Anda di halaman 1dari 12

GLOBALISASI EKONOMI

DAN PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah: Perekonomian Indonesia
Dosen Pengampu : Ratna Yulia Wijayanti, SE. MM
Dr. Drs. HM. Zainuri. MM

Disusun oleh
Kelompok 6/A

Octa Tri Setya Budi (2009-11-070)


Vika Ari Musdiyana (2009-11-072)
Khoirunnisa (2009-11-073)
Siti Zuariah (2012-11-220)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2013
BAB I
PENDAHULUAN

Di abad 21 ini adalah sebuah keniscayaan bahwa globalisasi benar-benar terjadi di


dunia ini. Setiap negara harus ikut atau dipaksa ikut dalam percaturan globalisasi dunia.
Setiap negara yang tidak mengikuti trend globalisasi cenderung akan dikucilkan dalam
pergaluan dunia dan cenderung terhambat perkembangan negara tersebut khususnya
dalam bidang ekonomi. Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan
ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan
pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi
ekonomi memandang dunia sebagai satu kesatuan. Sisi perdagangan dan investasi bergerak
menuju liberalisasi perdagangan dan investasi dunia secara keseluruhan. Sebab-sebab
terjadinya globalisasi ekonomi adalah sebagai berikut:
1. Adanya globalisasi di bidang informasi dan komunikasi antara bangsa-bangsa di
dunia
2. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang komunikasi dan
transportasi
3. Semakin majunya kerja sama internasional
Globalisasi ekonomi sangat erat kaitannya dan selalu berhubungan dengan
perdagangan bebas (Free Trade). Globalisasi yang membawa arus perdagangan bebas
dapat menciptakan kawasan perdagangan yang lebih luas dan menghilangkan hambatan-
hambatan yang mengakibatkan tidak lancarnya perdagangan internasional. Hambatan-
hambatan perdagangan biasanya terjadi karena tarif ekspor dan impor yang diberlakukan
terlalu tinggi sehingga harga barang tidak kompetitif. Di samping itu, hambatan terjadi
karena politik dagang (misalnya proteksi) yang diberlakukan oleh negara tertentu untuk
melindungi produksi dalam negeri. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang
ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian
perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya
menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut
sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
BAB II
MASALAH

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur
dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin
erat. Globalisasi ekonomi di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam
negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang
masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. Globalisasi ekonomi akan
membawa berbagai pengaruh terhadap perekonomian suatu negara tidak terkecuali
Indonesia baik itu dampak postif ataupun negatif. Maka setiap Negara harus memiliki
keunggulan dan daya saing untuk menghadapi berbagai tantangan dalam globalisasi
ekonomi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka permasalahan yang akan dibahas
dalam makalah ini antara lain:
1. Apakah yang dimaksud dengan globalisasi ekonomi?
2. Apakah pengaruh atau dampak globalisasi ekonomi bagi Indonesia?
3. Bagaimana sikap Indonesia dalam menghadapi globalisasi ekonomi?
4. Bagaimana perkembangan ekonomi global?
BAB III
ISI

A. Pegertian Globalisasi Ekonomi


Globalisasi adalah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan
keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia
melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk
interaksi yang lain. Globalisasi ekonomi disebut juga perdagangan bebas adalah
sebagai tidak adanya hambatan yang diterapkan pemerintah dalam perdagangan
antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang
berbeda. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya
fenomena globalisasi di dunia.
a) Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti
telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi
global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam
turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
b) Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,
peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi
semacam World Trade Organization (WTO).
c) Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama
televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini,
kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru
mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam
bidang fashion, literatur, dan makanan.
d) Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain
terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a) Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara,
dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan
baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur
yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia
dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.
b) Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk
memperoleh pinjaman atau melakukan investasi di semua negara di dunia.
Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon,
atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah mema nfaatkan
sistem pembiayaan dengan pola BOT (Build Operate Transfer) bersama
mitrausaha dari mancanegara.
c) Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan
tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf
profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman
internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang
karena upah lebih murah. Dengan globalisasi maka perputaran tanaga kerja
akan semakin mudah dan bebas.
d) Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan
cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan
teknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak dll. Dengan jaringan
komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai
belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans
levi’s, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera
masyarakat dunia, baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada
selera global.
e) Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan
penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan non tarif. Dengan
demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat,
dan fair.

B. Pengaruh atau Dampak Globalisasi Ekonomi Bagi Suatu Negara


a. Dampak positif dari globalisasi ekonomi
a) Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David
Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia
dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan
masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan
dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat
meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.
b) Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai
negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini
menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak.
Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan
harga yang lebih rendah.
c) Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara
memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
d) Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh
negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga
ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh
negara-negara berkembang.
e) Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja
dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi
yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini
seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. Dengan adanya
dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki
pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan
modal yang dibutuhkan tersebut.
b. Dampak negatif dari globalisasi ekonomi
a) Menghambat pertumbuhan sektor industri
Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan
luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-
negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tinggi untuk
memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang. Dengan
demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan
hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri
domestik yang lebih cepat karena banyaknya industri pesaing dari luar yang
masuk. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki
perusahaan multinasional semakin meningkat.
b) Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya,
apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak
berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran.
Efek buruk lain dari globalisasi terhadap neraca pembayaran adalah
pembayaran netto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung
mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan
aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri
semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk
terhadap neraca pembayaran karena impor lebih besar daripada ekspor
maka neraca pembayaran menjadi defisit.
c) Sektor keuangan semakin tidak stabil
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal)
yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar
negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan
mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah baik dan nilai uang akan
bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham
menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca
pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang
domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat
menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara
keseluruhan.
d) Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka
dalam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam
jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya
pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan
semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat
diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi
menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka
panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan
masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.
C. Sikap Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi
Pada dasarnya negara-negara di dunia terdapat dua kutub dalam menyikapi
globalisasi ekonomi ini. Kutub yang pertama adalah negara-negara yang mendukung
pelaksanaan globalisasi. Negara-negara ini terdiri dari negara-negara maju dan
negara-negara yang memiliki perekonomian yang kuat. Di kutub yang lain terdapat
negara-negara yang menolak pemberlakuan perdagangan bebas di dunia. Negara-
negara ini biasanya merupakan negara-negara yang memiliki Sumber Daya Alam
yang banyak tetapi Sumber Daya manusianya masih rendah. Negara-negara Amerika
Latin banyak memposisikan di kutub ini.
Indonesia, dengan sebuah keberanian yang sedikit kurang antisipatif
memberanikan untuk berkecimpung bebas dalam perdagangan bebas ini. Terlebih
sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang - barang
dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan
produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila
dibandingkan dengan produk - produk buatan Indonesia.
Sebenarnya banyak pihak yang menyayangkan mengapa Indonesia ikut
menandatangani CAFTA. Tidak hanya karena dunia industri Indonesia dianggap
belum siap menghadapi pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi
Indonesia, namun juga karena kondisi internal ekonomi Indonesia yang masih belum
stabil. Namun dengan alasan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang jauh
tertinggal dalam bidang ekonomi bila tidak turut serta dalam perjanjian CAFTA
tersebut, maka siap atau tidak, akhirnya Indonesia terlibat dalam pasar bebas Asia.
Bagi beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan
bahan baku import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas
masuknya Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan
baku dengan harga yang jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian
penghapusan tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka
keluarkan. Dengan mendapatkan bahan baku yang murah, maka secara otomatis
kegiatan industri bisa semakin berkembang. Itu merupakan contoh positif dari
pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia.
Dengan ditandatangani CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) berarti
Indonesia telah siap ikut ambil bagian dalam perdagangan bebas. Beberapa upaya
yang harus dilakukan Indonesia dalam menyongsong era perdagangan bebas adalah
a. Menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan memiliki skill yang baik
dalam menghadapi kompetisi globalisasi.
b. Melaksanakan standarisasi dan sertifikasi bagi perusahaan dan lembaga
pemerintah untuk citra, kesungguhan dan kualitas produk.
c. Menghilangkan praktek-praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan manipulasi
d. Mendorong pengusaha-pengusaha lokal khususnya pengusaha kecil dan
menengah untuk berkompetisi secara sehat
e. Mendorong munculnya produk-produk kreatif dan inovatif dari masyarakat
Indonesia

D. Perkembangan Ekonomi Global


Krisis keuangan global telah mengubah peta kekuatan ekonomi dunia.
Kelompok negara G-7 (Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Perancis, Jerman, Kanada,
dan Italia) yang selama puluhan tahun menjadi pengendali pergerakan ekonomi
dunia saat ini tergusur oleh G-20 yang kini merupakan kelompok elit baru di pentas
ekonomi dunia. G-20 adalah Group-20 yang terdiri dari Argentina, Australia, Brazil,
Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia,
Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dalam penutupan pertemuan G-20 di
London secara eksplisit mengakui terjadinya pergeseran kekuatan ekonomi yang
cukup fundamental. Ia bahkan menyebutnya sebagai titik balik perekonomian global.
Meningkatnya peran G-20 memang terlihat nyata. Salah satu simbolnya, Cina
bakal mendapatkan suara lebih besar dan kepemimpinan di IMF serta Bank Dunia,
menghentikan dominasi AS dan Barat. Ekonomi dunia sudah sejak lama
diprediksikan akan mengalami pergeseran ke kawasan Asia. Konsultan bisnis dan
keuangan Goldman Sach, misalnya, sejak tahun 2003 telah memprediksikan bahwa
lima besar ekonomi dunia pada 2040 adalah Cina, AS, India, Jepang dan Jerman.
Jadi, tiga di antaranya merupakan negara Asia.
Indonesia juga diprediksikan memiliki posisi terhormat dalam tatanan
ekonomi global mendatang. Bahkan bagian intelijen Pemerintah Amerika Serikat,
National Intelligence Council (NIC), secara konsisten menyebutkan Indonesia
sebagai bagian dari Asia yang diperhitungkan dalam pergeseran peta kekuatan
global. Pada tahun 2005, misalnya, NIC mengekspos kajian berjudul Rising Powers:
The Changing Geopolitical Landscape 2020. Dalam tulisan tersebut disebutkan
bahwa dunia pada 2020 adalah dunia kompleks dan akan diwarnai kehadiran
kelompok negara yang pengaruhnya sedang bangkit dan memiliki peran penting
dalam ekonomi global. Negara-negara itu adalah Cina, India, Indonesia, Afrika
Selatan, dan Brasil. Studi NIC untuk kedua kalinya juga tak jauh berbeda dengan
tetap menyebut Indonesia sebagai negara potensial.
Ada suatu fakta yang menarik bahwa krisis keuangan global telah
mempercepat pergeseran peta kekuatan ekonomi itu. Melesatnya peran G-20 adalah
buktinya. Sementara laporan lain, Goldman Sach mengenai prediksi perekonomian
global 2050 menyebut Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 7 dunia
setelah Cina, AS, India, Jepang, Rusia, dan Brasil. Ini melampaui Korea Selatan,
Turki, Perancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Kanada.
Sementara Price Waterhouse and Cooper (PWC) menyebutkan, pada 2050
akan muncul kelompok negara besar bernama E-7, beranggotakan AS, Cina, India,
Jepang, Brasil, Indonesia, dan Rusia. Internasionalisasi sejumlah perusahaan besar di
Indonesia semakin mengukuhkan kiprah Indonesia di peta ekonomi dunia. Sebagai
contoh adalah Krakatau Steel yang dilirik raksasa baja asal India, Mittal; saham
Indosat dibeli Q-Tel dari Qatar; Telkomsel dibeli Temasek Singapura; Lippo Bank
diambil alih Khazanah-Malaysia; BCA, BII, dan Bank Buana dimiliki perusahaan
Singapura, dan sebagainya. Tetapi, seberapa jauh peran Indonesia di pentas ekonomi
global sangat ditentukan oleh strategi dan kebijakan pemerintah bersama usaha
nasional dalam mengimplementasikan kesepakatan forum G-20, khususnya
mengenai perundingan liberalisasi perdagangan dengan akses pasar lebih besar bagi
negara berkembang. (Guspiabri Sumowigeno, Kebangkitan Asia, Kebangkitan
Indonesia, 2009).
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Globalisasi ekonomi sering disebut juga perdagangan bebas yaitu tidak
adanya hambatan yang diterapkan pemerintah dalam perdagangan antar individual-
individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.
Globalisasi dapat memiliki dampak positif maupun negatif bagi suatu negara.
Hal ini tergantung seberapa besar kekuatan atau daya saing suatu negara dalam
menghadapi globalisasi ekonomi.
Sejak ditandatanganinya CAFTA berati Indonesia telah ikut ambil bagian
dalam proses globalisasi ekonomi. Sehingga Indonesia telah memiliki upaya-upaya
dalam menyonsong era globalisasi ekonomi tersebut.
Indonesia sendiri telah diprediksi oleh beberapa ahli akan memiliki posisi
penting dalam tatanan ekonomi global bersama sebagian negara-negara kawasan
Asia lainnya yang diperhitungkan dalam pergeseran peta kekuatan global.

B. Saran
Dengan masuknya globalisasi ekonomi yang membawa berbagai dampak
bagi Indonesia, diharapkan pemerintah dapat mewujudkan kemandirian ekonomi
Indonesia, antara lain seperti melalui:
a. Perlunya pemerintahan yang pro-Rakyat.
b. Pentingnya kebijakan protektif bagi industri dalam negeri.
c. Harus mengembangkan lokal ekonomi.
d. Perubahan alokasi anggaran ke sektor rakyat, pasar domestik, dan fasilitas
publik.
e. Perluasan pengembangan usaha bersama.
f. Membuat pasar kebutuhan dan permintaan nasional.
g. Penguasaan industry pengelolaan barang mentah hasil SDA Indonesia.
Daftar Pustaka

Sumowigeno, Guspiabri. 2009. Kebangkitan Asia, Kebangkitan Indonesia.


http://h3r1y4d1.wordpress.com/globalisasiekonomi (5 Maret 2013)
http://amelia27.wordpress.com (5 Maret 2013)
http://carapedia.com/pengaruh_globalisasi_pada_perkembangan_ekonomi_indonesia_info
2530.html (5 Maret 2013)

Anda mungkin juga menyukai