Anda di halaman 1dari 4

Andya Rachmasari 020610144 EPULIS Epulis adalah suatu tumor yang bersifat jinak non-neoplastic dan pertumbuhannya berada

di atas gingiva (interdental papilla) yang berasal dari periodontal dan jaringan periosteum. Epulis ini dapat bersifat fibrous, hiperplastik, maupun granulatif. Dalam pertumbuhannya epulis ini bisa tidak bertangkai atau biasa disebut sensile dan bisa pula bertangkai (peduncullated). JENIS-JENIS EPULIS Epulis dapat dibedakan berdasarkan etiologi terjadinya antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Epulis Kongenital Epulis Fibromatosa Epulis Granulomatosa Epulis Fissuratum Epulis Gravidarum Epulis Angiomatosa Epulis Gigantoselulare

1. Epulis Kongenital/Tumor Sel Granular/Tumor Neumans

Epulis Kongenital biasa disebut Congenital Granular Cell Tumor (CGCT). Epulis ini terdapat pada mukosa bayi yang baru lahir. Etiologinya secara jelas belum diketahui namun diduga berasal dari sel epitel bakal benih gigi (odontogenik). Epulis ini terlihat seperti benjolan yang muncul pada alveolar ridge dalam rongga mulut. Hal ini menghambat pernafasan dan asupan makanan bayi. Secara klinis massa peduncullated kadang multilobuler dan berwarna merah muda lunak. Konsistensinya lunak dan biasanya dapat mengecil secara spontan seiring berjalannya waktu sehingga terapi dengan jalan eksisi dilakukan hanya jika dibutuhkan. Predileksi terbanyak ditemukan pada maksila region anterior. 2. Epulis Fibromatosa Epulis ini terjadi pada rongga mulut terutama pada tepi gingiva dan juga sering terjadi pada pipi dan lidah. Etiologinya berasal dari iritasi kronis yang menyebabkan reaksi hyperplasia dari jaringan fibrous. Tanda klinis yang terlihat

antara lain bertangkai, dapat pula tidak, warna merah muda agak pucat, konsistensi kenyal dan padat, batas tegas, padat dan kokoh. Epulis ini tidak mudah berdarah dan tidak menimbulkan rasa sakit.

3. Epulis Granulomatosa Epulis granulomatosa merupakan lesi yang timbul akibat dampak paska bedah dari soket setelah dilakukan ekstraksi. Epulis ini terjadi pada interdental gingival, benjolan massa irregular, warna kemerahan/kebiruan, bertangkai, konsistensi lunak/lembek sehingga mudah berdarah. Epulis ini memiliki differential diagnosis dengan tanda klinis yang mirip dengan granuloma pyogenik.
4. Epulis Fissuratum (Denture Granuloma/Denture Injury Tumor/Inflammatory fibrous

hyperplasia) Epulis ini tampak sebagai lipatan jaringan fibrous satu atau lebih pada vestibulum yang tidak disertai tanda keradangan, tidak menimbulkan rasa sakit kecuali bila terjadi infeksi sekunder, fibrous hyperplasia, proliferasi epitel/ulkus. Iritasi kronis yang diakibatkan oleh pemakaian gigi tiruan yang tidak adekuat dalam jangka waktu yang lama dalam hal ini akibat basis/sayap protesa. Epulis fissuratum merupakan lesi reaktif hiperplastik yang konsistensinya kenyal. Penampakan histologis dapat bervariasi dan frekuensinya kebanyakan tampaknya fibrous hyperplasia. Apabila terdapat reaksi radang maka akan muncul sel fibroblas dan proliferasi pembuluh darah. Mukosa glandula selalu muncul pada specimen dan akan menimbulkan sialadenitis kronis. Kadang glandula akan memiliki hubungan dengan lymphoid hyperplasia dan papillary ductal hyperplasia. Epithelium yang atropi atau hiperplastik dan kadang memunculkan pseudoepitheliomatous hyperplasia. Ulserasi dapat muncul pada dasar lipatan. Metaplasia kondroid atau tulang dapat berkembang seiring munculnya benjolan. 5. Epulis Gravidarum (Epulis Pregnancy) Epulis gravidarum adalah reaksi jaringan granulomatik yang berkembang pada gusi selama kehamilan. Tumor ini adalah lesi proliferatif jinak pada jaringan lunak mulut dengan angka kejadian berkisar dari 0,2 hingga 5% dari ibu hamil. Epulis tipe ini berkembang dengan cepat, dan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya. Tumor kehamilan ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan namun ada pasien yang melaporkan kejadian ini pada trimester kedua

kehamilannya. Perkembangannya cepat seiring dengan peningkatan hormone estrogen dan progesteron pada saat kehamilan. Hormon progesteron pengaruhnya lebih besar terhadap proses inflamasi/keradangan. Pembesaran gingival akan mengalami penurunan pada kehamilan bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Keadaannya akan kembali normal seperti sebelum hamil. Epulis gravidarum tampak sebagai tonjolan pada gingiva dengan warna yang bervariasi mulai dari merah muda, merah tua hingga papula yang berwarna keunguan, paling sering dijumpai pada gingiva anterior rahang atas. Umumnya pasien tidak mengeluhkan rasa sakit namun lesi ini mudah berdarah saat pengunyahan atau penyikatan gigi. Pada umumnya lesi ini berukuran diameter tidak lebih dari 2 cm namun pada beberapa kasus dilaporkan ukuran lesi yang jauh lebih besar sehingga membuat bibir pasien sulit dikatupkan. Factor penyebab epulis gravidarum dapat dibagi menjadi 2. Yakni penyebab primer dan penyebab sekunder : a. Penyebab primer Iritasi lokal seperti plak merupakan penyebab primer epulis gravidarum sama halnya seperti pada ibu yang tidak hamil, tetapi perubahan hormonal yang menyertai kehamilan dapat memperberat reaksi keradangan pada gusi oleh iritasi lokal. Iritasi lokal tersebut adalah kalkulus/plak yang telah mengalami pengapuran, sisa-sisa makanan, tambalan kurang baik, gigi tiruan yang kurang baik. b. Penyebab sekunder Kehamilan merupakan keadaan fisiologis yang menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal, terutama perubahan hormon estrogen dan progesterone. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesterone pada masa kehamilan mempunyai efek bervariasi pada jaringan, diantaranya pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah sehingga gingiva menjadi lebih merah, bengkak, dan mudah mengalami perdarahan.
6. Epulis Angiomatosa (Epulis Telangiecticum)

Merupakan respon granulasi yang berlebihan yang merupakan reaksi endotel (proliferasi) dan etiologinya disebabkan oleh trauma atau tidak diketahui namun diduga karena hemangioma gingiva. Dikatakan respon berlebihan karena pertumbuhan cepat, berbatas jelas, konsistensi lunak seperti spons, merah cerah dan mudah berdarah. Epulis angiomatosa seringkali di differential diagnosis dengan epulis granulomatosa dan epulis gravidarum. 7. Epulis Gigantoselulare (Peripheral Giant Cell Granuloma)

Epulis gigantoselulare terjadi akibat trauma pada jaringan lunak gingiva yang dapat diakibatkan oleh ekstraksi gigi, iritasi denture, maupun infeksi kronik yang banyak terjadi pada wanita dan anak-anak. Secara klinis epulis ini dapat mengenai jaringan periodontal atau pada daerah edentulous ridge yang dengan ukuran yang bervariasi diameternya antara 0,5 1,5 bahkan lebih besar dan dapat juga mengalami ulserasi Dungkul ini bertangkai lebar dengan warna merah tua hingga ungu, konsistensinya lunak dan mudah berdarah sehingga kadang disertai rasa sakit. Pada pemeriksaan histopatologis diperoleh sel fibroblast yang sedang mengalami proliferasi dan membentuk stroma yang berisi banyak sekali sel-sel raksasa benda asing. PERAWATAN EPULIS Secara umum, epulis disebabkan oleh iritasi kronis dan gangguan hormonal. Maka perawatannya dapat berupa menghilangkan factor iritan/penyebab, kuretase, hingga eksisi.