Anda di halaman 1dari 8

Nama : Muhammad Abdau Yazid

Nim : 0402521040

Fakultas : Program Pasca Sarjana

Tugas Fisika
Rangkuman Elektrostatik dan Potensial Listrik
A. Hukum Coulomb
“Besar gaya Coulomb yang dilakukan oleh satu muatan titik pada muatan titik lainnya adalah
berbanding lurus dengan kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar
kedua muatan. Gaya yang terjadi ialah tolak-menolak jika muatannya memiliki tanda yang sama
dan tarik menarik jika muatannya berlawanan tanda.” – Hukum Coulomb
F=k ∨q1 q 2∨ ¿2 ¿
r
dimana k merupakan konstanta positif yang ditentukan secara eksperimental yang disebut
konstanta Coulomb, yang memiliki nilai:
9 2 2
k =8,988 x 10 N m /C
k ≈ 9 x 10 9 N m2 /C2
Gaya Coulumb adalah vektor, yang arahnya ditentukan oleh jenis muatan yang berinteraksi.
1. Gaya Coulumb F berupa gaya tolak, jika q1 dan q2 jenisnya sama.

2. Gaya Coulumb F berupa gaya tarik, jika q1 dan q2 jenisnya berbeda.

Karena gaya Coulomb merupakan vektor, maka untuk menentukan besar dan arah resultannya
digunakan sebagai hitungan vektor.
1. q1 q2 q3

+ F22
- F23 +

Besar resultan gaya Coulomb pada muatan q 2


adalah :
𝐹2 = 𝐹23 − 𝐹12
¿ −k∨q q ∨ ¿ ¿ ¿
𝐹2 = k ∨q 2 q 3∨ 2 2 1 2
r 23 r 21

2. Besar resultan gaya Coulomb pada muatan q 2 adalah :


q2
F 2=√ F 212+ F 21 2+2 F 21 F23 cos a
-
𝛼
𝐹21 𝐹23

𝐹2
+ +
q1 q3
Contoh Soal

Tiga muatan titik terletak pada sumbu x; q1 berada di titik asal, q2 berada di x = 2.0m dan q0
berada pada posisi x (x > 2.0m) (a) Tentukan gaya listrik total pada q0 akibat q1 dan q2 jika
q1 = +25nC, q2 = -10nC, q0 = +20nC dan x = 3.5m (b) Tentukan persamaan gaya listrik total
pada q0 akibat q1 dan q2 di seluruh daerah 2.0m < x < ∞.

Jawab
¿ ¿
F10 ¿ k ∨q1 q 0∨
F 102
9 2 2 −9 −9
(8,988 x 10 N m /C )(25 x 10 C)(20 x 10 C )
F10 ¿ 2
(3,5 m)
F10 ¿ 0,37 x 10−6 N
¿ ¿
F20 ¿ k ∨q2 q 0∨ 2
F 20

(8,988 x 10 9 N m2 /C 2)( 10 x 10−9 C)(20 x 10−9 C)


F10 ¿
(1,5 m)2
F20 ¿−0,8 x 10−6 N

Fnet = F10 + F20 = −0,43 x 10−6 N

B. Medan Listrik
Benda bermuatan listrik menghasilkan medan listrik di sekitarnya. Medan listrik didefinisikan
sebagai daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang akan melakukan gaya pada muatan
lainnya yang berada di daerah tersebut.
Kuat Medan Listrik
Menurut hukum Coulomb, besar kuat medan listrik pada muatan uji adalah sebagai berikut.
q q0
k 2
F r
E= =
q0 q0

q
E=k
r2

Dua hal yang perlu diperhatikan untuk menggambar vektor kuat medan listrik pada satu titik
adalah:

1. vektor E menjauhi muatan sumber positif dan mendekati muatan sumber negatif, dan

2. vektor E memiliki garis kerja sepanjang garis hubung antara muatan sumber dengan titik
yang akan dilukis vektor kuat medannya.

Contoh Soal

Jarak dua muatan A dan B adalah 4 m. Titik C berada di antara kedua muatan berjarak 1 m
1
dari A. Jika qA = -300 µC, qB = 600 µC, dan = 9 × 109 Nm2/C2. Hitunglah besar kuat
4 π s0
medan di titik C dari kedua muatan.
Jawaban

Di titik C terdapat muatan uji (+)


600 µC
-300 µC

A C B
Medan listrik di titik C:

k qA k qB
𝐸𝐶 = 𝐸𝐶𝐴 + 𝐸𝐶𝐵 = +
r AC 2 r BC2
9 −6 9 −6
9 X 10 .300 X 10 9 X 10 .600 X 10
𝐸𝐶 = 2
+
1 32
Jadi, kuat medan listrik di titik C adalah:

𝐸𝐶 = 33 × 105 N/C

C. Garis-garis Medan Listrik


Tiga hal tentang garis-garis medan listrik :
A.
Garis-garis medan listrik tidak pernah berpotongan.
B.
Garis–garis medan listrik selalu mengarah radial ke luar menjauhi
muatan positif dan radial ke dalam mendekati muatan negatif.
C.
Tempat dimana garis-garis medan listrik rapat menyatakan tempat yang medan listriknya kuat .

D. Kuat Medan Listrik Konduktor Keping


1. Kuat Medan Listrik Satu Keping Konduktor
σq
ɸz=
ε0
σA
2 EA=
ε0
σA
E=
2ε0

2. Kuat Medan Listrik Dua Keping Sejajar


σq
ɸx=
ε0
σA
EA =
ε0
σA
E=
ε0

E. Kuat Medan Listrik Konduktor Bola Berongga


σA
EA = =0
ε0
Di dalam bola, kuat medan listrik sama dengan 0. Kuat medan listrik di luar dan di kulit
Bola
q 1 q
E= ; E=
2
4 π r ε0 4 π e0 r 2
F. Energi Potensial Listrik
Muatan sumber +Q menghasilkan
medan listrik homogen (E) disekitar
muatan.
Sebuah muatan uji (+q)
berkedudukan di A pada jarak rA dari
Q bergerak ke B pada jarak rB dari Q.
Gaya listrik bersifat konservatif à
usaha untuk memindahkan muatan
tidak
bergantung pada lintasannya
Untuk memindahkan muatan q di atas membutuhkan usaha sebesar W =∫ −F dr .Dengan
Qq
memanfaatkan F = qE dan E = k kedalam persamaan W =∫ −F dr . Besar usaha untuk memindahkan
r
muatan q
kQq kQq
W= −
rB rA
W = EpB - EpA
Apabila titik A berada di jauh tak hingga
(rA = ∞ ), maka = 0, dan EpA = 0
Dengan mengambil rA sebagai titik referensi, maka besarnya energi potensial disembarang
titik (r) dari muatan sumber:
Qq
Ep=k
r
Usaha karena gaya konservatif W bernilai negatif → Ep turun Mari lihat ilustrasi berikut

Qq Qq
Ep=k Ep '=k
r 2r

Maka Ep > Ep’ dan W = Ep’ – Ep, sehingga nilai W negatif


Simpulan: Energi potensial listrik adalah energi yang diperlukan untuk memindahkan
muatan dalam medan listrik dari suatu titik yang jaraknya tak terhingga ke suatu titik
tertentu.
Contoh
Titik P, Q, dan R terletak pada satu garis dengan PQ = 2 m dan QR = 3 m. Pada masing-
masing titik terdapat muatan 2 μC, 3 μC, dan -5 μC. Tentukan besarnya energi potensial
muatan di Q!
Jawab

Energi potensial P – Q (Ep1)


k . q P . q Q (9 x 10 9)(2 x 10−6)(3 x 10−6 ) −3
= =27 x 10 J
r PQ 2
Energi potensial R – Q (Ep2)
k . q P . q Q (9 x 10 9)(3 x 10−6 )(−5 x 10−6 )
= =45 x 10−3 J
r PQ 3
Total energi muatan di Q
E pQ =( 27 x 10−3 J ) +¿ ( 45 x 10−3 J )=72 x 10−3 J /7,2 x 10−2 J

G. Potensial Listrik dan Beda Potensial Listrik


Perubahan energi potensial listrik dari suatu muatan dapat dikaitkan dengan beda potensial
Titik A memiliki potensial listrik VA dan
titik B memiliki potensial listrik VB
Maka besar beda potensial (ΔV)
adalah
ΔV = VB – VA
Dengan ΔEp = qΔV

EpB−Ep A
Maka berlaku ΔV = dengan menyatakan kedudukan A pada posisi tak hingga, maka
q
Q
V =k di mana Q adalah muatan sumber.
r

H. Potensial listrik pada banyak muatan titik


Pada suatu sistem dengan banyak muatan titik, maka besarnya potensial listrik pada titik
tertentu sama dengan penjumlahan potensial listrik dari masing-masing muatan Tiga buah
muatan listrik QA , QB dan QC di udara masing-masing secara berurutan berjarak rA , rB dan rC
dari titik P

Q A Q B QC
V =k ( + + )
r A rB rC

Contoh
Bola kecil bermuatan +2 μC , -2 μC , 3 μC , dan -6 μC diletakkan di titik-titik sudut sebuah
persegi yang mempunyai panjang diagonal 0,2 m. Hitung potensial listrik di titik pusat persegi!
Penyelesaian
+

V P=V 1 V 2 +V 3 +V 4

V P=k
( )
q1 q 2 q3 q4 k
+ + + = ( q +q + q +q )
r1 r2 r3 r 4 r 1 2 3 4
9 x 109
V P= ¿
10−1

9 x 109
¿ −1
( −3 x 10−6 )
10
4
V P=−27 x 10 volt

I. Potensial listrik muatan kontinu


Potensial listrik pada distribusi muatan kontinu dapat
ditentukan dengan mengambil sebuah elemen muatan
dq Potensial listrik dV pada titik P yang ditimbulkan oleh
elemen muatan dq adalah

dq
dV =k
r

Potensial listrik V diperoleh dengan mengintegralkan dV

dq
V =k ∫
r
untuk muatan garis dq = λdL, untuk muatan bidang dq = σdA, untuk muatan volume dq = ρdV

Contoh
Sebuah batang isolator dengan distribusi muatan seragam mempunyai muatan total Q. Hitung
potensial di titik P!
Penyelesaian
Q
λ=
L
1 dq 1 λ dq
d V P= =
4 πε 0 (x +a) 4 πε 0 (x +a)
V P=∫ dV P=¿¿
L
1 Q
∫ d x = Q ln L+a a
4 πε 0 L 0 (x +a) 4 πε 0 L

J. Permukaan Ekipotensial
Permukaan ekipotensial => permukaan/bidang di mana tempat kedudukan titik-titik yang
semuanya pada bidang tersebut mempunyai potensial listrik yang sama
a. Pada muatan titik memiliki bidang ekipotensial berupa kulit bola
b. Pada muatan bola yang tersebar homogen memiliki bidang ekipotensial berupa kulit bola
c. Pada muatan yang tersebar pada pelat memiliki bedang ekipotensial berupa bidang datar
sejajar dengan pelat

Bidang ekipotensial selalu tegak lurus dengan garis gaya listrik

K. Potensial listrik pada konduktor keping sejajar


Dua keping sejajar seluas A terpisah dengan jarak d
masing-masing diberi muatan +q dan -q. Rapat
muatan listrik σ didefinisikan sebagai muatan listrik
per satuan luas.
q
σ=
A

Potensial listrik:
- di antara dua keping
V= E.r
- di luar keping
V= E.d

L. Potensial listrik pada bola konduktor

Potensial listrik di sekitar atau di dalam


bola konduktor bermuatan dapat
ditentukan dengan cara menganggap
muatan bola berada di pusat bola.
Selanjutnya, potensial listrik di titik-titik
pada suatu bola bermuatan, seperti
diperlihatkan pada gambar

Q
di dalam dan permukaan bola V A =V B =k
R
Q
di luar bola V C =k
r

M. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari


Aki umumnya memiliki 6 sel akumulator dengan
tiap sel memiliki beda potensial listrik sebesar 2
Volt (total 12 Volt)
Generator van den graff secara umum terdapat dua
konduktor yang dipisahkan dengan suatu jarak
tidak akan berada pada potensial yang sama.
Beda potensial antara konduktor tersebut
bergantung pada bentuk geometrinya, jaraknya dan
muatan bersih masingmasin

Anda mungkin juga menyukai