Anda di halaman 1dari 13

KONSEP TEORITAS KONSELING DAN

PSIKOTERAPI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Konselin dan Psikoterapi

Dosen Pengampu : Akta Ririn Aristawati, S.psi., M.psi., Psi

Disusun Oleh : Kelompok 10

Cintya Maalis Safira 1512100008

Vanny Dwi Hermawati 1512100187

Muhammad Rizqi 1512100203

Shavira Amalia 1512100358

PROGRAM STUDI S1 PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

2022
Kata Pengantar

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-
Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "Konsep Teoritas
Konseling dan Psikoterapi" dengan tepat waktu.Makalah disusun untuk memenuhi
tugas Mata Kuliah Konseling dan Psikoterapi. Selain itu, makalah ini bertujuan
menambah wawasan tentang konseling dan psikoterapi para pembaca dan juga bagi
penulis.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Akta Ririn Aristawati, S.Psi.,
M.Psi., Psi, selaku Dosen pembimbing Konseling dan Psikoterapi, yang
memberikan bimbingan, saran, ide dan kesempatan untuk membuat makalah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
diselesaikannya makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu,
saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Surabaya, 8 September 2022

Kelompok 10

2
DAFTAR ISI

BAB I .................................................................................................................................. 4

KONSEP DASAR KONSELING .................................................................................... 4

1.1 Pengertian Konseling ........................................................................................ 4

1.2 Tujuan dan Fungsi Konseling .......................................................................... 5

1.3 Ciri-ciri Konseling ............................................................................................. 6

1.4 Masalah-masalah yang dapat Diselesaikan dengan Konseling ..................... 6

1.5 Manfaat Mempelajari Konseling ..................................................................... 6

1.6 Tugas Konselor .................................................................................................. 6

BAB II ................................................................................................................................ 8

KONSEP DASAR PSIKOTERAPI ................................................................................. 8

2.1 Pengertian Konseling .............................................................................................. 8

2.2 Tujuan dan Fungsi Psikoterapi.............................................................................. 8

2.3 Ciri-ciri Psikoterapi ................................................................................................ 8

2.4 Masalah-masalah yang dapat Dilakukan dengan Psikoterapi............................ 9

2.5 Manfaat Psikoterapis .............................................................................................. 9

2.6 Tugas Psikoetrapis .................................................................................................. 9

BAB III ............................................................................................................................. 10

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KONSELING DAN PISKOTERAPI .............. 10

3.1 Persamaan Konseling dan Psikoterapi ................................................................ 10

3.2 Perbedaan Konseling dan Psikoterapi ................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 11

3
BAB I
KONSEP DASAR KONSELING

1.1 Pengertian Konseling

Istilah konselinh telah digunakan dengan luas sebagai kegiatan yang dipikirkan
untuk membantu seseorang menyelesaikan masalahnya. Kata konseling mencakup bekeja
dengan banyak orang dan hubungan yang mungkin saja bersifat pengembangan
diri,dukungan terhadap krisis,bimbingan atau pemecahan masalah. Konseling adalah suatu
proses pembelajaran yang seseorang itu belajar tentang dirinya serta tentang hubungan
dalam dirinya lalu menentukan tingkah laku yang dapat memajukan perkembangan
pribadinya.

Robinson dalam M. Surya dan Rochman Natawijaya (1986) mengartikan konseling


adalah semua bentuk hubungan antara dua orang,di mana seorang yaitu klien dibantu untuk
lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya,
hubungan konseling menggunakan wawancara untuk memperoleh dan memberikan
berbagai informasi,melatih atau mengajar,meningkatkan kematangan,memberikan bantuan
melalui pengambilan keputusan.

1.2 Tujuan dan Fungsi Konseling

Secara umum tujuan konseling adalah agar klien dapat mengubah perilakunya ke
arah yang lebih positif, melalui tugas-tugas perkembangan secara optimal, kemandirian,
dan kebahagiaan hidup.

Jones (1995) menyatakan: setiap konselor dapat merumuskan tujuan konseling yang
berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan klien. Sebagai contoh tujuan konseling adalah agar
klien dapat memecahkan masalahnya, menghilangkan emosi negatif, mampu beraptasi,
mampu mengola krisis dan memiliki kecakapan hidup.

1.3 Ciri-ciri Konseling

4
Ciri dalam konseling yaitu sebagai berikut :

• Suportif dab edukatif


• Vokasional
• Pemberian dorongan
• Masalah yang situasional
• Pemecah masalah
• Dalam situasi yang sadar
• Orang yang normal
• Saat ini dan akan datang
• Jangka pendek
• Akibat tekanan lingkungan
• Menyusun rencana yang rasional
• Mencegah masalah penyesuaian yang lebih berat
• Mengatasi masalah kehidupan sehari-hari

1.4 Masalah-masalah yang dapat Diselesaikan dengan Konseling

Konselor membantu setiap masalah yang dihadapi kliennya. Masalah adalah sesuatu
yang menghambat atau mempersulit seseorang dalam mencapai sesuatu. Berikut beberapa
masalah yang ada dalam kehidupan yang dapat dilakukan dengan konseling:

1. Masalah perkembangan individu


2. Masalah perbedaan individu
3. Masalah kebutuhan individu
4. Masalah penyesuaian diri dan Kesehatan mental
5. Masalah dalam belajar
6. Masalah sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah

1.5 Manfaat Mempelajari Konseling

5
Perlu diingat bahwa konseling lebih dikenal dengan istilah penyuluhan atau
penerangan dan pemberian informasi ataupun nasehat kepada pihak lain. Ya dengan begitu
Konsumen juga dapat disebut hubungan bantu membantu (helping relationship), Nah
dengan hubungan seperti itu sudah menjadi bagian dari sisi kehidupan sosial manusia.
Meskipun beberapa masyarakat punya cara sendiri bagaimana membantu itu dilakukan,
jadi tiap individu itu pernah dan akan terus ada di lingkup yang saling bantu membantu.
Perlu kita pahami tentang pengertian konseling dalam hubungan membantu. Membantu itu
dapat dibedakan dengan hubungan yang profesional dan hubungan yang bukan profesional,
hubungan membantu yang profesional merupakan hubungan yang dilakukan oleh
setidaknya terdapat seseorang tenaga profesional yang membantu pihak lain dan hubungan
yang membentuk bukan profesional merupakan hubungan di luar urusan profesi misal
berupa persahabatan.

Pemberian bantuan profesional menurut George dan Cristiani merupakan proses


dinamis serta unik yang dilakukan individu untuk membantu orang lain dengan
menggunakan sumber-sumber dalam supaya tumbuh di arahan yang positif, dan bisa
mengaktualisasikan potensi untuk suatu kehidupan yang bermakna. Yang telah dijelaskan
bahwa hubungan konseling secara umum ialah untuk membantu klien mencapai
perkembangan secara optimal dengan batas-batas potensinya ini juga memiliki manfaat
yang hampir luas dan terlihat sulit untuk dinyatakan. Manfaatnya seperti mengubah
perilaku yang salah penyesuaian, belajar untuk membuat keputusan, serta mencegah
timbulnya suatu masalah.

1.6 Tugas Konselor

Konselor menunjukan pada orang, pesrson yang menyediakan bantuan, menurut


pernyataan tersebut menujukan bawhwa konselor seseorang yang memberikan bantuan
kepada dengan menggunakan Teknik-teknik konseling. Konselor merupakan seseorang
yang memiliki kriteria tertentu sehingga dapat memberikan layanan kepada klien ada tujuh
kategori utama orang-orang yang menggunakan atau dapat menggunakan kenseling yaitu:

6
1. Konselor dan psikoterapis professional. Para spelialis yang terlatih, terakreditasi, dan
dibayar dengan semestinya untuk jasa terapinya.
2. Konselor professional. Orang orang yang terlatih pada bidang konseling, yang
menggunakannya sebagai bagian dari perkerjaannya, tetapi tidak memiliki kualifijasi
konseling atau psikoterapi yang terakreditasi
3. Voluntary consellors. Orang orang yang terlatih dibidang keterampilan konseling yang
berkerja secara voluntir di dalam Lembaga seperti pelayanan konseling remaja, dan
Lembaga voluntir lainnya.
4. Helpers. Yang menggunakan keterampilan konseling sebagai bagian dalam
perkerjaannya.
5. Peer helpers. Orang- orang yang menggunakan keterampilan konsleing sebagai bagian
dari peer helpingatau support network dengan derajat formalitas.
6. Informal helpers. Semua orang yang berpeluan untuk membuantu orang lain, baik
sebagai pasanga, orang tua, saudara, dan teman.
7. Counselling, psychotherapy, dan helping students. Mahasiswa yang menggunakan
keterampilan konseling di dalam supervised placement sebagai bagian dari kuliah
konseling psikoterpai, dan helping

7
BAB II

KONSEP DASAR PSIKOTERAPI

2.1 Pengertian Psikoterapi

Psikoterapi yang lahir pada pertengahan dan akhir abad yang lalu,dilihat secara
etimologis mempunyai arti sederhana yakni "psyche" yang artinya jelas,yaitu "mind" atau
sederhananya : jiwa dan "therapy" dari bahasa yunani yang berarti "merawat" atau
"mengasuh" sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah "perawatan terhadap aspek
kejiwaan" seseorang. Dalam Oxford English Dictionary,perkataan "psycotherapy" tidak
tercantum, tetapi ada perkataan "psychottherapy" yang diartikan sebagai perawatan
terhadap suatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk melakukan
intervensi psikis. Dengan demikian perawatan melalui teknik psikoterapi adalah perawatan
yang secara umum menggunakan intervensi psikis dengan mendekatkan psikologi terhadap
pasien yang mengalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian.

2.2 Tujuan dan Fungsi Psikoterapi

Fungsi
Menurut Lewis R. Wolberg (1977) Psikoterapi adalah perawatan dengan menggunakan
alat-alat psikolog terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana
seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan professional dengan pasien, yang
bertujuan:

1. Menghilangkan, mengubah atau menurunkan gajala- gajala yang ada.


2. Memperantai perbaikan pola tingkah laku yang terganggu.
3. Meningkatkan pertumbuhan serta mengambangkan kepribadian yang positif.

Tujuan
sikoterapi merupakan usaha seorang terapis untuk memberikan pengalaman baru
bagi pasien, Pengalaman ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam

8
mengolah distress subjektif. Ini tidak dapat mengubah problem pasien, tapi dapat
meningkatkan penerimaan diri.

2.3 Ciri-ciri Psikoterapi

Psikoterapi adalah proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih antara klien
dan psikoterapis yang bertujuan untuk memperbaiki situasi di mana klien mengeluh.
Psikoterapis yang berusaha memperbaiki keluhan klien. Psikoterapis dengan pengetahuan
dan keterampilan psikologis membantu klien menangani keluhan secara profesional dan
legal. Psikoterapi memiliki karakteristik utama Dari proses: berupa interaksi antara dua
pihak yang sesuai dengan kode formal, profesional, hukum, dan etik psikoterapi Dari
tujuan: untuk mengubah keadaan mental seseorang, mengatasi masalah mental, atau
Tindakan Berdasarkan Psikologi Modern Terbukti untuk Meningkatkan Penyembuhan
Potensi Psikologis.

2.4 Masalah-masalah yang dapat Dilakukan dengan Psikoterapi

Psikoterapi lebih dikenal mengenai gangguan mental dan masalah berat seperti
konflik-konflik yang serius, gangguan perasaan, dll. Dari pandangan Vance dan Volsky
dijelaskan bahwa psikoterapi menangani individu yang kurang normal dan bermasalah
berat, maksudnya bermasalah berat ditandai adanya tekanan-tekanan yang sangat dalam
serta mengalami masalah emosional dan neuritik hingga perlu analisis tidak saudaranya
serta usaha rekonstruksi kepribadiannya.

Berikut masalah-masalah yang mungkin dapat ditangani dengan psikoterapi :

a) Gangguan kecemasan
b) Kecanduan sesuatu
c) Dampak trauma tertentu
d) Stres berat
e) Depresi
f) Gangguan kepribadian
g) Sulit fokus terhadap sesuatu

9
2.5 Manfaat Psikoterapis

Psikoterapi terbukti dapat membantu mengobati banyak masalah psikologis. Statistik


menunjukkan bahwa lebih dari 75% pasien yang sangat tertolong dengan menjalani
psikoterapi. Metode ini juga sangat membantu mereka yang sedang mengalami krisis atau
perubahan hidup yang tidak diinginkan.

Membantu pasien untuk lebih memahami diri sendiri termasuk nilai dan tujuan hidup
mereka

Mengajari pasien untuk memiliki keterampilan dalam hidup yang sangat penting agar dapat
meningkatkan hubungan pribadi mereka

Menolong pasien untuk menemukan solusi yang dapat menangani masalah mereka

Menolong pasien untuk mengerti masalah mereka dan memahaminya dari sudut pandang
yang berbeda

2.1 Tugas Psikoetrapis

Psikoterapis dapat membantu mengatasi fobia, trauma, depresi, kecemasan, stres,


kompleks inferioritas, obsesi, halusinasi, gangguan tidur, kebiasaan buruk, dan masalah
kesehatan mental lainnya. , dapat membantu mengembangkan kualitas pribadi seseorang,
meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan keputusan- membuat keterampilan, dan
menciptakan karakter pribadi yang diinginkan seseorang.

10
BAB III

PERSAMAAN DAN PERBEDAN KONSELING

DAN PSIKOTERAPI

3.1 Persamaan Konseling dan Psikoterapi

Psikoterapi dan konseling memiliki banyak Teknik yang sama, secara umum
konseling tidak menitikberatkan pada “sembuh” dan menghilangkan simtom-
simtom, melainkan lebih untuk menemukan cara untuk menjalani hidup yang lebih
memuaskan. Sama seperti psikoterapi, penting bagi klien untuk mencari bantuan
dan bukannya dipaksa untuk menjalani perawatan oleh pihak luar.

Persamaan psikoterapi dan konseling adalah untuk membantu dan


memberikan perubahan , perbaikan pada klien agar dapat menjalani hidup dengan
normal.

Persamaan lainnya terdapat pada dasar teori, data, dan metode yang digunakan
bersifat ilmiah.

3.2 Perbedaan Konseling dan Psikoterapi

Menurut para ahli, psikoterapi dan konseling dianggap suatu sinonim karena
memiliki banyak kesamaan contohnya dalm hal tujuan yaitu untuk membantu orang
lain. Tetapi, Sebagian ahli menganggap kedua hal tersebut berbeda.

11
Ivey & Simek-Downing (1980) berpendapat bahawa psikoterapi adalah
proses jangka panjang, berhubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan
perubahan yang lebih besar dalam struktur kepribadian. Sedangkan konseling
dikemukakan oleh mereka sebagai suatu proses yang lebih insentif berhubungan
dengan upaya membantu orang normal mencapai tujuannya dan agar berfungsi
lebih efektif. Berdasarkan pengertian dari Ivey dan SImek-Downing dapat
disimpulkan bahwa perbedaannya terletak pada waktu. Psikoterapi merubah
kepribadian seseorang dengan jangka waktu yang lama, sedangkan konseling hanya
membantu seseorang yang normal agar lebih efektif dna mencapai tujuannya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Bibliography
Gunarsa, P. D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. jakarta: PT. BPK
gunung mulia.
AT., A. M. (1992). Pengantar Konseling dan Psikoterapi. jakarta:
Rajawali.
Jones, R. N. (2012). Pengantar keterampilan konseling. Yogyakarta:
Pustaka pelajar.
Fatimah, F. (2019, September 20). tugas guru bk dan yang dialami
siswa.

13

Anda mungkin juga menyukai