Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT,


Tuhan semesta alam yang hanya kepada-Nyalah kami berserah diri. Dan atas izin dari-Nyalah kami
mampu menyusun makalah ini. Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada kedua orang tua
saya, dosen mata kuliah Pendidikan kewarganegaraan, teman-teman sesama mahasiswa dan pihak-
pihak lain yang mendukung terselesaikannya makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini saya sadar masih banyak terdapat kekurangan dan
kelemahan. Untuk itu penulis mohon maaf dan sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang
membangun dari pembaca. Semoga makalah ini bisa bermanfaat khususnya kepada saya selaku
penulis dan umumnya kepada anda para pembaca.

Akhirnya, semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada siapa
saja yang mencintai pendidikan. Amin Ya Robbal Alamin.

Dolok Masihul, 2 Juni 2009

Ttd

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................................................ii
BAB I...................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...............................................................................................................................1
1. Latar Belakang Masalah...............................................................................................................1
2. Rumusan Masalah........................................................................................................................1
3. Tujuan Penulisan..........................................................................................................................2
BAB II..................................................................................................................................................3
PEMBAHASAN..................................................................................................................................3
1. Pengertian Kenakalan Remaja.....................................................................................................3
2. Jenis dan Bentuk Kenakalan Remaja...........................................................................................3
3. Pengertian Globalisasi..................................................................................................................5
1. Aspek-Aspek Negatif Globalisasi yang Memengaruhi Kenakalan Remaja............................5
2. Faktor-Faktor dan Masalah-Masalah Penyebab Kenakalan Remaja.......................................6
3. Kaitan Jenis dan Bentuk Kenakalan Remaja dalam Perkembangan Globalisasi.....................8
4. Bentuk dan Macam Solusi Penanggulangan Kenakalan Remaja.............................................8
BAB III..............................................................................................................................................10
PENUTUP..........................................................................................................................................10
1. Kesimpulan................................................................................................................................10
2. Saran...........................................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini berbagai macam bentuk penyimpangan sosial semakin meningkat dan marak terjadi di
masyarakat. Seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin canggih, justru berbagai macam
bentuk penyimpanagan sosial semakin bermunculan dan terjadi. Mulai dari berbagai penyimpangan
kecil seperti tato ataupun tindik, sampai tindakan penyimpangan besar bahkan bersifat kriminal
seperti pembunuhan dan pemerkosaan, seamakin meningkat akhir-akhir ini. Bukan tidak mungkin
globalisasi jaman sekarang ini menjadi salah satu faktor cukup dominan dalam peningkatan
penyimpangan sosial di masyarakat. Karena pada dasarnya globalisasi itu sendiri identik dengan
pasar bebasa dan kapitalis, dimana batas antar negara /warga negara seakan semu sehingga berbagi
macam bentuk hal apapun dapat dengan mudah dan cepat tersebar bahkan tersosialisasi, serta bisa
dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun itu. Termasuk dalam hal perkembangan
penyimpangan sosial. Salah satu bentuk penyimpangan sosial yang cukup meresahkan dan
mengawatirkan perkembangannya, yakni penyimpangan sosial berupa kenakalan remaja yang
akhir-akhir ini semakin marak terjadi.

Tentunya seiring berkembangnya waktu, bentuk dan jenis kenakalan remaja semakin beragam dan
bervariasi, serta semakin meningkat implementasinya di masyarakat. Para remaja zaman sekarang
semakin berani untuk bertindak, dan semakin bebas untuk berekspresi, termasuk dalam hal
penyimpangan sosial. Sudah banyak bukti akan perkembangan berbagai macam bentuk
penyimpangan sosial berupa kenakalan remaja ini, mulai dari pornografi, merokok, pemerkosaan
bahkan sampai tindak anarkis premanisme dan narkoba banyak dilakukan oleh para remaja masa
kini. Selain faktor kurangnya kontrrol sekolah dan keluarga, tak bisa dipungkiri faktor globalisasi
juga berpengaruh dalam perkembangan kenakalan remaja masa kini. Karena secara langsung
maupun tidak langsung globalisasi sudah meliputi proses kehidupan sosial di masyarakat yang pasti
sangat mudah berdampak dan berpengaruh pada kehidupan sosial remaja itu sendiri. Kenakalan
remaja merupakan salah satu bentuk dinamika sosial, karena biar bagaimanapun hal tersebut akan
selalu tetap ada dan terjadi, semua tergantung pada solusi kita untuk penanganannya.

2. Rumusan Masalah

Faktor apa sajakah yang mendasari serta mendukung terjadinya kenakalan remaja terkait dengan
perkembangan era globalisasi sekarang ini ?

Bagaimana perkembangan kenakalan remaja di era globalisasi sekarang ini ?

Bagaimana solusi yang tepat untuk menanggulangi perkembangan kenakalan remaja sekarang ini ?

1
3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang
mendasari serta mendukung terjadinya kenakalan remaja terkait dengan perkembangan era
globalisasi sekarang ini. Selain itu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kenakalan remaja
di era globalisasi sekarang ini, juga untuk mengetahui macam-macam dan jenis-jenis perilaku yang
tergolong kenakalan remaja maasa kini. Serta yang terakhir dan terpenting yakni untuk mengetahui
dan mencari solusi penanggulangan ataupun pencegahan yang tepat untuk menanggulangi
perkembangan kenakalan remaja sekarang ini.

2
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Kenakalan Remaja

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai
dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan
remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental
disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai
oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”. Dalam Bakolak inpres no: 6 /
1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku / tindakan
remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang
berlaku dalam masyarakat.

2. Jenis dan Bentuk Kenakalan Remaja

Jenis-Jenis Kenakalan Remaja

Berdasar pada beberapa pandangan teori mengenai perilaku delinkuen diatas, maka delinkuensi
remaja dapat dibagi dalam empat kelompok, yaitu:

Delinkuensi individual, yaitu perilaku delinkuen anak merupakan gejalah personal atau individual
dengan ciri-ciri khas jahat, disebabkan oleh predisposisi dan kecenderungan penyimpangan tingkah
laku (psikopat, psokotis, neurotis, a-sosial) yang diperhebat oleh stimuli sosial dan kondisi kultural.

Delinkuensi situasional, yaitu delinkuensi yang dilakukan oleh anak yang normal; namun mereka
banyak dipengaruhi oleh berbagai kekuatan situasional, stimuli sosial, dan tekanan lingkungan,
yang semuanya memberikan pengaruh “menekan-memaksa” pada pembentukan perilaku buruk.

Delinkuensi sistematik, yaitu delinkuensi yang telah disistematisir dalam suatu organisasi (gang).
Semua kejahatan dirasionalisir dan dibenarkan sendiri oleh anggota gang, sehingga kejahatannya
menjadi terorganisir atau menjadi sistematis sifatnya.

Delinkuensi kumulatif, yaitu delinkuensi yang sudah teresebar dihampir semua ibukota, kota-kota,
bahkan sampai dipinggiran desa. Pada hakekatnya delinkuensi ini merupakan produk dari konflik
budaya.

Ernest R. Hilgard dalam bukunya “Introduction to Psychologi” mengelompokkan delinkuensi


remaja dilihat dari pelaku perilaku tersebut kedalam dua golongan, yaitu:

Social delinquency, yaitu delinkuen yang dilakukan oleh sekelompok remaja, misalnya “gang”.

Individual delinquency, yaitu delikuensi yang dilakukan oleh seorang remaja sendiri tanpa teman.

Wright membagi jenis kenakalan remaja dalam beberapa keadaan:

Neurotic delinquency, remaja bersifat pemalu, terlalu perasa, suka menyendiri, gelisa dan
mempunyai perasaan rendah diri. Mereka mempunyai dorongan yang kuat untuk berbuat suatu
3
kenakalan seperti: mencuri sendirian, melakukan tindakan agresif secara tiba tanpa alasan karena
dikuasai oleh fantasinya sendiri.

Unsocialized delinquency, suatu sikap yang suka melawan kekuasaan seseorang, rasa bermusuhan
dan pendendam.

Pseudo social delinquency, remaja atau pemuda yang mempunyai loyalitas tinggi terhadap
kelompok atau gang sehingga sikapnya tampak patuh, setia dan kesetiakawanan yang baik. Jika
melakukan perilaku kenakalan bukan atas kesadaran diri sendiri yang baik tetapi karena didasari
anggapan bahwa ia harus melaksanakan sesuatu kewajiban kelompok yang digariskan.

Perilaku delinkuen dari sigi bentuk dan dampak kenakalan, digolongkan perilaku delinkuen dalam
empat jenis, yaitu:

Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkelahian, perkosaan,
perampokan, pembunuhan, dan lain-lain.

Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan,


dan lain-lain.

Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban difihak orang lain: pelacuran, penyalah
gunaan obat, hubungan seks pra-nikah.

Kenakalan yang melawan status: misalnya mengingkari status anak sebagai pelajar dengan cara
membolos, mengingkari status orang tua dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah
mereka dan sebagainya.

Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

William C. Kvaraceus membagi bentuk kenakalan menjadi dua, yaitu:

Kenakalan biasa seperti: Berbohong, membolos sekolah, meninggalkan rumah tanpa izin (kabur),
keluyuran, memiliki dan membawa benda tajam, bergaul dengan teman yang memberi pengaruh
buruk, berpesta pora, membaca buku-buku cabul, turut dalam pelacuran atau melacurkan diri,
berpakaian tidak pantas dan minum minuman keras.

Kenakalan Pelanggaran Hukum, seperti: berjudi, mencuri, mencopet, menjambret, merampas,


penggelapan barang, penipuan dan pemalsuan, menjual gambar-gambar porno dan film-film porno,
pemerkosaan, pemalsuan uang, perbuatan yang merugikan orang lain, pembunuhan dan
pengguguran kandungan.Bentuk – bentuk perbuatan kenakalan remaja yang lebih banyak dilakukan
dalam kaitan remaja yang bersangkutan dengan gangnya atau gerombolan remaja lainnya,
hakekatnya mencerminkan suatu sub kultur tersendiri yang dapat dibedakan dalam 3 sub kultur
kenakalan yaitu:

Sub kultur criminal: suatu bentuk gang kenakalan remaja yang mengarah pada perbuatan
pencurian, pemerasan dll perbuatan illegal yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan (uang
atau income).

4
Sub kultur konflik: suatu bentuk gang yang mengutamakan perbuatan – perbuatan kekerasan
sebagai suatu cara untuk mendapatkan atau meningkatkan status.

Sub kultur pengelakan/ pengasingan (rettreatist sub culture): suatu bentuk gang yang
menekankan pada penggunaan obat – obatan (secara salah).

3. Pengertian Globalisasi

Globalisasi merupakan perkembangan kontemporer yang mempunyai pengaruh dalam mendorong


munculnya berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia yang akan berlangsung. Pengaruh
globalisasi dapat menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menjadikan dunia semakin
terbuka dan saling bergantung satu sama lainnya. Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki
hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di
seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk
interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias. Dalam banyak hal, globalisasi
mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini
sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan
berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum
memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga
tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial,
atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia
makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi
dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara
adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut
pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir.
Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara
kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh
besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti
budaya dan agama.

1. Aspek-Aspek Negatif Globalisasi yang Memengaruhi Kenakalan Remaja

Globalisasi merupakan suatu fenomena liberal menyeluruh yang menyebar di seluruh penjuru
dunia, dimana kita sebagai warga negara dunia tidak akan bisa mengelak dari pengaruh dan
dampak-dampaknya. Seperti kita ketahui disamping membawa efek positif, globalisasi juga
membawa efek negatif bagi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat. Salah satu
aspek negatif globalisasi yang paling berpengaruh dalam sendi kehidupan yakni aspek negatif
terhadap kehidupan sosial dan kebudayaan suatu bangsa dan negara. Globalisasi dituding pembawa
pengaruh cukup dominan bagi tindakan negatif para remaja ini. Diantaranya aspek-aspek negatif

5
dari globalisasi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan sosial berupa kenakalan remaja ini di
antaranya ;

Masuknya pola hidup budaya barat

Kekerasan dan anarkisme

Hal tersebut merupakan budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan kebudayaan nilai-nilai
kehidupan masyarakat Indonesia khususnya.

Sex bebas

Sex bebas juga merupakan salah satu bentuk tindakan penyimpangan kenakalan remaja yang
sekarang ini semakin marak terjadi seiring berkembangnya zaman.

Perkembangan informasi dan teknologi

Perkembangan informasi dan teknologi merupakan faktor terpenting dalam perkembangan zaman
globalisasi di dunia.

4) Muncul dan berkembangnya pemikiran-pemikiran dan mental yang liberalis dan hedonis

Selain dua hal tersebut diatas, aspek negatif globalisasi yang bisa melahirkan kenakalan remaja
masa kini lainnya yakni mulai muncul dan berkembangnya pemikiran-pemikiran sekuleritas dalam
kehidupan sosial di masyarakat.

2. Faktor-Faktor dan Masalah-Masalah Penyebab Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-
proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Secara
psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan
dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada
trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun
trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah
diri. Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun
faktor dari luar (eksternal).

Faktor-Faktor Penyebab Kenakalan Remaja

Faktor Internal

Perilaku delinkuen pada dasarnya merupakan kegagalan sistem pengontrol diri anak terhadap
dorongan-dorongan instingtifnya, mereka tidak mampu mengendalikan dorongan-dorongan
instingtifnya dan menyalurkan kedalam perbuatan yang tidak bermanfaat.

1. Segi Psikologis
2. Segi Kepribadian
3. Faktor Eksternal

6
Disamping faktor-faktor internal, perilaku delinkuen juga dapat diakibatkan oleh faktor-faktor yang
berada diluar diri remaja, dan justru faktor-faktor eksternal ini memiliki akibat dan pengaruh yang
lebih berbahaya bagi para remaja dalam hal kenakalan remaja, seperti:

1. Faktor Keluarga
2. Broken Home dan Quasi Broken Home
3. Over proteksi dan perhatian orang tua
4. Rejected Childs
5. Pengaruh buruk dari orang tua
6. Faktor Lingkungan Sekolah
7. Faktor lingkungan sekitar /masyarakat (Milieu)
8. Faktor sosial budaya
9. Faktor ekonomi
10. Faktor media elektronik

Masalah-Masalah Penyebab Kenakalan Remaja

Masalah-masalah yang sering dihadapi remaja masa kini antara lain :

1. Kebutuhan akan figur teladan : remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang
berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus
yang hanya kata-kata indah.
2. Sikap apatis : sikap apatis merupakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat
yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam
ketidakacuhannya akan apa yang terjadi disekitarnya.
3. Kecemasan dan kurangnya harga diri : kata stress atau frustasi semakin umum dipakai
kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk
“pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
4. Ketidakmampuan untuk terlibat : kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan
pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun
efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai
dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
5. Perasaan tidak berdaya : perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi
semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak
mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir
tentang keselamatan diri kita di tengah-tengah masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan
pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau
ijasah.
6. Pemujaan akan pengalaman : sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan
minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba.
Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru tentang
pengalaman.

7
3. Kaitan Jenis dan Bentuk Kenakalan Remaja dalam Perkembangan Globalisasi

Seperti kita sudah ketahui sebelumnya, globalisasi telah banyak membawa pengaruh dalam
kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya pengaruh dalam perkembangan kenakalan
remaja di Indonesia. Seiring berkembangnya jaman dengan globalisasi, kenakalan remaja di
Indonesia semakin berkembang dan bervariasi bentuk serta macamnya. Baik itu kenakalan remaja
bersifat individual maupun yang bersifat berkelompok. Diantaranya berbagai bentuk dan variasi
kenakalan remaja masa kini sebagai implikasi dari perkembangan globalisasi yang ada, sebagai
berikut :

1. Narkoba
2. Perilaku seksual bebas / Asusila
3. Kekerasan remaja
4. Mabuk-mabukan
5. Tato dan Tindik

Berkata-kata kasar

4. Bentuk dan Macam Solusi Penanggulangan Kenakalan Remaja

Remaja Intern

Remaja hendaknya selalu memperkuat iman dan takwanya terhadap agama, sehingga bias menjadi
benteng dasar dari berbagai bentuk tindakan kenakalan maupun criminal.

Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah
melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah
sebelumnya gagal pada tahap ini.

1. Lingkungan Keluarga
2. Orang tua sebaiknya mempersiapkan diri untuk mengenal lebih jauh dalam membimbing
anaknya saat masa remaja :
3. Kenali mereka lebih dekat yaitu informasi mengenai remaja dan perubahan-perubahan yang
terjadi di dalam dirinya.
4. Kenali perubahan fisik pada remaja dan dampaknya terhadap diri anak.
5. Kenali perubahan emosi remaja dan caranya mencari perhatian orang tua serta reaksi
emosinya dalam menghadapi masalah.

Lingkungan Sekolah

Sekolah sebagai pusat pendidikan bagi siswa dalam rangka menimba pengetahuan, keterampilan
seni budaya, olahraga serta meningkatkan budi pekerti yang luhur, untuk ini diperlukan sarana dan
prasarana yang memadai serta perlu diciptakan lingkungan yang bersih, sehat, tertib serta aman
agar dapat menunjang keberhasilan PBM karena itu guru perlu dapat menciptakannya.

Sekolah juga wajib memberikan pendidikan agama lanjutan setelah keluarga, sebagai indikator
pengimplementasian nilai-nilai moral dan agama pada siswa (anak remaja), karena sekolah

8
merupakan tempat kedua remaja sering dan mudah berinteraksi dengan berbagai hal termasuk yang
buruk.

Lingkungan sekolah yang sehat dan dinamis. Guru adalah orangtua siswa di sekolah karena itu
perlu adanya sikap berdialog guru dengan siswa tentang berbagai hal khusus tentang masalah
belajar sehingga keberhasilan dalam belajar dapat tercapai.

Lingkungan Masyarakat

Pengadaan karang taruna, remaja masjid, KNPI atau organisasi pemuda lainnya oleh masyarakat
sebagai wadah aktifitas yang bermanfaat bagi para remaja, serta dalam organisasi remaja
diharapkan remaja dapat berkomunikasi dengan teman – temannya, membicarakan masalah –
masalah atau kesulitan yang dialaminya dengan dibimbing oleh konsultan yang ada di dalam
organisasi tersebut.

Bersama remaja warga masyarakat juga aktif dalam melaksanakan bakti sosial sehingga diperoleh
pengalaman praktis yang positif dari kehidupan bermasyarakat. Hal ini untuk melatih fisik, mental,
aktivitas dan kreativitas remaja sehingga terbentuk pribadi yang militant dan dinamis sebagai
generasi penerus.

Masyarakat hendaknya menjadi kontrol sosial terbesar perkembangan para remaja, dengan
mengarahkan remaja kea rah yang baik

Pemerintah

Dalam hal pendidikan dan ilmu pengetahuan, pemerintah harus turut serta memberikan penanaman
tata nilai dan norma yang baik dan seuai dengan kehidupan sosial dan beragama Indonesia melalui,
pemberian bidang studi seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Budaya
Dasar, Pendidikan Pancasila, dll.

Dalam hal kehidupan sosial, pemerintah wajib menjadi kontrol sosial bagi pertumbuhan dan
perkembangan generasi muda negaranya, dengan memberi fasilitas-fasilitas sosial baik berupa,
bacaan, tayangan maupun teknologi yang mendidik dan membentuk pribadi remaja yang baik.

Pemerintah harus bersifat selektif dan preventif terhadap aspek-aspek globalisasi yang masuk
maupun dapat merusak generasi remaja bangsa, dalam hal dan bentuk apapun.

9
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Kenakalan Remaja merupakan suatu bentuk problematika sosial yang telah ada dan akan selalu ada
dalam kehidupan sosial. Tak hanya sekadar penyimpangan bahkan kenakalan remaja bisa berupa
tindak kriminal bila itu sudah merugikan bahkan membahayakan nyawa orang lain. Dalam
kaitannya dengan era globalisasi sekarang ini, kenakalan remaja telah menjadi efek langsung yang
semakin berkembang implikasinya dalam masyarakat. Pola hidup budaya barat sebagai salah satu
aspek bawaan globalisasi, banyak memberi implikasi buruk bagi kehidupan para remaja di
Indonesia. Berbagai bentuk kenakalan remaja baru yang belum pernah ada sebelumnya, kini kian
merebak dan menyebar dalam diri remaja. Berbagai paket negatif globalisasi membawa banyak
dampak perubahan bagi perkembangan psikologis dan fisik remaja di Indonesia. Kian hari remaja
Indonesia semakin tak terkendali mengekspresikan diri mereka, berbagai hal menyimpang dan
kriminil tak segan di lakukan mereka. Mulai dari narkoba, seks bebas, miras, vandalisme,
violenisme, sampai tato dan tindik kini telah berkembang sebagai bentuk kenakalan remaja dan
problematika sosial baru di masyarakat.

2. Saran
Bagi para remaja khususnya, filter (penyaring) yang paling mendasar adalah kita kembali kepada
ajaran agama. Keimanan dan ketakwaan yang teguh akan menjadi pondasi dan kepribadian dasar
yang menyaring pengaruh kebudayaan barat ataupun kebudayaan buruk lainnya yang dapat
menyeret kita ke jurang dosa berupa kenkalan remaja.

Perkembangan Iptek di era globalisasi sekarang harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai
pembentuk kepribadian generasi cerdas bagi para remaja sekarang ini. Serta bisa disikapi dengan
baik dan bijaka akan berbagaid dampak negatif dari perkembangan teknologi ini. Sehingga tidak
terlahir kenakalan remaja berupa atau akibat disfungsional teknologi

Semua pihak yang terkait, khususnya keluarga dan sekolah sebagai dua lingkungan terdominan
remaja, wajib memberi pendidikan dan pengetahuan yang baik berdasar tata nilai, norma, agama,
serta hokum yang berlaku di negarai ini, serta menjadi pembentuk, pembimbing sekaligus
pengawas kepribadian dan pertumbuhan remaja ke arah yang positif terhindar dari efek-efek
negatif, termasuk salah satunya ke dalam kenakalan remaja.

10
DAFTAR PUSTAKA

Sudarsono. 2004. Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Abdulkarim, Aim. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Mu’in, Idianto. 2004. Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Kartini, Kartono. 1986. Psikologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.

Sumber Internet :

http://www.wikipedia.org

http://www.psikologi.tarumanagara.ac.id

http://www.iscribd.com

http://h2dy.wordpress.com

http://www.anneahira.com/narkoba

http://eka-punk.blogspot.com

http://h4b13.wordpress.com

http://www.ubb.ac.id

11