Anda di halaman 1dari 7

FUNGSI GINJAL DAN PROSES PEMBENTUKAN URIN

Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Kimia Klinik

Nama Mahasiswa : Saepul Anwar (110101096) ..

ANALIS KESEHATAN MH. THAMRIN 2011


1

Alat pengeluaran (ekskresi) utama pada manusia adalah ginjal Dunia kedokteran biasa menyebutnya ren (renal/kidney). Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah, berwarna merah kecokelatan, dan berjumlah dua buah. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Ginjal terletak retroperitonial yaitu di sebelah kanan dan kiri kolumna vertebralis di daerah pinggang. Letak ginjal pada tubuh manusia dapat lihat pada gambar di bawah ini

Gambar 1. Letak Ginjal

Bila ginjal dibelah secara simetri maka akan nampak bagian-bagiannya dari luar ke dalam, yaitu : A. Korteks Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, berwarna gelap. B. Medulla Terdapat di sebelah dalam sebelah dalam, berwarna pucat. C. Pelvis renalis Bagian paling dalam disebut pelvis (rongga ginjal). Rongga ini akan bermuara ke ureter, kandung kemih (vesika urinaria), kemudian ke uretra.

Pada bagian korteks dan medula terdapat banyak nefron. Nefron merupakan satuan struktur dan fungsional paling kecil dari ginjal dan terdiri atas : 1. Badan malphigi, yang meliputi glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler. Kapsul Bowman merupakan suatu selaput sebagai pembungkus glomerulus.

2. Tubulus kontortus yang meliputi tubulus proksimal, Loop of Henle, dan tubulus distal. Tubulus proksimal merupakan suatu saluran berliku-liku yang letaknya dekat dengan Badan Malphigi Loop of Henle merupakan saluran penghubung antara tubulus proksimal dan tubulus distal. Tubulus Distal merupakan saluran berilkuk-likuk yang letaknya jauh dari badan malphigi.

Gambar 2. Struktur Ginjal dan Simpai Bowman

FUNGSI GINJAL 1) Mengekskresikan zat-zat buangan (waste product) seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan lain-lain 2) Menyaring/Membersihkan Darah Bagian ginjal yang menjalankan fungsi ini adalah nefron. Hasil dari penyaringan darah yaitu berupa urine. 3) Mengatur Volume Darah Darah dapat mengatur jumlah cairan yang terlarut dalam darah sehingga volume dipertahankan untuk selalu seimbang didalam tubuh. Tanpa control ginjal ini maka kemungkinan terburuk dalam tubuh akan terjadi, yaitu tubuh menjadi kering karena kekurangan cairan tubuh atau tubuh tenggelam karena kebanjiran akibat cairan tubuh menumpuk tak terbuang. 4) Mendaur Ulang Air, Mineral, Glukosa, dan Gizi Ginjal akan mempertahankan zat-zat penting yang ikut masuk ke dalam nefron bersama cairan darah, lalu mengembalikannya ke peredaran darah. Tapi ginjal tidak menyerap kembali zat-zat ini jika jumlahnya berlebih dalam darah. 5) Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia Darah Salah satu contoh fungsi pengatur ini adalah mengatur kadar garam dalam darah. Garam cenderung mengikat air sehingga jika kadar dalam gula darah berlebih mengakibatkan penumpukan cairan yang berlebihan dalam darah dan rongga sela antarsel tubuh. Jika demikian, maka anggota tubuh seperti wajah, tangan, dan kaki akan membengkak. Akibat lain yaitu memperberat tugas jantung dalam memompa darah karena adanya cairan dalam darah tersebut. Berdasarkan alasan itu maka ginjal akan mengeluarkan kadar garam yang berlebih dalam darah agar seimbang kembali. Ginjal juga mengatur kadar kalium dalam darah. Apabila kadar kalium dalam darah berkurang, maka ginjal akan menyerap kembali kalium tersebut. Sebaliknya, jika jumlah kalium berlebih ginjal akan membuangnya. Zat lain yang perlu dijaga keseimbangannya adalah urea yang merupakan limbah pencernaan protein, karena urea yang berlebih dapat mengakibatkan keracunan yang disebut penyakit uremia. 6) Menjaga Darah agar Tidak Terlalu Asam Ginjal berperan dalam menjaga pH darah agar tidak terlalu asam.

PROSES PEMBENTUKAN URIN Definisi Yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh.

Gambar 3. Proses pembentukan urin

Terdapat 3 proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine, yaitu : 1. Filtrasi (penyaringan) : kapsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerus yang mengandung air, garm, gula, urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerus (urine primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, misal glukosa, asm amino dan garam-garam. 2. Reabsorbsi (penyerapan kembali) : dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) dengan kadar urea yang tinggi yang dapat bersifat racun bagi tubuh. 3. Ekskesi (pengeluaran) : dalam tubulus kontortus distal, pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsornsi aktif ion Na+ dan Cl- dan sekresi H+ dan K+. Di tempat sudah terbentuk urine yang sesungguhnya yang tidak terdapat glukosa dan protein lagi, selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektifus ke pelvis renalis.

Dari kedua ginjal, urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine (vesika urinaria) kemudian melalui uretra, urine dikeluarkan dari tubuh.

PENGELUARAN URINE proses jalannya pengeluaran urine dalam tubulus kolektivus yang berada dalam ren diteruskan oleh ureter menuju vessica urinaria menuju urethra dalam alat kelamin. 1. Pengeluaran urine diatur oleh hormone ADH (Anti Diuretika Hormone). Bila air minum yang masuk banyak maka pengeluaran hormone ADH akan berkurang, sehingga urine yang dikeluarkan juga banyak. Hal ini terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH sedikit. 2. Bila air minum yang masuk sedikit maka pengeluaran hormone ADH akan terpacu menjadi lebih banyak, sehingga urine yang dikeluarkan akan menjadi sedikit. Hal ini terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH banyak. DALAM URINE MENGANDUNG ZAT-ZAT SEPERTI: a. Air sebanyak 95 % b. Urea, asam ureat dan ammonia c. Zat warna empedu (Bilirubin dan Biliverdin) d. Garam mineral, terutama NaCl (Natrium Chlorida) e. Zat-zat bersifat racun seperti sisa obat dan hormon FUNGSI URINE 1. Untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. 2. sebagai penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat

Daftar Pustaka

1. http://sistem-biologi.blogspot.com/2011/01/ginjal.html 2. http://dyrabiologi.blogspot.com/2010/08/proses-pembentukanurin.html 3. http://www.crayonpedia.org/mw/Sistem_Ekskresi_Pada_Manusia_Dan_ Hubungannya_Dengan_Kesehatan_9.1 4. http://raisa-pramesi.blogspot.com/2010/09/proses-filtrasi-pada-pembentukan-urine.html 5. http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php? id=199&fname=materi5b.html 6. http://smpn9depok.files.wordpress.com/2009/10/nefron.jpg 7. http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/18/sistem-ekskresi-pada-manusia/