Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dasar pemikiran Demokrasi Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik
Indonesia mempunyai makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaan, kemasyarakatan
serta kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan
dan Keadilan. Titik tolak pandangan tersebut adalah negara sebagai suatu persekutuan hidup
manusia atau organisasi kemasyarakatan manusia.
Pancasila sebagai suatu sistem yang memiliki unsur-unsur yang berbeda, dapat lihat
dalam sila-sila pancasila yang memiliki ragam makna yang berbeda. Sila-sila dalam pancasila
saling berhubungan satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Diantaranya pancasila
sebagai dasar Negara mempunyai fungsi sebagai pedoman di dalam berbangsa dan bernegara
juga sebagai moral bangsa Indonesia dalam membentuk suatu Negara.
Indonesia menganut sistem Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi
yang bersumber dari kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Demokrasi Pancasila
menghendaki suatu sistem pemerintahan yang berdasarkan pada kedaulatan rakyat, artinya
bahwa sistem pemerintahan menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di
dalam negara. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang tidak langsung, artinya bahwa meski
kedaulatan ada di tangan rakyat, rakyat tidak langsung memerintah, melainkan melalui para
wakilnya yang dipilih oleh rakyat sendiri melalui suatu pemilu untuk duduk di lembaga-lembaga
perwakilan rakyat.
Rakyat menikmati kebebasan berpendapat serta rakyat menikmati kebebasan
berorganisasi. Kebebasan sipil bisa dinikmati meskipun di sisi lain hak sekelompok masyarakat
bisa dihilangkan oleh kelompok masyarakat lain. Dalam kondisi seperti ini, beberapa kalangan
menilai penerapan demokrasi di Indonesia harus dijiwai dengan ideologi atau dasar negara RI
yaitu Pancasila. Pancasila sebagai dasar atau ideologi negara harus diterapkan dalam kehidupan
berdemokrasi.

B.     RUMUSAN MASALAH


1.      Apa maksud dari Demokrasi Pancasila ?
2.      Apa saja prinsip Demokrasi Pancasila itu ?
3.      Bagaimana ciri – cirri Demokrasi Pancasila ?
4.      Apa fungsi Demokrasi Pancasila ?
5.      Bagaimana Pancasila dalam berdemokrasi ?
6.      Bagaimana pelaksanaan sistem Demokrasi Pancasila ?
7.      Bagaimana perkembangan Demokrasi Pancasila ?
8.      Bagaimana implementasi Demokrasi Pancasila sebagai perwujudan kedaulatan rakyat di Era
Reformasi ?

C.     TUJUAN
1.      Mengetahui pengertian Demokrasi Pancasila.
2.      Mengetahui prinsip dari Demokrasi Pancasila.
3.      Mengenal cirri – cirri Demokrasi Pancasila.
4.      Mengenal fungsi Demokrasi Pancasila.
5.      Mengetahui Pancasila dalam berdemokrasi.
6.      Mengetahui pelaksanaan Sistem Demokrasi Pancasila.
7.      Mengetahui perkembangan Demokrasi Pancasila.
8.      Mengerti implementasi Demokrasi Pancasila sebagai perwujudan kedaulatan rakyat di era
reformasi.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata
Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan
dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi
utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan
beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan
permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum
pada paragraf ke-4 preambule (pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945 (anonymous, 2011).
Pancasila merupakan cerminan karakter bangsa dan negara Indonesia yang beragam, hal
itu dapat terlihat dari fungsi dan kedudukan pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia,
kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sarana tujuan hidup dan pedoman bangsa
Indonesia. Sebagai warga negara yang setia kepada nusa dan bangsa haruslah mau mepelajari
dan menhayati pancasila yang sekaligus sebagai dasar filsafat negara ( Kaelan dan Zubaidi,
Ahmad. 2007 ).
Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan, dipertahankan dan dikembangkan
dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga
bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab), agar masing-masing dapat hidup layak
sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin
selengkap mungkin, memajukan kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh
rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa “keadilan sosial” (Kirdi Dipuyo. 1979:30).
System politik bhineka tunggal ika atau Pancasila ini benar-benar lah berdasar pada sila-
sila di dalam Pancasila. Pada sila pertamanya yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”
tersirat bahwasanya Indonesia menghormati keberagaman agama serta kepercayaan. Pada sila
keduanya yang berbunyi “ Kemanusiaan yang Adil serta Beradab”, kita di ajarkan tidak untuk
bisa memperlakukan oranglain berlainan tak tahu itu menurut harkat maupun martabatnya. Sila
ketiganya mengajarkan kita selalu untuk berdamai apa pun keadaannya. Sila keempatnya
menyampaikan bahwasanya kedaulatan betul-betul ada ditangan rakyat penuh. Di sila
terakhirnya yang berbunyi “Keadilan Untuk Semua Rakyat Indonesia”, sudah terdapat maksud
dari system politik Pancasila.
BAB III
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN DEMOKRASI PANCASILA


Menurut sumber atau para ahli :
-          Prof. dr. Drs. Notonagoro,S.H.
Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan
yang adil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.
-          Prof. Dardji Darmodihardjo, S.H.
Demokrasi pancasila adalah Paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah
hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan seperti dalam
pembukaan UUD 1945.
-          Ensiklopedi Indonesia
Demokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila yang meliputi bidang-bidang politik sosial ekonomi,
serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah nasional berusaha sejauh mungkin menempuh
jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat.
Demokrasi Pancasila memiliki beberapa pengertian sebagai berikut:
a.       Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong yang
ditujukan kepada kesejahteraan rakyat, yang mengandung unsur-unsur berkesadaran religius,
berdasarkan kebenaran, kecintaan dan budi pekerti luhur, berkepribadian Indonesia dan
berkesinambungan.
b.      Dalam demokrasi Pancasila, sistem pengorganisasian negara dilakukan oleh rakyat sendiri atau
dengan persetujuan rakyat.
c.       Dalam demokrasi Pancasila kebebasan individu tidak bersifat mutlak, tetapi harus diselaraskan
dengan tanggung jawab sosial.
d.      Dalam demokrasi Pancasila, keuniversalan cita-cita demokrasi dipadukan dengan cita-cita hidup
bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan, sehingga tidak ada dominasi
mayoritas atau minoritas.
Demokrasi Pancasila menjamin adanya fasilitasi dari pihak pemerintah agar keunikan dan
kemajemukan budaya Indonesia dapat tetap dipertahankan dan ditumbuhkembangkan sehingga
kekayaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terpelihara dengan baik. Terdapat
penolakan terhadap uniformitas budaya dan pemerintah menciptakan peluang bagi
berkembangnya budaya lokal sehingga identitas suatu komunitas mendapat pengakuan dan
penghargaan.
2.      PRINSIP DEMOKRASI PANCASILA
Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan
rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi
yaitu Undang-undang Dasar 1945. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan
pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945. Prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah
sebagai berikut:
-          Perlindungan terhadap hak asasi manusia
-          Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah
-          Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka,
artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden, BPK,
DPR atau lainnya
-          adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi untuk menyalurkan aspirasi
rakyat
-          Pelaksanaan Pemilihan Umum
-          Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (pasal 1
ayat 2 UUD 1945)
-          Keseimbangan antara hak dan kewajiban
-          Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME, diri sendiri,
masyarakat, dan negara ataupun orang lain
-          Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional
-          Pemerintahan berdasarkan hukum
3.      CIRI – CIRI DEMOKRASI PANCASILA
Dalam bukunya, Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan, Idris Israil
(2005:52-53) menyebutkan ciri-ciri demokrasi Indonesia sebagai berikut:
a.       Kedaulatan ada di tangan rakyat.
b.      Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong.
c.       Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
d.      Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi.
e.       Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban.
f.       Menghargai hak asasi manusia.
g.      Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-
wakil rakyat. Tidak menghendaki adanya demonstrasi dan pemogokan karena merugikan semua
pihak.
h.      Tidak menganut sistem monopartai.
i.        Pemilu dilaksanakan secara luber.
j.        Mengandung sistem mengambang.
k.      Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas.
l.        Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum.
4.      FUNGSI DEMOKRASI PANCASILA
Fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut:
1. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara.
Contohnya:
a. Ikut menyukseskan Pemilu;
b. Ikut menyukseskan Pembangunan.
2. Menjamin tetap tegaknya negara RI,
3. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem
konstitusional,
4. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila,
5. Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara lembaga negara,
6. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab,
5.      PANCASILA DALAM BERDEMOKRASI
Pancasila yang mempunyai hierarki dalam setiap sila-sila dalam pancasila yang
mempunyai wujud kepedulian terhadap bangsa Indonesia. Sila pertama yaitu "Ketuhanan Yang
Maha Esa", yang mempunyai arti bahwa negara dan bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan
dan Mempercayai agama dan melaksanakan ajaran-ajaran agama yang dianut oleh bangsa
Indonesia. Sila yang kedua sampai sila kelima merupakan sebuah akisoma dari sisi humanisme
bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan masyarakat Indonesia yang dikatakan heterogen, yang
mempunyai kebudayaan, bahasa, suku yang berbeda-beda, maka pancasila inilah yang menjadi
sebuah kekuatan untuk mempersatukan masyarakat yang heterogen ini (bhineka tunggal ika).
Pancasila tidak memandang stereotype suatu suku, suatu adat, atau budaya. Integrasi
masyarakat yang heterogen menjadi masyarakat yang homogen dapat terwujud bila adanya
rasanya persatuan dan kesatuan. Dinamika masyarakat yang heterogen menjadikan kekuatan
Indonesia dalam menjadikan sebuah yang dinamakan "bangsa", tetapi dapat menghancurkan
Indonesia itu sendiri bila tidak ada rasa untuk bersatu.
Demokrasi, sebuah kata sakti dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah kata yang setiap
Negara/ bangsa selalu mengagungkannya. Saking saktinya kata tersebut sampai memiliki
pengaruh yang luar biasa hebatnya. Meskipun sebagian masyarakat tidak paham apa sebenarnya
yang didemokrasi, kekuasaan-kah, Keadilan-kah, Pendidikan-Kah atau Cuma pendapat/aspirasi
saja. Kalau demokrasi diartikan sebagai kebebasan dalam mengeluarkan pendapat, berarti itu
hanya demokrasi dalam lingkup mengeluarkan pendapat. Ketika para pendiri bangsa ini
merumuskan UUD 1945, sudah tentu ingin memberikan system ketatanegaraan yang terbaik bagi
bangsa ini. Yang terbaik itu, adalah yang sesuai dengan kondisi bangsa yang sangat plural, baik
dari aspek etnis, agama ,dan sosial budaya. Bahwa kedaulatan ditangan rakyat, mekanismenya
berdasar Permusyawaratan/ Perwakilan.
Mengenai sila keempat daripada Pancasila, dasar filsafat Negara Indonesia,yaitu
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan atau perwakilan
dapat diketahui dengan empat hal sebagai berikut :
1)     Sila kerakyatan sebagai bawaan dari persatuan dan kesatuan semua sila, mewujudkan
penjelmaan dari tiga sila yang mendahuluinya dan merupakan dasar daripada sila yang kelima.
2)     Di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar, sila kerakyatan ditentukan penggunaannya yaitu
dijelmakan sebagai dasar politik Negara, bahwa negara Indonesia adalah negara berkedaulatan
rakyat.
3)     Pembukaan Undang-undang Dasar merupakan pokok kaidah Negara yang fundamentil sehingga
dengan jalan hukum selama-lamanya tidak dapat diubah lagi, maka dasar politik Negara
berkedaulatan rakyat merupakan dasar mutlak daripada Negara Indonesia.
4)     Dasar berkedaulatan rakyat dikatakan bahwa,"Berdasarkan kerakyatan dan dalam
permusyarawatan/perwakilan, oleh karena itu sistem negara yang nanti akan terbentuk dalam
Undang-undang dasar harus berdasar juga, atas kedaulatan rakyat dan atas dasar
permusyarawatan/perwakilan". Sehingga Negara Indonesia adalah mutlak suatu negara
demokrasi, jadi untuk selama-lamanya.
Sila ke-empat merupakan penjelmaan dalam dasar politik Negara, ialah Negara
berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi Negara Indonesia.
Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak, maka sifat demokrasi Negara Indonesia adalah mutlak
pula, yaitu tidak dapat dirubah atau ditiadakan.
Berkat sifat persatuan dan kesatuan daripada Pancasila, sila ke-empat mengandung pula
sila-sila lainnya, sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang berke-Tuhanan
Yang Maha Esa, Yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia dan
yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
6.      PELAKSANAAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA
Pelaksaan demokrasi di Indonesia harus dijiwai dan dilandasi oleh sila-sila yang
terkandung dalam Pancasila. Isi pokok pelaksanaan Demokrasi Pancasila ialah :
-          pelaksanaan demokrasi harus berdasarkan Pancasila yang termuat dalam UUD 1945.
-          pelaksanaan Demokrasi Pancasila harus menghargai dan melindungi HAM.
-          pelaksanaan sistem ketatanegaraan harus berdasarkan atas institusional yangsesuai dengan UUD
1945.
-          pelaksanaan demokrasi harus berdasarkan atas hukum.
Demokrasi Pancasila meliputi berbagai hal yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Selain sistem politik, ada juga sistem sosial dan ekonomi yang didasarkan pada Demokrasi
Pancasila. Demokrasi Pancasila menekankan adanya musyawarah untuk mencapai mufakat. Ini
merupakan suatu mekanisme demokrasi menurut sila keempat. Dalam musyawarah mufakat,
yang terpenting adalah mengenai isi dari berbagai pendapat dan berlangsungnya musyawarah
tersebut. Cara voting tidak dikehendaki, meskipun tidak serta merta ditolak. Sistem Demokrasi
Pancasila lebih mementingkan jalannya (prosesnya) melalui musyawarah mufakat yang
selanjutnya dapat dilakukan dengan cara voting dengan syarat bila musyawarah mufakat tersebut
tidak berhasil mencapai suatu keputusan bersama. Pemahaman mengenai tata cara
bermusyawarah menurut Demokrasi Pancasila, yaitu :
a.       mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat,
b.      mengutamakan musyawarah dalam mengambil suatu keputusan untuk kepentingan bersama,
c.       mengutamakan semangat kekeluargaan di dalam musyawarah mufakat,
d.      tidak memaksakan suatu kehendak,
e.       musyawarah harus dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur.
Sistem pemerintahan demokrasi Pancasila menurut prinsip-prinsip yang terkandung di
dalam Batang Tubuh UUD 1945 berdasarkan tujuh sendi pokok, yaitu sebagai berikut:
a)      Indonesia ialah negara yang berdasarkan hukum.
b)      Indonesia menganut sistem konstitusional.
c)      Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi.
Sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi MPR mempunyai tugas pokok, yaitu:
1)      Menetapkan UUD
2)      Menetapkan GBHN
3)      Memilih dan mengangkat presiden dan wapres
d)     Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR).
e)      Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
f)       Menteri Negara adalah pembantu presiden, Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada
DPR.
g)      Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas.
7.      PERKEMBANGAN DEMOKRASI PANCASILA
Dalam sejarah Negara Republik Indonesia, perkembangan demokrasi telah mengalami
pasang surut. Masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah bagaimana
meningkatkan kehidupan ekonomi dan membangun kehidupan social dan politik yang
demokratis dalam masyarakat. Masalah ini berkisar pada penyusunan suatu system politik
dengan kepemimpinan cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi serta character
and nation building dengan partisipasi rakyat sekaligus menihindarkan timbulnya dictator
perorangan, partai atau militer.
Perkembangan demokrasi di Indonesia dibagi dalam 4 periode, yaitu :
a.       Periode 1945-1959 (Masa Demokrasi Parlementer)
Demokrasi parlementer menonjolkan peranan parlementer serta partai-partai. Akibatnya,
persatuan yang digalang selama perjuangan melawan musuh bersama menjadi kendor dan tidak
dapat dibina menjadi kekuatan konstruktif sesudah kemerdekaan.
b.      Periode 1959-1965 (Masa Demokrasi Terpimpin)
Demokrasi terpimpin ini telah menyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih
menampilkan beberapa aspek dari demokrasi rakyat. Masa ini ditandai dengan dominasi
presiden, terbatasnya peran partai politik, perkembangan pengaruh komunis dan peran ABRI
sebagai unsure social-politik semakin meluas.
c.       Periode  1966-1998 (Masa Demokrasi Pancasila Era Orde Baru)
Demokrasi pancasila merupakan demokrasi konstitusional yang menonjolkan system
presidensial. Landasan formal periode ini adalah pancasila, UUD 1945 dan Tap MPRS/MPR
dalam rangka untuk meluruskan kembali penyelewengan terhadap UUD 1945 yang terjadi di
masa Demokrasi Terpimpin, dalam perkembangannya, peran presiden semakin dominant
terhadap lembaga-lembaga Negara yang lain. Melihat praktek demokrasi pada masa ini, nama
pancasila hanya digunakan sebagai legitimasi politik penguasa saat itu sebab kenyataannya yang
dilaksanakan tidaka sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
d.      Periode 1999- sekarang (Masa Demokrasi Pancasila Era Reformasi)
Peran partai politik kembali menonjol sehingga demokrasi dapat berkembang. Pelaksanaan
demokrasi setelah Pemilu banyak kebijakan yang tidak mendasarkan pada kepentingan rakyat,
melainkan lebih kea rah pembagian kekuasaan antara presiden dan partai politik dalam DPR.
Dengan kata lain, model demokrasi era reformasi dewasa ini kurang mendasarkan pada keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia (walfare state)
Demokrasi Era Reformasi ini, hampir seluruh warga di dunia mengklaim menjadi penganut
paham demokrasi. Demokrasi dipraktekkan di seluruh dunia secara berbeda-beda dari satu
Negara ke Negara lain. Dalam suatu Negara yang menganut system demokrasi, demokrasi harus
berdasrkan pada suatu kedaulatan rakyat, artinya kekuasaan Negara itu dikelola oleh rakyat, dari
rakyat dan untuk rakyat.

8.      IMPLEMENTASI DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PERWUJUDAN KEDAULATAN


RAKYAT DI ERA REFORMASI
Salah satu implementasi demokrasi Pancasila sebagai perwujudan kedaulatan rakyat
adalah dengan diadakannya Pemilihan Umum. Pemilihan Umum atau yang biasa disingkat
Pemilu merupakan suatu ajang aspirasi rakyat sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat.
Masalah Pemilu ditur dalam UUD 1945 tentang Pemilihan Umum Bab VII B Pasal 22E sebagai
hasil dari amandemen UUD 1945 ke-3 Tahun 2001 yang berbunyi:
1.      Pemilihan Umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima
tahun sekali.
2.      Pemilihan Umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden,  dan Dewan Perwakilan Rakyat daerah.
3.      Peserta Pemilihan Umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah adalah Partai Politik.
4.      Peserta Pemilihan Umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah
perseorangan.
5.      Pemilihan Umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional,
tetap dan mandiri.
6.      Ketentuan lebih lanjut tentang Pemilu diatur dengan Undang-Undang.
Undang-Undang tentang Pemilu yang berlaku saat ini adalah UU No. 12 Tahun 2003
tentang Pemilu untuk anggota DPR, DPD dan DPRD. Undang-Undang ini merupakan pengganti
dari UU No.3 Tahun 1999 tentang Pemilu yang kemudian diganti UU No.4 tahun 2000 karena
UU tersebut dianggap tidak sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Berdasarkan UU
No.12 Tahun 2003, kedaulatan rakyat tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh MPR, melainkan oleh
UUD.
Tujuan diselenggaraknnya Pemilu untuk memilih wakil rakyat dan wakil daerah serta
untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat dan memperoleh dukungan rakyat dalam
rangka mencapai tujuan nasional sesuai dengan UUD 1945.
Pemilu diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap dan
mandiri. Komisi ini bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemilu dan dalam
pelaksanannya menyampaikan laporan kepada Presiden dan DPR.
BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Demokrasi Pancasila adalah sebuah sistem demokrasi pemerintahan, yang dilakukan oleh rakyat,
untuk rakyat, dari rakyat, atau dengan kata lain demokrasi yang disetujui oleh rakyat. Di
Indonesia demokrasi pancasila sudah mendarah daging ditiap warganya, karena demokrasi
pancasila mencerminkan kehidupan bermasyarakat. Rakyat menikmati kebebasan berpendapat
serta rakyat menikmati kebebasan berorganisasi. Pelaksaan demokrasi di Indonesia harus dijiwai
dan dilandasi oleh sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.
Implementasi demokrasi Pancasila sebagai perwujudan kedaulatan rakyat salahsatunya adalah
dengan adanya Pemilihan Umum. Tujuan diadakannya Pemilu untuk memilih wakil rakyat dan
wakil daerah dan membentuk pemerintahan yang demokratis serta memperoleh dukungan rakyat.

B.     SARAN
Pancasila harus selalu diaktualisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara di Indonesia. Agar tercipta kehidupan beretika yang bercirikan nilai-nilai
pancasila yang religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
DAFTAR PUSTAKA

  Suseno, Franz Magnis. 2001. Etika Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  Widodo, Joko. 2011. Membangun Birokrasi Berbasis Kinerja. Malang: Bayumedia Publishing
  Winarno. 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di
Perguruan Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara
  Soegito.2003. Pendidikan Pancasila (edisi revisi 2007). Semarang: UPT MKU UNNES.
  Syarbaini Syahrial,2009. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Bogor: Ghalia
Indonesia.
  Suaedi, Masnun, Sidha Susanti, Wisnu Sucahyo. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan.
Surakarta: CV. Surya Badra.
  Izza, Muchibbatil . 2009. Implementasi Demokrasi Pancasila Sebagai Perwujudan
Kedaulatan Rakyat
  Tanjung, Amrizal. 2011. Demokrasi_pancasila
  Sukarna. 1990. Sistem Politik Indonesia II. CV. Mandar Maju.
  Sukarna.2006. Sistem Politik Indonesia IV. CV. Mandar Maju.
  Kaelan dan Ahmad Zubaidi. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma