PEMANFAATAN LIMBAH BATUBARA (FLY ASH) UNTUK STABILISASI TANAH MAUPUN KEPERLUAN TEKNIK SIPIL LAINNYA DALAM MENGURANGI

PENCEMARAN LINGKUNGAN

PIDATO PENGUKUHAN

Disampaikan pada Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Pada Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Semarang, 6 Desember 2008 Oleh Sri Prabandiyani Retno Wardani

1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Yang saya hormati dan muliakan, Bapak Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Rektor, Ketua Senat, Sekretaris dan Anggota Senat serta Dewan Guru Besar Universitas Diponegoro Para Guru Besar Tamu, Ketua dan Dewan Penyantun Universitas Diponegoro Bapak Gubernur beserta Muspida Provinsi Jawa Tengah Para Pembantu Rektor Universitas Diponegoro Para Ketua Lembaga, Dekan, Ketua-Ketua Jurusan, Dosen dan semua Sivitas Akademika Universitas Diponegoro Direktur, para Asisten Direktur, dan Ketua Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Segenap tamu undangan, rekan sejawat, kawan seprofesi dan seluruh sanak famili serta para mahasiswa yang saya cintai Pertama-tama, pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah saya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wataala yang tidak henti-hentinya melimpahkan rahmat dan rahim-Nya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dan memberikan kesempatan kepada saya membacakan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar tetap dalam bidang ilmu/mata kuliah Jalan Raya pada Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di hadapan rapat Senat Terbuka Universitas Diponegoro yang kami muliakan dengan judul: “Pemanfaatan Limbah Batubara (fly ash) untuk Stabilisasi Tanah Maupun Keperluan Teknik Sipil lainnya dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan”

2

Selanjutnya, perkenankanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada hadirin yang terhormat, yang telah berkenan meluangkan waktu, guna menghadiri upacara pengukuhan ini. Kebijakan Pemerintah dibidang Energi Bapak, Ibu dan hadirin yang kami muliakan Industri pertambangan di Indonesia (termasuk batubara) telah berkembang dengan relatif pesat dengan didorong oleh adanya UU No.1 /1967 tentang penanaman modal asing dan UU No.11/1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertambangan. Kebijakan pemerintah di bidang energi yang dicanangkan pada tahun 1976 dalam masalah diversifikasi energi, batubara diharapkan dapat berperan sebagai sumber energi pengganti minyak bumi. Kebijakan pengembangan batubara dilakukan sejalan dengan GBHN dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kebijakan Umum Bidang Energi (KUBE), untuk menjamin pengadaan energi bagi kebutuhan dalam negeri selama mungkin serta dapat diandalkan, tanpa mengabaikan prinsip pembangunan yang berkesinambungan. Kebijakan ini dilakukan sejalan dengan tekat pemerintah untuk mengangkat kembali peranan batubara yang pernah menjadi primadona dimasa lalu. Namun demikian, acuan utamanya adalah semangat yang terdapat pada pasal 33 UUD 1945 yaitu bahwa segala isi bumi di Indonesia perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Pokok dari kebijakan pemerintah Indonesia dalam diversifikasi energi adalah percepatan pengembangan dan pemanfaatan batubara, di mana era penggunaan batubara untuk pembangkit listrik dan industri semen dimulai dengan adanya Instruksi Presiden tahun 1976 tersebut. Sedangkan untuk mengembangkan tambang-tambang batubara, dimulai tahun 1981 dengan mengundang kehadiran investor asing untuk mengambil peranan. Adapun dasar pengaturan pembangkit listrik swasta, di mana proyek-proyek pembangkit listrik swasta bertanggung jawab atas pasokan bahan bakarnya dan didorong untuk menggunakan batubara Indonesia sebagai sumber utamanya adalah Keppres No. 37/1992.

3

Batubara. Bahan bakar fosil (batubara) tetap saja merupakan sumber pamasok utama. Dari pembakaran batubara dihasilkan sekitar 5% polutan padat yang berupa abu (fly ash dan bottom ash). Dari jumlah tersebut perannya sekitar 67 % tersebar di Sumatera. meskipun pilihan terhadap sumber daya energi telah meluas kepada sumber-sumber yang bersih dan dapat diperbaharui. Sulawesi dan Irian Jaya. Dengan kualitas batubara yang baik dan dengan jumlah yang besar tersebut serta tingkat produksi saat ini. ombak dan panas bumi. batubara dapat menjadi sumber energi bagi Indonesia selama ratusan tahun. Semakin meningkatnya pemakaian batubara. di mana di Indonesia produksi tersedia cadangannya dalam jumlah yang cukup melimpah dan dan diperkirakan mencapai 38. 32% di Kalimantan dan sisanya tersebar di Pulau Jawa. air.9 miliar ton. namun begitupun pertumbuhan pemakaian energi nuklir tidak dapat diharapkan karena tekanan masyarakat.6%. Tabel 1 berikut adalah perkiraan kontribusi batubara dalam energi pembangkit listrik dan energi campur sampai dengan tahun 2020. maka beban lingkungan juga akan semakin berat dan perlu diantisipasi dengan pemakaian teknologi batubara bersih dan pemanfaatan secara optimal dari limbah batubara (fly ash). 4 . Batubara adalah bahan bakar fosil. Pada tahun 1999. seperti tenaga surya. peran BBM dalam penyediaan energi primer masih mencapai 68% pada tahun 1992/1993 dan pada tahun 2020 menjadi 37%. sedangkan sisanya 45 juta ton merupakan jumlah yang dapat diekspor. peran BBM secara bertahap terus menurun. 23 Produksi batubara pada tahun 2010 diperkirakan sekitar 153 juta ton. sedangkan pemakaian dalam negeri pada tahun tersebut adalah 108 juta ton. di mana sekitar 10-20% adalah bottom ash dan sekitar 80-90% fly ash dari total abu yang dihasilkan. peranan batubara dalam penyediaan energi nasional baru mencapai sekitar 12% dan diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 39. Sebaliknya.

Yayasan Lentera / DPMB yang diolah kembali.2 listrikan 2010 50 47.8 19.0 19.1 36.2 ITB.5 18. 2015 55 57.7 58.1 analisis FIKTM 2020 60 72.3 Data berdasarkan (R) rencana ketenaga 2005 40 28.Tabel 1. Perkiraan kontribusi batubara dalam energi pembangkit listrik dan energi campur 23 Batubara untuk listrik Batubara untuk Tahun yang dibutuhkan energi campur Keterangan % listrik Jumlah Jumlah % keseluruh (juta ton) (juta ton) an 2002 34.0 96.9% Th 2000:544 juta SBM (127 juta STB) Th 2005: 908 juta SBM (227 juta STB) Th 2010: 1272 juta SBM (318 juta STB) Th 2015: 1636 juta SBM (409 juta STB) Th 2020: 2000 juta SBM (500 juta STB) 5 .9 25.0 70.6 14.4 Indonesia (PLN). pertumbuhan permintaan Energi primer rata-rata 6.8 16.0 17.

70-80 % dari abu tertahan sebagai boiler slag dan hanya 20-30% meninggalkan pembakaran sebagai dry ash pada corong gas. Pada cyclon furnace. Gambar 1.FLY ASH DAN BOTTOM ASH Limbah Batu bara Fly ash dan bottom ash merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik. Ada tiga type pembakaran batubara pada industri listrik yaitu dry bottom boilers. Apabila batubara dibakar dengan wet-bottom boiler sebanyak 50% dari abu tertinggal di pembakaran dan 50% lainnya masuk dalam corong gas. maka kurang lebih 80% dari abu meninggalkan pembakaran sebagai fly ash dan masuk dalam corong gas. Type yang paling umum untuk pembakaran batubara adalah pembakaran dry bottom seperti dapat dilihat pada Gambar 1. di mana potongan batubara digunakan sebagai bahan bakar. wet-bottom boilers dan cyclon furnace. Apabila batubara dibakar dengan type dry bottom boiler. Type pembakaran dry bottom boiler dengan electrostatic precipitator 28 6 .

Dahulu fly ash diperoleh dari produksi pembakaran batubara secara sederhana. Pasal 2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun menyebutkan bahwa pengelolaan limbah B3 bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah B3 serta melakukan pemulihan kualitas lingkungan yang dapat tercemar sehingga sesuai fungsinya kembali. Fly ash dan bottom ash ini terdapat dalam jumlah yang cukup besar. sehingga memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. namun hasil pemanfaatan tersebut belum dapat dimasyarakatkan secara optimal. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Yang dimaksud dengan bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya. dan penurunan kualitas ekosistem. No. seperti pencemaran udara. karena berdasarkan PP. kesehatan. Salah satu penanganan lingkungan yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan limbah fly ash untuk keperluan bahan bangunan teknik sipil. fly ash dan bottom ash dikategorikan sebagai limbah B3 karena terdapat kandungan oksida logam berat yang akan mengalami pelindihan secara alami dan mencemari lingkungan. atau perairan. baik secara langsung maupun tidak langsung. dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup. Pasal 3 menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3. dengan corong gas dan menyebar ke atmosfer. karena fly ash hasil dari tempat pembakaran batubara dibuang sebagai timbunan. Hal ini yang menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. dilarang membuang limbah B3 yang dihasilkannya itu secara langsung 7 .85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). dapat mencemarkan dan atau merusakkan lingkungan hidup.

D222 dan D223 dapat dinyatakan sebagai limbah B3 setelah dilakukan uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan atau uji karakteristik. Sedangkan Pasal 7 Ayat 2 menyebutkan bahwa daftar limbah dengan kode limbah D220.kedalam media lingkungan hidup. tanpa pengolahan terlebih dahulu. Contoh abu limbah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PLTU yang berada di Sumatera dan Kalimantan. D221. Setelah melalui tahapan-tahapan dalam penelitian tersebut didapat kesimpulan bahwa keseluruhan uji hayati contoh abu 8 .Daftar Limbah B3 dengan Kode Limbah D223 21 Kode limbah Jenis Industrri / kegiatan PLTU yang menggu nakan bahan bakar batubara Kode Kegiatan Sumber Pencemaran Asal / Uraian Limbah Pencemaran Utama D223 4010 * Pembakaran Batubara yang digunakan untuk Pembangkit Listrik *Fly ash *Bottom Ash (yang memiliki kontaminan di atas standar dan memiliki karakteristik limbah B3) *Limbah PCB *Logam berat *Bahan Organik (PNAPolynuclear aromatics) Berdasarkan kondisi tersebut di atas. penelitian toxisitas abu batubara dilaksanakan secara menyeluruh dengan tujuan melihat lebih jauh pengaruh pemanfaatan abu batubara tersebut untuk kehidupan mahluk hidup dengan pendekatan secara biologi. Tabel 2. Di mana dalam daftar limbah B3 dari sumber yang spesifik fly ash dengan kode limbah D223 adalah sebagai berikut dalam Tabel 2.

batubara tersebut terhadap kutu air. metoda penyimpanan dan penimbunan. alkalin (Na2O dan K2O). berwarna keabu-abuan dan diperoleh dari hasil pembakaran batubara (lihat Gambar 2). kimia dan teknis dari fly ash adalah tipe batubara. tipe pemanasan dan operasi. Adapun komposisi kimia dan klasifikasinya seperti dapat dilihat pada Tabel 3. pospor oksida (P2O5) dan carbon. fero oksida (Fe2O3) dan kalsium oksida (CaO). kemurnian batubara. Pada intinya fly ash mengandung unsur kimia antara lain silika (SiO2). 15 FLY ASH Kandungan dan kelas fly ash Fly ash merupakan material yang memiliki ukuran butiran yang halus. sulfur trioksida (SO3). juga mengandung unsur tambahan lain yaitu magnesium oksida (MgO). Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat fisik. Gambar 2. tingkat penghancuran. titanium oksida (TiO2). alumina (Al2O3). Fly Ash Powder 32 9 . ikan mas dan mencit memberikan hasil bahwa bahan-bahan uji tersebut relatif tidak berbahaya bagi mahluk hidup.

Tabel 3.10 SO3 0-4 0-2 0 .60 15 . Biasanya mengandung kapur (CaO) > 20%.10 4 . Fly ash kelas F: merupakan fly ash yang diproduksi dari pembakaran batubara anthracite atau bituminous.45 Al2O3 5 .40 4 . Perbedaan utama dari kedua ash tersebut adalah banyaknya calsium. Komposisi dan Klasifikasi Fly ash 28 Komponen Bituminus Subbitumins Lignit (%) SiO2 20 .30 15 .10 Na2O 0-4 0-2 0-6 K2O 0-3 0-4 0-4 LOI 0 . kecuali pada aplikasi untuk beton.40 MgO 0-5 1-6 3 . 10 . bahwa tidak semua fly ash dapat memenuhi persyaratan ASTM C618.15 0-3 0-5 Menurut ASTM C618 fly ash dibagi menjadi dua kelas yaitu fly ash kelas F dan kelas C. Walaupun kelas F dan kelas C sangat ketat ditandai untuk digunakan fly ash yang memenuhi spesifikasi ASTM C618. Fly ash kelas F ini kadar kapurnya rendah (CaO < 10%). atau semen.12 5 . namun istilah ini lebih umum digunakan berdasarkan asal produksi batubara atau kadar CaO. persyaratan tersebut harus dipenuhi.35 20 . Fly ash kelas C: diproduksi dari pembakaran batubara lignite atau sub-bituminous selain mempunyai sifat pozolanic juga mempunyai sifat self-cementing (kemampuan untuk mengeras dan menambah strength apabila bereaksi dengan air) dan sifat ini timbul tanpa penambahan kapur.30 20 . Yang penting diketahui. mempunyai sifat pozzolanic dan untuk mendapatkan sifat cementitious harus diberi penambahan quick lime.15 CaO 1 . hydrated lime. aluminium dan kadar besi di ash tersebut.60 40 .25 Fe2O3 10 . silika.

Pencemaran udara26 Pencemaran udara dapat menyebabkan saluran udara besar yang masuk ke paru-paru (bronkus) mengalami penyempitan.b) sedangkan bronkus pada kondisi normal dapat dilihat pada Gambar 4.a.” dan fly ash tidak menyebabkan pencemaran pada air. Environmental Protection Agency (EPA) – fly ash diklasifikasikan sebagai limbah “non-hazardous.S.11 Adapun salah satu pencemaran yang sering terjadi dan dapat mengganggu kesehatan adalah pencemaran udara (Gambar 3) Gambar 3. pembengkakan lapisan. serta penyumbatan parsial oleh lendir (Gambar 4. terjadi pembentukan jaringan parut.APAKAH FLY ASH MERUPAKAN LIMBAH YANG BERBAHAYA? Menurut the U. Fly ash telah banyak digunakan di banyak Negara dan tidak menyebabkan problem kesehatan pada masyarakat.2 11 .

(a) (b) Gambar 4. fly ash biasanya di simpan dalam kondisi kering. Kira-kira 15 sampai 30 % air dapat ditambahkan pada fly ash. material konstruksi jalan. A. durabilitas dari beton. Sebagai pozzoland sangat besar meningkatkan strength. Fly ash tersebut dapat 12 . Portland Cement Fly ash digunakan untuk pengganti portland cement pada beton karena mempunyai sifat pozzolanic. batu bata. Penggunaan fly ash dapat dikatakan sebagai faktor kunci pada pemeliharaan beton tersebut. stabilisasi tanah untuk konstruksi jalan maupun stabilisasi tanah untuk tanah-tanah yang bermasalah di Indonesia. material pekerjaan tanah. Akibat pencemaran udara 2 PEMANFAATAN FLY ASH Kontribusi Walaupun fly ash dapat digunakan dalam bentuk kering atau fly ash basah. beton ringan. Berikut dibahas kontribusi fly ash pada pemakaian portland cement. Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian berat semen pada umumnya terbatas pada fly ash kelas F. campuran grouting.

bahkan untuk ”Roller Compacted Concrete Dam” penggantian tersebut mencapai 70 % telah dicapai dengan Pozzocrete (fly ash yang diproses) pada ”The Ghatghar Dam Project” di Maharashtra India. Batu Bata Batu bata dari ash telah digunakan untuk konstruksi rumah di Windhoek. sedangkan Gambar 5. kemudian dikeraskan dengan bahan air entrainment. batu bata berakhir untuk lebih dari 100 freeze-thaw cycle.29 Fly ash juga dapat meningkatkan workability dari semen dengan berkurangnya pemakaian air. mengurangi polusi mercuri dan biayanya 20% lebih hemat dari pembuatan batu bata tradisional dari lempung. akan tetapi batu bata tersebut akan cenderung untuk gagal atau menghasilkan bentuk yang tidak teratur.b menunjukkan bermacam bentuk dan warna batu bata dari fly ash 13 . Dipadatkan pada 4000 psi dan diperam 24 jam pada temperatur 668°C steam bath. Metode pembuatan batu bata ini dapat dikatakan menghemat energi. Baru baru ini telah dikembangkan penggunaan penggantian portland cement dengan prosentase volume fly ash yang tinggi (50%) pada perencanaan campuran beton.menggantikan semen sampai 30% berat semen yang dipergunakan dan dapat menambah daya tahan dan ketahanan terhadap bahan kimia. B. di mana penggantian dengan fly ash dapat mengurangi emisi gas carbon secara dramatis.a. Batu bata dari fly ash kelas C dan di press dengan mesin Baldwin Hydraulic dapat dilihat pada Gambar 5. Hal ini terjadi ketika batu bata tersebut kontak dengan air dan reaksi kimia yang terjadi menyebabkan batu bata tersebut memuai. Henry Liu pensiunan Insinyur Sipil dari Amerika mengumumkan bahwa dia menemukan sesuatu yang baru terdiri dari fly ash dan air. Pada Mei 2007. Produksi semen dunia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 2 milyard ton. Nambia sejak tahun 1970.

Gambar 5.b.a. Variasi Bentuk dan Warna Batu Bata dari Fly Ash12 14 . Batu bata dari fly ash kelas C11.34 Gambar 5.

000 kg/m³ (produksinya bisa dilihat pada Gambar 6) adalah sebagai berikut: . menunjukkan rumah dari beton ringan dengan tebal dinding 60 mm Gambar 6.Fly-Ash: 309 kg = 100 liters (approx) .Air: 250 kg = 250 liters . Produksi beton ringan di lapangan. menggunakan peralatan dan mould seperti beton konvensional.Cement (Portland): 190 kg = 61 liters .2 mm or finer): 430 kg = 164 liters .Sand (0 .000 kg /m³ (kering oven) Tipikal campuran untuk menghasilkan 1 m3 dengan density 1.Wet density 1.000 kg/m3. Density yang direkomendasikan 1.Foam (neopor-600): 423 liters . Beton Ringan Beton ringan dapat diproduksi langsung di tempat proyek.C. di India 35 15 . dengan special desain molds untuk density 1.179 kg/m3 Gambar 7.

Material Konstruksi Jalan Fly ash kelas F dan kelas C keduanya dapat digunakan sebagai mineral filler untuk pengisi void dan memberikan kontak point antara partikel agregat yang lebih besar pada campuran aspalt concrete. 16 . Aplikasi fly ash untuk konstruksi jalan dapat dilihat pada Gambar 8. Sifat hydrophobic dari fly ash memberikan daya tahan yang lebih baik untuk perkerasan dan tahan terhadap stripping. Untuk penggunaan perkerasan aspal. Aplikasi ini digunakan sebagai pengganti portland cement atau hydrated lime. fly ash harus memenuhi spesifikasi filler mineral yang ada di ASTM. meningkatkan daya tahan terhadap rutting dan meningkatkan durability campuran. Fly ash juga dapat meningkatkan stiffness dari matrix aspalt.Gambar 7. Rumah dari beton ringan dengan tebal dinding 60 mm 35 D.

Gambar 8. shear strength. Fly ash mempunyai koefisien keseragaman yang besar. Aplikasi Fly Ash untuk Konstruksi Jalan 29 E. Gambar 9 adalah Approach embankment pada soft soil Gambar 9. terdiri dari partikel ukuran lanau. Material Pekerjaan Tanah Fly ash dapat efektif digunakan untuk bahan timbunan (embankment) atau bahan perkuatan. Sifat-sifat teknik yang akan mempengaruhi penggunaan fly ash pada embankment adalah termasuk distribusi butiran. karakteristik pemadatan. Approach embankment pada soft soil 36 17 . compressibility dan permeability. Hampir semua Fly ash yang digunakan untuk embankment adalah fly ash kelas F.

Gambar 10.F. stabilisasi tanah dengan fly ash dan stabilisasi tanah dengan kapur. mengurangi biaya. dan meningkatkan daya tahan terhadap sulfat. Hasil simulasi rainfall runoff untuk tanah (parent soil). menunjukkan bahwa runoff untuk stabilisasi tanah dengan fly ash memberikan jumlah endapan yang paling sedikit dibandingkan dengan stabilisasi tanah dengan kapur dan tanah tanpa distabilisasi (Gambar 10). Grouting Fly ash ditambahkan pada grouting dengan semen untuk meningkatkan kemudahan pencampuran. Stabilisasi Tanah Hasil penelitian dengan simulasi rainfall runoff yang dilakukan oleh Paul Bloom dan Hero Gollany yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi pelepasan bahan inorganik termasuk mercury dan arsenic di lingkungan daerah stabilisasi tanah dengan fly ash.30 18 . G.

kebutuhan batubara untuk listrik pada tahun 2010 sebesar 47. sehingga akan dihasilkan fly ash dan bottom ash sebesar 5% x 58. Berarti penghasilan fly ash sekitar 15.30 19 . tidak termasuk fly ash dan bottom ash hasil dari PLTU baru seperti di Rembang.Stabilisasi tanah dengan penambahan fly ash biasanya digunakan untuk tanah lunak.000 ton per hari. sedangkan jika menggunakan fly ash kelas C tidak diperlukan bahan tambahan semen atau kapur karena fly ash kelas C mempunyai sifat self cementing. Seperti dapat dilihat pada Tabel 1.5 juta ton. pada tanah-tanah yang secara teknis bermasalah maupun keperluan lain dibidang teknik sipil. Pelaksanaan stabilisasi tanah dengan fly ash untuk jalan. Perbaikan tanah ini bisa menggunakan fly ash kelas C maupun kelas F. Gambar 11 menunjukkan saat pelaksanaan stabilisasi tanah dengan fly ash untuk jalan sedangkan Gambar 12.5 juta ton per tahun. Gambar 11. subgrade tanah kelempungan dibawah jalan yang mengalami beban pengulangan (repeated loading).a. Jika menggunakan fly ash kelas F diperlukan bahan tambahan kapur atau semen. menunjukkan saat Initial Compaction dengan Sheeps-foot-roller dan Gambar 12b. Cilacap dll. Pemanfaatan limbah batubara (fly ash) akan sangat membantu program pemerintah dalam mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus sebagai bahan stabilisasi tanah untuk konstruksi jalan. menunjukkan saat finish-compaction dengan Rubber-tired-roller dilakukan.7 juta ton dan untuk kebutuhan energi campur sebesar 58. serta dari industri yang baru.

Initial Compaction dengan Sheeps-foot-roller 10 Gambar 12. Finish-compaction dengan Rubber-tired-roller 10 20 .b.Gambar 12 a.

7 juta ton dan untuk kebutuhan energi campur sebesar 58. yaitu penelitian tentang ”Perilaku Stabilisasi Tanah Subgrade dengan 2% Semen + 4% fly ash dengan Cyclic Loading”.19 sebagai pengganti pemakaian semen saja (yang menimbulkan retak-retak). Sebelumnya telah dilakukan penelitian penggunaan campuran semen dan fly ash untuk stabilisasi tanah oleh sejumlah peneliti 9. akan tetapi penggunaan bahan aditif tersebut (semen + fly ash) yang digunakan relatif sangat tinggi (lebih 15% dari berat kering tanah aslinya). serta dari industri yang baru. sehingga tidak ekonomis.000 ton per hari. saya melakukan penelitian laboratorium untuk mendapatkan hasil yang ekonomis tanpa mengurangi persyaratan dan kualitas teknis. serta mengingat kecenderungan melimpahnya limbah batubara (fly ash) yang belum optimal dimanfaatkan. timbul pemikiran saya untuk melakukan penelitian pemanfaatan fly ash untuk stabilisasi tanah untuk tanahtanah yang secara teknik bermasalah. Pemanfaatan limbah batubara tersebut akan sangat membantu program pemerintah dalam mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus sebagai bahan stabilisasi tanah untuk konstruksi jalan pada tanahtanah yang secara teknis bermasalah maupun keperluan lain dibidang teknik sipil.5 juta ton. alat 21 . Oleh karena itu.Latar belakang penelitian stabilisasi tanah dengan fly ash Berangkat dari kenyataan banyaknya kasus tanah-tanah yang secara teknis bermasalah yang tidak saja dijumpai di Indonesia tetapi juga dibelahan bumi lainnya. Hasil penelitian tentang perilaku stabilisasi tanah subgrade dengan menggunakan 2% semen + 4% fly ash dengan repeated (cyclic) loading akan disajikan pada uraian dibawah ini. Berarti penghasilan fly ash sekitar 15. Seperti dapat dilihat pada Tabel 1.16. kebutuhan batubara untuk listrik pada tahun 2010 sebesar 47. sehingga akan dihasilkan fly ash dan bottom ash sebesar 5% x 58. Cilacap dll.5 juta ton per tahun tidak termasuk fly ash dan bottom ash hasil dari PLTU baru seperti di Rembang. sehingga menjadi problem lingkungan yang cukup serius kedepannya.

a dan Gambar 13. Malaysia. the University of New South Wales Australia atas sponsor pemerintah Indonesia (SUDR) dan the University of New South Wales Australia dan telah menghantar saya meraih gelar Doktor Teknik Sipil bidang Geoteknik. Gambar 13. 2003. Vol 1. Penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam Jurnal-jurnal Internasional yang bergengsi di bidang Geoteknik antara lain Canadian Geotechnical Journal 27. Singapore. Vol. Saat Saturation 25 22 . Proceedings of International Conference on Geotechnical and Geological Engineering 2000.b. Geotechnical Testing Journal 33 serta pada Prosiding Konferensi Internasioanal antara lain Proceeding 8-th Australia New Zealand on Geomechanics Conference.2. Australia. Australia.a.yang digunakan seperti dapat dilihat pada Gambar 13. Kuching.1999. Penelitian dilakukan pada tahun 1994-1998 di School of Civil Engineering. ”Proceeding of the 12th Asian Regional Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (12 ARC). Tasmania. Proceeding of the Sixth Geotechnical Engineering Conference (Geotropica 2001). Melbourne.

Sudut geser dalam tanah asli (φ’) = 37. sedangkan Untuk 1% semen + 3% Fly ash (c’) = 25 kPa dan Untuk 2% semen + 4% Fly ash (c’) = 45. Hasil penelitian dari beberapa peneliti sebelumnya menunjukkan hasil yang berbeda-beda tentang pengaruh bahan aditif terhadap sudut geser dalam seperti: 23 .8° Hasil ini menunjukkan bahwa untuk tanah dengan 2% semen + 4% fly ash. sudut geser dalam lebih rendah dari tanah asli (parent soil) dan juga lebih rendah dari tanah dengan 1% semen + 3% fly ash. yaitu bahan aditif meningkatkan kohesi efektif dari tanah.Gambar 13. 2.5° dan Untuk 2% semen + 4% fly ash (φ’) = 36.8 kPa Hasil ini konsisten dengan hypotesis dari Clough (1981)6.5 kPa.b. Saat Pelaksanaan Test 25 Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: 1. Untuk tanah asli cohesinya (c’) = 10. Campuran 2% semen + 4% fly ash memberikan peningkatan pada cohesi.48° Untuk 1% semen + 3% fly ash (φ’) = 39.

Cemented soil lebih kuat dan sedikit lebih kaku dari pada tanah asli. apabila data yang dipakai untuk penentuan hanya diambil untuk p’f kurang dari 500 kPa. untuk tanah asli. stiffness bertambah dengan penambahan cycle dan degradasi tidak terjadi.σr) = Deviator stress dan p = (σa + 2.5.Penambahan bahan aditif menyebabkan kenaikkan sudut geser dalam. stiffness berkurang dengan penambahan cycle dan degradasi terjadi dengan penambahan cycle. Dari hasil kelanjutan penelitian yang telah dilakukan.σr) / 3 = Mean stress Sebagai contoh. Walaupun ikatan telah rusak bahan aditif masih memberikan strength dan stiffness yang lebih tinggi.Hasil penelitian yang saya lakukan lebih konsisten dengan hasil dari Coop dan Atkinson 7.22 Penambahan bahan aditif menurunkan sedikit sudut geser dalam. karena penambahan - 24 . 7 . Untuk cemented soil.6. hal ini disebabkan karena failure surface pada bidang qf-p’f sedikit berbentuk kurva (seperti dapat dilihat pada Gambar 14). Pada undrained cyclic loading. terbukti bahwa pengaruh penambahan bahan aditif terhadap kohesi dan sudut geser dalam tergantung pada range dari stress yang diambil untuk fitting. 17. Penambahan bahan aditif menurunkan sedikit sudut geser dalam Karena adanya perbedaan hasil dari peneliti-peneliti sebelumnya.Penambahan bahan aditif tidak ada pengaruhnya terhadap sudut geser dalam.3.8.16 .13 . cyclic strain untuk tanah asli lebih besar daripada cemented soil.Penambahan bahan aditif hanya meningkatkan sedikit sudut geser dalam dengan penambahan kadar semen.20.Pengaruh bahan aditif terhadap kohesi dan sudut geser dalam tergantung pada confining pressure. hubungan linear antara qf-p’f di mana: q = (σa . maka perlu dibuktikan dengan penelitian yang dapat dihandalkan untuk meneliti apakah penambahan bahan aditif memberikan pengaruh pada sudut geser dalam ataukah tidak. Untuk tanah asli dengan drained dan undrained cyclic loading. hasil kohesi dan sudut geser dalam adalah: c’ = 36 kPa dan φ’= 38 8.24 .

Failure Surface pada Bidang qf-p’f 25 Ringkasan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecenderungan naiknya peranan batubara dalam penyediaan energi nasional. akan menjadi problem lingkungan yang cukup serius kedepannya. yang dapat membantu pemerintah dalam mengatasi dampak pencemaran 25 .interlocking dan coating oleh semen fly ash slurry. Stiffness untuk cemented soil kira-kira 3 (tiga) kali dari pada stiffness tanah asli. Mengoptimalkan pemanfaatan fly ash dapat digunakan untuk stabilisasi tanah maupun keperluan lain dibidang teknik sipil. 2400 a) 2000 1600 q f (kPa) 1200 800 400 0 0 200 400 600 p'f (kPa) 800 1000 1200 best-fit line T-series C-series (monotonic) U1 400 b) 300 linear fit q f (kPa) 200 100 power curve fit 0 0 20 40 60 80 100 120 p'f (kPa) 140 160 180 200 Gambar 14. bila limbah fly ash yang dihasilkan dari pembakaran batubara tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal.

Dr. Pesan kepada dosen muda Hadirin yang saya hormati. Sri Surastuti Margono Sp. semoga prestasi yang saya peroleh saat ini dapat menjadi pemacu prestasi Saudara. ParK (UI). izinkanlah saya memberikan pesan kepada para dosen muda di Fakultas Teknik. Beruntung dalam hal ini dukungan yang luar biasa khususnya dari suami dan anak saya membuat saya tetap tegar melangkah meskipun diterpa badai untk meneruskan tradisi Guru Besar Wanita dari keluarga besar Eyang Reksodiharjo. Ir. menggali. Para Dosen Muda dan mahasiswa yang saya cintai. dan para mahasiswa khususnya Jurusan Teknik Sipil. Sri Murni Doelhomid dan Mbak Prof. Sri Roemini (UNY). untuk itu sungguh sangat diperlukan dukungan total dari semua pihak dengan mengesampingkan segala perbedaan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama yang lebih besar untuk kebesaran Universitas Diponegoro. mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil. tetapi juga membuat saya sedih karena harapan lahirnya Guru Besar Wanita lainnya di lingkungan Fakultas Teknik masih menjadi harapan. Srisupar Yati Soenarto SpA(K). janganlah pernah berhenti belajar untuk dapat menguasai ilmu yang terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Sebelum saya mengakhiri pidato ini. begitu juga dukungan dari keluarga. dari mbakyu-mbakyu tersebut saya banyak 26 . Dra. Dr. lebih tekun mendalami profesi dan memberi kontribusi nyata bagi teknologi yang Saudara tekuni. Dengan sejujurnya saya katakan bahwa menjadi Guru Besar dan Doktor Pertama Wanita di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Dipoegoro patut saya syukuri.lingkungan dan sekaligus sebagai tambahan sumber penghasilan dan devisa Negara. Mahasiswa Progam Doktor Teknik Sipil Universitas Diponegoro. PhD (UGM). Jangan mudah putus asa dan mudah puas diri dengan apa yang sudah didapat. dan Mbak Prof. memberi dan menerima ilmu pengetahuan yang tak kunjung habis adalah tindakan amal yang mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. yaitu Almarhumah Mbak Prof. Suatu karier dalam proses belajar dan mengajar adalah karier yang sungguh mulia. Mbak Prof.

Prof.And. Senat Fakultas Teknik dan Ketua Jurusan Tekinik Sipil atas dukungan dan rekomendasinya yang diberikan kepada saya untuk pengangkatan Guru Besar.S. Dr. Prof. dr. Sp.. Ir. dr. Prof. yang tak bosan-bosannya mengajarkan kepada saya tentang kesabaran dan kebenaran serta dukungannya. atas kepercayaan yang diberikan kepada saya melalui jabatan Guru Besar dalam bidang ilmu/mata kuliah Jalan Raya.Dr. Susilo Wibowo M. membantu dan mendukung serta hadir pada saat ini untuk memberi restu kepada saya dalam tugas sebagai Guru Besar di Universitas Dipnegoro. Mas Prof. DR. Secara khusus saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional. Dr. Matur nuwun Mbakyu mbakyu tercinta.B. Joetata Hadihardaja dan Prof. Saudara dan hadirin yang saya muliakan.Marwan Asri MBA (UGM) sehingga akhirnya saya dapat berdiri di majelis yang terhormat ini. Ucapan terima kasih Bapak. Dr. Ign Riwanto. Sulaksono (ITB).Dr. Ir.belajar tentang wanita. Soebowo SpPA. Saya ucapkan juga terima kasih yang sebesar besarnya kepada guru saya Prof. karier dan keluarga. KD-KPTI. Segala nasihat dan bimbingan dari beliau-beliau akan selalu saya harapkan sebagai pelita yang menyejukkan. dr. Prof. Ucapan terima kasih yang tak terhingga juga saya sampaikan kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah menyetujui. Prof. dr. Dr. Ibu.Soenarto Sastrowijoto SPTHT (UGM). mengarahkan.DR. demikian juga kepada Prof. demikian juga dorongan dan dukungan dari Mas Prof. H. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Dekan Fakultas Teknik. dan Sekretaris Senat Universitas. Lachmuddin Sya’rani atas segala dukungan dan bimbingan yang diberikan. MBA. DR. Bambang Sudibyo. Med. Ir. 27 . Mas Prof. memberikan kesempatan serta peluang. Soeharyo Hadisaputro.dr. Sp. Sp. Terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada Rektor Universitas Diponegoro. Perkenankanlah saya sekali lagi mengucapkan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wataala atas segala nikmat yang diberikan kepada saya sekeluarga.

dr.Aziz Jayaputra MSCE yang telah memberi rekomendasi kepada saya dalam pengangkatan Guru Besar. Prof. Prof. Australia) dan Prof. Leung (National University of Singapore. C. Dr. Dr. dr. Sitharam (Indian Institute of Science. Prof. Aziz Akbar (University of Engineering and Technology. J. PhD. Pembimbing saya di School of Civil Engineering di University of New South Wales Australia yang telah mendidik saya sehingga dapat meraih gelar Doktor yang mengantar saya kejenjang Guru Besar ini. Lachmudin Sya’rani. Prof. Chaidir Anwar Makarim MSCE dan Prof. Kazakhstan. Robert Lo (the University of New South Wales. Drs.G.K. Head of Geotechnical Group). Prof. Chu (Nanyang Technological University. President of Kazhakstan Geotechnical Society). Hohai University China). K. Prof.R. T.N. Joetata Hadihardaja. Robert Lo dan Prof. Prof. Soedarsono MS. Dr. Prof.F. Hideki Ohta (Tokyo Institute of Technology. begitu juga ucapan terima kasih kepada Prof. Prof. Ir. Singapore). Madhav. Prof. 28 . Warella MPA. Soedjarwo yang telah memberikan koreksi naskah pidato saya sehingga dapat dipresentasikan pada hari ini Demikian juga ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada Prof. Askar Zuzhubekov (Eurasian National University.T. Japan). M. Soebowo SpPA. President of the Japanese Geotechnical Society. Y. Dennes Bergado (Asean Institute of Technology). Prof. Pedro S. Drs. KD-KPTI dan Prof.Guru Besar Internasional yang telah memberikan rekomendasi kepada saya untuk jabatan Guru Besar saya yaitu: Prof. India). Director of Centre for Soft Ground Engineering). Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Guru Besar . Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Peer Group Reviewer: Prof. Prof. Ir. Paulus Rahardjo MSc atas rekomendasinya. Ian Young. Dr. Prof. Seco E Pinto. Suharyo Hadisaputro Sp. Dr. Phoon (National University of Singapore. Ir. Prof. Prof. J. President of International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE). University India (President of ISSMGE for Asia). Liu Han Long (Director of Geotechnical Research Institute. Pakistan).

Adinda Sri Prawitri Sih Handayani. Eko Budihardjo MSc. Prayogo dan Ibu Sakbandiyah Prayogo yang tiada terhingga dan tak terbalas semua nasehat dan contoh yang diberikan sepanjang kehidupan beliau berdua dan tiada katakata yang memadai untuk mengucapkannya.Dr. Dr. Endang Widyastuti. dr. Perkenankan saya juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Almarhum dan Almarhumah kedua orang tua saya Bapak R. begitu juga kepada The University of New South Wales.TArch dan adinda Ir. tidak mungkin saya dapat menyelesaikan penelitian saya. atas segala dukungannya sehinggga saya bisa mendapatkan beasiswa SUDR dari Pemerintah Indonesia. Terima kasih yang sedalam dalamnya juga saya sampaikan kepada segenap sanak famili khususnya Keluarga Besar 29 . mantan Rektor UNDIP. Sp. Djoko Prasetyo Adinugroho Sp. sehingga akhirnya saya dapat berada di Majelis yang terhormat ini. Moeljono S. yang gaungnya masih terdengar sampai sekarang dan telah diagendakan oleh organisasi internsional lainnya didunia. Sp. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Prof. mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Australia. Ir. Prof. Trastotenojo. Australia yang telah memberikan bantuan beasiswa. mantan Rektor UNDIP. atas dukungan dan kerjasamanya dalam beberapa event-event internasional bergengsi yang diorganisir Undip. An beserta seluruh keluarga besarnya atas segala dukungan yang diberikan.Pada kesempatan ini ingin saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sabam Siagian. Muladi SH. mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Prof. Prof. Terima kasih yang tulus. Ir. Wardiman Djojonegoro. adinda Ir. Moegiadi mantan Atase Pendidikan RI di Australia. serta adinda Dr. Kepada kedua mertua saya Almarhum Bapak Nukman dan Ibu Syarifah Fatimah.A(K). karena tanpa bantuan dan dukungan dari beliau-beliau dan kedua institusi tsb. Bambang Prabudiantoro M. Bapak Prof. mantan Rektor UNDIP. terima kasih telah memberi salah satu putera terbaiknya dengan ikhlas untuk menjadi pendamping hidup saya. THT dan adinda dr. Dr. Diah Tjahjani Saraswati MSi. saya sampaikan kepada saudara-saudara saya Almarhumah Mbak Dr. Sri Prabandini Pudjiastuti.

Negeri Sompok 2 Semarang. Oleh karena itu tidak ada 30 . meskipun untuk itu banyak hari-hari yang sangat berarti menjadi terabaikan. Kepada seluruh rekan-rekan Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil. Kepada seluruh guru-guru di S. Mas Dimas. Institut Teknologi Bandung dan University College London. ananda menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga atas bimbingan yang Bapak/Ibu berikan kepada saya. Juga terima kasih atas dukungannya saya sampaikan kepada Ketua HATTI pusat. dukungan dan pengorbanan Papa dan Yoga tidaklah mungkin Mama dapat mencapai semua ini. Hadi Wardoyo dan Ibu Herlina. MSCE. Tanpa do’a. dan kepada seluruh rekan-rekan di organisasi profesi HATTI. Atyanto Busono MT. Serta ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Ir.D. dosen-dosen di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegro dan dosen-dosen Sistem & Teknik Jalan Raya. Ucapan terima kasih khusus ingin saya sampaikan juga kepada adinda Masyhur Irsyam. dan akan maknanya bersaudara. pengertian. Purnomo.Eyang Reksodihardjo dan Keluarga Besar Eyang Pandam atas dukungan dan kehadirannya. apa yang Mama capai hari ini merupakan juga prestasi Papa dan Yoga. Terima kasih dan syukur yang tak habis-habisnya atas perhatian dan dukungan yang Papa berikan dalam meraih jabatan Guru Besar ini. Dr. terima kasih atas bantuan dan dukungannya Ucapan yang sangat khusus dan istimewa saya tujukan kepada seseorang yang paling saya hormati sekaligus saya cintai. Ir. SMA Negeri 1 Semarang. Bigman M. Kepada Ketua Jurusan Teknik Sipil. Bapak Ir. juga untuk Staf Administrasi dan Teknisi di Jurusan Teknik Sipil terutama Staf di Laboratorium Mekanika Tanah. Dekan Fakultas Tenik. terima kasih atas bantuan dan dukungannya. Bapak Ir. SMP Negeri 2 Semarang. Bapak Ir. PhD dan keluarga besarnya atas segala dukungannya. Ketua Program MTS dan DTS. yang selalu setia mendampingi saya sebagai guru sekaligus sahabat dalam segala hal. Hutapea MSc.Kris Suyanto. Doktor Teknik Sipil. yang tak pernah bosanbosannya membangkitkan dan memacu semangat saya untuk meraih cita-cita. terima kasih atas bantuannya. Magister Teknik Sipil.

dengan tulus hati saya mohon maaf apabila banyak pihak yang terlewatkan dan tidak saya sebutkan. Kepada panitia pengukuhan Guru Besar yang telah mempersiapkan dan mendukung terselenggaranya upacara ini dengan sempurna sehingga berjalan dengan lancar. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh Sri Prabandiyani Retno Wardani 31 . betapa inginnya saya menyebutkan satu persatu nama dan instansi atas semua bantuan dan dukungan bagi saya. Andaikata tidak ada batasan waktu dan kesempatan.kata-kata lagi yang dapat Mama ucapkan kecuali terima kasih dan rasa sayang sedalam dalamnya yang dapat Mama berikan. Amien. disertai juga permohonan maaf yang sebesar-besarnya bila dalam perjalanan pengabdian selama ini Mama sebagai Istri/Ibu dirasa kurang perhatian. semoga Allah Subhanahu Wataalla selalu membimbing kita serta memberikan Taufik dan Hidayah Nya. semoga Allah Subhanahu Wataalla selalu melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua. Akhirnya kepada semua hadirin yang saya muliakan. Amien. saya sampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya dan mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. terimalah penghargaan saya dan terima kasih yang setulustulusnya atas kehadiran Bapak/Ibu dan saudara sekalian.

ASCE. pp 53-67. B. 2007 32 . G.. Proc. Vol. Bergado. 36: 1.. Acar. Buensucero Jr. Vol.T Elex Media Komputindo. Vol.. 105.118. S. Jakarta: P. No. Y. GT 1. Vol.. No. pp 191-208. ASCE Special Geotechnical Publication. Journal of Geotechnical Engineering Division ASCE. et al. Kuck. 20..C. 3. (1989): "Strength and deformation characteristic of lime-treated soft clays".W.George. 112. and Lo S. (1979) :" Static and Dynamic properties of sand-cement". 799-817.J-M.. E.. 10. Div.A. ASCE. Proceedings of the American Society of Civil Engineers. and Atkinson. Fly ash for Soil Improvement. 5. 4. (1981):” Cemented sands under static loading”. and El-Tahir. A. 9.M. Balasubramanian. J.P. 6. Journal of Geotechnical Engineering Division. Geotechnique 43. (1983):” Use of Self Cementing Fly ash as a Soil Stabilisation Agent”..B. (2006):” Mewaspadai Ancaman Penyakit Tidak Menular. D. Journal of the Geotechnical Engineering Division. pp 49-65. 2. 7. Furguson G.(1992) : ”Strain softening behaviour of granular soil in strain path testing”.4.. Henry Liu. No. J.. pp 1001-1015. and Pecker. J. Improving Freezing and Twawing Properties of Fly Ash Bricks.. Clough.DAFTAR PU STAKA 1. Vol.. ASCE. W. GT6. Hilliams Burkett and Kirk Haynes. Yang. G. pp 419-436. Geotech. 2. 8.. (1979):" Silicate stabilized sands". (1986) :" Low strain dynamic properties of artificially cemented sand ".2001 11. Anies.W.C. W. Chu. N. No. Vol. pp 65-82. Coop. pp. 11.H...1. Interim Report 1. Clough. No. R. Dupas. K. Soil Stabilization Field Trial. Sitar. M. GT 3. Kasali. Journal of Geotechnical Engineering.. 105. Engrg. No.R. Depertment of Civil Engineering University of Mississippi. T.. (1993):” The mechanics of cemented carbonat sands”.R. A. G.107. Geotechnical Engineering.

Vol. Indraratna. University of Sydey. Balkema. Airey.S. Question & Answer.T.:” A Mechanistic Picture of Shear Strength in Clay”. (2003-2007): “Toksisitas Abu Terbang dan Abu dasar Limbah PLTU Batubara yang berada di Sumatera dan Kalimantan secara Biologi”. 14.2. S. B. Huang. J. Boulder. (1995) :” Effect of Fly ash with lime and cement on the behaviour of a soft clay”. and Singh. 21. Vol. 18. 93-102. pp. 2007 13. J.K.. 555-580..J.. R. (1993):”Effects of cement and density on an artificially cemented sand”. Lade. ASCE.W. Lambe. J. 33 . Henry Liu. (1994):”The effects of density and cementation on cemented sand”. (1997):” Flowable slurry containing founadry sands”.C. (1989):” Cementation effects in frictional materials”.R. Peraturan Pemerintah No 85.. 115. P. 12. Balasubramaniam. pp 131-142.. M. T. PhD Thesis. 17. Use o Fly Ash to Make Bricks.. Colo. ASTM. Australia 15. S.V. Vol. (1989) :” A technique for reducing membrane penetration and bedding errors”. 4. and Lee. Herni Khaerunisa. Journal of Geotechnical Engineering.10. (1960). Quarterly of Journal of Engineering Geology 28. tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Tahun 1999 Tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara 16. pp 553-560. pp 1373-1387. Khan. of Materials in Civil Engineering. Geotechnical Testing Journal. T.. 20. Naik. A.T. pp. I.12. Proceeding of the ASCE Research Conference on Shear Strength og Cohesive Soils. No. June 1960.311316 19. Lo. Chu. J. Huang. pp.9. No. No.S.. Geotechnical Enggineering of Hard Soils-Soft Rocks.

htm 27. Australia.flyash. No. tahun 2002: http://cgj. PhD Thesis.. Malandraki (1993) :"Triaxial testing of a weakly bonded soil". S. Neopor System: lightweight concrete utilizing in excess of 25% of flyash: 34 . Canadian Geotechnical Journal. D. Websites: 26. SPR (1999):” Behaviour of Cement Stabilized Subgrade Subject to Cyclic Loading.gov/hnr20/redy/waste/cfa51.pdf 30.astm.info/cctinjapan files/english/25C3.org/wiki/Fly_ash 32. Effective use of Ash in Civil Engineering/construction and other applications: www. No: 001/IX/2001. Balkema. 4.org/carrc/Assets/SoilStabilization. (2004):” Hidup dengan Batubara (Dari Kebijakan hingga Pemanfaatan)..rmajko. (eds). Coal FlyAsh://http://www. pp 817-823..org 34. 23. Suyartono. Wardani.G.K. Geotechnical Engineering of Hard Soils-Soft Rocks. 25. Improving freezing and thawing properties of Fly Ash Bricks: http://www. Toll. K.gchd. Fly Ash Powder: http://www.wikipedia. Geotechnical Testing Journal (ASTM International. Anagnostopoulos et al.pdf 35.undeerc.brain-cjcoal. Soil and Foundations ".com/Flyash. Fly Ash: http://en. Air Polution: http://www.tfhrc.R. USA tahun 2003 : http://www. Reddy. Environmental Evaluation for Utilization of Ash in Soil Stabilization: http://www. Vol. pp 121-134.ca 28.htm 29.info/2005/20liu. The University of New South Wales. and Saxena.hml/ 33. Rotterdam. 33. ISBN 90 5410 3442. ISBN: 979-96649-0-X 24.org/pollution/airsvcs.22.pdf 31.(1993):"Effects of Cementation on stress strain and strengh characteristics of sand" .nrc.

com/article.greenhomebuilding.http://www. Road Embankment:http://www.asp?id=1728 35 .gobridges.pdf 36.com/pdf/BlockProduction1.

S3 Bidang Teknik Sipil. Semarang : Lulus tahun 1967 2. 30 April 1954 : Islam : AA. Dr. AKTA V. S2 Bidang Sistem dan Teknik Jalan Raya ITB in collaboration with UCL : Lulus tahun 1985 6. Universitas Diponegoro : Lulus tahun 1992 36 . Sompok 2. SMA Negeri 1. Ir. DATA PRIBADI Nama: Prof. Geoteknik The Universityof New South Wales Australia : Lulus tahun 1999 7. Semarang : Lulus tahun 1973 4. S-1 Teknik Sipil. SMP Negeri 2. NIP Tempat dan Tanggal lahir Agama Nama Suami Pekerjaan Suami Anak Pekerjaan Sri Prabandiyani Retno Wardani MSc : 130 916 166 : Ungaran. Dimas Reksoningrat : Wiraswata : Achmad Yoga Setyo Utomo : Mahasiswa FK – Undip II. Semarang : Lulus tahun 1970 3.DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. Fakultas Teknik Universitas Diponegoro : Lulus tahun 1982 5. SD. PENDIDIKAN 1.

Kursus Ekonomi Angkutan & Teknik Lalu Lintas. III/D . Pelatihan dan desk Evaluation akreditasi Program Studi Program S-1. IV/A . Bina Marga Bandung. III/B .7 Nop 1981 3. Pelaksana Teknis FT Asisten Ahli Madya Asisten Ahli Lektor Muda Lektor Madya Lektor (Inpassing) Lektor Kepala TMT 1 Juni 1982 TMT 1 Oktober 1983 TMT 1 April 1986 TMT 1 Juli 1990 TMT 1 Desember 1999 TMT 1 Januaari 2001 TMT 1 Pebruari 2003 37 . 5. 7. 2. Rekonstruksi Kuliah Universitas Diponegoro. RIWAYAT JABATAN FUNGSIONAL 1. 4. 3. 4. 1992 6. 5. 3. Penata Tingkat I Pembina II B. Penata. Bina Marga Bandung. RIWAYAT PENDIDIKAN TAMBAHAN / PELATIHAN / KURSUS 1. RIWAYAT KEPANGKATAN 1. 6. 17 Juni – 13 Des 1991 5. Penata Muda Tingkat I. Pengatur Muda Tingkat I. 9 Nop – 5 Des 1981 4. 20-22 Agustus 2002 7. Kampus P5D Bandung. 2. Bina Marga Bandung. TMT 1 Juni 1982 TMT 1 Oktober 1983 TMT 1 April 1986 TMT 1 Oktober 1990 TMT 1 April 2000 TMT 1 April 2003 V. 12 Okt. Kursus Teknik Jalan Raya.III. Hotel Acacia Jakarta. English for Academic Purposes IALF – Bali. Kursus Teknologi Tanah dan Bahan. 12-14 Nop 2003 IV. 28 Sept-10 Oktober 1981 2. Pelatihan Tenaga Pengelola Kepala Lab. III/A. 6. Perguruan Tinggi. III/C . Penata Muda.

Indonesia. Jurusan Teknik Sipil.Anggota dan Ketua Riset dan Pengembangan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI).Sekretaris.VI. terdiri dari gabungan Organisasi Geoteknik Internasional dari negara-negara Australia. 1987-1991 2.Ketua / Chair of Working Group 5 TC-39 of ISSMGE . RIWAYAT JABATAN 1. Jurusan Teknik Sipil. Executive Member dan Pendiri the Joint Working Group on Geotechnical Engineering for Disaster Mitigation and Rehabilitation. Univers Diponegoro 6. 2008-2012 : Sekretaris I Program Doktor Teknik Sipil. KEANGGOTAAN ORGANISASI PROFESI 1. Fakultas Teknik Undip 4. INTERNASIONAL . NASIONAL . Universitas Diponegoro VII.2007-sekarang : Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Penanggulangan dan Rehabilitasi Bencana Alam (P3PRB) – Research and Development Centre for Disaster Prevention and Rehabilitation. 2000-2004 : Sekretaris Jurusan Jalan Raya LPPU Undip : Ketua Jurusan Jalan & Jembatan LPPU Undip : Ketua Laboratorium Mekanika Tanah. Fakultas Teknik Undip 5. 38 . China. 1991-1992 3.Jateng 2.The Institution of Engineers Australia * Chartered Professional Engineer Auatralia * College of Civil Engineers * National Professional Engineers Register (NPER) . 2004-sekarang : Ketua Laboratorium Mekanika Tanah.Anggota dan Dewan Penasehat Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Jateng .Technical Committee 39 (TC-39) Member – Geotechnical Engineering for Coastal Disaster Mitigation and Rehabilitation of International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE) .

CR. S. Wardani SR.118/Dikti/Kep/200.2003. PUBLIKASI MAJALAH NASIONAL TIDAK TERAKREDITASI 1.2. Edisi XXVIII. Jurnal Pengembangan Teknik Sipil WAHANA TEKNIK SIPIL. Number 1. Singapore. Wardani. Wardani.Wardani.Lo and S. Malaysia.1. Korea. Lade PV . S. Sri Lanka. S. No. September 2003 8. Wardani. Canadian Geotechnical Jurnal. Edisi XX/Juni 2001. Taiwan dll. ISSN.R.0853-8727. PUBLIKASI JURNAL / MAJALAH NASIONAL TERAKREDITASI 1. 39 . Number 3. Media KomunikasiTeknik Sipil Terakreditasi No.1.S. Kazakhstan. Geotechnical Testing Journal.P. Siti Hardiyati. No. Norway. Jurnal Pengembangan Rekayasa & Teknologi Vol.R.3. Vol.P. Volume 10. An Experimental Study of the Mechanics of Two Weakly Cemented Soils. SK Terakreditasi No. Strength and Dilatancy of a Silt Stabilized by a Cement and Fly Ash Mixture. Volume 12. VIII.R. Thailand. Sri Prabandiyani RW and Muhrozi. Media Komunikasi Teknik Sipil.R. ISSN:0854-1809. 6 No. KARYA ILMIAH / PUBLIKASI 8. 2.9.P. Volume 39.P. Peb 2004. PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL 1.3.49/Dikti/Kep.118/DIKTI/KEP/2001. 8. Perilaku Residual Strain dan Pore Pressure pada Stabilisasi Silt dengan Cement-Fly ash dengan Undrained Cyclic Loading. Pengaruh Kadar Air pada Stabilisasi Silt dengan Semen dan Fly ash Slurry.2. ISSN 1410-9840. 3.India. Permasalahan dan Penanganan Tanah Ekspansive pada Ruas Jalan SemarangPurwodadi – Wirosari.R. S. Volume 26. Dilatancy of Cemented Soil and Parent Soil.2. Desember 2005. Japan. February 2002 2. Lo. No. Terakreditasi No.

R.P.J.P. 1998. Wardani. Wardani and R.R.P. The Behaviour of Cement and Flyash slurry Stabilised Silty Clay under Unconfined Compression Test. Media Komunikasi TEKNIK SIPIL . Hemat Wahyudi. S.P.R.1.R. Sri Prabandiyani. Majapahit Simpang Lima). Majalah Ilmiah – Himpunan Pengajar dan Peneliti Indonesia di Australia (HPPIA). Majalah PILAR. Indonesia. S. 1998 8.R. Majalah PILAR. 4. 6. Wardani. MAKALAH KONFERENSI / SEMINAR INTERNASIONAL 1. Disaster Management in Central Java Province. 1998. April 2002.R. 40 .2. Proceding of the 2nd International Conference on Geotechnical Engineering for Disaster Mitigation and Rehabilitation (GEDMAR08). May 30June 2. ISSN 0854-1515.P. Dwianto Eko. Volume 10 No. Majalah Teknik Undip. Penaksiran Nilai Waktu untuk penumpang Kendaraan Pribadi di Kota Semarang (Studi Kasus Jl. Volume 10 No. 5. J. Edisi X/XI Agustus 1998. S. 3. The Application of Industrial Waste. ISSN 0854 – 1515. S. Djoko Purwanto. Wardani. Wardani. Chu and S. The Behaviour of Cement and Flyash Slurry Stabilised Silty Clay under Triaxial Test. S. Evaluasi Sifat Marshall dan Nilai Struktural Campuran Beton Aspal yang Menggunakan Bahan Ikat Aspal Pertamina Pen 60/70 dan Aspal ESSO Pen 60/70 Aspal Pertamina Pen 60/70 dan Aspal ESSO Pen 60/70. Geotechnical Considerations of Access Road Constructions for Disaster Rehabilitation.P. Nanjing.1. China 2.4. 7. April 2002. Kodoatie. Deformation Behaviour of Cement and Flyash Slurry Stabilised Silt under Monotonic Loading. Majalah Ilmiah – Himpunan Pengajar dan Peneliti Indonesia di Australia (HPPIA). Wardani. 2008. Ismiyati. Sri Prabandiyani RW.

Wardani and R.R. Roads on Problematic Soils.P. Proceeding of the 2nd International Seminar on Geotechnical and Transportation Engineering.97161 .978 . Munirwansjah. Wardani. H. H. Semarang. ISBN: 981256-469-1 5. Sengara. ISBN: 90 5966 027 7 (Complete Set) 7. Bagiyono. Hedy Rahadian.R.J. ISBN No. Wardani.4 – 9 3. Investigation of the Causes of the Tenggang River Bridge Cracks.R. December 4th-7th. 12-13 December 2005. Role of Diponegoro University in Indonesian’s Disaster Management. S. Wardani. Symposium on the Future Role of Association of South East Asia Institutions of Higher Learning in the 21st Century and Conference on Disaster Management through Regional Cooperation.R. 12-16 September 2005. 3-4 August 2005. Wardani . I. Latief. Alan Rahlan. Proceeding of the International Conference Geotechnical Engineering for Disaster Mitigation and Rehabilitation. J.P. Semarang – Indonesia. Proceeding of the 16th International Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering. Proceeding of 3rd Internatioal Conference on Geotechnical Engineering combined with 9th Yearly Meeting of the Indonesian Society for Geotechnical Engineering.1 . Osaka. S. S.W. ISBN 979 .Proceeding of 4th Internatioal Conference on Disaster Prevention and Rehabilitation.The Problem and The Rehabilitation Work Design for Semarang-Wirosari Road (Central Java-Indonesia) on Expansive Soil.R.X 41 . Kodoatie. 2006. Rahadian. S. Chu. The Design of Rehabilitation Works for Semarang – Wirosari Road Over Expansive Soil. 24 – 25 February 2004.979-97161-2-8. 4.P. Semarang 10-11 September 2007.P. 6.979 . Muhrozi. ISBN No. Japan.P. S.97161. Muhrozi. Muhrozi. Jakarta. Singapore. Geotechnical Engineering Aspects Related to Aceh's Tsunami and Earthquake Disaster and the Need for its Mitigation Strategy.

P. Deformation Behaviour of Cemented Soil 42 .P.S. Proceeding 8-th Australia New Zealand on Geomechanics Conference.Lo. Vol-1 th 2000.R. Singapore. Mitigation of Landslide of Road Construction on the Soft Soil at Semarang Northern Ring Road. Indonesia. Wardani. 2002. Lo. Wardani. Proceeding of Civil Engineering Seminar.P.R. Wardani and Muhrozi. Compressive Strength dan perilaku deformasi dari stabilisasi silt dengan cement-flyash dengan menggunakan cyclic loading.R.R. Wardani. Tasmania.R. S. Proceedings of International Conference on Geotechnical and Geological Engineering 2000. Wardani. Deformation behaviour of cementflyash stabilised silt. ISBN: 981. 23-25 September 2004. ISSN 1411-7053. 4 – 8 August 2003.1999. The Effect of Cyclic Wetting – Drying on the Swelling Potential of the Expansive Soils with and wiyhout Hydrated Lime.P.R. Semarang. Almaty. ISBN 9965-25-409-5 10. Vol.2. Kuching 5-7 November 2001 Malaysia ISBN: 983-9805-45-2.S. Proceeding of the First International Seminar on Geotechnical Engineering. MAKALAH SEMINAR NASIONAL 1. Behaviour of Lightly Cemented Silt Subject to Cyclic Loading.I.S.S. S.Sri Prabandiyani R.R. Melbourne.P. Proceeding of the International Geotechnical Conference.238-559-2 9.8. Australia. ISBN No: 978-979-97161-3-2. Behaviour of Cemented Soil under Drained and Undrained Cyclic Loading Proceeding of the 12th Asian Regional Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (12 ARC) Vol.5. Wardani. Rajah G. Kazakhstan. S. 13. 12. Proceeding of the Sixth Geotechnical Engineering Conference (Geotropica 2001). “Geotechnical Engineering Application for Mitigation of Natural Disaster”.P. Australia 14.R. Behaviour of Cement Flyash Stabilised Silt under Undrained Cyclic Loading. 11. 8.W. S.

The 2nd International Seminar on Geotechnical and Transportation Engineering. Proceeding Pertemuan Ilmiah Tahunan Geoteknik-IV. Kuching 5-7 November 2001 Malaysia (Pembicara) 2. ISBN No.Sri Prabandiyani. The First International Seminar on Geotechnical Engineering.P.2002. Prosiding Seminar PITHATTI V. S. ISBN: 979-96241 5. Proceeding Simposium III UGM –Yogyakarta. Semarang. Compressive Strength dan Perilaku Deformasi dari Stabilisasi Silt dengan Cement-flyash dengan menggunakan Cyclic Loading.R.P. Wardani. Siti Hardiyati. Bandung 7-8 Nov 2001. Singapore. “: Roads on Problematic Soils” Semarang – Indonesia. The Sixth Geotechnical Engineering Conference (Geotropica 2001). Pengaruh Siklus Basah-Kering pada Swelling Potensial Tanah Expansive pada Kondisi tanpa dan dengan penambahan Kapur Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan – VIII. 24 – 25 February 2004 (Pembicara) 43 .R. Sri Prabandiyani RW. ISSN 1411-7053 IX. Perilaku Stabilisasi Silt dengan Cement Flyash Slurry dengan Menggunakan Undrained Compression-Extension Cyclic Loading. 2000. Jakarta 3-4 Agustus 2004. Perilaku Stabilisasi Silt dengan Cement Flyash terhadap Cyclic Loading. Wardani. S.under Undrained Cyclic Loading. 4 – 8 August 2003 (Pembicara) 4. Vol-1 th 2000. Proceeding of Civil Engineering Seminar. 97996668-3-X 3. Indonesia (Pembicara) 3. The 12th Asian Regional Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (12 ARC). PERAN SERTA AKTIF DALAM PERTEMUAN INTERNASIONAL 1. ISBN: 979-9668-0-5 2. “Geotechnical Engineering Application for Mitigation of Natural Disaster”. Indo-Geo 2000 4.

Jakarta (Pembicara dan Mewakili Rektor Undip) 9.June 2. The 2nd International Conference on Geotechnical Engineering for Disaster Mitigation and Rehabilitation (GEDMAR08).5. China (Conference Steering Committee Members / Panitia Konferensi) 44 . The 16th International Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering. The International Conference Geotechnical Engineering for Disaster Mitigation and Rehabilitation. 28 Agustus 2005 (Peserta) 6. Semarang. Japan. Nanjing. 8-11 May 2007. December 4th-7th. Symposium on the Future Role of Association of South East Asia Institutions of Higher Learning in the 21st Century and Conference on Disaster Management through Regional Cooperation. 2008. 16th Southeast Asian Geotehnical Conference. Symposium on Geotechnical of Kansai International Airport. 3-4 August 2005 (Pembicara) 5. 2006. May 30. 12-13 December 2005 (Panitia / Conference Steering Committee. Meeting JWG-DMR Excecutive Member dan Pembicara) 8. Japan (Pembicara dan Meeting JWG-DMR Excecutive Member) 7. Osaka. 12-16 September 2005. Kuala Lumpur (sebagai Panelist) 10. Semarang 10-11 September 2007 (Pembicara) 11. Forum Geotechnical Innovations in Practice Tsunami and Debris Flow. The 3rd International Conference on Geotechnical Engineering combined with 9th Yearly Meeting of the Indonesian Society for Geotechnical Engineering. Singapore. The 4th International Conference on Disaster Prevention and Rehabilitation.

Reviewer of the International Journal of the Geotechnical and 45 . Editor. 3-4 August 2005 3. 24 – 25 February 2004: Road on Problematic Soils 4. Indonesia. Ketua / Chair of the First International Seminar on Geotechnical Engineering “Geotechnical Engineering Application for Mitigation of Natural Disaster”. Semarang. 6.11 September 2007. 979-97161-2-8. ISBN 979 .11 September 2007. Ketua / Chair of the 4th International Conference on Disaster Prevention and Rehabilitation. the Proceeding of the First International Seminar on Geotechnical Engineering “Geotechnical Engineering Application for Mitigation of Natural Disaster”. Semarang. Indonesia. the Proceeding of the 1st International Civil Egineering Workshop on Disaster Prevention and Rehabilitation . Semarang 10. 7. ISBN No: 978-979-97161-3-2. ISBN No. Semarang – Indonesia. Editor. the Proceeding of the the 2nd International Seminar on Geotechnical and Transportation Engineering. 10.2002 Semarang. the Proceeding of the 4th International Conference on Disaster Prevention and Rehabilitation. 2. 9. the Proceeding of the 3rd International Conference on Geotechnical Engineering combined with 9th Yearly Meeting of the Indonesian Society for Geotechnical Engineering. PENGALAMAN LAIN 1. Semarang . Ketua / Chair of the 3rd International Conference on Geotechnical Engineering combined with 9th Yearly Meeting of the Indonesian Society for Geotechnical Engineering. Editor. 3-4 August 2005.1 – X.X.11 September 2007. 24 – 25 February 2004: Road on Problematic Soils. ISBN : 979-97161-0-1. Semarang. Editor. Editor. 5. 10. 8.97161. Ketua / Chair of the 2nd International Seminar on Geotechnical and Transportation Engineering.2002. ISBN No: 978-979-97161-4-9. Semarang. Semarang.

Piagam Penghargaan atas Pengabdian dan jasa-jasa selama 25 Tahun.2003. Redaksi Pelaksana Majalah Media Komunikasi Teknik Sipil. PENGHARGAAN 1. 2004 2. 15. Dir. Terakreditasi 49/DIKTI/Kep.Prasarana Wilayah Tengah. 2004 3. SK Terakreditasi No. 2003. 11. Tim Pengamat Pada Paket Uji Coba Perbaikan Jalan Semarang-Godong-Purwodadi-Wirosari. 2003. 13.0854 – 1515 12. Advisor Dept. Dosen Berprestasi Peringkat I Fakultas Teknik Undip. 0853 – 8727. 2006 46 . XI. PU pada peningkatan Jalan Semarang – Godong – Purwodadi. Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya 20 Tahun. Dinas Bina Marga. 118/Dikti/Kep/2001. Wakil Pemimpin Umum Majalah PILAR. ISSN. Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan ISSN No. Reviewer Jurnal Pengembangan Teknik Sipil WAHANA TEKNIK SIPIL . 14. ISSN: 0854 – 1809.Geological Engineering – Springer – Netherlands.

LAMPIRAN 47 .

Kazakhstan. J. Recipient of the R. Australia 5. Prof. M. Director. T.N.T. Leung . Prof.Indian Institute of Science. Seco E Pinto. Thailand. Director of Asian Centre for Soil Improvement and Geosynthetics.J. Prof.Tokyo Institute of Technology. Liu Han Long . Prof. Pedro S. Chu . Director of GeoHohai 7. 8.REFERENSI DARI LUAR NEGERI UNTUK JABATAN GURU BESAR 1.Hohai University China. University.M Quigley Award 2. India. Dennes Bergado . President of International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering 11.Asian Institute of Technology. Madhav . Askar Zuzhubekov .The University of New South Wales. India 48 . President of the Japanese Geotechnical Society 6. Prof. Japan.University of Engineering and Technology. Phoon .National University of Singapore. Head of Geotechnical and Transportation Engineering Division 4. Prof.K. Vice President for Asia. Head of Geotechnical Group 3.F.G. Sitharam . Aziz Akbar . Prof.National University of Singapore. Prof. K. Pakistan. Prof. Centre for Soft Ground Engineering 10. Hideki Ohta . Singapore. Robert Lo . Prof. C.Nanyang Technological University.Eurasian National University. Prof. Prof. President of Kazakhstan Geotechnical Society 12. International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering 9.R.

49

50

51

52 .

53 .

54 .

55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

Prof. Dr.D – Universitas Parahyangan 62 . MSCE – Institut Teknologi Bandung 3. Ir. MSc. Chaidir Anwar Makarim. Prof. Prof. MSCE Ph.. Joetata Hadihardaja – Universitas Diponegoro 2. Ir.REFERENSI DARI DALAM NEGERI UNTUK JABATAN GURU BESAR 1. Aziz Djajaputra. Prof. Ir. Paulus Pramono Rahardjo. Ir. PhD – Universitas Tarumanegara 4. A.

63 .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

71 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful