Anda di halaman 1dari 46

Kompetensi Dasar : 3.1.

Memahami sejarah berdirinya Daulah Abbasiyah

Proses Berdirinya Daulah Abbasiyah


Pemerintahan DAulah Abbasiyah dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari pemerintahan
Daulah Umaiyah. Dinamakan khalifah Abbasiyah karena para pendirinya dan para penguasa Daulah
ini adalah keturunan Abbas bin Abdul Muthalib paman Nabi SAW. Karena menurut Muhammad bi
Ali salah seorang keluarga Abbas berpendapat bahwa perpindahan kekuasaan dari satu penguasa
kepenguasa lainnya memerlukan berbagai persiapan yang matang dan dukungan dari masyarakat.
Muhammad bin Ali menjadikan kota Kuffah dan Khurasan sebagai pusat kekuatan penyebaran
propaganda. Dua kota ini dijadikan sebagai kota yang sangat strategis sebagai benteng pertahanan
bila terjadi serangan dari Bani Umaiyah. Muhammad bin Ali mengangkat propagandis sebanyak 12
orang. Propagandis yang terkenal yaitu: Abu Muslim Al Khurasani dari daerah khurasan. tahun
743 M , Muhammad bin Ali wafat. Gerakan itu dilanjutkan oleh putranya Ibrahim al-Imam.
Setelah Ibrahim al-Imam wafat, gerakan dilanjutkan oleh saudarahnya bernama Abdullah bin
Muhammad yang dikenal dengan nama Abu Abbas as-Saffah dari daerah khurasan. Gerakan dan
propaganda yang dilakukan oleh Muhammad bi Ali mendapatkan sambutan yang luar biasa dan
tanggapan positif dari masyarakat dan golongan Mawali. Dalam gerakkan itu menggunakan nama
Bani Abbas tetapi menggunakan nama Bani Hasyim dengan tujuan menghindari terjadinya
perpecahan antara Abbas dengan keturunan Ali bin Abi Thalib. Bani Abbas mengajak keturunan Ali
untuk berkerjasama untuk menghancurkan Bani Umaiyah.

Tokoh-tokoh yang Berjasa Dalam Pembentukan Daulah Abbasiyah


Selama masa pergerakkan terdapat 6 orang tokoh yang sangat berjasa di dalam
penggulingan kekuasaan Dinasti Umaiyah, yaitu:
1. Ali bin Abdullah
2. Muhammad bin Ali
3. Ibrahim bin Muhammad
4. Abu Abbas As-Saffah
5. Abu Muslim Al-Khurasani
6. Abu Ja`far Al-Mansur
Faktor pendukung terbentuknya Daulah Abbasiyah
1. Perpecahan internal keluarga Daulah Umaiyah
2. Munculnya gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Daulah Umaiyah yang dilakukan
oleh: kelompok Dahaq bin Oais Asy Syaibani dan kelompok Syiah yang menilai tampuk
kekuasaan khalifah adalah hak keturunan Ali bin Abi Thalib dan ingin menuntut balas atas
terbunuhnya Husain bin Ali di Karbala.
3. Perpecahan kelompok Suku Arab Utara dan Arab Selatan
4. Kekecewaan Ulama dan tokoh agama kepada kahalifah Marwan bin Muhammad yang
dinilai tidak memiliki sikap negarawan yang baik.
5. Wafatnya khalifah Marwan bin Muhammad.
Sejak berdirinya dinasti .Abbasiyah ada beberapa tempat yang menjadi pusat
pemerintahannya di antaranya:
1. Kufah
Dari Kufah pindah ke kota Hira karena di kota Kufah banyak pendukung Ali bin Abi Thalib
yang tidak setia dibawah pemerintahan daulah Abbasiyah, karena pendukung Ali telah di
khianati oleh bani Abbasiyah.
2. Hirah
Dari Kota Hirah pindah ke kota Ambar karena di kota Hirah letaknya tidak strategis, tidak cocok
dijadikan sebagai ibu kota pemerintahan
1
3. Ambar
Dari kota Ambar pindak ke kota Bagdad ,karena dikota Ambar banyak pendukung Abu Muslim
Al Khurasani yang tidak setia dibawah pemerintahan Daulah Abbasiyah.

4. Bagdad
Dikota Bagdad ini yang cocok dijadikan ibu kota pemerintahan karena letaknya sangat strategis.
Langkah-langkah Bani Abbasiyah mendirikan Daulah Abbasiyah
Dalam mendirikan Daulah Abbasiyah ada beberapa langkah yang dijalankan oleh Bani Abbas,
dianataranya :
1. Membentuk gerakan dibawah tanah,
tujuan gerakan ini agar keturunan Ali tidak mengetahui siasat yang dilakukan oleh Bani Abbas,
sebenarnya gerakan ini hanya untuk memperalat keturunan Ali agar keturunan Ali mau
berkerjasama untuk menghancurkan Bani Umaiyah.

Adapun tokoh tokoh gerakan ini adalah:


1. Muhammad Al Abbas
2. Ibrahim Al Imam
3. Abu Muslim Al Khurasani
2. Menetapkan politik bersahabat dengan bani Umaiyah
Artinya keturunan Abbas tidak memperlihatkan sikap bermusuhan denganBani Umaiyah
3. Dalam gerakan itu tidak menggunakan nama golongan Bani Abbas tetapi menggunakan nama
Bani Hasyim.
Tujuan gerakan ini adalah agar keturunan Ali mau bekerjasama dengan Bani Abbas,
seandainya gerakan ini tidak menggunakan nama Bani Hasyim otomatis keturunan Ali tidak mau
bekerjasama.
Dengan 4 langkah yang dilakukan oleh Bani Abbas , maka berhasillah berdirinya Daulah
Abbasiyah yang berdiri lebih kurang 5 setengah abad yaitu: 132-565 H/ 750-1258 M.

Priodesasi Dinasti Abbasiyah


1. Periode I
Periode pertama Daulah Abbasiyah berlangsung selama 97 tahun dan dipimpin oleh sembilan
orang khalifah. Muali dari Abu Abbas As-Saffah (132-136 H/750-754 M) sampai khalifah Al-
Watsiq (227-232 H/842-847 M). Periode ini disebut dengan periode keemasan Daulah
Abbasiyah, bahkan dapat dikatakan sebagai periode keemasan Islam di dunia.. Periode ini
merupakan pengaruh Persia I, disebut demikian karena pada periode ini terdapat sebuah keluarga
bangsawan yang sangat berpengaruh dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah yakni keluarga
Barmak.
2. Periode II
Periode ini berlangsung selama 99 tahun yang dipimpin oleh 13 orang khalifah. Periode ini bisa
dikatakan sebagai awal kelemahan Dinasti Abbasiyah, karena kebijakan khalifah Al-Mu`tasim
(218-227 H/847-946 M0 terhadap unsur Turki dalam masalah ketentaraan, membuat kebiasaan
orang orang muslim mengikuti perjalanan perang menjadi terhenti. pada periode ini menjadi
lemah. Pada periode ini disebut pengaruh Turki akibatnya banyaknya daerah kecil yang
memisahkan diri dan tidak mampu di atasi.
3. Periode III
Pada periode ini, Daulah abbasiyah berada di bawah kekuasaan Bani Buwaihi, yaitu para
penganut Syi`ah yang berhasil mendirikan dinasti di sebelah barat laut Iran. Sejak ditangkatnya
khalifah Al-Mu`thi (334-363 H/946-974 M), kedudukan
khalifah benar-benar sebagai boneka yang dikendalikan oleh Bani Buwaihi.
4. Periode IV

2
Periode ini berlangsung sekitar 164 tahun. Pada periode ini kekuasaan Abbasiyah berada di
bawah kendali kaum Saljuk dari Turki. Saljuk adalah nama keluarga penguasa suku-suku Qghuz
di Turki.
Disebut demikian karena pada waktu itu sebuah golongan Turki berperan penting dalam
pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yaitu Dinasti Saljuk

5. Periode V
Pemerintahan Dinasti Abbasiyah tidak lagi dipengaruhi oleh pihak manapun, akan tetapi
kekuatan politik dan meliter Dinasti Abbasiyah sudah lemah sehingga kekuasaan mereka tinggal
meliputi wilayah Irak dan sekitarnya saja. Dinasti Abbasiyah runtuh pada tahun 1258 M, karena
serangan tentara Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
A. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B,
C, atau D!
1. Daulah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari Dinasti....
a. Dinasti Fatimiyah c. Dinasti Ayyubiyah
b. Dinasti Umaiyah d. Dinasti Iksidiyah
2. Daulah Abasiyah merupakan lembaga kebesaran dari keturunan....
a. Ali bin Abi Thalib c. Bani Hasyim
b. Usman bin Affan d. Bani Umaiyah
3. Pelopor propaganda gerakan Bani Abbasiyah, ialah....
a. Abul Muslim As-Syauqi c. Abul Abbas As-Saffah
b. Abu Muslim Al Khurasani d. Abu Ja`far As-Siddiq
4. Kota yang dijadikan tempat propaganda adalah....
a. Medinah c. Mekah
b. Romawi d. Khurasan dan Kuffah
5. Penggasan gerakan anti Bani Uamiyah pertama kali adalah....
a. Ali bin Abdullah c. Abu Muslim Al Khurasani
b. Ibrahim bin Ali d. Abdullah bin Ali
6. Periode pertama Daulah Abbasiyah berlangsung selama....
a. 97 tahun c. 25 tahun
b. 79 tahun d. 99 tahun
7. Masa keemasan Daulah Abbasiyah terjadi pada periode....
a. Dua c. Satu
b. tiga d. Emapat
8. Di bawah ini adalah langkah-langkah Bani Abbas untuk mendirikan Daulah Abbasiyah
kecuali....
a. Membentuk gerakan dibawah tanah
b. Menetapkan politik bersahabat
c Gerakan itu dinamakan gerakan Bani Hasyim
d. Menjalin hubungan dengan keturunan Fatimiyah

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar


1. Tuliskanlah 5 orang tokoh pendiri Dinasti Abbasiyah
2. Buatlah peta konsep mengenai langkah-langkah berdiri Dinasti Abbasiyah
3. Simpulkanlah priodesasi Dinasti Abbasiyah

Khalifah yang terkenal pada masa Dinasti Abbasiyah

A. Khalifah Abu Ja`far Al-Manshur

3
Abu Ja`far al Manshur adalah putra Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul
Muthalib, ia adalah saudara kandung Ibrahim Al Imam dan Abu Abbas As-Saffah, ketiga saudara
ini merupakan pendiri Daulah Abbas, abu Ja`far Al-Manshur di lahirkan di Halimah pada tahun
101 H/732 M, ibunya bernama Salamah, Abu Ja`far memiliki kepribadian kuat, tegas, berani,
cerdas dan memiliki pemikiran yang cermelang. Abu Ja`far menjadi khalifah pada usia 36 tahun.
Abu Ja`far Al manshur seorang khalifah yang tegas, bijaksanan, alim dan berpikiran maju, baik
budi, dan pemberani.

2. Usaha-usaha Khalifah Abu Ja`far Al- Manshur


 menciptakan Stabilitas keamanan dalam negeri
Setelah dilantik menjadi khalifah tahun 136 H/ 754 M, Al-Manshur membenahi administrasi
pemerintahan dan kebijakan politik. Dia menjadikan wazir sebagai koordinator kementerian.
Wazir pertama yang diangkat bernama Khalid bin Barmak berasal dari Balk, Persia. Al-Manshur
juga membentuk lembaga protokoler negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara, di
samping membenahi angkata bersenjata . Al-Manshur menunjuk Muhammad bin Abd al-
Rahman sebagai hakim dilembaga kehakiman negara. Membentuk jawatan pos.
 Pembinaan politik luar negeri
Politik luar negeri khalifah Abu Ja`far Al Manshur yaitu dengan mengadakan hubungan
diplomatik dengan wilayah-wilayah di luar jazirah Arabia. Al-Manshur membuat perjanjian
damai dengan kaisar Contantine V dan mengadakan genjatan senjata tahun 758-765 M. Di
samping itu Al-Manshur juga mengadakan kerja sama dengan Raja Pepin dari perancis.
diplomatiks erangan terhadap Byzantium, penaklukan ke Afrika Utara, dan mengadakan
perjanjian kerjasama dengan raja peppia dari bangsa Frank. Kerja sama ini dilakukan untuk
menghalangi melebarnya kekuasaan Bani Umaiyah di Andalusia yang dipimpin oleh Abdur
Rahman Ad Dakhil.
 Mendirikan kota Bagdag
Pada masa Abu Abbas as-Saffah dinasti Abasiyah berpusat di Ambar, sebuah kota kuno Persia
di sebelah Timur sungai Eufrat. Istananya bernama Hasyimiyah. Namun pada masa Al-
Manshur pusat pemerintahan dipindahkan ke Kufah. Al-Manshur mendirikan istana baru
dengan nama Hasyimiyah II. Istana itu dikenal dengan Al-Qasr al-Zahabi, berarti ” Istana emas
”, istana juga dilengkapi dengan tempat pengawal, polisi, dan tempat tinggal putra-putri
khalifah serta keluarga para khalifah.
4. Pengembangan ilmu pengetahuan
Al Manshur mendorong usaha menerjemahkan buku-buku pengetahuan dari kebudayaan asing
ke bahasa Arab. Perguruan tinggi ketabiban di Jundisapur yang dibangun oleh Khosru
Anussyirwan (351-579 M, kaiser Persia). Al Manshur juga mendirikan sebuah perguruan tinggi
sebagai gedung pengetahuan yaitu Baitul Hikmah.
Biografi Khalifah Harun Al Rasyid

Harun Al Rasyid dilahirkan di Ray pada bulan Februari 763 M/145 H. Ayahnya bernama Al-
Mahdi dan ibunya bernama Khaizurran. Waktu kecil ia didik oleh Yahya Ibn khalid al Barmaki.
Ayahnya telah memberikan beben dan tanggung jawab yang berat di pundaknya dengan
melantiknya sebagai gubenur di Saifah pada tahun 163 H. Kemudian pada tahun 164 H di berikan
wewenang untuk mengurusi seluruh wilayah Anbar dan negara-negara di wilayah Afrika Utara.

2. Usaha-usaha khalifah Harun Al-Rasyid


1. Pembangunan fisik
Pembangunan- pembangunan fisik di masa Harun Al Rasyid hanya ditunjukan untuk
kemakmuran rakyat serta keangungan agama dan ilmu pengetahuan.
Adapun pembanguna fisik yang dilakukan itu antara lain:

4
a. memperindah kota Bagdad sebagai ibu kota negara dan pusat kegiatan pemerintahan serta
pusat perdagangan yang besar.
b. Membangun sistem irigasi berteknologi tinggi, untuk kepentigan pertanian dan pemenuhan
kebutuhan air bersih
c. Memperluas areal pertanian untuk meningkatan produksi pangan dan meningkatkan
pendapatan rakyat yang ada di perdesaan
d. Membangun jalan-jalan raya sebagai sarana transportasi, serta membangun taman-taman
yang indah di berbagai kota
e. Membangun pasar-pasar dan pusat-pusat perdagangan di berbagai kota
f. Membangun gedung-gedung sekolah dan gedung-gedung pemerintahan
g. Mendirikan gedung peneropongan bintang

h. Membangun ” Mata Air zubaidah ”, yaitu terusan air yang dialirkan ke Mekkah untuk
kepentingan jema`ah haji.
2. Pembangunan ilmu pengetahuan
Salah satu yang membuat besar dan mashurnya khalifah Harun Al Rasyid, dikarenakan
keberhasilannya mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan.
Bukti-bukti berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan seni di masa Harun Al Rasyid, antara
lain:
a. Mendirikan ” Baitul Hikmah” yang merupakan lembaga kebudayaan dan kegiatan keilmuwan.
b. Kebebasan bagi rakyatnya untuk melaksanakan dan memeluk agamanya
c. Mendirikan lembaga-lembaga perguruan tinggi
d. Menyusun dan menertibkan ilmu agama, ilmu pengetahuan umum dan buku-buku bacaan
untuk melengkapi kepustakaan, seperti:
a. buku cerita ” Seribu Satu Malam” yang bernilai sastra tinggi dan diterjemahkan keberbagai
bahasa asing
b. Menyusun buku tentang ekonomi negara menurut Islam
c. Lahirnya ilmuwan-ilmuwan, seperti” Abu yusuf ahli hukum dan penganjur Mazhab
Hanafi, Al Asmai ahli sejarah dan lain-lain.
f. Adanya produk berteknologi tinggi, seperti ” Jam Air ” yang oleh bangsa Eropa pada saat
itu di anggap benda ajaib, karena belum pernah mengenalnya
Beberapa bukti adanya seni pada masa khalifah Harun Al Rasyid, di antaranya:
a. Dibangunnya istana- istana dan mesjid- mesjid yang megah dan indah yang di hiasi dengan
ukiran yang menakjubkan
b. Lahirnya seniman-seniman besar, seperti : Abu Nawas seorang penyanyi, penyair dan kritikus
sastra.
c. Berkembangnya seni musik, hal ini dibuktikan, bahwa suatu saat khalifah Harun Al Rasyid
mengadakan pagelaran seni musik yang disebut ” Seribu Satu Malam ” yang dimeriahkan
oleh 2000 oleh penyanyikan kenamaan.

3. Memajukan bidang ekonomi


Adapun kemajuan bidang ekonomi yaitu:
1. Bidang pertanian
Usaha yang dilakukan oleh khalifah Harun Al Rasyid untuk memajukan pertanian rakyat
dengan cara:
a. Menciptakan sistem irigasi yang baik dan canggih
b. Membangun bendungan- bendungan
c. Membangun mata air Zubaidah
2. Bidang Industri
Dalam membangun industri di negaranya, para khalifah Abbasiyah memanfaatkan sumber
kekayaan alam yang berasal dari tambang sehinggga dapat menghasilkan perak, tembaga,
seng dan besi. Dengan demikian muncullah kota-kota industri baru, antara lain:
5
a. Basrah, industri sabun dan gelas
b. Kuffah, industri sutra
c. Damaskus, industri kemeja sutra yang sangat termansyur
3. Bidang Perdagangan
Untuk memajukan dalam bidang perdagangan khalifah Abbasiyah berusaha memajukan
perdagangan dengan cara:
1. Menbangun pasar-pasar
2. Membangun jalan-jalan sebagai alat trasportasi
3. Mengadakan pameran-pameran
4. Menjali hubungan dengan negara lain
3. Jasa-jasa khalifah Harun Al-Rasyid
Adapu jasa-jasa yang dilakukan oleh khalifah Harun Al Rasyid yaitu:
1. Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, seperti :
a. Mendirikan Baitul Hikmah
b. Mendirikan Madrasah-madrasah
c. Mendirikan perguruan tinggi yang bernama An-Nidhamiyah
2. Membangun pusat pertejemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bahasa Asing ke dalam
bahasa Arab
3. Menciptakan pembagunan dalam bidang teknologi, seperti:
a. Menciptakan jam air
b. Mendirikan mata air Zubaidah
c. mendirikan perpustakaan ” kutub Khanah ”
C. Khalifah Al-Makmum
1. Biografi Khalifah Al-Makmum
Nama lengkap Al Makmum adalah Abdullah Abu Abbas Al Makmum, ia lahir pada tanggal 17
Rabiul Awal 170 H/786 M, bertepatan dengan wafatnya kakeknya Musa Al Hadi, ayahnya
bernama Harun al Rasyid, ibunya bernama Murajil, bekas seorang
budak yang dinikahi oleh ayahnya. seorang keturunan Persia. Al Makmum pada usia 5 tahun
telah didik dalam pendidikan agama dan membaca Al-qur`an. Guru Al makmum dalam bidang
Al-qur`an Kasai nahvi dan Yadizi, sedangkan dalam bidang hadits Imam Malik. Kitab dipakai
adalah Al Muwatta, karangan Iman Malik sendiri.
Selain itu Al Makmum juga telah menguasai beberapa ilmu, antara lain ilmu kesusteraan, tata
negara, hukum, filsafat, astronomi, berbagai ilmu pengetahuan lainnya, dan juga ia seorang yang
hafal Al-Quran dan tafsir. Al Makmum dikenal sebagai seorang administrator yang termasyhur
karena kebijaksanaan dan kesabarannya, dan beliau mengutamakan kemerdekaanberpikir. Al
Makmum melakukan peninjauan secara rahasia di jalan-jalan kota yang ditemani oleh Ahmad
bin Khalid, seorang pembantu rumah tangga istana. Pada masa itu orang diberi kebebasan
berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dan untuk itu Al Makmum mendirikan
Majelis pengetahuan yang disebut ” mjelis Munazharat ” yaitu suatu tempat persidangan atau
diskusi tentang ilmu pengetahuan secara bebas yang dipimpin langsung oleh khalifah
sendiri.Baitul Hikmah yang merupakan pusat kegiatan melakukan penerjemahan berbagai ilmu
pengetahuan, juga sebagai lembaga perguruan tinggi nasional yang memiliki perpustakaan yang
sanngat lengkap. Di Baitul Hikmah itulah dipelajari ilmu-ilmu kedokteran, matematika, kimia,
filsafat, georafi, astronomi, sejarah dan ilmu filsafat. Buku-buku yang diterjemahkan kedalam
bahasa Arab itu antara lain Yunani, Persia, India, Tiongkok dan lain-lain.
2. Usaha-usaha Khalifah Al Makmum
1. Berusaha memperluas dareah kekuasaannya
Khalifah Al makmum dalam usahanya untuk mempperluas daerah kekuasaanya sangat luas
sekali, membentang dari pantai Atlantik di barat hingga ke tembok Besar Cina di Timur.
2. Berusaha mengatasi para pemberontak
6
C. jasa-jasa khalifah Al Makmum
1. Mendirikan Majelis Munazarah
Untuk menhindari terjadinya perselisihan antar sesama umat Islam
( Khilafiyah ). Maka oleh khalifah Al makmum mendirikan Majelis Munazarah atau Majelis
pengetahuan, yaitu suatu tempat untuk mendiskusikan persoalan agama yang dianggap sukar
dipecahkan. Hasil diskusi itu yang kemudian disebar luaskan kepada masyarakat untuk diketahui
dan kemudian agar di amalkan sesuai dengan hukum Islam.
2. Mendirikan Baitul Hikmah
Khalifah Abdullah Al makmum sangat mempertahankan terhadap ilmu pengetahuan, maka
beliau telah berusaha mendatangi para penerjemah dari Byzantium untuk menerjemahkan buku
Filsafat dan buku-buku ilmu pengetahuan lainnya kedalam bahasa Arab, yang dipusatkan di
baitul hikmah. Disamping sebagai pusat penerjemah, juga sebagai perguruan tinggi yang
mempunyai perpustakaan. Diantara cabang-cabang ilmu pengetahuan yang di utamakan di
dalamBaitul hikamh adalah ilmu kedokteran, matematika, astronomi, fisika, optika, geografi,
filsafat dan sejarah.
Pada masa Al Makmum Islam mencapai puncak kejayaan ilmu pengetahuan, bahkan Bagdad pun
telah menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan bertaraf Internasional, bahkan sebagai
kiblat bagi dunia ilmu pengetahuan.

Faktor-Faktor hancurnya Daulah Abbasiyah

Ada dua faktor penyebab keruntuhan Daulah Abbasiyah, yaitu:


1. Faktor Internal
a. Hubbud Dunya ( Kecintaan yang berlebihan terhadap kemewahan dunia )
b. Konflik keluarga Daulah Abbasiyah yang berujung pada perebutan kekuasaan.
c. Meningkatnya konflik keagamaan, yaitu konflik antara kelompok Syiah dan kelompok
Sunni.
d. Melemahnya jiwa patriolisme dan Nasinalisme
2. Faktor Eksternal
Serbuan tentara Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan tahu 1258 M.

UJI KOMPETENSI

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C,
atau D!

1. Khalifah Abu Ja`far Al Manshur dilahirkan pada....


a. Tahun 101 H/732 M c. Tahun 103 H/734 M
b. Tahun 102 H/733 M d. Tahun 104 H/735 M
2. Al Manshur di lahirkan di kota....
a. Makah c. Madinah
b. Basrah d. Halimah
3. Ibu Al Manshur bernama....
a. Salmah c. Salimah
b. Salamah d. Sulma
4. Al Manshur menjadi khalifah pada usia....
a. 32 tahun c. 34 tahun
b. 33 tahun d. 36 tahun
7
5. Hubungan politik luar negeri Bani Abas di lakukan dengan raja....
a. Gothic c. Peppin
b. Lewis d. Ferdinand
6. Waktu kecil Harun Al Rasyid didik oleh....
a. Yahya Ibn Khalik Al Barmaki b. Umar bin Abdul Azis
c. Muawiyah bin Sofyan d. Hasan Al Basri
7. Salah satu faktor pendukung keberhasilan Harun Al Rasyid adalah....
a. Memiliki wilayah luas yang kaya akan sumber alam
b. Letak kerajaannya sangat luas
c. mendapat dukungan kuat dari rakyat kelas bawah sampai dengan kelas atas
d. Mendapat dukungan kuat dari rakyat kelas bawah sampai dengan kelas atas
8. Khalifah harun Al Rasyid membangun jalan-jalan adalah sebagai sarana....
a. Informasi b. Transmigrasi
c. Inspekrasi d. Transportasi
9. Guru Al Makmum yang mengajarkan hadist adalah....
a. Kasai Nahvi dan yadizi b. Abu Hanifah
c. Imam Malik d. Imam Syafi`i
10. Nama pengawal Al Makmum ketika melakukan inspeksi ialah....
a. Ahmad bin khawalid b. Ahmad bin Muhammad
c. Ahmad bin Khalid d. Ahmad bin Zaid

8
3.1.2.SILSILAH BANI ABBASIYAH
ABBAS
Pendiri Bani Abbasiyah

IBNU ABBAS

ALI

MUHAMMMAD

2. AL-MANSUR MUSA
IBRAHIM 1. AS-SAFFAH (754-775 M)
(750-754 M)

3. AL-MAHDI
(775-785 M)

5. AR-RASYID 4. AL-HADI IBRAHIM AL MUBARAK


(786-809 M) (785-786 M)

6. AL-AMIN 7.AL-MA`MUN 8.AL-MU`TASIM al-Qasim AL-MU`TAMAN


(809-813 M) 813-833 M) (833-842 M)

9.AL-WATSIQ 10. AL- MUTAWAKKIL 12. AL-MUSTA`IN


(842-847 M) (847-861 M) (862-866 M)

14. AL-MUHTADI 13. AL-MU`TAZZ 11. AL-MUNTASHIR al-Muwaffaq 15. AL-MU`TAMID


(869-870 M) (866-869 M) (861-862 M) (870-892 M) 9
16. AL-MU`TADHID
(892-902 M)

17. AL-MUKTAFI 18. AL-MUQTADIR 19. AL-QAHIR


(902-908 M) (908-935 M) (932-934 M)

22. AL-MUSTAKFI 20. AR-RADHI Ishaq 21. AL-MUTTAQI 23. AL-MUTHI`


(944-946 M) (934-940 M) (940-944 M) (946-974 M)

25. AL-QADIR 24. ATH-THA`I


(991-1031 M) (974-991 M)

26. AL-QA`IM
(1031-1075 M)

27. AL-MUQTADI
(1075-1094 M)

28. AL-MUSTAZHIR
(1094-1118 M)

29. AL-MUSTARSYID 31. AL-MUQTAFI


(1118-1135 M) (1136-1160 M)

31. AR-RASYID 32. AL-MUSTANJID


(1135-1136 M) (1160-1170 M)

33. AL-MUSTADHI`
(1170-1180 M)

34. AN-NASHIR
(1180-1225 M)

35. AZH-ZHAHIR
(1225-1226 M)

1. AL-MUSTANSHIR II 36. AL-MUSTANSHIR


Berkuasa di Kairo (1242-1258 M)

37. AL-MUSTA`SHIR
10
(1242-1258 M)
Kompetensi Dasar : 3.2. Mengerti perkembangan kebudayaan/peradaban Muslim pada masa Dinasti
Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah yang berdiri selama 51/2 Abad (550 Tahun) banyak mengalami
perkembangan dan kemajuan. Diantaranya yaitu:
1. Faktor-faktor penyebab perkembangan kebudayaan/peraban dinasti Abbasiyah

1. Perhatian para khalifah terhadap ilmu pengetahuan, bahwa ilmu pengetahuan sangat penting
2. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lain yang lebih dahulu mengalami
perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat
3. Gerakan penerjemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bangsa asing kedalam bahasa Arab di masa
khalifah Al-Manshur, dengan dibentuknya dewan penerjemahan bahasa latin.
4. Pembentukan Majelis Munadzarah pada masa Al-Makmum.

2. Pemerintahan Dinasti Abbasiya

Untuk memajukan pemerintahan Daulah Abbasiyah melakukan

1. Pengangkatan Wazir (Perdana Menteri) yang bertugas membantu khalifah dalam menjalankan roda
pemerintahan. Wazir di bantu oleh beberapa depertemen
” Wizaraat ” dan yang menjabatnya disebut ” Wazir ” (perdana Menteri).
Dalam pemerintahan Abbasiyah, terdapat 2 macam Wizaarat, yaitu:
1.Wizaarat Tanfiz yaitu: Wazir, berfungsi sebagai pembantu khalifah dan bertanggung
jawab kepada khalifah, yang istilah sekarang disebut ” kabinet Presidentil ”.
2. Wizaaratul Tafwidh yaitu: Wazir yang diberi kuasa penuh untuk memimpin pemerintahan,
sedangkan khalifah sebagai lambang saja yang istilah sekarang disebut ” kabinet
Parlementer ”.
Wazir di bantu oleh beberapa Depertemen:
 Diwanul Kharij ; Depertemen Luar Negeri
 Diwanul Ziman ; Depertemen Pengewasan Urusan Negara
 Diwanul Jundi ; Depertemen Pertahanan dan Keamanan
 Diwanul Akarah ; depertemen tenaga Kerja dan Pekerjaan Umum
 Diwanul Rasa`I ; Depertemen Pos dan telekomunikasi

2. Pengangkatan Ra`isul Kitabah (Sekretaris Negara) yang memimpin Diwanul Kitabah dalam
menjalankan tugasnya Diwanul Kitabah di bantu oleh 5 orang Katib (Sekretaris)
 Katib Rasa`I ; Sekretaris bidang persuratan
 Katib Kharraj ; Sekretaris bidang perpajakan dan kas Negara
 Katib Jundi ; Sekretaris bidang kemiliteran, pertahanan dan keamanan
 Katib Qada ; Sekretaris bidang hukum dan perundang-undangan
 Katib Syurtah ; sekretaris bidang kepolisian dan keamanan sipil

8
3. Pengangkatan kepala daerah untuk menjaga daerah wilayah Daulah Abbasiyah yang di pimpin oleh
gubenur (Amir), untuk memudahkan kordinasi pemerintahan pusat dan daerah, di bawah gubenur
dibentuk pemerintahan desa (Qaryah) yang dipimpin oleh Syaikhul Qaryah ( kepala desa).

4. Pembentukan mahkamah Agung, yang menangani beberapa bidang hukum, seperti :

 Al-Qadi ; mengadili perkara agama, hakimnya di sebut Qadi


 Al-Hisbah ; mengadili perkara umum, baik pidana maupun perdata, hakimnya di sebut Al-
Mustahsib
 An-Nazar fil Mazalim ; pengadilan tingkat banding setelah dari pengadilan Al-Qadi atau Al-
Hisbah, hakimnya disebut Sahibul Mazalim.
Pada masa Daulah Abbbasiyah, tata usaha negara bersifat ” Sentralisasi ” yang di sebut ” An
Nidhamul Idary Al Markazy ”. Wilayah negara dibagi dalam beberapa propinsi yang imaraat,
dengan gubenurnya yang bergelar ” Amir ”
Pada masa itu Imaraat terdiri dari 3 ( tiga ) macam, yaitu:
1. Imaraat Al Istikfa yaitu: yaitu propinsi yang gubenurnya diberi hak kekuasaan yang besar
dalam segala bidang urusan negara ( Hak Otonom ), termasuk dalam urusan kepolisian,
ketentaraa, keuangan g]dan kehakiman.
2. Al Imaarah Al Khassah yaitu: propinsi yang kepada gubenurnya hanya diberi hak dan
wewenang yang terbatas.
3. Imaarat Al Istilau yaitu: propinsi de facto yang didirikan oleh seorang panglima dengan
kekerasan, yang kemudian terpaksa diakuinya dan panglima yang bersangkutan menjadi
gubenur.
Bidang Politik

Dalam bidang politik Daulah Abbasiyah menjalankan hubungan persahabatan yang baik dengan
Negara-negara lain. antaranya:
1. Menjalin kerjasama politik dengan Raja Frank di sebagian wilayah Andalusia (Spanyol). Tujuannya
adalah untuk mengantisipasi meluasnya pengaruh Daulah Umaiyah
2. Menjalin hubungan dengan Afrika Barat, tujuannya adalah menambah kekuatan dan kekuasaan
Abbasiyah di Bagdad, Irak

Kemajuan Dalam Bidang Sosial Dinasti Abbasiyah


George Zaydan dalam bukunya Tamaddun al-Islam, mengaambarkan bahwa pada masa
Dinasti Abbasiyah, masyarakat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas khusus dan kelas
umum.
a. Kelas khusus, yang terdiri dari khalifah, keluarga khalifah, bani Hasyim, pejabat negara,
para bangsawan, dan para pangawai Istana

9
b. Kelas umum, terdiri dari para seniman, para ulama, Fuqaha dan puangga, para saudagar dan
pengusaha, para tukang, dan petani.
Selama masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) Telah mengalami banyak
perkembangan dan kemajuan, maupun di bidang sosial kemasyarakatan maupun kemajuan di
bidang sosial budaya. Kemajuan di bidang sosial kemasyarakatan yang terjadi antara lain
munculnya berbagai kelompok dalam masyarakat, sehingga masyarakat Abbasiyah bersifat
heterogen(beranekaragam)baik suku, bangsa, etnis, agama, dan berbagai unsur warga negara.
Keanekaragaman ini dapat dikelola sebagai potensi yang besar untuk berlomba dan berjuang
dalam satu kesatuan Islam membangun dan memajukan Dinasti Abbasiyah. Kepribadian setiap
bangsa yabg satu dengan yang lainnya akan berbeda, baik adat istiadatnya, cara berpikirnya,
sopan santunnya dan yang lainnya. Karena setiap bangsa mempunyai latar belakang kehidupan
yang berbeda yang dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan sejarah kehidupannya, iklim
negara, tempat tingga, kepercayaan serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi. Walaupun
masyarakat Abbasiyah berbeda, ternyata dalam kehidupannya dapat bersatu dalam agama dan
negara Islam yang terjalin menjadi satu kerajaan yaitu ” Mamlakah Islamiyah”. Sebagai akibat
percampuran bangsa sehingga terjadinya perkawinan campur antara unsur-unsur bangsa yang
selanjutnya melahirkan anak-anak campur darah yang dinamakan ” Taulid ” (Indo).
Dari perkawinan campur itu muncullah satu unsur bangsa yang baru, yaitu unsur orang
peranankan atau taulid yang mempunyai ciri-ciri khas dalam kepribadiannya,
dan mereka banyak mempunyai keistimewaan yaitu : bentuk tubuh, tingkat kecerdasaannya, dan
lain-lain. Sehinggga banyak khalifah yang lahir dari golonggan mereka seperti : khalifah Musa
Al Hadi, Harun Al Rasyid, Yazid bin Walid, Al Makmum dan lain-lain.

4. Kemajuan dalam bidang ekonomi

Dalam bidang ekonomi, kesejahteraan seluruh rakyat Abbasiyah menjadi prioritas utama bagi
para pemimpin Dinasti tersebut dalam melaksanakan kekuasaanya, terutama di periode awal
perjalanan kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Khalifah Al Manshur merupakan tokoh utama peletak
dasar ekonomi Abbasiyah, seperti:.
a. Dalam Sektor pertanian
Pada periode permulaan Abbasiyah, sasaran pembangunan lebih di arahkan kepada peningkatan
kesejahteraan masyarakat kelas bawah, yaitu mengankat derajat para
petani di perdesaan. Untuk mendorong majunya kaum tani itu ditemuh langkah-langkah sebagai
berikut:
*. Memperlakukan ahli Zimmah (penduduk non Islam) dan Malawy

10
( penduduk muslim non Islam) dengan perlakuan adil dan baik, serta menjamin hak milik dan
jiwa mereka.
*. Mengambil tindakan keras terhadap para penjahat yang berlaku kejam kepada para petani.
*. Memperluas daerah pertanian di segenap wilayah.
*. Membangun bendungan-bendungan, mengali kanal-kanal (irigasi) untuk mengairi di segenap
wilayah.
b. Dalam sektor Perindustrian
dalam membangun industri di negarahnya, para khalifah Abbasiyah memanfaatkan sumber
kekayaan alam yang berasal dari tambang sehingga dapat menghasilkan perak, tembaga, seng
dan besi. Dengan demikian munculnya kota-kaota industri baru, antara lain:
a. Basrah, industri sabun dan gelas
b. Kuffah, industri sutra
c. Persia dan Khurasan, industri bad, Arang tambang
d. Khuzastan, industri tekstil sutra yang bersulam
e. Damaskus, industri tekstil yang beranekaragam dan negara penghasil keramik dan gelas
f. Syam, industri wol
c. Dalam sektor perdagangan
Pembangunan pertanian dan industri tidak akan berkembang, apabila pemasaran hasil
produksinya tidak baik. Oleh karena itu pemerintahan Abbasiyah berusaha keras untuk menata
alur perdagangan dan menempuh berbagai cara untuk meantmajukan perdagangan tekstil
produksinya. Dalam bidang perdagangan sudah menggunakan mata uang dinar (emas) koin.
Khalifah yang pertama meng eluarkan dinar adalah Abu Al-Abbas Abdullah bin Muhammad
pada tahun 749 M Dia menganti korak koin dari kalimat Muhammad Rasulullah diganti dengan
Allah Ahad, Allah al-Samad, lam yalid wa lam yulad pada sisi belakang koin. Selama masa
Abbasiyah, emas juga diterbitkan di Mesir dan Damaskus.
Cara-cara umbar dan cetakan yang untuk memajukan perdagangan itu antara lain:
1. Membangun pasar-pasar di berbagai kota
2. Mengadakan pameran-pameran perdagangan
3. Memajukan jalan-lajan, sebagai sarana transportasi agar lalu lintas perdagangan menjadi lancar.
4. Mengadakan hubungan dagang dengan negara-negara lain
Kemajuan dalam Bidang budaya
Ada empat unsur kebudayaan yang mempengaruhi bangunan kebudayaan pada masa Abbasiyah,
yaitu: Kebudayaan Persia, Kebudayaan India, Kebudayaan Yunani dan Kebudayaan Arab

11
a. Kebudayaan Persia: Pengaruh kebudayaan Persia terjadi dilatar belakangi dua faktor: 1.
Pembentukan lembaga Wizarah, 2. Pemindahan ibukota
b. Kebudayaan India; Pengaruh India dalam membentuk kebudayaan Islam terjadi dengan dua
cara: 1. Secara langsung, kaum Muslimin berhubungan dengan orang-orang India seperti
melalui perdagangan, 2. Secara tidak langsung, kebudayaan India masuk ke dalam kebudayaan
Islam lewat kebudayaan Persia
c. Kebudayaan Yunani: pengembangan pusat-pusat kebudayaan Yunani setelah berada ditangan
kaum Muslimin seperti: 1. Jundaisabur, sekolah tinggi kedokteran berbahasa Yunani.
d. Kebudayaan Arab: Pengaruh kebudaya Arab masuk melalui penggunaan Bahasa Arab sebagai
bahasa resmi Negara
a. Prosa

Secara garis besar sastra Arab dibagi menjadi dua bagian yaitu; prosa dan syair. Prosa terdiri
dari beberapa bagian, yaitu:
1. Kisah (Qissah); cerita tentang berbagai hal, baik yang bersifat nyata maupun fiktif (hayalan).
Jenis kisah meliputi Hikayat, Qissah Qasirah atau Uqusah (cerita pendek).
2. Asmal (peribahasa) dan kata mutiara (al-hikam) adalah ungkapan singkat yang bertujuan
memberikan pengarahan dan bimbingan untuk pembinaan kepribadian dan akhlak. Tokoh
nya Ibnu al-Muqaffal.
3. Sejarah (tarikh) atau riwayat (sirah). Tokohnya terkenal dalam bidang ini antara lain: adalah
mu’jam al Buldan (ensiklopedi kota dan negara) oleh Yaqut al Rumi (1179-1229). Tarikh al Hindi
(sejarah India) oleh al Biruni (w.448 H/ 1048 M).
Para Sastrawan dan karyanya;
1. Abdullah bin Muqaffa (w. 143 H) penulisan prosa berjudul Kalilah Wa Dimnab, terjemahan dari
bahasa Sansekerta, karya seseorang filosof India bernama Baidaba
2. Abdul Hamid al-Katib, merupakan pelopor seni mengarang surat.
3. Al-Jadidb (w. 255 H), karyanya memiliki seni sastra yang tinggi
4. Ibnu Qutaibah (w.276 H)
5. Ibnu Abdi Rabbib (w. 328 H), karyanya Al-Aqd al-Farid.

b. Puisi
Genre sajak/puisi, dengan beberapa cirinya antara lain :
1. Penggunaan kata uslub dan ibarat baru
2. Pengutaran sajak lukisan yang hidup
3. Penyusupan ibarat filsafat
4. Kelahiran kritikus sastra pada zaman ini

12
Tokoh penyair terkenal pada masa Bani Abbasiah diantaranya: Abu Nawas (145-198 H) nama
aslinya adalah Hasan bin Hani. Abu’ At-babiyat (130-211 H), Abu Tamam (wafat 232 H) nama
aslinya adalah Habib bin Auwas atb-Tba’I, dan lain-lain.

c. Seni Musik
Para khalifah dan pembesar istana Bani Abbas memiliki perhatian yang sangat besar terhadap musik.
Muncul ahli-ahli music termasyhur, diantaranya:
1. Yunus bin Sulaiman (wafat tahun 765 M), pengarang teori musik pertama dalam Islam.
2. Kbalib bin Abmad (wafat tahun 791 M), mengarang buku-buku teori musik mengenai not dan
irama. Dijadikan sebagai bahan rujukan bagi sekolah-sekolah tinggi musik  di seluruh dunia.
3. Ishak bin Ibrahim al-Mousuly (wafat tahun 850 M). berhasil memperbaiki musik jahiliyah dengan
sistim baru dan mendapat gelar Raja Musik,
4. Hunain bin Isbak (wafat tahun 873 M). Ia telah berhasil menerjemahkan buku-buku teori musik
karangan Plato dan Aristoteles.
5. Al-Farabi selain sebagai seorang filosof, ia juga dikenal sebagai seniman dan ahli musik. Karyanya
banyak diterjemahkan kedalam bahasa Eropa dan menjadi bahan rujukan bagi para seniman dan
pemusik Eropa. Biola pertama berasal dari Rebec yang telah digunakan oleh musisi Islam sejak abad
ke-10 M. Al-farabi merupakan penemu rebab (rebec).
Kemajuan Seni Kesusasteraan

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya perkembangan dunia sastra pada masa Dinasti
Abbasiyah antara lain:

1. Stabilitas politik 5. Ketenaran para sastrawan


2. Kemajuan sektor ekonomi 5. Kualitas karya sastra yang semakin
(kesejahteraan masyarakat) meningkat
3. Bekembangnya sistem pendidikan dan 6. Perkembangan bentuk atau genre sastra
meningkatannya semangat
pengembangan ilmu pengetahuan
4. Hubungan antara budaya dan peradaban 7. Penghargaan masyarakat dan
yang semangkit meningkat pemerintahan yang tinggi terhadap
karya sastra
2. Contoh seni bangunan dan arsitektur

Perkembangan arsitektur pada masa Dinasti Abbasiyah yang berkuasa lebih dari 550 tahun telah
meninggalkan warisan arsitektur Islam yang mengagumkan.

a. Masjid Samarra, di Baghdad


Masjid Agung Samarra dibangun oleh Khalifah Al-Mutawakkil pada 647 M. Bangunan masjid ini
sangat unik, memiliki menara berbentuk spiral tinggi 52 meter, terbuat dari batu bata bakar. Hingga
kini masjid unik ini masih berdiri dengan kokoh di Samarra dan menjadi masjid terbesar di dunia
serta salah satu kebanggaan kebudayaan Islam.
b. Masjid Ibn Thulun

13
Didirikan pada tahun 876 M oleh Ahmad bin Thulun, penguasa dinasti Thulun di Mesir, terletak di
Sayyeda Zainab, Kairo dan merupakan masjid ketiga terbesar di Mesir sejak penaklukan Mesir oleh
Islam.
c. Kota Baghdad
Dibangun oleh Khalifah Al-Mansur, ibu kota baru, diberi nama Madinat al-Salaam, berarti Kota
Perdamaian, sekaligus menjadi nama resmi yang tercetak di koin dinar dan dirham.
Desain kotanya berbentuk lingkaran dengan istana setinggi 39 meter dan Masjid Agung sebagai
pusatnya. Baghdad dikelilingi empat tembok besar.
Baghdad tumbuh menjadi kota yang makmur dan sejahtera, bergelimang gading, emas, sutra, rempah-
rempah, mutiara, serta permata dari Afrika, India, dan timur jauh. Lokasi Baghdad di tepian Sungai
Tigris yang berhubungan dengan laut Arab menjadikan Baghdad pusat perdagangan.
d. Kota Samara
Kota Samara pernah menjdi Ibu kota Dinasti Abbasiyah menggantikan kota Baghdad. Pembangunan
besar-besaran terjadi pada zaman Khalifah al-Mu’tasim pada 221 H/836
M. Samarra kemudian menjadi pusat pemerintahan tujuh khalifah Abbasiyah dan kota kebanggaan
dengan istana-istana indahnya. Khalifah Al-Mu’tasim mendirikan istana al-
Jawsaq dan Khalifah Al-Wasiq, membangun istana al-Haruni. Khalifah al-Mutawakkil bahkan
sempat membangun 24 istana, di antaranya adalah Balkawari, alArus, al-Mukhtar dan al-Wahid.
Sementara Al-Mutamid, khalifah terakhir membangun istana al-Masyuq.
Samarra, sekitar 124 km utara Baghdad, adalah salah satu dari empat Kota Suci Islam Irak, dan
dianggap sebagai kota kuno terbesar yang diketahui di seluruh Dunia dengan reruntuhan yang megah
yang memanjang sekitar 9 km dan 34 km horisontal vertikal di sepanjang timur tepi Tigris.
e. Aristektur Istana
Pemerintahan Abbasiyah yang berpusat diBagdad dibangun oleh Al-Mashur dibangun Al-Manshur
yang berlokasi di sungai Eufrat dan Dajlah (Tigris). Pembangunan kota ini dibangun oleh 2 orang
arsitek yaitu; Hajjaj bin Artbab dan Amran bin Waddah. Tepat di tengah Kota Baghdad didirikan
istana khalifah yang bernama Al-Qasr Az-Zahabi (Istana Emas), melambangkan keagungan dan
kemegahan, luasnya sekitar 160.000 Hasta persegi. Dibangun juga masjid raya bernama Masjid Jami'
Al-Mansur, di depannya memiliki luas areal sekitar 40.000 hasta persegi. Tak ketinggalan dibangun
perumahan penduduk, pasar, dan kantor-kantor pemerintahan.
Sekitar tahun 157 H, Al-Mansur membangun istana baru di luar kota yang diberi nama Istana abadi
(Qasbrul Khuldi).

a. Aktivitasku

No Masalah Jawaban
1 Mengapa kita perlu menghargai nilai positif kebudayaan/peradaban masa
14
dinasti Abbasiyah
2 Apa saja nilai positif yang terdapat dalam kebudayaan/peradaban masa
dinasti Abbasiyah
3 Bagaimana perkembangan kebudayaan/peradaban masa dinasti
Abbasiyah
4 Apa teladan yang kamu tangkap dari memahami perkembangan
kebudayaan/peradaban masa dinasti Abbasiyah
5 Apa contoh dalam kehidupan sehari-harimu menyangkut nilai positif
yang diambil dari kemilangan dinasti Abbasiyah

b. Refleksi Pemahamanku

Pilihlah SY = Sangat Yakin , Y = Yakin , KY =Kurang Yakin

No Pendapat/Pernyataan SY Y KY
1 Saya yakin kebudayaan/peradaban masa dinasti Abbasiyah sangat
gemilang
2 Saya yakin nilai positif dari perkembangan
kebudayaan/peradaban Islam masa dinasti Abbasiyah bermanfaat
untuk kehidupan masa kini dan yang akan datang
3 Saya yakin perkembangan kebudayaan/peradaban Islam
mencapai kegemilangan pada masa dinasti Abbasiyah
4 Saya yakin keindahan bentuk atau wujud kebudayaan/ peradaban
Islam masa dinasti Abbasiyah merupakan karya budaya dan
sejarah yang agung
5 Saya yakin keindahan kota Bagdad masa dinasti Abbasiyah
contoh nyata kegemilangan budaya adan peradaban masa Dinasti
Abbasiyah

Essay

1. Sebutkan Wizaarat Tanfiz dengan Wizaarat Tafwidh !


2. Jelaskan perbedaan Imaarat Al Istikfa dengan Imaarat al Khassah !

15
Kompetensi Dasar : 3.3. Mengidentifikasi tokoh ilmuwan Muslim Ali bin Rabban at-Tabari, Ibnu
Sina, Ar-Razi (ahli kedokteran), Al-Kindi, Al-Gazali, Ibnu Maskawaih,
Al-Farabi, Ibnu Rusdy,Ibnu Bajjah, Ibnu Tufail, (ahli filsafat)

Kemajuan dalam bidang kedokteran dan tokoh-tokohnya serta karyanya

Ilmu kedokteran mulai berkembang pada akhir Abbasiyah I, yaitu masa Khalifah Al-
Watsiq, sedangkan puncaknya terjadi pada masa Abbasiyah II, III, dan IV. Pada buku-buku karya
Ar-Arazi banyak dijumpai di mesium-mesium Eropa dan banyak digunakan sebagai buku rujukan
untuk dunia kedokteran. Pada awal abad 19 khalifah Harun Al Rasyid mendirikan rumah sakit
Islam dengan mencontoh rumah sakit yang ada di Persia. Tidak lama setelah itu diikuti pendirian 34
rumah sakit Islam di seluruh dunia Islam. Sekolah kedokteran dilengkapi dengan rumah sakit
sehingga menjadi lembaga yang menggabungkan usaha penyembuhan dengan pengajaran obat-
obatan, farmakologi. Pada masa Al Makmum para apoteker telah diwajibkan menempuh ujian
sebagaimana tabib. Ujian ini dilaksanakan atas perintah khalifah, karena telah terjadi kesalahan
yang dilakukan oleh dokter, sehingga pada tahun 931 M di adakan ujian massal bagi seluruh dokter
yang ada dalam negeri, kemudian pemerintah mengeluarkan ijazah resmi untuk para dokter yang
lulus ujian. Pada masa Al-manshur memindahkan pusat kedokteran dari Jundisapur ke Baqdad.

Tokoh-tokoh dalam bidang Kedokteran


1. Ali bin Rabban at-Tabari (838-870 M) serta karya-karyanya

Abu Al-Hasan Sahl Rabban at-Tabari berasal dari keluarga Yahudi Syiria terkenal di Merv. Ia pindah ke
Tabaristan sehingga dikenal dengan At-Tabari. Ayahnya Sahl bin Bisyr adalah seorang penjabat Negara,
Kependidikan tinggi, dan dihormati masyarakat. Ali bin Sahl at-Tabari masuk Islam pada masa kekhalifahan
Al-Mu`tasim. Ia mahir berbahasa Syiria dan Yunani, dua bahasa yang menjadi sumber dalam tradisi
pengobatan kuno. Selanjutnya, At-Tabari dikenal sebagai seorang dokter. Dia juga menjadi ilmuwan yang
menulis ensiklopedi kedokteran. Ali Ibnu at_Tabari penemu ensiklopedi kedokteran. Ibnu at_Tabari bukan
hanya seorang dokter, tetapi juga ilmuwan yang menguasai berbagai ilmu, diantaranya ahli ilmu astronomi,
filsafat, matematika, dan sastra. Ibnu at_Tabari merupakan guru Zakaria ar-Razi.
Karya-karya Ali bin Rabban at-tabari diantaranya:
Firdaus al-Hikmah, ditulis setelah ia masuk Islam . Buku tersebut ditulis dalam bahasa Arab,
kemudian diterjemahkan sendiri ke dalam bahasa Syiria.
Secara garis besar, buku ini dibagi ke dalam tujuh bagian/bab yaitu:
a. Bab pertama berjudul Kulliyat at-Tibb, memuat masalah doktrin ilmu kesehatan terkini
b. Bab kedua, menguaraikan bagian-bagian organ tubuh manusia, pereturan tentang menjaga
kesehatan dan la poran tentang penyakit-penyakit yang menghinggapi otot.
c. Bab ketiga, menguraikan tentang diet
d. Bab keempat, berisi tentang seluruh penyakit yang biasa menimpah badan.
15
e. Bab kelima, menguraikan tentang rasa dan warna
f. Bab keenam, menjelaskan tentang obat-obat dan racun
g. Bab ketujuh, membicarakan tentang astronomi , juga ringkasan pengobatan ala india
2. Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina/Ibnu Sina (370-428 H/890-1037 M) serta karya-
karyanya

Di dunia Barat, Ibnu Sina dikenal dengan nama Avvicenna. Ia lahir bulan Safar 370 H/
Agustus 980 M di Ifsyina , suatu negeri kecil dekat Charmitan, Bukhara. Orang tuanya penjabat
tinggi pada masa di nasti Saman. Ibnu Sina dibesarkan di Bukhara. Pada usia 10 Tahun, ia sudah
banyak mempelajari banyak mempelajari ilmu agama Islam dan berhasil menghafal Al-Quran.
Dari Abu Abdellah Natili, Ibnu Sina belajar ilmu logika melalui buku Isagoge dan Porphyry,
Euclid dan al-Magest Ptolemus. Setelah itu ia mendalami metafisika Plato dan Aristoteles.
Ibnu Sina mempelajari ilmu kedokteran kepada Isa bin Yahya ilmuwan Kristen. Pada usia 17
Tahun, Ibnu Sina telah dikenal sebagai dokter. Ia pernah mengobati Pangeran Nuh ibnu Mansur
sehingga pulih kembali kesehatannya. Sejak itu, Ibnu Sina mendapat akses untuk mengunjungi
perpustakaan istana terlengkap, yaitu Kutub Khana.
Dalam dunia kedokteran, Ibnu Sina adalah ilmuwan pertama yang menemukan peredaran darah
manusia. Teorinya disempurnakan oleh William Harvey enam tahun kemudian. Dia juga pertama
kali mengatakan bahwa selama dalam kandungan , bayi mengambil makanannya lewat tali pusar.
Dia pula yang mengawali praktek bedah dan penjahitannya. Selain itu, ia terkenal sebagi dokter ahli
jiwa yang kini disebut Psikoterapi. Ibnu Sina adaah ilmuwan yang rajin menulis. Karyanya berupa
buku mencapai 200 judul, yang meliputi bidang filsafat, kedokteran, geometri, astronomi, teologi,
dan kesenian.
Karya-karya Ibnu Sina yaitu:
1. Al-Qanun fi at-Tibb, Buku ini merupakan kumpulan pemikiran Yunani-Arab tentang
kedokteran. Karya Ibnu Sina tersebut menjadi rujukan bagi para mahasiswa kedokteran dari
abad ke-12 sampai abad ke-17 M. Isinya antara lain;
*. Menjelaskan pembedaan mediastinum dengan Pleurisy ( pembengkakan pada paru-paru)
*. Mengenai kemungkinan penalaran penyakit Phthisis (penyakit saluran pernafasan, terutama
asma dan TBC
2. Buku mengenai politik seperti : Risalah as Siyasah, Fi Isbati an Nubuwwah, Al-Arzag
3. Buku mengenai Tafsir seperti : Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq , An-Nas, al-A`la.
4. Buku ilmu kedokteran selain al-Qanun fi at-Tibb juga ada Al-Urjuzah fi at-Tibb, Al-Adwiyyah
al-Qalbiyyah, Kitabuhu al-Qaulani
5. Buku tentang logika (mantiq) seperti Al-Isyarat wa at-Tanbihat, Kabir wa Sagir

16
Buku tentang musik seperti Al-Musiqah
3. Abu Bakar Muhammad bin Zakariya ar-Razi (251-313 H/864-930 M) serta karya-
karyanya

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi, berasal dari Persia, lahir di Rayy pada tahun 865
M. Di dunia Barat, ia dikenal dengan panggilan `Ar-Razes. Ar-Razi adalah murid Ali bin Sahl
Rabban at-Tabari yang cermelang. Setelah mempelajari matematika, Astronomi, logika, sastra, dan
kimia, ia memusatkan perhatiannya pada kedokteran dan filsafat.
Ar-Razi sangat rajin menhkaji dan menuliskan berbagai hasil penelitiannya. Ia pernah menulis lebih
dari 20.000 lembar kertas dalam setahun. Karya Al-Razi mencapai 232 buku atau risalah dan
kebanyakan dalam bidang kedokteran.
Karya-karya Ar-Razi yaitu:
a. Al-Hawi, Sebuah ensiklopedi kedokteran yang terdiri dari 20 jilid. Buku ini berisi ilmu
kedokteran Yunani, Arab, dan diterjemahkan kedalam bahasa Latin pada tahun 1279 M. Buku
ini menjadi rujukan berbagai universitas di Eropa sampai abad ke-17 M.
b. Fi al-Judari wa al-Hasbat, membahas tentang penyakit campak dan cacar juga diterjemahan
ke dalam bahasa latin.
3.3.2. kemajuan dalam bidang Filsafat beserta tokoh-tokohnya dan karyannya

Filsafat diartikan sebagai pengetahuan denganakal budi tentang segala yang ada, hakekat
yang ada, sebab yang ada, asal yang ada, dan segala sesuatu yang dibahas secara mendalam dan
mendasar. Pada masa Dinasti Abbasiyah ilmu filsafat banyak.
diterjemahkan, tidak hanya dari kebudayaan Yunani, tetapi juga Romawi, Persia, India, dan Syiria.
Proses ini biasanya disebut dengan istilah Hellenisasi.
Ategories,Buku-buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab antara lain: Categories, Pyssices,
dan makna Maralia karya Aristoteles, Republik, Laws, da Timaeus karya Palto.
Ilmu filsafat islam adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi tentang hakikat yang ada,
sebab asal dan hukumnya, atau ketentuan –ketentuannya berdasarkan Al-Qur`an dan Hadits.
Tokoh-tokoh filasafat yaitu:
1. Abu Yusuf ya`qub bin Ishaq al-sabah al-Kindi (801-873 M), filosof Muslim Pertaman
Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya`qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin
Muhammad bin al-Asy`as bin Qais al-Kindi. Nama al-Kindi berasal dari nama salah satu suku Arab
terbesar sebelum Islam, yaitu suku Kindah. Al-Kindi lahir di Kuffah pada tahun 185 H/801 M, pada
masa kekhalifahan Harun Ar-Rasyid. Ayahnya bernama Ibnu as-Sabah, pernah menjadi Gubenur
Kufah pada masa kekhalifahan Al-Mahdi (775 -785 M) dan Harun ar-rasyid (786-809 M) kakeknya
Al-Asy`as bin Qais, dikenal sebagai salah seorang sahabat Nabi SAW. Al-Kindi dikenal berotak
17
encer. Tiga bahasa penting yaitu; Yunani, Suryani, dan Arab dikuasainnya. Al-Kindi adalah filosof
Muslim, ia orang Islam pertama mendalami ilmu-ilmu filsafat apa masa itu sampai abad ke-7 M.
Al-Kindi menerjemahkan dan menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme (banyak dipengaruhi
pemikiran Yunani Kuno). Al-Kindi menguasai beragam ilmu pengetahuan. Sabanyak 270 karya
telah berhasil ditulisnya. Karya tersebut dapat dikelompokkan dalam bidang filsafat, logika, ilmu
hitung, musik, astronomi, geometri, medis, astrologi, psikologi, politik, dan meteorologi. Al-Kindi
hidup tidak kurang dari lima periode kekhalifahan dinasti Abbasiyah, yaitu: Al-Amim, Al-
Makmum, Al-Mu`tasim, Al-Wasiq dan Al-Mutawakkil. Al-Kindi wafat tahun 869 M.
Karyanya yaitu: Risalah fi Madkhal al-Mantiq bin Istifa al-Qawl fih, berisi tentang pengentar ilmu
logika.
2. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Gazali al-Tusi al-Syafi`i (450-505 H/1058-1111
M)
Nama lengkap Imam al-Gazali ialah Muhammad bin Ahmad al-Imam al-Jalil Abu Hamid at-
Tusi al-Gazali. Lahir di Tusi (daerah Khurasan di wilayah persia (Iran sekarang) pada tahun450
H/1058 M. Ayahnya seorang pemintal benang dan ahli tasawuf yang hebat.
Pada masa kecilnya, Al-Gazali sudah belajar ilmu fiqhi kepada Syekh Ahmad bin Muhammad ar-
Razikani, teman ayahnya sekaligus orang tua asuhnya. Selain itu, ia belajar kepada Imam abi Nasar
al-Isma`ili di negeri Jurjan. Al-gazali kemudian berangkat ke Nisafur dan belajar kepada Imam al-
Haramain al-Juwaini, guru besar di Madrasah Nizamiyah Nisafur. Karena al-Gazali sangat cerdas
sehingga Imam al-Haramain al-Juwaini mengatakan Al-Gazali ”lautan tak bertepi”. Pada tahun 484
H/1091 M, Nizam al-Muluk akhirnya melatik Al-Gazali sebagai guru besar dan mengajar pada
Perguruan Tinggi Nizamiyah, Bagdad. Disamping menjadi guru dia juga diangkat sebagi mufti di
pemerintahan dalam menyelesaikan persoalan yang muncul dalam masyarakat. Al-Gazali wafat
dalam usia 55 tahun
Karya-karyanya yaitu:
1. Ihya `ulum ad-Din, yang membahas ilmu-ilmu agama
2. Tahafut al-Falasifah, menerangkan pendapat para filsuf ditinjau dari sudut pandang
agama.
3. Al-Munqiz min ad-Dalal, menjelaskan tujuan dan rahasia-rahasia ilmu menurut Al-Gazali.
4. Al-Iqtasad fi al-Itiqad, menjelaskan inti ilmu dari para ahli kalam
5. Jawahir Al-Quran, menjelaskan rahasia yang terkandung dalam Al-Quran
3. Ahmad bin Muhammad binYa`qub bin Miskawaih (320-412 H/932-1030 M)
Ibnu Miskawaih dilahirkan di Rayy (Teheren, Iran sekarang). Ia adalah seorang dokter,
penyair, ahli bahasa, dan filosof muslim yang mampu memadukan metode pemikiran yunani dan

18
islam. Miskawaih memiliki perhatian besar terutama pada filsafat etika islam, hal ini terbukti dari
berbagai buku dan karyanya :
a. Risalah fi al-Lazzat wa al- Alam
b. Risalah fi at-Tabi’at
c. Risalah fi Jauhar an-Nafs
d. Maqalat an-Nafs wa al-’Aql
e. Fi Isbat as-Suwar al-Ruhaniyat allati la Yabula Lama, min Kitab al- ’Aql wa al-Ma’qul
f. Ta’rif li Miskawaih Yumayyizu bihi bain ad- Dahr wa az- Zaman
g. Tahzib al-Akhlaq wa Tatthir al-A’raq
h. Risalah fi Jawab fi Su’al li ’Ali ibn Miskawaih Ila Abi Hayyan as-Sauli fi Haqiqat al- ’Adl. Ibnu
Maskawaih menjadi ilmuan muslim pertama dibidang Filsafat Akhlak.
4. Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd dikenal di Eropa dengan nama Averroes. Nama lengkapnya adalah Abu al-Khalid
Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd, lahir di Cordova (selatan Spanyol) pada tahun
520 H/1126 M, dibesarkan dalam keluarga terdidik.
Karya yang hingga kini dapat ditemukan adalah Bidayah al-Mujtahid yang membahas tentang ilmu
hukum, dan kitab al-Kuliyat, yang membahas tentang tentang ilmu kedokteran. Selain itu ia juga
menulis komentar terhadap pemikiran Aristoteles.
Karyanya dalam bidang filsafat yaitu; Fasl al-Maqal fi ma`bain al Hikmah wa al-Syar`iah min al-
Ittisal
5. Ibnu Bajjah
Nama lengkap Ibnu Bajjah adalah Abu Bakar Muhammad ibn Yahya ibn as-Sa`ig at-Tujibi
as-Sarakusti, tetapi lebih populer dengan nama Ibnu bajjah atau Ibnu Sa`ig. Di Barat Ibnu bajjah
dikenal dengan nama Avempace atau Aben pace. Ia lahir pada tahun 1802 M di Saragosa, Spanyol,
aeorang anak dari seorang pandai emas. Selain sebagai filosof Muslim Arab terbesar dari Spanyol,
Ibnu Bajjah dikenal juga sebagai seorang astronom, musisi, dokter, fisika, psikologi, pujuangga,
ahli logika, matematika, dan penyair. Ia juga ilmuwan yang hafal Al-Qur`an.
Ibnu Bajjah mempunyai pandangan filsafat yaitu tentang pembuatan manusia, menurutnya
pembuatan manusia dibagi dua yaitu;
a. Perbuatan hewani didasarkan atas naluri untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan hawa nafsu
b. Perbuatan manusiawa didasarkan pada rasio dan kemauan yang bersih lagi luhur
Karya-karya Ibnu bajjah
1. Kitab Tadbir al-Mutawahhid, ini adalah kitab yang paling terkenal dan penting dari seluruh
karya tulisnya. Isinya tentang akhlak dan politik serta usaha induvidu menjauhkan diri dari
seluruh keburukan dalam masyarakat yang disebut sebagai insan muwahhid (manusia
19
penyendiri)
2. Risalah al-wada`, kitab ini membahas tentang penggerak pertama (tuhan), manusia, alam, dan
kedokteran
3. Risalah al-Ittisal, kitab ini mengguraikan tentang hubungan manusia dengan `aqal fa`al
4. Kitab al-Nafs, kitab ini menjelaskan tentang jiwa
6. Ibnu Tufail
Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad Abd al-Malik ibn Muhammad ibn Tufail al-Qaisi,
lahir di Cadix, Granada, Spanyol pada tahun 506 H/1110 M. Di Barat ia dikenal dengan sebutan
Abu Bacer. Selain dikenal sebagai filosof muslim, ia juga dikenal seorang dokter, ahli matematika,
dan kesusteraan (penyair). Dalam bidang filsafat Ibnu Tufail dengan gigih menyelaraskan ilmu
pengetahuanYunani dengan ilmu hikmah Timur, memadukan antara filsafat dengan agama.
Karyanya yaitu: Hayy ibn Yaqzan fi asrar al-Hikmah al-Masyriqiyyah, isinya mengambarkan
manusia memiliki akal sebagai fitrah untuk menemukan kebenaran (Tuhan)

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C,
atau D!
1. Pesat perkembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang banyak melahirkan
para ilmuwan andal pada waktu itu. Ilmuwan muslim yang berjasa menemukan penyakit
cacar adalah....
a. Al-Farabi c. Zakaria ar-Razi
b. Al-Farghani d. Ibnu Sina
2. Sebagai seorang ilmuwan yang andal Ibnu Sina telah banyak melahirkan karya yang sangat
bermanfaat sampai sekarang. Karya termanshur Ibnu Sina yang berisi undang-undang
kedokteran adalah....
a. As-Syifa c. Al-Qanun Fi at-Tib
b. Al-Magest d. Najumul Hikam
3. Penemu Ensiklopedi kedokteran adalah....
a. At-Tabari c. Ibnu Sina
b. Zakaria ar-Razi d. Miskawaih
4. Karya at-Tabari adalah....
a. Al-Hawi c. Al-Qanun Fi at-Tib
b. Firdaus al-Hikmah d. As-Syifa
5. Perkembangan dan kemajuan yang dicapai Dinasti Abbasiyah dalam bidang filsafat telah
melahirkan beberapa filosof andal. Filosof muslim yang banyak menhgenalkan pemikiran-
pemikiran Aristoleles kepada bangsa Arab adalah....

20
a. Al-Farabi c. Ibnu Rusyd
b. Al-Kindi d. Ibnu Sina
6. Tokoh kedokteran yang menemukan peredaran dara pada manusaia adalah....
a. At-Tabari c. Zakaria ar-Razi
b. Miskawaih d. Ibnu Sina
7. Avvicenna adalah nama dari....
a. At-Tabari c. Ibnu Sina
b. Zakaria ar-Razi d. Miskawaih
8. Risalah fi Madkhal al-mantiq bi Istifa al-Qawl fih adalah karya dari....
a. Al-Farabi c. Ibnu Rusdy
b. Al-Kindi d. Ibnu Bajjah
9. Ibnu Rusyd di Eropa dikenal dengan nama....
a. Avempace c. Avvicenna
b. Abu Bacer d. Averroes
10. Ihya `Ulum ad-Din adalah karya......
a. Al-Ghazali c. Ibnu Bajjah
b. Al-Kindi d. Al-Farabi

3. kemajuan dalam bidang matematika beserta tokoh-tokohnya dan karyannya

Di antara lain yang berkembang pada masa Bani Abbasiyah adalah ilmu matematika, ilmu ini
berkembang karena kebutuhan dasar pemerintahan untuk menentukan waktu yang tepat dalam setiap
pembangunan, semua sudut harus di hitung tepat.

Tokoh-tokoh dan karyanya;

1. Al-Khawarizmi (780-850 M)
Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Musa al-Khawarismi atau Abu Abdullah
Muhammad bin Ahmad bin Yusuf. Di dunia Barat, di kenal sebagai Al-Khawarizmi, Al-Cowarizmi,
Al-Ahawizmi, Al-Karismi, Al-Goritmi, Al-Gorismi. dilahirkan di Khawaris, Uzbekistan tahnu 194
H/780 M.

Pada masa muda, Al-Khawarizmi pernah bekerja di Baitul Hikmah dalam sebuah observatorium
(gedung untuk pengamatan dan penelitian) matematika dan astronomi pada masa khalifah Al-
Makmum. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan. Ia adalah tokoh utama
dalam kajian matematika Arab, penyususnan table astronomi, dan penemu Aljabar pada masa

21
khalifah Al-Makmum. Ia telah membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu hisab atau
matematika di antarany yaitu penemuan angka nol, satu, dua dan seterusnya.
Karyanya;
 Al-Mukhtasar fi Hisab Al-Jabr wa Al-Muqabalah, pemakaian secans dan tangens dalam
penyelidikan trigonomentri dan astronomi
 Hisab al-Jabr Wa Al-Muqabalah, contoh soal matematika
 Sistem nomor dan Cos, Sin, Tangen dalam penyelesian persamaan trigonometri, teorema
segitiga sama kaki, segi empat, dan lingkaran dalam geometri.
 Ilmu perbintagan astronomi

2. Abu Kamil Sujak


Abu Kamil Sujak dikenal sebagai penerus Al-Khawarismi. Ia hidup pada tahun 850 M atau abad
9 M.
Karya-karyanya;
 Kitab fil Al-Jam wa Tafrik (tentang Penambahan dan pengurangan)
 Kitab Al-Khataya (tentang dua kesalahan)
 Liber Abacci , yang terkandung didalamnya:
 Pengetahuan tentang berhitung dengan bilangan bulat dan pecahan
 Cara berhitung akar 2 (kuadrat dan akar 3 kubik)
 Cara memecahka persamaan linier dan kuadrat
 Cara menghitung melalui penjajagan dan jawaban palsu
 Pengetahuan matematika yang kemudian disebut barisan Fibonacci
3. Abu al-Wafa Muhammad bin Muhammad bin Isma1il bin al-Abbas
4. Al-Biruni (ahli di bidang aritmatika teoritis dan praktis, penjumlahan seri, analisis kombinatorial,
kaida angka 3, bilangan irasional, teori perbandingan, aljabar, geometri, teorema Archimedes,
dan sudut segi tiga.
5. Umar Khayyam mengarang buku tentang aljabar bukunya telah diterjemahkna kedalam bahasa
perancis oleh F. Woepeke (1857 M) berjudul Reatise on Algabera

5. kemajuan dalam bidang Astronom beserta tokoh-tokohnya dan karyannya

Ilmu astronomi dalam Islam disebut ilmu falak, yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda langit, seperti
matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lain. Ilmu ini ditemukan sekitar 3000 tahun SM di Babylonia.
Dalam perkembangan, ilmu astronomi memunculkan sistem

penanggalan. Dalam dunia Islam, ilmu astronomi digunakan untuk menentukan waktu ibadah, terutama
waktu shalat, penentuan arah kiblat, dan penanggalan Oamariyah. Ketika menentukan letak ibu kota yang

22
ingin dibangun, khalifah Al-Mansur juga memanfaatkan ilmu astronomi. Habasyi al-Hasib al-Marwazi
melakukan observasi sejak usia 15 tahun. Ia memimpin penyususnan 3 tabel Zij al-Makmum (table al-
Makmum) pada masa pemerintahan khalifah
al-Makmum.Tabel pertama mengkritik metode Al-Khawarizmi, kedua menulis tentang Al-Zij al-Mumtahan,
ketiga Al-Zij asy-Syah.

Tokoh-tokoh dan karyanya

1. Muhamamd al-Fazani, dia dikenal sabagai tokoh pertama, ia pembuat astrolabe , yaitu alat mempelajari
ilmu perbintangan pertama di kalangan Muslim.
2. Ali bin Isa al-Usturlabi, tokoh pertama menulis risalah astrolabe
3. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi, tokoh ilmu falak juga ahli di bidang matematika
4. Al-Farghani, Nama lengkapnya adalah Abu Abbas bin muhammad bin Kathir al-Farghani. Orang
barat menyebutnya al-Farghanus. seorang tokoh yang turut ambil bagian dalam pengukuran
derajat garis lintang bumi dan pada masa Khalifah Al-Mutawakkil ia ditugaskan untuk
mengawasi pembangunan Nilometer di Fustat, Mesir. Karyanya yaitu: Harakat as-Samawiyah
an-Nujum (asas-asa ilmu bintang), Usul `ilmu anNujum (pengantar ilmu perbintangan).
5. Al-Battani alias Albatenius, bapak astronomi ia penemu garis bujur terjauh matahari yang
meningkat 16,47 derajat yaitu seorang tokoh astronom Arab terbesar penerus Al-Farghani, ia
berhasil menemukan garis lengkung dan kemiringan ekliptik, panjangnya tahun tropis, lamanya
satu musim, dan tepatnya orbit matahari serta orbit utama planet.Karyanya Kitab al-Zij,
diterjemahkan oleh Plato dari Tivoli ke dalam bahasa latin pada abad ke 12.
6. Al-Biiruni, menulis karya besar bidang astronomi berjudul masudic Canon, Karya itu
merupakan pengabdiannya kepada putra khalifah Mahmud, yaitu Ma`sud. Al- Baruni juga
banyak menulis buku tentang astrologi.Pada tahun 1031 M, dia merampungkiruni berpendapat
bahwa galasi Bima Sakti adalah kumpulan sejumlah bintang. Dia merupakan ilmuwan pertama
kali yang membedakan istilah astronomi dengan astrologi.
7. Nasiruddin At-Tusi (1201-1274 M), ia berhasil membuat table pergerakan planet yang akurat.
Sumbangan lainnya yang amat penting bagi perkembangan astronomi adalah Kitab Zij al-
Ilkhani. Kitab ini di susun setelah 12 tahun memimpin observatorium di Maragha. Karya yang
lain berjudul At-Tazkirah fi `ilm al-Hay`ah (memoar Astronomi)
8. Musa Ibrahim al-fazari. Musa Ibrahim al-fazari adalah astronomi muslim yang ditugasakan oleh
khalifah Abu Ja`far al-Manshur (136-158 H/ 754-775 M). Untuk menerjemahkan berbagai
risalah astronomi yang berasal dari India. Kumpulan risalah itu bernama Brahmasputrasidanta.
Risalah yang pertama kali diterjemahkan berjudul Almagest

5. Kemajuan dalam bidang Kimia beserta tokoh-tokohnya dan karyannya

23
Orang Barat mengenalnya dengan sebutan ‘Geber”. Abu Musa Jabir bin Hayyan lahir di Kufah pada
tahun 750 M. Sumbangan terbesar Jabir bin Hayyan dalam dunia ilmu pengetahuan adalah di bidang kimia.
Ia mengembangan teknik percobaan secara terencana dan beraturan di dalam penelitian kimia, sehingga
setiap eksperimen dapat direproduksi. Jabir menekankan bahwa jumlah zat itu berhubung dengan reaksi
kimia yang terjadi. Sumbangan lainnya yang penting antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi
(pengabluran atau penjerihan), distilasi (pemanasan benda cair atau padat menjadi uap), kalsinasi
(pemanasan suatu benda hingga temperaturnya tinggi), sublimasi (proses perubahan langsung zat padat
menjdi cair), dan penguapan serta pengembangan peralatan untuk melakukan proses-proses tersebut.
Karya Abu Musa Jabir bin Hayyan yaitu:
1. Kitab al-Kimya 4. Al-Zilaq al-Sarqi 7. Ilmu al-Aksir al-Adzim
2. Kitab al-Sab`in 5. Book of the kingdom 8. Al-Bayan
3. Kita bar-Rahmah 6. Book of Eastern Mercury 9. Ad-Durat al-Maknunah

Uji Kompetensi

No. Tentang Pertanyaan Jawaban


1. Apa
2. Siapa
3. Kapan
4. Dimana
5. Kenapa
6. Bagaimana

No Kasus Komentar
1 Murid yang malas dalam belajar tidak akan memahami
pelajaran
2 Teman yang tidak mau membaca buku tidak akan
mengetahui apa-apa
3 Murid yang rajin berkunjung ke perpustakaan akan
banyak memperoleh pengetahuan
4 Saya yakin ilmu pengetahuan akan membawa kejayaan
suatu bangsa

1. kemajuan dalam bidang sejarah beserta tokoh-tokohnya dan karyannya

Pada masa dinasti Abbasiyah, kajian sejarah masih terpusat pada tokoh atau peristiwa tertentu.
Misalnya, sejarah hidup nabi Muhammad Saw. Minat terhadap kajian sejarah sangat besar dan mendapat
dukungan dari khalifah. Ilmuwan dalam bidang sejarah pada masa dinasti Abbasiyah diantaranya:
1. Muhammad bin Ishaq bin Yasar/Ibnu Ishaq
Ia lahir tahun 85 H/704 M, dan meninggal pada tahun 151 H/768 M.
24
Karyanya; Sirah al-Nabawiyyah li ibn Ishaq, merupakan biografi Rasulullah pertamayang paling
lengkap. Kitab tersebut disunting oleh muridnya Ibn Hisyam (w.230 H/845 M) menjadi Sirat al-
Nabawiyah li al-Hisyam.
2. Al-Biruni , kitabnya berjudul Kitab al-Asar al-Baqiyah an al-Qurun al-Khaliyah.
3. Ali al-Mas`udi (896-956 M)
Nama lengkapnya adalah ABu Al-Hasan Ali bin Husein bin Ali Al-Mas`udi. Lahir di Bagdad
menjelang akhir abad ke-19 M dan meninggal dunia di Fustat, Mesir sekitar tahun 956 M. ia seorang
sejarawan dan ahli Geografi. Ia Mempelajari faktor-faktor dari dalam maupun luar yang mempengaruhi
pembentukan batu-batuan di bumi. Karyanya;
 Zakha`ir Al-Ulum wa Makan fi sa`ir Al-Duhur (khazanah ilmu pada setiap kurun)
 Al-Istizkar Lima marra fi Salif Al-Amar (penjelasan tentang peristiwa-peristiwa masa lalu)
 Tarikh fi Akhbar Al-Ulum min Al-Arab wa Al`Ajam (sejarah bangsa-bangsa, Arab, dan Persia)
 Akhbar Az-Zaman (kronologi sejarah umum)

A. Menjelaskan kemajuan dalam Bumi/geografi sejarah beserta tokoh-tokohnya dan karyannya


Dalam tradisi Islam, ilmu bumi tidak bisa Dipisahkan dengan astronomi. Berkembangnya georafi di
dunia Islam dimulai ketika khalifah Al-Makmum (813-833 M). saat itu, ahli-ahli geografi Muslim
diperintahkan untuk mengukur kembali jarak bumi. Sejak saat itu, munculnya istilah mil untuk mengukur
jarak. Usaha tersebut berhasil, selanjutnya Al-Makmum memerintahkan ahli geografi tersebut untuk
menciptakan peta bumi yang besar. Dipimpin oleh Al-Khawarizmi bersama 70 geografer lainnya, mereka
berhasil membuat peta globe pertama pada tahun 830 M. Al-Khawarizmi juga berhasil menulis kitab
geografi berjudul Surat al-Ard (Morfologi Buni). Kitab ini menjadi landasan ilmiah bagi geografi Muslim
tradisional, sekaligus koleksi terhadap karya geografi Ptolemeus. Pada abadyang sama, Al-Kindi juga
menulis sebuah buku bertema ‘keterangan tentang bumi yang berpenghuni.’Sedangkan Al-Biruni berhasil
menemukan radius bumi yang mencapai 6.339,6 km.
Tokoh-Tokoh dan karyanya;

1. Al-Ya`qubi (wafat 897 M) karyanya geografi berjudul kitab al-Buldan (negeri-negeri), yaitu studi
topografis (studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, bumi, bulan, asteroid ddan
sebagan sebagainya)
1. Ibnu Khardadbeh (820-912 M), murid Al-Kindi yang mempelajari jalan bentuk di berbagai provinsi.
Karyanya Kitab Al-Masalik Wa Al-Mamalik (jalan dan kerajaan)
2. Al-Dinawari
3. Ali al-Mas`udi (896-956 M), mempelajari faktor-faktor dari dalam maupun luar yang mempengaruhi
pembentukan batu-batuan di bumu. Karyanya;
 Zakha`ir Al-Ulum wa Makan fi sa`ir Al-Duhur (khazanah ilmu pada setiap kurun)
 Al-Istizkar Lima marra fi Salif Al-Amar (penjelasan tentang peristiwa-peristiwa masa lalu)
 Tarikh fi Akhbar Al-Ulum min Al-Arab wa Al`Ajam (sejarah bangsa-bangsa, Arab, dan Persia)
 Akhbar Az-Zaman (kronologi sejarah umum)

25
4. Abu Ubaid al-Bakri (abad 11 M), menulis kitab Mu`jam al-Ista`jam (Eksiklopedi Geografi) berisi nama-
nama tempat di Jazirah Arab dan Al-masalik wa al-Mamalik (jalan dan kerajaan), berisi pemetaan
geografi dunia Arab Zaman dahulu

B. Materi Pembelajaran
TOKOH ILMUWAN MUSLIM DAN PERANNYA PADA MASA DINASTI
ABBASIYAH TERHADAP PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM
1. Bidang Tafsir Al-Qur’an.
Ilmu Tafsir adalah ilmu yang menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur`an dalam batas-
batas kemampuan manusia. Dengan kata lain, ilmu tafsir mengkaji bagaimana menjelaskan
kehendak Allah SWT , yang terkandung dalam Al-Qur`an melalui lafat dan makna serta
menjelaskan hukum-hukum yang dikandungnya sesuai dengan kemampuan ahli tafsir
(mufasir). Abdullah bin Abbas dipandang bapak (Pelopor) ilmu tafsir.
Pada masa sebelumnya para ulama enggan menafsirkan Al-Qur’an karena takut
salah. Di masa Abbasiyah, mereka bersedia menafsirkan Al-Qur’an karena tuntutan
generasi penerus. Dalam ilmu tafsir, terdapat dua pola yaitu tradisional dan rasional.
a. Tafsir bil Ma’sur.
Yaitu Al-Qur`an yang ditafsirkan dengan hadits Nabi
b. Tafsir Bir Ra`yi
Yaitu Al-Qur`an yang didasarkan pada akal pikiran (rasional)
2. Ilmu Hadis.
Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Sedangkan kitabnya terbagi
kepada 7 kategori, yaitu berdasarkan gaya bahasa, gramatika bahasa, kisah-kisah, ilmu
hukum, ilmu kalam, tasawuf, dan kata-kata asing dalam Al-Qur’an. Pada masa Abbasiyah ada
beberapa ulama yang tercatat tokoh-tokoh hadits. Mereka dijuluki sebagai bendaharawan
hadits, karena mereka mampu meriwayatkan lebih dari seribu hadits. Khalifah Umar bin
Abdul Aziz merupakan orang yang membukukan hadits. Umar bin Abdul Azis
memerintahkan Abu Bakar bin Muhammad bin `Amr bin hazm, gubenur Madinah ( w. 17 H )
untuk membukukan hadits.
3. Ilmu Tasawuf.
Menurut Zakaria Al- Ansari (825-925 H ilmu tasawuf adalah ilmu yang mengajarkan cara
untuk mensucikan diri, meningkatkan akhlak dan membangun kehidupan jasmani dan rohani
untuk mencapai kebahagian abadi. Inti ajarannya ialah ,”tekun ibadah dengan menyerahkan
diri sepenuhnya kepada Allah, meninggalkan kesenangan dan perhiasan dunia serta
memberibadah kepada Allah. Ilmu tasawuf adalah ilmu syariat yang inti ajarannya menjauhkan

26
diri dari kesenangan dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang ahli tasawuf
disebut dengan “ Sufi ”. Mereka berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan melalui jalan atau
tahapan-tahapan yang disebut maqam. Tahapan-tahapan itu yaitu:
a. Zuhud, yaitu kehidupan yang telah terbebas dari materi duniawi
b. Mahabbah, yaitu rasa cinta yang sangat dalam kepada AllahSWT
c. Ma`rifah., yaitu pengalaman ketuhanan
d. Fana dan Baqa, yaitu keadaan di mana seorang sufi belum dapat menyatukan dirinya
dengan Tuhan sebelum menhancurkan dirinya.
e. Ittihad dan Hulul, yaitu seorang sufi telah merasakan dirinya bersatu dengan Tuhan.
Tokoh-tokoh dalam Peradaban Islam
1. Bidang Tafsir Al-Qur’an.
Adapun para Mufassirinnya adalah:
a. Tafsir bil Ma`sur
1. Ibnu Jarir At-Tabari.
2. Ibnu Atiyah Al-Andalusy(Abu Muhammad Abdul Haq bi Atiyah
3. As-Sudi yang berdasarkan tafsirnya pada Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud.
4. Muqatil bin Sulaiman, tafsirnya sangat terpengaruh kitab Taurat.
5. Muhammad bin Ishaq, tafsirnya banyak mengutip cerita israilah.
b. Tafsir Bir Ra’yi
1.Abu Bakar Asam
2. Abu Muslim Muhammad bin Bihr Isfahani.
3. Ibnu Jaru Al-Asadi.
4. Abu Yunus Abdussalam (Penafsiran Al-Qur’an yang sangat luas sehingga ia menafsirkan
Surah Al-Fatihah saja sampai 7 jilid)
2. Ilmu Hadis.
Pada masa Dinasti Abasisiyah muncul para ahli hadis yang termashur.
a. Imam Bukhari, karyanya adalah kitab Jami’ Sahih Al-Bukhari.
b, Imam Muslim, kitab karangan Sahih Muslim
c. Ibnu Majah, karyanya Sunan Ibnu Majah
d. Abu Dawud, karyanya Sunan Abu Dawud.
e. Imam Tirmizi, karyanya Sunan At-Tirmizi
f. Imam Nasa’I, karyanya Sunan An-Nasa’i.
3.Ilmu Tasawuf.
Diantara ulama ahli tasawuf adalah:
1. Hasan Al Basyri
27
Nama lengkapnya Abu sa`id Al Ibnu Al hasan Yassar, Ia lahir di Medinah pada tahun 24
H/642 M. Ayahnya bernama Yassar, Hasan Al Basyri mencentuskan konsep ajarannya yang
dikenal dengan ajaran Khauf dan Raja`.
Khauf adalah suatu konsep yang mengajarkan bahwa setiap orang hendaknya menjalani
kehidupan dengan memelihara rasa takut kepada Allah SWT.
Sedangkan Raja` yaitu mengarahkan segala aktifitasnya demi mencapai keridaan Allah SWT.
2. Rabi`ah Al Adawiyah
Nama lengkapnya Rabi`ah binti Ismail al Adawiyah Al Bisriyah. Ia dilahirkan di suatu
perkampungan di luar kota Basrah ( Irak ) pada tahun 95 H/713 M. Rabi`ah sangat cinta
kepada Allah. Cinta kepada Allah membuat ia meninggalkan segala-galanya. Cinta itu pula
yang mendorongnya untuk beribadah sebanyak-banyaknya agar dapatbertemu dengan Allah
SWT. Rabi`ah mencetuskan suatu konsep ajaran yang dikenal dengan ajaran Mahabbah.
Mahabbah adalah suatu konsep yang mengajarkan bahwa dalam menjalani suatu peribadatan
hendaknya didasarkan rasa cinta kepada Allah.
3. Iman Al Gazali, karyanya Ihya Ulumuddin yaitu tentang kemasyarakatan
4. Syihabuddin, karyanya Awariful Ma`arif
5. Al Qusyairi, karya Risalatul Qusyairiyah

UJI KOMPETENSI
A. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A,
B, C, atau D!
1. Ilmu Hadits mula pertama dibukukan pada masa pemerintahan khalifah.........
a. Umar bin Al Khattab b. Umar bin Abdul Azis
c. Umar bin Hisyam d. Hisyam bin Abdul Malik
2. Gubenur Medinah yang ditugas menelitik dan membukukan hadits adalah.........
a. Ibnu hazm b. Ibnu Umar
c. Ibnu Sina d. Ibnu Al Faraby
3. Shahih Muslim adalah karya bidang Hadits karangan.............
a. Imam Muslim b. Imam Ibnu majah
c. Imam Bukhari d. Imam Abu Dawud
4. Penafsiran Al Qur`an dengan Hadits dan penjelasan sahabat di sebut.......
a. Tafsir bil Ma`tsur b. Tafsir bil Inayah
c. Tafsir bin Dirayah d. Al-Alfadz
5. Di antara tokoh tafsir bil ma`tsur adalah........
a. Ibnu Jarir At-Tabari b. Al-Ghazali

28
c. Ibnu Sina d. Al Bukhari
6. Sufi yang terkenal dengan ajaran Mahabbahnya adalah..............
a. Al Bustami b. Hasan Al Basyri
c. Siti fatimah d. Rabi`ah Al-Adawiyah
7. Sufi yang terkenal dengan ajaran Kauf dan raja` adalah......
a.Al Bustami b. Hasan Al Basyri
c. Rabi`ah Al Adawiyah d. Hasan Al Ali
8. Ilmu Tafsir adalah..............
a. Ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum dalam Islam
b. Ilmu yang mempelajari tentang hadits Nabi
c. Ilmu yang menjelaskan makna ayat-ayat Al Qur`an dalam batas kemampuan manusia
d. Ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum dalam Islam
9. Karya dari Imam Al Ghazali adalah............
a. Risalatul Qusyairiyah b. Awariful Ma`arif
c. Ihya Ulumuddin d. Al –Muwatta
10. Orang yang ahli tasawuf dikenal dengan........
a. Sufi b. Bendaharawan hadits
c. Mufasirin d. Muhadisin
B. Essay.
Jelaskanlah jawaban di bawah ini denagn tepat dan jelas !
1. Jelaskan pengertian tafsir ?
2. Sebutkanlah 4 ualam Hadits ?
3. Jelaskanlah konsep yang dipakai oleh Hasan Al Basyri ?
4. Sebutkanlah 4 tahapan yang dilalui oleh seorang sufi
5. Sebutkan 3 orang ahli tafsir Bir Ra`yi

29
Kompetensi Dasar : 3.4. Mengidentifikasi para ulama penyusun Kutubus Sittah (Sahih Bukhari,
Muslim, Abu Daud, at-Tarmizi, Ibnu Majah, Nasa`i), empat imam
mazhab (Imam hanafi, Imam Malik, Imam Syafi`i, imam Hambali),
Imam At-Tabari dan Ibnu Kasir (ahli tafsir) juga peran mereka dalam
kemajuan kebudayaanIslam pada masa Dinasti Abbasiyah
Kemajuan di bidang ilmu hadits beserta tokoh dan karyanya
Hadits merupakan hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur`an. Hadits adalah perkataan,
perbuatan dan ketetapan Nabi. Dalam sejarah perkembangan ilmu hadits, pencatatan dan
pengelompokan Hadits sudah dimulai pada masa Dinasti Umaiyah, di bawah kekhalifahan Umar
Bin Abdul Aziz. Pada masa Dinasti Abbasiyah, para ulama meneliti dan mengkaji berbagai Hadits
untuk menentukan keabsahan dan keasliannya, baik dari sanad, rawi maupun matan (isi, sifat, dan
bentuk hadits). Mereka menghimpun berbagai Hadits Nabi ke dalam berbagai kitab, antara lain
berupa kitab Sahih, Sunan, dan Musnad. Usaha ini di awali oleh Ishak bin Rawaih (guru Imam
Bukhari). Imam Bukhari menulis kitab Sahih al-Bukhari, dan Imam Muslim menulis kitab Sahih
Muslim. Berikutnya Abu dawud, Tarmizi, Nasa`i dan Ibnu Majah masing-masing menyusun kitab
Sunan. Dua kitab Sahih dan empat kitab sunan tersebut di kenal dengan istilah Kutubus-Sittah
(Enam Kitab Induk Hadits) Adapun kitab musnad disusun oleh Ahmad bin Hanbal, Musa al-Abasi,
Musaddad al-Basri, Asad bin Musa, dan Nu`aim bin Hamad al-Khaza`i. Orang yang ahli hadits
disebut Muhaddisin.
Tokoh-tokoh serta karyanya
1. Imam Bukhari (202-261 H/817-875 M)
Imam Bukhari bernama Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Mughirah bin Bardizbah al-ju`ri al-
Bukhara. Ia dilahirkan di Bukhara, Uzbekistan. Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termashur
di antara para ahli hadits. Sebagai kaum muslim menyebutnya dengan sebutan Amirul Mu`minin
Fil Hadits (pemimpin kaum mukminin dalam hal ilmu Hadits). Dalam kitab As-Siqat, ibnu
Hiban menulis bahwa ayahnya seorang yang wara`. Imam Bukhari sejak usia 10 tahun sudah
mengembara untuk menuntut ilmu, pergi ke Balkh, Naisabur, Rayy, Bagdad, Basrah, Kufah,
Mekkah (Mesir), dan Syam. Pada usia 16 tahun, dia mengunjungi kota suci Makkah dan
Madinah untuk belajar dari para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia sudah hafal karya
Mabarak dan Waki` bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq. Dari satu juta Hadits
yang diriwayatkan 80.000 para Rawi. Ia menyaring menjadi 7.275 hadits. Di antara karya Imam
Bukhari yaitu:
1. Sahih Bukhari 6. At-Tafsir al-Kabir

2. Al-Adad al-Mufrad 7. Al-`Ilal

27
3. Ad-Du`afa as-Saqir 8. Raful Yadainfi as-Salah

4. At-Tarikh al-Ausat` 9. Birr al-Walidain

5. At-Tarikh al-Kabir 10. Ad-Du`afa dan Al-Hibah

Imam Bukhari wafat pada malam `Idul Fitri tahun 256 H, dalam usia 62 tahun. Jenazahnya
dikuburkan di Khartand, sebuah desa di Samarkad.
2. Imam Muslim (202-261 H/817-870 M)
Nama lengkapnya Imam Abd al-Husain Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim ibn Qusyairi an-
Naisyaburi, dilahirkan di Naisabur (Rusia), yang dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Ma
Wara`an Nahr yaitu daerah-daerah yang terletak di belakang Sungai Jihun di Uzbekistan (Asia
Tengah) Pada usia 10 tahun Imam Muslim sering datang berguru kepada Imam Ad-Dakhili
seorang ahli hadits dikotannya. Guru-gurunya tidak kurang dari 220 syaikh, di antaranya adalah
Imam Ahmad, Ibnu Rahawaih, Yahya bin Ma`in, Imam Bukhari, dan Ibnu Humaid.
Karya Imam Muslim yaitu:
1. Sahih Muslim, kitab ini berisi 7.273 hadits 7. Sualat Ahmad ibn Hambal
2. Musnad Kabir 8. Al-Muhadra-main
3. Al- Asma` wa al-Kunya 9. Man Laisa Lahu IIIa Rawid
4. Al-`Iial 10. Jami`ul Kabir
5. Sualat Ahmad ibn Hambal 11. Katibul Tamyiz
6. Al-Muhadra-main 12. Kitab Tabaqat Tabi`in

Yang paling termashur adalah As-Sahih yang judul lengkapnya yaitu Al-Musnad as-Sahih al-
Mukhtasar min as-Sunan bi Naql al-Adl`an Rasul Allah, yang berisi 3,033 hadits. Imam Muslim
wafat pada hari Ahad sore, 24 Rajab 261 H/Mei 875 M, dalam usia 55 tahun dimakamkan
keesokan harinya di Nasr Abad
3. Imam Abu Daud (202-275 H/817-889 M)
Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Asy`ats bin Amru bin Amir al-Azdi As-Sijistani. Imam
Adu Daud sangat kuat hafalannya, sehingga mampu menghafal 500.000 hadits. Gurunya adalah
ath-Thayalisi, Hisyam, Ahmad bin Hambal, sedangkan muridnya adalah at-Tarmizi, an-Nasa`i
Karyanya Abu Daud
1. Sunan Abu Daud 4. Kitab al-Qadr An-Nasikh wa al-Mansukh
2. Kitab al-Marasil 5. Fada`il al-A`mal
3. Kitab az-Zuhd 6. Dala`il an-Nubuwwah

28
Uji Kompetensi

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B,
C, atau D!
1. Ilmu Hadits mula pertama dibukukan pada masa pemerintahan khalifah....
a. Umar bin Al Khattab c. Umar bin Abdul Azis
b. Umar bin Hisyam d. Hisyam bin Abdul Malik
2. Gubenur Medinah yang ditugas menelitik dan membukukan hadits adalah....
a. Ibnu hazm c. Ibnu Umar
b. Ibnu Sina d. Ibnu Al Faraby
3. Shahih Muslim adalah karya bidang Hadits karangan....
a. Imam Muslim c. Imam Ibnu majah
b. Imam Bukhari d. Imam Abu Dawud
4. Di bawah ini yang termasuk Kutubussitah adalah....
a. Imam Sya`fi c. Abu Hanifah
b. Imam Bukhari d. Imam Malik
5. Musnad Kabir adalah karya....
a. Imam Muslim c. Imam Ibnu majah
b. Imam Bukhari d. Imam Abu Dawud

b. Essay

1. Tulislah 6 Kutubussitah
2. Tuliskan karya dari Imam Bukhari
3. Tuliskan karya dari Abu Daud
4. Imam at-Tarmizi (209-279 H/824-892 M)
Nama aslinya Muhammad bin Isa bin Saurah bin Adh-Dhahak as-Salami al-Bughi. Dilahirkan
di Turmudz, Iran. At-Tarmizi menjadi penghafal hadits yang kuat
Karyanya
1. Kitab al-Iia 3. Kitab sunah at-Tarmizi
2. Kitab al-Asma as-Sahabah 4. Kitab al-Asma al-Kunyah
Dalam bab Hadits Hasan disebutkan bahwa Sunan at-Tarmizi adalah induk Hadits Hasan. Kitab
tersebut bahwa terdiri dari empat bagian yaitu:
1. Bagian yang dipastikan kesahihanya
2. Bagian yang mencapai syarat sebagaimana Abu Daud dan an-Nasai`
29
3. Bagian yang jelas illatnya
4. Bagian yang menerangkan menurut perkataanya sendiri seperti ucapannya
Keistimewaan kitab as-Sunan tersebut dinyatakan oleh Abdullah bin Muhammad al-Ansari
dengan ucapannya: ” Kitab at-Tarmizi bagiku lebih terang dari pada kitab Bukhari dan
Muslim”. Menurutnya, Kitab at-Tarmizi bisa dipahami oleh setiap orang, baik ahli fikhi, ahli
hadits, atau ahli yang lainnya. Beliau wafat dan dimakamkan di Tirmizi pada malam senin
dalam usia 70 tahun.
5. Imam An-Nasa`i (215-303 H/839-915 M)
Nama lengkapnya Ahmad ibn Syu`aib ibn Ali ibn Sinan Abu `Abd ar-Rahman al-Nasa`i lahir di
Nasa` (Khurasan). Iman Nasa`i terkenal karena ketinggin sanad haditsnya. Kitab Sunan an-
Nasa`i memuat lebih sedikit Hadits daifnya, setelah Kitab Sahih Bukhari dan Kitab Sahih
Muslim.
Karyanya
1. As-Sunan al-Kubra (Sunan an-Nasa`i 5. Kitab ad-Du`afa
2. As-Sunan al-Mujtaba 6. Khasa is Ali
3. Kitab at-Tamyiz 7. Musnad Ali
4. Kitab Manasik al-Hajj 8. Musnad Malik

6. Imam Ibnu Majah (209-273 H/824-887 M)


Nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad ibn Yazid ibn Majah al-Rab`i al-Qazwini. Ia lebih
akrab dipanggil Ibnu Majah. Ia terkenal dengan kejujuran dan kahlak muliannya. Dia dilahirkan
di Qazwin, Irak. Sebutan Majah dinisbah kepada ayahnya bernama Yazid, yang dikenal pula
dengan nama Majah maula Rab`at. Ia menekuni idang Hadit s pada usia 15 tahun, kepada
gurunya yang terkenal Ali bin Muhammad at-Tanafasi. Daerah yang pernah ia kunjungi yaitu
Rayy (Teheren), Basrah, Kufah, Bagdad, Khurasan, Suriah, Mesir, dan Hijaz.Ia menerima hadits
dari para ulama hadits ditempat-tempat yang dikunjunginya, yaitu Abu Bakar bin Abi Syaibah,
Muhammad ibn Abdillah ibn Numayr, Hisyam bin Ammar, Ahmad ibn al-Azhar, Basyar bin
Adam, dan para pengikut (perawi dan ahli hadits) dari Imam Malik serta Al-Lays, termasuk dari
Ishaq bin muhammad, Ali bin Ibrahim bin Salamah al-Qattan, Ahmad ibn Ibrahim, dan
sebagainya.
Karyanya
1. Tafsir Al-Qur`an al-Karim (Bid. Tafsir) 3. Sunan ibnu Majah (Bid. Hadits)
2. At-Tarikh (Bid. Sejarah)
Menurut Muhammad Fuat Abdul Baqi penulis buku Al-Mu`jam al-Mufahras li Afaz al-Qur`an
Al-Karim (indeks Al-Qur`an) jumlah hadits dalam kitab Sunan Ibnu Majah berjumlah 4.241

30
hadits. Bidang hadits banyak mendapatkan pujian dari ulama besar yaitu Abu Ya`la al-Khalili al-
Qazwini mengatakan, Ibnu majah adalah seorang yang terpecaya, yang diakui kejujurannya dan
pendapatnya dapat dijadikan pedoman. Sedangkan Ibnu Katsir ulam tafsir mengatakan dalam
kitabnya Al-Bidayah: Muhammad bin Yazid (Ibnu Majah) adalah pengarang kitab Sunan yang
masyhur, kitabnya merupakan bukti atas amal dan ilmunya, keluasan tentang masalah pokok
(usul) maupun masalah cabang (furu)”. Ibnu Majah wafat ditanah kelahirannya Qazwin, Irak.
Kemajuan di bidang ilmu Fiqhi beserta tokoh dan karyanya
Ilmu fiqih adalah ilmu yang mempelajari hukum Islam yang bersifat amaliah melalui dalil-
dalil yang terperinci.
Pada masa itu muncul pula ulama yang dikenal dengan “Empat Imam Mazhab” yaitu:
a). Imam Abu Hanifah ( 80-148 H/699-767 M )
Nama lengkapnya Abu Hanifah al Nu`man bun Sabit, namun lebih dikenal dengan nama
Abu Hanifah atau di Indonesia dikenal dengan nama Imam hanafi. Ia lahir di Kufah pada tahun
80 H/699 M. Ayahnya bernama Sabit yang berasal dari keturunan Persia. Ia diberi gelar Abu
Hanifah karena ia seorang yang sungguh-sungguh dalam beribadah..
Dasar-dasar yang dipakai oleh Abu Hanifah dalam menetapkan suatu hukum adalah
sebagai berikut:
1. Al-Qur`an 2.Hadits Rasulullah SAW
3. Fatwa-fatwa dari sahabat
4. Kias yaitu: mengukur atau mempersamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain
5. Istihsan yaitu: meninggalkan hukum sesuatu hal yang bersandarkan kepada ahli syarat
6. Ijma yaitu: kebulatan pendapat semua ahli ijitihat pada suatu masa setelah wafat Nabi
7. Urf yaitu: adat yang berlaku di masyarakat Islam
Dasar-dasar itulah yang kemudian yang dikenal dengan “ Dasar Mazhab Hanafi “. Ia
hanya menggunakan kias jika hukumnya tidak didapati secara jelas di dalam Al-Qur`an, Al
hadits. Sebagai ulama yang terkemuka dan sekaligus sebagai pendiri Mazhab Hanafi,
Imam Abu Hanifah banyak menyumbangkan ide dan buah pikiran bagi perkembangan
ilmu fiqih. Kitab-kitab yang ditulis oleh Abu hanifah sendiri antara lain :
a. Al- Fara`id, yang khusus menjelaskan masalah waris segala ketentuan mennurut Islam
b. Asy-syuru`t, yang membahas tentang perjanjian
c. Al-Fiqh Al Akbar, yang membahas tentang ilum kalam atau teologi
d. Al-Alim wa al-Mutam
e. Musnad Fiqhi Akhbar

31
b. Imam malik ( 93-179 H/ 716-195 M )
Nama lengkapnya Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Amir bin Amr bin Haris bin
Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbani. Ia lahir di Medinah pada tahun 94 H/ 716 M.
Sejak kecil ia sangat tekun dan ulet mempelajari ilmu agama, terutama bidang fiqih. Gurunya
sangat banyat di antaranya Nafi`bin Abi Nu`aim, ibnu Syhab az Zuhri, Abul Zimad, Hasyu bin
Urma, yahya bin said al ansari, dan muhammad bin Munkadir. Imam Malik menerima Hadits
dari 900 orang (guru), 300 hadits dari golongan Tabi`in dan 600 hadits dari Tabi`it Tabi`in.
Dasar-dasar yang dipakai oleh Imam Malik dalam menetapkan seatu hukum adalah:
1. Al-Qur`an 2. Sunnah Rasulullah SAW
3. Pendapat sahabat 4. tradisi masyarakat Madinah
5. Kias
6. Al-Maslahah Al-Mursalah yaitu: kebaikan yang hukumnya tidak di kemukakan oleh syara
dan tidak ada dalil yang menyatakan perintah mengerjakan atau meninggalkan.
Dengan demikian, Imam Malik baru menggunakan kias dan Al Muslahah Al Mursalah apabila
dasar hukumnya tidak ditemui secara jelas di dalam Al Qur`an dan As Sunnah. Imam Malik
menulis buku yang berjudul “ Al-Muwatta “. Kitab ini disusun selama 40 hari Buku ini ditulis
Imam Malik pada masa khalifah Al Manshur dan selanjutnya selesai pada masa khalifah Al
Mahdi. Karya Imam Malik yaitu:
1. Kitab al-Muwatta 3. Al-Usul As-Saqir
2. Risalah Fil Aqdiyah 4. Risalah Fi al-Qadar
c. Imam Syafi`i ( 150-204 H/767-820 M )
Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Idris Al Hasyimi al Muthalibi bin Abbas bin
Usman bin As-Syafi`i. Lahir di Khuzzah, ibunya bernama Fatimah binti Abdullah bin Hasan bin
Husein bin Ali bin Abi Thalib kemudian membawa Imam Syafi`I ke Mekah. Pada usia 7 tahun ia
telah hafal Al-Qur`an dan pada usia 10 tahun hafalb Al-Muwatta. Imam Syafi`I berguru kepada
ilmu fiqhi kepada Muslim bin Khalid az-Zanji, juga belajar kepada D-Zanji telah mengizinkan
berfatwa. Bahkan pada usia 15 tahun ia telah diberi izin oleh gurunya, Muslim bin Khalid,
seorang mufti Makkah untuk mengeluarkan fatwa. Usia 20 tahun, ia pergi ke Medinah untuk
berguru kepada Imam Malik. Pergaulnya yang sangat luas sangat membantu Imam Syafi`I dalam
menyusun pandangannya, yang dikenal dengan “ qaul qadim” (pendapat yang terdahulu. Dikota
Mesir, Imam Syafi`I mulai menyusun pendapatnya yang baru yang dikenal dengan istilah “ qaul
Jadid”
Dasar-dasar yang dipakai oleh Imam Syafi`i dalam menetapkan suatu hukum
adalah sebagai berikut:
1. Al-Qur`an 3. Qias
32
2. Hadits Rasulullah SAW 4. Ijma
Kitab-kitab yang ditulis oleh Imam Syafi`i sendiri antara lain :
1. Ar-Risalah (buku tentang usul fiqhi)
2. Al-Umm (tentang pandangan fiqhi yang berbeda)
d. Imam Hambal ( 164 -241 H
Nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad al-Marwazi al-
Bagdadi, lahir pada bulan Rabi`ul Awwal tahun 164 H di Bagdad. Ia sudah hafal Al-Qur`an pada
usia 15 tahun. Imam Hambali mempunyai hafalan yang kuat.
Ia hafal lebih dari satu juta hadits. Diceritakan oleh Al-Maimuni, kezuhudan Ahmad bin hambal
seperti terlihat dari rumahnya yang sempit dan kecil.
Adapun muridnya yang terkenal adalah:
Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa`i dan Imam at-Tarmizi, Ibnu
Majjah, Imam Asy-Syafi`I, Salih bin Imam Ahmad bin Hambal, Abdullah bin Imam Ahmad bin
Hanbal, Hanbal bin Ishaq, dan lain-lain.
Kitab-kitab yang ditulis oleh Imam Hambali sendiri antara lain :
1. Kitab al-Musnad (berisi lebih dari 27 Hadits)
2. Az-Zuhud 7. Fadail Ahl al-Bait
3. Jawabat Al-Qur`an 8. Al-Imam
4. Ar-Radd `ala al-Jahmiyyah 9. Al-Asyribah
5. Al-Fara`id 10. Jami` Al-kabir
6. Jami` Al-Sagir
Imam Hambali meninggal hari Jum`at 12 Rabiul Awaal tahun 241 H pada usia 77 tahun.
Proses penguburannya dihadiri sekitar 800.000 0rang pelayat lelaki dan 60.000 orang pelayat
perempuan.

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B,
C, atau D!
1. Ilmu Fiqhi adalah....
a. Ilmu yang mempelajari tentang suatu kebenaran
b. Ilmu yang mempelajari hukum Islam yang bersifat amaliah melalui dalil-dalil yang
terperinci
c. Ilmu yang mempelajari tentang ayat-ayat Allah
d. Ilmu yang mempelajari tentang cara mendekatkan diri kepada Allah
2. Di bawah ini adalah tokoh-tokoh fiqhi kecuali….
a. Abu Hanifah c. Imam Malik

33
b. Imam Syafi`i d. Hasan Al Basyri
3. Dibawah ini adalah hukum dasar yang di pakai oleh Abu Hanifah dalam menetapkan suatu
hukum adalah, kecuali….
a. Al Marsalah Al-Mursalah c. Al-Qur`an
b. Sunnah Nabi d. Ijma
4. Karya Abu Hanifah adalah….
a. Al-Umm c. Usul Fiqhi
b. Al Musnad d. Al- Fara`id
5. Imam Malik lahir pada tahun….
a. 93 H/ 716 c. 150 H/ 767 M
b. 164 H/ 780 M d. 163 H/ 779
6. Al-Muwatta adalah karya dari….
a. Imam Abu Hanifah c. Rabia`ah Al Adawiyah
b. Imam Malik d. Imam Syafi`i
7. Kias adalah….
a. meninggalkan hukum sesuatu hal yang bersandarkan kepada ahli syarat
b. Kebulatan pendapat semua ahli ijitihat suatu masa setelah wafatnya Nabi
c. Adat yangg berlaku di masyarakat Islam
d. Mengukur atau mempersamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain
8. Al-Umm adalah karya dari….
a. Imam Abu Hanifah c. Imam Hambali
b. Imam Malik d. Imam Syafi`i
Menjelaskan kemajuan di bidang ilmu Tafsir beserta tokoh-tokoh dan karyanya
Ilmu Tafsir adalah ilmu yang menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur`an dalam batas-batas
kemampuan manusia. Dengan kata lain, ilmu tafsir mengkaji bagaimana menjelaskan kehendak
Allah SWT , yang terkandung dalam Al-Qur`an melalui lafat dan makna serta menjelaskan hukum-
hukum yang dikandungnya sesuai dengan kemampuan ahli tafsir (mufasir). Abdullah bin Abbas
dipandang bapak (Pelopor) ilmu tafsir.
Pada masa sebelumnya para ulama enggan menafsirkan Al-Qur’an karena takut salah. Di masa
Abbasiyah, mereka bersedia menafsirkan Al-Qur’an karena tuntutan generasi penerus. Dalam ilmu
tafsir, terdapat dua pola yaitu tradisional dan rasional.
a. Tafsir bil Ma’sur.
Yaitu Penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an dengan hadits Nabi
b. Tafsir Bir Ra`yi
Yaitu Penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an pada akal pikiran (rasional)
34
Bidang Tafsir Al-Qur’an.
Adapun para Mufassirinnya adalah:
a. Tafsir bil Ma`sur
6. Ibnu Jarir At-Tabari.
7. Ibnu Atiyah Al-Andalusy(Abu Muhammad Abdul Haq bi Atiyah
8. As-Sudi yang berdasarkan tafsirnya pada Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud.
9. Muqatil bin Sulaiman, tafsirnya sangat terpengaruh kitab Taurat.
10. Muhammad bin Ishaq, tafsirnya banyak mengutip cerita israilah.
b. Tafsir Bir Ra’yi
1. Abu Bakar Asam
2. Abu Muslim Muhammad bin Bihr Isfahani.
3. Ibnu Jaru Al-Asadi.
4. Abu Yunus Abdussalam (Penafsiran Al-Qur’an yang sangat luas sehingga ia menafsirkan
Surah Al-Fatihah saja sampai 7 jilid)
Tokoh-tokoh dalam bidang Tafsir yaitu
a. Imam Ibnu Jarir at-Tabari
Nama lengkapnya Abu Ja`far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Kasir ibn Galib al-Amali at-
Tabari, lebih dikenal sebagai Ibnu Jarir atau At-Tabari. Lahir di daerah Amol, Tabaristan
(sebelah selatan Laut Kaspia) pada tahun 838 M. Ia hidup dan tumbuh di lingkungan keluarga
berada yang mementingkan pendidikan, terutama di bidang keagamaan. Kegiatan menghafal Al-
Qur`an dimulainya sejak usia 7 tahun. Pada usia 8 tahun, dia memperoleh kepercayaan menjadi
imam shalat. Ia bahkan telah melakukan pencacatan hadist sejak usia 9 tahun. At-Tabari
melakukan perjalanan mencari ilmu ke kota Rayy, Bagdad, Suriah, dan juga Mesir. Di Rayy, ia
berguru kepada Al-Razi tentang filsafat, sementaradi bidang hadits kepada Al-Musanna bin
Ibrahim al-Ibili. Di Bagdad, ia ingin berguru kepada Ahmad bin Hambal, sayang sesampainya di
sana gurunya wafat.
Semangat At-Tabari tidak surut, dua kota besar di selatan Bagdad, yaitu Basrah, dan Kufah
menjadi tujuan selanjutnya. Di Basrah, ia berguru kepada Muhammad bin`Abd al-A`la al-
San`ani (w. 245 H/859 M), Muhammad bin Musa al-Harasi (w. 248 H/862 M). Di bidang tafsir,
ia berguru di Basrah kepada Humayd bin Masdan Bisr bin Mu`az al-`Aqadi (w. 245 H/859-860
M),
Kitab-kitab yang ditulis oleh Imam Ibnu Jarir at-Tabari antara lain:
1. Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk (sejarah para Rasul dan raja) atau dikenal Tarikh at-Tabari.
Kitab ini berisi sejarah dunia hingga tahun 915 M
2. Jami` `al-Bayan fi Tafsir Al-Qur`an di kenal dengan Tafsir al-Tabari.
35
3. Tahzib al-Asar

At-tabari wafat hari Senin, 27 Syawal 310 H bertepatan dengan 17 Februari 923 M pada usia
85 tahun.

Biografi Imam Ibnu Kasir


Nama lengkapnya, Imaduddin Ismail ibn `Umar ibn kasir al-Qurasyi al-Busrawi, lahir tahun
710 H/1302 M di Mijdal, sebuah tempat di kota basrah. Ayahnya, seorang khatib namun
meninggal ketika ia baru berusia 40 tahun. Selanjutnya, Ibnu Kasir di asuh dan dididik oleh
kakaknya, Syaikh Abdul Wahhwab. Pada usia 5 tahun, ia diajak pindah ke Damsyik, negeri
Syam (Syria) pada tahun 706 H.
Ulama-ulama yang pernah menjadi gurunya adalah:
1. Syaikh Burhanuddin Ibrahim bin Abdirrahman al-Fazari, yang terkenal dengan nama Ibnu al-
Farkah (w.729 H)
2. Isa bin al-Mut`im di Damsyik, Syria
3. Ahmad bin Abi Talib, terkenal dengan nama Ibnu Syahnah (w. 730 H)
4. Ibnu al-Hajjar (w.730 H)
5. Bahauddin al-Qasim bin Muzaffar bin Asakir, ahli hadits negeri Syam (w. 725 H)

Murid yang belajar kepadanya juga banyak di antaranya Ibnu Haji. Banyak ulama yang
memuji Ibnu Kasir, sebagai contoh,
 Al-Hafiz az-Zahabi dalam kitab Al-Mu`jam al-Mukhtass mengatakan: “ Ia adalah seorang
imam lagi pemberi fatwa, ahli Hadits yang pakar, ahli fiqhi yang berwawasan luas, ahli
tafsir dan memiliki namyak tulisan yang bermanfaat.”
 Al-Hafiz bin Hajar al-Asqalani dalam kitab Ad-Durrar al-kaminah mengatakan: “Ia
selalu menyibukkan diri dengan Hadits, menelaah matan dan rijal Hadits.

Kitab-kitab yang ditulis oleh Ibnu Kasir antara lain:


1. Tafsir al-Qur`an
2. Al-Badiyah wa an-Nihayah (terdiri dari 14 jilid), berisi kitab kisah para Nabi dan umat
terdahulu, Sirah Nabawiyyah, dan sejarah Islam
3. At-Takmil fi Ma`rifat as-Siqat wa Du`afa wa al-Majahil. Didalamnya terangkum dua kitab
karya gurunya yaitu:
 Al-Mizzi Az-Zahabi (kitab Tahzibul Kamal fi Asma Rijal
 Kitab Lizan I`tidal fi Naqdir Rijal)
4. Jami al-Masanid, berisi Musnad Imam bin Habal, Al-Bazzar, Abu Ya`la al-Musili
5. Tabaqat asy-Syafi`iyyah, berisi biografi Imam Asy-Syafi`i
6. Sirah Nabawiyyah, berisi sejarah Nabi Muhammad Saw
36
Menurut Al-hafiz, bin hajar al-`Asqalani, Ibnu kasir kehilangan penglihatan di akhir
hayatnya. Ia wafat di Damaskus, Syam pada tahun 774 H/1373 M.
Menjelaskan kemajuan di bidang ilmu Tasawuf beserta tokoh-tokoh dan karyanya
Menurut Zakaria Al- Ansari (825-925 H ilmu tasawuf adalah ilmu yang mengajarkan cara
untuk mensucikan diri, meningkatkan akhlak dan membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk
mencapai kebahagian abadi. Inti ajarannya ialah ,”tekun ibadah dengan menyerahkan diri
sepenuhnya kepada Allah, meninggalkan kesenangan dan perhiasan dunia serta memberibadah
kepada Allah. Ilmu tasawuf adalah ilmu syariat yang inti ajarannya menjauhkan diri dari
kesenangan dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang ahli tasawuf disebut dengan “
Sufi ”.
Tahapan-tahapan itu yaitu:

a. Zuhud, yaitu kehidupan yang telah terbebas dari materi duniawi. Tokohnya Sufyan as-Sauri (97-
161 H/716-778 M) dan Abu Hasyim
b. Mahabbah, yaitu rasa cinta yang sangat dalam kepada AllahSWT. Tokohnya Rabi`ah al-
Adawiyah (185H/801 M)
c. Ma`rifah., yaitu pengalaman ketuhanan. Tokohnya Zun Nun al-Misri (155-245 H/772-860 M)
dan Junaid al-Bagdadi
d. Fana dan Baqa, yaitu keadaan di mana seorang sufi belum dapat menyatukan dirinya dengan
Tuhan sebelum menghancurkan dirinya. Tokohnya Abu Yazid al-Bustami (w. 874 M)
e. Ittihad dan Hulul, yaitu seorang sufi telah merasakan dirinya bersatu dengan Tuhan. Tokohnya
Abu Yazid al-Bustami (w. 874 M)
Diantara ulama ahli tasawuf adalah:
1. Hasan Al Basyri
Nama lengkapnya Abu sa`id Al Ibnu Al hasan Yassar, Ia lahir di Medinah pada tahun 24
H/642 M. Ayahnya bernama Yassar, Hasan Al Basyri mencentuskan konsep ajarannya yang
dikenal dengan ajaran Khauf dan Raja`.
Khauf adalah suatu konsep yang mengajarkan bahwa setiap orang hendaknya menjalani
kehidupan dengan memelihara rasa takut kepada Allah SWT.
Sedangkan Raja` yaitu mengarahkan segala aktifitasnya demi mencapai keridaan Allah SWT.
2. Rabi`ah Al Adawiyah
Nama lengkapnya Rabi`ah binti Ismail al Adawiyah Al Bisriyah. Ia dilahirkan di suatu
perkampungan di luar kota Basrah ( Irak ) pada tahun 95 H/713 M. Rabi`ah sangat cinta
kepada Allah. Cinta kepada Allah membuat ia meninggalkan segala-galanya. Cinta itu pula

37
yang mendorongnya untuk beribadah sebanyak-banyaknya agar dapatbertemu dengan Allah
SWT. Rabi`ah mencetuskan suatu konsep ajaran yang dikenal dengan ajaran Mahabbah.
Mahabbah adalah suatu konsep yang mengajarkan bahwa dalam menjalani suatu peribadatan
hendaknya didasarkan rasa cinta kepada Allah.
6. Iman Al Gazali, karyanya Ihya Ulumuddin (tentang kemasyarakatan), Ar-Risalat al-
Qusyairiyyah
7. Syihabuddin, karyanya Awariful Ma`arif
8. Al Qusyairi, karya Risalatul Qusyairiyah
Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B,
C, atau D!
1. Penafsiran Al Qur`an dengan Hadits dan penjelasan sahabat di sebut....
a. Tafsir bil Ma`tsur c. Tafsir bil Inayah
b. Tafsir bin Dirayah d. Al-Alfadz
2. Di antara tokoh tafsir bil ma`tsur adalah....
a. Ibnu Jarir At-Tabari c. Al-Ghazali
b. Ibnu Sina d. Al Bukhari
3. Sufi yang terkenal dengan ajaran Mahabbahnya adalah....
a. Al Bustami c. Hasan Al Basyri
b. Siti fatimah d. Rabi`ah Al-Adawiyah
4. Sufi yang terkenal dengan ajaran Kauf dan raja` adalah...
a. Al Bustami c. Hasan Al Basyri
b. Rabi`ah Al Adawiyah d. Hasan Al Ali
5. Ilmu Tafsir adalah....
a. Ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum dalam Islam
b. Ilmu yang mempelajari tentang hadits Nabi
c. Ilmu yang menjelaskan makna ayat-ayat Al Qur`an dalam batas kemampuan manusia
d. Ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum dalam Islam
6. Karya dari Imam Al Ghazali adalah....
a. Risalatul Qusyairiyah c. Awariful Ma`arif
b. Ihya Ulumuddin d. Al –Muwatta
7. Orang yang ahli tasawuf dikenal dengan....
a. Sufi c. Bendaharawan hadits
b. Mufasirin d. Muhadisin
8. Dibawah ini yang tidak termasuk tokoh-tokoh tasawuf adalah....
a. Al-Gazali c. Hasan Al Basyri
38
b. Rabi`ah Al Adawiyah d. Hasan Al Ali
9. Tokoh dari zuhud adalah....
a. Abu Hasyim c. Hasan Al Basyri
b. Rabi`ah Al Adawiyah d. Hasan Al Ali
10. Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk adalah karya dari….
a. Al-Gazali c. Ibnu Jarir At-Tabari
b. Ibnu Kasir d. Al Bustami

39