Anda di halaman 1dari 9

HASIL BELAJAR DAN EFIKASI DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Fanisa Dina Amalia Dewi Umbara1, Eyus Sudihartinih2


1,2
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia
Email: fanisadina@upi.edu

Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk
mengetahui tingkat efikasi diri siswa dalam mata pelajaran matematika dan hubungan
efikasi diri dengan hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah 56
siswa Sekolah Menengah Pertama di Serang, Banten. Sampel dari penelitian ini yaitu 30
siswa, yang diambil menggunakan teknik random sampling sederhana. Untuk
mengetahui hubungan antara efikasi diri siswa dan hasil belajar matematika dilakukan
uji regresi linier sederhana dan uji korelasi pearson. Hasil dari penelitian ini yaitu
berdasarkan kriteria tingkat efikasi diri siswa, tingkat efikasi diri siswa berada pada
kategori sedang dan berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana dan uji korelasi
pearson efikasi diri siswa mempunyai pengaruh namun tidak signifikan terhadap hasil
belajar matematika siswa.

Kata Kunci: Efikasi Diri, Hasil Belajar, Siswa SMP, Matematika

Abstract:
This research is a quantitative descriptive study that aims to determine the level of
student self-efficacy in mathematics and the relationship of self-efficacy with student
mathematics learning outcomes. The population of this research was 56 junior high
school students in Serang, Banten. The sample of this research was 30 students that use
simple random sampling technique. To determine the relationship between student’s
self-efficacy and mathematics learning outcomes, a simple linear regression test and
Pearson correlation test were performed. The results of this research were the level of
student’s self-efficacy is in the medium category based on the criteria of self efficacy
scale and based on a simple linear regression test and pearson correlation test, the
student’s self-efficacy has an influence but not significant on student’s mathematics
learning outcomes.
Keywords: Self-Efficacy, Learning Outcomes, Junior High School’s Student,
Mathematics

Pendahuluan mendapatkan hasil yang ingin diraih


Hasil belajar merupakan proses (Bandura, 1997). Dalam hal ini yaitu
yang dialami oleh siswa dalam proses efikasi diri siswa dalam menyelesaikan
kegiatan belajar yang berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan
taraf keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Efikasi diri
pembelajaran (Widyaninggar, 2014). Hasil adalah penentu signifikan pada saat
belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor kegiatan belajar setelah dicapainya prestasi
yaitu faktor eksternal dan faktor internal. belajar, hal ini diperhitungkan berdasarkan
Faktor eksternal tersebut di antaranya penguasaan kognitif yang sebelumnya
adalah sosial, lingkungan, dan budaya (Wigunawati, 2014). Selain itu efikasi diri
sedangkan faktor internal yaitu fisiologi juga berpengaruh terhadap tingkat
dan psikologi. Faktor psikologi tersebut kepercayaan diri yang dimana kepercayaan
salah satunya yaitu tingkat self efficacy diri merupakan salah satu aspek
yang dimiliki siswa. Self efficacy (efikasi kepribadian yang penting dalam kehidupan
diri) yaitu penilaian individu pada sosial (Subaidi, 2016).
kemampuan yang dimilikinya dalam Tingkat efikasi diri siswa dapat
mengorganisir, mengatur, dan melakukan diukur berdasarkan dimensi efikasi diri,
serangkaian tingkah laku untuk yaitu magnitude, generality, dan strength.

8
Umbara, Hasil Belajar dan| 9

Magnitude berkaitan dengan tingkat Berdasarkan uraian tersebut,


optimisme ketika diberikan suatu peneliti bermaksud untuk mengetahui hasil
permasalahan, generality berkaitan dengan belajar matematika serta tingkat efikasi diri
keyakinan dalam keseluruhan siswa Sekolah Menengah Pertama. Hal ini
pembelajaran, dan strength berkaitan dikarenakan pada jenjang Sekolah
dengan komitmen siswa untuk Menengah Pertama siswa sudah mulai
menyelesaikan tugas yang dimilikinya. diberikan tugas-tugas individual yang lebih
Sedangkan terdapat empat asal mula kompleks sehingga efikasi diri siswa ini
efikasi diri, pertama adalah pengalaman akan sangat dibutuhkan. Penelitian ini
keberhasilan, pada saat individu berhasil diharapkan dapat membantu pembaca
menguasai tugas maka efikasi diri pun untuk mengetahui hasil belajar dan tingkat
akan terbentuk. Untuk menciptakan tingkat efikasi diri siswa untuk mengoptimalkan
efikasi diri yang tinggi diperlukan proses belajar matematika.
pengalaman untuk mengatasi suatu
rintangan. Kedua yaitu pengalaman yang Metode Penelitian
dimiliki orang lain ketika melihat orang Penelitian ini menggunakan jenis
lain berhasil dengan usaha yang penelitian deskriptif dengan pendekatan
dilakukannya, maka hal tersebut dapat kuantitatif. Penelitian ini akan
meningkatkan tingkat efikasi diri kita menggambarkan data kuantitatif yang
untuk berhasil pada hal tersebut. Ketiga diperoleh dari partisipan. Populasi
yaitu persuasi verbal, nasihat dan motivasi penelitian ini sebanyak 56 siswa Sekolah
dari orang-orang yang memiliki peran Menengah Pertama di Serang, Banten dan
penting dalam hidup kita dapat membuat sampel dari penelitian ini dipilih sebanyak
kita yakin terhadap kemampuan yang kita 30 orang dengan teknik random sampling
miliki sehingga efikasi diri kita meningkat. sederhana, teknik ini digunakan untuk
Keempat yaitu kondisi emosional dan mengambil sampel secara acak dan setiap
fisiologis, kondisi ini dapat mempengaruhi sampel memiliki kesempatan yang sama
efikasi diri yang kita miliki. Suasana hati, untuk terpilih. Teknik pengumpulan data
stress, ataupun sakit dapat meredam yang digunakan oleh peneliti yaitu
kemampuan efikasi diri yang kita miliki. kuesioner/ angket dan nilai rapor
Hal ini berarti kondisi yang positif dapat matematika siswa. Kuesioner digunakan
meningkatkan tingkat efikasi diri yang kita untuk mengetahui tingkat efikasi diri
miliki (Bandura, 1997:3). siswa. Skala yang digunakan pada
Efikasi diri memiliki hubungan kuesioner ini yaitu skala Likert. Untuk
yang positif dengan hasil belajar penelitian yang dilakukan di Indonesia
matematika, hal ini menandakan bahwa disarankan untuk menggunakan skala
jika tingkat efikasi diri siswa semakin Likert genap, seperti STS (Sangat Tidak
tinggi maka hasil belajar yang diraih akan Setuju), TS (Tidak Setuju), S (Setuju), dan
tinggi pula, begitupun sebaliknya (Disai et SS (Sangat Setuju) hal ini dikarenakan
al., 2017; Sari et al., 2018; Tayibu, 2017; orang Indonesia memiliki kecenderungan
Wahdania et al., 2017). Efikasi diri yang untuk bersikap netral sehingga partisipan
dimiliki siswa juga berdampak pada emosi hanya akan mempunyai sikap setuju atau
akademik siswa dalam mempelajari tidak setuju saja (Pujihastuti, 2010). Setiap
matematika di kelas, siswa dengan efikasi alternatif jawaban mempunyai skor yang
diri tinggi akan menikmati rangkaian berbeda. Pada pernyataan positif SS = 5, S
proses belajar, namun siswa dengan = 4, TS = 2, STS = 1 sedangkan untuk
tingkat efikasi diri rendah mudah merasa pernyataan negatif berlaku sebaliknya
bosan serta cenderung cemas ketika belajar yaitu SS = 1, S = 2, TS = 4, STS = 5.
matematika sehingga mempengaruhi hasil
belajar (Sunawan et al., 2017).
10|SIGMA, Volume 6, Nomor 1, September 2020, Hlm 8-16

Tabel 1. Kisi-kisi Kuesioner Efikasi Diri Siswa


Item
Dimensi Indikator Jumlah
Positif Negatif
Menerima dan
Magnitude
mengatasi tugas 1 2,3 3
(Tingkat Kesulitan Tugas)
yang sulit
Keyakinan dalam
Strength menyelesaikan tugas
4,6 5 3
(Kekuatan Keyakinan) dengan
kemampuannya
Keyakinan terhadap
Generality
kemampuan diri
(keyakinan dalam 7,9 8 3
dalam berbagai
keseluruhan pembelajaran)
situasi
Jumlah 5 4 9

Kuesioner disusun berdasarkan pembelajaran, dan strength berkaitan


tiga dimensi efikasi diri menurut Bandura dengan komitmen siswa untuk
yaitu magnitude, strength dan generality. menyelesaikan tugas yang dimilikinya.
Magnitude berkaitan dengan tingkat Berikut ini kuesioner yang akan peneliti
optimisme ketika diberikan suatu gunakan untuk mengukur tingkat efikasi
permasalahan, generality berkaitan dengan diri siswa seperti tabel dibawah ini.
keyakinan dalam keseluruhan

Tabel 2. Kuesioner Efikasi Diri Siswa


No Pernyataan SS S TS STS
Saya pantang menyerah ketika mendapatkan tugas
1
matematika yang sulit.
Saya kurang memiliki daya juang ketika mendapatkan tugas
2
matematika yang sulit.
Saya merasa tugas matematika adalah suatu beban untuk
3
saya.
Saya dapat menyelesaikan tugas matematika yang sulit
4
karena yakin dengan kemampuan yang saya miliki.
Saya selalu menghindari tugas matematika yang sulit
5
karena tidak yakin dengan kemampuan yang saya miliki.
Saya dapat tetap tenang ketika menghadapi kesulitan karena
6
saya yakin dengan kemampuan saya.
Saya dapat menyelesaikan berbagai tugas matematika yang
7 diberikan oleh guru karena yakin dengan kemampuan yang
saya miliki.
Saya hanya dapat mengerjakan tugas-tugas matematika
8
tertentu saja.
Saya dapat menyelesaikan semua tugas matematika
9
semaksimal mungkin dalam situasi apapun.

Tingkat efikasi diri siswa pada Tabel 3. Kriteria Tingkat Efikasi Diri
mata pelajaran matematika pada siswa Siswa
sebagai berikut (Sadewi et al., 2012). Interval Kriteria
91 – 100 Sangat Tinggi
78 – 90 Tinggi
Umbara, Hasil Belajar dan| 11

65 – 77 Cukup Tinggi keeratan hubungan antar variabel yang


52 – 64 Sedang dinyatakan dengan koefisien korelasi (r).
39 – 51 Cukup Rendah Pengujian ini dilakukan dengan
26 – 38 Rendah menggunakan program SPSS 25.0.
14 – 25 Sangat Rendah
Analisis Korelasi Pearson
Pengujian korelasi pearson ini
Hasil dan Pembahasan
dilakukan untuk mengetahui tingkat
Tabel 4. Data Efikasi Diri Siswa dan
keeratan hubungan antar variabel yang
Hasil Belajar
dinyatakan dengan koefisien korelasi (r).
Efikasi Hasil
No Responden Pengujian ini dilakukan dengan
Diri Belajar
menggunakan program SPSS 25.0.
1. P 80 80
2. P 57,78 83 Tabel 5. Correlations
3. P 60 78
4. P 68,89 80 Efikasi Hasil
5. P 75,56 80 Diri Belajar
6. P 57,78 86 Pearson
1 .053
7. P 57,78 80 Correlation
Efikasi
8. P 75,56 71 Sig. (2-
Diri .781
9. P 68,89 80 tailed)
10. L 75,56 81 N 30 30
11. P 46,67 88 Pearson
12. P 57,78 98 .053 1
Correlation
13. L 73,33 85 Hasil Sig. (2-
14. P 62,22 80 Belajar .781
tailed)
15. P 57,78 94 N 30 30
16. L 55,56 76
17. P 40 78
Berdasarkan tabel Correlations
18. L 35,56 88
diperoleh nilai signifikansi untuk hubungan
19. P 84,44 98
efikasi diri dan hasil belajar matematika
20. P 60 91
yaitu sebesar 0,781 > 0,05 maka kedua
22. P 37,78 75
variabel ini tidak signifikan. Selanjutnya
23. L 91,11 82
didapat nilai pearson correlation sebesar
24. P 73,33 72
0,053 yang berarti bahwa terdapat korelasi
25. L 75,56 94
namun tidak signifikan antara efikasi diri
26. P 48,89 79
dengan hasil belajar matematika siswa. Hal
27. P 73,33 80
ini terjadi karena data tidak memenuhi
28. P 77,78 84
kriteria linearitas, untuk melakukan uji
29. P 68,89 80
korelasi pearson harus mendasarkan data
30. P 71,11 91
harus linear.
Rata-Rata 64,22 83,07
Analisis Regresi Linier Sederhana
Secara keseluruhan efikasi diri Pengujian analisis regresi linier
siswa ada pada kriteria sedang. Untuk sederhana ini dilakukan untuk menguji
mengetahui hubungan antara efikasi diri pengaruh satu variabel bebas (efikasi diri)
siswa dengan hasil belajar matematika terhadap variabel terikat (hasil belajar
dilakukan uji korelasi pearson dan uji matematika). Pengujian ini menggunakan
regresi linier sederhana. Analisis Korelasi program SPSS 25.0.
Pearson
Pengujian korelasi pearson ini
dilakukan untuk mengetahui tingkat
12|SIGMA, Volume 6, Nomor 1, September 2020, Hlm 8-16

Tabel 6. Model Summary


M Pada tabel Model Summary diperoleh
o Adjusted Std. Error besar nilai korelasi/ hubungan (R) sebesar 0,053
R
d R R of the Dari data tersebut diperoleh koefisien determinasi
Square (R Square) sebesar 0.003 yang berarti bahwa
e Square Estimate
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
L adalah sebesar .
1 .053a .003 -.033 7.09602
a. Predictors: (Constant), Efikasi Diri
Tabel 7. ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 3.967 1 3.967 .079 .781b
Residual 1409.900 28 50.354
Total 1413.867 29
a. Dependent Variable: Hasil Belajar
b. Predictors: (Constant), Efikasi Diri
Pada tabel Anova didapat Fhitung = belajar matematika) namun pengaruh
0,79 dan nilai signifikansi sebesar 0,781 tersebut tidak signifikan. Berdasarkan nilai
karena Fhitung = 0,79 < 4,20 = Ftabel dan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05
signifikansi 0,781 > 0,05 maka dapat dengan demikian model persamaan regresi
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan yang berarti model regresi
secara bersama sama dari variabel X linier tidak memenuhi kriteria linearitas.
(efikasi diri) terhadap variabel Y (hasil

Tabel 8. Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 81.335 6.305 12.901 .000
Efikasi Diri .027 .096 .053 .281 .781
a. Dependent Variable: Hasil Belajar

Selanjutnya dari tabel Coefficients terhadap variabel Y (hasil belajar


didapat nilai a (konstanta) = 81.335 dan b matematika).
(koefisien regresi X) = 0,027 sehingga
persamaan regresi antara X dan Y yaitu Tabel 9. Hasil Perhitungan Angket
sebagai berikut Efikasi Diri
Nomor Rataan
Berdasarkan tabel Coefficients dapat Dimensi
Pernyataan Hitung
dilakukan pula pengujian dengan Magnitude 1 sd 3 3,24
membandingkan t hitung dan t tabel. Pada Strength 4 sd 6 3,45
kolom efikasi diri didapat nilai thitung = Generality 7 sd 9 3,02
Rata-Rata 3,23
0,884 dengan nilai signifikansi 0,380
karena thitung = 0,281 < 2,04841 = ttabel dan
Pada penelitian diperoleh rataan
nilai signifikansi 0,781 > 0,05 sehingga
total untuk setiap dimensi pada efikasi diri,
diperoleh terdapat pengaruh tidak
sebesar 3,23 yang berarti skor tersebut
signifikan dari variabel X (efikasi diri)
sudah melebihi skor netral yang merupakan
median dari skala Likert, sehingga dapat
Umbara, Hasil Belajar dan| 13

disimpulkan bahwa efikasi diri dalam mutlak untuk seseorang, terdapat banyak
pembelajaran matematika bernilai positif. kemungkinan yang terjadi seperti siswa
Perhitungan juga dilakukan untuk setiap yang memiliki tingkat efikasi diri yang
dimensi dari efikasi diri siswa, yang tinggi memiliki hasil belajar matematika
pertama yaitu dimensi magnitude, dimensi yang tinggi pula, siswa dengan tingkat
ini berkaitan dengan tingkat optimisme efikasi diri yang tinggi namun memiliki
siswa ketika diberikan suatu permasalahan hasil belajar matematika yang rendah, siswa
matematika, hasil rataan hitung untuk dengan tingkat efikasi diri yang rendah
dimensi magnitude sebesar 3,24 yang namun memiliki tingkat efikasi diri yang
berarti skor ini bernilai positif karena sudah tinggi, dan yang terakhir yaitu siswa dengan
melebihi skor netral pada skala Likert. tingkat efikasi diri yang rendah dan
Kedua yaitu dimensi strength, dimensi ini memiliki hasil belajar matematika yang
berkaitan dengan komitmen siswa untuk rendah pula. Terdapat banyak faktor yang
menyelesaikan tugas matematika yang dapat mempengaruhi tingkat efikasi diri
dimiliki, hasil rataan hitung untuk dimensi seseorang. Efikasi diri siswa dapat diubah,
strength sebesar 3,45 yang berarti skor ini diperoleh, diturunkan atau ditingkatkan,
bernilai positif karena sudah melebihi skor melalui keempat sumber dari efikasi diri
netral pada skala Likert. Ketiga yaitu yaitu pengalaman keberhasilan,
dimensi generality, dimensi ini berkaitan pengalaman yang dimiliki orang lain,
dengan keyakinan siswa dalam keseluruhan persuasi verbal dan kondisi emosional dan
pembelajaran matematika, hasil rataan fisiologis (Bandura, 1997: 3).
hitung untuk dimensi generality sebesar Berdasarkan data penelitian yang
3,02 yang berarti skor ini bernilai positif peneliti peroleh terdapat beberapa siswa
karena melebihi skor netral pada skala yang mempunyai hasil belajar tinggi namun
efikasi diri berada di tingkat yang rendah.
Likert.
Setelah melakukan konfirmasi dengan
Berdasarkan hasil analisis data responden tersebut, ternyata untuk
diketahui bahwa tidak selalu variabel mendapatkan hasil belajar yang tinggi
psikologi berhubungan secara linier dikarenakan responden selalu merasa tidak
dengan variabel lain adapula yang bisa sehingga dorongan untuk terus
membentuk kurva, sama halnya dengan belajarnya pun meningkat, hal tersebut
efikasi diri. Efikasi diri merupakan suatu yang membuat prestasi belajarnya tinggi.
Maka diperoleh bahwa efikasi diri tidak
keyakinan yang ada dalam diri
selalu berbanding lurus dengan hasil belajar
berdasarkan kemampuan yang dimilikinya matematika. Tidak terdapat korespondensi
(Bandura, 1997). Efikasi diri siswa tidak antara efikasi diri siswa dengan tingkat
selalu berbanding lurus dengan hasil kognitif siswa, hal ini mengartikan siswa
belajar siswa. Hasil penelitian ini tidak yang memiliki tingkat kognitif tinggi
sejalan dengan hasil penelitian yang belum tentu memiliki efikasi diri yang
menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat tinggi, dan sebaliknya (Putri & Prabawanto,
2019). Hal ini juga sejalan juga dengan
efikasi diri siswa maka semakin tinggi
hasil penelitian Arriah (2017) yang
pula hasil belajar yang diraihnya, menyatakan bahwa diperoleh hasil estimasi
begitupun sebaliknya (Chairiyati, 2013; yang negatif antara pengaruh langsung
Ghufron & Suminta, 2018). efikasi diri terhadap prestasi belajar
Disisi lain, sebagaimana matematika yang berarti tidak terdapat
disebutkan bahwa efikasi diri siswa pengaruh secara langsung efikasi diri
terhadap prestasi belajar matematika siswa.
merupakan variabel psikologi yang berarti
hasil efikasi diri siswa tidak selalu berlaku
14|SIGMA, Volume 6, Nomor 1, September 2020, Hlm 8-16

Mayoritas responden dengan yang dimiliki siswa juga akan rendah


tingkat efikasi diri rendah salah satunya (Yuliyani et al., 2017).
disebabkan oleh siswa tidak menyukai mata Pada penelitian ini, tingkat efikasi diri yang
pelajaran matematika. Efikasi diri siswa dimiliki siswa berada pada kriteria sedang,
dapat memperkirakan hasil positif terhadap salah satu sumber efikasi diri yang dapat
kesenangan serta dapat memperkirakan
meningkatkan tingkat efikasi diri siswa
negatif terhadap ketidaksenangan dalam
mempelajari konten pelajaran (Putwain et yaitu persuasi verbal, salah satu bentuk
al., 2013). Ketidaksukaan terhadap persuasi verbal yaitu dukungan sosial guru.
matematika dapat membuat siswa memiliki Dukungan sosial guru juga memiliki peran
minat belajar matematika yang kurang. penting untuk menciptakan prestasi belajar
Minat belajar matematika yang kurang siswa yang tinggi (Uran et al., 2019).
membuat siswa selalu merasa tugas-tugas
matematika yang diberikan sebagai beban
Simpulan
untuk mereka, akibatnya siswa menjadi
Berdasarkan hasil penelitian ini, tingkat
tidak nyaman dalam melaksanakan
pembelajaran matematika, dan hal ini juga efikasi diri yang dimiliki oleh siswa berada
dapat berpengaruh terhadap tingkat efikasi pada kriteria sedang dan berdasarkan hasil
diri siswa. Adanya hubungan yang cukup uji regresi linier sederhana dan uji korelasi
kuat antara efikasi diri dan minat terhadap pearson variabel efikasi diri siswa
matematika dengan catatan metode mempunyai pengaruh namun tidak
pembelajaran tidak berubah, hal ini signifikan terhadap variabel hasil belajar
mengartikan bahwa siswa mempunyai
matematika siswa, hal ini dikarenakan
keyakinan dalam memandang subjek
matematika mudah sehingga dapat variabel efikasi diri merupakan suatu
mempengaruhi minatnya terhadap pelajaran variabel psikologi, yang berarti tidak akan
matematika (Widyastuti et al., 2019). selalu berlaku sama untuk setiap individu,
Berdasarkan data penelitian yang terdapat faktor-faktor lain yang dapat
diperoleh, antara siswa laki-laki dan mempengaruhi variabel tersebut.
perempuan ternyata tidak menunjukkan
hasil yang dominan terhadap tingkat efikasi
diri yang dimiliki siswa. Siswa laki-laki Daftar Pustaka
tidak selalu memiliki tingkat efikasi diri Adelia, Winda. (2011). Kehebatan Berpikir
tinggi atau rendah begitupun siswa Positif. Yogyakarta: Sinar Keroja.
perempuan, maka dari itu gender bukan Arriah, F. (2017). Effect of Metacognition
merupakan prediktor tingkat efikasi diri and Self Efficacy Against
siswa. Hal ini sejalan dengan hasil Mathematics Learning Achievement
penelitian Roberto (2019) yang menyatakan Through Student Creativity Class XI
bahwa tidak terdapat perbedaan yang SMAN in City of Bulukumba
signifikan pada efikasi diri matematika BULUKUMBA. Jurnal Daya
siswa laki-laki serta siswa perempuan. Matematis, 5(2), 105–116.
Efikasi diri siswa ternyata https://doi.org/10.1017/CBO97811074
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir 15324.004
positif siswa. Berpikir positif adalah pikiran
yang mampu membangun dan memperkuat Bandura, A. (1997). Theoretical
kepribadian atau karakter (Adelia, Perspectives: the nature of human
2011:68). Efikasi diri menunjukkan adanya agency. In Self-efficacy: The exercise
pengaruh yang signifikan terhadap berpikir of control (p. 3).
positif, hal ini berarti siswa yang memiliki https://doi.org/10.1007/SpringerRefer
efikasi diri yang tinggi makan akan ence_223312
semakin positif hasil berpikir yang
didapatkan dan semakin rendah efikasi diri Chairiyati, L. R. (2013). Hubungan Antara
siswa maka kemampuan berpikir positif Self-Efficacy Akademik dan Konsep
Umbara, Hasil Belajar dan| 15

Diri Akademik dengan Prestasi Efficacy Pelajaran Matematika


Akademik. Humaniora, 4(2), 1125– Melalui Layanan Penguasaan Konten
1133. Teknik Modeling Simbolik.
https://doi.org/10.21512/humaniora.v4 Indonesian Journal of Guidance and
i2.3553 Counseling: Theory And Application,
1(2), 7–12.
Disai, W. I., Dariyo, A., & Basaria, D.
(2017). Hubungan antara Kecemasan Sari, N. Y., Zulkarnain, I., & Kusumawati,
Matematika dan Self-Efficacy dengan E. (2018). Self Efficacy Siswa Dalam
Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Menyelesaikan Soal Matematika
X Kota Palangka Raya. Jurnal Muara Berbentuk Cerita. Vidya Karya, 33(1),
Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 28–34.
1(2), 556–568. https://doi.org/10.20527/jvk.v33i1.539
https://doi.org/10.24912/jmishumsen. 0
v1i2.799
Subaidi, A. (2016). Self-Efficacy Siswa
Ghufron, M. N., & Suminta, R. R. (2018). Dalam Pemecahan Masalah
Efikasi Diri dan Hasil Belajar Matematika. Jurnal ∑igma.
Matematika : Meta-analisis. Jurnal Universitas Madura, 1(2), 64–68.
Majamath, 1(2), 103–116. https://doi.org/10.0324/SIGMA.V1I2.
68
Pujihastuti, I. (2010). Prinsip Penulisan
Kuesioner Penelitian. Jurnal Sunawan, S., Ahmad Yani, S. Y., Kencana,
Agribisnis Dan Pengembangan T. I., Anna, C. T., Mulawarman, &
Wilayah, 2(1), 43–56. Sofyan, A. (2017). Dampak Efikasi
Diri terhadap Beban Kognitif dalam
Putri, W. K. H. W., & Prabawanto, S. Pembelajaran Matematika dengan
(2019). The analysis of students ’ self- Emosi Akademik sebagai Mediator.
efficacy in learning mathematics. Jurnal Psikologi, 44(1), 28–38.
Journal of Physics: Conference https://doi.org/10.22146/jpsi.22742
Series, 1–7.
https://doi.org/10.1088/1742- Tayibu, N. Q. (2017). Pengaruh Intelegensi,
6596/1157/3/032113 Task Commitment dan Self Efficacy
terhadap Hasil Belajar Matematika
Putwain, D., Sander, P., & Larkin, D. Siswa SMA. Journal of EST, 2(3),
(2013). Academic self-efficacy in 132–143.
study-related skills and behaviours:
Relations with learning-related Uran, A. L., Leton, S. I., & Uskono, I. V.
emotions and academic success. (2019). Pengaruh Efikasi Diri dan
British Journal of Educational Dukungan Sosial Guru terhadap
Psychology, 83(4), 633–650. Prestasi Belajar Matematika Siswa.
https://doi.org/10.1111/j.2044- ASIMTOT: Jurnal Kependidikan
8279.2012.02084.x Matematika, 1(1), 69–76.

Roberto, J. (2019). The Relationship Wahdania, W., Rahman, U., & Sulasteri, S.
between Affectivity and Self-efficacy (2017). Pengaruh Efikasi Diri, Harga
for the Learning of Mathematical Diri dan Motivasi terhadap Hasil
Contents. Acta Scientiae, Canoas, Belajar Matematika Peserta Didik
21(5), 163–177. Kelas X SMA Negeri 1 Bulupoddo
https://doi.org/10.17648/acta.scientiae Kab. Sinjai. MaPan: Jurnal
.4122 Matematika Dan Pembelajaran, 5(1),
68–81.
Sadewi, A. I., Sugiharto, D., & Nusantoro, https://doi.org/10.24252/mapan.2017v
E. (2012). Meningkatkan Self 5n1a5
16|SIGMA, Volume 6, Nomor 1, September 2020, Hlm 8-16

Widyaninggar, A. A. (2014). Pengaruh 0.83-100


Efikasi Diri dan Lokus Kendali
(Locus of Control) Terhadap Prestasi Wigunawati, E. (2014). Efikasi Diri
Belajar Matematika. Formatif: Jurnal Sebagai Penguatan Prestasi Belajar
Ilmiah Pendidikan MIPA, 4(2), 89–99. Matematika Siswa SMP. Prosiding
https://doi.org/10.30998/formatif.v4i2. SEMNAS Penguatan Individu Di Era
143 Revolusi Informasi, 124–135.

Widyastuti, W., Wijaya, A. P., Rumite, W., Yuliyani, R., Handayani, S. D., &
& Marpaung, R. R. T. (2019). Minat Somawati, S. (2017). Peran Efikasi
Siswa Terhadap Matematika Dan Diri (Self-Efficacy) dan Kemampuan
Hubungannya Dengan Metode Berpikir Positif terhadap Kemampuan
Pembelajaran Dan Efikasi Diri. Jurnal Pemecahan Masalah Matematika.
Pendidikan Matematika, 13(1), 83– Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan
100. MIPA, 7(2), 130–143.
https://doi.org/10.22342/jpm.13.1.675 https://doi.org/10.30998/formatif.v7i2.
2228