Anda di halaman 1dari 11

CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.

uk
Provided by JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

ANALISIS FAKTOR FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH


JENJANG PENDIDIKAN DASAR

(JURNAL)

Oleh

ARINI EKA PUTRI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2018
Faktor - Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah
Jenjang Pendidikan Dasar

Arini Eka Putri1, Trisnaningsih2, Irma Lusi Nugraheni3


FKIP Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
*e-mail : ariniekaputri2@gmail.com, Telp : +6285768266209

Received: Jul, 10 th 2018 Accepted: Jul, 10 th 2018 Online Published: Jul, 11 th 2018

The purpose of this research was to analyze the factors cause of elementary
education dropout children at Ambarawa District. Research method using
descriptive method and data collecting through observation. The data
measurement used percentage analysis technique. Research population were 70
dropout childrens. Sample of this research were 41 dropout childrens in
elementary education along with the parent of dropout chidrens which amounted
41 peoples. Result showed: (1) The low income level of the parents of dropout
children. (2) The low perceptions of the parents of dropout children. (3) The low
learning interest of dropout children. (4) The low level of formal education of the
parents of dropout children. (5) The long distance of dropout childrens resident to
school.

Keywords: dropout, causing factors, elementary education

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor penyebab anak putus
sekolah jenjang pendidikan dasar di Kecamatan Ambarawa. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengukuran data yang
digunakan adalah teknik analisis persentase. Populasi penelitian ini adalah 70
anak putus sekolah jenjang pendidikan dasar. Sampel penelitian ini adalah 41
anak putus sekolah jenjang pendidikan dasar beserta orang tua anak putus sekolah
jenjang pendidikan dasar yang berjumlah 41 jiwa. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendapatan orang tua anak putus sekolah rendah.
(2) Persepsi orang tua anak putus sekolah tentang pendidikan formal rendah. (3)
Minat belajar anak putus sekolah rendah. (3) Tingkat pendidikan formal orang tua
anak putus sekolah rendah. (4) Jarak tempat tinggal anak putus sekolah dengan
sekolah jauh.

Kata kunci : anak putus sekolah, faktor penyebab, pendidikan dasar

Keterangan :
1
Mahasiswa Pendidikan Geografi
2
Dosen Pembimbing 1
3
Dosen Pembimbing 2
PENDAHULUAN pendidikan dasar di Kecamatan
Ambarawa berjumlah 70 jiwa atau
Di Indonesia telah dicanangkan sebesar 26,67% yang tersebar di
program Indonesia Pintar yang beberapa desa yang terdapat di
mewajibkan wajib belajar 12 tahun Kecamatan Ambarawa. Padahal
sesuai dengan Peraturan Menteri menurut Keputusan Kementerian
Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor Pendidikan Nasional Nomor 129
19 Tahun 2016 Tentang Program a/U/2004 pasal 3 dan pasal 4 tentang
Indonesia Pintar Pasal 2 (a) yang Standar Pelayanan Minimal Bidang
menyebutkan bahwa Program Pendidikan angka putus sekolah pada
Indonesia Pintar bertujuan untuk jenjang pendidikan dasar tidak boleh
meningkatkan akses bagi anak usia 6 melebihi 1% dari jumlah anak yang
(enam) sampai dengan 21 (dua puluh bersekolah.
satu) tahun untuk mendapatkan
layanan pendidikan sampai tamat Banyak faktor yang menyebabkan
satuan pendidikan menengah dalam anak putus sekolah. Menurut Mc
rangka mendukung pelaksanaan Millen Kaufman dan Whitener faktor
pendidikan menengah internal merupakan faktor yang
universal/rintisan wajib belajar 12 berasal dari dalam diri anak putus
(dua belas) tahun. sekolah baik berupa kemalasan anak
putus sekolah, hobi bermain anak
Kesempatan memperoleh pendidikan putus sekolah, rendahnya minat yang
dasar yang layak merupakan hak menyebabkan anak putus sekolah.
sebagai warga negara tanpa Sedangkan faktor eksternal
terkecuali. Namun pada kenyatannya merupakan faktor yang berasal dari
pendidikan di Indonesia masih luar diri anak putus sekolah baik
belum merata sampai keseluruh berasal dari orang tua yakni keadaan
penjuru negeri. Hal ini dibuktikan ekonomi keluarga, perhatian orang
dengan masih banyaknya jumlah tua, hubungan orang tua yang kurang
anak yang putus sekolah di harmonis, latar belakang pendidikan
Indonesia. angka putus sekolah pada orang tua sehingga menyebabkan
jenjang pendidikan dasar di dorongan anak untuk bersekolah juga
Indonesia pada tahun 2016 sebanyak rendah, ataupun lingkungan yang
100.816 jiwa atau sebesar 0,6% dari kurang mendukung seperti jarak
anak yang bersekolah. Di Provinsi rumah dengan sekolah yang jauh
Lampung anak putus sekolah jenjang (Suryadi, 2014: 112). Ada beberapa
pendidikan dasar berjumlah 3.967 desa yang mempunyai kondisi jalan
jiwa atau sebesar 0,8% yang dibagi rusak dan tidak terdapat angkutan
menjadi dua yaitu tingkat sekolah umum yang menunjang masyarakat
dasar (SD) dengan banyak 2.242 untuk melakukan mobilitas keluar
jiwa atau sebesar 0,3% dan tingkat dari desanya seperti Desa
sekolah menengah pertama (SMP) Kresnomulyo, desa Tanjung Anom
dengan banyak 1.725 jiwa atau dan Desa Jatiagung. Di Kecamatan
sebesar 0,5%. Untuk anak putus Ambarawa sendiri masing - masing
sekolah di Provinsi Lampung desa mempunyai fasilitas Sekolah
tersebar di beberapa daerah yang Dasar. Namun untuk Sekolah
berbeda – beda yang salah satunya Menengah Pertama dan Sekolah
ada di daerah Kecamatan Ambarawa.
jumlah anak putus sekolah jenjang
Menengah Atas hanya ada di pusat
Kecamatan Ambarawa. METODE PENELITIAN
Hal tersebut menjadi salah satu Metode yang digunakan dalam
penghambat anak untuk bersekolah penelitian ini yaitu metode penelitian
jika anak berasal dari desa yang jauh deskriptif. Menurut Sukardi (2007:
dari pusat Kecamatan Ambarawa dan 157) metode deskriptif adalah
berasal dari keluarga yang tidak metode yang digunakan untuk
mempunyai kendaraan karena memecahkan masalah yang sedang
sekolah ditempuh cukup jauh jika dihadapi pada masa sekarang,
dengan berjalan kaki. Hal tersebut dilakukan dengan langkah – langkah
tidak sesuai dengan Peraturan pengumpulan data dan analisa atau
Menteri Nomor 24 Tahun 2007 pengolahan data, membuat
Mengenai Standar Sarana dan kesimpulan tentang suatu keberadaan
Prasarana BAB II pasal 4 disebutkan secara obyektif dalam suatu
bahwa lokasi satuan pendidikan deskriptif situasi.
SD/MI maksimum berjarak 3 km
dengan berjalan kaki serta kondisi Populasi dalam penelitian ini adalah
jalan yang baik (aspal), sedangkan seluruh anak putus sekolah pada
satuan pendidikan SLTP maksimum jenjang pendidikan dasar yang di
6 km serta kondisi jalan yang baik Kecamatan Ambarawa Kabupaten
(aspal). Pringsewu yang berjumlah 70 anak.
Sampel dalam penelitian ini
Jarak yang jauh antara tempat tinggal ditentukan dengan teknik non
dan sekolah menimbulkan minat dan random sampling yaitu purposive
anak untuk bersekolah menurun yang area sampling dengan memilih area
nantinya akan menyebabkan anak yang mempunyai persentase anak
putus sekolah. Dapat diketahui putus sekolah paling banyak yang
bahwa jumlah anak putus sekolah di berada di Desa Tanjung Anom dan
Kecamatan Ambarawa cukup Desa Jatiagung yang berjumlah 41
banyak. Dari uraian yang telah anak beserta orang tua anak putus
dijelaskan munculah argumen sekolah.
apakah yang menjadi penyebab anak
putus sekolah jenjang pendidikan Variabel dalam penelitian ini adalah
dasar di Kecamatan Ambarawa faktor – faktor yang menyebabkan
Kabupaten Pringsewu? padahal di anak putus sekolah jenjang
Indonesia mempunyai program pendidikan dasar di Kecamatan
Indonesia Pintar yang mewajibkan Ambarawa dengan indikator : minat
wajib belajar 12 tahun yang tertuang belajar anak putus sekolah, jarak
dalam Peraturan Menteri Pendidikan tempat tinggal anak putus sekolah
Dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun dengan sekolah, tingkat pendapatan
2016 Tentang Program Indonesia orang tua anak putus sekolah, tingkat
Pintar Pasal 2 (a). Dari argumen pendidikan formal orang tua anak
tersebut penulis tertarik melakukan putus sekolah, persepsi orang tua
penelitian tentang “Analisis Faktor – anak putus sekolah tentang
Faktor Penyebab Anak Putus pendidikan formal.
Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar
Di Kecamatan Ambarawa Kabupaten
Pringsewu”.
Adapun definisi operasional variabel untuk SD dan < 6km
dalam penelitian ini adalah sebagai untuk SMP.
berikut : b. Jarak jauh apabila sekolah
berjarak ≥ 3 km untuk SD
1) Anak putus sekolah jenjang dan ≥ 6 km untuk SMP
pendidikan dasar, adalah anak dengan berjalan kaki
usia sekolah jenjang 4) Tingkat pendapatan orang
pendidikan dasar yang tua, adalah jumlah
berhenti dari sekolah yang keseluruhan pendapatan yang
bersangkutan sebelum waktu diperoleh atas jenis pekerjaan
yang telah ditentukan dan yang dilakukan dalam waktu
sebelum mendapatkan ijazah satu bulan dan dihitung
dari sekolahnya. dengan nilai rupiah. Kriteria
2) Minat Belajar, adalah yang digunakan berdasarkan
perasaan senang atau tidak dari Upah Minimum
senang anak untuk belajar, Regional Kabupaten
ketertarikan untuk belajar,dan Pringsewu pada tahun 2016
keterlibatan anak dalam adalah sebagai berikut.
belajar. Dari tiga indikator a. Tingkat pendapatan orang
tersebut akan dibuat 5 tua anak putus sekolah
pernyataan dnegan 3 dinyatakan tinggi apabila
alternatif jawaban. Jawaban pendapatan ≥ UMR
“sering” diberi skor 3, Kabupaten Pringsewu
“jarang” diberi skor 2, “tidak Rp.1.763.000,00 per
pernah” diberi skor 1. Untuk bulan.
menentukan kategori maka b. Tingkat pendapatan orang
akan digunakan interval skor tua anak putus sekolah
dengan menggurangi nilai dinyatakan rendah apabila
tertinggi 15 dengan nilai jika pendapatan < UMR
terendah 5 sehingga diperoleh Kabupaten Pringsewu
nilai interval 10 yang dibagi 2 Rp.1.763.000,00 per
yaitu 5. Setelah diketahui bulan.
interval skor maka dapat 5) Tingkat pendidikan formal
diketahui kategori sebagai orang tua, adalah pendidikan
berikut. yang ditempuh atau
a. Minat tinggi apabila menamatkan sekolah yaitu
memenuhi skor > 9. SD, SMP, SMA dan
b. Minat rendah apabila Perguruan Tinggi dengan
memenuhi skor 5 – 9. kriteria sebagai berikut.
3) Jarak tempat tinggal dengan a. Tamat Jenjang
sekolah, adalah jarak tempat Pendidikan Dasar
tinggal anak dengan tempat dikategorikan rendah.
terakhir anak bersekolah b. Tamat Jenjang
dengan kriteria sebagai Pendidikan Menengah
berikut. dikategorikan tinggi.
a. Jarak dekat apabila 6) Persepsi orang tua anak putus
sekolah berjarak < 3 km sekolah tentang pendidikan
formal, adalah tanggapan atau
pandangan orang tua anak tingkat pendapatan orang tua anak
putus sekolah tentang putus sekolah, tingkat pendidikan
pentingnya pendidikan formal orang tua anak putus sekolah
formal, dan kepedulian orang dan persepsi orang tua anak putus
tua anak putus sekolah sekolah tentang pendidikan formal.
terhadap pendidikan formal
anak putus sekolah. Dari 3. Dokumentasi
kedua indikator tersebut akan Dalam penelitian ini teknik
dibuat 5 pernyataan dnegan 3 dokumentasi digunakan untuk
alternatif jawaban. Jawaban mendapatkan data sekunder berupa
“setuju” diberi skor 3, “tidak data monografi Kecamatan
setuju” diberi skor 2, “sangat Ambarawa yang memuat data jumlah
tidak setuju” diberi skor 1. penduduk dan jumlah anak putus
Untuk menentukan kategori sekolah. Data dokumentasi berasal
maka akan digunakan interval dari Kantor Kecamatan Ambarawa
skor dengan menggurangi Kabupaten Pringsewu.
nilai tertinggi 15 dengan nilai
terendah 5 sehingga diperoleh Analisis Data
nilai interval 10 yang dibagi 2
Analisa data yang digunakan dalam
yaitu 5. Setelah diketahui
penelitian ini adalah teknik analisis
interval skor maka dapat
persentase. Dengan membagi jumlah
diketahui kategori sebagai
observasi dalam masing – masing
berikut.
kategori variabel (f) dengan jumlah
a. Persepsi tinggi apabila
frekuensi (N). Setelah pembagian
memenuhi skor > 9.
dilakukan, hasilnya dikalikan dengan
b. Persepsi rendah apabila
100% untuk mendapatkan
memenuhi skor 5 – 9.
persentase.
Teknik pengumpulan data yang
HASIL DAN PEMBAHASAN
digunakan dalam penelitian ini
Kecamatan Ambarawa terletak pada
adalah sebagai berikut:
garis astronomis 104053’30” BT -
1. Observasi 104058’35” BT dan 5023’00” LS -
Dalam penelitian pendahuluan yang
5025’05” LS. dapun batas
telah dilakukan, peneliti melakukan
administrasi Kecamatan Ambarawa
observasi terhadap daerah penelitian,
sebagai berikut.
melihat secara langsung letak
sekolah dan permukiman serta salah a) Sebelah Utara berbatasan
satu tempat tinggal anak putus dengan Kecamatan
sekolah untuk mendapatkan Pringsewu.
gambaran informasi yang jelas, benar b) Sebelah Barat berbatasan
dan lengkap di Desa Tanjung Anom dengan Kecamatan Pagelaran
dan Desa Jatiagung Kecamatan
dan Pugung.
Ambarawa
2. Kuesioner c) Sebelah Timur berbatasan
Kuesioner yang digunakan untuk dengan Kecamatan
memperoleh data seperti minat Gadingrejo
belajar anak putus sekolah, jarak d) Sebelah Selatan berbatasan
tempat tinggal dengan sekolah, dengan Kecamatan
Pardasuka.
Gambar 1. Peta Administrasi Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu
1. Minat Belajar Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar
Tabel 1. Minat Belajar Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar Di
Kecamatan Ambarawa
No Minat Belajar Desa Desa Jatiagung Jumlah Persentase
Tanjung (Jiwa) (%)
Anom
1 Tinggi dengan 3 1 4 9,76
skor >9
2 Rendah dengan 26 11 37 90,24
skor 5 - 9
Jumlah 29 12 41 100,00
Sumber: Data Hasil Penelitian Tahun 2017

Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui Hasil dari penelitian ini juga sesuai
bahwa persentase minat belajar dengan penelitian dari Salni Yanti
rendah sebesar 90,24% merupakan yang berjudul Faktor – Faktor
faktor penyebab anak putus sekolah Penyebab Anak Putus Sekolah
jenjang pendidikan dasar karena Jenjang Pendidikan Dasar 9 Tahun
persentase yang dimiliki >51%. Dari Desa Bonea Kecamatan Lasalepa
29 anak putus sekolah yang berasal Kabupaten Muna (2017 : 55 )yang
dari Desa Tanjung Anom ada 3 anak menunjukkan bahwa rendahnya
yang mempunyai minat tinggi minat untuk bersekolah
sedangkan dari 12 anak putus menyebabkan anak putus sekolah
sekolah yang berasal dari Desa jenjang pendidikan dasar.
Jatiagung hanya ada 1 anak putus
sekolah yang mempunyai minat
tinggi.

2. Jarak Tempat Tinggal Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar Dengan
Sekolah

Tabel 2. Jarak Tempat Tinggal Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan


Dasar Dengan Sekolah
No Jarak Tempat Tinggal Frekuensi Persentase (%)
Dengan Sekolah
1 Jauh apabila jarak menjapai 22 53,70
> 3 km dan > 6 km dengan
berjalan kaki
2 Dekat apabila jarak 19 46,30
mencapai ≤ 3 km dan ≤ 6
km
Jumlah 41 100,00
Sumber: Data Hasil Penelitian Tahun 2017

Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan pendidikan dasar dengan sekolah


bahwa jarak tempat tinggal dengan yang jauh merupakan faktor
sekolah yang jauh sebesar 53,70% penyebab anak putus sekolah jenjang
menunjukkan bahwa jarak tempat pendidikan dasar di Kecamatan
tinggal anak putus sekolah jenjang Ambarawa karena persentase yang
dimiliki >51%. Hasil dari penelitian Kondisi jalan yang dilalui anak putus
ini juga sesuai dengan hasil dari sekolah adalah jalan aspal yang rusak
penelitian Siti Fatimah yang berjudul parah. Kondisi jalan akan semakin
Faktor – Faktor Penyebab Anak buruk jika musim hujan tiba karena
Putus Sekolah Pada Jenjang lubang- lubang yang besar di tengah
Pendidikan Menengah Di Kecamatan jalan tergenang oleh air hujan dan
Mijen Kota Semarang (2015: 49) lumpur yang akan sangat
yang menunjukkan bahwa salah satu mengganggu jika anak putus sekolah
penyebab anak putus sekolah jenjang menuju ke sekolah dengan berjalan
pendidikan menengah adalah jarak kaki ataupun menggunakan sepeda.
sekolah yang jauh. Untuk menuju ke Jarak tempat tinggal dengan sekolah
sekolah anak putus sekolah di yang jauh serta kondisi jalan yang
Kecamatan Ambarawa ada yang buruk yang nantinya menyebabkan
berjalan kaki karena di keluarga anak putus sekolah.
mereka tidak mempunyai kendaraan
dan ada juga yang menggunakan
sepeda.
3. Tingkat Pendapatan Orang Tua Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan
Dasar
Dapat diketahui setelah dilakukannya sekolah jenjang pendidikan dasar
penelitian ini bahwa tingkat karena persentase yang dimiliki
pendapatan orang tua anak putus >51%. Hasil dari penelitian ini juga
sekolah jenjang pendidikan dasar sesuai dengan hasil penelitian dari
seluruhnya memiliki tingkat Fitriana Nur Itsnaini yang berjudul
pendapatan rendah yaitu <UMR Identifikasi Faktor –Faktor Penyebab
Kabupaten Pringsewu yaitu Siswa Putus Sekolah Di Sekolah
Rp.1.763.000,00. Hasil dari Dasar Kota Yogyakarta (2015 : 80)
penelitian yang menunjukkan bahwa yang menyebutkan bahwa keadaan
persentase tingkat pendapatan orang ekonomi orang tua yang lemah
tua rendah sebesar 100% merupakan menjadi salah satu penyebab siswa
faktor penyebab anak putus putus sekolah di sekolah dasar Kota
Yogyakarta.

4. Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua Anak Putus Sekolah Jenjang


Pendidikan Dasar

Tabel 3. Tingkat Pendidikan Formal Orang TuaAnak Putus Sekolah


Jenjang Pendidikan Dasar Dengan Sekolah

No Tingkat Pendidikan Formal Frekuensi Persentase (%)


1 Tamat Jenjang Pendidikan 37 90,24
Dasar
2 Tamat Jenjang Pendidikan 4 9,76
Menengah
Jumlah 41 100,00
Sumber: Data Hasil Penelitian Tahun 2017
Hasil dari penelitian yang Perlakuan orang tua yang tingkat
menunjukkan bahwa persentase pendidikan formalnya tinggi akan
tingkat pendidikan formal orang tua memberikan kesempatan pendidikan
rendah sebesar 90,24% merupakan kepada anak – anaknya dan
faktor penyebab anak putus sekolah memberikan dukungan berupa
jenjang pendidikan dasar karena motivasi dan fasilitas – fasilitas
persentase yang dimiliki >51%. Hasil pendidikan sedangkan orang tua
penelitian ini juga sesuai dengan yang pendidikan formalnya rendah
hasil penelitian dari Siti Fatimah dinilai tidak cukup menghargai
yang berjudul Faktor – Faktor pendidikan, motivasi dan dukungan
Penyebab Anak Putus Sekolah Pada yang diberikan kepada anak tentu
Jenjang Pendidikan Menengah Di akan berbeda dengan orang tua yang
Kecamatan Mijen Kota Semarang tingkat pendidikan formalnya tinggi.
(2015 : 52) yang menyebutkan
bahwa pendidikan orang tua yang
rendah menjadi salah satu penyebab
anak putus sekolah jenjang
pendidikan dasar.
5. Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar
Tentang Pendidikan Formal

Tabel 4 Persepsi Orang TuaAnak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan


Dasar Tentang Pendidikan Formal
No Persepsi Frekuensi Persentase (%)
1 Tinggi dengan skor >9 2 4,88
2 Rendah dengan skor 5-9 39 95,12
Jumlah 41 100,00
Sumber: Data Hasil Penelitian Tahun 2017

Hasil penelitian ini menunjukkan yang rendah menjadi salah satu


bahwa persentase persepsi orang tua penyebab anak putus sekolah jenjang
tentang pendidikan formal rendah pendidikan dasar di Kecamatan
sebesar 95,12% merupakan faktor Ambarawa juga sesuai dengan hasil
penyebab anak putus sekolah jenjang penelitian dari Roy Kulyawan yang
pendidikan dasar karena persentase berjudul Studi Kasus Anak Putus
yang dimiliki >51%. Hasil dari Sekolah Di Kecamatan Moutong
penelitian ini yang menyebutkan (2013 : 43) yang menyebutkan
bahwa persepsi orang tua anak putus bahwa kurangnya kesadaran atau
sekolah tentang pendidikan dasar persepsi orang tua tentang
pendidikan yang rendah menjadi
salah satu penyebab anak putus
sekolah.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Saran
Berdasarkan dari hasil penelitian
yang telah dilakukan bahwa analisis Berdasarkan kesimpulan dari
mengenai faktor – faktor penyebab penelitian yang telah dipaparkan
anak putus sekolah jenjang maka peneliti memberikan beberapa
pendidikan dasar di Kecamatan saran sebagai berikut. Untuk anak
Ambarawa Kabupaten Pringsewu yang sudah tidak bersekolah
maka dapat disimpulkan seperti diharapka menambah wawasan untuk
berikuti ini. Tingkat pendapatan bekal kehidupan. Untuk orang tua
orang tua anak putus sekolah rendah, anak putus sekolah diharapkan
persepsi orang tua anak putus mampu merubah pola pikir tentang
sekolah rendah,minat belajar anak pentingnya pendidikan formal agar
putus sekolah rendah, tingkat dapat mendukung pendidikan anak
pendidikan formal orang tua anak dengan sepenuh hati.
putus sekolah rendah, jarak tempat
tinggal anak putus sekolah dengan
sekolah yang jauh merupakan faktor
penyebab anak putus sekolah jenjang
pendidikan dasar di Kecamatan
Ambarawa Kabupaten Pringsewu.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Ary. 2010. Sosiologi Slameto. 2015. Belajar dan faktor –


Pendidikan. Rineka Cipta.
faktor yang mempengaruhinya.
Jakarta. 187 Hlm.
Rineka Cipta. Jakarta. 195 Hlm.
Imron,Ali. 2004. Manajemen Peserta
Didik Berbasis Sekolah. Suryadi. 2014. Permasalahan Dan
Deparmen Pendidikan Nasional. Alternatif Kebijakan
Malang. 216 Hlm. Pendidikan Indonesia. PT
Remaja Rosdakarya. Bandung.
Keputusan Kementrian Pendidikan
258 Hlm.
Nasional Nomor 129 A/U/2004
Tentang Standar Pelayanan
Undang – Undang Republik
Mininal Bidang Pendidikan
Indonesia Nomor 20 Tahun
pasal 3 dan pasal
2003 Tentang Sistem
4.Luk.Staff.Ugm.Ac.Id/.../Kepme
Pendidikan Nasional pasal 14.
ndiknas129a-U-
Sindikker.Dikti.Go.Id/Dok/Uu/
2004standarpelayan. Diakses 1
Uu20-2003 Sisdiknas.Pdf.
Maret 2017
Diakses Tanggal 1 April 2017