Anda di halaman 1dari 5

Nama : Muhamad Qeisya Hanif

NIM : 22338054
Mata Kuliah/Sesi : Pendidikan Kewarganegaraan/202211280890
Dosen Pengampu : Ridho Bayu Yefterson, M.Pd

Tugas Pertemuan Minggu Kedua.

A.Konsep dan Urgensi Identitas Nasional


Konsep Identitas Nasional berasal dari dua kata dasar, ialah “identitas” dan
“nasional”. Kata identitas berasal dari kata “identity” (Inggris) yang dalam kamus maya
Wikipedia dikatakan “identity is an umbrella term used throughout the social sciences to
describe a person's conception and expression of their individuality or group affiliations (such
as national identity and cultural identity). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
identitas berarti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati diri.Sedangkan kata
“nasional” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti bersifat kebangsaan; berkenaan
atau berasal dari bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa. Dalam konteks pendidikan
kewarganegaraan, identitas nasional lebih dekat dengan arti jati diri yakni ciri-ciri atau
karakeristik, perasaan atau keyakinan tentang kebangsaan yang membedakan bangsa
Indonesia dengan bangsa lain. Apabila bangsa Indonesia memiliki identitas nasional maka
bangsa lain akan dengan mudah mengidentifikasi dan bisa membedakan bangsa Indonesia
dengan bangsa yang lain.
Menurut Tilaar (2007) identitas nasional berkaitan dengan pengertian bangsa. Beliau
menyatakan, suatu bangsa adalah suatu keseluruhan alamiah dari seseorang karena dari
padanyalah sesseorang individu memperoleh realitasnya, yang man artinya seseorang pribadi
tidak akan mempunyai arti bila terlepas dari masyarakat nya. Dengan bahasa lain, seseorang
akan mempunyai arti bila ada dalam masyarakat. Dalam konteks hubungan antar bangsa,
seseorang dapat dibedakan karena nasionalitas nya sebab bangsa yang satu dengan bangsa
yang lainnya.

B. Alasan Perlunya Identitas Nasional Indonesia


Pentingnya Identitas Nasional diantara nya :
- Sebagai pembeda antara bangsa Indonesia dapat dibedakan dengan bangsa lain.Hal ini
dapat bermakna bahwa bangsa Indonesia dapat melanjutkan perjuangan sebagai
bangsa sesuai dengan fitrah nya dan dikenal oleh bangsa lain.
- Identitas Nasional perlu untuk keberlangsungan hidup suatu bangsa, sehingga bias
mempersatukan antara Negara dan bangsa. Karena Negara tidak mungkin hdup
sendiri tanpa dikenal bangsa lain.Jadi Negara membutuhkan kerja sama dengan
Negara lain untuk memenuhi kebutuhan.Penyebabnya karena Negara punya
keterbatasan sehingga perlu bantuan dan kerjasama dari Negara lain.Identitas nasional
penting untuk kewibaan Negara dan ciri khas bangsa Indonesia.-
- Identitas nasional akan memunculkan rasa saling hormat dan pengertian, sehingga
tidak ada perbedaan antar negara. Kedudukan yang sejajar ini karena setiap negara
mengakui kedaulatan negara lain.

C. Sumber Historis, Sosiologis, Dan Politis Tentang Identitas Nasional


Berbagai pendapat (Tilaar, 2007; Ramlan Surbakti, 2010, Winarno, 2013)
menyatakan bahwa proses pembentukan identitas nasional umumnya membutuhkan waktu,
upaya keras, dan perjuangan panjang di antara warga bangsa-negara yang bersangkutan. Hal
ini dikarenakan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa itu.
Secara historis, terutama pada masa pertumbuhannya, identitas nasional Indonesia
ditandai ketika kesadaran Indonesia muncul sebagai bangsa yang dijajah oleh orang asing
pada tahun 1908, yang dikenal sebagai masa Kebangkitan Nasional (Nation). Masyarakat
Indonesia mulai menyadari identitas kemanusiaannya tidak wajar karena berada dalam
keadaan dominasi. Kemudian muncul kesadaran untuk membentuk bangsa. Persepsi ini
bermula dari pengaruh hasil belajar dari kebijakan etis (Etiche Politiek). Dengan kata lain,
faktor pendidikan sangat penting bagi pembentukan budaya dan rasa kebangsaan sebagai jati
diri bangsa. Terbentuknya sejumlah organisasi masyarakat yang bergerak di berbagai bidang
seperti perdagangan, agama hingga organisasi politik. Tumbuh dan berkembangnya beberapa
organisasi masyarakat mengarah pada kesadaran nasional. Pada puncaknya, pemuda dari
organisasi daerah berkumpul pada Kongres Pemuda ke-2 di Jakarta dan memproklamirkan
Sumpah Pemuda. Pada masa inilah identitas nasional yang lebih kuat diproklamasikan bahwa
"orang Indonesia mengklaim memiliki satu tanah air, tanah air Indonesia, satu bangsa, rakyat
Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia". Identitas nasional Indonesia
menunjuk pada identitas-identitas yang sifat nya nasional.
Soemarno Soedarsono (2002) telah megungkapkan tentang jati diri atau identitas diri
dalam konteks individual. Bagaimana dengan identitas nasional? Ada suatu ungkapan yang
menyatakan bahwa baiknya sebuah negara ditentukan oleh baiknya keluarga, dan baiknya
keluarga sangat ditentukan oleh baiknya individu. Merujuk pada ungkapan tersebut maka
dapat ditarik simpulan bahwa identitas individu dapat menjadi representasi dan penentu
identitas nasional. Oleh karena itu, secara sosiologis keberadaan identitas etnis termasuk
identitas diri individu sangat penting karena dapat menjadi penentu bagi identitas nasional.
Secara sosiologis, identitas nasional terbentuk dalam proses interaksi alam yang baik,
komunikasi dan antar budaya melalui perjalanan panjang menuju Indonesia merdeka serta
melalui pembangunan intensif pasca kemerdekaan. Identitas pasca-nasionalkemerdekaan
yang dicapai secara terencana oleh pemerintah dan lembaga masyarakat melalui berbagai
kegiatan seperti upacara kenegaraan, dan proses pendidikan di lembaga pendidikan formal
atau nonformal.Dalam kegiatan tersebut terjadi interaksi antar masyarakat, budaya,antar
bahasa, antara grup ekstensi dan akhiran gabunganmenghubungkan dan memperkuat Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Secara politis, pembentukan identitas nasional Indonesia yang dapat menjadi penciri
atau pembangun jati diri bangsa Indonesia meliputi: bendera negara Sang Merah Putih,
bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa negara, lambang negara Garuda
Pancasila, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bentuk-bentuk identitas nasional ini telah
diatur dalam peraturan perundangan baik dalam UUD maupun dalam peraturan yang lebih
khusus. Bentuk-bentuk identitas nasional Indonesia pernah dikemukakan pula oleh Winarno
(2013) sebagai berikut: (1) Bahasa nasional atau bahasa persatuan adalah Bahasa Indonesia;
(2) Bendera negara adalah Sang Merah Putih; (3) Lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya;
(4) Lambang negara adalah Garuda Pancasila; (5) Semboyan negara adalah Bhinneka
Tunggal Ika; (6) Dasar falsafah negara adalah Pancasila; (7) Konstitusi (Hukum Dasar)
Negara adalah UUD NRI 1945; (8) Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia; (9)
Konsepsi Wawasan Nusantara; dan (10) Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai
kebudayaan nasional. Semua bentuk identitas nasional ini telah diatur dan tentu perlu
disosialisasikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

D. Argument tentang dinamika dan tantangan Identitas Nasional Indonesia


Rintangan dan tantangan yang dihadapi terkait dengan Pancasila sebagai identitas
Nasional telah banyak mengundang para pakar untuk menyampaikan tanggapan dan
analisisnya. Seperti Azyumardi Azra (Tilaar, 2007), menyatakan bahwa saat ini Pancasila
sulit dan dimarginalkan di dalam semua kehidupa masyarakat Indonesia karena: (1) Pancasila
dijadikan sebagai kendaraan politik; (2) adanya liberalisme politik; dan (3) lahirnya
desentralisasi atau otonomi daerah.
Menurut Tilaar (2007), Pancasila telah terlanjur tercemar dalam era Orde Baru yang
telah menjadikan Pancasila sebagai kendaraan politik untuk mempertahankan kekuasaan
yang ada. Liberalisme politik terjadi pada saat awal reformasi yakni pada pasca pemerintahan
Orde Baru. Pada saat itu, ada kebijakan pemerintahan Presiden Habibie yang menghapuskan
ketentuan tentang Pancasila sebagai satu-satunya asas untuk organisasi kemasyarakatan
termasuk organisasi partai politik. Sedangkan, lahirnya peraturan perundangan tentang
desentralisasi dan otonomi daerah seperti lahirnya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 yang
diperbaharui menjadi Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah telah
berdampak positif dan negatif. Dampak negatifnya antara lain munculnya nilai-nilai
primordialisme kedaerahan sehingga tidak jarang munculnya rasa kedaerahan yang sempit.

E. Essensi Dan Urgensi Identitas Nasional Indonesia


Mengapa identitas nasional diperlukan bagi suatu bangsa dan negara? jawabannya
tidak jauh dari pentingnya identitas bagi seorang individu manusia. Pertama, agar masyarakat
Indonesia dikenal oleh negara lain. Jika kita dikenal bangsa lain, maka kita bisa melanjutkan
perjuangan kita untuk bisa eksis sebagai bangsa apa adanya. Kedua, identitas nasional suatu
negara-bangsa sangat penting bagi kelangsungan negara-bangsa. Negara tidak bisa dibiarkan
hidup sendiri. Setiap negara dan juga setiap orang tidak dapat hidup sendiri. Setiap negara
memiliki batasannya, sehingga membutuhkan bantuan dari negara/etnis lain. Begitu juga
untuk Indonesia, kita membutuhkan identitas yang dikenal negara lain untuk memenuhi
kebutuhan orang lain. Oleh karena itu, identitas nasional sangat penting untuk memenuhi
kebutuhan atau kepentingan nasional negara-bangsa Indonesia.
F.Rangkuman Tentang Identitas Nasional

1. 1.Identitas nasional dibentuk oleh dua kata dasar, ialah “identitas” dan “nasional”.
identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang secara harfiah berarti jati diri,
ciri-ciri, atau tanda-tanda yang melekat pada seseorang atau sesuatu sehingga
mampu membedakannya dengan yang lain. Istilah “nasional” menunjuk pada
kelompok-kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar
pengelompokan berdasar ras, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya.
2. 2.Secara historis, identitas nasional Indonesia ditandai ketika munculnya
kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa yang sedang dijajah oleh bangsa asing
pada tahun 1908 yang dikenal dengan masa Kebangkitan Nasional (Bangsa).
3. Pembentukan identitas nasional melalui pengembangan kebudayaan Indonesia
telah dilakukan jauh sebelum kemerdekaan, yakni melalui kongres kebudayaan
1918 dan Kongres bahasa Indonesia I tahun 1938 di Solo. Peristiwa-peristiwa
yang terkait dengan kebudayaan dan kebahasaan melalui kongres telah
memberikan pengaruh positif terhadap pembangunan jati diri dan atau identitas
nasional.
4. Secara sosiologis, identitas nasional telah terbentuk dalam proses interaksi,
komunikasi, dan persinggungan budaya secara alamiah baik melalui perjalanan
panjang menuju Indonesia merdeka maupun melalui pembentukan intensif pasca
kemerdekaan.
5. Secara politis, bentuk identitas nasional Indonesia menjadi penciri atau
pembangun jati diri bangsa Indonesia yang meliputi bendera negara Sang Merah
Putih, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa negara, lambang
negara Garuda Pancasila, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
6. Identitas nasional sangat penting bagi bangsa Indonesia karena (1) bangsa
Indonesia dapat dibedakan dan sekaligus dikenal oleh bangsa lain; (2) identitas
nasional bagi sebuah negara-bangsa sangat penting bagi kelangsungan hidup
negara-bangsa tersebut karena dapat mempersatukan negara-bangsa; dan (3)
identitas nasional penting bagi kewibawaan negara dan bangsa Indonesia sebagai
ciri khas bangsa.

F.Contoh Praktik Kewarganegaraan


1. Menjalankan keyakinan dengan sungguh-sungguh terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
2. Memahami betul makna dari identitas Nasional dan Pancasila.
3. Menjalankan tugas sebagai mahasiswa yang baik dan menjadi warga
Negara yang baik (good citizenship) berdasarkan pedoman citizen
education.
4. Menjunjung tinggi Hukum yang ada di Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan menegakkan hokum se adil adil berdasarkan UUD 1945.
5. Melakukan tugas bela Negara dan menjadi individu yang memiliki jiwa
nasionalis dan semangat demokratis untuk menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia dari perpecahan dari dalam.dll

Anda mungkin juga menyukai