Anda di halaman 1dari 12

Step 1 Nothing......

:D:D

Step 2 Penatalaksanaan komplikasi pasca mahkota pasak Evaluasi komplikasi mahkota pasak dan penatalaksanaannya

Step 3 Mahkota pasak Definisi Suatu restorasi yang terdiri dari pasak yang dicocokan pada preparasi saluran akardan inti pada kamar pulpa.Inti digunakan sebagaimana bentuk preparasi mahkota gigi Tujuan - Memberikan kekuatan gigi yang telah dirawat endodontik agar tidak tergadi fraktur - Mempertahankan dimensi vertikal - Menyediakan retensi dan kekuatan bagi restorasi mahkota - Mempertahankan estetik, fonetik, mastikasi. Macam-macam - Ada 2 : berdasarkan cara pembuatan dan bahan pembuatan ( logam, nonlogam) - Ada 2 : berdasarkan hub pasak inti dan mahkotanya - Ada 2 : Berdasarkan cara memasangnya : Langsung dan tidak langsung

Indikasi: - Gigi vital dengan dengan keadaan retensi untuk mahkota tidak cukup, dberi perlakuan devitalisasi perawatan endodontik - Adanya perubahan warna gigi dan kemungkinan gigi fraktur - Gigi yang telah dirawat endodontik dan akan dipergunakan sebagai penyangga jembatan -

Kontraindikasi: - pada gigi yang mengalami inflamasi - jaringan pendukung tidak sehat

Syarat2 keberhasilan mahkota pasak : - Pada akar yang tidak boleh ada peradangan periapikal - Jaringan pendukungx sehat - Jaringan akarnya masih padat dan sehat - Jaringan saluran akarnya masih cukup tebal - Pengisian saluran akar yang lengkap hingga ujung akar - Posisi gigi lawan menyediakan tempat bagi inti dan mahkota yang cukup

Komplikasi - Peradangan gusi - Inflamasi pada rongga mulut - Kemungkinan terjadi ulkus

Prosedur pembuatan - Pembuatan desain dari pasak sesuai bentuk/jenis gigi - Penyesuaian menggunakan gutta-perca dgn menggunakan alat yang panas sedikit demi sedikit dengan pisau reamer. - Preparasi saluran akar - Preparasi gigi - Buat taki anti rotasi dgn bor diamond - Hilangkan sudut2 yng tajam - Pemasangan inlay , dicor , baru pemasangan mahkotanya

Kegagalan yang sering terjadi

- Desainnya tidak tepat , ex: preparasi dinding terlalu tipis, desain pasaknya kurang kuat sesuai dgn panjang akarnya. - Kontak prematur - Perawatan endodontiknya tidak tepat - Terjadi komplikasi pada pasien

Syarat gigi yang dapat dipasang mahkota pasak - Telah dirawat endodontik - Giginya non vital - Tidak ada kelainan pada jaringan pendukung - Tidak ada inflamasi yng aktif - Tidak ada penyakit periodontal

Syarat bahan yang dipakai mahkota pasak - Tidak toksik - Tidak larut dalam saliva - biokompatible Prinsip2 pembuatan pasak dan inti - Dari bentuknya sesuai dgn mahkota - Inti harus cukup kuat untuk menahan mahkota permanen - Prinsip pasak konsepatik untuk saluran - Ukuran diameter pasak harus sesuai

Letak retensi dan resistensi pasak dan inti -Bentuk preparasi saluran akarnya lonjong ke arah buccal dan lingual - yang dilabial preparasi kemiringan 90 derjat,yg lingual bentuknya chamfer - panjang pasak ideal 1-1,5 mahkota - dindingnya halus

Faktor yang mempengaruhi retensi dan resistensi?? Retensi: panjang akar, dlll..... Resistensi : kekuatan

Cara penempatan pasak buat gigi posterior - Ada 2 : pada akar yang paling besar, dipilih akar yg lebih lurus - Untuk molar atas akar palatal, untuk molar bawah di distal

Karakterisitik gigi yang telah dirawat endodontik - Gigi lebih pucat dripada gigi vital - Gigi sifatnya mudah rapuh - Email menggantung Pertanyaan skenario 1. Mengapa protesax dapat menyebabkan sakit dan bengkak pada pasien?? LI 2. Apakah ada batas waktu penggunaan mahkota pasak?? LI 3. Knapa stelah 3 tahun baru pasien merasakan sakit setelah memakai mahkot pasak?? LI a 4. Apa yang dimaksud dengan perawatan endodontik?? -menyelamatkan gigi terhadap tindakan pencabutan agar gigi bertahan dalam soketnya 5. Perawatan apa saja yang dilakukan stelah dilakukan endodontik?? Mahkota jaket,mahkota pasak, jembatan, onlay- inlay , veneer,tumpatan 6. Tujuan dari masing2 perawatan paska endodontik?? LI 7. Komplikasi perawatan pasca endodontik?? LI

Teori dan biomekanik preparasi pasak

Teori dan biomekanik preparasi pasak Keith D. DeSort, M.A., D.D.S. The Journal of Prosthetic Dentistry February 1983 Volume 49 Number 2

Kegunaan gigi yang telah dirawat endodontik merupakan hal yang penting dalam rehabilitasi oral. Beberapa macam sistem pasak telah digunakan untuk memperkuatkan gigi-gigi ini. Artikel ini membahas : aspek tertentu dari diagnosis yang berhubungan dengan gigi yang telah dirawat endodontik, kriteria desain pasak, kategorisasi sistem pasak dan mengulas mengenai keuntungan dan kerugiannya.

DIAGNOSIS

Diagnosis dan rencana perawatan yang teliti harus dipertimbangkan dalam setiap usaha restorasi. Berikut ini adalah pertimbangan yang dapat membantu dalam menentukan kemungkinan perawatan untuk gigi-geligi yang rusak : banyaknya sisa mahkota yang tersisa, ada atau tidak karies subgingival, keadaan jaringan periodontal, kualitas dan kuantitas tulang alveolar yang mendukung, morfologi akar, hubungan rahang atas dan bawah, kebiasaan oklusal pasien (bruxism), dan kebutuhan untuk mempertahankan gigi yang bersangkutan.

Pemeriksaan radiografi harus dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai hasil perawatan. Semua saluran akar harus diisi dan sepenuhnya tertutup baik oleh bahan pengisi saluran akar. Selain itu, sisa-sisa gambaran radiolusen (arrested rarefaction) harus hilang setelah 6 bulan sampai dengan 2 tahun.

Secara klinis kualitas terapi endodontik bergantung pada tidak adanya sakit saat perkusi, tidak ada saluran fistel, tidak ada gejala inflamasi akut atau pembengkakan. Dapat juga dilakukan transiluminasi gigi dengan sinar yang kuat untuk mendeteksi keretakan yang mungkin terjadi pada akar atau setiap daerah lain dari struktur akar yang dapat menggagalkan perawatan nantinya.

KRITERIA DESAIN

Semua sistem pasak, baik pasak buatan pabrik (pasak jadi) atau pasak yang dibuat sendiri oleh dokter gigi (pasak individual) harus sedapat mungkin memenuhi prinsip-prinsip desain sebagai berikut :

1. Pasak harus dibuat sepanjang mungkin

2. Dinding-dinding pasak harus se-sejajar mungkin

3. Bentuk pasak mengikuti bentuk saluran akar

4. Pasak harus terletak sesuai dengan sumbu panjang akar meskipun bagian inti pasak dapat menyimpang ke arah lain untuk kepentingan estetik

5. Pemakaian prinsip ferulle

6. Penggunaan bentuk-bentuk antirotasi seperti grooves, pins atau bentuk kunci (keyways).

7. Hindarkan garis sudut tajam yang akan memulai garis fraktur di dalam akar pada waktu gigi mendapatkan daya

8. Sebaiknya dipisahkan pasak inti dan mahkota

9. Buat dudukan oklusal atau kontrabevel pada bagian inti untuk mencegah wedging action dan kemungkinan fraktur akar pada waktu gigi terkena daya oklusal

10. Buat saluran vent pada pasak untuk menyalurkan tekanan hidrostatik yang terjadi saat penyemenan

Kornfeld menyatakan bahwa pasak yang dipasang pada saluran akar setelah perawatan endodontik adalah pilihan yang baik karena dapat mencegah fraktur akar pada batas gusi. Sebagian besar fraktur akar pada gigi yang telah dirawat endodontik tanpa diberi pasak, terjadi pada batas gusi karena akar yang didukung oleh tulang dapat menahan daya yang mengenai mahkota. Integritas mahko ta-akar lebih baik bila pasak digunakan.

Panjang Pasak

Panjang pasak penting karena potensi fraktur juga ada pada gigi yang sudah diberi pasak. Lengan pengungkit dapat terbentuk dari aspek oklusal gigi sampai puncak tulang alveolar (fulkrum) dan meluas sampai apeks dari pasak di dalam akar (Gambar 1 dan 2). Suatu ilustrasi analogi mengenai potensial fraktur yang lebih besar pada pasak pendek dibandingkan pasak panjang juga diperlihatkan.

Panjang pasak yang ideal sudah banyak dibicarakan. Goldrich menyara nkan bahwa panjang pasak sebaiknya sama panjang dengan mahkota klinis gigi yang direstorasi. Cooper menuliskan bahwa panjang pasak maksimal yang ideal sering sukar dicapai. Kantorowicz menyarankan bahwa panjang pasak sebaiknya paling sedikit sama dengan panjang mahkota yang sedang direstorasi, tapi bila hal ini tidak memungkinkan, maka panjang pasak harus diperpanjang sampai dengan 5 mm dari ujung apeks. Shillingburg dkk. menyarankan bahwa panjang pasak harus dibuat sedemikian rupa sehingga meninggalkan minimal 3 mm dari bahan pengisi saluran akar pada apeks untuk mempertahankan integritas penutupan saluran akar. Perel dan Muroff menyatakan bahwa pasak harus cukup panjang untuk mencegah terjadinya stres internal yang berlebihan pada akar dan panjangnya haruspaling sedikit setengah panjang akar yang didukung oleh tulang alveolar. Penulis lebih suka meninggalkan paling sedikit 3 - 5 mm dari bahan pengisi saluran akar dan memperpanjang pasak sampai paling sedikit setengah panjang akar yang didukung tulang alveolar bila memungkinkan.

Konfigurasi Pasak

Panjang pasak bukanlah satu-satunya faktor utama yang dipertimbangkan dalam mendesain restorasi. Pada suatu studi perbandingan mengenai pengaruh panjang, diameter, dan bentuk pasak terhadap kekuatan tarik, Johnson dkk. menemukan bahwa pasak dengan dinding sejajar berguratgurat mempunyai retensi 4 kali lebih besar dibandingkan pasak berbentuk kerucut. Penelitian ini

juga menemukan bahwa penambahan pada panjang atau diameter pasak hanya akan meningkatkan retensi sebesar 30% sampai 40%.

Efek Ferrule

Ferrule dapat didefinisikan sebagai suatu cincin logam atau topi yang diletakkan di sekitar ujung suatu alat, kaleng, dll., untuk menambah kekuatan. Efek ini digunakan pada preparasi pasak dalam bentuk kontrabevel melingkari gigi (circumferential contrabevel). Kontrabevel ini menguatkan aspek koronal dari preparasi pasak, menghasilkan suatu dudukan oklusal, dan bertindak sebagai bentuk antirotasi (Gambar 3). Efek ini juga digunakan bila tidak ada atau sedikit saja sisa mahkota klinis dengan jalan membuat kontrabevel yang luas pada permukaan akar, dengan batas akhir preparasi mahkota lebih apikal daripada unit pasak dan inti. Suatu analogi menunjukkan aksi dari ferrule (Gambar 4 dan 5).

SISTEM PENGUATAN AKAR (ROOT REINFORCEMENT SYSTEM)

Tabel pada hal. 9 menunjukkan bagaimana berbagai sistem penguatan akar (root reinforcement system) yang berbeda yang dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama : sistem pasak cor (cast post systems), sistem pasak berulir (threaded post systems), dan sistem pin dan pasak (pin and post systems).

Selain inti pasak konvensional (pasak cor), semua sistem adalah sistem pasak setengah jadi, dan mempunyai beberapa keuntungan. Sistem ini merupakan metode yang sederhana dan efisien untuk memperkuat akar yang dapat digunakan pada gigi anterior dan posterior dengan cara langsung atau tidak langsung. Sistem ini distandarisasi dengan bentuk kerucut terkontrol untuk memungkinkan adaptasi yang baik antara akar dan pasak.

Sistem ini mempunyai dua kerugian utama : (1) struktur koronal gigi yang berlebihan harus dibuang mengikuti petunjuk pabrik dan (2) akar dirancang untuk menerima pasak dan bukannya pasak yang dirancang untuk menyesuaikan dengan bentuk akar. Pada banyak kasus pasak berdinding sejaj r a dipasang pada akar yang mengkerucut, sehingga mengakibatkan pecahnya akar dan perforasi akar pada ujung apikal pasak.

Keuntungan Sistem Pasak Cor (Cast Post Systems)

Sistem ini dibuat sesuai dengan bentuk akar, dapat menghasilkan panjang pasak yang m aksimal, dapat diadaptasikan pada saluran akar yang besar dan tidak beraturan, memelihara struktur koronal gigi, dan dapat dipakai di dalam saluran divergen dalam bentuk dua pasak terpisah. Pada banyak kasus dibuat pasak mengkerucut di dalam saluran akar mengkerucut, yang akan menghasilkan stres lateral yang sangat kecil terhadap akar.

Kerugian Sistem Pasak Cor

Dengan sistem ini cukup sulit untuk mencapai pasak yang berdinding sejajar, sehingga retensi akan berkurang. Sistem ini memerlukan waktu perawatan dan prosedur laboratorium yang lebih lama dan membutuhkan lebih dari satu kali kunjungan untuk menyelesaikan pembuatan pasak.

Keuntungan Sistem Pin Dan Pasak (Pin And Post Systems)

Tersedianya berbagai ukuran dari sistem pin ini memungkinkan sistem ini digunakan pada gigi anterior dan posterior. Sistem ini menghasilkan retensi yang baik akibat adanya pin - pin tambahan bersama dengan pasak berdinding sejajar bergurat-gurat. Pasak yang menggunakan sistem ini mempunyai saluran vertical / vent untuk mengalirkan tekanan hidrostatik yang terjadi pada saat penyemenan.

Kerugian Sistem Pin Dan Pasak

Agar sistem ini efektif, gigi harus mempunyai ketebalan struktur sisa yang cukup untuk insersi pin tambahan. Sistem ini juga memerlukan pembuangan struktur koronal gigi yang ada. Seperti pada setiap sistem pasak cor, terdapat kemungkinan ketidaktepatan yang disebabkan oleh prosedur pengecoran.

Keuntungan Sistem Pasak Berulir (Threaded Post Systems)

Sistem ini mempunyai retensi yang baik, terutama pada akar pendek. Besarnya retensi pada sistem ini berhubungan dengan elastisitas dentin dan semen. Elastisitas dentin diperlukan pada waktu

insersi pertama dari pasak dan pasak berulir tersebut disekrupkan ke dalam akar setelah dilapisi dengan suatu lapisan semen tipis. Sistem ini memerlukan hanya satu kali kunjungan untuk penempatan pasak dan inti.

Kerugian Sistem Pasak Berulir

Dikarenakan akar ditekan untuk menerima pasak berulir, suatu jalinan garis-garis tajam spiral yang terbentuk akan meningkatkan potensi fraktur akar apabila gigi terkena stres. Sistem ini memerlukan pemilihan ukuran pasak yang hati-hati dalam hubungannya dengan ukuran akar. Pasak harus dipasang dengan tekanan minimal untuk mencegah fraktur gigi dan sulit digunakan pada gigi posterior. Kelemahan lain pada sistem ini adalah tidak ada vent untuk mengalirkan tekanan hidrostatik yang terjadi pada saat penyemenan.

KESIMPULAN

Adalah tidak mungkin untuk memberikan pernyataan bahwa salah satu sistem yang telah disebutkan di atas adalah yang terbaik, karena semuanya bergantung pada situasi dan kondisi. Pada semua sistem dianjurkan untuk meninggalkan minimal 3 sampai 5 mm dari bahan pengisi saluran akar untuk memelihara integritas penutupan apikal. Dari sudut pandang retensi, pasak yang berdinding sejajar mempunyai retensi yang lebih besar dibandingkan pasak mengkerucut, tetapi karena pasak berdinding sejajar dipasang dalam akar yang mengkerucut, maka diperlukan kehati hatian pada saat pemasangan. Pada semua gigi, panjang pasak adalah penting karena berhubunga langsung dengan n besarnya dukungan yang diberikan oleh pasak dan ketahanannya terhadap fraktur akar.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

SISTEM PENGUATAN AKAR

(ROOT REINFORCEMENT SYSTEM)

SISTEM PASAK COR

1. Dowel core

2. Endopost (Kerr, Division of Sybron, Romulus, Mich. )

3. CI kit (Parkell,Farmingdale, N.Y)

4. Getz post (Teledyne Dental Products, Elk Grove Village , I11)

SISTEM PASAK BERULIR

1. Kurer post systems (Union Broach Corp., Long Island City, N.Y. )

A. Kurer Anchor

B. Kurer Fin-lock

C. Kurer Crown Saver

D. Kurer Press Stud

2. Radix Anchor (Star Dental Mfg. Co., Valley Forge, Pa. )

3. Screw post (Dentatus, Hagersten, Sweden )

4. Obturation Screws (Union Broach Corp.)

SISTEM PIN DAN PASAK

1. Parapost (Whaledent International, New York, N.Y. )

------------------------------------------------------------------------------------------------Gambar 1. Lengan pengungkit dimulai dari aspek oklusal gigi melalui puncak perlekatan tulang alveolar sampai ujung apikal pada pasak yang pendek. Analogi untuk pasak yang pendek berupa aksi ungkit sederhana : menggerakkan objek yang berat dengan menempatkan fulkrum dekat dengan objek yang bersangkutan.

Gambar 2. Lengan pengungkit untuk pasak yang panjang. Analogi untuk pasak yang panjang hampir sama dengan yang terdapat pada pasak pendek kecuali fulkrum dijauhkan dari objek yang akan digerakkan.

Gambar 3. Efek ferrule dalam preparasi untuk inti bertindak sebagai bentuk antirotasi dan sebagai dudukan oklusal untuk pasak.

Gambar 4. Analogi kurangnya efek ferrule adalah memisahkan suatu batang kayu dengan suatu suatu kampak logam.

Gambar 5. Efek ferrule mencegah batang kayu menjadi terpisah.

untuk keterangan lebih lanjut baca di PDF, gambar dan tabel ada di PDF Download PDF

sOurce: http://iq-man.blogspot.com/2007/05/teori-dan-biomekanik-preparasi-pasak.html