Anda di halaman 1dari 11

KONSEP DASAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah

Manajemen Pembiayaan

Disusun Oleh:

Levi Nur Alfiah 206210082

Maghfiroh Indah Permatasari 206210086

Sulaiman Abdul Rasid 206210157

Dosen Pengampu:

Wahid Hariyanto, M.Pd.I.

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022/2023
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembiayaan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung
penyelengaraan pendidikan. Indonesia sebagai negara yang sedang
berkembang dan keadaan ekonomi dunia yang tidak stabil akan
berdampak kepada pembiayaan pendidikan. Pemerintah memiliki
keterbatasan dalam hal ketersediaan dana dan daya untuk membiayai
pendidikan, hal ini menuntut para administrator dan manajer pendidikan
untuk berpegang pada efisiensi dan efektivitas dalam administrasi dan
pengelolaan keuangan. Pendidikan tidak bisa berkembang dengan baik
apabila terdapat kekurangan pembiayaan dalam suatu lembaga pendidikan.
Namun, pengunaan biaya pendidikan tanpa disertai pertimbangan efisiensi
dan efektivitasnya adalah sebuah pemborosan. Terkait dengan
pembiayaan pendidikan, banyak masalah yang muncul yaitu, minimnya
anggaran pendidikan, penyimpangan dalam penyaluran dana pendidikan,
dan alokasi dana yang belum memadai.1 Sehingga, diperlukan suatu
strategi untuk menempatkan usaha peningkatan mutu dalam penggunaan
biaya pendidikan.Pendidikan merupakan sebuah wadah untuk
mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka,
pembiayaan pendidikan diperlukan untuk keberhasilan lembaga
pendidikan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pembiayaan pendidikan?
2. Apa saja jenis biaya pendidikan?
3. Darimana sumber-sumber biaya pendidikan?
4. Bagaimana karakteristik biaya pendidikan?
5. Apa saja komponen biaya pendidikan?

Sonedi Sonedi, Zulfa Jamalie, dan Majeri Majeri, “Manajemen Pembiayaan Pendidikan
1

Bersumber Dari Masyarakat,” Fenomena 9, no. 1 (2017): 25.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pembiayaan Pendidikan


Manajemen pembiayaan yaitu semua bentuk pengelolaan keuangan
baik usaha memperoleh atau mengumpulkan modal sebagai upaya
membiayai aktifitas atau kegiatan yang secara langsung maupun tidak
langsung untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.2 Biaya
pendidikan sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan yang tidak
dapat disangkal. Biaya dapat bersiafat uang maupun bukan uang, sebagai
ungkapan rasa, tanggung jawab semua pihak terhadap upaya pencapaian
tujuan yang sudah ditentukan.
Biaya dapat bersumber dari masyarakat, orangtua, maupun pemerintah
terhadap pembangunan pendidikan agar tujuan pendidikan yang dicita-
citakan tercapai secara efisien dan efektif. Terdapat beberapa factor yang
mempengaruhi biaya pendidikan, yaitu: besar kecilnya sebuah institusi
pendidikan, jumlah siswa, tingkat gaji guru atau dosen, rasio siswa dan
tenaga pengajar, kualifikasi guru, tingkat pertumbuhan penduduk, dan
perubahan kebijakan dari penggajian/pendapatan. Biaya memiliki cakupan
yang luas, yaitu semua jenis pengeluaran untuk penyelengaraan
pendidikan, dalam bentuk uang, barang, dan tenaga yang dapat dihargakan
dengan uang. Misalnya, iuran, buku, guru, dan berbagai fasilitas yang ada
dalam suatu lembaga pendidikan. Pengalokasian sumber-sumber pada
kegiatan-kegiatan atau program-program pelaksanaan operasional
pendidikan atau dalam proses belajar mengajar di kelas termasuk
persoalan pembiayaan pendidikan.
Dalam membicarakan pembiayaan pendidikan, ada beberapa konsep
penting yang harus dipahami dan diperhatikan, yaitu
1. Opportunity cost disebut juga biaya nyata (real cost) dari suatu
kegiatan adalah biaya yang digunakan untuk melaksanakan suatu
keputusan tentang penggunaan berbagai sumber daya yang
dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu kegiatan dan bukan
untuk tujuan lain.

2
Nur Fazillah, “Implementasi Manajemen Pembiayaan Pendidikan Non Formal (Study
Kasus TPQ Baitushshadiqien Kec. Baitussalam Kab. Aceh Besar),” Jurnal Intelektualita 9, no. 1
(2019): 82.

2
2. Monetary ekspenditure adalah konsep akuntansi yang
berhubungan dengan sejumlah pembayaran dengan mata uang
untuk pembelian barang atau jasa atau untuk suatu kegiatan.
3. Current ekspenditure adalah bentuk pengeluaran biaya yang
dilakukan dengan segera dan berulang-ulang. Misalnya,
pengeluaran biaya untuk kegiatan belajar mengajar untuk gaji
pegawai, pembelian peralatan pengajaran, dan pembayaran
langganan listrik, air, telpon, dan sebagainya.
4. Capital ekspenditure adalah bentuk pengeluaran biaya yang
dilakukan untuk jangka waktu yang Panjang dan akan diulangi
sesudah beberapa tahun kemudian. Misalnya, pengeluaran biaya
untuk pembangunan Gedung sekolah, melengkapi perabotan
sekolah, pembangunan ruang laboratorium, pembangunan ruang
perbengkelan dan lain sebagainya.
5. Imputed annual rent adalah bentuk pengeluaran biaya untuk
menyewa fasilitas. Misalnya, sewa gedung.
6. Private cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing
individu, orangtua, atau anggota masyarakat, untuk mebiayai
pendidikan anak-anaknya. Misalnya, uang saku, biaya transport,
pembiayaan pakaian seragam sekolah., dan peralatan sekolah.
7. Sosial cost adalah pengeluaran biaya yang dilakukan untuk
berlangsungnya pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah.
Misalnya, gaji guru dan pegawai, untuk perawatan dan
operasional pendidikan.
8. Current price expenditure dan constan price exspenditure
adalah konsep biaya yang berhubungan dengan harga barang dan
jasa pada sistem pendidikan yang memiliki tendensi kenaikan
atau penurunan harga. Termasuk didalamnya adalah masalah
kenaikan gaji yang berhubungan dengan kualifikasi dan
kesenioritasan pegawai, harga buku, harga peralatan sekolah, dan
harga gedung sekolah.
9. Fixed cost dan variable cost adalah konsep biaya yang sering
digunakan oleh perusahaan untuk menentukan tingkat produksi.
Fixed cost merupakan
biaya tetap yang dikeluarkan untuk pengadaan barang-barang
modal seperti untuk pembangunan gedung sekolah, pengadaan
peralatan sekolah, pembayaran sewa fasilitas sekolah, dan lain-
lain. Variable cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk
membiayai operasional sekolah, misalnya untuk pengadaan buku

3
pelajaran, pembayaran gaji pegawai, pembayaran langganan
listrik, air dan telepon, dan pembayaran lainnya.

10. Total, average, and marginal cost merupakan konsep biaya yang
ditujukan untuk menentukan tambahan jumlah siswa yang
diterima dan yang berhubungan dengan seluruh biayanya. Total
cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk keseluruhan sistem
pendidikan, average cost merupakan biaya rata-rata yang
dikeluarkan untuk suatu jenis dan jenjang pendidikan tertentu,
sedangkan marginal cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk
setiap satuan pendidikan tertentu yang keadaannya sangat
bervariasi.3

B. Jenis – Jenis Biaya Pendidikan


Dari pembiayaan pendidikan dapat di lihat dari berbagai jenis di
antara nya yaitu:
1. Biaya Langsung (direct cost)
Biaya pendidikan langsung (direct cost) merupakan biaya
penyelenggaraan pendidikan yang dikeluarkan oleh sekolah,
siswa dan keluarga siswa. Biaya langsung, berwujud dalam
bentuk pengeluaran uang secara langsung digunakan untuk
membiayai penyelenggaraan proses belajar mengajar, penelitaian
dan pengabdian masyarakat, gaji guru dan pegawai lainnya,
buku, bahan perlengkapan, dan biaya perawatan.4
Kebanyakan biaya langsung dikeluarkan berasal dari sistem
persekolah sendiri, dikeluarkan selain untuk menjaga kelancaran
dan kualitas belajar juga keperluan administrasi sekolah atau alat
tulis kantor. Keperluan lain yang dikeluarkan seperti: (1)
biaya lain tambahan untuk ruang, perlengakapn belajar, alat
peraga, bahan laboratorium, pakaian praktek, (2) biaya
tranportasi / angkutan sekolah, (3) biaya buku pegangan guru dan
buku perpustakaan, (4)biaya UKS dan biaya penyelenggaraan
counseling, (5) biaya mendatangkan guru tambahan/nara
sumber.5
2. Biaya Tidak Langsung (indirect cost)

3
Matin, Manajemen Pembiayaan Pendidikan: Konsep Dan Aplikasinya, ed. 1, cet. 1
(Jakarta: Rajawali pers, 2014), 11-13.
4
Dadang Suhardan, dkk, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, (Bandung: Alfabeta,
2012), 23.
5
Ibid.

4
Biaya tidak langsung (indirect cost), berbentuk biaya hidup yang
dikeluarkan oleh keluarga atau anak yang belajar untuk
keperluan sekolah, biaya ini dikeluarkan tidak langsung
digunakan oleh lembaga pendidikan, melaiankan dikeluarkan
oleh keluarga, anak atau orang yang menanggung biaya peserta
didik yang mengikuti pendidikan. Biaya tidak
langsung merupakan biaya hidup yang menunjang kelancaran
pendidikannya. Misalnya ongkos angkutan, pondokan, biaya
makan sehari-hari, biaya kesehatan, biaya belajar
6
tambahan.
Biaya-biaya pendidikan yang dibelanjakan siswa atau orang
tua siswa tidak termasuk dalam pengertian biaya pendidikanyang
sifatnya nonbugetair. Pengertian pembiayaan pendidikan yang
bersifat budgetair, yaitu biaya pendidikan yang diperoleh dan
dibelanjakan oleh sekolah sebagai suatu lembaga. Artinya, biaya-
biaya pendidikan yang bersifat budgetair dan nonbugertair
termasuk dalam pengertian biaya pendidikan dalam
arti yang luas.7
Biaya pendidikan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu
biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung yaitu
segala pengeluaran yang secara langsung menunjang
penyelenggaraan pendidikan. Biaya langsung yang dimaksud
yaitu dimensi pengeluaran pendidikan meliputi biaya rutin dan
biaya pembangunan. Sedangkan biaya tidak langsung yaitu
pengeluaran yang secara tidak langsung menunjang proses
pendidikan, tetapi memungkinkan proses pendidikan tersebut
terjadi di sekolah, misalnya biaya untuk hidup siswa, biaya
transportasi ke sekolah, biaya jajan dan biaya kesehatan8

C. Sumber-Sumber Biaya Pendidikan

Sumber biaya pendidikan adalah semua pihak yang terlibat dalam


pemberian subsidi dan sumbangan kepada suatu lembaga/institusi. Sumber
biaya pendidikan diperlukan agar kegiatan pendidikan dapat berjalan
dengan lancar. Masing-masing sumber biaya pendidikan memiliki peran
strategis dalam menopang program pendidikan yang diselenggarakan oleh

6
Ibid,. 24
7
Nanang Fattah. Ekonomi & Pembiayaan Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012),
23.
8
Yeti Heryati dan Mumuh Muhsin, Manajemen Sumber Daya Pendidikan, (Bandung:
Pustaka Setia, 2014), 227-228.

5
lembaga pendidikan dan pemerintah sebagai pihak yang memiliki
tanggung jawab untuk menciptakan aktivitas pendidikan yang efektif dan
efisien.9

Manajemen pembiayaan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan


pendidikan sehingga menunjang peningkatan mutu pendidikan. Dana
penyelenggaraan dapat bersumber dari penyelenggara, masyarakat,
pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sumber lain yang tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.10
Sumber-sumber biaya yang terdapat di sekolah negeri, yaitu: (1)
Penerimaan umum pemerintah, baik pajak, bantuan luar negeri maupun
pinjaman pemerintah, (2) Penerimaan khusus pendidikan seperti bantuan
atau pinjaman luar negeri yang diperuntukkan untuk pendidikan, (3) Uang
iuran orangtua siswa, (4) Masyarakat. Sementara, sumber-sumber biaya
yang terdapat dalam sekolah swasta, yaitu: (1) Penempatan guru negeri
yang dipekerjakan, (2) Bantuan khusus untuk pembangunan gedung dan
peralatan, dam (3) Uang rutin untuk kebutuhan rutin, bantuan ini mungkin
berbentuk sumbangan, bantuan atau subsidi.

Manajemen pembiayaan mengupayakan perencanaan, pelaksanaan,


pengawasan, dan evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan pembelajaran
pada sektor pembiayaan. Peran kepala sekolah sebagai seorang manajerial
diharuskan mampu mengelola keuangan dengan baik, sehingga setiap
kegiatan pembelajaran mampu dijalankan dengan maksimal. Hal ini akan
berdampak pada peningkatan mutu sekolah.

D. Karakteristik Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan tentunya memiliki karakteristik yang menjadi ciri-


cirinya. Beberapa hal yang termasuk dalam karakteristik pembiayaan
pendidikan, yaitu:

1. Selalu naik dan dinyatakan dalam satuan unit cost, yang meliputi:
a. Unit cost lengkap, yaitu perhitungan unit cost berdasarkan
semua fasilitas yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan
pendidikan.

9
Siti Waliyah, Siti Hadiyanti Dini, dan Ahmad Syarif, “Manajemen Pembiayaan
Pendidikan Masa Pandemi Covid-19 Di SMK Gazza Wiguna 1,” Transformasi Manageria:
Journal of Islamic Education Management 1, no. 1 (2021): 84.
10
Dedy Achmad Kurniady, Linda Setiawati, dan Siti Nurlatifah, “Manajemen
Pembiayaan Pendidikan Terhadap Mutu Sekolah Menengah Kejuruan,” Jurnal Penelitian
Pendidikan, (2014): 268.

6
b. Unit cost setengah lengkap, hanya memperhitungkan biaya
kebutuhan yang berkenaan dengan bahan dan alat yang
berangsur habis walaupun jangka waktunya berbeda.
c. Unit cost sempit, yaitu unit cost yang diperoleh hanya dengan
memperhitungkan biaya yang langsung berhubungan dengan
memperhitungkan biaya yang lain yang berhubungan dengan
kegiatan belajar mengajar.
2. Biaya terbesar dalam pelaksanaan pendidikan adalah biaya pada
faktor manusia. Pendidikan dapat dikatakan sebagai “ human
investment ”, yang artinya biaya terbesar diserap oleh tenaga
manusia.
3. Unit cost pendidikan akan naik sepadan dengan tingkat sekolah.
4. Unit cost pendidikan dipengaruhi oleh jenis lembaga pendidikan.
Biaya untuk sekolah kejuruan lebih besar daripada biaya untuk
sekolah umum.
5. Komponen yang dibiayai dalam sistem pendidikan hampir sama dari
tahun ke tahun.11
Untuk menyelenggarakan setiap kegiatan di dalam suatu instansi
pasti memerlukan biaya. Hal ini karena, dalam setiap aktivitasnya,
pendidikan memerlukan sarana dan prasarana untuk pengajaran, layanan,
progam, dan kesejahteraan para guru dan karyawan. Masalah yang sering
muncul adalah anggaran tidak dapat dikelola dengan baik oleh suatu
lembaga. Sehingga, kesenjangan dalam pelaksanaan pendidikan terjadi.

E. Komponen Biaya Pendidikan

Dalam menghitung biaya pendidikan di sekolah, banyak komponen


yang mesti dipertimbangkan oleh pembuat anggaran. Komponen -
komponen yang dimaksud adalah:12

1. Peningkatan kegiatan belajar mengajar


2. Pemeliharaan dan penggantian sarana dan prasarana pendidikan
3. Peningkatan pembinaan kegiatan siswa
4. Kesejahteraan
5. Rumah tangga sekolah
6. Biaya pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pelaporan.
7. Pembinaan tenaga kependidikan

11
Adi Sopiali, “Teori Dan Konsep Dasar Pembiayaan (COST) Dalam Pendidikan Islam
(Rencana, Organisasi,Pelaksanaan,Dan Pengawasan),” Jurnal Intelegensia 06, no. 2 (2018): 110.
12
J.Hallak, Analisis Biaya dan Pengeluaran Untuk Pendidikan, (Paris: International
Institute For Planning, UNESCO, 1985), 25.

7
8. Pengadaan alat-alat belajar
9. Pengadaan bahan pelajaran
10. Perawatan
11. Sarana kelas
12. Sarana sekolah
13. Pembinaan siswa
14. Pengelolaan sekolah
15. Prosedur anggaran
16. Prosedur akuntasi keuangan
17. Pembelajaran, pergudangan dan pendistribusian
18. Prosedur investasi
19. Prosedur pemeriksaan.
20. Laju perkembangan pendidikan yang lamban
21. Tuntutan masyarakat adanya perbaikan dalam sistem pendidikan
nasional
22. Kebijakan pemerintah untuk menampung semua anak umur 7 – 12
tahun di tingkat pendidikan dasar dan mensukseskan wajib belajar 9
tahun
23. Peningkatan mutu pada semua jenis dan jenjang pendidikan
24. Keterkaitan dan kepadanan antara pendidikan dengan kebutuhan
pembangunan
25. Peningkatan kemampuan dalam menguasai iptek.

8
BAB III
KESIMPULAN

Manajemen pembiayaan yaitu semua bentuk pengelolaan keuangan baik


usaha memperoleh atau mengumpulkan modal sebagai upaya membiayai aktifitas
atau kegiatan yang secara langsung maupun tidak langsung untuk menunjang
penyelenggaraan pendidikan. Biaya dapat bersumber dari masyarakat, orangtua,
maupun pemerintah terhadap pembangunan pendidikan agar tujuan pendidikan
yang dicita-citakan tercapai secara efisien dan efektif. Adapun jenis-jenis
pembiayaan yaitu Biaya langsung adalah segala bentuk pengeluaran yang secara
langsung menunjang dalam penyelenggaraan pendidikan. Pertama, biaya langsung
terdiri dari biayabiaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran
dan kegiatan belajar mengajar siswa. Kedua, biaya tidak langsung adalah
pengeluaran yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan tetapi
memungkinkan proses pendidikan tersebut terjadi di sekolah.

Sumber-sumber pembiayaan pendidikan di sekolah, antara lain: anggaran


rutin dan APBN, dana penunjang pendidikan, sumbangan dari pemerintah daerah
setempat, bantuan lain-lain. Dalam menghitung biaya pendidikan disekolah juga
memerlukan komponen-komponen yang dipertimbangkan, antara lain:
peningkatan kegiatan belajar mengajar, pemeliharaan dan penggantian sarana dan
prasarana pendidikan, peningkatan pembinaan kegiatan siswa, pengadaan alat-alat
belajar, pengadaan bahan pelajaran, perawatan sarana kelas dan sarana sekolah ,
pembinaan siswa, pengelolaan sekolah dan lain sebagainya.

9
DAFTAR PUSTAKA

Fattah, Nanang. Ekonomi & Pembiayaan Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya,


2012.
Fazillah, Nur. “Implementasi Manajemen Pembiayaan Pendidikan Non Formal
(Study Kasus TPQ Baitushshadiqien Kec. Baitussalam Kab. Aceh Besar).”
Jurnal Intelektualita 9, no. 1, 2019.

Hallak, J. Analisis Biaya dan Pengeluaran Untuk Pendidikan. Paris: International


Institute For Planning, UNESCO, 1985.

Heryati, Yeti dan Mumuh Muhsin. Manajemen Sumber Daya Pendidikan.


Bandung: Pustaka Setia, 2014.

Kurniady, Dedy Achmad, Linda Setiawati, dan Siti Nurlatifah. “Manajemen


Pembiayaan Pendidikan Terhadap Mutu Sekolah Menengah Kejuruan,”
dalam Jurnal Penelitian Pendidikan, 2014.

Matin. Manajemen Pembiayaan Pendidikan: Konsep Dan Aplikasinya, ed. 1, cet.


1. Jakarta: Rajawali pers, 2014.

Sopiali, Adi. “Teori Dan Konsep Dasar Pembiayaan (COST) Dalam Pendidikan
Islam (Rencana, Organisasi,Pelaksanaan,Dan Pengawasan).” Jurnal
Intelegensia 06, no. 2, 2018.

Sonedi Sonedi, Zulfa Jamalie, dan Majeri Majeri. “Manajemen Pembiayaan


Pendidikan Bersumber Dari Masyarakat,” Fenomena 9, no. 1, 2017.

Suhardan, Dadang, dkk. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung:


Alfabeta, 2012.

Waliyah, Siti, Siti Hadiyanti Dini, dan Ahmad Syarif. "Manajemen Pembiayaan
Pendidikan Masa Pandemi Covid-19 Di SMK Gazza Wiguna 1,”
Transformasi Manageria: Journal of Islamic Education Management 1,
no. 1, 2021.

10

Anda mungkin juga menyukai