1

PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia yang dibina oleh Bapak Ludhi

Oleh Kelompok VI: Fajar Doni Ardianto Efendi Tri Krisdianto Beni alif ayu wijaya Irvan Fachrudin 407413412198 407413412193 407413412187 407413412149

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN S1 MANAJEMEN Oktober 2008

2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York. Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan. Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain : • • • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa - sangat jarang di Kalimantan dan Irian. Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar. Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun. • • • Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa. Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi

2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakgn yang ada penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui jumlah. Bagaimana campur tangan pemerintah tentang kependudukan dan tenagakerjaaan? 1. Untuk mengetahui angkatan kerja dantingkat upah di Indonesia. 2. . Untuk mengetahui ketenagakerjaan di Indonesia. Bagaimana pandangan umum tentang ketenagakerjaan di Indonesia? 4.3 Tujuan Penulisan Makalah 1. Untuk mengetahui karakteristik kependudukan di Indonesia. Untuk mengetahui kebijaksanaan kependudukann dan ketenagakerjaan. kepadatan. dan laju pertumbuhan penduduk.3 1. Bagaimana laju pertumbuhan penduduk di Indonesisa? 2. 5. Bagaimana karateristik kependudukan Indonesia? 3. 3. 4. Bagaimanakah pekerjaan dan tingkat upah yang berlaku diIndonesia? 5.

Crude Birth Rate (CBR) turun dari sekitar 21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi. Walaupun demikian. penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1. namun penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian.1.1 persen pada tahun 2000 menjadi 55.2 juta pada tahun 2025 (Tabel 2. Salah satu ciri penduduk Indonesia adalah persebaran antar pulau dan provinsi yang tidak merata. Sejak tahun 1930. Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian.4 BAB II KAJIAN TEORI 2. Sebaliknya persentase penduduk yang tinggal di pulau pulau lain meningkat seperti.49 persen per tahun. padahal luas pulau itu kurang dari tujuh persen dari luas total wilayah daratan Indonesia. Pulau .1 Penduduk di Indonesia Dalam wikipedia dijelaskan bahwa penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.92 persen per tahun. sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. sedangkan Crude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.4 persen pada tahun 2025. kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1. Dalam dekade 1990-2000. Angka Jumlah penduduk Indonesia dapat dijumpai pada hasil Sensus Penduduk terbitan Biro Pusat Statistik 2. pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun.34 persen dan 0.1).1 Laju Pertumbuhan Penduduk Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205.1 juta pada tahun 2000 menjadi 273. Namun secara perlahan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa terus menurun dari sekitar 59.

maka terlihat laju pertumbuhan penduduk di beberapa provinsi ada yang naik pesat dan ada pula yang turun dengan tajam (data tidak ditampilkan). Sulawesi Tengah. Selain pertumbuhan alami di pulau-pulau tersebut memang lebih tinggi dari pertumbuhan alami di Jawa. Kalimantan naik dari 5. jauh lebih tinggi dari provinsi-provinsi pengirim migran lainnya. terutama untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.5 Sumatera naik dari 20.7 persen menjadi 22. memperlihatkan dua provinsi dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk minus yaitu. Bengkulu. Tabel 2.5 persen menjadi 6. Gorontalo dan Papua. Jawa Tengah.50 persen dibandingkan periode sebelumnya (1990-2000) adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Bangka Belitung. provinsi yang laju pertumbuhannya naik pesat minimal sebesar 0. Jumlah penduduk di setiap provinsi sangat beragam dan bertambah dengan laju pertumbuhan yang sangat beragam pula. provinsi-provinsi yang laju pertumbuhan penduduknya turun tajam minimal sebesar 0.40 persen dibandingkan periode sebelumnya adalah Lampung. . Sumatera Selatan. Kondisi ini kemungkinan akibat dari asumsi migrasi yang digunakan. DKI Jakarta dan Maluku Utara. Sebagai contoh. Nanggroe Aceh Darussalam dan DKI Jakarta. yaitu pola migrasi menurut umur selama periode proyeksi dianggap sama dengan pola migrasi periode 1995-2000. Pola migrasi provinsi ini pada periode 1995-2000 adalah minus di atas 10 persen. Sementara. faktor arus perpindahan yang mulai menyebar ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi penduduk. Kep.1.5 persen pada periode yang sama. Bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan periode 1990-2000.7 persen.

33 2. NANGGROE ACEH 0.14 0.81 0. DKI JAKARTA 0.16 0.00 0.54 TIMUR 61. KEPULAUAN BANGKA 1.29 1.37 1.34 0.50 1.53 1.01 2.85 1.28 1.51 0.37 1.63 0. KALIMANTAN 1.32 2.17 1. KALIMANTAN 2.29 20102015 (4) 0. JAWA TENGAH 0. SULAWESI TENGAH 2. MALUKU UTARA 1.57 2.67 BARAT 53.00 2.01 0.79 2.26 0.17 0.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Provinsi 2000-2025 (dalam %) Propinsi 20002005 (2) 20052010 (3) 0.77 1.95 0. RIAU 4.67 1.68 1.46 1.93 1.54 1.25 3.91 81.78 1.30 15. SULAWESI 2.87 TENGAH 63.82 BARAT 62.95 -0.61 19.77 TIMUR 71.33 0.23 1.30 1.54 (1) 11.35 1.26 1. JAMBI 2.47 2.08 1.40 2.27 0.66 0.37 1. SULAWESI UTARA 1.71 14.32 1. KALIMANTAN 1. NUSA TENGGARA 1.60 0.41 52.41 1.23 1.53 1.99 1.51 1.11 1.60 4.69 1.00 16.51 2.00 35.04 20152020 (5) 0.11 0.47 1. GORONTALO 0. PAPUA 2.45 0.35 0.70 SELATAN 17.55 DARUSSALAM 12.61 .18 1.01 73.19 2.94 1.54 1.53 0.04 1.01 1.49 0.07 1.91 2.20 1.80 20202025 (6) -0.44 0.34 1.37 1.48 1.99 0.89 1.72 2. NUSA TENGGARA 1.42 1.80 32.75 1.47 0. SULAWESI SELATAN 1. KALIMANTAN 2. BANTEN 2.20 0. M A L U K U 1. SUMATERA BARAT 0.66 2. SUMATERA 1.85 1.94 0. BENGKULU 2.26 1.41 1.66 SELATAN 64.57 1.79 1.69 0.31 2.63 1.66 2.46 0.66 82.78 94.18 0.08 74.09 1.78 0.69 3.68 1.14 1.35 13. JAWA TIMUR 0. LAMPUNG 1.12 2.45 36. B A L I 1.58 1. SUMATERA UTARA 1.63 1.95 0.73 0.42 34. JAWA BARAT 1. D I YOGYAKARTA 1.76 TENGGARA 75.14 0.27 0.54 BELITUNG 31.64 1.33 1.83 51.39 3.58 1.6 Tabel 2.26 1.13 18.77 1.37 72.91 1.05 0.88 0.81 33.

2 Karakteristik Kependudukan Indonesia .2 Perkiraan jumlah penduduk sampai tahun 2050 2.7 Sumber: 2008 Data Statistik Indonesia Tabel 2.

Perubahan susunan ini mengakibatkan beban ketergantungan (dependency ratio) turun dari 54.5 persen (Tabel 2.5).3 sampai dengan Tabel 2. Susunan umur penduduk hasil proyeksi yang disajikan pada Tabel 2. Dalam kurun yang sama mereka yang dalam usia kerja. Menurunnya rasio beban ketergantungan menunjukkan berkurangnya beban ekonomi bagi penduduk umur produktif (usia kerja) yang menanggung penduduk pada umur tidak produktif.50 persen pada tahun 2025.70 persen pada tahun 2000 menjadi 45.4) dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas naik dari 4. Asumsi tentang penurunan tingkat kelahiran dan kematian Indonesia seperti diuraikan di atas sangat mempengaruhi susunan umur penduduk. .7 persen menjadi 8.8 Struktur umur penduduk Indonesia masih tergolong muda.3). walaupun dari hasil sensus dan survei-survei yang lalu proporsi penduduk muda tersebut menunjukkan kecenderungan makin menurun.6 persen menjadi 68. 15-64 tahun meningkat dari 64.5 juga menunjukkan pola yang sama.7 persen pada tahun 2000 menjadi 22. Proporsi anak-anak berumur 0-14 tahun turun dari 30.8 persen pada tahun 2025 (Tabel 2.7 persen (Tabel 2.

2 26.1 25.7 25.2 24. D I YOGYAKARTA 35.0 31.1 32.3 31.0 23.7 30.8 36.6 35.3 28.7 20.9 25.3 29.7 27.3 28.4 26.2 24.0 24.1 22.0 29.2 27.0 38.1 35.5 28.6 23.6 32.1 34.9 32.0 24.9 33.7 24.5 26.9 25.7 27.5 35.6 28. RIAU 15.0 27.3 26.0 34.3 28.8 39.1 31.0 23.5 26.1 35.4 24.5 25.2 26. KALIMANTAN TENGAH 63.1 24.8 30.2 37.1 27.7 29.4 24.2 24.9 23.0 28. JAMBI 16.9 25.3 25.0 26.0 26.0 34.4 24.7 26.0 28.2 29.6 26.9 Tabel 2.8 24.4 24.3 31. M A L U K U 82.7 19. SULAWESI TENGGARA 75. PAPUA 2000 2005 2010 2015 2020 2025 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 36.2 23.5 33.4 33.6 27.4 26.2 31.7 32.4 30.3 28.9 31.3 29.3 28.2 24. BENGKULU 18.0 21. LAMPUNG 19.1 28.3 31.7 28.4 23.5 23.5 31. BANTEN 51.6 20.7 25.3 34.1 25.3 Estimasi Proporsi Penduduk Umur 0-14 menurut Provinsi Tahun 2000-2025 (dalam %) Propinsi (1) 11. SUMATERA BARAT 14.0 17.5 25.6 28.6 29.5 26. JAWA BARAT 33.8 25.0 27.7 23.5 32.9 25. SULAWESI UTARA 72.4 27.6 25.8 26.5 26.0 24.8 27.2 25.3 21.0 21. JAWA TIMUR 36.1 23.7 30.9 22.8 36.3 34.3 16.4 27. NUSA TENGGARA TIMUR 61.0 30.5 17.0 30.3 22.4 19.3 28.1 29.1 28.1 24.5 32.4 27.6 20.5 25.4 24.9 26. DKI JAKARTA 32.4 22. SUMATERA UTARA 13.2 22.1 26.9 20.4 Tabel 2. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 31.4 19. KALIMANTAN TIMUR 71.5 25.2 26.3 24.0 24. JAWA TENGAH 34. SUMATERA SELATAN 17.2 25. SULAWESI SELATAN 74.1 38.1 34. MALUKU UTARA 94.6 17.1 26.5 31.9 23.9 19. NUSA TENGGARA BARAT 53.7 32. GORONTALO 81.9 20.4 Estimasi Proporsi Penduduk Umur 15-64 menurut Provinsi Tahun 2000-2025 (dalam %) .0 30. KALIMANTAN SELATAN 64. SULAWESI TENGAH 73.9 31.8 25.0 21.9 25.0 33.2 36.1 26.5 33. B A L I 52.4 30.6 28. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12.9 34.4 29.4 25.0 18.9 26.2 30.1 26.6 26.2 35.1 26.8 22. KALIMANTAN BARAT 62.

0 68.1 70.9 71.6 71.1 62.6 70.4 70.9 67. BANTEN 51.2 67.5 67.2 70. SULAWESI SELATAN 74.3 67.5 62.3 68.6 70. SUMATERA BARAT 14.2 68.8 73. BENGKULU 18.1 67.0 69.9 69. RIAU 15.4 69.8 63. SUMATERA SELATAN 17.9 66.5 64.2 69.4 65.4 69.8 69.8 68.6 68.9 69.5 67.1 72.4 71.8 60.3 67.5 62.6 64.2 64.6 70.9 69.0 67. NUSA TENGGARA TIMUR 61.9 69.1 68.1 69.0 68.7 66. B A L I 52.4 62.8 67.4 68.9 69.2 66.9 57.4 67.6 73.9 69.0 69. M A L U K U 82.6 69.4 71.4 68. JAWA TENGAH 34.0 68.2 60.9 69.0 65. NUSA TENGGARA BARAT 53.0 69.7 73.2 62.4 69.7 70.3 65.2 67.6 69.3 61.7 71.9 65.7 70.7 69.6 66.7 72.8 65.7 59. LAMPUNG 19.0 68.9 61.0 69.6 69.0 70.9 64.5 66. JAWA TIMUR 36.7 65. KALIMANTAN SELATAN 64.0 67.1 65.6 68. PAPUA 2000 2005 2010 2015 2020 2025 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 60.3 64.5 60.1 67.1 71.7 67.6 69.9 Tabel 2.1 69.9 64.10 Propinsi (1) 11.0 67.2 69.9 57.7 65.7 70.2 70.3 69. KALIMANTAN TIMUR 71.1 65. DKI JAKARTA 32.8 68. KALIMANTAN BARAT 62.3 61. JAMBI 16.8 67.5 66.6 63.0 62.9 65. MALUKU UTARA 94.1 68.4 62.7 63.0 72.9 71.2 63. SULAWESI TENGGARA 75.1 68.0 66.0 63.9 69.0 58.4 68. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12.3 61.5 67.4 65. KALIMANTAN TENGAH 63.4 69.7 66.1 68. GORONTALO 81. D I YOGYAKARTA 35.1 68.5 66.1 69.9 71.4 66.9 71.8 67.1 71.0 66.3 60.2 68.8 66.9 70.9 65.4 67.6 65. JAWA BARAT 33.9 66.2 68.6 62.2 69.0 65.7 66. SULAWESI TENGAH 73.5 68.1 69.1 68.5 67.7 69.7 70.5 Estimasi Proporsi Penduduk Umur 65+ menurut Provinsi Tahun 2000-2025 (dalam %) Propinsi (1) 2000 2005 2010 2015 2020 2025 (2) (3) (4) (5) (6) (7) .4 71.1 67.1 67. SULAWESI UTARA 72.9 69.1 68.4 64.9 65.4 67.8 69.1 67. SUMATERA UTARA 13.0 67.3 60. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 31.9 70.6 67.0 71.2 69.1 67.7 65.

6 7.9 3.6 3.4 5.7 6.4 5. KALIMANTAN TIMUR 71.2 6.8 5.0 1. JAWA BARAT 33. BENGKULU 18.3 3.9 9.8 4. RIAU 15.5 4.5 4. MALUKU UTARA 94.6 3.9 3.9 .3 3.4 6. KALIMANTAN TENGAH 63.5 4.9 3.6 4.2 3.6 7.8 1. NUSA TENGGARA BARAT 53.4 4.0 3.3 3. SUMATERA BARAT 14.2 4.9 6.6 7.4 2.7 2.2 3.6 3. B A L I 52.3 4.6 10.0 4.5 4.3 4.9 8.2 5.4 4. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12.1 3. M A L U K U 82.5 5.1 2.1 3.0 7.6 3.5 9.6 NO.1 2. DKI JAKARTA 32.3 4.0 5.6 perbandingan demografis ANGKA ANGKA TOTAL KELAHIRAN KEMATIAN FERTILITY KASAR (AKLK) KASAR (AKK) RATE (TFR) 1994 1995 1997*) 1994 1995 1997*) 1995 1996 1997*) ***) 1 Brunei Darussalam 27 23.2 6.1 4.5 6.0 6.5 2.7 8.1 3.8 8.0 3.5 3.4 4.8 2.4 6.2 6.5 3.5 5.5 8.5 3.4 6.6 5.4 3.2 1. JAWA TENGAH 34.2 5.11 11. SUMATERA SELATAN 17. GORONTALO 81.3 12.7 7.3 8. SULAWESI TENGGARA 75.7 5.3 4.1 4.3 4.9 7. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 31. SULAWESI TENGAH 73. SULAWESI UTARA 72.5 9.2 3.1 5.8 6.2 3.2 2.4 5.7 4.5 9.8 4.0 4.2 9.4 10.2 5.5 5. PAPUA 3. SULAWESI SELATAN 74.6 5.8 5.6 6.8 7.3 4.6 5.0 2.8 3.9 7.1 6.4 3.8 10.9 4.4 3.8 2.2 3. SUMATERA UTARA 13. BANTEN 51.9 11.8 3.0 3.9 7.7 5.8 6.6 5. LAMPUNG 19.6 4.8 5.6 3.7 2.2 23. KALIMANTAN SELATAN 64.2 4. JAWA TIMUR 36.0 3. NEGARA Tabel 2.1 2.9 3.4 4. JAMBI 16.0 3.1 3.8 2.1 12.2 4.4 7. NUSA TENGGARA TIMUR 61.1 4.0 4.9 6.3 2.1 5.2 5.9 4.9 6.4 6.5 4.5 5. D I YOGYAKARTA 35.6 3.2 4.1 3.7 5.1 5.0 6.4 2.7 8.2 7.7 3. KALIMANTAN BARAT 62.2 6.7 5.5 2.4 4.3 6.3 3.7 2.8 4.1 3.3 8.1 5.0 6.2 2.5 3.7 3.8 5.8 6.5 5.7 5.1 7.7 6.9 3.6 3.3 10.7 8.7 4.7 6.6 3.

8 26.3 Ketenagakerjaan Untuk keperluan analisis ketenagakerjaan.1 25. upah kurang layak.1 1. rendahnya tingkat pendidikan buruh.9 6.9 5.0 4.2 2.9 16. Tenaga Kerja adalah setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan/atau akan melakukan pekerjaan.2 3.8 11.9 42.1 3.6 31.2 INDONESIA 24 Sumber : ESCAP Population Data Sheet 1996 *) Asia Pacific Countries Profile.com). 1997 *** 1997 World Population Data Sheet 2.7 6.8 5. Masalah kontemporer ketenagakerjaan Indonesia saat ini menurut analisis kami berangkat dari 4 (empat) soal besar.0 25.4 3. minimnya perlindungan hukum 4. BKKBN.0 ** 18.0 4.8 ** 2. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (www.3 25.2 31.8 22.0 7.2 9.3 4.0 3.3 5.8 5.7 10.9 3. secara garis besar penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja.2 17.6 8.3 7.8 13.3.12 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kamboja Laos Malaysia Myanmar Filipina Singapura Thailand Vietnam 38 43 28 32 30 17 20 29 39.7 28.6 6.7 1.5 4.9 22.9 4.0 7.9 3.1 Konsep dan Definisi Tenaga kerja dipilah pula kedalam dua kelompok yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.7 16. 2.3 3.tempointeraktif. yaitu.8 2.0 3.1 5. 2.6 14 8 15 5 11 7 5 6 8 12.7 3.0 2.8 2.8 26.0 27.4 7. Yang termasuk angkatan kerja ialah adalah penduduk .4 28. tingginya jumlah penggangguran massal. 3.9 5.3 3.7 ** 7.7 1. 1.0 13.7 1.

Angkatan kerja itu sendiri dibedakan menjadi dua yaitu pekerja dan pengangur.13 berumur 15 tahun keatas yang selama seminggu sebelum pencacahan bekerja atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan mereka yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Penganguran semacam ini oleh BPS dinyatakan sebagai penganggur terbuka. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. tetapi bisa dilakukan beberapa waktu sebelumnya asalkan masih dalam status menunggu jawaban lamaran. 3. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Pengangguran merupakan usaha mendapatkan pekerjaan yang tidak terbatas dalam jangka waktu seminggu yang lalu saja. Berikut ini adalah macam jenis & macam pengangguran yang lain: 1. .tempointeraktif. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur.com). Sedangkan yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja. tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mencari kerja (www. 4. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Yang dimaksud dengan pekerja adalah adalah tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah (www.com). 2.tempointeraktif. dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

48 persen dibandingkan dengan kondisi Agustus 2004 yang besarnya 67.6 juta orang atau 63.14 2.7 juta menjadi 94.2 Angkatan Kerja Indonesia Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2004 dan Februari 2005 Jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2005 mencapai 105. lebih tinggi sedikit dibanding TPT pada bulan Agustus 2004 yang besarnya 9. merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 angkatan kerja. angka ini lebih tinggi dari keadaan Agustus 2004 sebesar 63.9 persen dari seluruh penduduk yang bekerja. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi.2 persen. sehingga memberikan pengaruh terhadap faktor-faktor produksi di Indonesia.3.6 juta orang atau 31. Secara langsung naik . berarti telah mengalami kenaikan sebesar 0.5 juta penduduk usia kerja. 2.3.02 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).3 persen. TPAK Indonesia pada Pebruari 2005 sebesar 68. Kenaikan TPAK ini antara lain disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi nasional yang belum setabil. angka ini lebih tinggi dari keadaan Agustus 2004 sebesar 29. Bagian dari tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi disebut angkatan kerja. Jumlah penduduk yang bekerja dalam 6 bulan yang sama hanya bertambah 1.9 persen. Jumlah penduduk yang bekerja tidak penuh (underemployment) pada bulan Februari 2005 mencapai 29.9 juta orang. dari 93. Dengan demikian.8 juta orang. yang berarti menambah jumlah penganggur baru sebesar 600 ribu orang.8 persen.54 persen. Jumlah pekerja informal pada Februari 2005 mencapai 60.3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan. Pada kondisi Pebruari 2005. di Indonesia terdapat 155. bertambah 1.0 juta orang.2 juta orang.2 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.61 persen dari mereka berada di Pulau Jawa.8 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2004 yang besarnya 104. sekitar 60. tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada bulan Februari 2005 mencapai 10.

20 persen. Menurut golongan umur terlihat bahwa TPAK terendah pada kelompok umur 15-19 tahun.38 persen. Khusus provinsi NAD.79 dan meningkat seiring bertambahnya umur.45 persen.15 persen. yaitu dengan peningkatan TPT sebesar 3. yang aktif dalam kegiatan ekonomi sekitar 50 orang. Sulawesi Tengah 1. Pada Februari 2005. Pada kelompok lansia (umur 60 +). Selanjutnya pada kelompok umur yang lebih tua.4 Pekerjaan dan Tingkat Upah Sebaran pekerjaan angkatan kerja dapat ditinjau dari tiga aspek yaitu • • • Lapangan pekerjaan Status pekerjaan Jenis pekerjaan . Sedangkan TPAK tertinggi pada kelompok umur 45-59 tahun sebesar 80. dengan provinsi DKI dan Jawa Barat memiliki persentase tertinggi sebesar 14.49 persen.18 persen.55 persen.03 persen. antara lain terdapat tiga provinsi masing-masing sebagai berikut : NAD (Nanggru Aceh Darussalam) 6. dan Sumatera Utara 3. Sementara itu propinsi lain yang mengalami peningkatan TPT yang cukup nyata adalah Sulawesi Utara 3.72 persen.78 persen. yaitu 38.15 turunnya faktor produksi ini akan membeirikan dampak terhadap tinggi rendahnya faktor permintaan dan penawaran tenaga kerja. Sejalan dengan angka tersebut. provinsi Maluku mempunyai TPAK terendah 59. dan NTB (Nusa Tenggara Barat) 1. Jambi 2. Selama bulan Agustus 2004 sampai dengan Februari 2005 terdapat beberapa provinsi yang mengalami peningkatan TPAK yang sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa dari 100 orang lansia.45 persen. Kalimantan Timur 3. TPAK antar propinsi mempunyai variasi yang cukup besar.73 persen dan terendah di provinsi Bali sebesar 4.22 persen dan tertinggi Nusa Tenggara Timur 79. Tingkat Penggangguran Terbuka (TPT) antar provinsi juga bervariasi cukup besar. TPAK akan berangsur-angsur mengalami sedikit penurunan. TPAK turun tajam menjadi hampir 52.88. 2. peningkatan TPAK yang besar diikuti oleh TPT yang besar pula.

1.00 813.00 822.000.00 990. Bengkulu 10.589.00 568.00 886. Cimanggung & Pamulihan) -Kab. Jambi 7.000.00 683.00 724.00 924. Cimanggung & Pamulihan) Kabupaten Karawang Upah Minimum Kelompok I Upah Minimum Kelompok II Upah Minimum Kelompok III 700. Sumatera Utara 3.000.015. Jawa Barat Kabupaten Bogor Kota Depok Purwakarta Kota Bekasi Upah Minimum Kelompok I Upah Minimum Kelompok II Kabupaten Bekasi Upah Minimum Kelompok I Upah Minimum Kelompok II -Kab.020.00 833. -Tanjungsari.000.013.39 873.000. DATA UPAH MINIMUM PROPINSI (UMP) 2008 Berikut ini adalah data UMP tahun 2008.4.000.000.619.231.00 1. nama propinsi/Kabupaten/Kota: 1.00 800.00 1.00 1.000.000.583.000. Sumatera Selatan 8.60 1.16 2.000. Nanggroe Aceh Darussalam 2.00 800.00 743.205.000. Riau 5.000.00 .000. Bangka Belitung 9. Lampung 11.020.000. Sumedang (Jatinangor.00 962. Tanjungsari.225.00 763. Kepulauan Riau 6.000.00 970.528.000.500. Sumatera Barat 4.193.00 980.00 1.00 1.013.00 912. Sumedang (diluar Jatinangor.

000.00 805.500.000.00 645.000.00 685.000.000.000.00 760.000.00 685. Kalimantan Barat 21.00 953.17 Kota Bandung Kabupaten Bandung 12. Kalimantan Tengah 23. Banten Kabupaten Tangerang Kota Cilegon 14.400.00 650.000.00 - . DKI Jakarta 13. Kalimantan Timur 24. Bali Kabupaten Badung Kota Denpasar Kabupaten Gianyar Kabupaten Jembrana Kabupaten Karangasem Kabupaten Klungkung Kabupaten Bangli Kabupaten Tabanan Kabupaten Buleleng 18.850.00 971. Nusa Tenggara Barat 19.00 685.00 547. Gorontalo 27. Maluku Utara 26.00 730.00 800.00 737. Jawa Timur Kota Surabaya Kabupaten Sidoarjo 17.000.000.000.000.00 686.00 712.320. Sulawesi Utara 939.00 586.00 700.00 895.868. Maluku 25.000.000.000.00 805.00 815.980.00 802.604.000.00 765.00 825.00 600.000.000. Nusa Tenggara Timur 20.00 972.80 837.000. Jawa Tengah 15.500. Yogyakarta 16.000. Kalimantan Selatan 22.00 700.

sistem pembayaran harian tetapi dibayar seminggu sekali.00 1.00 760. Papua 700.520. Sulawesi Selatan 31.000.00 740. Sulawesi Tengah 30. suatu saat .000.500. Sulawesi Tenggara 29.105.00 670. Sulawesi Barat 32.00 BAB III STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN 3. Ada seseorang HR di sebuah perusahaan garment bercerita bahwa dia merekrut beberapa orang karyawan harian lepas untuk menyelesaikan order dari luar.1 Studi Kasus Kasus ketenagakerjaan – tenaga lepas.18 28.500.

Selain itu jika ada kasus menjadi memakan waktu dan tenaga yang seharusnya berjalan lancar sesuai rencana. namun tidak disangka orang-orang tersebut menolak dan minta uang jasa atau dalam bahasa sunda “uang kadeudeuh”. akhirnya semua pekerja harian lepas tersebut diberhentikan. dst.com/buni@yahoogroups. kedua pihak bisa saling memanfaatkan.19 ordernya berhenti entah apa sebabnya. Akhirnya Depnaker memberikan anjuran kepada pekerja untuk menerima tapi juga menganjurkan kepada pengusaha untuk memberi sedikit “uang kadeudeuh” karena alasannya karyawan tertipu dijanjikan sebagai karyawan normal nyatanya harian lepas (itupun tidak ada bukti tertulis). akhirnya dilakukan mediasi. kebetulan salah seorang yang agak rebelling sedikit mengerti hukum ketenagakerjaan karena pernah ikut serikat pekerja melakukan protes dan berasumsi bahwa dimata hukum mereka sama dengan permanen dan dia melaporkan hal ini ke depnaker setempat.com/msg00124. Hal ini akan sangat melemahkan posisi pengusaha dalam kasus yang berhubungan dengan perselisihan industrial. (http://www. tadi pagi jam 9 .mail-archive. Sedikit bercerita. Dalam regulasi tenaga kerja kita memiliki beberapa hak harian lepas yang harus dipenuhi semacam THR/jamsostek/ kesehatan (dalam istilahnya selalu 'karyawan' yaitu yang menerima upah artinya harian lepas juga dong?) yang jarang dipenuhi pengusaha. Kasus uang pesangon yang rendah Akhirnya keluar juga putusan PHK dari manajemen tapi tidak semua anggota Serikat diPHK tetapi hanya 20 orang. selain itu juga ada kabar burung bahwa merekapun meminta uang ala kadarnya. selain itu kadang juga pengusaha membiarkan harian lepas bekerja lebih dari 3 bulan dan tanpa benefit apapun.html) Pembahasan Dari kasus diatas dapat dilihat bahwa tanpa perjanjian kerja sangat riskan sekali karena hubungan antara pekerja dan pengusaha menjadi terbuka. dalam mediasi tersebut dipertanyakan mana perjanjian kerja harian lepasnya? Mana bukti bahwa dia dibayar secara harian? Ujung-ujungnya ketika diberikan bukti pembayaran ditanya lagi mana pembayaran jamsosteknya? Bukti potongan dan setoran pajaknya mana? Beberapa terdapat exceeding working hour diatas 3 jam melanggar dan tidak dibayar.

. Yang tidak bisa kita terima adalah masalah kompensasi. sebaiknya perusahaan sadar diri dan memenuhi tuntutan mereka (menaikan jumlah uang pesangon). Daripada ribut masalah uang pesangon. Dari pihak yang diPHK sudah menerima putusan tersebut karena memang kita mengharapkan hal tersebut. ikhlas…” kata penulis studi kasus. Bendahara (penulis studi kasus) dan Divisi Advokasi. Selain itu juga perusahaan sebesar itu seharusnya sudah ada JAMSOSTEK. Magetan Putera penerima penghargaan primaniyarta dari Presiden SBY ? (http://redys.20 pertemuan tripartit kedua antara Serikat.com/2008/09/11/perkembangan-kasus-tenaga-kerjadikantorku-5/) Pembahasan Dari kasus diatas dapat dilihat bahwa perusahaan tidak punya perasaan dengan memberi uang pesangon yang sedikit. Dari perusahaan sendiri sudah mewakilkan ke pengacara. Dari pihak yang diPHK juga tidak menerima keputusan itu dan mereka tetap menuntut sesuai yang terdapat di UU No 13 Th 2003 tentang ketenagakerjaan. Jika uang pesangonnya tetap sebesar itu dan tidak ditambah.wordpress. Disnaker pun setelah mendengar besarnya kompensasi secara langsung malah mencibir “mbok ora usah diwenehi sisan wae”. Mana hati nurani anda bapak pimpinan CV. SekJend. Singkat cerita bapak pengacara itu membaca 20 nama yang diPHK. . lebih baik tidak usah diberi uang pesangon saja. bayangkan saja pihak perusahaan menawarkan kompensasi 1 bulan gaji dibayarkan mulai 15 Oktober 2008 secara bertahap. Itupun juga demi nama baik perusahaan. padahal perusahaan sudah menerima penghargaan dari bapak persiden (artinya kan bukan perusahaan yang kecil). manajemen perusahaan dan sebagai mediator dari pihak Disnaker. 5 diantaranya adalah pentolan Serikat termasuk ketua. jika tidak ada JAMSOSTEK maka itu termasuk tindakan pidana yang mana berdasarkan pasal 29 UU Jamsostek hukumannya penjara maksimal 6 bulan atau denda maksimal 50 juta. ”Kalo cuma 1 bulan gaji mendingan saya ikhlaskan saja untuk perusahaan deh untuk beli bahan produksi biar bisa jalan lagi deh.

dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.21 BAB IV KESIMPULAN Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa. . Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia. menjadikan negara ini negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia.

penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1.70 persen pada tahun 2000 menjadi 45. Perubahan susunan ini mengakibatkan beban ketergantungan (dependency ratio) turun dari 54.49 persen per tahun.6).com/2007/06/12/tiga-faktor-mendasar-penyebabmasih-tingginya-pengangguran-di-indonesia/ diakses 18 September 2008 .7 persen pada tahun 2000 menjadi 22. Asumsi tentang penurunan tingkat kelahiran dan kematian Indonesia seperti diuraikan di atas sangat mempengaruhi susunan umur penduduk. walaupun dari hasil sensus dan survei-survei yang lalu proporsi penduduk muda tersebut menunjukkan kecenderungan makin menurun.6 juga menunjukkan pola yang sama.8 persen pada tahun 2025 (Tabel 2.wordpress. Dalam dekade 19902000. sampai dengan Tabel 2.5). kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1. DAFTAR PUSTAKA http://aricloud.4.7 persen menjadi 8. Dalam kurun yang sama mereka yang dalam usia kerja.5) dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas naik dari 4. 15-64 tahun meningkat dari 64.22 Pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun.wordpress. Proporsi anak-anak berumur 0-14 tahun turun dari 30.92 persen per tahun Struktur umur penduduk Indonesia masih tergolong muda.50 persen pada tahun 2025.6 persen menjadi 68.7 persen (Tabel 3.5 persen (Tabel 3. Menurunnya rasio beban ketergantungan menunjukkan berkurangnya beban ekonomi bagi penduduk umur produktif (usia kerja) yang menanggung penduduk pada umur tidak produktif.34 persen dan 0.com/2008/03/14/standar-gaji-dan-umr-dki-jakarta/ diakses 25 September 2008 http://elektrojoss. Susunan umur penduduk hasil proyeksi yang disajikan pada Tabel 2.

datastatistik-indonesia.datastatistik-indonesia.com/id/edicahy/ceritakami/cerkam10.com/content/view/919/934/ diakses 18 September 2008 http://www.com/msg00124.angelfire.com/content/view/920/936/1/2/ diakses 18 September 2008 http://www.com/content/view/920/936/ diakses 18 September 2008 http://www.com/content/view/920/936/1/1/ diakses 18 September 2008 http://www.kapanlagi.datastatistik-indonesia.datastatistik-indonesia.datastatistik-indonesia.wordpress.com/content/view/920/936/1/3/ diakses 18 September 2008 http://www.htm diakses 25 September 2008 http://www.23 http://id.datastatistik-indonesia.mail-archive.wikipedia.html diakses 25 September 2008 http://www.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguranfriksional-struktural-musiman-siklikal diakses 18 September 2008 diakses 25 September 2008 http://redys.html diakses 25 September 2008 .org/wiki/Upah_Minimum_Regional diakses 18 September 2008 http://organisasi.com/buni@yahoogroups.com/2008/09/11/perkembangan-kasus-tenaga-kerjadikantorku-5/ diakses 25 September 2008 http://www.com/h/0000156200.com/content/view/920/936/1/4/ diakses 18 September 2008 http://www.com/content/view/313/313/1/1/ diakses 18 September 2008 http://www.datastatistik-indonesia.

24 Pengertian Dasar Tentang Kependudukan Apakah kependudukan itu? Para ahli biasanya membedakan antara ilmu kependudukan (demografi) dengan studi-studi tentang kependudukan (population studies). Demografi berasal dari kata Yunani demos – penduduk dan Grafien – tulisan atau dapat diartikan tulisan tentang kependudukan adalah studi ilmiah tentang jumlah. Ilmu demografi juga ada yang bersifat kuantitatif dan yang bersifat kualitatif . persebaran dan komposisi kependudukan serta bagaimana ketiga faktor tersebut berubah dari waktu ke waktu.

pertanian. Tetapi Demografi yang bersifat kualitatif lebih banyak menerangkan aspek-aspek kependudukan secara deskriptif analitik. sosilogi. penduduk dunia diperkirakan berjumlah 250 juta. . dan tentang prediksi pertumbuhan penduduak di masa mendatang dan berbagai kemungkinan akibat-akibatnya Berbagai macam informasi tentang kependudukan sangat berguna bagi berbagai pihak di dalam masyarakat. Tujuan dan Kegunaan Ilmu Kependudukan Dalam mempelajari demografi tiga komponen terpenting yang perlu selalu kita perhatikan. Sedangkan studi-studi kependudukan mempelajari secara sistematis perkembangan. Bagi sektor swasta informasi tentang kependudukan juga tidak kalah pentingnya. Tentang hubungan antara perkembangan penduduk dengan berbagai variabel (perubah) sosial. kesejahteraan. Ketiga komponen pokok dan dua faktor penunjang kemudian digunakan sebagai variabel (perubah) yang dapat menerangkan hal ihwal tentang jumlah dan distribusi penduduk pada tempat tertentu.25 Demografi yang bersifat kuantitatif (kadang-kadang disebut Formal Demography – Demography Formal) lebih banyak menggunakan hitungan-hitungan statistik dan matematik. Waktunya mungkin tidak dipermasalahkan akan tetapi yang jelas angka pertambahan pendudukanya sangat lambat. Para pengusaha industri dapat menggunakan informasi tentang kependudukan untuk perencanaan produksi dan pemasaran. ekonomi. Jadi membutuhkan waktu 35.000 tahun untuk mencapai jumlah penduduk 250 juta orang. pembuatan jalan-jalan atau bidang-bidang lainnya.Bagi pemerintah informasi tentang kependudukan sangat membantu di dalam menyusun perencanaan baik untuk pendidikan. cacah kelahiran (fertilitas). Para Ahli memperkirakan pada sekitar 35. perpajakan. Sejarah Pertumbuhan Penduduk Dunia dan Indonesia Nampaknya sukar untuk mengetahui secara tepat kapan munculnya makhluk yang disebut homo sapiens (manusia) di dunia ini. geografi.000 tahun yang lalu. Disiplin lain banyak berhubungan dengan demografi antara lain matematika. kematian (mortalitas) dan migrasi. tentang pertumbuhan masa lampau dan persebarannya. Pada tahun 1 sesudah masehi. Sedangkan dua faktor penunjang lainnya yang penting ialah mobilitas sosial dan tingkat perkawinan. Ilmu kependudukan yang perlu mendapat perhatian kita sekarang adalah lebih menyerupai studi antar disiplin ilmu yang dipadu dengan analisis demografi yang lazim diberi istilah Demografi Sosial. kedokteran. fenomena dan masalah-masalah penduduk dalam kaitannya dengan situasi sosial di sekitarnya.

Sehingga mereka sering mereka-reka atau membuat semacam spekulasi.000.845 milyar jiwa. jadi diperlukan waktu sekitar 1650 tahun menjadikan penduduk dunia dua kali lipat.000. salah satu spekulasi menyebutkan bahwa pada masa 900 tahun mendatang hanya akan terdapat area tempat tinggal 1/32 inci persegi untuk setiap orang didunia (Nuveen. akan tetapi diantara tokohtokoh yang dianggap pakar ilmu kependudukan klasik adalah Thomas Malthus dan Karl Marx. 1966). sedangkan untuk generasi berikutnya yang paling menonjol adalah Warren Thompson dengan teori demografi transisinya.26 Pada tahun 1650. Ia adalah salah seorang pendeta dan juga ahli politik ekonomi bangsa Inggris. penduduk dunia diperkirakan berjumlah 500 juta. Berdasarkan perhitungan pada ahli. Jadi hanya diperlukan sekitar 36 tahun saja untuk melipatgandakan penduduk dunia dari jumlah sebelumnya Pada tahun 1985 penduduk dunia sudah mencapai 4. Pada tahun 1978 ia menerbitkan buku analisis kependudukan berjudul “Essay On The Principle of Population” dan mempertahankan pendapatnya bahwa “natural law” atau hukum alamiah yang . Teori Malthus Tentang Penduduk Orang pertama yang menulis secara sistematis tentang bahaya daripada pada pertumbuhan penduduk adalah Thomas Malthus. Meskipun banyak para ahli yang menulis tentang masalah kependudukan di dunia. Entah bagaimana jadinya planet bumi kita ini pada tahun 2000 mendatang. Pada tahun 1850 penduduk dunia menjadi 1 milyar (1. Pada Tahun 1976 penduduk dunia telah mencapai sekitar 4 milyar. namun baru di sekitar abad ke – 18 banyak diantaranya yang mulai menganalisis masalah kependudukan secara sitematis. Pada tahun 1930 penduduk dunia diperkirakan mencapai 2 milyar. Istilah population explotion menggambarkan betapa hebatnya angka pertumbuhan penduduk dunia dewasa ini sehingga sebuah ledakan bom yang dahsyat. Para ahli dan orang awam sama-sama tercengang melihat fakta perkembangan yang demikian cepat itu. Teori Tentang Pertumbuhan Penduduk Meskipun masalah kependudukan telah lama diperbincangkan di kalangan masyarakat. Dan masih diperlukan waktu sekitar 200 tahun untuk menjadikan penduduk dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.000) jumlahnya. penduduk dunia pada saat itu akan mencapai 8 milyar. Dengan demikian hanya diperlukan waktu kurang dari 100 tahun untuk menjadi penduduk dunia dua kali lipat sebelumnya. Dalam tempo hanya 9 tahun saja pertambahan penduduknya mencapai 845 juta.

menghasilkan angka pertumbuhan nol (zero) Tahap 2 : Jika Angka kematian menurun tidak disertai dengan penurunan angka kelahiran. Thompson dan kawankawannya terus menghaluskan hipotesisnya secara sistematis dan sekarang dikenal dengan nama “theory of the demografic transition” atau teori transisi demografi. Menurut Malthus. maka akan menghasilkan angka pertumbuhan yang positif dan meningkat terus Tahap 3 : Jika Angka kematian terus menerus dan disertai dengan menurunnya angka kelahiran. banyak negara barat mengalami fenomena pertumbuhan yang terus berlangsung hingga abad ke-20 setelah perang Dunia Ke-1. Inggris dan Skandinavia menunjukkan bahwa pertumbuhannya telah terhenti atau adanya gejala akan berhenti. Teori ini menggambarkan empat proporsi yang saling berhubungan yang dinyatakan menurut tahap-tahap sesuai dengan pertumbuhan dan berubahnya keadaan penduduk.27 mempengaruhi atau menentukan pertumbuhan penduduk. Observasi ini digarap secara sistematis oleh para ahli demografi berkebangsaan Amerika Warren Thompson pada tahun 1929 dan diberi nama hipotesis transisi demografi. Tahap 4 : Jika Angka kematian dan angka kelahiran juga rendah. maka akan menghasilkan pertumbuhan yang positif akan tetapi menurun.beberapa diantara negara-negara itu seperti Perancis. Teori Transisi Demografi Pertumbuhan penduduk di belahan dunia sebelah barat tidak dapat dijelaskan hanya oleh teori Malthus saja. Selama dan setelah revoluasi industri. Tahap 1 : Jika Angka kematian tinggi sebanding dengan angka kelahiran. penduduk akan selalu bertambah lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan bahan makanan. seperti misalnya wabah penyakit atau malapetaka. kecuali terhambat oleh karena apa yang ia sebutkan sebagai moral restrains. Oleh karena itu perlu adanya teori baru yang dapat menjelaskan pertumbuhan yang eksplosif sifatnya dan juga pertumbuhan yang terhenti-henti sifatnya. maka hasilnya adalah pertumbuhan yang semakin berkurang yang pada akhir akan mencapai nol (zero) .

28 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful