Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULIA

Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemempuan untuk hidup sehat bagi setiap
penduduk agar dapat mewujudkan derajat kehidupan masyarakat yang optimal,sebagai salah satu
unsure kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Untuk itu perlu ditingkatkan upaya guna memperluas
dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mutu yang baik dan biaya yang
terjangkau. Selain itu dengan semakin meningkatnya pendidikan dan keadaan social ekonomi
masyarakat,maka system nilai dan orientasi dalam masyarakat pun mulai berubah. Masyarakat mulai
cenderung pelayanan umum yang lebih baik,lebih ramah,dan lebih bermutu termasuk pelayanan
kesehatan. Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan rumah sakit
maka fungsi pelayanan RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon secara bertahap perlu terus
ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien serta member kepuasan kepada pasien, kluarga
maupun masyarakat.

Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunuia,termasuk Indonsia.ditinjau dari
asal atau didapatnya infeksi dapat berasal dari komunitas (community acquired infection) atau berasal
dari lingkungan rumah sakit (Hospital Acquared Infection) yang sebelumnya dikenal dengan istilah
infeksi Nosokomial.dengan berkembangnya system pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang
perawatan pasien,sekarang perawatan tidak hanya dirumah sakit saja,melainkan juga difasilitas
pelayanan kesehatan lainnya,bahkan perawatan dirumah (home care). Tindakan medis yang dilakukan
oleh tenaga kesehatan yang dimaksud untuk tujuan perawatan atau penyembuhan pasien, bila
dilakukan tidak sesuai prosedur berpotensi untuk menularkan penyakit infeksi,baik bagi pasien (yang
lain) atau bahkan pada petugas kesehatan itu sendiri. Karena seringkali tidak bias secara pasti
ditentukan asal infeksi,maka sekarang istilah infeksi nosokomial (Hospital Acquired Infection)diganti
dengan intilah baru yaitu “Healthcare Associated Infection” (HAIs) dengan pengertian yang lebih luas
tidak hanya dirumah sakit tetapi juga difasilitas playanan kesehatan lainnya. Juga tidak terbatas infeksi
pada pasien saja, tetapi juga infeksi pada petugas kesehatan yang didapat pada saat melalukan tindakan
perawatan pasien. Khusus untuk infeksi yang terjadi atau didapat dirumah sakit, selanjutnya disebut
sebagai infeksi rumah sakit (Hospital Infection).

Pengendalian Infeksi Daerah Oprasi (IDO) atau Surgical Site Infection (SSI) adalah suatu cara yang
dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi setelah tindakan oprasi, misalnya oprasi SC.paling
banyak infeksi daerah oprasi bersumber dari patogen flora endogenouse kulit pasien, mimbrane
mukosa. Selain itu terdapat sumber exogenous dari infeksi daerah oprasi. Sumber exogenus (Tim
bedah, lingkungan ruang oprasi, peralatan, instrumen bedah, alat kesehatan, dan kolonisasi
mikroorganisme, dayatahan tubuh lemah,lama rawat inap pra bedah).

Agar upaya pengendalian Infeksi daerah oprasi di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon dapat seperti
yang diharapkan, maka perlu adanya peningkatan pengetahuan staf tentang perawatan luka, untuk itu
perlu adanya sosialisasi praktek perawatan luka di RSU Universtas Muhammadiyah Cirebon, sehingga
mutu pelayanan RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon dapat meningkat.
TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :

1. Terlaksana program Kewaspadaan Isolasi di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon.


2. Peserta mampu menerapkan perawatan luka sesuai prosedur di RSU Universitas
Muhammadiyah Cirebon.
3. Memberikan perlindungan pada pengunjung dari infeksi daerah oprasi.
4. Meningkatkan Mutu Pelayanan di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon.

MANFAAT KEGIATAN
Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah:

1. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan dapat diaplikasikan oleh petugas RSU
Universitas Muhammadiyah Cirebon.
2. Bagi RSU Universitas MUhammadiyah Cirebon diharapkan dapat mempererat rasa kekeluargaan
dan kebersamaan antara petugas dalam meningkatkan motivasi dan budaya belajar yang
berkesinambungan.
3. Bagi masyarakat diharapkan dapat dijadikan salah satu Rumah Sakit yang dipercaya dan
disenangi.

NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama

“In House Training perawatan luka”

PESERTA KEGIATAN
Peserta dalam kegiatan ini diikuti oleh :

Seluruh perawat dan bidan RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon


METODE KEGIATAN
Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, dan praktek.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN


Adapun waktu dan tempat kegiatan akan diselenggarakan pada:

Hari / tanggal : Selasa / 12-11-2019

Waktu : Pk.13.00 s/d 14.30

Tempat : Lantai 2 ruang pertemuan RSU Universitas Muhamadiyah Cirebon

SUSUNAN ACARA
NO Waktu Acara Peserta Pembicara

1 13.00-13.15 Pembukaan Perawat dan bidan MC

2 13.15-14.00 Materi perawatan luka Dr.Iskandar, Sp.B

4 14.00-14.30 Praktek Perawatan Luka Perawat dan bidan Zr. Yuni

5 14.30-14.50 Penutupan Perawat dan bidan MC


SUSUNAN KEPANITIAAN
1. Pelindung : dr.As’ad Suyudi
2. Penanggung Jawab : Tim Diklat
1. M.Sholeh Mujahid
2. Bagus
3. Ketua panitia : Yaoman Iskandar,S.Kep.Ners
4. Sekertaris : Rita Pertiwi, Amd,Kep
5. Bendahara : Ari Prasetyo,S.E
6. Pemateri : 1. Dr.Iskandar, Sp.B
2. Zr.Yuni
7. Seksi Konsumsi : Fitri Ratnasari,A.Md
8. Seksi Acara : Tuti Rusmiati,Amd.Keb
9. Seksi Dokumentasi : Dimas Hidayah,S.Kom
10. Seksi Perlengkapan : 1. Arya
2.Memet medriana,S.t

ANGGARAN DANA
Keterangan Harga Total
Snack Rp. 10.000 x 70@orangg x 2 Rp.1.400.000
@glombang
Air Mineral Gelas Rp.20.000 x 2 x 2 @dus Rp.80.000
ATK Rp.150.000 Rp.150.000
Sertifikat Rp.30.000 x 5 @pak Rp.150.000
Narasumber Rp.100.000 x 3@orang Rp.300.000
Makan siang panitia Rp.30.000 x 20@orang Rp.600.000
Total Rp.2.680.000

PENUTUP

Demikian proposal ini kami susun sebagai gambaran dan acuan dalam penyelenggaraan
sosialisasi di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon. Diharapkan kegiatan ini dapat
meningkatkan mutu playanan kepada pasien RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Ketua pelaksana Sekertaris

Yaoman Iskandar, S.Kep.Ners Rita Pertiwi, Amd,Kep


Mengetahui,
Penanggung Jawab

Dr. As’ad Suyudi