Anda di halaman 1dari 14

Nama : Ahmad Rafid Zuhdi

Nim : 201710201019

Kelas : TEP B

Mata Kuliah : Motor Penggerak dan Alat Mesin Pertanian

Dosen Pengampu : Dr. Siswoyo Soekarno, S.T.P., M.Eng.

SISTEM PENERANGAN
1. PENDAHULUAN
1.1 Pengertian
Sistem penerangan adalah instalasi dari berbagai rangkaian pada kendaraan
atau semua system kelistrikan pada kendaraaan pada bodi kendaraan yang bertujuan
menjamin keamanan dan kenikmatan saat berkendara.

1.2. Tujuan
Bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat berkendara di
jalan.

1.3. Fungsi
Fungsi system penerangan adalah sebagai penerangan pada kendaraan untuk
memberikan tanda – tanda kepada pengendara lain misalnya pada saat akan berbelok
maupun berhenti sehingga pengendara lain lebih aman. Selain itu, juga untuk
memberikan indicator pada pengendara lain, contoh lampu belok kanan atau kiri
sudah menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah habis dan lain - lain

2. PEMBAHASAN
2.1. Jenis – jenis
• Lampu kepala.
Lampu ini ditempatkan di depan kendaraan, berfungsi untuk
menerangi jalan pada malam hari. Sistem lampu depan terdiri dari sekering
lampu kepala, saklar kontrol lampu, saklar dim, indikator lampu
jauh dan lampu-lampu besar. Umumnya lampu kepala dilengkapi lampu
jarak jauh dan jarak dekat. Nyala lampu jarak jauh dan jarak dekat dikontrol
oleh dimmer switch. Lampu kepala menyala bersamaan dengan lampu
belakang melalui saklar tarik atau putar. Ada 2 (dua) tipe lampu besar yang
digunakan pada kendaraan, yaitu:
1. Lampu Besar Tipe Sealed Beam
Di dalam lampu besar tipe sealed beam, peggunaan bola lampunya
tidak terpisah, keseluruhan terpasang menjadi satu seperti bola lampu
dan filament terpasang di depan kaca pemantul untuk menerangi kaca
lensa.
2. Lampu Besar Tipe Semisealed Beam
Perbedaan antara semisealed beam dan sealed beam ialah pada
konstruksinya, dimana pada sermisealed beam bola lampunya dap
at diganti
dengan mudah sehingga tidak di perlukan penggantian secara kes
eluruhan bila bola lampunya putus atau terbakar.
Lagi pula bila menggantinya dapat langsung diganti dengan cepat.
• Lampu kota
Lampu kota atau disebut juga lampu posisi depan dan belakang
merupakan lampu yang berfungsi untuk penerangan dalam kondisi senja atau
fajar dimana kondisi cahaya di sekitar kendaraan tidak begitu gelap. Lampu
ini memberi peringatan terhadap lingkungan sekitar akan keberadaan
kendaraan. Lampu kota terdiri dari komponen lampu posisi depan dan
belakang dan saklar kontrol lampu. Saklar kontrol lampu kota merupakan
saklar yang sama untuk lampu kepala. Lampu kota dapat diaktifkan dengan
menyalakan saklar kontrol lampu pada posisi TAIL yaitu dengan memutar
saklar kontrol lampu satu step. Pada step kedua baru digunakan untuk
menyalakan lampu kepala. Beberapa model memiliki sistem lampu belakang
yang dilengkapi dengan indikator lampu belakang. Ada dua tipe lampu
belakang :
a. Tipe terhubung lanhsung tanpa relai
b. Tipe relai lampu belakang
• Lampu tanda belok.
Lampu tanda belok atau sein dan lampu hazzard adalah dua sistem
tanda yang berbeda, tetapi menggunakan komponen yang sama. Lampu tanda
belok berfungsi untuk:
1. Memberi tanda pada orang/pengendara lain bahwa kendaraan kita ak
an membelok.
2. Memberi tanda pada pengendara lain bahwa kita akan merobah posisi
pada jalur yang berbeda.
3. Memberi tanda berhenti sementara pada salah satu sisi jalan.

Lampu tanda belok harus berkedip, lamanya kedipan lampu ini a


dalah 60-90
kedipan permenit, sedangkan lamanya lampu menyala dan mati adalah
kira-kira sama. Sistem ini terdiri atas empat buah bola lampu berwarna
kuning, yaitu: 1 bola lampu kiri depan, 1 bola lampu kiri belakang, 1 bola
lampu kanan depan, 1 bola lampu kanan belakang.

Agar sistem tanda ini berfungsi dengan baik, lampu-lampu tersebut


harus dapat menyala dan berkedip sempurna, yaitu selama 1 menit adalah 60
kali kedipan. Hal ini bisa terjadi bila arus yang masuk ke bola lampu berupa
arus putus-hubung yang diperoleh dari alat pengedip (flasher). Bila saklar
lampu tanda belok dioperasikan ke kiri atau ke kanan, lampu yang berkedip
kiri saja atau kanan saja. Saklar tersebut biasanya terletak di bawah lingkar
kemudi dan dirakit di batang kemudi. Bila saklar lampu hazzard dioperasikan
atau difungsikan, lampu yang berkedip adalah kiri dan kanan secara
bersamaan. Saklar lampu hazzard biasanya terletak di bagian batang kemudi
sebelah depan. Perbedaan kedua sistem tersebut adalah dari fungsinya, lampu
tanda belok dipergunakan bila kendaraan akan mengubah arah atau berbelok,
sedangkan lampu hazard digunakan bila dalam keadaan bahaya. Misalnya
mobil sedang menarik atau ditarik mobil lain, mobil berhenti darurat karena
ada kerusakan. Oleh karena itu, lampu hazzard harus dapat dinyalakan tanpa
harus menyalakan kunci kontak
• Lampu rem
Lampu rem pada kendaraan bermotor biasanya berwarna merah dan
ditempatkan di bagian belakang yang menyatu dengan lampu kota atau
posisi. Daya rem harus lebih besar daripada lampu posisi. Misalnya bola
lampu dobel filamen dengan tulisan 8/21 w 12V berarti daya lampu kota 8 w
dan lampu rem 21 W dengan tujuan pada saat lampu kota atau posisi menyala
dan mobil sedang direm, akan terjadi perubahan sinar lampu terlihat menyala
lebih terang. Lampu rem akan selalu menyala bila pedal rem diinjak karena
pada saat pedal rem diinjak, tekanan tuas pedal rem cenderung ke posisi atas
(tidak mengerem). Sistem penyalaan lampu dengan menggunakan saklar
dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Saklar tekanan zat cair, mamanfaatkan tekanann fluida minyak rek
ketika pengereman berlangsung
2. Saklar NC (normally closed), yaitu ketika rem tidak bekerja, saklar
tertekan sehingga sistem rem tidak bekerja, sedangkan ketika rem di
injak, maka saklar akan menghubungkan sistem sistem kelistrikan
sehingga lampu menyala.
• Lampu mundur
Lampu mundur pada kendaraan bermotor berfungsi di samping untuk
memberi tanda mundur pada kendaraan yang berada di belakangnya, juga
berfungsi untuk menerangi bagian belakang mobil tersebut. Agar nyala
lampu tersebut bisa dibedakan dengan lampu yang lain, warna dari lampu
mundur adalah putih. Supaya dapat terlihat jelas pada jarak yang cukup jauh,
daya lampu yang terpasang sebesar 23 Watt. Lampu mundur hanya dapat
menyala bila mesin hidup ( kunci kontak “ON” ) dan gigi transmisi pada
posisi mundur.

2.2 Komponen
• Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber arus searah DC (Dirrect Current)
pada sistem kelistrikan otomotif. Umumnya baterai yang digunakan sebagai
sumber tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt
dan kapasitasnya berkisar 40–70 AH (Ampere Hour). Baterai mempunyai 2
kutub, yaitu kutub (+) dan kutub (-). Kutub (+) diberi kode 30 dan kutub (-)
atau minus diberi kode 31.
• Kunci Kontak (Switch)
Kelistrikan otomotif pada mobil menggunakan kunci kontak (Ignition
Swtch) sebagai saklar utama yang menghubungkan semua sistem kelistrikan
dengan sumber tenaga (baterai). Kunci kontak mempunyai beberapa posisi,
yaitu ;
Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
ACC : terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan
accecoris
ON / IG : terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
START : untuk start
• Saklar
Wirring saklar lampu kota (a) dan saklar lampu kepala (b) Saklar di
atas dapat dioperasikan dengan cara menekan dan melepas atau menarik dan
melepas sehingga kontak gerak akan berpindah dari 56a ke 56b atau
sebaliknya. Bila saklar tersebut mempunyai 3 posisi berhenti, pada posisi
tidak ditarik (posisi 0), tidak ada kontak yang berhubungan dengan 30 (+
baterai). Bila ditarik 2 kali (posisi 2), kontak 30 (+ Baterai) akan
berhubungan dengan 56 (ke saklar dim).
• Sekring (fuse)
Sekring adalah suatu komponen kelistrikan yang berfungsi untuk
membatasi beban arus yang berlebihan. Selain itu, untuk menghindari
terjadinya kerusakan pada rangkaian saat terjadi konsleting atau hubungan
singkat. Dengan adanya sekring (fuse) rangkaian kelistrikan, bola lampu,
kabel-kabel, relay, fleser, dan yang lainnya tidak akan rusak bila terjadi
kelebihan arus atau terjadi hubungan singkat karena sekring akan putus
terlebih dahulu. Jenis sekring ada bermacam-macam, baik bentuk
(konstruksi) maupun jenis filamennya.
Penggunaan bola lampu dan sekring
Dalam satu unit kendaraan bermotor (mobil), pada saat lampu kota atau
posisi dinyalakan, jumlah daya lampu yang diperlukan adalah:
Nama Komponen Daya Lampu
4 buah bola lampu kota 4 X 8 Watt = 32 Watt
2 buah bola lampu plat Nomor 2 X 3 Watt = 6 Watt
2 buah bola lampu instrumen 2 X 3 Watt = 6 Watt
Sekring yang terpasang untuk lampu kota (Tail Fuse) adalah 1,5 X
daya lampu (1,5 X 44 Watt = 66 Watt). Kebutuhan sekring yang ada di
pasaran adalah 10 Amper, maka pemilihan sekring yang tepat adalah 10
Amper
• Pengedip (flasher)
Pengedip (flaser) digunakan untuk memutus dan menghubungkan
arus secara otomatis pada rangkaian lampu tanda belok sehingga lampu akan
berkedip. Jenis pengedip (flaser) ada dua, yaitu jenis bimetal dan magnet
• Relay
Relay adalah saklar elektrik yang digunakan untuk memutus dan
menghubungkan arus secara elektrik. Cara kerjanya, bila dialiri arus listrik,
kumparan akan menjadi magnet sehingga kontak poin tertarik dan terhubung.
Ada dua jenis relay, yaitu relay bila dialiri arus listrik kontak poin akan
terhubung dan relay bila dialiri arus listrik akan terputus.
• Kabel penghubung
Kabel adalah suatu komponen yang digunakan untuk menghubungkan
komponen satu dengan komponen yang lainnya yang terbuat dari tembaga
dan diberi isolasi supaya tidak terjadi konseleting. Diameter kabel terdiri atas
berbagai ukuran. Penggunaan kabel berbeda-beda ukurannya, bergantung
pada berapa besar arus yang mengalir. Bila arus yang mengalir besar, berarti
harus menggunakan kabel yang berdiameter besar, tetapi bila arus yang
mengalir kecil, cukup menggunakan kabel yang berdiameter kecil.
2.3. Mekasnisme Kerja
Ada tiga cara dalam mengoperasikan sistem lampu penerangan dan ketiga
cara ini dibedakan berdasarkan cara mengurangi intensitas penerangan lampu saat
sistem lampu penerangan siang hari ini bekerja.

Tipe dimana pengurangan intensitas cahaya dilakukan oleh DRL resistor


Pada tipe ini intensitas cahaya akan berkurang lewat resistor DRL pada saat sistem
lampu ini bekerja. Rangkaian sistem lampu penerangan siang hari DRL tipe ini
adalah sebagai berikut: Tipe dimana pengurangan intensitas cahaya dikurangi
melalui hubungan seri pada lampu besar. Pada tipe ini, intensitas cahaya dikurangi
dengan mengalirnya arus ke hubungan seri lampu depan kiri dan kanan saat DRL
beroperasi. Rangkaian seri akan menyebabkan arus yang mengalir ke tiap lampu
dapat berkurang
Tipe dimana penguarangan intensitas cahaya dikontrol oleh relay utama DR.
Pada tipe ini intensitas cahaya dikurangi oleh kontrol sirkuit di relay utama DRL
pada saat sistem DRL beroperasi

3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem penerangan merupakan instalasi dari berbagai rangkaian penerangan
pada kendaraan atau semua sistem kelistrikan bodi kendaraan sistem lampu depan
terdiri dari sekring lampu kepala saklar kontrol lampu saklar dim indikator lampu
jauh dan lampu-lampu besar ada tiga cara dalam mengoperasikan sistem lampu
penerangan dan ketika cara ini dibedakan berdasarkan cara mengurangi intensitas
penerangan lampu saat sistem lampu penerangan siang hari ini bekerja

SISTEM TRANSMISI
1. Pendahuluan
1.1. Pengertian
Sistem transmisi dalam otomotif adalah sistem yang befungsi untuk konversi
torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan – kecepatan
yang berbeda – beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah
kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau
sebaliknya.

Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari
batas putaran mesin yang diizinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi
pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang
mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang berjalan pada
jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah
memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi
operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem transmisi agar
kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.

Transmisi diperlukan karena mesin pembakaran yang umumnya digunakan


dalam mobil merupakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan putaran
(rotasi) antara600 sampai 6000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan rotasi
antara 0 sampai 2500 rpm.

1.2. Tujuan
untuk mengubah kecepatan putaran yang lebih tinggi menjadi lebih rendah
dengan tetap bertenaga

1.3. Fungsi
untuk mengkonversikan putaran awal lalu diteruskan menuju ke putaran akhir tetapi
dengan hasil perputaran yang berbeda

2. Jenis / macam – macam sistem dan cara kerjanya


2.1. Transmisi otomatis
2.1.1. Pengertian
transmisi otomatis ialah transmisi yang melakukan perpindahan gigi
percepatan secara otomatis transmisi yang digunakan ialah transmisi otomatis v-belt
CVT arti dari CVT adalah sistem transmisi daya dari manusia menuju ban belakang
dengan menggunakan sabuk yang menghubungkan antara primary sliding sheave
dengan menggunakan prinsip gaya gesek Daryanto tadi kata motivasi 1985.

2.1.2. Komponen dari transmisi otomatis


Torque converter

pergi converter merupakan komponen transmisi otomatis yang dipasang pada bagian
input shaft transmisi dan dikencangkan dengan baut ke flywheel crankshaft
komponen ini biasanya diisi dengan minyak transmisi otomatis atau antv yang
berguna untuk memperbesar moment mesin dan akan dilanjutkan ke bagian transmisi
selain itu untuk memperbesar momen yang dihasilkan mesin komponen transmisi
otomatis yang satu ini juga berfungsi sebagai kopling otomatis untuk memindah atau
memutus moment mesin ke transmisi tertipu converter in the bekerja untuk
memperlambat mesin meredam getaran dan menggerakkan pompa oli

Berani cari dia unit dan ditarik game judith merupakan komponen yang digunakan
untuk menaikkan dan menurunkan moment mesin serta kecepatan kendaraan
komponen transmisi otomatis yang satu ini pada dasarnya digunakan untuk
menghasilkan tenaga dan menggerakkan kendaraan yang memiliki beban berat
dengan tenaga yang ringan salah satu bagian penting yang ada pada perang taling
game unit adalah gerak yang berfungsi sebagai alat gerak untuk memperoleh
perbandingan gigi yang dibutuhkan berikut ini merupakan komponen transmisi
otomatis yang dioperasikan dengan memakai i tekanan hidrolik

Hidralic control unit

hidraulik unit merupakan komponen transmisi otomatis yang berfungsi untuk


mengontrol kerja dari rem dan kopling pada transmisi otomatis membagi tekanan
yang dihasilkan dari pompa oli komponen ini memiliki online yang berfungsi
sebagai reservoir fluida pompa oleh untuk meningkatkan tekanan intra ulik serta
berbagai macam katup dan pipa yang akan mengalirkan minyak transmisi kebagian
clucth, brake l, bagian-bagian lain pada komponen transmisi otomatis ini
kebanyakan katup hidrolik control unit bisa ditemukan pada fals budi assembly yang
letaknya di bawah planetary gear

Manual linkage

meskipun transmisi otomatis melakukan perpindahan gigi secara otomatis namun


jenis. Transmisi ini tetap mempunyai dua buah lingkaran yang membuatnya masih
memungkinkan dioperasikan secara manual oleh pengemudi yang terhubung dengan
transmisi otomatis. manual linkagemerupakan komponen transmisi otomatis yang
berupa selector level dengan kabel akselerator dan kabel throtle .

Automatic transmission fluida

komponen utama lain dari sistem transmisi otomatis adalah automatic transmission
fluida atau oli khusus yang dicampur dengan berbagai bahan tambahan untuk dipakai
melumasi transmisi ini komponen transmisi otomatis ini populer dengan sebutan
automatic transmission fluid atau ATF untuk membedakannya dengan jenis minyak
yang lain transmisi otomatis harus menggunakan ATF yang telah ditentukan karena
jika menggunakan yang lain hal ini bisa berakibat pada menurunnya kemampuan
transmisi itu sendiri pemeriksaan level minyak juga harus selalu dilakukan untuk
memastikan bahwa transmisi bisa bekerja dengan benar pemeriksaan pada
komponen transmisi otomatis ini biasanya dilakukan saat mesin melakukan
perputaran idle dan transmisi memiliki suhu kerja normal serta tuas transmisi berada
pada posisi P

2.1.3. Cara kerja transmisi otomatis


cara kerja transmisi otomatis ini dimulai dari torque converter yang berfungsi
sebagai kopling mechanical sehingga lewat komponen ini torsi ditransfer dengan
mekanisme pompa dan turbin. Baling-baling pertama di dalam tapi converter bekerja
sebagai pompa yang di kopel langsung memakai mesin yang kedua berlangsung
turbin dengan planetary gear dan yang terakhir berfungsi sebagai stator untuk
mengembangkan sistem dua baling-baling menjadi 3 baling-baling pada saat cara
kerja transmisi otomatis berjalan baling-baling yang terkumpul ke mesin berputar
untuk memompa oli transmisi pada ruang tertutup kemudian tekanan oli dipakai
untuk mendorong turbin sistem ini menghasilkan peningkatan torsi pada saat RPM
mesin mengalami peningkatan.

pada cara kerja transmisi otomatis pada tari gear berfungsi sama seperti gigi gigi
rasio pada transmisi manual untuk merubah rasio putaran turbin pada roda sehingga
mirip dengan tuas persneling yang dipakai untuk menjalankan mobil.perbedaannya
terletak pada desain fisik karena pada planetary gear tidak ditemukan adanya dua
barisan roda gigi yang saling dihubungkan dengan rasio berbeda-beda namun pada
cara kerja transmisi otomatis ini planetary gear hanya memiliki sebuah roda gigi
yang di sekelilingnya terdapat banyak roda gigi kecil dan bagian bernama ruman
planetari yang terdapat gigi di bagian dalamnya. sedangkan untuk merubah rasio
planetary gear secara hidrolik merupakan kinerja dari valve body
2.2. Transmisi manual
2.2.1 Pengertian
transmisi manual adalah transmisi yang digunakan pada kendaraan bermotor yang
menggunakan class atau kopling transmisi jenis ini dioperasikan oleh pengemudi
untuk mengatur perpindahan torsi mesin menuju transmisi serta pemindah gigi yang
dioperasikan menggunakan tangan atau kaki cara kerja dari transmisi manual ini dan
komponen-komponennya merupakan bagian dari sistem perbedaan tenaga dari
sebuah kendaraan dalam hal ini diartikan sebagai sistem yang berfungsi mengatur
tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga engine ke
roda kendaraan

2.2.2. Komponen sistem transmisi manual


transmission case atau disebut juga dengan input transmisi ini merupakan salah satu
komponen transmisi manual yang nantinya bertugas untuk menerima output yang
dihasilkan dari unit kopling. Dengan kata lain, komponen yang satu ini merupakan
salah satu bagian dalam transmisi manual sebagai tempat berdirinya seluruh
komponen transmisi.

Selanjutnya, komponen yang cukup penting jatuh transmission gear atau biasa
dikenal dengan roda gigi transmisi.komponen yang satu ini bertugas untuk merubah
input yang dihindarkan dari sistem permesinan menjadi output torsi dimana nantinya
akan meninggalkan transmisi yang sepadan ataupun sesuai dengan yang dibutuhkan
kendaraan.

Selain itu,ada juga komponen transmisi manual yang bernama sinkronisasi atau gigi
penyesuai di mana komponen ini merupakan media yang digunakan untuk
melengkapi atau membantu pemindahan kecepatan ketika dalam kondisi putaran
super tinggi. Tentu, dengan adanya gigi penyesuai ini maka dipastikan akan
membuat kinerja transmisi manual semakin ringan.

gear shift lever dan sifat pun juga salah satu komponen yang ada pada sistem
transmisi manual komponen transmisi manual dan lebih kita kenal dengan nama tuas
pemindah persneling dan garpu, pemindah ini sangat penting sekali kebenarannya
dalam transmisi kendaraan. Pasalnya, buktinya sendiri sebagai alat untuk
menggerakkan maupun mengoperasikan sistem transmisi yang dilakukan oleh si
pengemudi.

reverse gear adalah komponen yang ada pada sistem transmisi manual yang bertugas
untuk berubah arah dari putaran output shaft sehingga akan membuat kendaraan bisa
berjalan mundur jika dibutuhkan. Maka,karena fungsinya tersebut tentu komponen
transmisi manual yang satu ini cukup penting keberadaannya.

Di samping itu, ada juga yang namanya Raffles yang merupakan komponen pada
transmisi manual dimana memiliki tugas sebagai pengunci penyesuaian yang terjadi
dengan Gigi percepatan sehingga akan sangat memungkinkan output shaft bisa
berputar dan berhenti.

Nah,komponen transmisi manual yang terakhir yaitu miring dan output shaft di mana
untuk mengiringi berfungsi sebagai bantalan dari output shaft sementara itu untuk
output shaft sendiri memiliki tugas untuk menutup output shaft yang juga sekaligus
dudukan tongkat persneling

2.2.3. Cara kerja transmisi manual


pertama, cara kerja transmisi manual ketika dalam kondisi netral maka mesin akan
disalurkan pada poros output. hal ini dikarenakan sinkromes dalam kondisi bebas
atau tak sedang terhubung dengan roda gigi tingkat.

Untuk cara kerja mesin transmisi manual yang kedua,yaitu pada saat tuas transmisi
ditekan maka secara otomatis pemindah gigi akan berputar bersamaan dengan
pemutar shift drum yang mengaitkan serta melakukan dorongan shift drum sampai
kondisi berputar.

Kemudian, cara kerja transmisi manual yaitu shift drum tadi akan terpasang dengan
garpu pemindah gigi yang sudah diberi pin di mana pin ini nantinya akan melakukan
pengujian pada garpu pemilih pada bagian ulirnya.

Lalu, garpu pemindah gigi yang terhubung dengan gigi geser atau sliding gear tadi
nantinya akan bergerak ke kanan atau ke kiri di mana gerakannya akan mengikuti
kemana langkah dari gerak garpu pemilihi gigi.setiap gerakan pada gigi geser ini
nantinya akan mengunci pada gigi kecepatan yang disesuaikan dengan sektor poros
di mana letak gigi tersebut berada.

mengintip cara kerja transmisi manual selanjutnya yaitu gigi kecepatan 1 sampai 4
percepatan akan bebas berputar pada setiap porosnya.katakanlah ketika Gigi masuk
pada saat sepeda motor dikendarai sebenarnya kondisi tersebut merupakan proses
penggantian gigi kecepatan yang dikaitkan pada poros tempat dimana gigi tersebut
berada dalam proses pengujian yang dilakukan oleh gigi geser.

3. Transmisi semi otomatis

transmisi semi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi


percepatan tanpa menginjak kopling

3. Penutup
3.1. Kesimpulan
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi
dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda
untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang
tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya . Transmisi
menggunakan roda gigi-roda gigi (gears) dari rasio rendah ke tinggi untuk
memaksimalkan torsi mesin sesuai dengan perubahan yang terjadi pada saat
berkendara. Ada dua macam transmisi yaitu manual dan otomatis. Pada transmisi
manual yang digunakan adalah kopling dan lock unlock berbagai macam set gear
untuk mendapatkan rasio gigi yang berbeda. Transmisi otomatis menggunakan
torque converter dan planetary gears (roda gigi satelit) yang dapat membuat satu set
gear menghasilkan rasio gigi yang berbeda. Perpindahan gigi pada transmisi
otomatis secara otomatis sesuai dengan posisi tuas, terdapat 6 posisi yaitu, posisi P,
R, N, D, 2 dan L. Sedangkan untuk Over Drive (O/D) menggunakan switch yang ada
pada tuas transmisi, demikian pula untuk meningkatkan performa kerja transmisi
khususnya waktu perpindahan gigi terdapat 2 poisisi switch yang ditempatkan di
console box, yaitu Power dan Normal (P/N) mode.

Anda mungkin juga menyukai