Anda di halaman 1dari 47

RANCANGAN AKTUALISASI

DIGITALISASI PENGARSIPAN SURAT KETERANGAN BEBAS TEMUAN


PADA INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN SOPPENG

“GITAR KEBEBASAN”

OLEH :
SAMRATULANGI, S.Sos.
NDH. 41
INSPEKTORAT DAERAH
DIBIMBING OLEH:
MENTOR : Ir. Hj. KARINI S.
COACH : WIDIANTO, S.T., MM

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III


ANGKATAN I PEMERINTAH KABUPATEN SOPPENG KERJA SAMA
PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DAN KAJIAN MANAJEMEN
PEMERINTAHAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
TAHUN 2022

1
LEMBAR PERSETUJUAN EVALUASI RANCANGAN
AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I PEMERINTAH


KABUPATEN SOPPENG BEKERJA SAMA DENGAN
PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DAN KAJIAN
MANAJEMEN PEMERINTAHAN
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA TAHUN 2022

NAMA : Samratulangi, S.Sos.


NIP : 19931104 202203 2 006
INSTANSI : Inspektorat Daerah
JABATAN : Ahli Pertama – Pengawas Penyelenggaraan
Urusan Pemerintahan Daerah
NDH : 41

JUDUL AKTUALISASI

“Digitalisasi Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan

Pada Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng”

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan


Dasar CPNS Golongan III Angkatan I Pemerintah Kabupaten Soppeng Bekerja
Sama dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen
Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara Tahun 2022.

Watansoppeng, Juli 2022


Menyetujui,

Coach Mentor

Widianto, S.T, M.M Ir. Hj. Karini S.


NIP. 19831209 201801 1 001 NIP. 19631231 199109 2 003

2
KATA PENGANTAR

Penulis panjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas
tuntunanNya, penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan aktualisasi pelatihan dasar CPNS
Angkatan I. Tujuan penulisan laporan aktualisasi ini untuk dapat menerapkan Nilai-nilai dasar
ASN yakni BerAKHLAK pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Inspektorat Kabupaten Soppeng
dengan baik.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari semua pihak rancangan ini tidak dapat
diwujudkan, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bupati Pemerintah Kabupaten Soppeng, Bapak H. A. Kaswadi Razak, S.E yang berkenan
telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun anggaran 2022.
2. Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Soppeng, Bapak Drs. H. A. Tenri Sessu, M.Si atas
upaya terlaksananya kegiatan Pelatihan Dasar golongan III dan II Pemerintah Kabupaten
Soppeng.
3. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten
Soppeng, Ibu Hj. A. Maria Razak, S.E yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini.
4. Kepala Dinas Inspektorat Daerah Pemerintah Kabupaten Soppeng, Bapak Drs. A. Mahmud,
MM atas dukungan dan arahannya.
5. Sekretaris Inspektorat Daerah Pemerintah kabupaten Soppeng, Bapak Drs. Amin Saing,
M.Si.
6. Panitia Pelatihan Dasar CPNS Golongan III dan II Pemerintah Kabupaten Soppeng yang
telah menyelenggarakan kegiatan ini.
7. Coach, Bapak Widianto, ST., MM atas semua inspirasi, dorongan, masukan dan
bimbingannya.
8. Mentor, Ibu Ir. Hj. Karini S atas semua arahan, motivasi, dukungan, masukan dan bimbingan
selama pelaporan program aktualisasi.
9. Segenap Widyaiswara, yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang
bermanfaat selama pelatihan dasar ini.
10. Seluruh teman seperjuangan CPNS Angkatan I “SPARTA” yang sangat luar biasa.
11. Segenap keluarga, yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.

i
Penulis sadar bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu penulis berharap masukan dari berbagai pihak membuat laporan ini menjadi lebih baik agar
dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan dan pelaporan aktualisasi. Penulis harapkan untuk dapat
meningkatkan mutu PNS yang memiliki nilai-nilai BerAKHLAK serta memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang membutuhkan.

Watansoppeng, 02 Juli 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

SAMPUL

LEMBAR PERSETUJUAN

KATA PENGANTAR......................................................................................................................i

DAFTAR ISI..................................................................................................................................iii

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.....................................................................................................................1
B. Tujuan Aktualisasi...............................................................................................................2
C. Manfaat Aktualisasi.............................................................................................................3
D. Ruang Lingkup.....................................................................................................................3
2. GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEP NILAI-NILAI DASAR ASN DAN
KEDUDUKAN DAN PERAN PNS MENDUKUNG SMART GOVERNANCE
A. Gambaran Umum Organisasi...............................................................................................4
B. Struktur Organisasi..............................................................................................................5
C. Konsep Nilai-nilai Dasar ASN BerAKHLAK.....................................................................6
D. Kedudukan dan Peran PNS untuk Mendukung Terwujudnya Smart Governance............11
3. RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Isu......................................................................................................................16
B. Penetapan Isu Utama..........................................................................................................17
C. Penentuan Penyebab Isu Utama.........................................................................................20
D. Analisis Dampak Jika Isu Utama Tidak Diselesaikan.......................................................20
E. Pihak-pihak yang Terdampak dari Isu Utama...................................................................21
F. Keterkaitan Isu Utama dengan Agenda Ketiga..................................................................21
G. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu Utama.............................................................................21
H. Rancangan Aktualisasi.......................................................................................................22
I. Matriks...............................................................................................................................38

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
memiliki peranan penting untuk pembangunan nasional dan berperan vital terhadap
pemerintahan. Menurut Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, ASN
berfungsi sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik serta Perekat dan Pemersatu
Bangsa. Untuk mewujudkan ketiga fungsi ASN tersebut maka sebagai Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) wajib mengikuti Diklatsar yang diharapkan dapat memahami dan menerapkan
ketiga fungsi tersebut baik di lingkungan kerja maupun di lingkungan sosial kemasyarakatan.
Pemahaman ini dibangun melalui mata diklat yang terakumulasi dalam kata BerAKHLAK yaitu:
1) Berorientasi Pelayanan, 2) Akuntabel, 3) Kompeten, 4) Harmonis, 5) Loyal, 6) Adaptif, 7)
Kolaboratif.
Sejalan dengan itu Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa Manajemen Pegawai Negeri Sipil
adalah pengelolaan pegawai negeri sipil untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang
profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme. Maka untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang profesional,
pelatihan dasar merupakan kunci penting sebagai sarana pembentukan karakter.
Dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS dilakukan secara
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme
dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang.
Calon Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk merancang dan mengimplementasikan nilai-
nilai dasar profesi ASN, kedudukan serta peran ASN dalam NKRI dalam melaksanakan tugasnya
di unit kerja masing-masing dalam bentuk sebuah “Rancangan Aktualisasi”. Rancangan
aktualisasi merupakan suatu bentuk perencanaan yang menggambarkan tentang cara calon PNS
menjadikan gagasan sebagai kegiatan, menerjemahkan teori ke dalam praktik. Calon PNS
diharapkan untuk mampu mengimplementasikan secara langsung nilai-nilai dasar profesi ASN

1
tersebut dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta visi misi unit kerja.
Dalam hal ini unit kerja aktualisasi adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng. Inspektorat
memiliki tugas pokok membantu Bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh organisasi perangkat
daerah.
Saat ini arsip memiliki perkembangan dalam pengelolaannya. Fungsi arsip sebagai ingatan,
pusat informasi serta sebagai alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi.
Arsip perlu dikelola dengan baik agar dapat memperlancar seluruh kegiatan dan proses pekerjaan
kantor yang berhasil guna dan berdaya guna. Penataan arsip merupakan suatu hal yang
berpengaruh besar dalam suatu kantor karena dengan adanya penataan arsip maka pekerjaan
kantor berjalan dengan lancar. Namun, ketika arsip di suatu organisasi tidak tertata dengan baik,
maka akan menimbulkan permasalahan seperti hilangnya rekaman atau bukti kejadian penting
maupun data pendukung atau kegiatan. Tugas-tugas kearsipan dalam suatu instansi dapat berupa
sistem penyimpanan arsip sesuai dengan sistem penyimpanannya, penataan arsip, penemuan
arsip kembali, pengawasan arsip, pemusnahan arsip. Meskipun kearsipan mempunyai peranan
penting namun kenyataannya masih ada juga pegawai yang belum tertib melakukan penataan
arsip dengan sebaik-baiknya.
Kondisi faktual yang ada di Inspektorat Kabupaten Soppeng adalah belum optimalnya
pengarsipan surat keterangan bebas temuan yang masih menggunakan metode lama
mengakibatkan saat arsip dibutuhkan susah untuk dicari karena terlalu menumpuk atau hilang
dan tidak terklasifikasi dengan baik. Hal ini juga menghambat proses kinerja pegawai jika ada
masyarakat yang membutuhkan kembali arsip itu. Sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah
dengan berbagai domain tugas dan fungsi, Inspektorat sudah seharusnya melakukan
penyederhanaan prosedur dengan melakukan digitalisasi.
Demi mendukung tujuan kegiatan tersebut, penulis menyusun Rancangan Aktualisasi
dengan judul, “Digitalisasi Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan pada Inspektorat
Daerah Kabupaten Soppeng”.

B. Tujuan Aktualisasi
Adapun tujuan kegiatan pelatihan dasar CPNS adalah teraktualisasinya nilai-nilai dasar
ASN, yaitu nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan

2
Kolaboratif (BerAKHLAK) serta mengetahui kedudukan dan peran profesi ASN dalam NKRI
dengan langsung mengaplikasikannya di lingkungan kerja sesuai dengan tupoksi pada unit
kerjanya di Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng sesuai dengan amanat UU No. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara.

C. Manfaat Aktualisasi
Adapun manfaat adanya kegiatan aktualiasi ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat untuk penulis
- Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Menjadi pengalaman untuk mengembangkan tanggung jawab penuh sebagai
Aparatur Sipil Negara dan pelayan masyarakat.
- Menjadi ASN yang lebih profesional, berkomitmen, beretika dan berintegritas
tinggi.
- Menjadi ASN yang mampu menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan,
pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan
profesional.
2. Manfaat untuk instansi
Dengan digitalisasi dokumen maka penyimpanan arsip dapat mudah dicari ketika
dibutuhkan dan sebagai data cadangan jika dokumen fisik rusak atau hilang.
3. Manfaat untuk masyarakat
Dengan digitalisasi dokumen maka semua pihak yang membutuhkan arsip surat
keterangan bebas temuan mudah dicari Kembali.

D. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup kegiatan aktualisasi ini mengarsipkan surat keterangan bebas temuan
pada Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng yang dikeluarkan dari tahun 2021-2022
dengan pengklasifikasian berdasarkan waktu kegiatan.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI & KONSEP NILAI-NILAI DASAR ASN,
KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA
SMART GOVERNANCE

A. Gambaran Umum Organisasi


1. Visi dan Misi Kabupaten Soppeng
a. Visi
“ Soppeng yang Lebih Melayani, Maju dan Sejahtera”
b. Misi
- Memantapkan Penyelenggaraan Pelayanan Dasar
- Memantapkan Perwujudan dan Kesejahteraan Masyarakat
- Memantapkan Pencapaian Daya Saing Daerah
- Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
- Memantapkan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

2. Profil Unit Kerja

Inspektorat daerah kabupaten soppeng beralamat di Jalan Kayangan No. 67


Watansoppeng. Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng adalah instansi pengawas pemerintah
yang dipimpin oleh inspektur dibantu oleh inspektur pembantu yang terdiri atas pembantu
wilayah I, pembantu wilayah II, pembantu wilayah III, dan pembantu wilayah IV.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 04 Tahun 2008 Tanggal 14
Januari 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah
Pemerintah Kabupaten Soppeng. Menerangkan tugas inspektorat daerah adalah membantu
Bupati dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksaan urusan
pemerintahan. Inspektorat daerah dalam melalukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan
urusan pemerintahan bertanggungjawab kepada Bupati selaku kepala daerah melalui
Sekretaris Daerah.

4
Visi dan Misi Organisasi

a. Visi
“ Terwujudnya Tata Kelola yang Baik dan Akuntabel”
b. Misi
1. Meningkatkan tata kelola administrasi keuangan dan asset daerah.
2. Mewujudkan penerapan system akuntabilitas kinerja dan system pengendalian
intern pemerintah.
3. Meningkatkan pengelolaan pelayanan pengaduan masyarakat dalam rangka
terwujudnya penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.
4. Meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia aparat pengawas.

B. Struktur Organisasi

5
C. Konsep Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK
Nilai-nilai Dasar Profesi ASN atau yang biasa disebut dengan Core Value ASN terdiri
atas 7 (nilai dasar) yang disingkat dengan BerAKHLAK yang merupakan akronim dari
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
Sebelum mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN, ada satu tahap yang harus dilalui
aitu tahap internalisasi. Internalisasi merupakan proses pemahaman atas nilai yang
terkandung dari masing-masing poin BerAKHLAK. Adapun poin-poinnya sebagai
berikut:
1. Berorientasi Pelayanan
Berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik pasal 1 menjelaskan
bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegatan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dnegan peraturan perundang-undangan bagi
setiap arga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administrasi
yang disediakan oleh penyelnggara pelayanan publik. Adapun penyelenggara pelayanan
publik menurut UU Pelayanan publik adalah setiap institusi penyelenggara negara,
korporasi, Lembaga independent yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk
kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk
kegiatan pelayanan publik. Asas penyelenggaraan pelayanan public seperti yang
tercantum dalam pasal 4 UU Pelayanan Publik, yaitu :
a. Kepentingan umum;
b. Kepastian hukum;
c. Kesamaan hak;
d. Keseimbangan hak dan kewajiban;
e. Keprofesionalan;
f. Partisipatif;
g. Persamaan perlakuan /tidak disktiminatif;
h. Keterbukaan
i. Akuntabilitas;
j. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan;
k. Ketepatan waktu; dan
l. Kecepatan, kemudahan, dan keterangkauan.

Pelayanan publik yang baik juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan untuk
merespon berbagai kebutuhan dalam penyelnggaraan pelayanan public di lingkungan

6
birokrasi. Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan
publik yang baik adalah :
a. Partisipatif : Pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan : Pemerintah harus menyediakan akses bagi warga negara untuk
mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang
diselenggarakan , seperti persyaratan, prosedur biaya dan sejenisnya.
c. Responsif : Pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan
warga negaranya. Tidak hanya terkait dengan bentu dan jenis pelayanan public
yang mereka butuhkan, akan tetapi juga trekait dengan mekanisme
penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, proedur, dan biaya penyelenggaraan
pelayanan.
d. Tidak diskriminatif : Pemerintah tidak boleh membedakan antara satu warga
dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara,
seperti status social, pandangan politik, agama, profesi, enis kelamin atau
orientasi seksual, difabel dan sejenisnya.
e. Mudah dan Murah : Mudah dalam arti berbagai persyaratan yang dibutuhkan
tersebut masuk akal dan mudah untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang
dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh
seluruh warga negara.
f. Efektif dan Efisien : Penyelenggaraan pelayanan public harus mampu
mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan
tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit,
dan biaya yang murah.
g. Aksesibel : harus dapat dijangkau oleh warga Negara yang membutuhkan dalam
arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan public, mudah dilihat, gampang
ditemukan, dan lain-lain) dan dapat dijangkau dalam arti non fisik yang terkait
dnegan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk
mendapatkan layanan tersebut.
h. Akuntabel : Penyelenggaraan pelayanan public dilakukan dengan menggunakan
fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga Negara melalui pajak
yang mereka bayar. Oleh karena itu, semua bentuk penyelnggaraan pelayanan
publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

7
i. Berkeadilan : Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah
memiliki berbagai tujuan. Salah satu tujuan yang penting adalah melindungi
warga Negara dari praktik buruk yang dilakukan oleh warga Negara yang lain.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa terdapat tiga unsur penting
dalam pelayanan publik khususnya dalam konteks ASN, yaitu 1) Penyelenggara pelayanan
publik yaitu ASN/Birokrasi, 2) Penerima layanan yaitu masyarakat, 3) kepuasan yang
diberikan dan/atau diterima oleh penerima layanan.

2. Akuntabel
Kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibiltas atau tanggung jawab.
Namun pada dasarnya, kedua konsep itu memiliki arti yang berbeda. Responsibiltas
adalah kewajiban untuk bertanggung jawab kepada seseorang/organisasi yang
memberikan amanat. Akuntabiliitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dari amnaah ynag dipercayakan
kepadanya. Amanah seorang ASN menurut SE Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 adakah menjamin terwujudnya
perilaku yang sesuai dengan Core Values ASN BerAKHLAK.
Dalam Konteks Akuntabilitas, perilaku tersebut adalah :
a) Kemampuan melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin dan berintegritas tinggi
b) Kemampuan menggunakan kekayaan dan barang milik Negara secara bertanggung
jawab, efektif dan efisien
c) Kemampuan menggunakan kewenangan jabatannya dengan berintegritas tinggi.

3. Kompeten
Kompetensi merupakan perpaduan aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan
(skill), dan sikap (attitude) yang terindikasikan dalam kemampuan dan perilaku
seseorang sesuai tuntutan pekerjaan. Pengertian yang sama juga digunakan dalam
konteks ASN, kompetensi adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan dan perilaku
yang diperlukan dalam melaksanakan tugas jabatan (Pasal 1 PermenpanRB Nomor 38
Tahun 2017), dan kompetensi menjadi faktor penting untuk mewujudkan pegawai
profesional dan kompetitif. Dalam hal ini ASN sebagai profesi memiliki kewajiban
mengelola dan mengembangkan kompetensi dirinya, termasuk mewujudkannya dalam
kinerja.

8
Panduan Perilaku Kompeten, yaitu:
a) Meningkatkan Kompetensi Diri
b) Membantu Orang Lain Belajar
c) Melaksanakan Tugas Terbaik

4. Harmonis
Harmoni (dalam bahasa Yunani: harmonia) berarti terikat secara serasi/sesuai). Dalam
bidang filsafat, harmoni adalah kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian
rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur.
Sebagai contoh, seharusnya terdapat harmoni antara jiwa jasad seseorang manusia,
kalau tidak, maka belum tentu orang itu dapat disebut sebagai satu pribadi. Dapat
dicontohkan, pada bidang musik, sejak abad pertengahan pengertian harmoni tidak
mengikuti pengretian yang pernah ada sebelumnya, harmoni tidak lagi menekankan
pada urutan bunyi dan nada yang serasi, tetapi keserasian nada secara bersamaan.
Setiap ASN perlu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai BerAKHLAK. Adapun panduan
perilaku Harmonis adalah sebagai berikut :
a) Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
b) Suka menolong orang lain
c) Membangun Lingkungan kerja yang kondusi

5. Loyal
Bagi seorang Pegawai Negeri Sipil, kata loyal dapat dimaknai sebagai kesetiaan, paling
tidak terhadap cita-cita organisasi, dan lebih-lebih kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Loyal, merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values
ASN yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan bangsa dan negara, dengan panduan perilaku:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesi Tahun 1945, NKRI serta pemerintah yang sah;
b. Menjaga nama baik sesama ASN, Pimpinan, instansi dan Negara;
c. Memegang rahasia jabatan dan negara.

6. Adaptif
Adaptasi merupakan kemampuan alamiah dari makhluk hidup. Organisasi dan individu
di dalamnya memiliki kebutuhan beradaptasi selayaknya makhluk hidup, untuk

9
mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Kemampuan beradaptasi juga
memerlukan adanya inovasi dan kreativitas yang ditumbuhkembangkan dalam diri
individu maupun organisasi. Di dalamnya dibedakan mengenai bagaimana individu
dalam organisasi dapat berpikir kritis versus berpikir kreatif. Budaya adaptif dalam
pemerintahan merupakan budaya organisasi di mana ASN memiliki kemampuan
menerima perubahan, termasuk penyelarasan organisasi yang berkelanjutan dengan
lingkungannya, yaitu:
a. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan;
b. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas;
c. Bertindak proaktif.

7. Kolaboratif
Kolaboratif harus memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi,
terbuka dalam bekerja sama dalam menghasilkan nilai tambah, serta menggerakan
pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama. Ansel dan Gash (2007:544)
membangun enam kriteria penting untuk kolaborasi yaitu: 1) forum yang diprakarsai oleh
lembaga publik atau lembaga; 2) Peserta dalam forum termasuk aktor nonstate; 3) Peserta
terlibat langsung dalam pengambilan keputusan dan bukan hanya '‘dikonsultasikan’ oleh
agensi publik; 4) Forum secara resmi diatur dan bertemu secara kolektif; 5) Forum ini
bertujuan untuk membuat keputusan dengan konsensus (bahkan jika konsensus tidak tercapai
dalam praktik); 6) Fokus kolaborasi adalah kebijakan publik atau manajemen.

Nilai-nilai dasar penerapan kolaboratif (kode etik/panduan prilaku) :

a. Memberi kesepakatan berbagai pihak untuk berkontribusi

b. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah

c. Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama


Dalam pelaksanaan tugas, kolaborasi di antara setiap aparatur mutlak harus
dilaksanakan. Bersinergi dan memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribusi dalam pembangunan, akan dapat mempercepat pencapaian suatu visi
dan cita-cita. Keterbukaan dalam bekerja sama, dan mencari solusi bersama akan
dapat menghasilkan nilai tambah, dan mempercepat mencapai tujuan bersama.

10
D. Kedudukan dan Peran ASN untuk Mendukung Terwujudnya Smart Governance
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah: pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN
yang profesional , memiliki dasar, etika profesi , bebas dari intervensi politik, bersih
dari praktik korupsi ,kolusi, dan nepotisme. Asas-asas penyelenggaraan manajemen
ASN :
a. Kepastian hokum
b. Profesionalitas
c. Proporsionalitas
d. Keterpaduan
e. Delegasi
f. Netralitas
g. Akuntabilitas
h. Efektif dan Efisien
i. Keterbukaan
j. Nondiskriminasi
k. Persatuan dan kesatuan
l. Keadilan dan kesetaraan
m. Kesejahteraan

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan


yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi semua golongan dan partai politik. Dan untuk menjalankan
kedudukannya tersebut, maka pegawai ASN berfungsi sebagai berikut : 1) pelaksana
kebijakan publik, 2) pelayan publik, dan 3) perekat dan pemersatu bangsa.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dapat
meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka
setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga
berkewajiban sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. ASN sebagai profesi
berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN
bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku
yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan

11
birokrasi pemerintah.
Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN mendukung pencapaian tujuan
dan sasaran organisasi serta memberikan ruang bagi transparansi, akuntabilitas,
obyektivitas dan keadilan. Pasca rekruitmen, berbagai sistem pengelolaan pegawai
dalam organisasi harus mencerminkan prinsip sistem merit yang sesungguhnya
dimana semua prosesnya didasarkan pada prinsip-prinsip obyektif dan adil bagai
pegawai. Jaminan sistem merit pada semua aspek pengelolaan pegawai akan
menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran dan kinerja. Pegawai
diberikan penghargaan dan pengakuan atas kinerjanya yang tinggi, disisi lain bad
performers mengetahui kelemahannya untuk kemudian dibantu oleh organisasi untuk
meningkatkan kinerja.

2. Smart ASN
Literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekedar
menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Namun, literasi digital
juga banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan
proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif (Kurnia & Wijayanto,
2020; Kurnia & Astuti, 2017).

Terdapat empat pilar litersi digital yaitu :


a. Etika Bermedia Digital
Etika Bermedia Digital adalah kemampuan individu dalam menyadari,
mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan
mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.
Dasar digital ethics, yaitu :
- Pengetahuan dasar akan peraturan, regulasi yang berlaku, tata krama, dan
etika berinternet (netiquette)
- Pengetahuan dasar membedakan informasi apa saja yang mengandung hoax
dan tidak sejalan, seperti: pornografi, perundungan, dll.
- Pengetahuan dasar berinteraksi, partisipasi dan kolaborasi di ruang digital
yang sesuai dalam kaidah etika digital dan peraturan yang berlaku.
- Pengetahuan dasar bertransaksi secara elektronik dan berdagang di ruang
digital yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

12
b. Budaya Bermedia Digital
Budaya Bermedia Digital : Kemampuan individu dalam membaca,
menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan,
nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Dasar
digital culture, yaitu :
- Pengetahuan dasar akan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan
kehidupan berbudaya, berbangsa dan berbahasa Indonesia.
- Pengetahuan dasar membedakan informasi mana saja yang tidak sejalan
dengan nilai Pancasila di mesin telusur, seperti perpecahan, radikalisme, dll.
- Pengetahuan dasar menggunakan Bahasa Indonesia baik dan benar dalam
berkomunikasi, menjunjung nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika.
- Pengetahuan dasar yang mendorong perilaku konsumsi sehat, menabung,
mencintai produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya.

c. Aman Bermedia Digital


Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan,
menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam
kehidupan sehari-hari. Dasar digital safety, yaitu :
- Pengetahuan dasar fitur proteksi perangkat keras (kata sandi, fingerprint)
Pengetahuan dasar memproteksi identitas digital (kata sandi).
- Pengetahuan dasar dalam mencari informasi dan data yang valid dari sumber
yang terverifikasi dan terpercaya, memahami spam, phishing.
- Pengetahuan dasar dalam memahami fitur keamanan platform digital dan
menyadari adanya rekam jejak digital dalam memuat konten sosmed.
- Pengetahuan dasar perlindungan diri atas penipuan (scam) dalam transaksi
digital serta protokol keamanan seperti PIN dan kode otentikasi.

d. Cakap Bermedia Digital


Cakap Bermedia Digital adalah Kemampuan individu dalam mengetahui,
memahami & menggunakan perangkat keras & piranti lunak , TIK serta operasi
digital dalam kehidupan sehari-hari. Dasar digital skills, yaitu :
- Pengetahuan dasar menggunakan digital (HP,PC), pengetahuan dasar
mengoperasikan piranti lunak (software) sera aplikasi.
- Pengetahuan dasar tentang mesin telusur (search engine) dalam mencari

13
informasi & data, memasukkan kata kunci & memilah berita benar.
- Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi chat & medsos untuk
berkomunikasi & berinteraksi, mengunduh & mengganti setting.
- Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi dompet digital & e-commerce
untuk memantau keuangan & bertransaksi secara digital.

Nilai – Nilai dalam Smart ASN sebagai berikut :


a. Integrasi
Integritas Pegawai ASN yang dimaksud adalah “konsistensi Pegawai ASN dalam
berperilaku yang selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam
hubungan dengan atasan, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, serta
mampu mendorong terciptanya budaya etika tinggi dan bertanggung jawab

b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Nasionalisme
memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu
cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan
mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya
oleh setiap penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah. Seorang PNS dituntut
untuk memiliki perilaku mencintai tanah air Indonesia (nasionalisme) dan mengedepankan
kepentingan nasional. Nasionalisme merupakan salah satu perwujudan dari fungsi PNS
sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan tugas, seorang ASN senantiasa
harus mengutamakan dan mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kepentingan
kelompok, individu, golongan harus disingkirkan demi kepentingan yang lebih besar yaitu
kepentingan bangsa dan Negara diatas segalanya.

c. Profesionalisme
Pegawai Negeri Sipil adalah terpenuhinya kecocokan antara kemampuan aparatur
dengan kebutuhan tugas merupakan syarat terbentuknya aparatur yang profesional.
Artinya, keahlian dan kemampuan aparat merefleksikan arah dan tujuan yang dicapai
oleh sebuah organisasi.

d. Berwawasan Global

14
Merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan anak didik
dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan
yang bersifat kompetitif dan dengan derajat saling menggantungkan antar bangsa
yang sangat tinggi.

e. Menguasai IT & Bahasa Asing


ASN dituntut tidak Gaptek (gagap teknologi) dan informasi yakni dapat
mengoprasikan dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT (informasi teknologi)
termasuk dapat dengan bijak memanfaatkan internet yang digunakan dalam
meningkatkan kualitas tugas dan fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian kepada
masyarakat. Seorang ASN selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar
juga memiliki kemampuan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin
dan lain sebagainya.
f. Berjiwa Hospitality (Keramahan)
Hospitality/Keramahan adalah memiliki sifat baik hati dan menarik budi bahasanya,
manis tutur kata dan sikapnya dalam setiap menjalankan aktivitas pelaksanaan tugas
dan pekerjaan khususnya dalam menampilkan pelayanan prima kepada masyarakat.

g. ASN memiliki kemampuan Networking


Networking adalah membangun/menjalin hubungan dengan orang lain atau organisasi
yang berpengaruh positif pada kesuksesan profesional maupun personal.

h. ASN memiliki jiwa Enterpeneurship


ASN dituntut memiliki kemampuan Enterpeneurship yakni berjiwa kewirausahaan
yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreativitas, inovatif, pantang menyerah,
dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan peluang serta bertanggung jawab.
Enterpeneurship juga dapat diartikan berpikir tentang masa depan orang banyak.
Kehidupan orang banyak, kesejahteraan masyarakat dan bagaimana cara membantu
mereka yang membutuhkan. Dan dengan dimilikinya kemampuan Enterpeneurship
ini, maka seorang ASN akan mampu meningkatkan kinerja dalam setiap waktunya.

15
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi Isu

Isu merupakan hal yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap keberlangsungan
penyelenggaraan pemerintahan, yang kemudian dibutuhkan kemampuan berpikir kritis,
analitis dan objektif terhadap satu persoalan, sehingga dapat dirumuskan alternatif
pemecahan masalah yang lebih baik dengan dasar analisa yang matang. Secara umum isu
diartikan sebagai suatu fenomena/kejadian yang diartikan sebagai masalah , sedangkan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu adalah masalah yang dikedepankan untuk
ditanggapi; kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya, kabar
angin, desas desus. Menurut W. Howard Chase dan Barry Jones, isu didefinisikan sebagai
suatu hal yang terjadi, baik di dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani
secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi dan berlanjut pada tahap krisis.
Berdasarkan hasil observasi dan praktik kerja yang dilakukan di Inspektorat Daerah
Kabupaten Soppeng, maka peserta latsar menemukan beberapa isu dalam pelaksanaannya
masih dapat dilakukan perbaikan. Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi
beberapa isu atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas di instansi
tempat bekerja. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, kelompok
maupun organisasi. Adapun isu-isu yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman mentor
serta teman-teman di Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng sebagai berikut:
1. Belum Tersedianya Website Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng
Website Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng belum tersedia sehingga belum
mampu menyajikan informasi-informasi terkini terkait program-program kerja apa
saja yang sedang dilaksanakan oleh Inspektorat.
2. Belum Optimalnya Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan pada
Inspektorat daerah Kabupaten Soppeng

16
Belum optimalnya pengarsipan surat keterangan bebas temuan yang masih
menggunakan metode lama mengakibatkan saat arsip dibutuhkan susah untuk
dicari karena terlalu menumpuk atau hilang dan tidak terklasifikasi dengan baik.
Hal ini juga menghambat proses kinerja pegawai jika ada masyarakat yang
membutuhkan kembali arsip itu. Sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah
dengan berbagai domain tugas dan fungsi, Inspektorat sudah seharusnya
melakukan penyederhanaan prosedur dengan melakukan digitalisasi.
3. Belum Tersedianya Aplikasi Web Pengelolaan Arsip Hasil Pemeriksaan di
Lingkup Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng
Belum tersedianya aplikasi web pengelolaan arsip hasil pemeriksaan di Lingkup
Inspektorat daerah yang kemudian berpengaruh kepada tidak efektif dan
efisiennya Inspektorat Daerah dalam melakukan tugasnya membantu Bupati
melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksaan urusan
pemerintahan. Sementara dokumen laporan hasil pemeriksaan adalah dokumen
penting yang berisikan data-data hasil pemeriksaan yang menjadi bahan evaluasi
setiap instansi.

B. Penetapan Isu Utama

Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu tersebut, perlu dilakukan proses analisis isu
untuk menentukan isu yang mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh
penulis. Proses tersebut menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Kelayakan.

1. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di kalangan


masyarakat.
2. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga
perlu dicarikan solusi permasalahannya.
3. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
4. Layak artinya isu yang diangkat realistis dan masuk akal untuk dipecahkan
permasalahannya.

17
Tabel 3.1

Penetapan Isu Utama dengan Metode APKL

Kriteria
No. Identifikasi Isu Total Rangking
A P K L
1. Belum Tersedianya Website 5 2 5 3 15 III
Inspektorat Daerah Kabupaten
Soppeng
2. Belum Optimalnya Pengarsipan Surat 5 4 5 4 18 I
Keterangan Bebas Temuan pada
Inspektorat daerah Kabupaten
Soppeng
3. Belum Tersedianya Aplikasi Web 5 4 3 4 16 II
Pengelolaan Arsip Hasil Pemeriksaan
di Lingkup Inspektorat Daerah
Kabupaten Soppeng

Adapun kriteria penetapan indikator APKL, yaitu:

Aktual:

1: Benar-benar terjadi

2: Benar-benar sering terjadi

3: Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan

4: Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaraan

5: Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan

18
Problematik:

1: Masalah Sederhana

2: Masalah Kurang Kompleks

3: Masalah Cukup Kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusinya

4: Masalah Kompleks

5: Masalah Sangat Kompleks Sehingga Perlu Dicarikan Segera Solusinya

Kekhalayakan:

1: Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak

2: Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak

3: Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak

4: Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak

5: Sangat Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak

Layak:

1: Masuk Akal

2: Realistis

3: Cukup Masuk Akal dan Realistis

4: Masuk Akal dan Realistis

5: Masuk Akal, dan Relevan Untuk Dimunculkan Inisiatif pemecahan Masalahnya.

Berdasarkan penetapan isu dengan menggunakan Teknik APKL, maka kesimpulan


yang diperoleh mengarah pada isu prioritas:

“Belum Optimalnya Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan pada


Inspektorat daerah Kabupaten Soppeng”

19
C. Penentuan Penyebab Isu Utama

Dalam menganalisis masalah, penulis menggunakan metode Fish Bone Diagram seperti
tampak pada gambar:

Gambar 3.2 Analisis Menggunakan Fishbone Diagram

Belum tertibnya staf Alat Scanner Belum


melakukan pengarsipan Dioptimalkan
Belum Optimalnya
Penataan Arsip
Dokumen Arsip Surat Keterangan
Pengarsipan Masih
Terus Bertambah Bebas Temuan
Secara Manual

Berdasarkan analisis diagram Fishbone, maka dapat diidentifikasi bahwa isu yang
terjadi yakni belum optimalnya pengarsipan surat keterangan bebas temuan yang disebabkan
beberapa faktor. Faktor penghambat diantaranya adalah dari sisi Man atau Sumber Daya
Manusia yakni tidak tertibnya petugas melakukan pengarsipan. Untuk Method atau Metode
kondisi yang terjadi adalah pengarsipan surat keterangan bebas temuan masih secara manual.
Dari segi Material adalah arsip tersebut yang terus bertambah. Sedangkan dari sisi Machine
adalah alat scanner belum dioptimalkan.
Mengacu dari akar penyebab masalah sesuai kondisi di atas, maka sangat penting untuk
memecahkan masalah sesuai dengan gagasan yang diangkat yakni Digitalisasi Pengarsipan
Surat Keterangan Bebas Temuan Berbasis Google Drive Pada Inspektorat Daerah
Kabupaten Soppeng.

D. Analisis Dampak Jika Isu Utama Tidak Diselesaikan

20
Berdasarkan penetapan peringkat pertama pada metode APKL, ditetapkan isu belum
optimalnya pengarsipan surat keterangan bebas temuan. Adapun dampak yang ditimbulkan
jika isu tidak diselesaikan yaitu:

1. Sulitnya menemukan arsip dengan cepat saat dibutuhkan.


2. Tidak adanya backup data apabila hardfile sudah hilang.
3. Menghambat kinerja pegawai.

E. Pihak-pihak yang Terdampak dari Isu Utama


Adapun pihak-pihak yang terdampak dari belum optimalnya pengarsipan surat keterangan
bebas temuan adalah
1. Pihak Sub Bagian Analisis, Evaluasi dan Tindak Lanjut sebagai pemberi layanan
pengurusan surat keterangan bebas temuan.
2. Pihak Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Perencanaan dan Keuangan sebagai
pemberi layanan pengurusan surat keterangan bebas temuan.
3. Masyarakat, dalam hal ini yang memiliki kepentingan dalam pengurusan surat
keterangan bebas temuan seperti PNS yang akan dimutasi, PNS yang akan
Pensiun, Pihak Desa yang Akan mencairkan Dana Desa sebagai penerima layanan

F. Keterkaitan Isu Utama dengan Agenda Ketiga


Belum optimalnya pengarsipan surat keterangan bebas temuan pada Inspektorat Daerah
Kabupaten Soppeng berkaitan dengan SMART ASN karena hal tersebut merupakan dasar
dari Digital Skill yakni pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital (PC) dan
Pengetahuan dasar tentang mesin telusur dalam mencari informasi dan data.

G. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu Utama


Berdasarkan isu yang telah ditetapkan, gagasan kreatif/terpilih adalah “Digitalisasi
pengarsipan surat keterangan bebas temuan berbasis Google Drive pada Inspektorat Daerah
Kabupaten Soppeng yaitu sebagai upaya mengantisipasi hilangnya dokumen atau rusak yang
menyebabkan sulitnya menemukan arsip dengam cepat saat dibutuhkan, dan sebagai back up
data dalam organisasi.
Untuk memecahkan isu tersebut setiap kegiatan dan tahap kegiatan yang saya
rencanakan adalah sebagai berikut:

21
1. Mengumpulkan informasi tentang Teknik pengarsipan surat keterangan bebas
temuan secara digital.
2. Mengumpulkan Arsip Surat Keterangan Bebas Temuan Tahun 2021-2022.
3. Menginput dokumen softcopy ke dalam aplikasi Google Drive
4. Membuat QR Code
5. Melakukan Monitoring & Evaluasi Penerapan Digitalisasi Pengarsipan Surat
Keterangan Bebas Temuan

22
H. RANCANGAN AKTUALISASI
Unit Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng
Isu Yang Diangkat Belum Optimalnya Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan pada Inspektorat Kabupaten
Soppeng.
Gagasan pemecahan isu Digitalisasi Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan Berbasis Google Drive pada Inspektorat
Daerah Kabupaten Soppeng
Tujuan Gagasan pemecahan isu Optimalnya Pengarsipan Surat Keterangan Bebas Temuan pada Inspektorat Daerah Kabupaten
Soppeng.

No Kegiatan Tahapan Output Hasil Keterkaitan Substansi Konstribusi Penguatan Terhadap


. Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan Terhadap Visi Dan Nilai Organisasi
Misi Bupati
1 2 3 4 5 6 7
1 Mengumpulkan Digital Skill Visi: “Soppeng yang Proaktif (Adaptif)
informasi (Smart ASN) Lebih Melayani, Melaksanakan Tugas
tentang Teknik Maju dan Sejahtera” (Kompeten)
pengarsipan
surat Misi: Memantapkan
keterangan Tata Kelola
bebas temuan Pemerintahan yang

23
No Kegiatan Tahapan Output Hasil Keterkaitan Substansi Konstribusi Penguatan Terhadap
. Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan Terhadap Visi Dan Nilai Organisasi
Misi Bupati
secara digital. Baik.
1. Konsultasi Catatan Hasil Kondusif ( Harmonis)
dengan pimpinan Konsultasi Menjaga Nama Baik
tentang surat Pimpinan (Loyal)
bebas temuan Proaktif (Adaptif)
Bekerjasama
(Kolaboratif)
2. Menyusun Draft Rencana Proaktif (Adaptif)
Draft Rencana Kegiatan Meningkatkan
Kegiatan Aktualisasi Kompetensi (Kompeten)
Pelaksanaan Bertanggung Jawab
Aktualisasi (Akuntabel)
3. Mencari Referensi dari Proaktif (Adaptif)
referensi Internet Meningkatkan
mengenai Surat Kompetensi (Kompeten)
Keterangan Bebas
Temuan di
Internet

24
Deskripsi Kegiatan
1.Keterkaitan kegiatan dengan Agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
 Mengumpulkan informasi tentang teknik pengarsipan surat keterangan bebas temuan secara digital.terkait dengan SMART ASN, karena
hal tersebut merupakan dasar dari Digital Skill yakni pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital (PC) dan Pengetahuan
dasar tentang mesin telusur dalam mencari informasi dan data.
2. Keterkaitan Tahapan kegiatan dengan agenda Nilai-nilai Dasar PNS
 Tahapan 1, Konsultasi dengan pimpinan tentang surat bebas temuan adalah wujud Harmonis karena peserta latsar membangun
lingkungan kerja yang kondusif dengan pimpinan, berwujud Loyal karena peserta latsar menjaga nama baik pimpinan dan instansi yang
mana sebelum melakukan kegiatan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan, berwujud Adaptif karena peserta latsar
bertindak proaktif, Selain itu juga merupakan perwujudan Kolaboratif karena peserta latsar memberikan kesempatan kepada berbagai
pihak untuk berkontribusi dalam hal ini memberikan kesempatan kepada pimpinan untuk memberikan arahan terkait pelaksanaan
kegiatan.
 Tahapan 2, Menyusun Draft Rencana Kegiatan Pelaksanaan Aktualisasi adalah wujud dari Adaptif karena peserta latsar bertindak
proaktif dalam penyusunan draft rencana aktualisasi, wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi diri untuk
menjawab tantangan yang selalu berubah dalam hal ini penyusunan draft rencana aktualisasi, serta juga termasuk perwujudan dari
Akuntabel karena peserta latsar melakukan penyusunan draft rencana aktualisasi dengan cermat dan bertanggung jawab.
 Tahapan 3, Mencari referensi mengenai surat keterangan bebas temuan di internet adalah wujud dari Adaptif karena peserta latsar
bertindak proaktif dalam mencari referensi, selain itu merupakan perwujudan dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan
kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah dalam hal ini mencari referensi di internet.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Visi Misi Bupati
 Mengumpulkan informasi tentang teknik pengarsipan surat keterangan bebas temuan secara digital sesuai dengan misi Bupati yaitu
Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik.

25
4. Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi
 Yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu nilai- nilai Adaptif dan Kompeten.
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
1 2 3 4 5 6 7
2 Mengumpulkan Manajemen ASN Visi: “Soppeng Proaktif (Adaptif)
Arsip Surat yang Lebih Kompetensi(Kompeten)
Keterangan Melayani, Maju Perbaikan Tiada Henti
Bebas Temuan dan Sejahtera” (Berorientasi
Tahun 2021- Pelayanan)
2022 Misi: Bertanggung Jawab
Memantapkan Tata (Akuntabel)
Kelola
Pemerintahan yang
Baik.

1. Berkoordinasi Catatan Hasil Bekerjasama


dengan staf yang Koordinasi (Kolaboratif)
menangani surat Kondusif ( Harmonis)
keterangan bebas Proaktif (Adaptif)

26
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
temuan
2. Membuat Form Form Checklist Proaktif (Adaptif)
Checklist Jumlah Melaksanakan Tugas
Surat Keterangan (Kompeten)
Bebas Temuan Solutif (Berorientasi
Tahun 2021- 2022 Pelayanan)
pada Microsoft Bertanggung Jawab
Excel (Akuntabel)

3. Mengumpulkan Hardcopy Surat Proaktif (Adaptif)


Hardcopy Surat Keterangan Bebas Melaksanakan Tugas
Keterangan Bebas Temuan (Kompeten)
Temuan Tahun Bertanggung Jawab
2021- 2022 (Akuntabel)
4. Melakukan Arsip yang Telah Proaktif (Adaptif)
Checklist pada disortir Melaksanakan Tugas
form checklist (Kompeten)
Surat Keterangan Bertanggung Jawab
Bebas Temuan

27
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Substansi Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
Tahun 2021-2022 (Akuntabel)

Deskripsi Kegiatan

1.Keterkaitan kegiatan dengan Agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
 Mengumpulkan Arsip Surat Keterangan Bebas Temuan Tahun 2021-2022 terkait dengan Manajemen ASN, karena hal tersebut
merupakan salah satu peran sebagai ASN yakni pelaksana penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dalam hal ini mengumpulkan
arsip merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan.
2. Keterkaitan Tahapan kegiatan dengan agenda Nilai-nilai Dasar PNS
 Tahapan 1, Berkoordinasi dengan staf yang menangani surat keterangan bebas temuan adalah wujud Kolaboratif karena peserta latsar
Terbuka dalam bekerjasama dengan staf untuk menghasilkan nilai tambah, selain itu merupakan perwujudan Harmonis karena peserta
latsar membangun lingkungan kerja yang kondusif dengan rekan kerja. Selain itu, juga merupakan perwujudan dari Adaptif karena
peserta latsar bertindak proaktif untuk berkoordinasi dengan staf yang menangani surat keterangan bebas temuan.
 Tahapan 2, Membuat form checklist jumlah surat keterangan bebas temuan tahun 2021-2022 adalah wujud Adaptif karena peserta
latsar bertindak proaktif dan memiliki inisiatif untuk membuat form checklist, wujud dari Kompeten karena peserta latsar membuat
form checklist jumlah surat keterangan bebas temuan dengan kualitas terbaik, wujud dari Berorientasi Pelayanan karena peserta latsar
solutif dan dapat diandalkan dalam membuat form checklist ini.

28
 Tahapan 3, Mengumpulkan Hardcopy Surat Keterangan Bebas Temuan Tahun 2021-2022 adalah wujud dari Adaptif karena peserta
latsar bertindak proaktif mengumpulkan hardcopy surat keterangan bebas temuan, wujud dari Kompeten karena peserta latsar
mengumpulkan hardcopy surat keterangan bebas temuan dengan kualitas terbaik. Selain itu, juga merupakan perwujudan dari
Akuntabel karena mengumpulkan hardcopy surat keterangan bebas temuan dalam hal ini menggunakan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif dan efisien.
 Tahapan 4, Melakukan Checklist pada form checklist Surat Keterangan Bebas Temuan Tahun 2021-2022 adalah wujud dari Adaptif
karena peserta latsar bertindak proaktif melakukan checklist pada form checklist, wujud Kompeten karena peserta latsar melakukan
checklist pada form checklist surat keterangan bebas temuan dengan baik. Juga merupakan perwujudan dari Akuntabel karena peserta
latsar melakukan tahapan kegiatan ini dengan cermat dan bertanggung jawab.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Visi Misi Bupati
 Mengumpulkan Arsip Surat Keterangan Bebas Temuan Tahun 2021-2022 sesuai dengan Misi Bupati yaitu Memantapkan tata kelola
pemerintahan yang baik.
4.Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi
 Yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu nilai- nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten dan Adaptif.
Konstribusi
Output Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi
Kegiatan Mata Pelatihan Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
1 2 3 4 5 6 7
3 Menginput Digital Skill Visi: “Soppeng Inovatif (Adaptif)
dokumen (Smart ASN) yang Lebih Meningkatkan
softcopy ke Melayani, Maju Kompetensi

29
Konstribusi
Output Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi
Kegiatan Mata Pelatihan Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
dalam aplikasi dan Sejahtera” (Kompeten)
Google Drive Solutif ( Berorientasi
Misi: Pelayanan)
Memantapkan Tata Cermat (Akuntabel)
Kelola
Pemerintahan yang
Baik.

1. Melakukan Scan Softfile Surat Inovatif (Adaptif)


Surat Keterangan Keterangan Bebas Meningkatkan
Bebas Temuan Temuan Kompetensi
dalam Bentuk (Kompeten)
PDF Cermat ( Akuntabel)
2. Memindahkan Data Terinput Inovatif (Adaptif)
hasil scan ke Meningkatkan
dalam aplikasi Kompetensi
Google Drive (Kompeten)
Cermat ( Akuntabel)

30
Konstribusi
Output Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi
Kegiatan Mata Pelatihan Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
3. Memverifikasi Terverifikasinya Inovatif (Adaptif)
dokumen pada Dokumen Meningkatkan
Google Drive Kompetensi
(Kompeten)
Cermat ( Akuntabel)
Deskripsi Kegiatan

1.Keterkaitan kegiatan dengan Agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
 Menginput dokumen softcopy ke dalam aplikasi Google Drive terkait dengan Smart ASN, karena hal tersebut merupakan dasar dari
Digital Skill yakni pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital (PC) dan Pengetahuan dasar tentang mesin telusur dalam
mencari informasi dan data.
2. Keterkaitan Tahapan kegiatan dengan agenda Nilai-nilai Dasar PNS
 Tahapan 1, Melakukan Scan Surat Keterangan Bebas Temuan dalam Bentuk PDF adalah wujud Adaptif karena peserta latsar terus
berinovasi dan mengembangkan kreativitas, juga wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi untuk menjawab
tantangan yang selalu berubah. Selain itu merupakan perwujudan Akuntabel karena peserta latsar melaksanakan tugas dengan cermat.
 Tahapan 2, Memindahkan hasil scan ke dalam aplikasi Google Drive adalah wujud Adaptif karena peserta latsar terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas, juga wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah. Selain itu merupakan perwujudan Akuntabel karena peserta latsar melaksanakan tugas dengan cermat.
 Tahapan 3, Memverifikasi dokumen pada Google Drive adalah wujud Adaptif karena peserta latsar terus berinovasi dan

31
mengembangkan kreativitas, juga wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah. Selain itu merupakan perwujudan Akuntabel karena peserta latsar melaksanakan tugas dengan cermat.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Visi Misi Bupati
 Menginput dokumen softcopy ke dalam aplikasi Google Drive sesuai dengan misi Bupati yaitu Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan
Yang Baik.
4. Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi
 Yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu nilai- nilai Adaptif, Kompeten, Berorientasi Pelayanan dan Akuntabel.

Konstribusi
No Output Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi
. Kegiatan Mata Pelatihan Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
1 2 3 4 5 6 7
4 Membuat QR Digital Skill Visi: “Soppeng Inovatif (Adaptif)
Code (Smart ASN) yang Lebih Meningkatkan
Melayani, Maju Kompetensi
dan Sejahtera” (Kompeten)
Misi: Solutif ( Berorientasi
Memantapkan Tata Pelayanan)
Kelola Cermat (Akuntabel)
Pemerintahan yang

32
Konstribusi
No Output Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi
. Kegiatan Mata Pelatihan Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
Baik.

1. Membuat akses Daftar Link Antusias Terhadap


hyperlink berkas Perubahan (Adaptif)
yang ingin Meningkatkan
dibagikan ke Kompetensi
pihak yang (Kompeten)
membutuhkan Cermat ( Akuntabel)
2. Menyusun data Screenshot Inovatif (Adaptif)
scan QR Code Aplikasi QR Code Meningkatkan
Kompetensi
(Kompeten)
Cermat ( Akuntabel)
3. Melakukan Hasil Scan QR Antusias Terhadap
evaluasi dengan Code Perubahan (Adaptif)
mencoba Meningkatkan
menscan QR Kompetensi
code

33
Konstribusi
No Output Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi
. Kegiatan Mata Pelatihan Nilai Organisasi
Dan Misi Bupati
(Kompeten)
Cermat ( Akuntabel)
4. Mencetak QR QR Code Inovatif (Adaptif)
Code yang siap Meningkatkan
digunakan Kompetensi
(Kompeten)
Cermat ( Akuntabel)

Deskripsi Kegiatan
1.Keterkaitan kegiatan dengan Agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
 Membuat QR Code terkait dengan Smart ASN, karena hal tersebut merupakan dasar dari Digital Skill yakni pengetahuan dasar
menggunakan perangkat keras digital (PC) dan Pengetahuan dasar tentang mesin telusur dalam mencari informasi dan data.
2. Keterkaitan Tahapan kegiatan dengan agenda Nilai-nilai Dasar PNS
 Tahapan 1, Membuat akses hyperlink berkas yang ingin dibagikan ke pihak yang membutuhkan adalah wujud Adaptif karena peserta
latsar cepat menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan, wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi diri
untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, serta Akuntabel karena membuat akses hyperlink berkas dengan cermat.
 Tahapan 2, Menyusun Data Scan QR Code adalah wujud Adaptif karena peserta latsar terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas,

34
wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, serta
perwujudan dari Akuntabel karena cermat dalam Menyusun data scan QR Code.
 Tahapan 3, Melakukan evaluasi dengan mencoba menscan QR Code adalah wujud Adaptif karena peserta latsar cepat menyesuaikan diri
dalam menghadapi perubahan, wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan
yang selalu berubah. Selain itu, juga merupakan perwujudan dari Akuntabel karena melakukan evaluasi dengan mencoba QR Code
dengan cermat.
 Tahapan 4, Mencetak QR Code yang siap digunakan adalah wujud Adaptif karena peserta latsar terus berinovasi dan mengembangkan
kreativitas, wujud dari Kompeten karena peserta latsar meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.
selain itu merupakan perwujudan Akuntabel karena peserta latsar Mencetak QR Code yang siap digunakan dengan cermat.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Visi Misi Bupati
 Membuat QR Code sesuai dengan misi Bupati yakni Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik.

4. Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi


 Yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu nilai- nilai Adaptif, Kompeten, Berorientasi Pelayanan dan Akuntabel.
Kegiatan Tahapan Output Hasil Keterkaitan Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Kegiatan Substansi Mata Terhadap Visi Nilai Organisasi
Pelatihan Dan Misi Bupati
1 2 3 4 5 6 7

35
Kegiatan Tahapan Output Hasil Keterkaitan Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Kegiatan Substansi Mata Terhadap Visi Nilai Organisasi
Pelatihan Dan Misi Bupati
5 Melakukan Digital Skill Visi: “Soppeng Bekerjasama(Kolaboratif)
Monitoring & (SMART yang Lebih Kondusif ( Harmonis)
Evaluasi ASN) Melayani, Maju Bertanggung Jawab
Penerapan dan Sejahtera” (Akuntabel)
Digitalisasi
Pengarsipan Misi:
Surat Memantapkan
Keterangan Tata Kelola
Bebas Pemerintahan
Temuan yang Baik.

36
Kegiatan Tahapan Output Hasil Keterkaitan Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Kegiatan Substansi Mata Terhadap Visi Nilai Organisasi
Pelatihan Dan Misi Bupati
1. Melakukan Tersosialisasinya Bekerjasama
evaluasi dan Cara Pengarsipan (Kolaboratif)
sosialisasi Dalam Bentuk Kondusif
kepada rekan Softcopy ( Harmonis)
kerja tentang Bertanggung Jawab
pengarsipan (Akuntabel)
dokumen pada
aplikasi
2. Konsultasi Catatan Hasil Bekerjasama
dengan Konsultasi (Kolaboratif)
atasan/mentor Kondusif
terkait hasil (Harmonis)
akhir kegiatan Menjaga Nama Baik
Pimpinan (Loyal)

3. Sosialisasi Tersosialisasikannya Bekerjasama


kepada pegawai aplikasi dokumen (Kolaboratif)
yang bertugas Kondusif
dalam (Harmonis)

37
Kegiatan Tahapan Output Hasil Keterkaitan Konstribusi Penguatan Terhadap
No. Kegiatan Kegiatan Substansi Mata Terhadap Visi Nilai Organisasi
Pelatihan Dan Misi Bupati
pengarsipan Bertanggung Jawab
dokumen (Akuntabel)

Deskripsi Kegiatan
1.Keterkaitan kegiatan dengan Agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
 Melakukan monitoring & evaluasi penerapan digitalisasi pengarsipan surat keterangan bebas temuan terkait dengan Smart ASN,
karena hal tersebut merupakan dasar dari Digital Skill yakni pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital (PC) dan
Pengetahuan dasar tentang mesin telusur dalam mencari informasi dan data.
2. Keterkaitan Tahapan kegiatan dengan agenda Nilai-nilai Dasar PNS
 Tahapan 1, Melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada rekan kerja tentang pengarsipan dokumen pada aplikasi adalah wujud Kolaboratif
karena peserta latsar Terbuka dalam bekerjasama dengan rekan kerja, wujud dari Harmonis karena peserta Latsar membangun
lingkungan kerja yang kondusif dengan rekan kerja. Serta Akuntabel karena dalam melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada rekan
kerja dilakukan dengan bertanggung jawab.
 Tahapan 2, Konsultasi dengan atasan/mentor terkait hasil akhir kegiatan adalah wujud Kolaboratif karena peserta latsar Terbuka dalam
bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah, wujud dari Harmonis karena peserta Latsar membangun lingkungan kerja yang kondusif
dengan atasan, serta wujuda dari Loyal karena menjaga nama baik pimpinan dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum
memutuskan sesuatu.

38
 Tahapan 3, Sosialisasi kepada pegawai yang bertugas dalam pengarsipan dokumen adalah wujud Kolaboratif karena peserta latsar
Terbuka dalam bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah, selain itu merupakan perwujudan Harmonis karena peserta Latsar
membangun lingkungan kerja yang kondusif dengan rekan kerja, serta perwujudan dari Akuntabel karena Bertanggung jawab dalam
melaksanakan tugas.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Visi Misi Bupati
 Melakukan monitoring dan evaluasi penerapan digitalisasi pengarsipan surat keterangan bebas temuan sesuai dengan misi Bupati
Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik.
4. Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi
 Yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu nilai- nilai Kolaboratif, Harmonis dan Bertanggung Jawab.

I. MATRIKS

Nilai
Keg. 1 Keg. 2 Keg. 3 Keg. 4 Keg. 5 Total
Dasar Indikator Indikator
ASN 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3
Memenuhi kebutuhan ‘ 0
masyarakat
Berorientasi Ramah, cekatan, solutif 1
Pelayanan dan dapat diandalkan
Perbaikan tiada henti
0
Jujur, bertanggungjawab,
Akuntabel cermat, disiplin dan 13
berintegritas tinggi

39
Nilai
Keg. 1 Keg. 2 Keg. 3 Keg. 4 Keg. 5 Total
Dasar Indikator Indikator
ASN 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3
Efisien dan efektif 0
Tidak menyalahgunakan 0
kewenangan
Kompeten 9
Kompeten Membantu orang lain 0
Kualitas Terbaik 3
Menghargai setiap orang 0
Menolong orang lain 0
Harmonis
Lingkungan kerja
4
Kondusif
Memegang teguh
0
ideologi
Loyal Menjaga nama
2
baik BN
Menjaga rahasia jabatan 0
Menyesuaikan diri 2
Adaptif Inovasi dan kreativitas 5
Proaktif 7
Kontribusi 0
Kolaboratif Terbuka dalam Kerjasama 4
Penggerak SD 0

40
Keterkaitan Terhadap Visi Misi dan Tata Nilai Kabupaten Keg. 1 Keg. 2 Keg. 3 Keg. 4 Keg. 5 Total
Visi Soppeng yang lebih Melayani, Maju dan Sejahtera 0
Memantapkan penyelenggaran pelayanan dasar 0
Memantapkan perwujudan kesejahteraan masyarakat
0
Memantapkan pencapaian daya saing daerah
Misi 0
Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik
5
Memantapkan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan 0
Berorientasi Pelayanan 3
Akuntabel 4
Kompeten 4
Tata
Harmonis 1
Nilai
Loyal 0
Adaptif 5
Kolaboratif 1

Keterkaitan dengan agenda III Keg. 1 Keg. 2 Keg. 3 Keg. 4 Keg. 5 Total

41
Manajemen ASN 1
SMART ASN 4

42