Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL TUGAS AKHIR

SISTEM ABSENSI KARYAWAN MENGGUNAKAN RFID DENGAN TAMPILAN LCD BERBASIS AT89S51

Disusun Oleh: Afrizal Setiawan 2006010334

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PAMULANG TANGERANG - BANTEN 2011

LEMBAR PENGESAHAN
SISTEM ABSENSI KARYAWAN MENGGUNAKAN RFID DENGAN TAMPILAN LCD BERBASIS AT89S51

PROPOSAL TUGAS AKHIR


Telah diperiksa dan disetujui untuk diangkat sebagai judul Tugas Akhir Kepada : Nama : AFRIZAL SETIAWAN NIM : 2006101334

Pembimbing I

Pembimbing II

________________________ Mengetahui

________________________

Kartika Sekarsari ST, MT. Kaprodi Teknik Elektro

ABSTRAK
Salah satu keunggulan teknologi RFID yaitu, RFID reader dapat membaca data atau menulis ulang data pada RFID tag tanpa kontak langsung dengan tag tersebut. Tugas akhir ini menggunakan teknologi RFID pada suatu sistem absensi karyawan dengan spesifikasi dapat mengambil data tanpa ada kontak langsung (otomatis), memiliki kemampuan untuk mengirimkan data yang bersih dari noise (handal) sebagai data masukan pada software, data yang diterima sama hingga jarak maksimum pembacaan (akurat), dan relatif murah. Dengan menggunakan modul ID-12, dirancang dan dibangun sistem absensi RFID dengan suatu reader yang khusus (custom) untuk memenuhi spesifikasi di atas. RFID reader yang dibangun tidak dapat membaca dua buah RFID tag yang diletakkan secara berhimpitan. Media penghalang logam terbukti menghalangi custom RFID reader untuk membaca RFID tag. Sementara media penghalang air dapat mengurangi kemampuan custom RFID reader untuk membaca RFID tag, meski hasil pembacaan tidak mengalami gangguan. Pengujian sistem dan RFID tag memperlihatkan sistem ini dapat memenuhi spesifikasi yang diminta. Aplikasi teknologi RFID memungkinkan sistem ini dapat bekerja secara otomatis. Custom RFID reader yang dirancang dapat bekerja secara handal dan akurat untuk dipergunakan pada software sistem absensi. Penggunaan modul ID-12 untuk menjadikan pembangunan sistem absensi RFID ini menjadi relatif murah.

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi sangat cepat, seiring dengan untuk membantu kegiatan serta memudahkan manusia dalam beraktifitas. Bermacam penelitian telah dilakukan oleh berbagai Institut dari seluruh dunia untuk menciptakan inovasi baru, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan manusia. Segala upaya dilakukan demi mempermudah pekerjaan manusia dari waktu ke waktu yang membutuhkan mobilitas tinggi dalam melakukan pekerjaannya serta otomatisasi sehingga manusia dimanjakan oleh teknologi sekarang ini. Semakin bertambahnya jumlah populasi manusia di dunia, membutuhkan perangkat yang mampu membantu pekerjaan manusia dalam hal database. Sebuah kantor yang memiliki jumlah karyawan ratusan bahkan ribuan tentunya tidak membutuhkan lagi tenaga manusia untuk memeriksa satu per satu karyawannya pada saat datang dan pulang kerja, untuk itu dibutuhkan alat otomatisasi yang mampu bekerja secara otomatis memantau absensi karyawan. Sistem Absensi Karyawan Menggunakan RFID, bekerja cukup sederhana sehingga sangat bermanfaat untuk Instansi yang memiliki jumlah karyawan cukup banyak agar bisa memantau dan memeriksa keterlambatan (disiplin) setiap karyawan. Alat ini bisa membantu pekerjaan dalam mengumpulkan data karyawan untuk di nilai dari kehadiran setiap harinya. 1.2 Batasan Masalah Penelitian yang akan dilakukan mencakup Sistem Absensi Karyawan Menggunakan RFID Dengan Tampilan LCD Berbasis AT89S51 menggunakan RFID tag (transponder) sebagai ID untuk tiap-tiap karyawan yang sudah tersimpan dalam database Instansi tersebut.

1.3 Perumusan Masalah Perumusan masalah pada Sistem Absensi Karyawan Menggunakan RFID Dengan Tampilan LCD Berbasis AT89S51 meliputi : 1. Pembacaan tag oleh custom RFID reader, masing-masing memiliki ID yang berbeda. 2. Sinkronisasi waktu pada rangkaian RTC DS1307 dengan waktu kehadiran karyawan dikantor yang telah ditentukan. 3. Penulisan kode program pada IC Mikrokontroller. 4. Menampilkan ID karyawan pada LCD. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini ialah : 1. Memudahkan dalam sistem absensi karyawan dalam jumlah besar. 2. Meningkatkan disiplin kerja serta penilaian etos kerja. 3. Mempersingkat waktu pada saat melakukan absensi kehadiran. 4. Mengurangi tingkat kesalahan/keakuratan data dengan sistem absensi masa lalu. 1.5 Metodologi Penelitian Penelitian untuk Tugas Akhir ini menggunakan metode penelitian sebagai berkut : 1. Studi Literatur Berisikan pembahasan teoritis melalui studi literatur dari buku-buku atau jurnal ilmiah yang berkaitan dengan RFID reader dan tag. 2. Desain dan Implementasi Perancangan alat disesuaikan dengan kebutuhan dalam penerapannya, dan bahasa pemrograman yang digunakan Bahasa Mesin Assembly. 3. Analisa Sistem Sistem di aplikasikan serta dilakukan pengujian dan pengambilan data.

1.6 Sistematika Penulisan Berdasarkan bahan-bahan yang akan disusun untuk Penulisan dan Punyusunan Laporan Tugas Akhir sesuai aturan per Bab demi Bab, dimana setiap Bab saling berhubungan dalam penyusunannya. Adapun secara garis besar yaitu : BAB I PENDAHULUAN Berisikan tentang dari sebab pengambilan judul Tugas Akhir, tujuan penelitiannya, batasan-batasan masalah, metode peneltian. BAB II TEORI DASAR Bab tentang teori dasar mikrokontroler AT89S51, serta komponenkomponen lain yang digunakan dalam perancangan alat ini. BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab tentang rangkaian-rangkaian yang digunakan, cara kerja, flowchart. BAB IV PENGUJIAN Berisikan tentang penyajian data-data tentang komponen dan pengujian rangkaian-rangakaian dan pembahasannya yang telah diaplikasikan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berisikan tentang kesimpulan yang dapat ditarik dari sajian pembahasan yang penting dalam memberikan nilai lebih dari inovasi. Saran-saran yang mungkin ada dalam pembuatan tulisan tentang penggunaan mikrokontroler sebagai sistem absensi karyawan menggunakan RFID reader.

BAB II TEORI
2.1 Prinsip Kerja Alat RTC DS1307 Custom RFID reader Microcontroller AT89S51 Memory (Database) Tampilan LCD

Catu Daya

Gambar1. Blok Diagram Alat Seperti blok diagram diatas, pada bagian Memory sudah tersimpan data karyawan sehingga pada saat kartu/tag di dekatkan pada RFID reader dan terbaca secara otomatis muncul nama karyawan dan waktu kedatangan sesuai dengan waktu kantor yang sudah ditentukan pada rangkaian RTC ditampilkan pada LCD. 2.2 RFID Reader RFID (Radio Frequency IDentification) merupakan sebuah teknologi compact wireless yang diunggulkan untuk mentransformasi dunia komersial. Sebagai suksesor dari barcode, RFID dapat melakukan kontrol otomatis untuk banyak hal. Sistem RFID menawarkan peningkatan efisiensi dalam pengendalian inventaris (inventory control), logistik dan manajemen rantai supply (supply chain management) dll. Terdapat kepentingan yang besar pada enterprise untuk secara intensif mempercayakan pada sistem ini, khususnya para peritel dan para pembuat produk consumer yang besar. Jika di masa lalu barcode telah menjadi cara utama untuk pelacakan sebuah produk, kini sistem RFID menjadi teknologi pilihan baik untuk tracking manusia, hewan peliharaan, produk, bahkan kendaraan. Salah satu alasannya adalah kemampuan baca tulis dari sistem RFID aktif memungkinkan

penggunaan aplikasi interaktif. Selain itu, RFID juga dapat dibaca dari jarak jauh dan melalui berbagai substansi seperti salju, asap, es, atau cat di mana barcode telah terbukti tidak dapat digunakan. Macam-Macam RFID Terdapat 2 macam RFID, yaitu : 1) RFID Reader RFID Reader berfungsi untuk membaca kode-kode dari RFID tag (label ) dan membandingkan dengan yang ada di memori reader. 2) RFID Tag RFID Tag berfungsi menyimpan kode-kode sebagai pengganti identitas diri. Yang umum digunakan pada proses implantasi ini adalah RFID pasif. RFID reader, bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengar kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip. Karena RFID tag dimasukkan ke dalam tubuh, tag tidak mungkin memiliki satu daya sendiri. Sehingga harus ada suplly daya dari luar tubuh. Satu-satunya yang memungkinkan adalah dari RFID reader. Ukuran RFID tag yang ditanamkan ke tubuh manusia umumnya sebesar bulir padi. Salah satu produk RFID tag yang ada saat ini memiliki dimensi panjang 11 milimeter dan diameter 1 milimeter. RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip

yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag. RFID reader, bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengan kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip. Karena RFID tag dimasukkan ke dalam tubuh, tag tidak mungkin memiliki satu daya sendiri. Sehingga harus ada suplly daya dari luar tubuh. Satu-satunya yang memungkinkan adalah dari RFID reader. Ukuran RFID tag yang ditanamkan ke tubuh manusia umumnya sebesar bulir padi. Salah satu produk RFID tag yang ada saat ini memiliki dimensi panjang 11 milimeter dan diameter 1 milimeter. RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag. Manfaat Penggunaan RFID dalam System Absensi Karyawan Dengan teknologi RFID, maka orang tidak perlu melakukan kegiatan absensi. Begitu orang-orang melewati gerbang, identitas mereka akan terdata. Jadi memasuki gerbang secara berebutan pun tak menjadi masalah karena tidak akan ada yang tidak terdeteksi apabila sudah melewati temapat dimana RFID sudah

terprogram.Dengan RFID juga dapat mempersingkat proses absensi dan proses update absensi karyawan dalam sebuah perusahaan yang menggunakan system ini dalam hal absensinya. Sebuah perusahaan dengan menggunakan RFID pun dapat berwenang mengakses secara khusus sistem untuk mengeset perijinan pegawai yang berhalangan hadir. Selain untuk proses absensi, pegawai dapat memanfaatkan sistem untuk menampilkan statistik absen pegawai. Setiap akses terbatas ke software dibatasi dengan menggunakan password login. Kelebihan RFID a) Dapat mengakses data secara cepat dan otomatis. b) Untuk system absensi, dengan menggunakan RFID dapat mengurangi antrian yang panjang yang dapat menyebabkan ketidak efisienan waktu. c) RFID lebih cepat dalam proses pengidentifikasiannya. d) RFID lebih tahan terhadap kondisi seperti kotoran kimiawi debu dan lainnya dalam pembacaannya. e) RFID memiliki pembaca yang tidak bergerak sehingga lebih awet untuk investasi kepemilikan aset jangka panjang. f) RFID lebih susah digandakan atau di tiru serta di copy. Ada dua komponen penting dalam sistem RFID yaitu kartu (Tag) dan pembaca (antena RFID) dan proses pembacaannya pun tidak perlu dilakukan secara kontak langsung dengan obyek yang dibaca. Reader menghasilkan frekuensi radio magnetic level rendah (low level) dan ini dipancarkan oleh antena pada area tertentu dimana kartu tag ada. Ada kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki oleh RFID yaitu menawarkan banyak kemungkinan pengembangan sistem identifikasi. Berbeda dengan sistem identifikasi sidik jari yang hanya didedikasikan untuk absensi sedangkan RFID dapat diterapkan untuk penerapanpenarapan yang lebih luas. RFID dapat digunakan dalam sistem parkir, sistem kartu ATM di bank dan sebangainya.

Cara Penggunaan RFID pada Sistem Absensi Karyawan Seperti yang kita ketahui bahwa RFID terdapat dua tipe yaitu RFID Reader dan RFID tag. Cara kerja dari dua tipe RFID ini adalah sebagai berikut : a) RFID reader, bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengan kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip. b) Karena RFID tag dimasukkan ke dalam tubuh, tag tidak mungkin memiliki satu daya sendiri. Sehingga harus ada suplly daya dari luar tubuh. Satusatunya yang memungkinkan adalah dari RFID reader. Ukuran RFID tag yang ditanamkan ke tubuh manusia umumnya sebesar bulir padi. Salah satu produk RFID tag yang ada saat ini memiliki dimensi panjang 11 milimeter dan diameter 1 milimeter. RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag. Jadi disini RFID bekerja dengan membaca kode dari tag yang nantinya secara dapat melakukan absensi secar otomatis. RFID dapat membantu system absensi labih efisien dan mengurangi kecurangan karyawan dalam absensi kehadiran. Dengan begini perusahaan dapat lebih meningkatkan efektivitas kerja karyawan.

2.3 Arsitektur ATMEL AT89S MCU ATMEL AT89S yang kompatibel dengan seri MCS-51 yang berteknologi CMOS ada banyak jenisnya,diantaranya adalah tipe 89C51, 89S51, 89C52, 89LV52, 89C1051, 89C2051. Tiap jenis berbeda dalam hal ; kapasitas flash memori, jumlah pin dan adanya kemampuan lain. Untuk contoh diambil 89C51, 89S51, 89C2051 yang mudah didapat dipasaran dengan harga terjangkau. Arsitektur ATMEL AT89S secara umum sudah memiliki beberapa komponen yang merupakan chip tersendiri, seperti : 1. CPU, singkatan dari Central Processing Unit, adalah otak atau unit pemroses pada suatu MCU. 2. Internal Oscilator dimana pemakai hanya menambahkan sebuah quartz crystal yang biasanya nilainya berkisar antara 6 MHz hingga 24 MHz.

Gambar2. Arsitektur ATMEL AT89S

Meskipun demikian dari datasheet, MCU AT89S51 dapat bekerja dalam frekuensi 0 hingga 24 MHz. 3. Interupt Control, Suatu bagian yang mengatur prioritas interupsi dari luar atau dari dalam chip MCU. 4. Timer1 dan Timer2, adalah bagian yang dapat berfungsi sebagai pencacah pulsa masuk atau menentukan waktu ( counter atau Timer ). RAM adalah memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara (data hilang bila catu daya padam). Flash, adalah jenis memori untuk menyimpan program dan data yang relative tidak permanen, data pada memori ini tidak akan hilang bila catu daya padam. Bus Control, digunakan oleh sinyal kendali masuk dan keluar sistem MCU. I/O port digunakan untuk menjembatani antara sistem MCU dengan dunia luarnya, dengan cara parallel. I/O bias sebagai output, misalnya mengaktifkan relay, menyalakan lampu; dapat juga sebagai input, misalnya mendeteksi saklar, menerima data dari ADC. Serial Port, adalah penghubung ke dunia luar MCU dengan cara serial, dengan port serial, MCU dapat berkomunikasi dengan PC dan juga melalui serial port. Fitur Dari Atmel 89S51 MCU ATMEL 89S51 (40 pin) sudah memiliki Flash didalamnya sehingga praktis digunakan untuk merancang sebuah proyek. Beberapa kemampuan (fitur) MCU ATMEL sebagai berikut : Memiliki 4K (89S51) Flash PEROM yang digunakan untuk menyimpan program. Flash dapat ditulis,dan dihapus sebanyak 1.000 kali (menurut manual). Tegangan operasi dinamis dari 2.7 volt hingga 6 volt. Operasi clock dari 0 hingga 24 MHz.

Program bias diproteksi, sehingga tidak dapat dibaca oleh orang lain. Memiliki internal RAM 128 byte. Memilki I/O sebanyak 32 line. Dua buah timer/counter 16 bit. Menangani 6 sumber interupsi. Memiliki serial port, untuk komunikasi serial. Memiliki kemampuan idle mode dan down mode.

Fungsi Fungsi Pin MCU AT89C51 MCU AT89C51 memiliki pin sebanyak 40, dalam kemasan PDIP maupun PLCC. Keterangan fungsi-fungsi masing-masing pin adalah sebagai berikut : Pin 40 Pin 20 Pin 32-39 Vcc, masukan catu daya + 5 volt DC Vss, masukan catu daya 0 Volt DC P0.0-P0.7, port input/output 8 bit dua arah yang juga dapat berfungsi sebagai bus data dan bus alamat bila mikrokontroler menggunakan memori luar. Pin 1-8 P1.0-P1.7, port input/output 8 bit dua arah dengan internal pull up. Port 1 juga digunakan dalam proses pemrograman (In System Programming) P1.5 MOSI P1.6 MISO P1.7 SCK Pin 21-28 P2.0-P2.7, port input/output 8 bit dua arah dengan internal pull up. Port 2 akan mengirim byte alamat jika digunakan untuk mengakses memori eksternal Pin 10-17 P3.0-P3.7, port input/output 8 bit dua arah, selain itu port 3 juga memiliki alternatife fungsi sebagai berikut : RXD(pin 10) Port komunikasi input serial. TXD INT0 INT1 (pin 11) Port komunikasi output serial. (pin 12) Saluran interupsi eksternal 0 (aktif rendah). (pin 13) Saluran interupsi eksternal 1 (aktif rendah).

T0 T1

(pin 14) Input timer 0. (pin 15) Input timer 1. data ke memori I/O luar.

WR (pin 16) Berfungsi sebagai sinyal kendali tulis, saat prosesor akan menulis RD (pin 17) Berfungsi sebagai sinyal kendali baca, saat prosesor akan membaca data dari I/O luar.

Gambar3. Susunan Pin Pada MCU AT89S51 Pin 9 RESET, pin yang berfungsi untuk mereset MCU ke keadaan awal. rendah pada proses pengalamatan ke memori eksternal. Pin 29 PSEN (program store enable), sinyal pengontrol yang berfungsi untuk membaca program dari memori eksternal. Pin 31 EA, pin untuk pilihan program, menggunakan program internal atau eksternal. Bila 0, maka digunakan program eksternal. Pin 18 X2, masukan rangakaian oscilator internal, koneksi quartz crystal atau tidak dikoneksikan apabila digunakan eksternal osilator. 2.4 Real-Time Clock (RTC) DS1307 Real-time clock DS1307 adalah IC yang dibuat oleh perusasahaan Dallas Semiconductor. IC ini memiliki kristal yang dapat mempertahankan frekuensinya dengan baik. Real-time clock DS1307 memiliki fitur sebagai berikut:

Pin 30 ALE (address latch enable), berfungsi menahan sementara alamat byte

1. Real-time clock (RTC) meyimpan data-data detik, menit, jam, tanggal dan bulan dalam seminggu, dan tahun valid hingga 2100. 2. 56-byte, battery-backed, RAM nonvolatile (NV) RAM untuk penyimpanan. 3. Antarmuka serial Two-wire (I2C). 4. Sinyal keluaran gelombang-kotak terprogram (Programmable squarewave). 5. Deteksi otomatis kegagalan-daya (power-fail) dan rangkaian switch. 6. Konsumsi daya kurang dari 500nA menggunakan mode baterei cadangan dengan operasional osilator. 7. Tersedia fitur industri dengan ketahanan suhu: -40C hingga +85C. 8. Tersedia dalam kemasan 8-pin DIP atau SOIC. Sedangkan daftar pin RTC DS1307 adalah sebagai berikut: 1. VCC Primary Power Supply. 2. X1, X2 32.768kHz Crystal Connection. 3. VBAT +3V Battery Input. 4. GND Ground. 5. SDA Serial Data. 6. SCL Serial Clock. 7. SQW/OUT Square Wave/Output Driver.

Gambar4. Diagram pin RTC DS1307 (Data Sheet IC Real-Time Clock DS1307). Mode Operasi RTC DS1307 Melalui I2C/TWI IC RTC DS1307 beroperasi dalam dua mode, yaitu Slave Receiver Mode (Write Mode) dan Slave Transmitter Mode (Read Mode). A.Slave Receiver Mode (Write Mode): Mode penerima slave (write mode) dalam pengiriman sinyal memiliki urutan:

1. Setelah sinyal START, master mengirim byte pertama yang terdiri dari 7-bit address IC DS1307, yaitu 1101000 dan 1-bit R/W, yaitu LOW, karena ini adalah opersai WRITE. 2. Hardware pada DS1307 akan membaca address yang dikirimkan oleh master tersebut, kemudian slave, dalam hal ini IC DS1307 akan bit-acknowledge pada SDA. 3. Setelah itu master akan mengirimkan address tempat data pertama akan diakses. Address ini berbeda dengan 7-bit address tadi, ini adalah address isi IC DS1307, bukan address dari IC DS1307. Address ini akan diimpan dalam register pointer oleh DS1307 yang juga mengirim sinyal acknowledge ke master. 4. Setelah itu master dapat mengirimkan sejumlah byte ke slave, dimana setiap byte dibalas dengan acknowledge oleh slave. Setiap menerima byte baru isi register pointer ditambah satu sehingga register ini menunjuk ke alamat berikutnya dari lokasi data pada DS1307. Setelah menerima acknowledge terakhir, master akan mengirim sinyal STOP untuk mengakhiri transfer data. B. Slave Transmitter Mode (Read Mode): Sama seperti mode write, setelah master memberikan sinyal START, ia mengirimkan byte pertama yang terdiri dari 7-bit dalam IC DS1307, yaitu 1101000, diikuti 1-bit R/W, yaitu HIGH. Setelah menerima byte pertama ini, slave, dalam hal ini DS1307 akan mengirimkan bit acknowledge pada SDA. Setelah itu slave mulai mengirimkan sejumlah byte ke master. Setiap byte pengiriman dibalas dengan 1-bit acknowledge oleh master. Byte pertama yang dikirikan oleh slave atau DS1307 adalah data yang alamatnya ditunjuk oleh register pointer pada DS1307. Setiap kali pengiriman byte ke master, secara otomatis isi register pointer ditambah satu. DS1307 akan terus menerus mengirimkan byte ke master sampai master mengirimkan bit not acknowledge diikuti dengan sinyal STOP. (Data sheet RTC DS1307).

KESIMPULAN RFID (Radio Frequency Identification) merupakan sebuah teknologi compact wireless yang unggul untuk mentransformasi dalam sistem absensi karyawan yang relative masih baru, akan menjadi alternatif selain barcode yang secara luas sudah banyak digunakan. Kedua teknologi tersebut dapat diterapkan berdampingan bersama dengan mengunakan konfigurasi dengan system RFID yang sudah banyak terdapat di pasaran secara umum. Oleh karena itu juga banyak terdapat kelebihan dalam teknologi RFID yang sering diunggulkan untuk mentransformasi dalam dunia komersial maupun dalam sistem absensi karyawan. Disamping juga keterbatasan benturan kepentingan masyarakat terhadap masalah isu privasi pada pemanfaatan system RFID secara garis besar meliputi pentingnya pemberian informasi tentang pemakian teknologi RFID. Sebelum penggunaanya diterapkan oleh semua perkantoran. Kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. 2. Sistem RFID pada Sistem absensi karyawan dapat bekerja baik Keberhasilan pembacaan Tag RFID tergantung posisi tag RFID selama tidak ada masalah dalam pembacaan tag RFID. terhadap reader RFID. Semakin jauh jarak pembacaan maka keberhasilan pembacaan tag semakin kecil. 3. Tag RFID dapat dibaca dengan baik jika tidak ada penghalang dan dalam posisi tegak lurus terhadap reader RFID.