Anda di halaman 1dari 6

Hukum pembiayaan adalah suatu aturan yang mengatur tentang kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau

barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Salah satu hal yang cukup penting dalam dunia bisnis adalah masalah modal. Lembaga yang secara konvensional menyediakan modal diantaranya adalah lembaga pembiayaan. Pendirian lembaga pembiayaan ditujukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Pasal 1 butir 5 Keppres no 61 tahun 1988 menyebutkan : Perusahaan pembiayaan adalah badan usaha di luar bank dan lembaga keuangan bukan bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan Sehingga dapat disimpulkan bahwa lembaga pembiayaaan berbeda dengan bank pada umumnya. Bank dalam menyalurkan dananya membutuhkan jaminan (Collateral) sedangkan pada lembaga pembiayaan syarat yang diajukan cukup flesibel dibandingkan bank, sehingga pada akhirnya lembaga pembiayaan cukup diminati oleh masyarakat.

Jenis Lembaga Pembiayaan Lembaga Pembiayaan terdiri dari : 1.Perdagangan Surat Berharga Perusahaan Perdagangan Surat Berharga adalah badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan surat berharga. 2. Venture Capital (Modal Ventura) Modal ventura adalah modal yang ditanamkan pada usaha yang mengandung risiko. Modal ventura merupakan pranata bisnis yang relative baru, jadi belum memperoleh pengaturan yang memadai.

Menurut Tony Lorenz, modal ventura adalah : investasi jangka panjang dalam bentuk penyediaan modal yang beresiko tinggi dimana penyedia dana (venture capitalist) bertujuan utama memperoleh keuntungan (capital gain) bukan pendapatan bunga atau dividen Menurut Clinton Richardson : modal ventura adalah dana yang diinvestasikan pada perusahaan pasangan usaha yang beresiko tinggi bagi investor. Menurut Robert White : modal ventura sebagai usaha penyediaan pembiayaan untuk membentuk dan mengembangkan usaha-usaha baru dibidang teknologi dan non teknologi. Menurut PP no. 61 tahun 1988 tentang lembaga pembiayaan: modal ventura adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Ciri khas : a. Bantuan pembiayaan pada perusahaan pasangan usaha. b. Bersifat sementara, sampai pada masanya dilakukan investasi c. Perusahaan modal ventura terlibat dalam manajemen perusahaan pasangan usaha yang dibiayainya. d. Pembiayaan bukan dalam bentuk pinjaman 9loan), melaikan penyertaan modal (equity participation). e. Pembiayaan itu beresiko tinggi karena modal usaha (risk capital) yang tidak didukung oleh jaminan (collateral) f. Motif utama adalah bisnis pembiayaan yang mengharapkan keuntungan relative tinggi sebagai imbalan pembiayaan risiko tinggi. g. Pembiayaan umumnya berjangka panjang dari 5 sampai 10 tahun. h. Pembiayaan ditujukan kepada perusahaan kecil atau masih baru, tetapi berpotensi besar untuk berkembang dan prospek cerah, bidang teknologi atau non teknologi, atau usaha yang mengandung terobosan baru. Perusahaan ini sulit memperoleh kredit perbankan. 3. Leasing (Sewa Guna Usaha) Sewa guna usaha adalah bentuk pembiayaan perusahaan berupa penyediaan barang modal yang digunakan untuk menjalankan usahanya dengan membayar sewa selama jangka waktu tertentu. The Equipment Leasing Association di Inggris mendifinisikan : lease adalah kontrak antara lessor dan lessee untuk penyewaan suatu jenis barang (asset) tertentu langsung dari pabrik atau agen penjual oleh lessee. Hak kepemilikan atas barang tetapa pada lessor, hak pakai atas barang ada pada lessee dengan membayar sewa yang jumlah dan jangka waktunya telah ditetapkan. Menurut Surat keputusan bersama menteri keuangan dan menteri perindustrian dan perdagangan tanggal 7 Januari 1947, tentang Perizinan usaha leasing: leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih (opsi) bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang modal yang bersangkutan, atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama.

Menurut ketentuan pasal 1 huruf (a) keputusan Menteri Keuangan no 1169 tentang kegiatan sewa guna usaha (leasing): leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha tanpa hak opsi untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala Menurut ketentuan pasal keputusan menteri keuangan nomor 1169 tahun 1991: setiap transaksi sewa guna usaha (lease agreement). Perjanjian sewa guna usaha wajib dibuat dalam bahasa Indonesia dan apabila dipandang perlu dapat diterjemahkan kedalam bahasa asing. 4. Factoring (Anjak Piutang) Anjak piutang dapat didefinisikan sebagai transaksi pembelian dan atau penagihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek klien (penjual) kepada perusahaan factoring, yang kemudian akan ditagih oleh perusahaan anjak piutang kepada pembeli karena adanya pembayaran kepada klien oleh perusahaan factoring (factor) Menurut Dahlan Slamet (1995), anjak piutang didefinisikan sebagai suatu kontrak, atas dasar mana Perusahaan Anjak Piutang menyediakan jasa-jasa antara lain jasa pembiayaanjasa pembukuan (maintenance of accounts), jasa penagihan piutang, dan jasa perlindungan terhadap resiko kredit, dan untuk itu Klien berkewajiban kepada Perusahaan Anjak Piutang secara terus menerus menjual atau menjaminkan piutang yang berasal dari penjualan barang-barang atau pemberian jasa-jasa. Menurut Keputusan Menteri Keuangan No, 1251 / KM013/1988 tanggal 20 Desember 1988, adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 5. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) Di Inggris pembiayaan yang disediakan untuk pengadaan barang kebutuhan konsumen dikenal dengan istilah Kredit Konsumen( Constumer Credit ), tetapi di

Indonesia lebih dikenal dengan Pembiayaan Konsumen ( Consumer Finance ), yang pengertiannya juga meliputi Constumer Credit. Menurut ketentuan pasal 1 angka (6) Keppres No. 61 Tahun 1988 pembiayaan konsumen adalah pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala. 6. Credit Card (Kartu Kredit) Kartu Kredit adalah alat pembayaran melalui jasa Bank/ Perusahaan Pembiayaan dalam transaksi jual beli barang/ jasa, atau alat untuk menarik uang tunai di Bank/ Perusahaan Pembiayaan. Alat pembayaran tersebut diterbitkan berdasarkan perjanjian penerbitan Kartu Kredit. Berdasarkan perjanjian tersebut, peminjam memperoleh pinjaman dana dari Bank/Perusahaan Pembiayaan.Peminjam dana yang menerima Kartu Kredit disebut Pemegang Kartu (Card Holder), dan Bank Perusahaan Pembiayaan yang menyerahkan Kartu Kredit disebut Penerbitan ( Issuer).

PENGERTIAN HUKUM PEMBIAYAAN DAN LEMBAGA PEMBIAYAANa. Pengertian Hukum PembiayaanHukum pembiayaan adalah hukum yang mengatur suatu kegiatan yang dilakukan dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran ataupun berkala oleh konsumen.b. Pengertian Lembaga Pembiayaan.Lembaga pembiayaan adalah badan usaha diluar bank dan lembaga keuangan bukan bank yang khusus melakukan kegiatan dalam bidang usaha lembaga pembiayaan.

BENTUK DAN MODEL LEMBAGA PEMBIAYAANLembaga pembiayaan muncul karena adanya pemenuhan pembiayaan. Dikenal sebagai pembiayaan karena menawarkan model-model formulasi baru terhadap pemberi dana, seperti dalam bentuk leasing, factoring, dan sebagaiannya.Dalam keputusan menteri keuangan republik Indonesia No. 1251 / KMK. 013/1988 tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan lembaga pembiayaan diperincikan bahwa kegiatan perusahaan pembiayaan meliputi :a. Sewa guna usahab. Model venturac. Perdagangan surat berhargad. Anjak piutange. Usaha kartu kreditf. Pembiayaan konsumenDi samping itu ditentukan pula bahwa suatu perusahaan pembiayaan tidak diperkenankan menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk:a. Girob. Depositoc. Tabungand. Surat sanggup bayar (promissorynotes), jika surat sanggup bayar tersebut hanya dipakai sebagai jaminan hutang ke pada bank yang menjadi kreditnya.

DASAR PENGATURAN LEMBAGA PEMBIAYAANa. Dasar hukum substantivePerjanjian diantara para pihak berdasarkan asas kebebasan berkontrak. Antara perusahaan financial sebagai kreditur dengan konsumen sebagai debitur.Pasal 1338 (1) KUH Perdatasuatu perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai UU bagi yang membuatnya.b. Dasar hukum administrasi Keppres No.61 Tahun 1988 tentang Lembaga pembiayaan. Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/kmk.013/1988 tentang Ketentuan Dana dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan/diubah disempurnakan. Keputusan Menteri Keuangan No. 468 Tahun 1995 (tentang perbankan tidak berlaku bagi pembiayaan konsumen karena dilakukan oleh perusahaan pembiayaan buka