Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RUTIN 3

SKOR NILAI :

Disusun oleh :

Nama Mahasiswa : Andrian Ricy Hutapea

NIM : 5193121004

Dosen Pengampu : Dr. SAUT PURBA, M.Pd

:HASIANNA NOPINA SITUMORANG.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

OKTOBER 2021
1. Cara menjaga ketersediaan bahan produksi dan siapa yang berperan
dalam menjaga ketersediaannya.

a) Lakukan Perencanaan dan Proyeksi Persediaan

Persediaan berlebih ataupun kurang dapat mengakibatkan


kerugian bagi perusahaan. Untuk menghindari hal tersebut, Anda
dapat membuat perencanaan dan proyeksi untuk mengelola
persediaan barang.

Selain untuk mengurangi risiko kerugian, perencanaan dan


proyeksi persediaan juga dapat membantu pengusaha ketika akan
melakukan pemesanan barang.

Dengan perencanaan yang matang, persediaan atau stok


barang tidak akan kurang ataupun berlebih. Dan dengan adanya
proyeksi ini, pengusaha dapat memperkirakan jumlah minimum
stok di gudang sebagai tolok ukur saat akan melakukan pemesanan
barang.

b) Pahami Sistem Persediaan

Banyak pengusaha yang tidak memahami sistem persediaan


barang sehingga menyebabkan barang terlalu lama tertahan dalam
gudang dan tidak jarang banyak barang yang telah kadaluwarsa
ataupun rusak.

Dengan tidak memahami sistem persediaan, perusahaan


akan menanggung beban lebih besar yang berdampak pada
kerugian.Oleh karena itu, cobalah tentukan sistem persediaan yang
cocok digunakan perusahaan Anda, sistem perpetual atau
periodik?. Sistem perpetual adalah sistem di mana setiap
persediaan yang masuk dan keluar dicatat dalam pembukuan,
sedangkan sistem periodik dilakukan dengan menghitung jumlah
persediaan di akhir periode untuk melakukan pembukuan.
c) Tentukan Standard Operating Procedure

Persediaan dalam bisnis kecil dan menengah dapat diawasi


langsung oleh pengusaha. Namun,  jika bisnis sudah berkembang,
Anda sebagai pengusahadapat mempekerjakan pegawai dengan
posisi tinggi seperti manager atau supervisor gudang untuk
melakukan pengawasan dalam pengelolaan persediaan.

Di mana, manager atau supervisor tersebut harus menguasai


SOP pada divisinya seperti, SOP barang masuk dan keluar, SOP
penyimpanan, SOP pelaporan ketersediaan stok dan pengadaan
stok yang dibutuhkan. Dengan adanya manager atau supervisor
gudang, kesalahan dalam pencatatan stok dapat dihindari sehingga
dapat mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan persediaan
barang.

d) Buat Jadwal Persediaan

Dengan mengatur jadwal persediaan, pengusaha akan


dengan mudah mengelola persedian dalam gudang. Pengusaha
dapat menentukan jadwal pembelian persediaan dan jadwal
persediaan keluar dari gudang.

Dengan adanya jadwal untuk keluar masuknya persediaan,


pengusaha dapat dengan mudah mengurangi risiko kerugian
perusahaan dan terhindar dari barang yang rusak ataupun
kadaluwarsa.

e) Hitung Anggaran Persediaan

Hitung berapa uang yang telah Anda habiskan untuk


membeli sebuah persediaan barang. Kemudian buatlah catatan
semua harga pokok penjualan dan harga jual barang tersebut. Hal
ini dapat membantu Anda untuk mengetahui berapa perkiraan
pendapatan yang Anda dapatkan jika barang tersebut laku terjual
dipasaran.
Dengan manajemen persediaan barang yang baik,
pengusaha tidak hanya dapat mengurangi risiko kerugian
perusahaan tapi juga dapat membantu pengusaha dalam mengelola
arus kas perusahaan.

Selain cara di atas, Anda juga dapat mengelola persediaan


dengan baik dengan software akuntansi Jurnal. Fitur Stok Barang
dan Stok Buffer pada aplikasi Jurnal dapat membantu pengusaha
dalam mengelola persediaan barang.

Melalui fitur Stok Barang, pengusaha dapat memonitor


jumlah stok barang, perhitungan persediaan, harga jual rata-rata,
dan pemberitahuan saat stok kosong. Dan dengan fitur Stok Buffer,
pengusaha dapat membuat proyeksi dan menentukan jumlah
minimum persediaan barang.

Selain itu, fitur software stok barang ini juga akan


memberikan notifikasi kepada penggunanya ketika persediaan
telah berada pada batas minimum sehingga pengusaha dapat segera
melakukan pemesanan terhadap barang yang akan habis.

f) Orang yang bertugas untuk menjaga ketersediaan bahan adalah


Manajer Gudang.

2. Strategi yang efektif untuk mencapai proses produksi yang tepat

 Efektifitas, efisiensi, dan keunggulan kompetitif. Kata kunci ini diambil


dari tujuan yang ingin dicapai dari implementasi manajemen operasional,
yaitu penciptaan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan sumber daya
yang efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut, manajer
operasional perlu mengambil 10 keputusan strategis dan salah satu dari 10
keputusan tersebut adalah terkait dengan strategi proses.

1) Strategi proses merupakan pendekatan yang dilakukan oleh suatu


organisasi dalam mengubah sumber daya menjadi barang atau jasa
(Heizer, Render, dan Munson, 2014). Keputusan strategis yang
akan diambil oleh manajer operasional memiliki tujuan untuk
membentuk suatu proses yang dapat menghasilkan produk yang
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, menggunakan
sumber daya yang tersedia atau dikelola oleh perusahaan.
Pengambilan keputusan strategi proses memiliki manfaat dalam
jangka panjang, yaitu terkait dengan efisiensi dan fleksibilitas
proses produksi, hingga konistensi kualitas dan biaya produksi dari
produk yang dihasilkan.

2) Manajer operasional dapat memilih salah satu dari empat strategi


proses berdasarkan jumlah dan jenis produk yang dihasilkan.
Empat strategi yang dapat dipilih antara lain:

(1) process focus,

(2) repetitive focus,

(3) product focus, dan

(4) mass customization.

Unit usaha yang tidak menghasilkan produk dalam jumlah besar


namun memiliki variasi jenis produk yang cukup banyak dapat
memilih process focus. Pada unit usaha yang menghasilkan
beberapa variasi jenis produk dan dalam jumlah yang cukup besar,
manajer operasional dapat memilih repetitive focus. Salah satu
syarat repetitive focusdapat dilakukan adalah
terdapat modules (komponen yang dipersiapkan sebelum dirakit
menjadi satu produk).

3) Product focus merupakan strategi proses yang umum ditemukan


pada unit usaha yang memiliki sedikit variasi jenis produk namun
memiliki jumlah produksi yang besar. Terakhir, mass
customization merupakan strategi proses yang memungkinkan
perusahaan untuk menghasilkan beberapa variasi jenis produk
dalam jumlah besar. Modules juga merupakan salah satu syarat
untuk dilakukannya mass customization. Terdapat beberapa
pertimbangan dalam penentuan strategi proses oleh manajer
operasional selain jumlah dan jenis produk yang dihasilkan,
pertimbangan tersebut antara lain:

(1) sumber daya yang dikelola oleh unit usaha,

(2) target konsumen yang disasar, dan

(3) mitra kerjasama.

4) Sumber daya yang dikelola oleh unit usaha akan membatasi


strategi proses yang dapat dipilih oleh manajer operasional.
Pada product focus dan mass customization, selain membutuhkan
bahan baku yang besar perusahaan juga perlu tenaga kerja dan
peralatan yang mampu mengolah bahan baku tersebut tanpa
terjadi bottleneck problem. Apabila unit usaha menyasar target
konsumen dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam maka
secara tidak langsung perusahaan juga perlu mempersiapkan proses
yang mampu memenuhi perubahan kebutuhan dan keinginan,
sehingga proses yang lebih fleksibel seperti process
focus atau repetitive focus dapat dipilih. Terakhir, ketersediaan
mitra kerjasama yang menyuplai komponen modules dapat
mempengaruhi apakah unit usaha dapat menggunakan repetitive
focus dan mass customization.