Anda di halaman 1dari 16

RINGKASAN MATERI STRUKTUR TUMBUHAN

1. Struktur dan fungsi membran sel


A. Pengertian Membran Sel
Membran sel (membran plasma) adalah membran semipermeabel tipis
yang mengelilingi sitoplasma sel . Fungsinya adalah untuk melindungi keutuhan
bagian dalam sel dengan membiarkan zat tertentu masuk ke dalam sel sambil
menahan zat lain keluar. Ini juga berfungsi sebagai dasar perlekatan
untuk sitoskeleton pada beberapa organisme dan dinding sel pada yang
lain. Dengan demikian membran sel juga berfungsi untuk membantu menopang
sel dan membantu mempertahankan bentuknya.
B. Fungsi Membran sel
1. Melindungi sel
 Membran sel berfungsi untuk melindungi sel,sekaligus Mitokondria—
menyediakan energi untuk sel.
 Nukleus—mengendalikan pertumbuhan dan reproduksi sel.
 Peroksisom — mendetoksifikasi alkohol, membentuk asam empedu, dan
menggunakan oksigen untuk memecah lemak.
 Ribosom —bertanggung jawab untuk produksi protein melalui  translasi.

Tugas utamanya. Perlindungan ini diberikan agar keutuhan bagian dalam sel
tetap terjaga, dengan cara membiarkan zat tertentu masuk. Dalam waktu yang
sama, zat lain yang tidak berguna atau tidak dibutuhkan tidak dibiarkan untuk
lewat.
Keutuhan sel benar-benar tetap terjaga, unsur-unsur di dalamnya juga tidak
berkurang atau tercampur dengan zat lain,dengan melepas zat yang 6b 6t
dibutuhkan. Karena membran sel yang memiliki penopang dalam tugasnya
mencegah substansi tertentu masuk, meskipun membran sel itu sendiri
merupakan penghalangnya.
2. Menyelubungi Sel
Membran sel mampu menyelubungi sel, karena memang sesuai dengan peran
yang dimiliki membran sel termasuk dalam selaput berkelanjutan dan tidak
putus. Dalam waktu yang sama mampu memberi batas yang mampu
menyelubungi ruangan, kemampuan ini disebut dengan kompartemen. Di mana
seluruh bagian sel akan dilindungi membran sel dengan menyelubunginya.
Membran sel membatasi nukleus dengan seluruh ruangan di dalam sitoplasma,
fungsi membran sel sebagai penghalang memang sangat tangguh. Saking
tangguhnya beberapa zat yang tidak dibutuhkan oleh sel dihalangi hingga tak
mampu menembus batas penghalang. Karena itu membran sel sangat penting
dibutuhkan tubuh manusia.
3. Interaksi Antarsel
Membran sel juga memiliki fungsi cukup unik yakni sebagai pengawas dari
adanya interaksi antar sel yang ada, kondisi ini memang seharusnya terjadi pada
organisme dengan banyak sel. Selain itu diketahui alat tubuh memiliki susunan
dari berbagai macam sel, bermacam-macam sel ini juga memiliki fungsi masing-
masing dalam menjalankan tugas secara keseluruhan.
Karena itulah antarsel membutuhkan membran sel yang tujuannya agar antarsel
saling mengenal, kemudian bertukar informasi serta subtraksi. Munculnya
keadaan ini tak dipengaruhi oleh apakah sel dipakai pada tempat-tempat
tertentu. Seperti cara kerja sebuah jaringan, apalagi terjadi di dalam tubuh
makhluk hidup.
4. Mengatur Pertumbuhan Sel
Fungsi membran sel selanjutnya adalah sebagai pengatur perkembangan dan
pertumbuhan sel, caranya melalui keseimbangan antara endositosis dan
eksositosi. Endo memiliki bagian lipid dan protein yang dikeluarkan lewat
membran sel, saat zat diinternalisasi. Kemudian eksos dan vesikel mengandung
protein dan lipid yang menjadi satu karena adanya peningkatan ukuran.
5. Transfer Informasi
Seperti yang disebutkan sebelumnya, membran sel memiliki fungsi yang secara
tak langsung membuat sel-sel yang ada di dalamnya bertukar informasi.
Membran memiliki reseptor yang mampu mengkombinasi dengan molekul
tertentu dan bentuknya sesuai. Dapat disebut kerja sama antara dua substansi
yang sesuai.
Namun tidak semua sel memiliki reseptor yang sama, masing-masing sel
memiliki membran dengan jenis reseptor yang berbeda. Sehingga menyebabkan
munculnya momen dimana reseptor melakukan kombinasi dengan berbagai
lidand atau disebut juga molekul dan ion, lalu terjadilah kombinasi.
6. Sebagai Perantara Zat
Membran sel memperbolehkan zat tertentu masuk ke dalam sel begitu juga
sebaliknya, namun tak hanya itu saja karena ada prosesnya. Membran sel
menjadi perantara dari zat pelarut, membran sel juga bisa mengeluarkan zat yang
ingin keluar. Ini merupakan kemampuan dari membran sel, memasukan dan juga
mengeluarkan.
Selain itu membran sel juga mampu membatasi pergerakan zat terlarut,
kemampuan ini dinamakan permeabilitas selektif. Karena kemampuan ini
membran sel disebut permeabel terhadap adanya substansi pembawa zat tertentu
ke dalam dan keluar tubuh atau sel tersebut.
7. Pembawa Reseptor
Pembawa reseptor dalam hal ini adalah membran sel akan membawa reseptor,
termasuk tempat untuk meletakkan zat-zat tertentu. Zat tersebut nantinya akan
berinteraksi dengan sel, dan setiap reseptor ini memiliki susunan dalam
mengikat zat-zat tersebut. Seperti reseptor permukaan membran yang berdampak
pada perubahan bagian dalam.
Energi yang dikonsumsi sel merupakan hasil produksi enzim di jalur
metabolisme. Selain menyediakan energi, jalur metabolisme juga mampu
membuat zat khusus untuk sel. Dan yang lainnya adalah memecah limbah
seluler, dalam hal ini racun yang memang harus dibuang tubuh termasuk fungsi
membran sel pada sel hewan.
8. Transportasi Lintas Membran Sel
Agar sel tetap hidup, membran sel harus membiarkan substansi tertentu masuk
ke dalam sel. Sehingga membran sel melakukan dua proses berbeda dalam
waktu bersamaan yakni mengambil nutrisi substansi dan membuang limbahnya.
Seperti sel membutuhkan makanan untuk bisa bertahan tidak mati.
9. Memberi Sinyal
Kandungan protein yang tertanam di membran sel membuat bagian ini berfungsi
sebagai pemberi sinyal. Hal itu membuatnya dapat mengikat molekul dari luar
sel, dan menyampaikan pesan berupa sinyal ke dalam sel. Molekul yang
mengikat reseptor saat membuat jalur transduksi sinyal merupakan target dari
membran sel..
Hal kompleks ini sering dialami dari sebuah hasil jalur adanya sinyal, hingga
membuat adanya beberapa tindakan. Bertambah dan berkurangnya jumlah
protein yang dihasilkan tergantung perilaku yang muncul dari molekul berkat
adanya sinyal yang dikirim.
10. Tempat Berlangsung Reaksi Kimia
Membran sel juga digunakan untuk memunculkan reaksi kimia, hal ini banyak
sekali terjadi di dalam tubuh. Karena adanya beberapa reaksi kimia dan
diantaranya muncul pada membran sel, seperti apa pengaruh reaksi kimia berada
di tangan masuk dan keluarnya substansi ke dalam sel oleh membran sel.
11. Penyediaan Enzim
Membran sel memiliki sistem enzim yang terdapat di dalamnya dan disebut
dengan adenilsiklase, berada nyaris di seluruh jaringan mamalia. Namun tidak
akan ditemukan di sel darah merah, munculnya sistem enzim ini membuat
adanya perubahan ATP menjadi adenosin monosofastat atau cAMP di dalam
fungsi membran sel pada sel tumbuhan.
Peningkatan cAMP dalam sel memberi dampak berupa respons fisiologik pada
sel, seperti enzim menjadi lebih aktif. Kemudian munculnya permeabilitas
membran pada substansi tertentu, selain itu kondisi yang sama juga terjadi
adanya sintesa atau sekresi hormon dan adanya sintesis terhadap protein.
12. Mencegah Bakteri dan Virus
Tugas terakhir dari membran sel adalah mencegah munculnya virus dan bakteri,
secara otomatis memblokir keduanya untuk tidak masuk ke sel. Hal ini
dikarenakan adanya komponen intraseluler dari habitat ekstraseluler dan terpisah
dari fungsi membran sel. Sehingga berbagai macam ancaman bisa masuk ke
dalam tubuh.
Meski demikian situasi sebaliknya dapat terjadi, seperti karena zat buangan dari
metabolisme harus dikeluarkan dari tubuh. Substansi yang masuk bisa bergerak
dengan dua cara yakni aktif dan pasif, karena itu membran sel sangat sensitif
dalam hal ini.
C. Struktur membran sel
Membran sel terutama terdiri dari campuran protein dan lipid . Bergantung pada
lokasi dan peran membran dalam tubuh, lipid dapat menyusun 20 hingga 80
persen membran, dengan sisanya adalah protein. Sementara lipid membantu
memberikan kelenturan membran, protein memantau dan menjaga iklim
kimiawi sel dan membantu transfer molekul melintasi membran.
1. Lipid Membran Sel

a. Fosfolipid  adalah komponen utama membran sel. Fosfolipid  membentuk


lapisan ganda lipid di mana daerah kepala hidrofilik (tertarik ke air) secara
spontan mengatur untuk menghadapi sitosol berair dan cairan ekstraseluler,
sedangkan daerah ekor hidrofobik (ditolak oleh air) mereka menghadap jauh
dari sitosol dan cairan ekstraseluler. Lapisan ganda lipid bersifat
semipermeabel, sehingga hanya molekul tertentu yang
dapat  berdifusi  melintasi membran.
b. Kolesterol  adalah komponen lipid lain dari membran sel hewan. Molekul
kolesterol secara selektif tersebar di antara membran fosfolipid. Ini
membantu menjaga membran sel agar tidak kaku dengan mencegah
fosfolipid agar tidak terlalu rapat. Kolesterol tidak ditemukan pada membran
sel tumbuhan.
c. Glikolipid  terletak pada permukaan membran sel dan memiliki  rantai
gula karbohidrat  yang melekat padanya. Mereka membantu sel untuk
mengenali sel-sel lain dari tubuh.
2. Protein Membran Sel
Membran sel mengandung dua jenis protein terkait. Protein membran
perifer  berada di luar dan terhubung ke membran melalui interaksi dengan
protein lain. Protein membran integral  dimasukkan ke dalam membran dan
sebagian besar melewati membran. Bagian dari protein transmembran ini
terbuka di kedua sisi membran. Protein membran sel memiliki sejumlah fungsi
yang berbeda. 
 Protein struktural  membantu memberikan dukungan dan bentuk sel.
 Protein reseptor membran  sel  membantu sel berkomunikasi dengan
lingkungan luarnya melalui penggunaan  hormon , neurotransmiter, dan
molekul pensinyalan lainnya.
 Protein transpor , seperti protein globular, mengangkut molekul
melintasi membran sel melalui difusi terfasilitasi. 
 Glikoprotein  memiliki rantai karbohidrat yang melekat
padanya. Mereka tertanam dalam membran sel dan membantu
komunikasi sel ke sel dan transportasi molekul melintasi membran.
3. Membran Organel
Beberapa organel sel   juga dikelilingi oleh membran
pelindung. Nukleus, retikulum endoplasma,  vakuola, lisosom, dan  aparatus
Golgi  adalah contoh organel yang terikat
membran. Mitokondria  dan  kloroplas  terikat oleh membran ganda. Membran
dari organel yang berbeda bervariasi dalam komposisi molekul dan sangat cocok
untuk fungsi yang mereka lakukan. Membran organel penting untuk beberapa
fungsi sel vital termasuk  sintesis protein , produksi lipid, dan  respirasi sel .
Struktur sel eukariotik

Membran sel hanyalah salah satu komponen sel. Struktur sel berikut juga dapat
ditemukan pada sel eukariotik hewan yang khas:

 Sentriol —membantu mengatur perakitan mikrotubulus.


 Kromosom —rumah DNA seluler.
 Silia dan Flagela —membantu pergerakan seluler.
 Retikulum Endoplasma—mensintesis karbohidrat dan lipid.
 Aparatur Golgi—memproduksi, menyimpan, dan mengirimkan produk
seluler tertentu.
 Lisosom—mencerna makromolekul seluler.
 Mitokondria—menyediakan energi untuk sel.
 Nukleus—mengendalikan pertumbuhan dan reproduksi sel.
 Peroksisom — mendetoksifikasi alkohol, membentuk asam empedu, dan
menggunakan oksigen untuk memecah lemak.
 Ribosom —bertanggung jawab untuk produksi protein melalui  translasi

2. Struktur dan fungsi organel organela yang ada dalam sitoplasma


A. Pengerian sitoplasma
sitoplasma atau cairan sel adalah matriks yang terletak di dalam membran
plasma dan di luar nukleus.
Sitoplasma terdiri dari sitosol berbentuk koloid yang mengandung nutrien, ion,
enzim, beragam galam, molekul, organik, dan air di dalamnya.
Sitosol mengisi ruang sel yang tidak diisi oleh organel dan vesikula. Bagian
tersebut juga menjadi lokasi dari reaksi biokimiawi dan perantara transfer bahan
dari luar sel ke organel atau inti sel.

B. Struktur Sitoplasma
Ilmu Biologi menjelaskan bahwa sitoplasma terdiri dari tiga struktur
penyusun. Nah, berikut struktur sitoplasma yang dikutip dari buku Cerdas
Belajar Biologi tulisan Oman Karmana (2008:14-19).
1. Matriks
Matriks merupakan cairan transparan homogen yang bersifat koloid. Cairan ini
bisa berubah dari fase gel menjadi fase sol, ataupun sebaliknya. Perubahan ini
bergantung dengan tekanan osmosis yang dihasilkan oleh aktivitas
osmoregulasi.
a. Efek Tyndall , yakni kemampuan matriks memantulkan cahaya yang berupa
kerucut
b. Gerak Brown , yakni gerak partikel produk larutan koloid yang berupa
gerakan zig - zag .
c. Gerak siklosis , yakni gerak matriks yang berupa gerakan arus.
d. Memiliki tegangan permukaan.
e. Adsorbsi meningkatkan konsentrasi pada tegangan permukaan.
f. Bertindak sebagai larutan buffer atau larutan penyangga .
matriks Penyusun mengandung oksigen 62 % , karbon 20 % , hidrogen 10 % ,
dan nitrogen 3% . Penyusun lain yang jumlahnya rendah adalah Ca 2,5 % ; P
1,14 % ; Cl 0,16 % ; S 0,14 % ; K 0,11 % ; Na 0,10 % ; Mg 0,07 % ; saya
0,014 % ; Fe 0,10 % , dan unsur lainnya dalam jumlah yang sangat kecil .
Sifat biologi matriks meliputi iritabilitas dan konduktivitas . Iritabilitas, artinya
sensitif terhadap rangsangan. Sementara itu , konduktivitas berarti mampu
menjangkau rangsangan atau impuls .
C. Organel Sitoplasma
Organel sitoplasma adalah struktur yang terletak dalam matriks sitoplasma.
Organel ini terdiri dari retikulum endoplasma, ribosom, badan mikro, lisosom,
badan golgi, dan mitokondria.
a. Retikulum Endoplasma Retikulum endoplasma merupakan organel yang
memiliki membran berbentuk jala. Terdapat tiga bentuk retikulum
endoplasma , yakni lamela , vesikula , dan tubula . Retikulum endoplasma
terdiri atas dua tipe, yakni retikulum endoplasma agranular (RE halus) dan
retikulum endoplasma granular (RE kasar). Retikulum endoplasma agranular
( halus ) adalah retikulum endoplasma yang dindingnya tidak dilekati oleh
ribosom yang tidak aktif dalam sintesis protein , tetapi aktif dalam sintesis
lemak. Retikulum endoplasma agranular banyak ditemukan pada sel lemak
dan leukosit. Retikulum endoplasma granular (kasar) adalah retikulum
endoplasma yang dindingnya dilekati oleh ribosom yang terlibat dalam
sintesis protein. Membran dinding retikulum endoplasma banyak
mengandung enzim yang berkaitan dengan sintesis protein . Retikulum
endoplasma granular juga berperan dalam transpor protein dan bahan kimia
lain .

b. Ribosom
Ribosom merupakan organel yang berukuran kecil dengan bentuk bulat
padat. Ribosom dapat ditemukan baik pada sel eukariotik maupun sel
prokariotik . Pada sel eukariotik , ribosom ada yang bebas dan ada pula
yang bergantung pada membran retikulum endoplasma . Jumlah ribosom
cukup banyak pada sel ragi , limfosit , sel meristematis , sel embrio , dan sel
kanker. Ribosom tersusun atas RNA ribosom, protein ribosom, dan enzim
ribosom. Fungsi ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein.
c. Badan Mikro Badan mikro atau mikrobodi merupakan organel yang
memiliki membran , berbentuk bulat , serta berisi kristal protein . Badan
mikro terdiri atas dua tipe , yakni peroksisom dan glioksisom. Kedua badan
mikro ini banyak mengandung enzim katalase dan oksidase. Peroksisom
ditemukan pada sel hewan dan di dalam sel daun tumbuhan tingkat tinggi .
Peroksisom erperan dalam oksidasi suatu substrat dan menghasilkan H₂O ,
( hidrogen peroksida ). Peroksida kemudian diuraikan oleh katalase menjadi
H₂O dan O₂. Pada sel tumbuhan , peroksisom berhubungan dengan
mitokondria , kloroplas, dan retikulum endoplasma. Glioksisom terdapat
pada sel tumbuhan. Selain itu, glioksisom juga dapat ditemukan pada biji
yang sedang berkecambah dalam jumlah yang sangat banyak . Glioksisom
bekerja :
1. sebagai tempat metabolisme asam lemak ;
2) sebagai tempat terjadinya siklus glioksilat.
Sementara itu , fungsi peroksisom sebagai berikut :
1) Melindungi organel sel dari senyawa yang bersifat toksik berupa
H₂O₂.
2) Pada sel tumbuhan, bekerja dalam sintesis glisin dan serin.

d. Lisosom
Lisosom adalah organel yang banyak terdapat dalam sel hewan. Pada sel
yang bekerja dalam sekresi , seperti sel pankreas , leukosit , sel hati , dan sel
ginjal , jumlah lisosom relatif lebih banyak .
Lisosom memiliki fungsi sebagai berikut :
1) Mencerna zat makanan hasil fagositosis dan pinositosis.
2) Mencernakan makanan cadangan jika kekurangan makanan)
3)Autolisis, yakni dalam keadaan sistem tertentu, lisosom dapat
menghancurkan organel sel yang rusak. Ini disebut juga autofagi
4) Menghancurkan benda yang ada di luar sel , misalnya sperma
mengeluarkan enzim untuk menghancurkan dinding sel telur ketika
fertilisasi
5) Menetralkan zat yang bersifat karsinogen , yakni zat yang dapat
menyebabkan kanker Pada umumnya , lisosom memiliki bentuk bulat
lonjong - dengan ukuran berkisar 0,2 m - 0,8 m . Bentuk lisosom pada
titik tumbuh sel akar tidak beraturan . Karakteristik lainnya , lisosom
memiliki membran dan mengandung berbagai macam enzim , misalnya
ribonuklease , deoksiribo nuklease , fosfatase , glioksidase , sulfatase ,
dan kolagenase .

Jika sel mati, enzim-enzim lisosom akan melakukan autolisis. Enzim - enzim
lisosom akan membuka permukaan sel yang mengakibatkan pemusnahan
material intrasel . Jika enzim lisosom tidak ada karena bawaan , lisosom akan
kebanjiran zat yang biasanya dimusnahkan olehnya . Hal tersebut dapat
merusak sel dan dapat menimbulkan penyakit .

e. Badan Golgi ( Kompleks Golgi )


Badan Golgi adalah salah satu organel terbesar yang ditemukan oleh seorang
ahli dari Itali , Camillo Golgi . Badan Golgi terdapat pada semua sel hidup
kecuali pada sel prokariotik , seperti mikoplasma , bakteri , dan Cyanophyta .
Selain itu , badan Golgi juga tidak terdapat di jamur dan sel spermatozoa
Bryophyta dan Pteridophyta.

f. Mitokondria
Mitokondria merupakan organel sel bermembran yang bersifat aerob. Ukuran
mitokondria bervariasi, bergantung pada jenis sel. Ukuran mitokondria
berkisar 0,3 um-40 µm.

Mitokondria memiliki dua membran yang kuat, fleksibel, dan stabil.


Membran yang membatasi mitokondria tersusun atas lipoprotein. Membran
bagian dalam membentuk tonjolan-tonjolan untuk memperluas permukaan
yang dinamakan krista mitokondria.

Mitokondria mengandung cairan atau matriks yang mengandung lemak,


protein, DNA sirkuler, dan ribosom.DNA pada mitokondria berfungsi
mengatur sintesis protein
baik dalam sitoplasma maupun dalam ribosom. Jumlah mitokondria pada sel
tumbuhan relatif sedikit karena fungsinya banyak dilakukan oleh plastida.
Mito kondria berfungsi dalam oksidasi zat makanan, respirasi sel,
dehidrogenasi, fosforilisasi oksidatif, dan rantai transfer elektron.

D. Inklusio Sitoplasma
Inklusio sitoplasma adalah struktur sel yang tidak hidup. Struktur ini
dikenal dengan nama parapasma atau dentoplasma. Beberapa contohnya adalah
butiran minyak, lemak, granula pigmen kuning telur, granula sekretorius, dan
lainnya.
Fungsi Sitoplasma :

 Perantara transportasi zat dari luar sel ke organel (inti sel).

 Pelarut untuk semua protein dan senyawa di dalam sel.

 Memberi bentuk pada suatu sel.

 Lokasi pembongkaran dan penyusunan zat-zat mielalui reaksi kimia.

 Tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting untuk


metabolisme sel

3. Pembelahan sel

A. Pembelahan sel

Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi dua


atau lebih sel anak. Tujuan pembelahan sel adalah untuk menambah jumlah dan
jenis sel, atau membentuk sel-sel lain dengan tujuan tertentu. Pembelahan sel
dibagi menjadi tiga jenis, yaitu amitosis, mitosis, dan meiosis. 

Perbedaan pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis:

1. Pembelahan mitosis terjadi di sel tubuh atau sel somatik sedangkan


pembelahan meiosis terjadi di sel gamet atau sel kelamin.
2. Pembelahan mitosis menghasilkan dua anakan yang bersifat diploid (2n)
sedangkan pembelahan meiosis menghasilkan empat sel anakan yang bersifat
haploid (n).
3. Pembelahan mitosis berfungsi untuk regenerasi dan pertumbuhan sedangkan
pembelahan meiosis berfungsi untuk mempertahankan jumlah kromosom saat
pembentukan zigot.
4. Pembelahan mitosis terjadi selama 3× sedangkan pembelahan meiosis terjadi
selama 2×.
5. Komparasi Pembelahan
6. Pembelahan sel pada prokariota dikenal dengan nama pembelahan biner
(binary fision) atau pembelahan sel secara langsung. Pembelahan yang
dimaksud betujuan untuk kepentingan reproduksi. Sel yang dihasilkan adalah
sel anak yang memiliki otonomi sendiri. Pembelahan sel pada eukariota ada
dua jenis, yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis menghasilkan sel anak yang
dapat membelah lagi, sedangkan meiosis mengubah suatu sel menjadi
suatu gamet yang tidak dapat membelah lagi hingga fertilisasi.

Komparasi Mitosis dengan Meiosis


Mitosis :
 Tempat: Sel autosomatik

 Tujuan: Pertumbuhan dan untuk mengatur tingkah laku kromosom


 Ploidisasi: ninduk = nanak
 Ada interfase sebelum pembelahan dilakukan
 Sifat sel: Diploid
 Jumlah tahap pembelahan: Hanya satu tahap pembelahan dalam satu
siklus pembelahan sel.

Meiosis

 Tempat: Sel gonatik


 Tujuan: Membentuk gonad dan mempertahankan diploid
 Ploidisasi: ninduk = 2nanak
 Tidak ada interfase antara Meiosis I dengan Meiosis II
 Sifat sel: Haploid
 Jumlah tahap pembelahan: Dua tahap pembelahan meiosis I dan meiosis
II

Pembelahan Mitosis dapat dibagi menjadi lima fase, yakni:

 Profase: Fase pembelahan terlama di mana sel malakukan persiapan, baik


sintesis protein, lipid, dll. Sentriol kemudian menginvasi nukleus.
Mikrofilamen memanjang dari pangkal sentriol dan menempel pada
kromatin pada bagian kinetokor. Pada tahap ini Nukleolus dan selaput
inti mulai menghilang
 Metafase: Kromatin yang telah menjadi kromosom mengumpul di
ekuator nukleus, nukleolus pecah menjadi butiran.
 Anafase: Bagian yang paling cepat di mana sel ditarik ke dua badan
kutub oleh dua sentriol.
 Telofase: Akhir pembelahan di mana sel menjadi dua dan memisah
bersama terbaginya organel-organel sel yang kemudian terjadi sitokinesis
(pembelahan sitoplasma) pada tahap tersebut
 Interfase: Fase ini merupakan fase antara yang merupakan periode
antaramitosis yang satu dengan yang lain. fase ini bukanlah fase istirahat,
melainkan fase yang di mana metabolisme sel giat dilakukan. pada saat
fase interfase, sel akan mengalami tiga tahapan sebagai berikut: 1. Fase
Pertumbuhan Primer (Gap 1 atau G1) Organel-organelyang ada di dalam
sel, seperti mitokondria, retikulum endoplasma, kompleks Golgi, dan
organel lainnya memperbanyak diri guna menunjang kehidupan sel. 2.
Fase Sintesis (S) Sel melakukan sistesis terutama sintesis materi genetik,
yaitu DNA. 3. Fase Pertumbuhan Sekunder (Gap 2 atau G2) Menjelang
mitosis berikutnya, sel melakukan pertumbuhan kedua dengan
memperbanyak organel-organel sel yang dimilikinya.

Umumnya, mitosis (profase, metafase, anafase, dan telofase) berlangsung


singkat, selebihnya sel berada pada fase interfase. Lama mitosis tergantung pada
jenis organisme.

Pembelahan Meiosis dibagi menjadi dua bagian, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2.
Pada meiosis 1 akan mengalami 4 fase, yaitu profase 1, metafase 1, anafase 1,
dan telofase 1. Sedangkan meiosis 2 akan mengalami 4 fase, yaitu profase 2,
metafase 2, anafase 2, dan telofase 2.

Fungsi Pembelahan sel


Sel-sel dalam tubuh makhluk hidup mengalami pembelahan untuk
membentuk sel-sel baru. Sel-sel ini nantinya akan membentuk jaringan hingga
organ-organ di tubuhnya. Sayangnya, sel-sel ini memiliki usia. Seperti sel darah
merah yang hanya bisa hidup selama 120 hari dan akan mati setelah 120 hari. Di
sinilah peran pembelahan sel, yaitu mengganti sel-sel yang telah mati atau rusak.

Dalam tubuh organisme yang telah dewasa, jumlah sel dalam setiap organnya
harus dijaga agar tetap konstan. Artinya, tidak boleh ada organ yang jumlah
selnya berlebih atau berkurang. Misalnya, jumlah sel darah merah dalam tubuh
perempuan dewasa berkisar antara 4-5 juta sel dalam satu mikroliter darah.
Apabila jumlah sel dalam organ tubuh melebihi jumlah yang seharusnya, akan
terjadi gangguan yang disebut dengan tumor.

 fungsi pembelahan sel pada makhluk hidup uniseluler atau bersel tunggal
adalah sebagai cara untuk berkembang biak. Contoh makhluk hidup yang
berkembang biak dengan membelah diri diantaranya Protozoa, Amoeba,
dan lain-lain.

 Fungsi pembelahan sel pada makhluk hidup multiseluler atau makhluk


hidup bersel banyak adalah sebagai cara memperbayak sel tubuh
sehingga makhluk hidup yang bersangkutan dapat tumbuh dan
berkembang. Sel yang membelah diri disebut sel induk, sedangkan sel
hasil pembelahan diri disebut sel anak. Pada dasarnya proses pembelahan
sel terbagi menjadi pembelahan sel secara langsung dan pembelahan sel
secara tidak langsung
TUGAS RINGKASAN
STRUKTUR TUMBUHAN

Dosen Pengampu : Drs. H. Ahmad Raksun, M.Si

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 1 :

1. BAIQ JIHAN MAULINA (E1A021073)


2. CAHAYA ISLAMIYAH (E1A021074)
3. DESY FAJRIYATI SULHANA (E1A021075)
4. DWI PUTRININGSIH (E1A021076)
3/D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2022

Anda mungkin juga menyukai