Anda di halaman 1dari 3

GENERAL LAPPLIA ANCECOR RPORATI ] ION April9,2011 [G

Y Yohan Sury yanto Pram mono 10 / 310533 / PEK / 15 3 5410

Latar Bela akang Peru usahaan


G General Ap ppliance Corporation m merupakan p produsen te erintegrasi u untuk segala jenis pera a abotan rumah t tangga. Div produk C visi Chrome me enjual kepad Divisi Ko da ompor Elek ktrik sebuah unit berlap krom yang pis d dipasang d diatas komp por. Divisi Produk chr rome telah memprodu uksi unit in sejak 1 j ni januari 198 86. S Sebelum saat itu, un tersebut diproduksi oleh pem nit i masok luar. Sekitar pe ertengahan tahun 198 86, General Applience Co orporation m mengkhawa atirkan kelu uhan konsu umen dan agen penju ual Presiden G (dealer) aka kualitas produk peru an usahaan ter rsebut. Suat survei ko tu onsumen me enunjukkan dengan jelas bahwa pad tahun se da ebelumnya, reputasi pe erusahaan sebagai se ebuah produsen produ berkualit uk tas t telah menu urun. Meskipun penur runan ini diyakini teru utama karena kinerja yang buruk dari mes sin e elektronik y yang baru, yang tidak lama kem k mudian dikoreksi, presiden menyim mpulkan ba ahwa kualit tas produk peru usahaan secara keselu uruhan telah menurun d h dalam beberapa tahun terakhir.

Permasala ahan
Masalah Ut tama Kompo or Divisi Produ Chrome mengusulk untuk m uk kan menaikkan h harga kompor tersebut sebesar 90 sen; 80 sen 0 mencermink kan biaya tambahan atas operasi tambaha dan 10 sen merup an pakan mark kup laba at tas an t tambahan b biaya terseb Divisi ko but. ompor elekt keberata dengan usulan kena trik an aikan harga tersebut da a d diputuskan untuk mem mbawa pertik kaian terseb kepada s keuang but staf gan. Masalah Pe engendalian Thermosta n atis Divisi kulka menginfo as ormasikan kepada Mo onson Controls Corpo oration seja 1 januar 1988 div ak ri visi t tersebut ak kan membeli unit peng gendali suhu unya dari D Divisi Motor Elektrik. P r Pertengahan tahun 198 n 87, an kapasitas p produksi dar perusahaa ri an-perusaha indepen aan nden terseb jauh melebihi permintaannya da but mengakibat tkan menur runnya harg hal sam dialami o ga, ma oleh Divisi M Motor Elektrik, laba ya ang dihasilkan o oleh produk ini menur k run drastis. Divisi Motor Elektrik dan Divisi Kulkas melakukan negosiasi unt tuk harga tahun 1988. Divisi Kulkas mengusul s lkan harga $2,15, yaitu harga y yang dibaya arkan kepada Monson Co ontrols Cor rporation. D Divisi Moto Elektrik tetap menolak untuk menurunk or kan harganya d dibawah $2 2,40 kepada pihak manapun. Pertik a kaian terseb akhirnya diserahkan kepada st keuanga but a taf an. Masalah Transmisi Mulai 1 jan nuari 1987, General Ap ppliance Co orporation tidak lagi memesan tra ansmisinya di Thorndik ke. A April 1985, presiden T Thorndike M Machining Corporation meminta agar keput n tusan kontr rak perjanjian

April9,2011 [GENERALAPPLIANCECORPORATION] dapat ditinjau kembali karena (a) Thorndike masih lebih untung jika ia menurunkan harga daripada menelantarkan mesin-mesin yang ada, yang tadinya digunakan untuk memproduksi transmisi; dan (b) Thorndike mengharapkan adanya kenaikan produktivitas. Tahun 1985, Divisi Gear and Transmission negosiasi dengan Divisi mesin cuci mengenai harga transmisi yang baru, yaitu $12 ditambah beberapa penyesuaian kecil terhadap perubahan biaya yang terjadi sejak tahun sebelumnya. Divisi Mesin Cuci menolak dan bertahan pada harga $11,21. Pertikaian akhirnya diserahkan kepada staf keuangan

Bukti Kasus Setiap peningkatan kualitas membawa komponen tersebut pada tingkat yang sama dengan kualitas yang diberikan oleh produsen luar terdahulu. Karena itu biaya peningkatan kualitas tersebut sudah termasuk dalam harga $10. Divisi Kulkas menunjukkan perjanjian dengan Divisi motor Elektrik yang menyatakan, Pada situasi disparitas harga (major pricing disparity), telah disetujui bahwa kebutuhan akan model yang lebih canggih didapatkan secara kompetitif (yaitu didapatkan dari penawar atau bidder terendah). Jika Divisi Mesin Cuci keberatan dengan harga $12, maka ia seharusnya melakukannya ketika proyek tersebut dipresentasikan kepada manajemen tingkat atas. Karena fasilitas dibeli dengan asumsi harga $12, Divisi Mesin Cuci tidak boleh keberatan setelah dana yang diberikan sudah digunakan.

Pendapat Pribadi
Pada Divisi Kompor, Departemen teknik dari staf manufaktur sebaiknya meninjau operasi tambahan tersebut dan dimintai komentarnya atas kenaikan biaya yang diusulkan. Departemen pengendalian mutu dari staf manufaktur menentukan apakah sebenarnya kualitas telah meningkat sebagai hasil dari operasi tambahan dan apakah unit-unit yang baru memiliki kualitas lebih baik dari pada unit yang dibeli dari pemasok luar. Pada Masalah pengendalian Thermostatis, Staf keuangan sebaiknya meminta staf pembelian meninjau kembali situasi pasar untuk unit pengatur suhu tersebut bahwa terdapat kelebihan kapasitas dan sebagai akibatnya harganya sangat rendah. Kadang harga dapat naik baik ketika permintaan atas unit sejenis naik maupun pada saat beberapa produsen bangkrut. Staf pembelian tersebut meyakini bahwa divisi Kulkas dapat memperoleh seluruh pasokan kebutuhannya untuk 1 2 tahun mendatang dengan harga $ 2,15 / unit, atau bahkan lebih rendah. Meskipun demikian staf pembelian tersebut percaya bahwa jika seluruh kebutuhan divisi ini diperoleh dari pemasok luar, maka harganya akan naik menjadi $2,40 karena tindakan tersebut akan mengeliminasi akan adanya kelebihan kapasitas. Pada Masalah Transmisi, jika penawaran Thorndike Machining sebesar $ 10 disesuaikan dengan dampak biaya atas perubahan dalam karateristik kinerja dan peningkatan tingkat biaya umum dari

April9,2011 [GENERALAPPLIANCECORPORATION] penawaran semula, harganya adalah sebesar $ 11,25 , atau kira2 sama dengan yang diusulkan oleh divisi mesin cuci.

Kesimpulan
Jika dua atau lebih pusat laba bertanggung jawab bersama atas pengembangan, pembuatan, dan pemasaran suatu produk, maka masing-masing harus membagi pendapatan yang dihasilkan ketika produk tersebut terjual. Harga transfer merupakan mekanisme untuk mendistribusikan pendapatan ini. Harga transfer harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan berikut ini : 1. Memberikan informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan timbale balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan. 2. Menghasilkan keputusan yang selaras dengan tujuan. Sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga keputusan yang meningkatkan laba unit usaha juga akan meningkatkan laba perusahaan. 3. Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual. Sistem tersebut harus mudah dimengerti dan dikelola. 4. Merancang sistem penentuan harga transfer merupakan topic kunci pengendalian manajemen bagi sebagian besar perusahaan. Beberapa penulis menggunakan istilah harga transfer untuk mengacu pada jumlah yang digunakan dalam akuntansi untuk semua transfer barang dan jasa antar pusat tanggung jawab. Istilah harga transfer pada nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi di mana setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba. Rekomendasi 1. Seharusnya sebelum ditentukan tindakan untuk memperbaiki kualitas kompor, seluruh bagian harus dilibatkan didalam mengambil keputusan. Dalam hal ini Divisi Produk Krom kurang bijaksana dengan tidak melibatkan Divisi Kompor Listrik dalam pengambilan keputusan perbaikan kualitas kompor. 2. Menggunakan metode bergaining (menawarkan) dengan penambahan biaya tidak sebesar 90 sen tetapi 85 sen dengan perincian 80 sen untuk biaya tambahan dan 5 sen untuk markup laba atas biaya tersebut untuk per unitnya. (lebih rendah 5 sen dari penawaran sebelumnya) 3. Tetap membeli dari divisi motor listrik dengan harga negosiasi. 4. Meningkatkan sales dan produktivitas di divisi kulkas dan divisi mesin cuci sehingga permintaan ke divisi motor listrik meningkat dan biaya bisa ditekan (mass production eficiency).