Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN
“ PENGERTIAN, DIMENSI, FUNGSI DAN PERANAN KURIKULUM”

Oleh :
1. Ulva Kasmarantina NIM 20206013131
2. Nanik Oktaria NIM 20206013132
3. Narullita NIM 20206013133

PROGRAM PASCA SARJANA


PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2021
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan Makalah Manajemen Strategi ini dan
kami sangat berterima kasih kepada Dosen Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum Pendidikan yang
telah memberikan tugas untuk membuat Makalah “Pengertian, Dimensi, Fungsi Dan Peranan
Kurikulum ”
Kami sangat berharap Makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai “Pengertian, Dimensi, Fungsi Dan Peranan Kurikulum ” Walaupun kami
menyadari masih banyak kekurangan didalam tugas pembuatan ini. Semoga Makalah ini dapat
dipahami bagi siapa pun yang membacanya dan menjadi referensi pembaca dalam
memahami konsep “Pengertian, Dimensi, Fungsi Dan Peranan Kurikulum ”

Kayugung, Maret 2021

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
1.3 Tujuan penulisan .......................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kurikulum ................................................................................... 4
2.2 Dimensi Kurikulum ....................................................................................... 7
2.3 Fungsi kUrikulum ......................................................................................... 9
2.4 Peranan Kurikulum ....................................................................................... 11

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 13
3.2 Saran ............................................................................................................ 14

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Salah satu faktor yang menentukan pembangunan di bidang pendidikan
akan mencapai sasarannya adalah perencanaan yang baik. Perencanaan yang
baik tentunya mensyaratkan tersedianya dukungan data yang benar-benar
mencerminkan keadaan yang sebenarnya (akurat) dan mutakhir. Syarat lain
yang tidak kalah pentingnya adalah proses penyusunan yang benar-benar
sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah, melibatkan
stakeholder pendidikan, dan akuntabel. Perencanaan yang baik memiliki
karakteristik tersendiri, yaitu perencanaan seharusnya sesederhana mungkin
namun harus jelas kaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya sehingga
mudah dipahami dan diimplementasikan.
Perencanaan juga harus memiliki isi yang sesuai dengan kebutuhan nyata
masyarakat dan sesuai dengan kapasitas daerah untuk melaksanakannya, serta
terukur sehingga mudah untuk dilihat hasil yang telah dicapai dengan
pengukuran yang dapat dilakukan dengan trsedianya data yang akurat dan
mutakhir dari waktu ke waktu. Perencanaan harus benar-benar dapat dijadikan
acuan dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
Pembentukan suatu organisasi yaitu untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Begitu pula dengan salah satu organisasi yang sangat besar seperti
dunia persekolahan dalam tingkat nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan
maka harus dibuat rancangan untuk mencapai tujuan tersebut agar dalam
pelaksanaannya terorganisir dan terarah. Oleh karena itulah kita mengenal yang
namanya kurikulum.
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan
pendidikan di sekolah bagi pihak-pihak yang terkait. Selain sebagai pedoman,
bagi siswa kurikulum memiliki enam fungsi, yaitu: fungsi penyesuaian, fungsi
pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan
fungsi diagnostik.

1
Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan
pendidikan, yakni mempersiapkan peserta didik agar mereka dapat hidup di
masyarakat. Makna dapat hidup di masyarakat itu memiliki arti luas, yang bukan
saja berhubungan dengan kemampuan peserta didik untuk menginternalisasi
nilai atau hidup sesuai dengan norma-norma masyarakat akan tetapi juga
pendidikan harus berisi tentang pemberian pengalaman agar anak dapat
mengembangkan kemampuannya sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Dengan demikian dalam sistem pendidikan kurikulum merupakan komponen
yang sangat penting, sebab di dalamnya bukan hanya menyangkut tujuan dan
arah pendidikan saja akan tetapi juga pengalaman belajar yang harus dimilki
setiap siswa serta bagaimana mengorganisasi pengalaman itu sendiri.
Kedudukan kurikulum ini sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan
pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan
dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum
tidak bisa dilakukan tanpa memahami konsep dasar dari kurikulum. Pada
dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa
komponen. Komponen-komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat
diidentifikasi dengan cara mengkaji suatu kurikulum lembaga pendidikan itu.
Mengingat pentingnya pemahaman menyeluruh konsep dasar dari kurikulum
ini, maka penulis tergerak untuk menyusunnya menjadi sebuah makalah yang
khusus mengungkap mengenai hal tersebut. Kiranya kehadiran makalah ini
dapat sedikit membuka wawasan para pembaca semua.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian dari kurikulum?
2. Apa saja yang termasuk Dimensi kurikulum?
3. Apa saja fungsi kurikulum?
4. Bagaimana peranan kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar?

2
1.3. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan dalam tulisan
ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian dari kurikulum
2. Mengetahui dimensi-dimensi dari kurikulum
3. Mengetahui fungsi kurikulum
4. Mengetahui berbagi peranan dari kurikulum

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kurikulum


Perkataan “kurikulum” mulai dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia
pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lalu, dimana istilah “kurikulum” itu
untuk pertama kalinya digunakan dalam bidang olahraga, yaitu suatu alat yang
membawa orang dari start sampai ke finish. Baru pada tahun 1955 istilah
“kurikulum” digunakan dalam bidang pendidikan, dengan arti sejumlah materi
pelajaran dari suatu perguruan. Untuk lebih memahami pengertian kurikulum,
berikut ini adalah beberapa pengertian kurikulum yang ditinjau dari beberapa
sudut pandang :
1. Pengertian Kurikulum Secara Etimologis
Webster’s Third New International Distionery menyebutkan kurikulum
berasal dari kata curere dalam bahasa latin Currerre yang berarti : Berlari
cepat, tergesa-gesa, menjalani. Lalu kata Currerre dikata bendakan
menjadi Curriculum yang berarti :
· Lari cepat, pacuan, balapan berkereta, berkuda, berkaki
· Perjalanan, suatu pengalaman tanda berhenti
· Lapangan perlombaan, gelanggang, jalan
Menurut satuan pelajaran SPG yang dibuat oleh Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang berarti
“jarak yang ditempuh”. Oleh karena itulah istilah tersebut pertama
kali dipakai dalam bidang olahraga.

2. Pengertian Kurikulum Secara Tradisional


Pertengahan abad ke XX pengertian kurikulum berkembang dan
dipakai dalam dunia pendidikan yang berarti “sejumlah pelajaran yang
harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah”. Pengertian
ini termasuk juga dalam pandangan klasik, dimana disini lebih ditekankan
bahwa kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah,

4
yang mencakup pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh
di sekolah.
Pengertian tradisional ini telah diterapkan dalam penyusunan
kurikulum seperti Kurikulum SD dengan nama “Rencana Pelajaran
Sekolah Rakyat” tahun 1927 sampai pada tahun 1964 yang isinya
sejumlah mata pelajaran yang diberikan pada kelas I sampai kelas VI

3. Pengertian Kurikulum Undang-undang No. 20 Tahun 2003


Pandangan atau anggapan yang sampai saat ini masih lazim dipakai dalam dunia
pendidikan dan persekolahan di negara kita, yaitu kurikulum sebagai suatu
rencana tertulis yang disusun guna memperlancar proses pembelajaran. Hal ini
sesuai dengan rumusan pengertian kurikulum seperti yang tertera dalam Undang-
undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa
kurikulum adalah Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu

4. Pengertian Kurikulum menurut para Ahli


a. J.Galen Saylor dan William M.Alexander dalam buku Curriculum
Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti
kurikulum sebagai berikut: “The Curriculum is the sum total of
school’s efforts to influence learning, whwther in the classroom , on the
playground, or out of school”. Jadi segala usaha sekolah untuk
mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan kelas, di
halaman sekolah atau diluar sekolah termasuk kurikulum. Kurikulum
meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler.
b. Harold B. Albertsycs dalam Reorganizing the High School Curriculum
(1965) mengandung kurikulum sebagai “ all of the activities that are
provided for tudents by the shcool”. Seperti halnya dengan definisi
Saylor dan Alexander, kurikulum tidak terbatas pada mata

5
pelajaran, akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain, didalam
dan diluar kelas , yang berada di bawah tanggung jawab sekolah.
Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa diluar
mata pelajaran tradisional.
c. J.Lloyd Trump dan Delmas F.Miller dalam buku SecondarySchool
Improvemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas.
Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan
belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan
tenaga pengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan
administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu, jumlah ruangan
serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok,
program, manusia dan fasilitas sngat erat hubungannya, sehingga
tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan tiga-tiganya.
d. Smith dan kawan - kawan memandang kurikulum sebagai
rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan
kepada anak , jadi dapat isebutkan potential curriculum. Namun apa
yang benar - benar dapat diwujudkan pada anak secara individual ,
misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya, disebut actual
curriculum
Dari banyak pendapat diatas disimpulkan bahwa Pengertian Kurikulum
kurikulum adalah sKurikulum adalah Seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu eang didesain
untuk siswa dengan petunjuk institusi pendidikan yang isinya berupa
proses yang statis ataupun dinamis dan kompetensi yang harus dimiliki.

6
2.2 Dimensi Kurikulum
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa pengertian kurikulum
terus berkembang sejalam dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.
Namun berdasarkan hasil kajian, diperoleh beberapa dimensi pengertian
kurikulum sebagai berikut :
Menurut S. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa pada saat sekarang
istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian, di mana satu dimensi dengan
dimensi lainnya saling berhubungan. Menurut Keempat dimensi tersebut adalah:
1. Kurikulum sebagai suatu ide.
2. Kurikulum sebagai sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya
merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide
3. Kurikulum sebagai aktivitas atau sering disebut juga kurikulum sebagai
suatu realita yang secara teoritis dimensi kurikulum imi adalah
pelaksanaan dari kurikulum sebagai rencana tertulis.
4. Kurikulum sebagai hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum
sebagai suatu kegiatan
Sedangkan menuruta R. Ibrahim (2005) mengelompokkan kurikulum
menjadi tiga dimensi, yaitu:
1. Kurikulum Sebagai Substansi
Dimensi ini memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi
siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu
kurikulum dapat juga menunjuk pada suati dokumen yang berisi rumusan
tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal dan
evaluasi.
2. Kurikulum Sebagai Sistem
Dimensi ini memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem
prsekolahan, sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. Suatu
sistem kurikulum mencakup struktur personalia dan prosedur kerja
bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan
menyempurnakannya. Hasil dari suatu sistem adalah tersusunnya
kurikulum.

7
3. Kurikulum Sebagai Bidang Studi
Dimensi ketiga memandang kurikulum sebagai bidang studi, yaitu
bidang study kurikulum. Hal ini merupakan ahli kajian para ahli kurikulum
dann ahli pendidikan dan pengajaran. Mereka yang mendalami bidang
kurikulum mempelajari konsep – konsep dasar tentang kurikulum, melalui
studi kepustakaan dan kegiatan penelitian dan percobaan, sehingga
menemukan hal – hal baru, yang dapat memperkaya dan memperkuat
bidang studi kurikulum.

Sedangkan S. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum


memiliki empat dimensi pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi
lainnya saling berhubungan. Keempat dimensi tersebut, yaitu:
1. Kurikulum sebagai suatu ide; yang dihasilkan melalui teori-teori dan
penelitian, khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan.
2. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, sebagai perwujudan dari
kurikulum sebagai suatu ide; yang didalamnya memuat tentang tujuan,
bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu.
3. Kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari
kurikulum sebagai suatu rencana tertulis; dalam bentuk praktek
pembelajaran.
4. Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari
kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan
kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu
dari para peserta didik.

Sementara itu, Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam


bagian, yaitu :
1. Kurikulum sebagai ide.
2. Kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan
panduan dalam melaksanakan kurikulum.
3. Kurikulum menurut persepsi pengajar.

8
4. Kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh
pengajar di kelas.
5. Kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik.
6. Kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.

2.3 Fungsi Kurikulum


Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi
guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses
pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai
pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi orang tua,
kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar
dirumah. Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk
memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah.
Sedangkan bagi siswa, sisiwa kurikulum berfungsi sebagi suatu belajar.
Selain itu fungsi kurikulum identik dengan pengertian kurikulum itu sendiri
yang berorientasi pada pengertian kurikulum dalam arti luas, maka fungsi
kurikulum memiliki arti sebagai berikut:
Terkait dengan fungsi kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat
enam fungsi kurikulum, yaitu

a. Fungsi Penyesuaian ( the adjustive or adaptive function)

Fungsi penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat


pendidikan harus mampu mengarahakan siswa agar memiliki sifat well
adjusted yaitu mampu menyeesuaikan dirinya dengan Lingkungan, baik
lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Lingkungan iti sendiri senatiasa
mengalami perubahan dan bersifat dinamis. Oleh karena itu siswa pun
harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya
b. Fungsi Integrasi (Integration)
Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat
pendidikan harus mampu menghaasilka pribadi –pribadi yang utuh. Siswa
pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral dari masyarakat.

9
Oleh karena itu, siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk
dapat hidup dan berintgrasi dengan masyarakatnya
c. Fungsi Diferensiasi ( The Differentiating function)
Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat
pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan
individu siswa. Setiap siswa memiliki perbedaaan , baik dari aspek fisik
maupun psikis yang harus dihargai dan dilayanai dengan baik
d. Fungsi Persiapan ( The propaedeutic function)
Fungsi persipan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat
pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi
ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, kurikulum juga diharapkan
dapat mempersiapkan siwa untuk dapat hidup dalam masyarakat
seandainya karena sesuatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya
e. Fungsi Pemilihan ( the selective function)
Fungsi pemilihan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat
pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk
memilih program – program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan
minatnya. Fungsi pemilihan ini sangat erat hubungannya dengan fungsi
diferensiasi, karena pengakuan atas adanya perbedaan individual siswa
berarti pula diberinya kesempatan bagi siswa tersebut untuk memilih apa
yang sesuai dengan mianta dan kemampuannya. Untuk mewujudkan
kedua fungsi tersebut, kurikulum tersebut, kurikulum perlu disusn secara
lebih luas dan lebih bersifat fleksibel
f. Fungsi Diagnostik ( the diagnostic function)
Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat
pendidikan harus mampu membantu dan dan mengarahkan siswa untuk
dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang
dimilikinya. Apabila siswa sudah mampu memahami kekuatan – kekuatan
dan kelemahan – kelemahan yang ada pada dirinya, maka diharapkan
siswa dapat mengembangkan sendiri potensi kekuatan yang dimilikinya
atau memperbaiki kelemahan kelemahannya

10
2.4 Peranan Kurikulum
Kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah atau madrasah memiliki
peranan yang sangat strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan.
Apabila drinci secara lebih mendetal terdapat tiga peranan yang dinilai sangat
penting, yatu peranan knservatif, peranan kreatif dan peranan kritis/evaluatif
a. Peranan Konservatif
Bahwa kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan
nilai-nilai warsan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan
masa kini kepada generasi muda, dalam hal ini para siswa. Peranan
konservatif ini pada hakikatnya menempatkan kurikulum yang berorientasi
ke masa lampau. Peranan ini sifatnya menjadi sangat mendasar,
disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan [ada hakikatnya
merupakan proses social. Salah satu tugas pendidikan yaitu
memengaruhi dan membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai social
yang hidup dilingkungan masyarakatnya.
b. Peranan Kreatif
Bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru
sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan
masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang. Kurikulum harus
mengandung hal-hal yang dapat membantu setiap siswa
mengembangkan semua potensi yang ada pada dirinya untuk
memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru, kemampuan-kemampuan
baru, serta cara berfikir baru yang dibutuhkan dalam kehidupannya.
c. Peranan Kritis dan Evaluatif
Bahwa nilai-nilai dan budaya yang hidup masyarakat senantiasa
mengalami perubahan,sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa
lalu kepada siswa perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada
masa sekarang. Selain itu, perkembangan yang terjadi pada masa
sekarang dan masa mendatang belum tentu sesuai dengan kebutuhan.
Oleh karena itu, peranan kurikulum tidak hanya mewariskan nilai dan
budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi,

11
melainkan juga memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai dan
budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal
ini, kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam control atau filter social.
Nilai-nilai social yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa
kini dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan-
penyempurnaan.

Ketiga peranan kurikulum diatas tentu saja harus berjalan secara


seimbang dan harmonis agar dapat memenuhi tuntutan keadaan. Jika
tidak, akan terjadi ketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan
kurikulum persekolahan menjadi tidak optimal. Menyelaraskan ketiga
peranan kurikulum tersebut menjad tanggung jawab semua pihak yang
terkait dalam proses pendidikan, diantaranya guru, kepala sekolah,
pengawas, orang tua, siswa, dan masyarakat. Denegan demikian, pihak-
pihak yang terkait idealnya dapat memahami tujuan dan isi dari kurikulum
yang diterapkan sesuai dengan bidang tugas msing-masing

12
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Pengertian Kurikulum kurikulum adalah s Kurikulum adalah Seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu eang
didesain untuk siswa dengan petunjuk institusi pendidikan yang isinya
berupa proses yang statis ataupun dinamis dan kompetensi yang harus
dimiliki
2. Konsep kurikulum meliputi sebagai subtansi yang dipandang sebagai
rencana pembelajaran bagi siswa atau seperangakat tujuan yang ingin
dicapai, sebagai sistem merupakan bagian dari sistem persekolahan,
pendidikan dan bahkan masyarakat, dan sebagai bidang studi merupakan
kajian para ahli kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu
tentang kurikulum dan sistem kurikulum.
3. Istilah kurikulum menunjukkan beberapa dimensi tersebut memiliki saling
hubungan satu dengan yang lainnya. Keempat dimensi tersebut adalah (1)
Kurikulum sebagai suatu ide, (2) Kurikulum sebagai sebagai suatu rencana
tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai
suatu ide (3) Kurikulum sebagai aktivitas atau sering disebut juga kurikulum
sebagai suatu realita yang secara teoritis dimensi kurikulum imi adalah
pelaksanaan dari kurikulum sebagai rencana tertulis, ( 4) Kurikulum sebagai
hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan
4. Kurikulum berfungsi seabagai pedoman atau acuan. Bagi Guru kurikulum
berfungsi seabagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum itu berfungsi sebagai
pedoman dalam melaksanakan supervsisi atau pengawasan. Bagi Orangtua,
kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya
belajar di rumah. Bagi masyarakat, kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman

13
unytuk memberikan bantuan terselenggaranya proses pendidikan di
sekolah. Bagi siswa itu sendiri, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman
belajar.
5. Kurikulum berperan seabagai dalam pencapaian tujuan pendidikan, yakni
(1) konservatif, (2) kreatif, (3) kritis, (4) evaluatif

3.2 SARAN
1. Setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum,
maka ia harus pula memahami seluk beluk kurikulum.
2. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan dalam memajukan
pendidikan di negara ini, hendaknya tanggap terhadap esensi
kurikulum

14
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2013). Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli. [Online].


Tersedia: http://www.pengertianahli.com/2013/09/pengertian-kurikulum-menurut-
para-ahli.html [16 September 2014]

Badan Standar Nasional Pendidikan (2006).Panduan Penyusunan


Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan
Menengah. Jakarta: BSNP

Hamalik, Oemar. H, 2008. Dasar – Dasar Pengembangan Kurikulum.


Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hasan, Said Hamid. 1998. Evaluasi Kurikulum. Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya.

Kurnia, Wawan Haris. (2012). Pengertian, Fungsi, Dimensi, dan Peranan


Kurikulum. [Online].

Tersedia: http://wawanhariskurnia.blogspot.com/2012/12/pengertian-fungsi-
dimensi-peranan Kurilulum.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional 1 (Jakarta; Depdiknas, 2003)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang


Standar Nasional Pendidikan, (Jakarta; Depdiknas, 2005)

Purwadi. 2003. Kurikulum di Indonesia. Jakarta : Ciputat Pers

S. Hamid Hasan.1988. Evaluasi Kurikulum. Jakarta : Depdikbud – Dirjen Dikti


P2LPTK

15
16