PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL

(Studi Pada Kabupaten dan Kota di Jawa Timur)

SKRIPSI Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Strata-1 Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UII

Disusun oleh Wahyu wibowohadi 06312283

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta 2011

i

Pernyataan Bebas Plagiarisme

“Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam referensi. Dan apabila dikemudian hari terbukti bahwa pernyataan ini tidak benar maka saya sanggup menerima hukuman/sangsi apapun sesuai peraturan yang berlaku.”

Yogyakarta, 24 Maret 2011 Penyusun.

(Wahyu wibowohadi)

ii

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL
(Studi Pada Kabupaten dan Kota di Jawa Timur)

Hasil penelitian

Diajukan oleh Nama : Wahyu wibowohadi Nomor Mahasiswa : 06312283

Telah disetujui oleh dosen pembimbing Pada tanggal…………. Dosen pembimbing

(Sigit Handoyo, SE, M.Bus.)

iii

iv

v

MOTTO

Dia Yang menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan atasnya takdir (ketetapan) yang sesempurna-sempurnanya” (Qs 25 :2)

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.(Thomas Jeferson)

Tomorrow never knows It's happy line (Yui Yoshioka)

vi

Persembahan
Ku persembahkan karya kecilku ini untuk  Kedua orang tuaku yang sama sekali belum bisa kubalas jasa-jasanya  Kakaku Tintin dan Tutun, ms Nur  Kedua keponakanku NIa dan Lia yang lucu-lucu

vii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan segala limpahan karuniaNya penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam rangka menyelesaikan studi dan untuk memperoleh gelar Sarjana Strata-1 di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu selama penyusunan hingga selesainya skripsi ini, khususnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M,Ec selaku Rektor Universitas Islam Indonesia. 2. Bapak Hadri Kusuma, Drs, MBA, DBA, Prof., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. 3. Bapak Sigit Handoyo, SE, M.Bus., selaku Dosen pembimbing skripsi yang dengan penuh kesabaran dan senyuman memberikan bimbingan, ilmu, saran dan masukan yang sangat beguna dalam penyusunan skripsi ini. 4. Para dosen di Fakultas Ekonomi khususnya Program Studi Akuntansi yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas seluruh ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan. 5. Kedua orang tuaku ( Ngusman dan Mulbiyati) yang sudah memberikan kasih sayang tak terbatas yang tak kan terbalaskan olehku, semoga Allah SWT membalas kasih sayang mereka.

viii

6. Kakaku Titin & Tutun , Mas Nur serta keponakanku Nia dan Lia yang luculucu makasih sudah buat hidupku lebih indah. 7. Kusumawardani makasih buat nasehat-nasehatnya seneng banget bisa

berteman sama kamu. 8. Tio sahabatku makasih buat bantuan dan supportnya. 9 Teman-teman FE UII 2006, Widya, Elsa ,Ramli, Imam, Sofa ,Bagus, Sandy serta sahabat-sahabat KKN Unit 48 semoga kebahagiaan menyertai kita. 10. Semua pihak yang sudah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan semuanya.

Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih belum sempurna sehingga bila terdapat banyak kesalahan penulis memohon maaf kepada pembaca.

Wasalamu’alaikum Wr Wb

Yogyakarta, 24 Maret 2011 Penulis

(Wahyu wibowo hadi)

ix

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………i HALAMAN Pernyataan Babas Plagiarisme………………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… iii HALAMAN MOTTO…………………………………………………………..iv HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………...v KATA PENGANTAR…………………………………………………………. vi DAFTAR ISI……………………………………………………………………viii DAFTAR TABEL dan GRAFIK……………………………………………….xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………….xii ABSTRAK……………………………………………………………………... .xiii DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………..…………………………………………………1 1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………….5 1.3 Batasan Masalah…………………………………………………………....5 1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………………………...6 1.5 Manfaat Penelitian………………………………………………………….6 1.6 Metode Analisis Data…………………………………………….................7 1.6.1 Data Penelitian…………………………………………….............7 1.6.2 Alat uji Statistik……………………………………………….......7

1.7 Sistematika Pembahasan…………………………………………………….8

x

BAB II LANDASAN TEORI……………………………………………………...9 2.1 Kajian Teori…………………………………………………………………9 2.2 Belanja Modal................................................................................................10 2.3 Pendapatan Asli Daerah................................................................................11 2.4 Dana Perimbangan…………………………………………………………13 2.5 Penelitian terdahulu dan penarikan hipotesis……………………………….15 2.5.1 Pengaruh PAD terhadap Belanja Modal.........................................16 2.5.2 Pegaruh Dana Perimbangan terhadap belanja modal.....................18 2.5.3 Flypaper Effect...............................................................................18 BAB III Metodelogi Penelitian................................................................................20 3.1 Populasi dan Sampel.......................................................................................20 3.2 Data dan Sumber Data....................................................................................20 3.3 Metode Analisis Data......................................................................................22 3.4 Uji Hipotesis...................................................................................................22 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN............................................................26 4.1 Analisis Deskriptif..........................................................................................26 4.2 Analisis Statistik.............................................................................................28 4.2.1 Pengujian Hipotesis Pertama...........................................................28 4.2.1.1 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Tahun berjalan (PADt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)..........28 4.2.1.2 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah sebelum Tahun berjalan (PADt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)....................................30

xi

4.2.2 Pengujian Hipotesis Kedua.............................................................32 4.2.2.1 Analisis Pengaruh Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)......................32 4.2.2.2 Analisis Pengaruh Dana Perimbangan sebelum tahun Berjalan (DP t-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan(BMt)......................34 4.2.3 Pengujian Hipotesis Ketiga.............................................................36 4.2.3.1 Analisis Pengaruh Pndapatan Asli Daerah tahun berjalan (PAD t) dan Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)....................................36 4.2.3.2 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah sebelumtahun berjalan (PAD t-1) dan Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt).....................40 4.3 Pembahasan..................................................................................................43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................46 5.1 Kesimpulan...................................................................................................46 5.2 Keterbatasan.................................................................................................47 5.3 Saran............................................................................................................47

xii

DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

4.1 Statistik Deskriptif..........................................................................................27 4.2 Analisis Pengaruh PAD 4.3Analisis Pengaruh PAD 4.4 Analisis Pengaruh DP
2008

terhadap BM

2008

...........................................28

2007

terhadap BM

2008

................................................30

2008

terhadap BM terhadap BM dan DP

2008

..................................................32 ..................................................34 ............................37

4.5 Analisis Pengaruh DP

2007

2008

4.6 Analisis Pengaruh PAD

2008

2008

terhadap BM

2008

4.7 Pengaruh Dominan antara PADt dan DPt terhadap BMt ..........................39 4.8 Analisis Pengaruh PAD
2007

dan DP

2007

terhadap BM

2008

............................40

4.9 Pengaruh Dominan antara PADt-1 dan DPt-1 terhadap BMt ...................42

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2007/2008…………. 50 Lampiran 2 Statistik deskriptif…………………………………………………………………...51 Lampiran 3

xiii

Hasil Uji Hipotesis Pengaruh PAD Lampiran 4 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh PAD Lampiran 5 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh DP Lampiran 6 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh DP Lampiran7 Hasil Uji Hipotesis PAD Lampiran 8 Hasil Uji Hipotesis PAD
2007 2008

2008

terhadap BM

2008

......................................52

2007

terhadap BM

2008

......................................53

2008

terhadap BM

2008

.........................................54

2007

terhadap BM

2008

.........................................55

dan DP

2008

terhadap BM

2008

.........................................56

dan DP

2007

terhadap BM

2008

..........................................57

xiv

ABSTRAK

Otonomi daerah mulai dilaksanakan di Indonesia berdasar undang-undang No 32 Tahun 2004. Dalam pelaksanaannya Pemerintah Daerah mendapatkan sumber dana perimbangan dari Pemerintah Pusat, prakteknya banyak Pemerintah Daerah terlalu bergantung pada dana perimbangan Pemerintah Pusat untuk menjalankan Pemerintahannya. Dalam Penggunaannya Pemerintah belum berusaha mengoptimalkan penerimaannya untuk hal-hal yang lebih bersifat pembangunan infrastruktur melalui Belanja Modal. Karena permasalahan-permasalahan diatas penelitian ini bertujuan untuk apakah DP dari pemerintah pusat dan PAD berpengaruh terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah pada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Data yang dianalisis bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007-2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa DPt dan PADt serta DPt-1 dan PADt-1 secara terpisah dan serentak berpengaruh terhadap Belanja Modal (BMt), PADt dan PADt-1 mempunyai pengaruh yang lebih kuat daripada DPt dan DPt-1 dalam mempengaruhi Belanja Modal sehingga dapat dikatakan tidak terjadi flypaper effect. Kata-kata kunci: Dana Perimbangan (DP), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Modal (BM), flypaper effect, kabupaten/kota di Jawa Timur.

xv

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Berbagai ketimpangan antar daerah dan pembagian sumber daya alam yang tidak tepat sasaran di masa sentralisasi menyebabkan banyaknya masyarakat yang tidak puas dengan sistem pemerintahan tersebut. Beberapa persoalan ekonomi politik yang menonjol antara lain: hubungan keuangan Pusat-Daerah; arus sumberdaya keluar (resource outflows) berlebihan dari daerah-daerah kepusat serta dari suatu daerah ke daerah-daerah lainnya; arus dana keluar (financialoutflows) dari daerah ke pusat serta dari daerah ke daerah-daerah lainnya; serta distribusi investasi dan nilai tambah industri yang sangat tidak merata (INDEF’s Policy Assessment). Persoalanpersoalan tersebut membuat banyaknya tuntutan rakyat untuk mengubah sistem pemerintahan yang terpusat menjadi sistem pemerintahan yang lebih bebas dan demokrasi dimana masyarakat lebih bebas untuk mengolah sumber dayanya dan mengatur pemerintahan daerahnya sendiri. Berlakunya UU No 22 tahun 1999 yang kemudian direvisi menjadi UU No 32 Tahun 2004 tentang dilaksanakannya Otonomi Daerah di Indonesia diharapkan dapat

1

menjawab berbagai permasalahan. Berlakunya undang-undang tersebut menandai perubahan sistem pemerintahan dari Sentralisasi menjadi Desentralisasi dimana daerah dapat mengelola sumber daya daerah sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaan Otonomi Daerah Pemerintah Daerah mempunyai hak dan kewajiban untuk mengatur pemerintahannya sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat ( UU No 32 Tahun 2004). Pelaksanaan Otonomi Daerah, tidak akan terlepas dari peran anggaran daerah, dimana anggaran daerah digunakan pemerintah daerah sebagai pedoman operasional Daerahnya. GASB dalam wilkpedia mendefinisikan anggaran “rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu.” Di Indonesia, dokumen anggaran daerah disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), baik untuk propinsi maupun kabupaten dan kota (Darwanto dan Yulia). Pengalokasian sumber daya daerah dalam APBD akan sangat berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan Otonomi Daerah, baik-buruknya pelaksanaan Otonomi Daerah dapat terlihat dari seberapa besar keberhasilan pemerintah dalam menyusun dan mengalokasikan sumber daya daerah dalam APBD. Besarnya kecilnya dana yang tercantum dalam APBD akan mencerminkan peranan Pemerintah dalam perekonomian dan pelayanan masyarakat suatu Negara atau Daerah (Halim 2004). Dalam penerimaan APBD Pemerintah Daerah mendapatkan sumber dana dari Pemerintah Pusat berupa Dana Perimbangan selain berasal dari Pendapatan Asli

2

Daerah dan Pendapatan lain-lain yang syah. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan UU No 33 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemberian Dana Perimbangan bertujuan untuk mengurangi (kalau tidak mungkin menghilangkan) kesenjangan

fiskal antar-pemerintah dan menjamin tercapainya standar pelayanan publik minimum di seluruh negeri (Simanjuntak dalam Sidik et al, dikutip dari Sukri Abdulah dan Abdul Halim). Dalam pengalokasian sumber penerimaan Daerah melalui APBD, Pemerintah Daerah diharapkan tidak hanya bergantung pada sumber daya yang diberikan Pemerintah Pusat. Beberapa penelitian mengungkapkan Pemerintah Daerah jauh lebih besar mengalokasikan sumber daya yang berasal dari Dana Transfer Pemerintah Pusat daripada Pendapatan Asli Daerahnya. Selama periode 2002 -2006 Pemerintah Daerah se kabupaten/ kota di Jawa timur menggunakan dana transfer tersebut hingga 70% sedang sumber Penerimaan Asli Daerah tidak lebih 20% hal tersebut diungkapkan dalam Simanjuntak yang dikutip Siti Ani Markifah. Pengalokasian Dana Perimbangan yang begitu besar telah menunjukan jika Pemerintah Daerah terlalu bergantung pada Pemerintah Pusat untuk menjalankan pemerintahanya, sebagian besar Pemerintah Daerah di Jawa Timur lebih memilih mengalokasikan dana yang di dapat dari Pemerintah Pusat untuk memenuhi Belanja Daerahnya daripada berusaha meminimalisasi penggunan Dana Transfer tersebut dengan berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya. Hal tersebut menyebabkan Pemerintah Daerah kurang memperhatikan peningkatan Pendapatan

3

Asli Daerah yang pada akhirnya mengakibatkan kurang berkembangnya potensi daerah. Harapan untuk memenuhi kebutuhan publik dan meningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan cita-cita Pemerintah Daerah dalam mengalokasikan sumber daya Daerah melalui APBD. Pemerintah Daerah diharapkan dapat mengalokasikan Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat melalui cita-cita tersebut. Beberapa penelitian

APBD dengan baik untuk mencapai

mengungkapkan diperlukan perubahan alokasi anggaran dari Belanja Rutin yang bersifat konsumtif ke Belanja Modal yang berdampak pada peningkatan

infrastruktur. Mardiasmo 2002 menyatakan semakin tinggi tingkat investasi modal diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik dan pada gilirannya mampu meningkatkan tingkat partisipasi publik terhadap pembangunan yang tercermin dari adanya peningkatan PAD. Wong (2004) dalam David Harianto dan Priyo Hadi menunjukan jika kenaikan pajak daerah dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur. Dalam kenyataannya pengalokasian anggaran untuk Belanja Modal masih kurang di perhatikan oleh Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah lebih besar mengalokasikan sumber penerimaannya untuk membiyayai Belanja Rutin yang bersifat konsumtif. Dalam data nota keuangan RAPBN total 2010 menunjukan alokasi belanja gaji pemerintah daerah 2010 mencapai 50, 7% sedang untuk belanja modal hanya 21,9% (Max dalam Jawa Pos). Max juga mengungkapkan dalam kurun

4

waktu 2005- 2011 pemerintah daerah telah menerima kenaikan Dana Perimbangan rata-rata 22,6 % tetapi belum menunjukan dampak yang berarti bagi infrasturktur. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Darwanto dan Yulia, bermaksud untuk melihat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan yang diterima dari Pemerintah Pusat terhadap Alokasi Belanja Modal oleh Pemerintah Daerah. Pada penelitian sebelumnya Darwanto dan Yulia menunjukan DAU dan PAD untuk daerah Bali dan Jawa tahun 2004-2005 memiliki pengaruh signifikan terhadap Belanja Modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Dana Perimbangan dan PAD memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Belanja Modal mengingat besarnya pengalokasian Dana Perimbangan dan PAD untuk keperluan yang lebih konsumtif seperti Belanja Pegawai.

1.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka pokok permasalahannya sebagai berikut: 1. Apakah Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap

pengalokasian anggaran Belanja JawaTimur 2.

Modal di Kabupaten/Kota se

Apakah Dana Perimbangan berpengaruh positif terhadap pengalokasian anggaran Belanja Modal di Kabupaten/Kota se JawaTimur

3.

Apakah terdapat Flypaper-effect terhadap pengalokasian Belanja Modal di Kabupaten/Kota se Jawa Timur

5

1.3. Batasan Masalah Batasan Masalah dalam penelitian ini antara lain: 1. Laporan Keuangan yang diamati adalah Laporan Keuangan Daerah periode tahun 2007-2008 2. Pengaruh belanja modal diukur dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan(DP) 3. Kabupaten/Kota yang diamati adalah Kabupaten/Kota di Jawa Timur

1.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan (DP) berpengaruh positif terhadap belanja modal kabupaten/kota se Jawa Timur 2007-2008. Serta untuk mengetahui apakah terjadi Flypaper effect pada pengaruh PAD dan Dana Perimbangan terhadap belanja modal se Jawa Timur 2007/2008.

1.5 Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak yaitu: 1. Bagi Pemerintahan Daerah Memberikan masukan bagi Pemerintah Pusat maupun Daerah dalam hal penyusunan kebijakan di masa yang akan datang.

6

2. Bagi Penulis Menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dari informasi yang diperoleh, serta menambah pengalaman peneliti dalam bidang penelitian. 3. Bagi Dunia Pendidikan. Memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan untuk dijadikan bahan pembelajaran dan untuk kemajuan pendidikan

1.6 Metode Analisis Data 1.6.1 Data Penelitian Data penelitian ini diambil dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Modal tahun anggaran 2007 dan 2008 Dana Perimbangan(DP), Realisasi Pendapatan Asli Daerah(PAD), dan Anggaran Belanja Modal (BM) untuk 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

1.6.2 Alat uji Statistik Variabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini adalah Belanja Modal sedangkan Variabel bebasnya (independent variables) Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan (DP). Alat analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana (simple regression) dan regresi berganda (multiple regression). Regresi sederhana digunakan untuk melihat pengaruh masingmasing variabel terhadap Belanja Modal secara parsial atau terpisah. Sedangkan regresi berganda digunakan untuk melihat pengaruh seluruh variabel yang ada

7

terhadap Belanja Modal secara serentak. Data diolah dengan bantuan software SPSS 17.00 For Windows.

1.7 SISTEMATIKA PEMBAHASAN BAB I : PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika

pembahasan. BAB II : KAJIAN PUSTAKA Berisi tentang penjabaran teori yang melandasi penelitian ini dan beberapa penelitian terdahulu. BAB III : METODE PENELITIAN Berisi tentang sampel dan data, variabel penelitian, dan metode analisis data. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berisi tentang uraian secara rinci mengenai langkah-langkah analisis data dan hasilnya serta pembahasan hasil yang diperoleh. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini memuat secara singkat tentang kesimpulan penelitian dan saran-saran yang ditujukan pada berbagai pihak.

8

BAB II Landasan Teori 2.1 Kajian Teori Dalam melaksanakan Pemerintahan Otonomi Daerah, Pemerintah Daerah diharuskan mengutamakan kesejahteraan masyarakat daerah, sesuai dengan tujuan Otonomi Daerah yang tercantum dalam undang-undang. Pemerintah Daerah juga dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan dan hak publik melalui pelayanan publik yang baik.

APBD dapat dikatakan sebagai refleksi dari usaha Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Otonomi Daerah yang baik. Darwanto dan Yulia mengungkapkan jika anggaran merupakan hal penting di lingkungan Pemerintah, karena anggaran sangat mempengaruhi kinerja Pemerintah dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Penyusunan APBD diharapkan dapat menampung dan memenuhi kebutuhan serta kepentingan masyarakat sebagai refleksi pemerintahan Otonomi Daerah yang baik. Pada kenyataannya penyusunan APBD menjadi sangat sulit dimana keterbatasan dana menjadi masalah besar yang harus dihadapi Pemerintah Daerah.

9

Berbagai kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang begitu banyak dengan sumber daya daerah yang terbatas menyebabkan Pemerintah Daerah tidak dapat memenuhi seluruh permintaan publik. Pemerintah Daerah diharapkan dapat memilih bidang mana saja yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Anggaran berfungsi sebagai alat politis yang digunakan untuk

memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan tersebut (Mardiasmo 2002).

2.2 Belanja Modal Dalam Mardiasmo 2002 menjelaskan Anggaran Sektor Publik terbagi menjadi dua, yaitu Anggaran Operasional dan Anggaran Modal. Dalam penjelasannya Anggaran Operasional digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Sedangkan Anggaran Modal menunjukan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan ,kendaraan, perabot dan sebagainya. Halim (2004) menyatakan bahwa Belanja Modal adalah “Belanja yang manfaatnya melebihi satu tahun anggaran dan menambah aset atau kekayaan daerah serta akan menimbulkan konsekuensi menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan.” Pengalokasian Belanja Modal akan berdampak pada keberhasilan Pemerintah dalam memenuhi pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. Semakin tinggi tingkat investasi modal diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik karena asset tetap yang dimiliki sebagai akibat adanya Belanja Modal merupakan

10

prasyarat utama dalam memberikan pelayanan publik oleh pemerintah daerah. Saragih (2003) menyatakan bahwa pemanfaatan belanja hendaknya dialokasikan untuk hal-hal produktif, misal untuk melakukan aktivitas pembangunan (Darwanto dan Yulia)

2.3 Pendapatan Asli Daerah Dalam pelaksanaan Otonomi Daerah Pemerintah Daerah sering terlalu bergantung pada dana yang diterima dari Pemerintah Pusat. Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya kemandirian suatu daerah sehingga potensi masyarakat pada suatu daerah tidak berkembang. Pemerintah Daerah diharapkan mampu mengelola sumber daya daerah dan meningkatkan potensi masyarakatnya sehingga akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerahnya. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Pemerintah Daerah dari Dana Transfer Pemerintah pusat untuk menciptakan kemandirian serta memberikan pelayanan publik kepada

masyarakat. Halim 2004 dalam Siti Anni markifah mengungkapkan bahwa untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan memenuhi hak publik diperlukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah dengan tetap memperhatikan potensi dan kondisi ekonomi masyarakat . Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah berdasarkan UU No 32 tahun 2004 a. Hasil Pajak Daerah

11

b. Hasil Retribusi Derah c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan d. Lain-lain PAD yang sah

a. Pajak Daerah Berdasar penjelasan UU No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang dimaksud dengan pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi dan badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan . Berdasar undang-undang tersebut pajak daerah terbagi menjadi dua yaitu:pajak provinsi dan pajak kabupaten. Pajak provinsi adalah pajak daerah yang dipungut oleh Pemerintah Daerah tingkat provinsi, pajak yang masih berlaku sampai saat ini. Sedangkan pajak kabupaten/kota adalah pajak daerah yang dipungut oleh Pemerintah Daerah tingkat II yakni Pemerintah Daerah kabupaten/kota. b. Retribusi Daerah Dalam Bambang Kesit 2003 menjelaskan bahwa yang dimaksud Restribusi Daerah adalah “Pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan”. c. Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

12

Dalam pengelolaan kekayaan daerah berupa sumber daya alam, sumber daya manusia dan sektor industri Pemerintah Pusat terlalu menguasai sektor-sektor tersebut sehingga Pemerintah Daerah terlalu tergantung pada Pemerintah Pusat. Dengan adanya otonomi daerah diharapkan pemerintah daerah dapat mengelola kekayaannya sendiri untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang Sah. Dalam tesis nya Siti Ani Markifah menjelaskan bahwa sumber pendapatan lain-lain PAD yang sah adalah pendapatan yang berasal dari dinas-dinas daerah serta pendapatan-pendapatan lainnya yang diperoleh secara sah oleh pemerintah daerah Lain-lain PAD yang sah berdasarkan penjelasan UU no 33 tahun 2004 terdiri dari a. hasil penjualan kekayaan Daerah yang tidak dipisahkan; b. jasa giro; c. pendapatan bunga; d. keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing; dan e. komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh Daerah. 2.4 Dana Perimbangan UU no 33 tahun 2004 menjelaskan tentang definisi Dana Perimbangan

adalah “dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.”

13

Definisi tersebut menjelaskan bahwa Dana Perimbangan dapat dipakai sebagai sumber pembiyayaan dalam Pemerintah Daerah, namun Pemerintah Daerah tidak boleh melupakan Pendapatan Asli Daerahnya sehingga tidak terlalu bergantung pada Dana Perimbangan tersebut. Berdasarkan UU no 33 tahun 2004 Dana perimbangan yang diperoleh pemerintah daerah terdiri dari dana alokasi: a. Dana bagi hasil b. Dana Alokasi Umum c. Dana Alokasi Khusus

a. Dana bagi hasil Dana Bagi Hasil adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi (UU no 33 tahun 2004). Dalam undang-undang tersebut menjelaskan bahwa Dana bagi hasil terbagi menjadi 2 yaitu dana bagi hasil yang bersumber dari pajak dan bersumber dari sumber daya alam. Berdasarkan undang-undang no 33 tahun 2004 Dana bagi hasil yang bersumber berasal dari pajak terdiri dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB); Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); dan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21. Sedangkan Dana Bagi Hasil yang bersumber dari sumber daya alam berasal dari

14

kehutanan

pertambangan

umum,

perikanan,

pertambangan

minyak

bumi,

pertambangan gas dan pertambangan panas bumi.

b. Dana Alokasi Umum Menurut penjelasan UU no 33 tahun 20004 yang dimaksud Dana Alokasi umum adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan ke daerah untuk membiyayai kebutuhan daerah dan untuk memeratakan kemampuan keuangan antar daerah dalam rangka desentralisasi. Dana alokasi umum besarnya tidak akan sama untuk tiap daerah . Daerah yang mempunyai pendapatan asli daerah rendah akan mendapatkan dana alokasi umum yang tinggi, sebaliknya daerah yang mempunyai pendapatan asli daerah tinggi akan mendapatkan dana alokasi umum yang rendah hal tersebut sesuai dengan penjelasan pembagian DAU dalam UU no 33 tahun 2004

c. Dana Alokasi Khusus Dana Alokasi Khusus, selanjutnya disebut DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional ( UU no 33 tahun 2004)

15

2.5 Penelitian terdahulu dan penarikan hipotesis Berbagai penelitian tentang pengaruh PAD dan Dana Perimbangan telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu, Holtz-Eakin et. al. (1985) dalam Darwanto dan Yulia mengungkapkan keterkaitannya sangat erat antara transfer dari pemerintah pusat dengan belanja pemerintah daerah. Aziz et al, 2000; Doi, 1998; Von Furstenberg et all dalam Bambang Kesit 2004 mengajukan hipotesis pendapatan daerah (terutama pajak) bahwa

akan mempengaruhi anggaran belanja

pemerintah daerah dikenal dengan nama tax spend hypothesis. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Darwanto dan Yulia (2006), menunjukan bahwa besarnya Belanja Modal dipengaruhi oleh jumlah pendapatan asli daerah DAU yang diterima dari Pemerintah Pusat. Dari hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa DAU dan PAD berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal. Hal tersebut diperkuat oleh penelitian Gunawan Simanjuntak dan Erlina di SumatraUtara yang menunjukan bahwa Dana Perimbangan berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal.

2.5.1 Pengaruh PAD terhadap Belanja Modal Studi tentang pengaruh pendapatan daerah (local own source revenue) terhadap pengeluaran daerah sudah banyak dilakukan (misalnya Aziz et al, 2000; Blackley, 1986; Joulfaian & Mokeerjee, 1990; Legrensi & milas, 2001; Von Furstenberg et al, 1986) dalam Maemunah 2006. Hoover & Sheffrin (1992), dalam

16

Bambang Kesit 2004 secara empiris menemukan bahwa pada pertengahan 1960an pajak berpengaruh terhadap Belanja Daerah sedang untuk sampel sesudah tahun 1960an menunjukan bahwa pajak tidak berpengaruh terhadap Belanja Daerah Syukri Abdulah dalam Darwanto dan Yulia (2006) mengungkapkan untuk pembangunan infrastruktur terdapat penambahan alokasi spread PAD untuk Belanja Modal tetapi terjadi penurunan dalam bidang pendidikan dan bidang kesehatan. Hal tersebut memperlihatkan pemerintah berusaha melakukan pembangunan untuk peningkatan layanan publik namun kurang memperhatikan kepentingan publik lainnya kesehatan dan pendidikan yang juga bersifat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian Bambang Kesit (2004) menunjukan jika PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Hal tersebut diperkuat oleh penelitian Darwanto dan Yulia (2006) yang mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh signifikan terhadap alokasi Belanja Modal. Berdasar analisis-analisis diatas, hipotesis yang disusun untuk melihat

pengaruh Pendapatan asli daerah terhadap Belanja Modal adalah : H1a :Pendapatan Asli Daerah tahun berjalan (PADt) berpengaruh positif terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) H1b :Pendapatan Asli Daerah sebelum tahun berjalan (PADt-1) berpengaruh positif terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)

17

2.5.2 Pegaruh Dana Perimbangan terhadap belanja modal Holtz-Eakin et.al (1985) dalam Darwanto dan Yulia mengungkapkan keterkaitan yang sangat erat antara transfer dari pemerintah pusat dengan belanja pemerintah daerah dan modal.. Dalam jurnalnya Abdulah dan Halim mengungkapkan bahwa pengurangan jumlah transfer dapat menyebabkan penurunan dalam pengeluaran belanja daerah . Penelitian David Priyo dan Priyo Hadi menunjukan jika DAU berpengaruh dan signifikan terhadap belanja modal. Gunawan dan Erlina juga menunjukkan bahwa , dana perimbangan berpengaruh signifikan terhadap belanja modal. Berdasarkan konsep-konsep tersebut diatas, maka hipotesis alternative untuk melihat pengaruh dana perimbangan terhadap alokasi anggaran belanja modal adalah sebagai berikut: H2a Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) berpengaruh positif terhadap Belanja Modal Tahun berjalan (BMt) H2b Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) berpengaruh positif terhadap Belanja Modal Tahun Berjalan (BMt)

2.5.3 Flypaper Effect

18

Flypaper effect adalah suatu kondisi dimana stimulus terhadap pengeluaran daerah yang disebabkan oleh adanya perubahan dalam jumlah transfer dari pemerintah pusat lebih besar dari pada stimulus yang disebabkan oleh perubahan pendapatan (Bambang kesit 2004). Deller et.al (2002) dalam Maemunah menemukan jika peningkatan pengeluaran perkapita lebih besar berasal dari dana bagi hasil daripada pengeluaran yang berasal dari pendapatan perkapita .Legrenzi & Milas (2001) dalam Bambang kesit 2004 juga menemukan adanya Flypaper effect pada jangka panjang di municipalitis Italia. Dalam penelitian Syukri Abdulah dan Halim (2004) di Jawa dan Bali menemukan adanya Flypaper effect pada pengaruh DAU dan PAD terhadap belanja daerah. Penelitian Memunah (2006) juga menemukan adanya Flypaper effect pada belanja bidang kesehatan dan belanja bidang pekerjaan umum dan infrastruktur. Dari uraian diatas hipotesis untuk melihat adanya flypaper effect, yaitu : H3a : Pengaruh Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) lebih besar daripada pengaruh Pendapatan Asli Daerah Tahun berjalan (PADt) dengan Belanja Modal Tahun berjalan(BMt) H3b : Pengaruh Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) terhadap Belanja Moadal tahun berjalan (BMt) lebih besar dari pada pengaruh Pendapatan Asli Daerah Tahun sebelum tahun berjalan (PADt-1) dengan Belanja Modal Tahun berjalan (BMt)

19

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia , sedangkan pemilihan sampel dipilih untuk kabupaten/kota se Jawa timur. Alasan pemilihan sampel tersebut karena Ketersediaan data, dan dipandang sudah mewakili populasi seluruh Indonesia. Data yang dianalisis selama 2 tahun yaitu tahun 2007-2008

3.2 Data dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur 2007-2008 yang berupa realisasi Belanja Modal (BM), realisasi Dana perimbangan (DP) realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari masing -masing pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Jawa dan Bali yang diperoleh dari BPS Jakarta Variabel Penelitian

20

Variabel terikat (Dependent Variabel) dalam penelitian ini adalah Belanja Modal dan variabel bebas ( Independent Variabel ) adalah Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan adalah sebagai berikut : 1. Belanja Modal Menurut Halim yang dikutip Gunawan Simanjuntak dan Erlina (2004: 73), “Belanja Modal merupakan pengeluaran pemerintah daerah yang manfaatnya melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan daerah dan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan pada kelompok Belanja Administrasi Umum.”

2 Pendapatan Asli daerah Pendapatan Asli Daerah adalah merupakan penerimaan yang diperoleh daerah yang bersumber sektor pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan pendapatan lain -lain yang sah (Mardiasmo, 2002). 3 Dana perimbangan Berdasarkan UU no 32 tahun 2004 bahwa pemerintah daerah berhak mendapat Dana perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus. Dana Perimbangan selain dimaksudkan untuk membantu daerah dalam mendanai kewenangannya juga bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sumber pendanaan pemerintah antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta untuk mengurangi

21

kesenjangan pendanaan Pemerintah antar daerah , komponen dan perimbangan merupakan system transfer dari Pemerintah serta merupakan kesatuan yang utuh.

3.3 . Metode Analisis Data Pengujian atas hipotesis penelitian menggunakan model regresi sederhana (simple regression) dan regresi berganda (multiple regression) Regresi sederhana dipakai untuk melihat hubungan PAD terhadap belanja modal dan pengaruh jumlah DP dan PAD terhadap belanja modal secara cross-section . Pengujian dilakukan menggunakan regresi berganda digunakan dengan tujuan untuk memprediksi apakah komponen-komponen tersebut secara serentak

mempengaruhi Belanja modal.

3.4. Pengujian Hipotesis  Uji Hipotesi pertama Uji Hipotesis pertama dilakukan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah tahun berjalan(PADt) dan Pendapatan Asli Daerah sebelum Tahun berjalan (PADt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)

H1 :

Y = a + b X1i + e,

Dimana :

22

Y : Belanja Modal

a : Konstanta

b : Koefisien Regresi

X1i adalah PAD (atau PADt-1)

e : Kesalahan Estimasi.

Uji hipotesis Kedua Uji Hipotesis Kedua dilakukan untuk mengetahui Pengaruh DanaPerimbangan

tahun berjalan (DPt) dan Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt)

H2 :

Y = a + b X2i + e,

Dimana :

Y : Belanja Modal

a : Konstanta

b : Koefisien Regresi

X2i adalah DPt (atau DPt1).

23

e : Kesalahan Estimasi.

Uji hipotesis Ketiga Uji Hipotesis Ketiga dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli

Daerah tahun berjalan (PADt) dan sebelum tahun berjalan (PADt-1), bersama Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) dan sebelum tahun berjalan (DPt-1) secara

bersama-sama terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Persamaan regresinya adalah H3a Y = a + b1 X1i + b2 X2i + e

Dimana

Y : Belanja Modal

a : Konstanta

b1, b2 adalah koefisien regresi,

X1i adalah PAD (atau PADt-1) dan

24

X2i adalah DPt (atau DPt1).

Untuk menentukan apakah terjadi flypaper effect, maka efek DP terhadap BM dibandingkan dengan efek PAD terhadap BM. Untuk regresi berganda, dibandingkan koefisien regresi dan nilai t-statistic untuk masing-masing variabel. Apabila efek DP terhadap Belanja Modal lebih besar daripada efek PAD, maka dapat disimpulkan terjadi flypaper effect

25

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan pengumpulan data selanjutnya peneliti melakukan analisis data. Analisis data ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan (DP) terhadap Belanja modal (BM) Pemerintah Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. Sehubungan belanja modal pemerintah daerah, pada penelitian ini difokuskan pada wilayah Propinsi Jawa timur yang meliputi 38 kabupaten/kota. Hasil dari analisis data akan digunakan untuk membuktikan hipotesis satu hingga hipotesis ketiga. Untuk membuktikan ketiga hipotesis yang diajukan, teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik. Analisis statistik merupakan analisis yang dilakukan dengan pembuktian statistik untuk membuktikan hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini alat analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier berganda.

26

4.1 Analisis Deskriptif Sebelum masuk pada pengujian hipotesis, terlebih dahulu akan diuraikan hasil dari analisis deskriptif untuk menggambarkan atau mendeskripsikan kondisi data yang digunakan dalam penelitian. Berikut adalah ringkasan hasil analisis deskriptif dari variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan (DP) dan Belanja modal (BM). Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 38

kabupaten/kota. Deskriptif dari variabel-variabel penelitian ditunjukan oleh Tabel 4.1. berikut ini: Tabel 4.1 Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics N PADt-1 PADt DPt-1 DPt BMt Valid N (listwise) 38 38 38 38 38 38 Minimum 9902421.00 17455000.00 237833465.00 269241000.00 64279640.00 Maximum 607649296.00 641799948.00 1174145490.00 1170877695.00 1014214967.00 Mean 65136438.03 63303534.97 566563206.53 620186194.63 183258119.05 Std. Deviation 96190097.71 101979017.72 206787816.92 216430008.56 153606028.71

Sumber : Hasil olah data, 2010. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai standar deviasi dari variabel penelitian yaitu PADt dan PADt-1 menunjukkan lebih besar dari pada nilai rata-rata (mean), sehingga variabel ini memiliki sebaran data yang kurang normal. Kemudian untuk variabel penelitian yaitu DPt, DPt-1, dan BM menunjukkan nilai standar deviasi yang

27

lebih kecil dari pada nilai rata-rata (mean), sehingga variabel ini memiliki sebaran data yang normal. Hal ini berarti tidak sepenuhnya data-data penelitian ini memiliki sebaran data yang normal.

4.2 Analisis Statistik Analisis statistik merupakan analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian. Analisis ini terbagi menjadi 2 yaitu analisis regresi

sederhana dan analisis regresi berganda.

4.2.1 Pengujian Hipotesis Pertama 4.2.1.1 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Tahun berjalan (PADt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Pada analisis ini dilakukan regresi yaitu dengan meregresikan variabel PADt terhadap BMt. Hasil regresi tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut : Tabel 4.2 Analisis Pengaruh PAD terhadap BM
2008

2008

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt B Std. Error Standardized Coefficients Beta t 8.009 .916 13.694 Sig. .000 .000

95922289.157 11977183.993 1.380 .101

a. Dependent Variable: BMt Sumber : Data sekunder diolah, 2011.

28

Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linear yaitu sebagai berikut : Yt = a + b X + e
1 t

Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linier yang ada maka didapat persamaan tentang pengaruh PAD2008 terhadap BM2008 di Propinsi Jawa Timur sebagai berikut : BMt = 95.922.289,157 + 1,380 PAD
t

Dari persamaan ini dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 95.922.289,157 berarti bahwa jika tidak ada PAD maka besarnya BM akan sama
t t

dengan konstantanya yaitu sebesar 95.922.289,157. Dengan kata lain jika tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat sekarang atau yang sedang berjalan maka besarnya belanja modal pada tahun berjalan akan sebesar 95.922.289,157 rupiah. Koefisien regresi PAD sebesar 1,380, berarti jika PAD mengalami
t t

peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 1,380% dengan asumsi
t

variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sedang berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 1,380% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Hasil uji signifikansi seperti pada Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa untuk

29

PAD diperoleh t statistik sebesar 13,694 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang
t

nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, maka H1a diterima, yang berarti PAD berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti
t t

semakin tinggi PAD maka semakin besar pula belanja modal Kabupaten/Kota di
t

Propinsi Jawa Timur. Sedangkan besarnya pengaruh PAD terhadap BM ditunjukkan
t t

dengan nilai R Square yaitu sebesar 0,839 atau sebesar 83,9%. Hal ini berarti Belanja modal tahun berjalan di Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur 83,9% dapat dijelaskan oleh Pendapatan Asli Daerah yang sedang berjalan. Hipotesis 1a yang menyatakan bahwa PADt berpengaruh positif terhadap BMt terbukti.

4.2.1.2 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah sebelum Tahun berjalan (PADt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Pada analisis ini dilakukan regresi yaitu dengan meregresikan variabel PADt-1 terhadap BMt. Hasil regresi tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut : Tabel 4.3 Analisis Pengaruh PAD terhadap BM
2007

2008

Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt-1 a. Dependent Variable: BMt B 88121046.517 1.461 Std. Error 12386445.742 .108 .915 Coefficients Beta t 7.114 13.574 Sig. .000 .000

30

Sumber : Data sekunder diolah, 2011.

Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linear yaitu sebagai berikut : Yt = a + b X
1 t -1

+e

Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linier yang ada maka didapat persamaan tentang pengaruh PAD2007 terhadap BM2008 di Propinsi Jawa Timur sebagai berikut : BMt = 88.121.046,517 + 1,461 PADt-1

Dari persamaan ini dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 88.121.046,517 berarti bahwa jika tidak ada PADt-1 maka besarnya BM akan sama
t

dengan konstantanya yaitu sebesar 88.121.046,517. Dengan kata lain jika tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum tahun berjalan maka besarnya belanja modal pada tahun berjalan akan sebesar 88.121.046,517 rupiah. Koefisien regresi PADt-1 sebesar 1,461, berarti jika PADt-1 mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 1,461% dengan asumsi
t

variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum tahun berjalan naik sebesar 1% saja maka Belanja Modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 1,461% dengan asumsi variabel

31

lain dalam kondisi konstan. Hasil uji signifikansi seperti pada Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa untuk PADt-1 diperoleh t statistik sebesar 13,754 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, maka H1a diterima, yang berarti PADt-1 berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini
t

berarti semakin tinggi PAD sebelum tahun berjalan (PADt-1) maka semakin besar pula Belanja Modal tahun berjalan Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. Sedangkan besarnya pengaruh PADt-1 terhadap BM ditunjukkan dengan nilai R
t

Square yaitu sebesar 0,837 atau sebesar 83,7%. Hal ini berarti Belanja modal tahun berjalan di Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur 83,7% dapat dijelaskan oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum tahun berjalan. Sehingga hipotesis 1b yang menyatakan bahwa PADt-1 berpengaruh positif terhadap BMt terbukti.

4.2.2 Pengujian Hipotesis Kedua 4.2.2.1 Analisis Pengaruh Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Pada analisis ini dilakukan regresi yaitu dengan meregresikan variabel DPt terhadap BMt. Hasil regresi tersebut dapat dilihat Pada Tabel 4.4 berikut : Tabel 4.4 Analisis Pengaruh DP terhadap BM
2008

2008

Coefficientsa

32

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) DPt a. Dependent Variable: BMt B -110455370.370 .474 Std. Error 57787833.137 .088 .667 Coefficients Beta T -1.911 5.376 Sig. .064 .000

Sumber : Data sekunder diolah, 2011.

Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linear yaitu sebagai berikut : Yt = a + b X + e
1 t

Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linier yang ada maka didapat persamaan tentang pengaruh DP2008 terhadap BM2008 di Propinsi Jawa Timur sebagai berikut : BMt = -110.455.370,370 + 0,474 DPt Dari persamaan ini dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar -110.455.370,370 berarti bahwa jika tidak ada DPt maka besarnya BM akan sama
t

dengan konstantanya yaitu sebesar -110.455.370,370. Dengan kata lain jika tidak ada dana perimbangan tahun berjalan maka besarnya belanja modal pada tahun berjalan akan sebesar -110.455.370,370 rupiah. Koefisien regresi DPt sebesar 0,474, berarti jika DPt mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 0,474% dengan asumsi variabel lain
t

dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah dana perimbangan tahun

33

berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 0,474% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Hasil uji signifikansi seperti Pada Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa untuk DPt diperoleh t statistik sebesar 5,376 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, maka H2a diterima, yang berarti DPt berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti
t

semakin tinggi Dana Perimbangan tahun berjalan(DPt) maka semakin besar pula Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. Sedangkan besarnya pengaruh DPt terhadap BMt ditunjukkan dengan nilai R

Square yaitu sebesar 0,445 atau sebesar 44,5%. Hal ini berarti Belanja Modal tahun berjalan(BMt) di Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur 44,5% dapat dijelaskan oleh dana perimbangan tahun berjalan (DPt). Sehingga hipotesis 2a yang menyatakan bahwa DPt berpengaruh positif terhadap BMt terbukti.

4.2.2.2 Analisis Pengaruh Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan(DP t-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan(BMt) Pada analisis ini dilakukan regresi yaitu dengan meregresikan variabel DPt-1 terhadap BMt. Hasil regresi tersebut dapat dilihat Pada Tabel 4.5 berikut : Tabel 4.5 Analisis Pengaruh DP terhadap BM
2007

2008

34

Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) DPt-1 a. Dependent Variable: BMt B -120928389.205 .537 Std. Error 51521516.811 .086 .723 Coefficients Beta t -2.347 6.275 Sig. .025 .000

Sumber : Data sekunder diolah, 2011.

Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linear yaitu sebagai berikut : Yt = a + b X
1 t -1

+e

Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linier yang ada maka didapat persamaan tentang pengaruh DP2007 terhadap BM2008 di Propinsi Jawa Timur sebagai berikut : BMt = -120.928.389,205 + 0,537 DPt-1 Dari persamaan ini dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar
t

-

120.928.389,205 berarti bahwa jika tidak ada DPt-1 maka besarnya BM akan sama dengan konstantanya yaitu sebesar -120.928.389,205. Dengan kata lain jika tidak ada dana perimbangan sebelum tahun berjalan maka besarnya belanja modal pada tahun berjalan akan sebesar -120.928.389,205 rupiah. Koefisien regresi DPt-1 sebesar 0,537, berarti jika DPt-1 mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 0,537% dengan asumsi
t

35

variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah dana perimbangan sebelum tahun berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya Pada tahun berjalan akan naik sebesar 0,537% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Hasil uji signifikansi seperti Pada Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa untuk DPt-1 diperoleh t statistik sebesar 6,275 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, maka H2b diterima, yang berarti DPt-1 berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti
t

semakin tinggi Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) maka semakin besar pula belanja modal tahun berjalan(BMt) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. Sedangkan besarnya pengaruh DPt-1 terhadap BM ditunjukkan dengan nilai R
t

Square yaitu sebesar 0,522 atau sebesar 52,2%. Hal ini berarti Belanja Modal tahun berjalan di Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur 52,2% dapat dijelaskan oleh dana perimbangan sebelum tahunberjalan. Sehingga hipotesis 2b yang menyatakan bahwa DPt-1 berpengaruh positif terhadap BMt terbukti. 4.2.3 Pengujian Hipotesis Ketiga 4.2.3.1 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah tahun berjalan (PAD t) dan Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Pada analisis ini dilakukan regresi yaitu dengan meregresikan variabel DPt terhadap BMt. Hasil regresi tersebut dapat dilihat Pada Tabel 4.6 berikut :

36

Tabel 4.6 Analisis Pengaruh PAD dan DP
2008

2008

terhadap BM

2008

Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt DPt a. Dependent Variable: BMt B 13104144.786 1.195 .152 Std. Error 30629466.149 .112 .053 .793 .215 Coefficients Beta T .428 10.696 2.894 Sig. .671 .000 .007

Sumber : Data sekunder diolah, 2011.

Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linear yaitu sebagai berikut : Yt = a + b X + b X + e
1 1 2 2

Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linier yang ada maka didapat persamaan tentang pengaruh PAD
2008

dan DP

2008

terhadap BM2008 di Propinsi

37

Jawa Timur sebagai berikut : BMt = 13.104.144,786 + 1,195 PADt + 0,152 DPt

Dari persamaan diatas dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 13.104.144,786 berarti bahwa jika tidak ada PADt dan DPt maka besarnya BM akan
t

sama dengan konstantanya yaitu sebesar 13.104.144,786. Dengan kata lain jika tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana perimbangan (DP) tahun berjalan maka besarnya belanja modal pada tahun berjalan akan sebesar 13.104.144,786 rupiah. Koefisien regresi PADt sebesar 1,195, berarti jika PADt mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 1,195% dengan asumsi
t

variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 1,195% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Sedangkan koefisien regresi DPt sebesar 0,152, berarti jika DPt mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 0,152%
t

dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah dana perimbangan tahun berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 0,152% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan.

38

Hasil uji signifikansi seperti pada Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa untuk PADt diperoleh t statistik sebesar 10,696 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, yang berarti PADt berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti semakin tinggi PADt
t

maka semakin besar pula belanja modal Kabupaten/Kota di Jawa Timur Hasil uji signifikansi seperti pada Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa untuk DPt diperoleh t statistik sebesar 2,894 dengan nilai signifikansi sebesar 0,007 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, yang berarti DPt berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti semakin tinggi DPt maka
t

semakin besar pula belanja modal Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. Kemudian untuk mengetahui faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap BMt ditunjukkan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.7 Pengaruh Dominan antara PADt dan DPt terhadap BMt Variabel Reg-Partial t statistic PADt DPt 10,696 2,894

39

Hasil uji t statistik dari regresi parsial menunjukkan bahwa PADt memiliki pengaruh yang signifikan lebih kuat dibandingkan pengaruh DPt terhadap BMt. Dengan demikian hipotesis H3a yang berbunyi “ Pengaruh DPt terhadap BMt lebih besar daripada pengaruh PADt terhadap BMt” tidak diterima atau ditolak. Ini memberi arti bahwa PADt lebih berpengaruh terhadap BMt daripada DPt terhadap BMt.

4.2.3.2 Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah sebelumtahun berjalan (PAD t-1) dan Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) Pada analisis ini dilakukan regresi yaitu dengan meregresikan variabel DPt-1 terhadap BMt. Hasil regresi tersebut dapat dilihat Pada Tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.8 Analisis Pengaruh PAD dan DP
2007

2007

terhadap BM

2008

Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt-1 DPt-1 a. Dependent Variable: BMt B 342351.042 1.214 .183 Std. Error 29564863.342 .123 .057 .760 .247 Coefficients Beta t .012 9.860 3.201 Sig. .991 .000 .003

40

Sumber : Data sekunder diolah, 2011.

Pada penelitian ini digunakan model persamaan regresi linear yaitu sebagai berikut : Yt = a + b X + b X + e
1 1 2 2

Dengan memperhatikan model regresi dan hasil regresi linier yang ada maka didapat persamaan tentang pengaruh PAD Jawa Timur sebagai berikut : BMt = 342.351,042 + 1,214 PADt-1 + 0,183 DPt-1 Dari persamaan diatas dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 342.351,042 berarti bahwa jika tidak ada PADt-1 dan DPt-1 maka besarnya BM akan
t 2007

dan DP

2007

terhadap BM2008 di Propinsi

sama dengan konstantanya yaitu sebesar 342.351,042. Dengan kata lain jika tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana perimbangan (DP) sebelum tahun berjalan maka besarnya belanja modal pada tahun berjalan akan sebesar 342.351,042 rupiah. Koefisien regresi PADt-1 sebesar 1,214, berarti jika PADt-1 mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar 1,214% dengan asumsi
t

variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum tahun berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 1,214% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Sedangkan koefisien regresi DPt-1 sebesar 0,183, berarti

41

jika DPt-1 mengalami peningkatan sebesar 1% maka BM akan meningkat sebesar
t

0,183% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Atau dengan kata lain jika jumlah dana perimbangan sebelum tahun berjalan naik sebesar 1% saja maka belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhannya pada tahun berjalan akan naik sebesar 0,183% dengan asumsi variabel lain dalam kondisi konstan. Hasil uji signifikansi seperti pada Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa untuk PADt-1 diperoleh t statistik sebesar 9,860 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, yang berarti PADt-1 berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti semakin
t

tinggi PAD sebelum tahun berjalan (PADt-1) maka semakin besar pula belanja modal tahun berjalan (BMt) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur.

Hasil uji signifikansi seperti pada Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa untuk DPt-1 diperoleh t statistik sebesar 3,201 dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 yang nilainya jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditolerir yakni 0,05, yang berarti DPt-1 berpengaruh secara positif terhadap BM . Hal ini berarti semakin tinggi Dana
t

Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) maka semakin besar pula belanja modal tahun berjalan (BMt) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. Kemudian untuk mengetahui faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap BMt ditunjukkan pada tabel berikut ini :

42

Tabel 4.9 Pengaruh Dominan antara PADt-1 dan DPt-1 terhadap BMt Variabel Reg-Partial t statistic PADt-1 DPt-1 9,860 3,201

Hasil uji t statistik dari regresi parsial menunjukkan bahwa PADt-1 memiliki pengaruh yang signifikan lebih kuat dibandingkan pengaruh DPt terhadap BMt. Dengan demikian hipotesis H3b yang berbunyi “ Pengaruh DPt-1 terhadap BMt lebih besar daripada pengaruh PADt-1 terhadap BMt” tidak diterima atau ditolak. Ini memberi arti bahwa PADt-1 lebih berpengaruh terhadap BMt daripada DPt-1 terhadap BMt.

4.3 Pembahasan Berdasar analisis-analisis diatas, hipotesis pertama yang menyatakan bahwa
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun berjalan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum tahun berjalan berpengaruh positif terhadap Belanja Modal (BM) terbukti. Hal ini sejalan dengan pendapat (Aziz et al, 2000; Blackley, 1986; Joulfaian & Mokeerjee,

1990; Legrensi & milas, 2001; Von Furstenberg et al, 1986) dalam Maemunah 2006. Hoover & Sheffrin (1992), dalam Bambang Kesit 2004 secara empiris menemukan bahwa pada pertengahan 1960an pajak berpengaruh terhadap belanja daerah sedang

43

untuk sampel sesudah tahun 1960an menunjukan bahwa pajak tidak berpengaruh terhadap belanja daerah.
Syukri Abdulah dalam Darwanto dan Yulia(2006) mengungkapkan adanya penambahan alokasi spread PAD untuk belanja modal dalam pembangunan infrastruktur tetapi terjadi penurunan dalam bidang pendidikan dan bidang kesehatan. Penelitian Bambang Kesit (2004) menunjukan jika PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah. Hal tersebut dierkuat oleh penelitian Darwanto dan Yulia (2006) yang mengungkapkan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan terhadap alokasi belanja modal. Kemudian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa Dana perimbangan (DP) tahun berjalan dan Dana perimbangan (DP) sebelum tahun berjalan berpengaruh positif terhadap Belanja Modal (BM) terbukti. Hal ini sejalan dengan Holtz-Eakin et. al. (1985)

dalam Darwanto dan Yulia mengungkapakan keterkaitan sangat erat antara transfer dari pemerintah pusat dengan belanja pemerintah daerah dan modal.Studi Legrenzi &
Milas (2001) dalam Abdullah dan Halim (2003) menemukan bukti empiris bahwa dalam jangka panjang transfer berpengaruh terhadap belanja modal. Dalam jurnalnya Abdulah dan Halim mengungkapkan bahwa pengurangan jumlah transfer dapat menyebabkan penurunan dalam pengeluaran belanja daerah. Penelitian David Priyo dan Priyo Hadi

menunjukan jika DAU berpengaruh dan signifikan terhadap belanja modal. Gunawan dan Erlina juga menunjukkan bahwa, dana perimbangan berpengaruh signifikan terhadap belanja modal.

44

Dan pengujian hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa Pengaruh Dana Perimbangan tahun berjalan (DPt) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) lebih besar dari pada pengaruh Pendapatan Asli Daerah tahun berjalan (PADt) terhadap BMt dan Pengaruh Dana Perimbangan sebelum tahun berjalan (DPt-1) terhadap Belanja Modal tahun berjalan (BMt) lebih besar dari pada pengaruh PADt-1 terhadap BMt daerah tidak terbukti. Aaberge & Langorgen (1997) dalam Bambang Kesit 2004 menganalisis mengenai perilaku fiskal dan belanja pemda dengan

simultaneous setting dan menemukan adanya flypaper effect dalam respon daerah . Deller et al (2002) dalam Maemunah menemukan jika peningkatan pengeluaran perkapita lebih besar berasal dari dana bagi hasil daripada pengeluaran yang berasal dari pendapatan perkapita. Keadaan dimana tidak ditemukan adanya flypaper effect merupakan keadaan yang menggembirakan. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa daerah Propinsi Jawa Timur sudah tidak terlalu bergantung lagi terhadap pemerintah pusat. Atau dengan kata lain daerah Propinsi Jawa Timur sudah lebih bisa mandiri dalam melaksanakan pemerintahannya secara finansial.. Hal ini perlu untuk dipertahankan dan ditingkatkan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Syukri Abdulah dan Halim (2004) di Jawa dan Bali menemukan adanya flypaper efect pada pengaruh DAU dan PAD terhadap belanja daerah. Penelitian Memunah (2006) juga menemukan adanya flypaper efect pada belanja bidang kesehatan dan belanja bidang pekerjaan umum dan infrastruktur.

45

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di muka maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa : 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun berjalan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum tahun berjalan berpengaruh positif terhadap Belanja Modal (BM). Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data yang menujukan bahwa nilai signifikansi dalam regresi sederhana menunjukan angka dibawah 0,05. Hal ini berarti semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun berjalan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD sebelum tahun berjalan yang dicapai oleh

46

pemerintah daerah akan berakibat pada semakin besarnya belanja modal Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. 2. Dana perimbangan (DP) tahun berjalan dan Dana perimbangan (DP) sebelum tahun berjalan berpengaruh positif terhadap Belanja Modal (BM). Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data yang menujukan bahwa nilai signifikansi dalam regresi sederhana menunjukan angka dibawah 0,05. Hal ini berarti semakin tinggi Dana perimbangan (DP) tahun berjalan dan Dana perimbangan (DP) sebelum tahun berjalan yang diterima dari pemerintah pusat akan berakibat pada semakin besarnya belanja modal Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur. 3. Dalam penelitian ini, peneliti tidak menemukan adanya Flypaper Effect pada belanja pemerintah Kabupaten/kota di Propinsi Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan bahwa daerah Propinsi Jawa Timur pada tahun tersebut sudah tidak terlalu bergantung lagi terhadap pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan belanjanya. Dengan kata lain daerah Propinsi Jawa Timur mulai bisa mandiri dalam melaksanakan pemerintahannya secara finansial. Hal ini perlu untuk dipertahankan dan ditingkatkan. 5.2 Keterbatasan 1 Penelitian ini tidak memasukan aspek kebijakan publik, politik, manajemen keuangan, dan lain-lain yang berkaitan dengan belanja modal 2 Penelitian ini tidak dapat memperlihatkan variabel yang paling berpengaruh dari masing-masing bagian dana perimbangan terhadap belanja modal karena tidak

47

meneliti masing-masing variabel yang teerdapat dalam dana perimbangan terhadap belanja modal. 5.3 Saran 1. Bagi pemerintah daerah Propinsi Jawa Timur sebaiknya melakukan perencanaan dalam menyusun anggaran belanjanya. Semua pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah baik yang berasal dari DP ataupun PAD harus dapat digunakan dengan tepat sasaran sehingga dapat menjamin kesejahteraan masyarakatnya

2. Variabel yang digunakan dalam penelitian akan datang diharapkan lebih lengkap dengan menambah variabel independen lain baik dari jenis penerimaan daerah lainnya

48

DAFTAR PUSTAKA

Bps Jakarta, Statistik Keuangan Pemda Kabupaten/Kota 2007/2008, CV Aditia Indah Nusantara, Jakarta, 2009 Darwanto dan Yulia, Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap pengalokasian Anggaran Belanja Modal pada kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali, SNA X, Unhas Makasar 26-28 Juli 2007
Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, ed Ketiga, BP UNDIP, Semarang, 2005

Gunawan dan Erlina. Pengaruh Transfer Pemerintah Pusat terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatra Utara, Jurnal akuntansi 20, Fakultas Ekonomi USU, Departemen Akuntansi 2008 Halim, Abdul, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Keuangan Daerah, ed Revisi Salemba Empat, Jakarta, 2004. Hariyanto, David dan Adi Priyo Hadi, 2007, Hubungan Antara Dana AlokasiUmum Belanja Modal Pendapatan Asli Daerah Dan Pandapatan Perkapit, Simposium Nasional Akuntansi X. Makassar
Maimunah, Mutiara, Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah Pada Kabupaten/Kota Di Pulau Sumatra, Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang 23-26 Agustus 2006. . Mardiasmo, Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2002

Novi maulida, Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Prediksi Belanja Daerah,(Studi Kasus Pada Kabupaten/Kota di Indonesia), Skripsi S-1, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta 2007 Opick , Trend Belanja APBD 2007-2010 Provinsi, Direktorat Jendal Keuangan, Jakarta,2010 ,

49

Prakosa, Kesit Bambang, Analisis Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Prediksi Belanja Daerah (studi empiric di wilayah Propinsi Jawa Tengah dan DIY), JAAI Vol. 8 No. 2, 2004. Siti,Markifah, Analisis Perimbangan Peuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (studi kasus : di Kabupaten Tulungagung ), Skripsi S-1, Departemen Ekonomi Departemen Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor,2008 Sukriy dan Halim (c), Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Pemerintah Daerah:Studi Kasus Kabupaten/Kota Di Jawa dan Bali, Simposium Nasional Akuntansi VI:11401159, Surabaya 16-17 Oktober 2003 UU no 32 Tahun 2004 UU no 33 Tahun 2004

50

LAMPIRAN

51

Descriptives
Descriptive Statistics N PADt-1 PADt DPt-1 DPt BMt Valid N (listwise) 38 38 38 38 38 38 Minimum 9902421.00 17455000.00 237833465.00 269241000.00 64279640.00 Maximum 607649296.00 641799948.00 1174145490.00 1170877695.00 1014214967.00 Mean 65136438.03 63303534.97 566563206.53 620186194.63 183258119.05 Std. Deviation 96190097.71 101979017.72 206787816.92 216430008.56 153606028.71

52

HIPOTESIS 1a

Regression
Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered PADt
a b

Variables Removed

Method . Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: BMt

Model Summary Model 1 R .916
a

R Square .839

Adjusted R Square .834

Std. Error of the Estimate 6.249E7

a. Predictors: (Constant), PADt

ANOVA Model 1 Regression Residual Total a. Predictors: (Constant), PADt b. Dependent Variable: BMt Sum of Squares 7.324E17 1.406E17 8.730E17 df

b

Mean Square 1 36 37 7.324E17 3.906E15

F 187.528

Sig. .000
a

Coefficients

a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt a. Dependent Variable: BMt B 95922289.157 1.380 Std. Error 11977183.993 .101 .916 Coefficients Beta t 8.009 13.694 Sig. .000 .000

53

HIPOTESIS 1b

Regression
Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered PADt-1
a b

Variables Removed

Method . Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: BMt

Model Summary Model 1 R .915
a

R Square .837

Adjusted R Square .832

Std. Error of the Estimate 6.296E7

a. Predictors: (Constant), PADt-1

ANOVA Model 1 Regression Residual Total a. Predictors: (Constant), PADt-1 b. Dependent Variable: BMt Sum of Squares 7.303E17 1.427E17 8.730E17 df

b

Mean Square 1 36 37 7.303E17 3.964E15

F 184.261

Sig. .000
a

Coefficients

a

Standardized Model Unstandardized Coefficients Coefficients t Sig.

54

B 1 (Constant) PADt-1 a. Dependent Variable: BMt 88121046.517 1.461

Std. Error 12386445.742 .108

Beta 7.114 .915 13.574 .000 .000

55

HIPOTESIS 2a

Regression
Variables Entered/Removed Model 1 DPt Variables Entered
a b

Variables Removed

Method . Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: BMt

Model Summary Model 1 R .667
a

R Square .445

Adjusted R Square .430

Std. Error of the Estimate 1.160E8

a. Predictors: (Constant), DPt

ANOVA Model 1 Regression Residual Total a. Predictors: (Constant), DPt b. Dependent Variable: BMt Sum of Squares 3.887E17 4.843E17 8.730E17 df

b

Mean Square 1 36 37 3.887E17 1.345E16

F 28.896

Sig. .000
a

Coefficients

a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) DPt a. Dependent Variable: BMt B -110455370.370 .474 Std. Error 57787833.137 .088 .667 Coefficients Beta t -1.911 5.376 Sig. .064 .000

56

HIPOTESIS 2b

Regression
Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered DPt-1
a b

Variables Removed

Method . Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: BMt

Model Summary Model 1 R .723
a

R Square .522

Adjusted R Square .509

Std. Error of the Estimate 1.076E8

a. Predictors: (Constant), DPt-1

ANOVA Model 1 Regression Residual Total a. Predictors: (Constant), DPt-1 b. Dependent Variable: BMt Sum of Squares 4.561E17 4.169E17 8.730E17 df

b

Mean Square 1 36 37 4.561E17 1.158E16

F 39.379

Sig. .000
a

Coefficients

a

Standardized Model Unstandardized Coefficients Coefficients t Sig.

57

B 1 (Constant) DPt-1 a. Dependent Variable: BMt -120928389.205 .537

Std. Error 51521516.811 .086

Beta -2.347 .723 6.275 .025 .000

58

HIPOTESIS 3a

Regression
Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered DPt, PADt
a

Variables Removed

Method . Enter

a. All requested variables entered.

Model Summary Model 1 R .933
a

R Square .870

Adjusted R Square .863

Std. Error of the Estimate 5.694E7

a. Predictors: (Constant), DPt, PADt

ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 7.596E17 1.135E17 8.730E17 df

b

Mean Square 2 35 37 3.798E17 3.242E15

F 117.156

Sig. .000
a

a. Predictors: (Constant), DPt, PADt b. Dependent Variable: BMt

Coefficients

a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt DPt a. Dependent Variable: BMt B 13104144.786 1.195 .152 Std. Error 30629466.149 .112 .053 .793 .215 Coefficients Beta t .428 10.696 2.894 Sig. .671 .000 .007

59

60

HIPOTESIS 3b

Regression
Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered DPt-1, PADt-1
a

Variables Removed

Method . Enter

a. All requested variables entered.

Model Summary Model 1 R .935
a

R Square .874

Adjusted R Square .866

Std. Error of the Estimate 5.616E7

a. Predictors: (Constant), DPt-1, PADt-1

ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 7.626E17 1.104E17 8.730E17 df

b

Mean Square 2 35 37 3.813E17 3.154E15

F 120.916

Sig. .000
a

a. Predictors: (Constant), DPt-1, PADt-1 b. Dependent Variable: BMt

Coefficients

a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) PADt-1 DPt-1 a. Dependent Variable: BMt B 342351.042 1.214 .183 Std. Error 29564863.342 .123 .057 .760 .247 Coefficients Beta t .012 9.860 3.201 Sig. .991 .000 .003

61

62

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful