout Peta  Membuat layout peta kemampuan tanah  Membuat layout peta penggunaan tanah Pencetakan Peta

Pengantar

D.1. SIMBOLISASI DAN LABEL PETA TEMATIK Peta merupakan salah satu media informasi, oleh karena itu sebuah peta harusdapat mendeskripsikan dengan baik dan jelas informasi yang terkandung di dalamnya. Salah satu cara untuk melaksanakan hal itu dengan simbolisasi peta. Simbol suatu feature di dalam peta sebaiknya dibuat sama bentuk dan warnanya atau menggunakan simbol yang sta ndar. Direktorat Pemetaan Tematik sudah membuat suatu simbol standar untuk suatu tema yang berlaku di BPN RI secara nasional. Simbol-simbol ini sudah dibukukan dalam NSPM dan untuk digitalnya sudah dibuat dalam format style simbol ArcGIS. LATIHAN D.1. a. Praktek Simbolisasi Layer Lereng 1. Add Data file lereng.shp di folder OJT2011>LATIHAN>MODUL D

Pilih file lereng.shp

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

34

2. Atur simbol sesuai NSPM Klik kanan file lereng.shp kemudian pilih properties..

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

35

Pilih tab Symbology

Pilih: Show>Categories>Unique values Value Field : GRIDCODE Klik satu persatu dan samakan dengan style dalam NSPM D.1. b. Praktek Labelisasi Layer Kemampuan Tanah 1. Add Data file KT.shp di folder OJT2011>LATIHAN>MODUL D

Pilih file KT.shp

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

36

2. Tampilkan label sesuai NSPM Klik kanan file KT.shp kemudian pilih properties..

Pilih tab Labels

entang pada Label features in this layer Label Field : Kriteria Atur sesuai NSPM

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

37

D.2. LAYOUT PETA TEMATIK Pembuatan Layout Peta Tematik Untuk mencetak Peta yang sudah dibuat, terlebih dahulu harus dibuatkan Layout untuk menyesuaikan antara skala peta dengan ukuran kertas yang digunakan. Pembuatan layout Peta dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mengatur ukuran kertas

2. Menuju menu layout Dari menu View Layout View

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

38

Tampilan awal layout :

3. Merubah ke tampilan layout standar, pada Layout toolbar pilih CHANGE LAYOUT

4. Kemudian pilih template layout Peta Kemampuan Tanah, dengan mengklik simbol folder

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

39

5. Pilih file KT di direktori Modul D

6. Klik Finish

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

40

Maka tampilan layout menjadi :

Sekarang tinggal disesuaikan nama administrasinya.

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

41

D.3. MENCETAK PETA TEMATIK 1. Untuk mencetak peta dilakukan dengan memilih File>Print...

2. Akan muncul tampilan berikut, kemudian pilih Setup...

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

42

3. Akan muncul tampilan berikut, kemudian pilih PDF

4. kemudian pilih OK

Modul OJT Pemetaan Tematik 2011

43