Anda di halaman 1dari 44

MAKALAH KEPRIBADIAN 2 TEORI-TEORI KEPRIBADIAN

Dosen Pengampu: Jamaluddin Mamun M.Si

Oleh :
Ahmad Tantomy S Kelas : D 09410158

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG JULI, 2011
Page | 1

DAFTAR ISI JUDUL BAB I :PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN BAB II: PEMBAHASAN 1. TEORI MEDAN 2. TEORI ANALISIS FAKTOR 3. TEORI BIO SOSIAL 4. TEORI SKINNER 5. TEORI GORDON ALLPORT 6. TEORI MURRAY 7. TEORI CARL ROGER 8. TEORI ABRAHAM MASLOW 9. TEORI VICTOR FRANKL BAB III: PENUTUP DAFTAR PUSTAKA hal 3 3 3 3 4 4 7 12 14 16 23 27 32 35 41 42

Page | 2

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam mata kuliah kepribadian 2 ini dibahas tentang teori-teori kepribadian yang merupakan lanjutan dari mata kuliah yang sama pada semester tiga lalu. Teori-teori kepribadian yang akan di jelaskan kembali disini adalah merupakan ringkasan seluruh materi yang pernah disampaikan di kelas mata Kuliah Kepribadian 2. Kepribadian sangat mencerminkan perilaku seseorang. Setiap orang sama seperti kebanyakan atau bahkan semua orang lain, kita bisa tahu apa yang diperbuat seseorang dalam situasi tertentu berdasarkan pengalaman diri kita sendiri. Kenyataannya, dalam banyak segi, setiap orang adalah unik, khas. Oleh karena itu, kita membutuhkan sejenis kerangka acuan untuk memahami dan menjelaskan tingkah laku diri sendiri dan orang lain. kita harus memahami defenisi dari kepribadian itu, bagaimana kepribadan itu terbentuk. Selain itu kita membutuhkan teori-teori tentang tingkah laku, teori tentang kepribadian agar terbentuk suatu kepribadian yang baik. Sehingga gangguan-gangguan yang biasa muncul pada kepribadian setiap individu dapat dihindari. Selain itu teori kepribadian diharapkan mampu memberikan jawab atas pertanyaanpertanyaan sekitar apa, bagaimana, dan mengapa tentang tingkah laku manusia. B. RUMUSAN MASALAH 1. Sebutkan teori-teori kepribadian ? 2. Sebutkan fungsi teori kepribadian? C. TUJUAN 1. Untuk memenuhi tugas matakuliah Kepribadian 2 2. Untuk mengetahui teori-teori kepribadian 3. Untuk menambah pengetahuan tentang Teori-Teori Kepribadian

Page | 3

BAB II PEMBAHASAN 1. TEORI ALIRAN MEDAN Kurt lewin lahir pada tanggal 9 September, 1890 di suatu desa kecil di Prusia, daerah Posen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, keluarganya memiliki dan mengelola suatu took serba ada. Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin kemudian ia masuk Universitas Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini, dan setelah satu semester belajar di Universitas Munich, ia kembali ke Berlin pada tahun 1910 untuk belajar psikologi pada Universitas Berlin.Max Wertheimer dan Wolfgang Kohler, dua dari tiga pendiri psikologi Gestalt, pada waktu itu ada juga di Universitas Berlin. Pada Tahun 1926, Lewin diangkat menjadi profesor. Ketika berada di Universitas Berlin, Lewin dan para mahasiswanya menerbitkan serangkaian makalah eksperimental dan teoritis yang gemilang. Adopsi teori medan dalam psikologi kepribadian dilakukan oleh Kurt Lewin yang memakai asumsi gestalt: 1. Dasar pemahaman psikologi bukan elemen (gambaran rincian jiwa) tetapi saling hubungan, pola atau konfigurasi. Elemen digambarkan untuk memahami saling hubungannya, bukan ujud dan ukurannya. 2. Beberapa saling hubungan menjadi dasar dari saling hubungan yang lain, sehingga dapat dideskripsikan kecenderungan kepribadian bergerak menuju kesatuan gestalt. 3. Psikologi seharusnya difahami dalam bentuk teori medan (field theory), di mana field adalah system pengaturan diri yang ditentukan oleh saling hubungan antar bagian-bagian dari unsur yang mendukung system itu. A. SRUTUR KEPRIBADIAN Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi yang berada dalam lingkungan psikologis, dengan ruang hidup yang disebut topologi. Fokusnya adalah saling hubungan antara segala sesuatu di dalam jiwa manusia, hubungan antara bagian dengan bagian dan antara bagian dengan keseluruhan.
Page | 4

Ruang Hidup Adalah keseluruhan kumpulan fakta yang ada pada suatu saat, yang mempengaruhi/menentukan tingkah laku. Mencakup persepsi orang tentang dirinya sendiri dalam lingkungan fisik dan sosialnya saat itu, keinginan, kemauan, tujuan-tujuan, ingatan tentang masa lalu, imajinasinya mengenai masa depan, perasaan-perasaannya, dan sebagainya. Jadi ruang hidup merupakan gabungan antara daerah pribadi dan daerah lingkungan psikologis.Daerah Pribadi Adalah kesatuan yang terpisah dari hal lain di dunia tetapi tetap menjadi bagian dari dunia. Daerah pribadi terdiri dari dua bagian besar, daerah persepsi-motorik dan daerah pribadi-dalam: 1. Daerah persepsi motorik: menjadi daerah yang menghubungkan pribadi-dalam dengan lingkungan psikologis. Pribadi-dalam mempengaruhi tingkahlaku melalui fungsi motorik, sebaliknya lingkungan psikologis mempengaruhi pribadi-dalam melalui persepsi. 2. Daerah pribadi-dalam: berisi aspek-aspek motivasional. Aspek-aspek

motivasional di dalam pribadi dalam, digambarkan dalam pecahan-pecahan daerah, disebut sel. 3. Sel: Jumlah dan posisinya setiap saat bias berubah-ubah tergantung kepada tujuan,keinginan, kebutuhan dan motivasi yang muncul pada saat itu. y Daerah lingkungan Psikologis Seperti daerah pribadi-dalam, daerah lingkungan psikologis dibagi-bagi dalam pecahan-pecahan, disebut region. 1. Region: semua stimulus yang ditangkap oleh persepsi dan kemudian mempengaruhi atau menjadi bagian yang menyibukkan fungsi kognitif manusia. 2. Bondaris: semua batas antar sel, antar region atau antar daerah lingkungan psikologis dengan daerah persepsi-motorik dan antara daerah persepsi motorik dengan daerah pribadi dalam. Bondaris ini dapat bersifat permeable artinya dua daerah yang dibatasi garis itu saling mempengaruhi, dan tak-permeabel yaitu sifat yang saling independent atau tidak saling 3. mempengaruhi.Lingkungan Non-Psikologis, yaitu apa saja yang ada tetapi tidak menjadi stimulus bagi diri seseorang, bias berupa benda/obyek, faktafakta atau situasi sosial. Disebut juga daerah kulit asing.
Page | 5

B. DINAMIKA KEPRIBADIAN Energi, Tegangan, dan Kebutuhan y Energi: muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region. Tegangan: muncul akibat adanya kebutuhan. Kebutuhan: mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan. y Tindakan Valensi: nilai region dari lingkungan psikologis pribadi. Valensi positif berisi obyek tujuan yang dapat mengurangi tegangan pribadi, misalnya bagi orang lapar region yang berisi makanan mempunyai valensi positif, begitupun sebaliknya. Vektor: kekuatan yang mendorong gerak seseorang atau tingkah laku, cenderung membuatnya bergerak ke arah tertentu. Lokomosi: perpindahan lingkaran pribadi. Lokomosi bisa berupa gerak fisik, atau perubahan fokus perhatian. Dalam kenyataan sebagian besar lokomosi yang sangat menarik psikolog berhubungan dengan perubahan fokus persepsi dan proses atensi. y Event adalah hasil interaksi antara dua atau lebih fakta baik di daerah pribadi maupun di daerah lingkungan. Ada tiga prinsip yang menjadi prasyarat terjadinya suatu peristiwa; keterhubungan, kenyataan, dan kekinian. y Konflik Situasi di mana seseorang menerima kekuatan-kekuatan yang sama besar tetapi arahnya berlawanan. Konflik Tipe 1: kalau hanya ada dua kekuatan berlawanan yang mengenai individu. Konflik tipe 2: konflik yang kompleks bisa melibatkan lebih dari dua kekuatan Konflik tipe 3: konflik yang terbuka dengan ditandai sikap kemarahan, agresi, pemberontakan, atau sebaliknya penyerahan diri yang neurotik. y Tingkat Realita Konsep tingkat realita dari Lewin mengemukakan; realita berisi lokomosi actual, dan tak-realita berisi lokomosi imajinasi. y Menstruktur Lingkungan Oleh karena lingkungan psikologi mudah berubahah maka sifat dinamik dari gambaran kepribadian adalah dengan menstruktur lingkungan. Jadi untuk menggambarkan tingkah laku seseorang dalam satu hari saja mungkin dibutuhkan banyak gambaran beratus-ratus diagram.
Page | 6

Mempertahankan Keseimbangan Dalam system reduksi tegangan, tujuan dari proses psikologis adalah mempertahankan pribadi dalam keadaan seimbang. Menjadi seimbang bukan berarti hilangnya tegangan, tetapi memperoleh keseimbangan dari tegangan internal. Misalnya marah yang tidak dapat diekspresikan, diganti dengan kepuasan menghabiskan enerji fisik dengan kerja keras atau berolah raga.

2. TEORI ANALISIS FAKTOR Suatu teori empiris, yakni tehnik analisis faktor, dan pendirian teoritis yang perkembangannya sangat tergantung pada penggunaan metode tersebut,yakni teori kepribadian dari Raymond B. Cattell. Para teoritis lain yang berkecimpung dibidang kepribadian telah pula menggunakan tehnik ini; H.J Eysenck, J.P Guilford, Cyril Burt, L.L Thurstone dan W. Stephenson termasuk dalam jajaran para pelopor yang penting. Akan tetapi teori Cattell merupakan teori kepribadian yang paling komprehensif dan yang paling tuntas dikembangkan berdasarkan analisi faktor.

Page | 7

Seorang psikolog inggris terkemika dan yang menjadi sangat terkenal karena karyanya tentang kemampuan-kemampuan mental ( Spearman,1927). Ia berpendapat bahwa jika kita menyelidiki dua tes kempuan yang paling berhubungan, maka kita bisa berharap menemukan dua macam faktor yang ikut menentukan performans pada dua tes tersebut pertama, terdapat faktor umum dan yang kedua terdapat faktor khusus. Metode analisis faktor dikembangkan sebagai sarana untuk menentukan adanya faktor-faktor umum dan membantu untuk mengenalinya. Analisis faktor dewasa ini memberikan tekanan khusus pada faktor-faktor kelompok ini. Suatu pemahaman terinci tentang analisis faktor tidak terlalu diperlukan untuk tujuan pemaparan dalam bab ini; akan tetapi penting bahwa pembaca menyadari logika umum yang melatarbelakangi tehnik tersebut. Teoritikus faktor biasanya memulai penelitian tentang tingkahlaku dengan sejumlah besar skor untuk masing-masing dari sejumlah besar subyek. Idealnya, pengukuran-pengukuran ini harus mencakup bermacam-macam aspek tingkahlaku. Berdasarkan indeks-indeks kasar ini, penelitian kemudian memakai tehnik analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor pokok atau mengontrol variasi pada variabel-variabel permikaan tersebut. Hasil analisis faktor tidak hanya mengisolasikan faktor-faktor fundamental, tetapi juga memberikan pengukuran dan kumpulan skor sutu taksiran tentang sejauh manakah pengukuran dari masing-masing faktor. Taksir ini biasanya disebut muatan faktor ( factor loading ) atau serapan ( saturation) dari suatu pengukuran dan menunjukan seberapa banyak variasi pada suatu pengukuran tertentu disebabkan oleh masing-masing dari antara faktor-faktor tersebut. Faktor-faktor hanya merupakan usaha untuk merumuskan variabel-variabel yang dianggap akan menjelakan komleksitas aneka ragam tingkahlaku yang dapat diamati. Salah satu persoalan lain yang ternyata sedikit kontroversial di kalangan para analis faktor yang perlu dikemukakan di sini ialah pembedaan antara sistem-sistem faktor othogonal dan sistem-sistem faktor oblique ( besarta pengertian tentang faktor-faktor tingkat kedua atau second order factor). Penggunaan faktor-faktor olique mengandung suatu implikasi tambahan. Jika diperoleh faktor-faktor yang berkorelasi satu sama lain, maka dapat diterapkan lagi pada korelasi-korelasi diantara faktor-faktor tersebut, misalnya pemfaktoran tes-tes kemampuan ( abilitytests ) kerapkali menghasilkan faktorPage | 8

faktor urutan pertama, seperti kelancaran verbal ( verbal fluency) kempuan numerik ( numerical ability), visualisasi ruang ( spatial visualization ) kemudian orang dapat melanjutkan memfaktor korelasi-korelasi antara faktor-faktor urutan pertama, sehingga mungkin menemukan suatu faktor urutan kedua inteligensi umum general intelligence faktor-faktor verbal dan non verbal yang luas. A. STRUKTUR KEPRIBADIAN Hakikat Kepribadian: Struktur Sifat-sifat Sistem konstruk-konstruk yang dikemukakan Cattell merupakan salah satu dari yang paling komleks dari teori yang kita bahas dalam buku ini. Akan tetapi keadaan ini oleh Cattell hanya dianggap sebagai keadaan sementara, sebagaimana terungkap dari kutipan berikut:pengetahuan kami tenyang psikologi dinamik sebagian besar berasal dari metode klinis dan metode naturalistik dan baru yang kedua berasal dari eksperimen terkontrol, sedangkan dalam proses penempatan pada sebuah basis yang lebih kokoh dengan memakai metode-metode statistikyang lebih canggih Cattell melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat (traits) yang komleks dan terdiferensiasi, yang motivasinya sebagai besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat ini, yang disebut dinamic traits atau sifat-sifat dinamik. Sifat-sifat Sifat merupakan yang terpenting dari sekalian konsep Cattell. Sifat adalah suatu struktur mental , suatu penyimpulan yang didasarkan pada tingkah-laku yang dapat di observasi untuk menjelaskan keteraturan atau regularitas dan ketetapan atau konsisten dalam tingkah laku ini. Cattell menyatakan bahwa jika sifat-sifat campuran memang harus merupakan hasil campuran dari kedua faktor ini, maka sekurang-kurangnya ada kemungkinan bahwa sifat-sifat sumber dapat dibagi atas sifat-sifat yang merupakan hasil pengaruh hereditas, dan sifat-sifat yang berasal dari faktor-faktor lingkungan. Sifat-sifat Abilitas dan Temperamen Dalam pandangan Cattell, ada tiga sumber data utama tentang keptibadian, yakni: life record atau catatan riwayat hidup atau data L; self-rating queslionncire atau kuesioner penelitian-diri atau data-Q; dan objective test atau tes objektif atau data-T. Hal penting yang menetukan hasil analisis faktor adalah titik tolaknya, yakni variabel-veriabel permukaan dengan mana seorang peneliti mulai, dan Cattell sangat
Page | 9

menekankan pentingnya mentepkan sampel yang memadai dari seluruh bidang kepribadian pada awal penelitian penjajakan. Faktor-faktor kepribadian utama oleh Cattell dipandang terdapat secara mantap baik pada data-L maupun data-Q perlu dicatat bahwa banyak dari nama-nama faktor mengambarkan kegemaran khas Cattell untuk menciptakan istilah-istilah baru, Parmia,Premsia,Autin. Contoh Faktor data-T, (T) 24, Kecemasan Muatan pengukuran a. Kesediaan untuk mengakui kelemahan-kelemahan biasa. b. Kecendrungan untuk setuju. c. Sifat rendah hati dalam melakukan perbuatan yang belumpernah dicoba. d. Sifat keras serba mencari kesalahan yang tertinggi. e. Sedikit kegemaran terhadap bacaan yang patut dipertanyakan. f. Emosionalitas yang tinggi dalam menyatakan pendapat. g. Banyak simtom ketegangan kecemasan yang tertahan. Cattell berpendapat bahwa sebagian dari langkah kecocokan antar sumber-sumber data mungkin hanya berati bahwa pendekatan-pendekatan pengukuran yang berbeda mengambil sampel data pada tingkat generalitas yang berlainan, akibatnya kesesuaian satu-lawan satu antar faktor tidak berhasil ditemukan, sebaliknya hanya terdapat kecocokan antar tingkat pada taraf sedang. Sifat-sifat Dinamis Dalam sistem Cattell ada 3 macam sifat-sifat dinamik yang penting yakni,sikap,Erg dan sentimen. Erg kira-kira serupa dengan dorongan-dorongan biologis, sedangkan sentimen serupa dengan struktur-struktur sikap yang dipelajari. y Sikap. Bagi Cattell, siakap adalah variabel dinamik yang menjelma, ungkapan struktur dinamik dasar yang dapat diamati, dari mana erg dan sintimen serta hubungannya satu sama lain dapat disimpulkan. Intensitas tertentu untuk melakukan serangkaian tindakan terhadap suatu objek. Jadi, saya ingin sekali mengawini seorang wanita menunjukan suatu intensitas minat(ingin sekali) untuk melakukan suatu tindakan ( kawin) terhadap suatu objek (seorang wanita).

Page | 10

Erg. Secara sangat sederhana, erg adalah suatu sifat sumber yang ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan dinamik. Tekanan yang luar biasa pada motivasi ergik mencerminkan keyakinannya bahwa faktor-faktor hereditas tingkah laku telah diremehkan oleh para psikolog amerika masa kini.

Sentimen. Sentimen adalah sifat sumber dinamik yang dibentuk oleh lingkungan. Jadi, sentimen sama dengan Erg, kecuali bahwa sentimen adalah akibat pengaruh faktor-faktor pengalaman dan sosio-kultural, bukan faktor-faktor konstitusi. Dari divinisi maupun pemakaian konsep sangat sesuai dengan konsep serupa dalam teori McDougall, yang juga disebut sentimen.

Dalam pandangan Cattell, sentimen cendrung terorganisasi sekitar objek-objek budaya yang penting, seperti pranata-pranata sosial atau tokoh-tokoh. Ke arah mana berbagai konstelasi sikap yang rumit tumbuh dan terfokus selama pengalaman hidup individu. B. DINAMIKA KEPRIBADIAN Kisi-kisi Dinamika. (dinamic traits) saling berhubungan dalam satu pola subsidiation (Cattall meminjam istilah tersebut dari Murray). Hal ini berati bahwa unsur-unsur tertentu bersifat subsider terhadap unsur-unsur lainnya, atau berfungsi sebagai sarana bagi tercapainya tujuan dari unsur-unsur lainnya itu. Jalur-jalur yang beraneka ragam dan tumpang tindih antara erg dan sentiman serat sikap-sikap yang di ungkapnnya ini merupan dasar untuk menyimpulkan erg dari sentimen. Apabila kita amati bahwa sekumpulan sikap tertentu cenderung berlainan dalam hal kekuatan antara orang yang satu dengan yang lain, atau dalam diri seseorang dari waktu ke waktu, maka kita dapat menyimpulkan adanya suatu struktur erg atau sentimen yang mendasarinya. y Diri. Diri ( self) merupakan salah satu sentiman, tetapi yang istimewa yang penting, karena hampir semua sikap kurang lebih cenderung mencerminkan sentimen-diri. Dalam beberapa penelitian ( lihat misalnya, Cattell dan Horn,1963) sentimen-sentimen superegodan sentimen diri ideal yang berhubungan tetapi berbeda itu bahkan juga muncul, Cattell dipandang memainkan peranan menentukan dalam rangka integrasi kepribadian, dengan saling menghubungkan pengungkapan dari berbagai erg dan sentimen.

Page | 11

Konflik dan Penyesuaian diri. Cattell telah mengemukakan bahwa suatu cara praktis untuk menyatakan tingkat konflik yang dimunculkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seseorang ialah dengan menggunakan persamaan spesifikasi ( specification equation ) yang menunjukkan keterlibatan sifat-sifat sumber dinamik orang itu ( erg dan sentimen ) dalam tindakan tersebut. Misalnya minat pemuda untuk kawin memiliki persamaan spesifikasi erg seks, sifat suka berteman, dan rasa ingin tahuannya; ia berfikir bahwa orang tuanya akan merestui dan hal itu akan berpengaruh baik bagi harga dirinya. Pemecahan teoritis yang dikemukakan Cattell ialah membagi situasi ( dan indeks-

indeks situasi dari unsur-unsur yang teletak pada belakan persamaan ) menjadi dua komponen; komponen pertama menunjukan stimulasi pokok, (focal stimulus),yakni aspek situasi yang direspon secara langsung oleh orang yang bersangkutan, sedangkan komponen lainnya menunjukan kondisi-kondisi latar

belakang(background conditions) ,yang menetukan keadaan organisme pada saat sedang berlangsung. Kondisi-kondisi latar belakang ini memainkan peranan formal modulator-modulator,yang untuk sementara waktu mengubah makna psikologis sesuai secara sistematis, sehingga respon individu bisa berubah.

3. TEORI BIO SOSIAL Perkembangan kepribadian dalam pandangan Gardener Murphy : merupakan tahap-tahap dinamis, berubah-ubah yang terdiri dari fase keseluruhan (tanpa differensiasi), kemudian fase diferensiasi dan fase integrasi yaitu fungsi yang sudah mengalami diferensiasi diitegrasikan dalam satu unit yang berkoordinasi. Fase keseluruhan merupakan watak umum yang mendominasi seperti pemarah, pemberani, semangat, penipu, pembelajar, petualang. Dalam perkembangan berikutnya

terdiferensiasi misalnya pemberani yang memilki semangat pembelajar, penipu yang memiliki darah seni. fase integrasi yaitu fungsi yang sudah mengalami diferensiasi diitegrasikan dalam satu unit yang berkoordinasi biasanya di atas 40 tahun kepribadiannya menjadi mantap dan cenderung menetap. Gardner Murphy (1968) menyimpulkan bahwa psikologi-psikologi itu pada hakikatnya merupakan suatu reaksi terhadap kehidupan yang dilihat sebagai penuh
Page | 12

dengan penderitaan dan kekecewaan. Cara umum untuk mengatasi penderitaan yang dianjurkan oleh psikologi-psikologi ini adalah disiplin dan kontrol diri, yang dapat memberikan kepada orang yang mengupayakannya suatu perasaan ekstase yang tak terbatas dan hanya dapat ditemukan dalam diri yang bebas dari pamrih-pamrih pribadi. Menurut Gardner Murphy, manusia dalam kajian kepribadian telah membentuk sistem pribadi yang komplek berisi keinginan-keinginan yang relatif dimiliki dan dipertahankan dan sekaligus tidak ditemukan adanya peringatan dari luar. Maka di dalam kepribadian manusia tercakup sistem nilai pribadi. Psikologi Gardner Murphy mengadakan eksperimen dengan kelinci berbulu putih. Bulu putih ini adalah turun temurun tetapi hanya dengan mengubah cahaya di dalam kamar tempat dibesarkannya kelinci itu, warna bulunya berubah menjadi gelap. Potensi warna putih itu dapat berwujud putih kalau lingkungannya memungkinkannya. Demikian juga jenis ikan tertentu seperti flounder (ikan datar/flat fish), yang memiliki tendensi untuk memiliki dua mata di setiap sisi kepalanya, apabila dibesarkan di air yang kadar garamnya berbeda, di setiap sisi kepalanya akan terdapat hanya satu mata seperti ikanikan lainnya. Jadi apa yang diwariskandalam satu lingkungan tidak diwarisi dalam lingkungan lainnya. Lingkungan membuat berbedanya ujud disposisi keturunan. Dari bukti semacam ini, ternyata bahwa keturunan dan lingkungan merupakan kekuatankekuatan yang saling tergantung, interdependent. Dalam beberapa situasi pengaruh keturunanlah yang sangat menonjol, sedangkan dalam situasi-situasi lain lingkunganlah yang memegang peranan. Menurut hasil penelitian, ukuran, bentuk dan ujud alat-alat indera kita sebagian besar ditentukan oeh faktor keturunan. Ukuran dan bentuk hidung mengikuti pola orang tua dan merupakan ciri khas suku bangsa. Warna kulit dan tampang tubuh menuruti garis keturunan orang tua. Ukuran mulut, bentuk bibir, susuna gigi dan bentuk rahang merupakan ciri-ciri khas keluarga. Demikan pula ukuran telinga, tebal tipisnya dan ukuran lubangnya mengikuti pola-pola keluarga.
The biological is sosial and the sosial is biological Teori ini berkaita antara gejala2 biologis dengan gejala2 sosial. ex: saya lari karena saya takut

Page | 13

(biologis)

(sosial)

Kepribadian bersifat dinamis & dinamika ini dimungkinkan oleh adanya dan berfungsinya energi dalam kepribadian ini. Dan saling berhubungan antara berbagai motif. Komponen kepribadian: peranan, ego, diri, kebiasan, nilai, sikap, konsepsi, karakter. 4. TEORI SKINNER (1904-1990).

Burrhus Frederic Skinner lahir 20 Maret 1904, di kota kecil Pennsylvania Susquehanna. Ayahnya adalah seorang pengacara, dan ibunya yang kuat dan cerdas ibu rumah tangga. Asuhan-Nya telah tua dan bekerja keras. Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern, Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Dalam perkembangan psikologi belajar, ia mengemukakan teori operant conditioning. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah The Experimental an Analysis of Behavior. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian,1970) B.F. Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Dalam beberapa hal, pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan. Menajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yang tidak tepat. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant (penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Skinner membuat eksperimen sebagai berikut :

Page | 14

Dalam laboratorium Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut skinner box, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol, alat pemberi makanan, penampung makanan, lampu yangdapat diatur nyalanya, dan lantai yanga dapat dialir listrik. Karena dorongan lapar tikus beruasah keluar untuk mencari makanan. Selam tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shapping. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Bentuk bentuk penguatan positif berupa hadiah, perilaku, atau penghargaan. Bentuk bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang. Asumsi dasar: - behavior can be controlled. - behavior can be predicted. - behavior is lawful. Tipe perilaku: 1. operan: TL untuk menghilangkan stimulus yg mendorong langsung (reward & punishment) 2. Reinforcement (penguatan) 3. Mencatat TL operan 4. Stimulus asertif 5. Jadwal penguatan 6. Takhayul (hubungan respon perkuatan kebetulan)
Page | 15

7. Shaping 8. Pemerkuat sekunder 9. Generalisasi & diskriminasi Manusia diibaratkan laksana mesin. Manusia bertindak dengan cara yang teratur dan dapat diramalkan responnya terhadap tekanan atau stimulus dari luar (mekanistik). Manusia (ibarat lain) laksana Covert Box (kotak tertutup). Artinya Manusia itu hanya dipengaruhi oleh dunia luar saja, kecuali jika pengaruh-pengaruh dari dalam (seperti motivasi, emosi) bisa diukur secara ilmiah. Pandangan tentang self dan personality (aspek internal individu) dianggep irasional karena bersifat primitif (sebagai warisan aliran animisme). Perilaku dipengaruhi oleh Reward dan Punishment sehingga bisa dikendalikan oleh dunia luar. Kepribadian merupakan hasil dari belajar (behavior modivication, shapping, tocen economy) 5. TEORI GORDON ALLPORT Gordon Allport lahir di Indiana, anak bungsu dari 4 bersaudara (lelaki semua). Semasa kanak-kanak merasa beda dari orang lain (permainan & minat). Setelah SMA mengikuti jalur pendidikan kakaknya Floyd (S1 & S2 Psikologi di Harvard). Kakaknya terkenal di bidang psikologi sosial, Gordon tertarik bidang psikologi kepribadian. Pernah berjumpa Freud setelah lulus kuliah S2 . Setelah menyelesaikan PhD mulai belajar kepribadian secara serius profesor pertama yang mengajar teori kepribadian di college . Allport dianggap a trait theorist karena dia percaya bahwa tiap individu memiliki sejumlah trait yang mendominasi kepribadiannya (central trait). Perbedaan pendapat dengan Freud tentang : 1. Allport menganggap Freud terlalu mementingkan ketidaksadaran dalam kepribadian. Menurut Allport, orang yang sehat & normal mempunyai fungsi rasional dan sadar, mampu mengontrol kekuatan yang memotivasi dirinya. 2. Manusia tidak terpenjara oleh konflik dan pengalaman pada masa kanak-kanak. Manusia cenderung dituntun oleh masa depan daripada masa lalu.

Page | 16

3. Allport tidak mengumpulkan data dari orang-orang yang mengalami patologi untk membangun teorinya Definisi kepribadian: Organisasi dinamis dalam diri individu yang merupakan sistem psikofisik yang menentukan karakteristik pikiran & perilaku individu Pokok-Pokok Teori: 1. Kepribadian manusia adalah produk dari hereditas dan lingkungan Hereditas: fisik, inteligensi, temperamen (fluktuasi dan intensitas mood) Faktor hereditas berfungsi sebagai bahan dasar yang nantinya dibentuk (dikuatkan atau dilemahkan) oleh kondisi di lingkungannya. 2. Kepribadian bersifat idiografik (tiap pribadi adalah unik dan tidak dapat dibandingkan dengan orang lain) 3. Kepribadian normal bersifat diskrit/diskontinyu y Kepribadian anak tidak kontinyu dengan kepribadian dewasa. Kepribadian anak terutama dipengaruhi dorongan primitif dan bersifat reflex y Kepribadian dewasa bekerja secara rasional dalam kontrol kesadaran (mengetahui dan dapat mengontrol y y dorongan-dorongan yang memotivasinya) tidak

mencerminkan masa lalunya Kepribadian orang normal tidak dapat dipelajari dari orang abnormal Kepribadian dewasa abnormal kontinyu dengan kepribadian anak

Kepribadian Traits Traits adalah kecenderungan (predisposisi) untuk merespon sesuatu dengan cara yang sama pada berbagai stimulus yang berbeda. Trait bersifat konsisten. Karakteristik Traits Keberadaannya nyata ada dalam diri tiap manusia (tidak hanya teoritis/label)
Page | 17

Trait menentukan atau menyebabkan perilaku (tidak hanya muncul karena ada stimulus)

Trait dapat dibuktikan secara empiris (dari perilaku yang menetap) Trait tidak terpisah betul satu sama lain (ada overlap)

1. Trait (sifat) vs Habit (kebiasaan) Trait lebih umum, baik dari stimulus maupun responnya. Sejumlah habit dapat bergabung menjadi satu trait. Contoh: A sejak kecil dibiasakan gosok gigi 2x sehari, cuci tangan sebelum makan dan sesudah ke toilet dll p Sifat: cleanliness 2. Trait (sifat) vs Attitude (sikap) Attitude berhubungan dengan suatu objek khusus, trait tidak Attitude biasanya melibatkan penilaian (menerima/ menolak) terhadap objek yang dihadapi, trait tidak Contoh: Attitude: pro terhadap dosen A, kontra terhadap dosen B Trait : pemalu baik terhadap dosen A maupun dosen B 3. Trait vs Type Tipe menunjukkan perbedaan (buatan) yang tidak selalu cocok dengan kenyataan, trait merupakan refleksi kenyataan yang ada pada individu. Tipe merangkum ketiga konsep yang lain, menggambarkan kombinasi trait-habitattitude yang secara teoritik dapat ditemui pada diri seseorang Misal: siswa yang memiliki tipe introvert, mempunyai trait: pasif-menolak mengikatkan diri dengan lingkungan eksternal (kecenderungan umum), salah satu

Page | 18

habitnya adalah duduk di tempat terpisah/menyendiri (kebiasaan khusus di kelas), dan attitude tidak ramah, kurang bisa bergaul (mengandung penilaian). Kategori Traits: a. Individual/personal traits/personal dispositions. Sifat yang konkret, mudah dikenali dan konsisten pada diri seseorang yang dapat menggambarkan karakter asli mereka. Pada kenyataannya tidak ada dua individu yang persis sama sifatnya b. Common traits/traits: Sifat-sifat yang merupakan bagian dari budaya (dapat dipahami dan dimiliki oleh hampir semua orang yang hidup dalam budaya tersebut). Common trait merupakan hasil dari dorongan sosial untuk berperilaku dangan cara tertentu. Contoh: introvert vs extrovert; liberal vs konservatif. Tiga Tipe trait y Central traits Merupakan kecenderungan individu yang sangat khas/sering berfungsi/mudah ditandai. Ketika menggambarkan seseorang, cenderung digunakan kata sifat yang mencerminkan central trait ini, misal:pandai, bodoh, liar, pemalu, culas, lamban. Secondary traits Sifat yang tidak terlalu jelas, tidak terlalu umum/tidak terlalu konsisten seperti pilihan, sikap, sifat yang situational. Contoh: C mudah marah jika ada orang yang mencoba menggelitik dia. Cardinal traits. Ini adalah sifat (sangat dominan) yang menggambarkan hidup mereka karena perilaku individu biasanya terdorong/diatur oleh sifat ini. Contoh: Joan Arc ( selfsacrifice yang gagah berani), Bunda Teresa (layanan ibadah), Machiavelli ( kebengisan
Page | 19

politis). Hanya sedikit orang yang mengembangkan cardinal trait, kalaupun ada orang cenderung mengembangkannya di usia paruh baya. Karakteristik Psychological maturity/ mental health 1. Extensions of self: dapat ambil bagian dan menikmati macam-macam kegiatan (tidak terikat pada pemenuhan kebutuhan /kewajiban saja) Meliputi : merencanakan dan mengharapkan sesuatu di masa depan 2. Menguasai teknik untuk berhubungan hangat dengan orang lain(trust, empathy, genuineness, tolerance). 3. Emotional security and self-acceptance. 4. Habits of realistic perception

5. Problem-centeredness, dan pengembangan kemampuan dalam pemecahan masalah. 6. Self-objectification pemahaman mendalam tentang diri sendiri, kemampuan mempertahankan hubungan positif dengan dri sendiri maupun objek lain ( misal: menertawakan diri sendiri jika melakukan kesalahan dll) 7. Memiliki philosophy of life yang integral,termasuk orientasi nilai, agama dan kesadaran personal. Motivasi: Manusia adalah makhluk sadar dan rasional, berbuat berdasarkan pada apa yang diharapkannya dapat tercapai, bukan berdasar pada keinginan primitif atau pengalaman traumatik masa lalu. Opportunistic functioning vs propriate functioning Opportunistic Functioning: Satu hal yang memotivasi manusia adalah kecenderungan untuk mencukupi kebutuhan/survival biologis. Sifatnya reaktif, past-oriented, dan biologis.

Page | 20

Allport: opportunistic functioning tidak terlalu penting dalam upaya memahami perilaku manusia. Menurutnya kebanyakan manusia didorong oleh sesuatu yang berbeda yang berfungsi sebagai bentuk ekspresi dari Self (propriate functioning).

Most of what we do in life is a matter of being who we are. Karakteristiknya: proaktif, future-oriented, and psikologis. Doing things in keeping with what you really are, thats propriate functioning. Contoh propiate functioning: Pernahkah anda ingin melakukan sesuatu atau menjadi sesuatu karena anda merasa bahwa hal itu dapat mengekspresikan hal yang paling utama tentang diri anda? Ingatlah kali terakhir anda melakukan sesuatu untuk menyatakan " inilah diriku yang sebenarnya

Functional autonomy Motivasi individu di masa sekarang bersifat independen (tidak berhubungan dengan masa lalu)

Perseverative functional autonomy. Perilaku yang dilakukan tidak lagi berdasar alasan asalnya tapi karena sudah terbiasa (habit). Contoh: merokok awalnya untuk menunjukkan adolescent rebellion, tapi sekarang karena tidak bisa berhenti merokok

Propriate functional autonomy: sesuatu yang lebih self-directed daripada habits, seperti nilai hidup Contoh:Waktu kecil pernah dihukum karena memikirkan diri sendiri saja, sekarang dermawan Prinsip Propriate functional autonomy: 1. organizing the energy level 2. mastery and competency 3. propriate patterning Berdasarkan ide tentang propriate functional autonomy(values) Allport, Vernon dan Lindzey mengembangkan kategorisasi nilai dalam buku A Study of Values, 1960 1. the theoretical -- a scientist, values truth.
Page | 21

2. the economic -- a businessperson may value usefulness. 3. the aesthetic -- an artist naturally values beauty. 4. the social -- a nurse may have a strong love of people. 5. the political -- a politician may value power. 6. the religious -- a monk or nun probably values unity Propium/Self/ego Terdiri dari aspek-aspek pengalaman yang dipandang sangat essential (as opposed to incidental or accidental), warm (or precious, as opposed to emotionally cool), and central (as opposed to peripheral). Self bukan bagian terpisah dari kepribadian, bukan mengatur, mengorganisir, menjalankan sistem kepribadian. Allport menggunakan kata proprium daripada self karena lebih mudah dipahami sebagai sifat atau fungsi kepribadian secara umum. Self memiliki 7 fungsi yang cenderung muncul pada waktu tertentu dalam kehidupan seseorang: 1. Sense of body (0-2 tahun) 2. Self-identity (0-2 tahun) muncul kesadaran tentang fisik. Ini tanganku, ini jariku sadar dirinya orang yang sama walaupun terus berubah dan

berkembang. Ditandai dengan mengenal nama diri sebagai identitas diri 3. Self-esteem (2-4 tahun) mengembangkan perasaan bangga dengan kemampuan diri

sendiri melalui eksplorasi diri, permainan yang membangun atau merusak. 4. Self-extension (4-6 tahun) anak mulai menyadari keberadaan obyek dan orang lain

dan mengidentifikasi obyek-obyek yang menjadi bagian milik mereka. mainanku, ayahku 5. Self-image (4-6 tahun) mencakup pandangan aktual dan ideal mengenai diri sendiri,

berkembang melalui interaksi dengan orang tua

Page | 22

6. Rational coping (6-12 tahun)

muncul sesudah anak menyadari dan memiliki

kemampuan berpikir rasional yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Anak sadar dapat mengatasi masalahnya secara logis dan rasional. 7. Propriate striving (remaja) mencakup tujuan jangka panjang. Kesadaran eksistensi

diri dalam tujuan atau pencapaian jangka panjang. Pandangannya mengarah ke depan dan dapat menyusun rencana jangka panjang Self as knower (dewasa) totalitas dari semua 7 aspek terdahulu tentang kesadaran diri. bangunan self menjadi lengkap.

6. TEORI MURRAY Henry Alexander Murray dilahirkan di New York pada tanggal 13 Mei 1893 dan meninggal pada tahun 1988. Sama seperti pandangan psikoanalisa, Henry Murray juga berpendapat bahwa kepribadian akan dapat lebih mudah dipahami dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang (unconscious mind). Murray menjadi professor psikologi di Harvard University dan mengajar disana lebih dari 30 tahun. Peranan Murray di bidang psikologi adalah dalam bidang diagnosa kepribadian dan teori kepribadian. Hasil karya terbesarnya yang sangat terkenal adalah teknik evaluasi kepribadian dengan metode proyeksi yang disebut dengan Thematic Apperception Test (TAT). Test TAT ini terdiri dari beberapa buah gambar yang setiap gambar mencerminkan suatu situasi dengan suasana tertentu. Gambar-gambar ini satu per satu ditunjukkan kepada orang yang diperiksa dan orang itu diminta untuk menyampaikan pendapatnya atau kesannya terhadap gambar tersebut. Secara teoritis dikatakan bahwa orang yang melihat gambar-gambar dalam test itu akan

memproyeksikan isi kepribadiannya dalam cerita-ceritanya Dari riwayat keterlibatan Murray dalam psikologi kepribadian, dia dijalur psikoanalisis Freud/Freudian. Namun karena konsepnya yang sangat bagus dalam memahami dan membedakan kebutuhan-kebutuhan manusia, dia dapat dikelompokkan kedalam paradikma traist. Pandangan murray sangat holistik. Manusia harus dipahami sebagai kesatuan pribadi yang utuh. Setiap bagian dari tingkahlaku manusia harus
Page | 23

difahami dalam hubungannya dengan fungsi lainnya; lingkungan, pengalaman masa lalu, ketidaksadaran dan kesadaran, serta fungsi otaknya. Kesemuanya itu harus ditangkap secara keseluruhan agar dapat difahamimakna dari proses kepribadian seseorang. Teori kepribadian memang memberi hukum-hukum yang mungkin berlaku umum bagisetiap orang, namun pemahaman mengenai diri seseorang harus dilakukan secara personal. Berdasarkan fikiran itulah dia menamakan teorinya:personologi, untuk menekankan bahwa psikologi kepribadian seharusnya mengkonsentrasikan diri pada kasus individual: pribadi. Dia lebih tertarik untuk melakukan penelitian terhadap sejumlah kecil individu, alih-alih meneliti orang sebanyak mungkin seperti yang sering dilakukan dalam paradigma traits. Prinsip yang di terapkan Murray: Prinsip Regnancy: diperjelas dengan pernyataan Murray tidak berpikir, tidak berkpribadian. Atau No Brain No Personality Prinsip Motivasi: berdasar pada perbuatan manusia dalam usaha yang berkelanjutan untuk mengurangi ketegangan-ketegangan dalam khidupannya yang disebabkan oleh kebutuhan yang dirasakannya dari dalam dan tanpa tekanan masyarakat. Penggabubngan dari kebutuhan dan tekanan ini benar-benar lebih menentukan status quo: ini juga menciptakan area tegangan yang baru untuk dikurangi, jadi bahwa manusia lebih maju dalam tujuan-tujuan yang membangun dibandingkan dengan hanya menyimpan tujuantujuan tersebut. Berbagai metode dimana manusia menangani kebutuhan atau memsubsisi mereka menjadi struktur yang berurutan. Kebutuhan mungkin mempunyai karakteristik tersendiri seperti primer, sekunder, asli dari dalam atau dibawa ke dalam suatu kepribadian sosial, secara terbuka diungkapkan dengan jelas atau dengan ungkapan yang tersembunyi, diarahkan melalui satu objek atau melalui banyak objek. Akhirnya kebutuhan mungkin dihadapkan pada tujuan mendesak (efek) atau sepenuhnya untuk kenyamanan proses dalam aktifitas tanpa tujuan (modal). Baru-baru ini Murray telah mencoba untuk mengklarifikasi kebutuhan ke dalam vector (bagaimana kamu melakukannya) dan nilai (mengapa kamu melakukannya). Prinsip longitudinal: dikarakterisasikan oleh pernyataannya sejarah kepribadian adalah kepribadian itu sendiri. Seseorang tidak bisa mempelajari kepribadian dan mengabaikan
Page | 24

masa lalunya. Termasuk ke dalam aspek yang berkembang dari manusia adalah munculnya zona erotogenis dan akibat-akibatnya pada tingkah laku seseorang di masa depan berbagai zona tersebut menjadi jauh dari seperti yang disarankan oleh Freud, teteapi diterjemahkan agak berbeda oleh Murray. Zona-zona tersebut adalah claustral, oral, anal, dan urethral, apalagi ada sebuah pemutusan kompleks di sekitar teori Freudial phallic. Berbicara secara longitudinal manusia juga mnjalankan kehidupannya dalam kaitannya dengan tujuan jangka pendek (cara kerja), yang diungkapkan secara terbuka maupun tertutup, dan tujuan jangka panjang (berseri), dimana aktifitas atau cara kerja harus meningkat sepanjang garis pembatas agar dapat mencapai tujuan akhir. Prinsip proses psikologi: sepadan dengan prinsip regnancy, tetapi dengan penekanan tambahan bahwa manusia adalah makhluk organic yang pertama dan terpenting. Prinsip abstrak: Murray mendekati neo-Freudians dalam penerimaan id, ego dan sttruktur super ego seperti yang diperkenalkan Freud, tetapi dengan berbagai penyimpangan penting dari persamaan dirinya dengan semua pengikut neo-Freudians. Murray diyakinkan bahwa semua tingkah laku adalah fenomena yang nampak. Prinsip keunikan: dilambangkan dengan ungkapan tidak ada manusia yang sama dengan orang lain dalam beberapa hal, dan sama dengan orang lain dalam beberapa hal juga. Setiap orang unik Prinsip konsep peran: salah satu penggabungan baru Murray dalam teori kepribadian. Mungkin dipengaruhi oleh usahanya dengan Kluckhon. Diilustrasikan oleh garis oftquoted dari Shakespeare seperti kesukaanmu, seluruh dunia adalah panggung/ dan hanpir seluruh pria dan wanita adalah pemainnya/ mermempunyai keberadaannya dan jalan masuknya/ dan satu pria pada waktunya akan memainkan banyak peran. Pengertian Kepribadian 1. Abstraksi teoritis, tidak hanya deskripsi tentang perilaku manusia 2. Mengacu pada serangkaian kejadian sepanjang hidup manusia 3. Mencerminkan elemen perilaku yang menetap, berulang, baru maupun unik 4. Agen yang mengatur & memerintah individu

Page | 25

Mengurangi kompleksitas perilaku ke unit struktural yang dapat di-manage Proceeding/ Cara Bekerja Serial Schedule/ Jadwal Need/ Kebutuhan Press/ Tekanan Thema Unity-Thema

a. Proceedings/ Cara bekerja Merupakan data dasar yang tersedia untuk psikologi. Penting, tetapi merupakan pola perilaku yang pendek/singkat. Polanya mempunyai suatu permulaan & akhir. Proceeding dapat berupa: a. Internal (misal: mengkhayal/ bermimpi) b. Eksternal (misal: membeli suatu barang di toko) Proceeding yang overlap dikenal sebagai suatu ketahanan b. Serial Proceeding yang muncul secara berkala dalam suatu periode waktu yang lama. Rangkaian proceeding yang direncanakan yang mendorong ke arah suatu tujuan akhir. Masing-masing berlanjut di dalam serangkaian layanan sebagai sub-tujuan Contoh: untuk mengejar tujuan karier di bidang psikologi dilakukan langkah-langkah apa? c. Schedule Sering muncul ketika individu memiliki proceeding yang bertentangan. Membuat jadwal agar proceeding yang bertentangan dapat diselesaikan Contoh: mengatur anggaran yang dapat digunakan untuk berbagai proceeding (belanja) sesuai rencana d. Needs Dorongan yang mengatur persepsi, intelektual dan tindakan Mungkin: Muncul dari kondisi internal

Page | 26

Ditimbulkan oleh stimulus eksternal Mungkin berasal dari: a. b. c. d. e. Thema Interaksi need dan press yang mengakibatkan perilaku tertentu. Dapat berubah dari interaksi sederhana subjek-objek sampai ke kombinasi sejumlah tema-tema sederhana (serial themas). Beberapa tema yang muncul kembali dapat digunakan untuk mencirikan individu f. Unity-Thema Pola need-press yang berasal dari pengalaman masa kecil. Kebanyakan berfungsi dalam ketidaksadaran. Merupakan kunci asal keunikan individu. Contoh unity thema: A need for accuracy, punctuality or order Hasil akhir perilaku Gaya atau Pola perilaku Perhatian selektif Ungkapan perasaan

7. TEORI CARL ROGER Tokoh psikologi humanistik selain Abraham Maslow, adalah Carl Rogers. Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metoda terapi yang dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Tekniknya tersebar luas di kalangan pendidikan, bimbingan, dan pekerja sosial. Rogers sangat kuat memegang asumsinya bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subjektif, proaktif, heterostatis, dan sukar dipahami a. Struktur kepribadian Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian. Namun demikian ada tiga komponen yang dibahas bila bicara tentang struktur kepribadian menurut Rogers, yaitu : organisme, medan fenomena, dan self. 1) Organime, mencakup : a) Makhluk hidup

Page | 27

Organisme adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat. b) Realitas subjektif Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan benar-salah. c) Holisme Organisme adalah kesatuan sistem, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan, yakni tujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri. 2) Medan fenomena Rogers mengartikan medan fenomena sebagai keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Medan fenomena merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya. 3) Self Self merupakan konsep pokok dari teori kepribadian Rogers, yang intinya adalah : a) terbentuk melalui medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu;. b) bersifat integral dan konsisten; c) menganggap pengalaman yang tak sesuai dengan struktur self sebagai ancaman; d) dapat berubah karena kematangan dan belajar. b. Dinamika kepribadian Menurut Rogers, organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas. Ketika organisme itu matang maka ia makin berdiferensiasi, makin luas, makin otonom, dan makin tersosialisasikan. Rogers menyatakan bahwa pada dasarnya tingkah laku adalah usaha organisme yang berarah tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana dialami, dalam medan sebagaimana medan itu dipersepsikan (Hall dan Lindzey, 1995 :136-137). Rogers menegaskan bahwa secara alami kecenderungan aktualisasi akan menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku, yaitu :

Page | 28

1) Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologis, termasuk kebutuhan dasar (makana, minuman, dan udara), kebutuhan mengembangkan dan memerinci fungsi tubuh serta generasi. 2) Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri. 3) Tingkah laku yang tidak meredakan ketegangan tetapi justru meningkatkan tegangan, yaitu tingkah laku yang motivasinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik. c. Perkembangan kepribadian Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, otonom, sosial, sdan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. Rogers menyatakan bahwa self berkembang secar utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif, dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh. Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya. Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut : 1) terbuka untuk mengalami (openess to experience); 2) hidup menjadi (existential living); 3) keyakinan organismik (organismic trusting); 4) pengalaman kebebasan (experiental freedom); 5) kreativitas (creativity) Sebagaimana ahli humanistik umumnya, Rogers mendasarkan teori dinamika kepribadian pada konsep aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah daya yang mendorong pengembangan diri dan potensi individu, sifatnya bawaan dan sudah menjadi cirri seluruh manusia. Aktualisasi diri yang mendorong manusia sampai kepada pengembangan yang optimal dan menghasilkan cirri unik manusia seperti kreativitas, inovasi, dan lain-lain.

Page | 29

1. Penerimaan Positif (Positive Regard). Orang merasa puas menerima regard positif, kemudian juga merasa puas dapat memberi regard positif kepada orang lain. 2. Konsistensi dan Salingsuai Self (Self Consistensy and Congruence). Organisme berfungsi untuk memelihara konsistensi (keajegan = keadaan tanpa konflik ) dari persepsi diri, dan kongruen (salingsuai) antara persepsi self dengan pengalaman. 3. Aktualisasi Diri (Self Actualization). Freud memandang organisme sebagai sistem energi, dan mengembangkan teori bagaimana energi psikik ditimbulkan, ditransfer dan disimpan. Rogers memandang organisme terus menerus bergerak maju. Tujuan tingkahlaku bukan untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri yaitu kecenderungan dasar organisme untuk aktualisasi: yakni kebutuhan pemeliharaan (maintenance) dan peningkatan diri (enhancement). d. Implikasi bagi bimbingan dan konseling Teori Carl Ransom Rogers memberikan implikasi bagi bimbingan dan konseling. Tujuan dasar dari teori yang dikemukakan oleh Carl R Rogers (client centered) adalah menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha membantu klien untuk menjadi seorang pribadi yang berfungsi penuh. Peran konselor client-centered berakar pada cara-cara keberadaannya dan sikap-sikapnya, bukan pada penggunaan teknik-teknik yang dirancang untuk menjadikan klien berbuat sesuatu sehingga klien bisa menghilangkan pertahanan-pertahanan dan persepsi-persepsinya yang kaku serta mampu bergerak menuju taraf fungsi pribadi yang lebih tinggi. Sofyan Willis (2009) dalam bukunya yang berjudul Konseling Keluarga menguraikan implikasi teori yang dikemukakan Carl Ransom Rogers bagi bimbingan dan konseling sebagai berikut: 1. Tujuan Konseling Terapi terpusat pada klien yang dikembangkan oleh Carl R Rogers pada tahun 1942 bertujuan untuk membina kepribadian klien secara integral, berdiri sendiri, dan mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah sendiri. Kepribadian yang integral adalah struktur kepribadiannya tidak terpecah artinya sesuai antara gambaran diri yang
Page | 30

ideal (ideal-self) dengan kenyataan diri sebenarnya (actual-self). Kepribadian yang berdiri sendiri atas dasar tanggung jawab dan kemampuan. Tidak bergantung pada orang lain. Sebelum menentukan pilihan tentu individu harus memahami dirinya (kekuatan dan kelemahan diri) dan kemudian keadaan diri tersebut harus ia terima. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan beberapa syarat yakni: a. b. c. 2. Kemampuan dan keterampilan teknik konselor. Kesiapan klien untuk menerima bimbingan. Taraf intelegensi klien yang memadai. Proses Konseling

Berikut ini tahap-tahap konseling terapi terpusat pada klien. a. Klien datang kepada konselor atas kemauan sendiri. Apabila klien datang atas

suruhan orang lain, maka konselor harus mampu menciptakan situasi yang sangat bebas dan permisif dengan tujuan agar klien memilih apakah ia akan terus minta bantuan atau akan membatalkannya. b. Situasi konseling sejak awal harus menjadi tanggung jawab klien, untuk itu konselor

menyadarkan klien. c. Konselor memberanikan klien agar mampu mengemukakan perasaannya. Konselor

harus bersikap ramah, bersahabat dan menerima klien sebagaimana adanya. d. e. f. g. Konselor menerima perasaan klien serta memahaminya. Konselor berusaha agar klien dapat memahami dan menerima keadaan dirinya. Klien menentukan pilihan sikap dan tindakan yang akan diambil (perencanaan) Klien merealisasikan pilihannya itu.
Page | 31

3.

Teknik Konseling Penekanan masalah ini adalah dalam hal filosofis dan sikap konselor ketimbang

teknik, dan mengutamakan hubungan konseling ketimbang perkataan dan perbuatan konselor. Implementasi teknik konseling didasari oleh paham filsafat dan sikap konselor tersebut. Karena itu teknik konseling Rogers berkisar antara lain pada cara-cara penerimaan pernyataan dan komunikasi, menghargai orang lain dan memahaminya (klien). Karena itu dalam teknik amat digunakan sifat-sifat konselor berikut: a. Acceptance artinya konselor menerima klien sebagaimana adanya dengan segala masalahnya. Jadi sikap konselor adalah menerima secara netral. b. Congruence artinya karakteristik konselor adalah terpadu, sesuai kata dengan perbuatan dan konsisten. c. Understanding artinya konselor harus dapat secara akurat dan memahami secara

empati dunia klien sebagaimana dilihat dari dalam diri klien itu. d. Nonjudgemental artinya tidak member penilaian terhadap klien, akan tetapi konselor selalu objektif. 8. TEORI ABRAHAM MASLOW Abraham Harold Maslow lahir pada tanggal 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Dia anak pertama dari tujuh bersaudara. Kedua orangtuanya adalah penganut yahudi tidak berpendidikan yang berimigrasi dari Rusia. Karena sangat berharap anak-anaknya berhasil di dunia baru, kedua orang tuanya memaksa Maslow dan saudara-saudaranya belajar keras agar meraih keberhasilan di bidang akademik. Tidak heran jika semasa kanak-kanak dan remaja, Maslow menjadi anak penyendiri dan menghabiskan hariharinya dengan buku. Maslow mendapat kedudukan dari departemen psikologi di Branders dari 1951 sampai 1969. disitu dia bertemu Kurt Goldstein, yang memberi ide atau pikiran tentang aktualisasi diri dalam bukunya yang terkenal, The Organism (1934). Disini juga dia
Page | 32

memulai mengenalkan psikologi humanistik sesuatu yang besar yang lebih penting untuk dia daripada teori yang dibuatnya. Maslow mengembangkan gagasan ini lebih lanjut dan dikenal dengan sebutan hirearki kebutuhan: Kebutuhan fisiologis. Ini termasuk kebutuhan akan oksigen, air, protein, garam, gula, kalsium, dan lainnya seperti mineral dan vitamin. Ini juga, termasuk kebutuhan untuk menjaga PH agar seimbang dan suhu yang sesuai. Dan juga, ada kebutuhan untuk aktif, istirahat, tidur, untuk melepaskan diri dari yang tidak dibutuhkan ( CO2, keringat, air kencing, dan kotoran ), untuk menjaga agar tidak sakit dan untuk memenuhi seks. Kebutuhan rasa aman. Kalau kebutuhan fisiologis sudah diperhatikan, barulah lapisan kebutuhan kedua ini muncul. Anda akan semakin ingin menemukan situasi dan kondisi yang aman, stabil dan terlindung. Anda perlahan lahan akan menginginkan struktur dan tatanan. Sebaliknya, jika kebutuhan lapisan kedua ini dilihat secara negatif, perhatian anda akan terfokus bukan pada persoalan lapar dan haus, tapi pada rasa takut dan kecemasan. Dikalangan orang-orang dewasa di amerika, kebutuhan ini akan terwujud dalam keinginan mereka yang sangat kuat untuk tinggal berdekatan dengan tetangga yang baik, pekerjaan yang aman, perencanaan masa pension yang matang, asuransi, dan lain sebagainya. Kebutuhan cinta dan rindu (kebutuhan untuk dimiliki atau memiliki). Ketika kebutuhan fisiologis dan rasa aman sudah terpenuhi , kebutuhan lapisan ketiga pun muncul. Anda mulai merasa butuh teman, kekasih, anak dan bentuk hubungan berdasarkan perasaan Lainnya. Dilihat secara negative, anda akan semakin mencemaskan kesendirian dan kesepian. Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan ini dapat berbentuk keinginan untuk menikah, memiliki keluarga, menjadi bagian dari satu kelompok atau masyarakat. Kebutuhan harga diri. Setelah itu kita akan mencari harga diri. Maslow mengatakan bahwa ada dua bentuk kebutuhan terhadap harga diri ini : bentuk yang lemah dan yang kuat. Bentuk yang lemah adalah kebutuhan kita untuk dihargai orang lain, kebutuhan terhadap status, kemuliaan, kehormatan, perhatian, reputasi, apresiasi bahkan dominasi. Sementara yang kuat adalah kebutuhan kita untuk percaya diri, kompetensi, kesuksesan,
Page | 33

independensi dan kebebasan. Bentuk kedua ini lebih kuat karena sekali didapat kita tidak melepaskannya, berbeda dengan kebutuhan kita akan penghargaan orang lain. Bentuk negative dari kebutuhan akan harga diri ini adalah rendah diri dan kompleks inferioritas. Maslow mwmbenarkan Adler ketika mengatakan bahwa masala inlah yang menjadi dasar masalah-masalah psikologis. Di Negara-negara modern, sebagian besar orang hanya mementingkan kebutuhan fisiologis dan rasa aman. Sering orang tidak terlalu memedulikan kebutuhan mereka akan cinta dan kerinduan. Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengenal realita. Jadi manusia memiliki keinginan yang kuat untuk mengetahui, memahami buka saja tentang dirinya, tetapi juga diluar dirinya. aktualisasi diri. Tingkat terakhir ini agak sedikit berbeda dengan empat tingkat sebelumnya. Maslow menyebut tingkat ini dengan istilah berbeda-beda: motivasi pertumbuhan (sebagai lawan dari motivasi devisit), kebutuhan-kebutuhan untuk ada (being-needs) atau B-Needs (sebagai lawan dari D-Needs). B-Needs adalah kebutuhan untuk aktualisasi-Diri. Kebutuhan-kebutuhan aktualisasi diri ini tidak memerlukan penyeimbangan atau homeostatis. Sekali diperoleh, dia akan terus dirasakan. Kebutuhan ini memang akan meningkat kalau kita menyebarkannya. Kebutuhan-kebutuhan ini mencakup hasrat untuk terus-menerus mewujudkan potensi-potensi diri, keinginan untuk menjadi apa yang anda bisa. Kebutuhan ini lebih merupakan persoalan menjadi yang sempurna, menjadi Anda yang sebenarnya. Oleh karena itulah kebutuhan ini disebut aktualisasi-diri. Meta Kebutuhan dan Mega Patologi Cara lain yang ditempuh Maslow untuk mengetahui apakah sesungguhnya aktualisasi-diri adalah dengan menyelidiki apa yang menjadi kebutuhan paling dasar (Bneeds) orang-orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Kebutuhan-kebutuhan yang ingin mereka penuhi demi kebahagiaan adalah: Kebenaran, bukan kepalsuan Kebaikan, bukan kejahatan . Keindahan, bukan sesuatu yang jelek atau vulgar.

Page | 34

Kesatuan, kemenyeluruhan dan penghilangan oposisi biner, bukan pilihan-pilihan sekehendak hati.

Kehidupan yang hidup, bukan kematian atau kehidupan bagai mesin. Keunikan, bukan keseragaman. Kesempurnaan dan kepastian, bukan hal yang asal-asalan, ketidakkonsistenan atau kebetulan.

Penyelesaian, bukan keterbengkalaian. Keadilan dan keteraturan, bukan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Kesederhanaan, kerumitan-kerumitan yang tidak perlu. Kebercukupan sumber daya, bukan lingkungan yang miskin. Kewajaran, bukan sesuatu ynag didasarkan pada paksaan. Keriangan dan Kegembiraan, bukan sesuatu yang kasar dan mekanistik, kering tanpa humor.

Kemandirian, bukan ketergantungan. Kebermaknaan, bukan kehampaan hati.

9. TEORI LOGOTERAPI (VICTOR FRANKL) Viktor Emile Frankl nama lengkapnya, Ia dilahirkan tanggal 26 maret 1905 tanggal 3 september 1997 meninggal dunia di Wina, ibu kota Austria yang sejak dahulu terkenal sebagai induk budaya Eropa, tempat kelahiran tokoh tokoh seni dan ilmu pengetahuan termasyhur. Dikota itu pula lahir tokoh tokoh psikologi seperti Mesmer ( therapy hipnosa ), Feuchtesleben ( psikologi kesehatan), Sigmund Freud ( psikoanalisa ), dan Alfred adler ( psikologi individual ). Ayahnya adalah seorang Yahudi Saleh yang pernah menjadi mahasiswa kedokteraan, tetepi terpaksa menghentikan kuliahnya karena kekurangan biaya. Setelah berhenti kuliah Ia bekerja dibagian Sekretariat Parlemen Kerajaan Austria sebagai penulis steno selama 10 tahun dan akhirnya menjadi pegawai tetap Depertemen Sosial sampai pensiun. Ayah frankl banyak menaruh perhatian pada masalah kesejahteraan pemuda, betapa gembiranya waktu anaknya, Viktor Frankl memilih studi kedokteran, bidang yang didambaannya yang kandas karena kekurangan biaya. Setelah
Page | 35

lulus menjadi dokter, Viktor Frankl mengambil keahlian dalam bidang Neuro psikiatri ( ahli penyakit syaraf dan jiwa ) dan berhasil meraih gelar doktor dalam Ilmu kedokteran ( M.D ), kemudian Doktor dalam Ilmu Filsafat ( Ph.D ) di Universitas Wina.Tahun 1937 setelah menyelesaikan pendidikan spesialisasi Frankl menbuka praktek pribadi sebagai Neuro- psikiater dan mengamalkan pendekatan logoterapi. Beberapa bulan kemudian Hitler dengan pasukan Nazinya menguasai Austria dan menduduki Wina serta mulai melakukan berbagai pembatasan dan teror kepada warga Yahudi. Menyadari situasi makin rawan dan ancaman dimasukkan di kamp konsentrasi Viktor Frankl mempercepat penyelesaian naskah bukunya tentang makna hidup dan tinjuan baru atas berbagai gangguan dan penyakit jiwa. Naskah itu semula akan dikirim kepenerbit, tetapi memungkinkan karena situasi negara mulai tidak aman sehubungan ancaman perang dunia II. Pandang Frankl tentang kesehatan psikologi menenkankan pentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan kerangka, didalamnya segala sesuatu yang lain diatur, akan tetapi, pertama tama coba kita bicarakan nama yang telah diberikannya kepada sistemnya, yakni logotherapy. Kata Logos dalam bahasa Yunani yang berarti makna ( meaning ) dan juga rohani ( spirituality ), sedangkan therapy adalah penyembuhan atau pengobatan, jadi logotherapy secara umum dapat digambarkan sebagai corak psikologi / psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia di samping dimensi ragawi dan jiwa, serta beranggpan bahwa makna hidup ( the meaning of life ) dan hasrat untuk hidup bermakna ( the will to meaning ) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna ( the meaningful life ) yang didambakannya yang harus diraih oleh setiap orang. Didalam teori kepribadian membahas pula determinasi kepribadian, yaitu bawaan ( genetik ), kondisi psikis, dan situasi sosial budaya yang selalu saling berkaitan dan pengaruh mempengaruhi. Landasan teori kepribadian Logoterapi bercorak eksistensial humanistik. Artinya Logoterapi mengakui manusia sebagai makhluk yang memiliki kebebasan berkehendak sadar diri, dan mampu menentukan apa yang terbaik bagi dirinya sesuasijulukan kehormatan bagi manusia sebagi the self detemning being. Selain itu manusia memiliki kualitas kualitas insani ( human gualities ), yakni berbagai potensi,
Page | 36

kemampuan, bakat, dan sifat yang tidak terdapat pada makhluk makhluk lain, seperti kesadaran diri, transendensi diri memahami dan mengembangkan diri, kebebasan memilih, kemampuan menilai diri sendiri dan orang lain, spiritualitas dan religiusitas, humor dan tertawa, etika dan rasa estetika, nilai dan makna dan sebagainya. Dengan demikian, teori kepribadian ini bukan berorientasi masa lalu ( past oriented ) seperti halnya psikodinamik atau kini dan- di- sini ( here and now ), seperti pada pandangan behavioral, melainkan berorientasi pada masa mendatang ( future oriented ), karena makna hidup harus ditemukan dan hidup bermakna benar benar sadar dan sengaja dijadikan tujuan, diraih, dan perjuangkan. Logoterapi mengemukakan tiga cara bagaimana kita dapat memberi arti bagi kehidupan : Dengan memberikan kepada dunia lewat suatu ciptaan. Dengan sesuatu yang kita ambil dari dunia dalam pengalaman. Dengan sikap yang kita ambil terhadap penderitaan.

Asas-asas logoterapi Logoterapi mengemukakan asas asas yang telah teruji kebenarannya oleh penemunya sendiri dalam Laboratorium Hidup kamp konsentrasi. Ada tiga asas utama Logoterapi, yaitu : Pertama, hidup itu tetap memiliki makna( arti ) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting, benar, berharga dan didambakan serta memberi nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup. Kedua, setiap manusia memiliki kebebasan yang hampir tak terbatas untuk menemukan sendiri makna hidupnya. Makna hidup dan sumber sumbernya dapat ditemukan dalam kehidupan itu sendiri, khususnya pada pekerja dan karya bakti yang dilakukan, serta keyakinan terhadap harapan dan kebenaran penghayatan atas keindahan, iman, dan cinta kasih.
Page | 37

Ketiga, setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengambil sikap terhadap penderitaan dan peristiwa tragis yang tidak dapat dielakan lagi yang menimpa diri sendiri dan lingkungan sekitar, setelah upaya mengatasinya telah dilakukan secara optimaltetap tak berhasil Ketiga asas itu tercakup dalam ajaran Logoterapi mengenai eksistensi manusia dan makna hidup sebagai berikut. : Dalam setiap keadaan, termasuk dalam penderitaan sekalipun, kehidupan ini selalu mempunyai makna. Kehendak untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama setiap orang. Dalam batas batas tertentu manusia memiliki kebebasan dan tanggung jawab pribadi untuk memilih, menentukan, dan memenuhi makna dan tujuan hidupnya. Hidup yang bermakna diperoleh dengan jalan merealisasikan tiga nilai kehidupan, yaitu nilai nilai kreatif ( creative valusues), nilai nilai penghayatan ( experiential values ), dan nilai nilai bersikap ( attitudinal values ). Eksistensi manusia menurut Logoterapi ditandai oleh kerohanian ( spirituality ), kebebasan ( freedom ) dan tanggung jawab ( responsibility ). Selain asas asas dan ajaran tersebut Logoterapi sebagai teori kepribadian dan terapi praktikal memiliki tujuan agar setiap pribadi. : Memahami adanya potensi dan sumber daya rohaniah yang secara universal ada pada setiap orang terlepas dari ras, agama, dan keyakinan yang dianut, Menyadari bahwa sumber sumber dan potensi itu sering ditekan, terhambat, dan diabaikan, bahkan terlupakan Memanfaatkan daya daya tersebut untuk bangkit kembali dari penderitaan untuk mampu tegak kokoh menghadapi berbagai kendala, dan secara sadar mengembangkan diri untuk meraih kualitas hidup yang lebih bermakna.

Page | 38

Penghayatan Hidup Tanpa Makna Walaupun penghayatan hidup tanpa makna ini bukan merupakan suatu penyakit, akan tetapi dalam keadaan intensif dan berlarut larut tak diatasi dapat menjelma menjadi Neurosis Noogenik, Karakter Totaliter, dan Karakter Konformis. - Neurosis Noogenik merupakan suatu gangguan perasaan yang cukup menghambat prestasi dan penyesuaian diri seorang. Gangguan ini biasanya tampil dalam keluhan keluhan serba bosan, hampa dan penuh keputusasaan, kehilangan minat dan inisiatif, serta merasa bahwa hidup ini tidak ada artinya sama sekali. - Karakter Totaliter adalah gambaran pribadi dengan kecenderungan untuk memaksakan tujuan, kepentingan dan kehendaknya sendiri dan tidak bersedia menerima masukan dari orang lain. - Karakter Konformis adalah gambaran pribadi dengan kecenderungan kuat untuk selalu berusaha mengikut dan menyesuaikan diri kepada tuntutan lingkungan sekitarnya serta bersedia pula untuk mengabaikan keinginan dan kepentingan dirinya sendiri. Karakter Konformis ini berawal dari kekecewaan dan kehampaan hidup sebagai akibat tidak berhasilnya memenuhi motivasi utama, yaitu hasrat untuk hidup bermakna. Penghayatan Hidup Bermakna Berlainan dengan penghayatan hidup tak bermakna, mereka yang menghayati hidup bermakna menunjukkan corak kehidupan penuh semangat dan gairah hidup serta jauh dari perasaan hampa dalam menjalani kehidupan sehari sehari. Tujuan hidup, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang jelas bagi mereka, dengan demikian, kegiatan kegiatan mereka pun menjadi lebih terarah serta merasa sendiri kemajuan kemajuan yang telah mereka capai. Kalaupun mereka pada suatu saat berada dalam situasi yang tak menyenangkan atau mereka sendiri mengalami penderitaan, mereka akan menghadapinya dengan sikap tabah serta sadar bahwa senantiasa ada hikmah yang tersembunyi dibalik

Page | 39

penderitaannya itu. Mereka mampu untuk mencintai dan menerima cinta kasih orang lain, serta menyadari bahwa cinta kasih merupakan salah satu hal yang menandakan hidup ini bermakna.. Mereka orang orang yang benar benar menghayati bahwa hidup dan kehidupan mereka bermakna.

Page | 40

BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN Kepribadian adalah ciri khusus yang terdapat pada seseorang sehingga orang tersebut memiliki kelebihan dimata orang lain dan merupakan proses pendewasaan. Dalam teori-teori yang dijelaskan diatas dapat diketahui ada berbagai macam dinamika kepribadian pada setiap individu. Dan setiap tokoh diatas menyajikan beberapa jenis kepribadian yang berbeda. Dan itupun pasti ada kekurangan dan kelebihannya 2. SARAN a. Makalah ini masih jauh dari sempurna, maka ada baiknya untuk pembuatan makalah selanjutnya semoga bisa lebih baik lagi. b. Waktu yang diberikan terlalu mendadak, jadi bahan-bahan yang dijadikan acuan pembuatan makalah ini pun sekadarnya saja. c. Semoga bisa menjadi suatu makalah yang berguna

Page | 41

DAFTAR PUSTAKA Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press, 2005. Hall, Calvin S. Teori-Teori Holistik (Organismik Fenomenologis). Yogyakarta: Kanisius, 1993. Suryabrata, Sumadi. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1982. http://hariezz-ndutt.blogspot.com/2009/05/teori-analitik-faktorial-cattell.html http://ariefimamsetyadi.wordpress.com/2009/03/20/teori-kepribadian-murray/ Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang. Boeree, CG. (1997) .Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. (Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta : Primasophie. Farozin, H. M. Dan Fathiyah, Kartika Nur. (2004) Pemahaman Tingkah Laku. Jakarta : Rineka Cipta. Koeswara, E. (1991) Teori-teori Kepribadian. Bandung Eresco. Sumadi Suryabrata. (2005) Psikologi Kepribadian. Jakarta : CV Rajawali. Supratiknya, A. (editor) (1993) Teori-teori Holistik : Organismik Fenomenologis. Yogyakarta : Kanisius. Corey, Gerald. (2009). Konseling dan Psikoterapi. Aditama:Bandung.

Page | 42

Page | 43

Page | 44