Anda di halaman 1dari 3

NDUSTRIALPROD DUCTCO ORPORAT TION] April9,2011 [IN

Y Yohan Sury yanto Pram mono 10 / 310533 / PEK / 15 3 5410

Latar Belak kang Perus sahaan Pada tahun 1996 Indu n ustrial Prod ducts Corpo oration (IPC membuat berbagai macam pro C) oduk indust try d dalam lebih dari 12 di h ivisi. Pabrik knya terletak diseluruh negeri, satu atau lebih untuk sa divisi, dan atu kantor pusa atnya berad di kota b da besar wilaya timur AS Tiap divis dijalankan oleh seor ah S. si n rang manag ger d divisi dan m memiliki nera serta laporan laba rugi sendiri. aca Divisi Baker di IPC me emproduksi dan memasang pomp industry b pa besar, yang kebanyaka dijual leb g an bih d $5,000. Berbagai macam mo dari odel dibuat s sesuai pesa anan, dan d dibentuk dar bentuk sta ri andar dimana t tiap divisi m membuatnya atau membelinya seb a bagai persed diaan. Divisi meng goperasikan tiga pabrik dua diant n k, taranya lebih kecil dari yang lain d lokasiny berjauha dan ya an. Kantor pus bertemp di pabr utama, d sat pat rik dimana dis sana kegiat tan meranc cang dan m melaksanakan o operasi dan pekerjaan seperti ya n n ang biasa dilakukan o oleh kasir d dan staf. K Kegiatan pemasaran dan d desain dilak kukan oleh agen penju ualan lapan ngan, sedan yang me ng elapor kepada Brandt y yaitu manaj jer d divisi, diman manajer divisi ini be na ertanggung j jawab akan desain, pe n enjualan, pembuatan, pembelian dan a anggaran. Pada IPC lini produks dibagi menjadi lima grup deng si a gan harapan profitabili itasnya dap pat d dipelajari s secara terp pisah. Untu memantau tingkat pengemb uk t balia dan kontrol sys stem intern nal d dibebankan kepada 6 orang, sed n dang manaj divisi ak jer kan mengaw wasi volume dan wakt pengirima e tu an s setiap ming ggu, berapa ukuran kua alitas, dan w wilayah biaya tertentu seperti biaya lembur. a

Permasalahan Bagaimana pengaruh Brandt ter rhadap per rtumbuhan perusahaan IPC dan tanggung jawab Brand n d dalam mela akukan proy yeksi perusa ahaan dalam beberapa tahun ke depan. m

Bukti Kasu us sebesar 1,7 kali dan perinciannya S Selama tah hun 1996, total asset divisi Bak memiliki turnover s ker i 7 s sebagai ber rikut: Kas (8 % d total As dari set). Seperti divisi lainn di IPC, Divisi Bake memiliki rekening ka pada bank nya er as lokal, diman kantor p na pusat mentr ransfer dan jika mere na eka memer rlukannya. R Rekening lo okal biasanya d digunakan untuk gaji pabrik da tagihan lokal lainn an nya. Reken ning kas di ivisi pada kantor pus sat d ditunjukkan pada lapor neraca divisi sebag kas dan surat berh ran gai n harga. Jumlah kas yang ditunjukkan s sebagai kas syang ada pada lapora divisi dit an tentukan ole persetuju antara manajemen tingkat at eh uan n tas

April9,2011 [INDUSTRIALPRODUCTCORPORATION] dan manajer divisi dan dipertimbangkan oleh keduanya sebagai jumlah minimum yang diperlukan untuk beroperasi. Piutang (21% dari total Aset). Semua piutang untuk divisi Baker dikumpulkan dikantor pusat. Sekitar tanggal 20 setiap bulannya laporan neraca dibuat dan dimajukan ke divisi. Kendala yang dihadapi Baker adalah kesulitan dalam perubahan syarat pembayaran dikarenakan Baker menjual kepada konsumen yang penting maupun divisi lain sehingga apabila ada perubahan akan menggangu segmen bisnis perusahaan dalam jumlah yang besar. Persediaan : Stok bahan mentah metal (sekitar 3 persen dari total investasi). Pada akhir tahun 1996, persediaan terdiri dari 18% dari total asset yang dimiliki Divisi Baker. Berbagai jenis persediaan menunjukkan bahwa bahan mentah terhitung sebesar 7%, barang dalam pengerjaan (work in process) 9%, serta barang jadi dan barang pasokan lain sebesar 2%. Karena Divisi Baker berproduksi sesuai pesanan, makan persediaan barang jadinya biasanya sedikit, dan hanya bahan mentah dan work in process yang menjadi mayoritas persediaan. Persediaan : Komponen yang telah dibeli dan komponen yang telah dibuat (10% dari total asset 4% bahan mentah, 6% barang dalam process). Persediaan : Stok dasar (sekitar 3% dari total investasi). Persediaan : Barang jadi (2% dari total investasi). Tanah, bangunan dan mesin-mesin (53% dari total investasi)

Pendapat Pribadi Perumusan dan evaluasi dari program pendukung untuk tiap lini produk secara umum dapat ditingkatkan jika proyek diklasifikasikan menurut tujuannya. Kunci utama dari semua perencanaan adalah ROA, fungsi dari Margin dan Turnover. Rasio rasio ini ditentukan oleh tiga faktor dalam persamaan bisnis-volume, biaya, dan aset. Seluruh proyek harusnya diarahkan pada salah satu hal berikut: Tingkatkan volume, mengurangi biaya dan pengeluaran, dan meminimalkan aset.

Kesimpulan Tujuan tahunan menyatakan proyeksi penjualan, biaya, laba, pengeluaran kas, penerimaan dan menunjukkan neraca proforma dan laporan laba rugi. Mr.Brandt bertanggung jawab atas aset divisi dan provisi untuk pertumbuhan dan ekspansi divisi. Pertumbuhan mengacu pada perbaikan internal desain produk dan metode produksi dan program pengurangan biaya. Dalam permintaan belanja modal sebenarnya ada 4 macam proposal fasilitas: Pengurangan biaya proyek yang investasi melikuidasi diri. Penurunan biaya tenaga kerja biasanya sumber terbesar dari tabungan, yang mengatakan dalam jangka waktu payback dan tingkat pengembalian. Kebutuhan proyek. ini termasuk penggantian mesin lusuh, peningkatan kualitas dan

April9,2011 [INDUSTRIALPRODUCTCORPORATION] perubahan teknis untuk memenuhi persaingan, proyek kepatuhan lingkungan, dan fasilitas bagi keselamatan dan kenyamanan para pekerja.

Rekomendasi Seharusnya perusahaan melakukan penilaian terhadap proposal pengurangan biaya didasarkan pada perbandingan atas estimasi tingkat pengembalian dengan 20% standar yang ditentukan dari kantor pusat. Jika proyek tersebut menarik dan menunjukkan pengembalian kurang dari 20% maka proposal itu harus disesuaikan dengan dasar lain dan dimasukkan ke dalam kategori yang diperlukan.