Anda di halaman 1dari 3

ENDOCARDITIS INFEKTIF Epidemiologi Di Amerika Serikat, insidensi dari katub endokarditis murni sejumlah 1,7 sampai 6,2 kasus

tiap 100.000 orang per tahun. Endocarditis infektif rata-rata tertinggi didapatkan pada pengguna obat secara intravena, dengan insidensi sekitar 150 2000 tiap 100000 orang pertahun. Risiko katup buatan pada infektif endocarditis menurun setelah implantasi katub dan risiko kumulatif sekitar 2 sampai 3 persen setelah 60 bulan. Etiologi dan Pathogenesis Endokarditis infektif (IE) dibagi menjadi infeksi katub murni dan infeksi katub buatan. Organisme penyebab pada kebanyakan kasus adalah staphylococcus dan streptococcus, menyerang kulit sebagai tempat awal menimbulkan infeksi pada beberapa kasus. Endokarditis katub murni kebanyakan terjadi pada pengaturan penyakit katub atau pada pengguna obat-obatan intravena. Penyakit katub rematik telah digantikan oleh stenosis aorta dan regurgitasi mitral sebagai pengaturan tersering dimana endokarditis katub murni terjadi. Pada kerusakan endotel, dapat terjadi trombus yang steril, dimana memungkinkan terjadi pertukaran bakteri dari episode transient bakteremia. Sehingga menyebabkan perkembangan dari

vegetasi katub yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan lokal dan terjadinya emboli. Pengguna obat secara intravena memungkinkan terjadinya Endokarditis Infektif (IE) walaupun kebanyakan tidak memiliki kelainan jantung sebelumnya. Lebih dari separuh kasus pada IE pada pengguna obat injeksi terjadi pada sisi kanan termasuk katub trikuspid. Organisme penyebab tersering adalah Staphylococcus aureus. Endokarditis pada katub buatan dapat diklasifikasikan menjadi tahap awal (pada 2 bulan pertama setelah penggantian katub) atau tahap lanjut (setelah 2 bulan atau lebih). Penggantian katub dengan katub buatan memungkinkan bakteri untuk berkoloni karena proses endotelisasi tidak terjadi sampai 2-6 bulan setelah pembedahan. Endokarditis pada katub buatan tahap awal sebagian besar disebabkan oleh S.epidermidis dan diikuti oleh S.aureus. pada tahap lanjut

endokarditis pada katub buatan dapat disebabkan oleh berbagai organisme, termasuk organisme yang disebut HACEK (Haemophillus parainfluenza, H.aphrophilus, Actinobacillus actinomycetemcomitans, Cardiobacterium hominis, Eikenella corrodens, dan Kinsella leinasae). Sebagian besar kasus pada endokarditis nosokomial adalah infeksi sekunder dari penggunaan kateter atau prosedur pembedahan dan disebabkan oleh

streptococcus. Namun endokarditis nosokomial pada pasien dialisis terbanyak oleh S.aureus. penyebab lain IE antara lain jamur, pseudomonas dan Coxiella burnetii. Penemuan Klinik Anamnesis Pasien dengan IE secara umum tidak menunjukkan keluhan jantung seperti demam, malaise, dan anoreksia.Sering ditemukan murmur baru atau yang telah berubah. Demam yang tidak dapat dijelaskan pda pasien dengan katub jantung buatan sebaiknya dipertimbangkan untuk evaluasi pada endokarditis. Kriteria Duke pada tabel 181-1 sangat membantu penegakkan diagnosis IE. Lesi Kutaneus Tanda kutaneus pada IE tidak spesifik namun membantu klinisi menegakkan diagnosis yang tepat. Penemuan kutaneus dapat disebabkan oleh emboli, thrombosis atau vaskulitis fokal. Perdarahan splinter (fig 181-1) berupa garis longitudinal merah-coklat sepanjang 1-2mm dibawah kuku. Keadaan ini dijumpai kira-kira 15 persen pada pasien dengan IE dan dipertimbangkan menjadi nilai diagnostik yang lebih apabila letaknya di proksimal. Perdarahan splinter berhubungan dengan IE yang merupakan jasil dari vaskulitis pada kapiler yang kecil atau dari mikroemboli. Ketiadaan dari tanda dan gejala IE yang lainnya atau ditemukan perdarahan splinter tidak lebih spesifik untuk menjamin bahwa itu adalah IE. Petekhie

biasanya tampak pada membran bukal, palatum lunak dan ekstremitas. Lesi Janeway berupa mati rasa, irregular, tidak pucat, maculo-papul eritemyang muncul pada telapak tangan dan kaki dapat mencapai seminggu. Secara histologis, trombus di temukan di pembuluh darah kecil,dimana tidak terdapat vaskulitis.

Micro abses neutrophilic dapat terlihat pada dermis dan biasanya terdapat organism gram-positive.Terdapat benjolan Osler yang nyeri dengan papulo-nodul yang merah dan bangian yang tengah yang pucah pada jari selama beberapa ha ri hingga minggu. Benjolan Osler yang nyeri kemungkinan karena glomus bodies yang terletak pada jari.Secara histologis, miroabses nuetrophilic yang terdapat pada dermis dan mikroemboli arteriolar mengandung coccus gram positive.Kaki kemudian diikuti jari-jari dan kondisi purpura semacam ini sama seperti yang terlihat pada sindrom emboli kolesterol. Walaupun kondisi semacam ini pada umumnya tidak terjadi sequele, namaun nekrosis jaringan dan gangrene dapat terjadi. Penemuan Fisik yang Terkait Penemuan non kutaneus yang paling sering pada IE adalah demam. Tanda dan gejala yang berhubungan dengan infeksi bakterial, diantaranya splenomegali, hematuria mikroskopik, pneumonitis, CVA, meningoencephalitis, abses otak, perdarahan retinal (bintik Roth), akut abdomen, infark myocardial, perikarditis dan gagal jantung kongestif, arthralgia dan arhritis,atau kronik wasting disease.