Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI

PENGENALAN ALAT-ALAT PENGUKUR KELEMBABAN NISBI

NAMA NIM

: AKHMAD YANI :C1L 009 043

PROGRAM STUDI:KEHUTANAN

UNIVERSITAS MATARAM Fakultas Pertanian 2010 HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini disusun sebagai syarat untuk mengikuti ujian akhir semester pada mata kuliah agroklimatologi.

Mataram,3 Juni 2010 Co.Ass Praktikan

( Akhmad yani)

NIM:C1B 007 012

NIM:C1L 009 043

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Unsur-unsur cuaca yang bisa mempengaruhi tanaman bahkan hasil adalah kelembaban udara. Jika kelembaban udaranya tidak sesuai maka tanaman bisa-bisa akan mati karena kelembaban yang diinginkan tidak sesuai. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena tidak semua tanaman bisa tumbuh pada keadaan yang demikian. Keadaan kelmbaban di atas permukaan bumi berbeda-beda. Pada umumnya kelmbaban yang tertinggi ada di daerah katulistiwa sedangkan yang terendah pada daerah yang terletak pada lintang 40.daerah ini disebut horse latitude,curah hujan kecil. Untuk mengetahui kelembaban udara maka diperlukan suatu alat. Alat-alat ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui semuanya itu. Supaya kita tidak penasaran dengan alat-alat tersebut maka perlu diadakan praktikum alat-alat ukur ini. Khususnya pada sektor kehutanan,pengukuran kelembaban udara ini sangatlah dibutuhkan.terutama dalam hal kesesuaian lahan untuk tanaman kehutanan.

B. Tujuan praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal alat-alat yang digunakan dalam pengukuran kelembaban udara. Selain itu,untuk mengetahui bagian-bagian,fungsi, dan cara kerja alat tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kelembaban udara dapat diukur dengan psikometer yang terdiri dari termometer bola kering dan bola basah. Alat ini ditempatkan pada sangkar meteorologi dalam kedudukan tegak. Disamping psikometer masih ada alat ukur kelembaban udara lainnya yakni higrometer rambut/higrograf rambut. Higrograf biasanya disatukan dengan termograf sehingga disebut termohigrograf. Sensor dibuat dari rambut dan piasnya dapat menguat. Dahulu orang mengukur angin dengan skala kekuatan angin yang dikemukakan Beuford. Penemuannya digunakan untuk mengamati angin dan laut tanpa alat, kemudian setelah diperbaiki dapat dipakai untuk mengamati angin di darat. Ada 13 skala Beuford yang tergantung pada efek angin di laut atau benda di kontigen dan dinyatakan dengan nilai kecepatanangin yang diukur oleh angin adalah besaran vektor. Jadi dinyatakan dengan arah dan kecepatan angin. Curah hujan dapat diukur dengan alat pengukur curah hujan otomatis atau yang manual. Alat-alat pengukur tersebut harus diletakkan pada daerah yang masih alamiah. Mengukur curah hujan biasanya diukur pada tiap jam 07.00 pagi. Jumlah curah hujan yang kurang dari 0,5 mm dapat dianggap nol (Bayong, 2006). Gerakan dari angin pada umumnya bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah tekanan rendah juga mempunyai arah dan kecepatan. Arah angin biasanya

dnyatakan dengan darimana arah angin datang, misalnya angin yang datang dari barat disebut angin barat. Pada umumnya prinsip-prinsip terjadinya angin karena adanya perbedaan tekanan satu tempat dengan tempat lainnya dan dimana tekanan disebabkan karena adanya perbedaan pemanasan matahari. Untuk dapat terjadinya hujan diperlukan titik-titik kondensasi, amoniak, debu, asam belerang. Titik-titik kondensasi ini mempunyai sifat dapat mengambil uap air dari udara. Berdasarkan proses terjadinya presipitasi hujan dibagi menjadi tiga yaitu hujan konveksi, hujan orografis, dan hujan frontal. Dalam mempercepat hujan, orang memberi zat higroskopis sebagai inti kondensasi. Zat-zat tersebut dapat ditabur ke udara dengan menggunakan pesawat terbang(Ance Gunarsih, 2005). Beberapa prinsip yang umum digunakan dalam pengukuran udara (1) metode pertambahan panjang, (2) berat pada benda-benda higroskopis, serta (3) metode termodinamika. Alat pengukur kelembaban secara umum disebut higrometer. Angin yang berhembus pada suatu waktu tertentu bukanlah hasil suatu proses yang sederhana. Ahli meteoroogi telah lama mengetahui bahwa angin merupakan proses interaksi yng rumit dari pola angin umum dunia. Pola angin umum dunia, demikian juga dengan angin di sekitar sistem tekanan yang berpindah, biasanya disebut sistem skala makro karena dimensinya yang lebih besar. Sistem skala meso hanya bertahan untuk beberapa hari dalam suatu waktu tertentu dan hanya meliputi daerah yang kecil, walaupun sistem ini lazim terjadi sepanjang tahun(Handoko, 2006). Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air diudara yang dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi(relatif) maupun defist tekanan uap air. Kelembaban mutlak adalah kandugan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap air atau tekanannya) persatu air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara untuk menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersbeut (pada keadaan jenuh) ditentukan oleh suhu udara. Sedangkan deficit tekanan uap air adalah slisih antara tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual. Masing-masing pernyataan kelembaban udara tersebut mempunyai arti dan fungsi tertentu dikaitkan dengan masalah

yang dibahas. Sebagai contoh, laju penguapan dari permukaan tanah lebih ditentukan oleh deficit tekanan uap air daripada kelembaban mutlak maupun nisbi. Sedangkan pengembunan akan terjadi bila kelembaban nisbi telah mencapai 100% meskipun tekanan uap air aktualnya relatif rendah (http://machohacker.wordpress.com/kelembabanudara/2 juni 2010/8 mei 2007) Hygrometer merupakan suatu alat untuk mengukur kelembaban udara. Untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan ketelitian yang tinggi serta mudah dalam pemakaian diperlukan suatu sistem peraga digital. Hygrometer yang dirancang menggunakan kapasitor sebagai sensor, dimana nilai kapasitansi dari sensor tidak sebanding dengan perubahan kelembaban udara relatif. Perubahan nilai kapasitansi dari sensor di ubah ke besaran tegangan oleh konverter frekwensi. Selanjutnya tegangan tersebut diperkuat dan diubah menjadi data digital oleh A/D konverter. Data digital menjadi masukan alamat bagi EPROM untuk kemudian dikoreksi ketidalinearannya dengan tabel data linieritas. Data yang telah dikoreksi kemudian ditampilkan ke peraga seven segmen sebagai nilai kelembaban udara relatif yang diukur oleh sensor dalam besaran %(http://wordpress.com/kelembaban/2 juni 2010/2008)

BAB IIi METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan tempat praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu,29 mei 2010 di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah. B. Alat dan Bahan praktikum

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah higrotermometer mini, higrometer, termometer bola basah dan bola kering, kertas pias higrotermometer mini. C. Prosedur kerja Prosedur kerja praktikum ini adalah: 1.Dilihat alat ukur kelembaban udara tersebut. 2.Diamati bagian-bagiannya 3.Dipelajari fungsi dan cara kerjanya.

BAB IV HASIL PENGAMATAN

A.

Gambar alat-alat praktikum


1. Higrotermograf mini Drum arloji

Penjepit kertas

Rambut indikator Lempengan logam indikator Lengan pen Dasar alat 2. Kertas pias Higrotermograf mini Kolom kertas indikator suhu Kolom kertas indikator kelembaban

Skala

3.

Higrograf

Skala indikator kelembaban

Skala indikator suhu Jarum penunjuk skala

4.

Termometer bola basah dan bola kering

Termometer bola kering Termometer bola basah Tabung aquades Kain muslim

B.

Bagian-bagian dan fungsi bagian-bagian alat


1. a) Higrotermograf mini Drum arloji, berfungsi sebagai tempat diletakkannya kerts pias, tempat dua buah gir, dan drum ini merupakan tempat berputarnya kertas grafik. b) Roda gigi, berfungsi sebagai pemutar drum sehingga grafik dapat berputar dan ditulis oleh pen. c) Penjepit kertas, berfungsi sebagai penjepit agar kertas grafik dapat melekat pada drum arloji. d) e) Tabung pen untuk mengatur temperatur suhu. Lengan pen (temperatur) sebagai penggerak pen yang dihubungkan pada indera suhu dan juga agar pen dapat berada pada posisinya. f) Lengan pen (kelembaban), berfungsi sebagai penyokong pen sehingg pen dapat mencatat pada kertas grafik dari kelembaban yang diukur. g) Sekrup penyesuaian kelembaban, berfungsi untuk menyesuaikan kelembaban pada saat awal pengukuran dan agar indra kelembaban tetap pada tempatnya. h) i) j) k) l) m) Rambut(indra kelembaban), berfungsi sebagai indra untuk mengukur kelembaban. Lempeng logam (indra temperatur), berfungsi sebagai indikator dari suhu. Dasar alat, berfungsi agar alat dapat diletakkan. Sekrup penyesuaian kelembaban, berfungsi sebagai pengatur suhu pada saat itu. Tangkai pengunci tutup, berfungsi sebagai pengunci tutup setelah alat digunakan. Alat penggeser lengan pen, berfungsi untuk mengatur lengan pen pada saat mulai pengukuran.

2. a)

Kertas pias Higrotermograf mini Skala penunjuk suhu berfungsi sebagai indikator penunjuk suhu terdiri atas 7

kolom penanda hari. Setiap kolom dibagi atas 2 yang menunjukkan durasi 12 jam. b) Skala penunjuk kelembaban berfungsi sebagai indikator penunjuk kelembaban terdiri atas 7 kolom penanda hari. Setiap kolom dibagi atas 2 yang menunjukkan durasi 12 jam.

3. a)

Higrograf Skala penunjuk kelembaban yang terdiri atas 0-100 %. Skala ini terletak pada skala terluar dari alat.

b)

Skala penunjuk suhu yang terdiri atas skala -10 C sampai 50 C. Skala ini terletak pada skala terdalam dari alat.

4. a) b)

Termometer bola basah dan bola kering Termometer bola basah berfungsi sebagai penunjuk tingkat kelembaban terendah. Termometer bola basah berfungsi sebagai penunjuk tingkat kelembaban tertinggi.

C.
1. a)

Cara pemasangan alat


Higrotermograf mini Tutup alat dibuka dengan menggeser tangkai pengunci yang berada pada alat, ke arah kiri kemudian tutup alat diangkat perlahan-lahan. b) Drum arloji dibuka dari posisinya dengan terlebih dahulu memutar mur sumbu drum arloji. c) Gir yang memiliki 18 buah gigi dipasang pada posisi lubang gir untuk pencatatan 7 hari. d) Kertas grafik dipasang pada drum arloji dengan posisi datar kemudian dijepit kedua ujung kertas grafik dengan alat penjepit yang disiapkan. e) Penutup pen dibuka, kemudian lengan pen dikaitkan dengan menggeser alat penggeser lengan yang ada di bawah lengan higga menyentuh tepat pada skala kertas grafik. 2. a) b) Higrograf Alat diletakkan pada tempat yang ingin diukur suhu dan kelembabannya Kkemudian diamati perubahan posisi jarum dari alat tersebut. dasar

3. a) b)

Termometer bola basah dan bola kering Tabung termometer bola basah diisi dengan aquades. Ujung termometer bola basah ditutup dengan kain muslim kemudian dihubungakan dengan lubang tabung yang berisi aquades.

c) d)

Termometer bola basah dan bola kering diletakkan berdekatan. Kemudian diletakkan pada tempat yang akan diukur kelembabannya

BAB V PEMBAHASAN Kelembaban merupakan banyaknya kadar air yang ada di udara. Dalam kelembaban ini kiata mengenal beberapa istilah, yaitu kelembaban mutlak, Kelembaban spesifik, dan kelembaban nisbi. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara adalah termohigrograf. Perangkat ukur suhu pada alat ini terdiri atas lempeng logam atau bimetal guna memberikan / menjamin stabilitas dalam pengoperasiannya. Pembelokan atau depleksi lempeng logam yang ditimbulkan oleh adanya perubahan temperatur akan dirambatkan ke lengan pen yang berhubungan dengan lempeng tersebut kemudian pen menulis hasil suhu pada kertas bias. Pen suhu berada > atas dari pen kelembaban yang ada pada drum arloji. Kelembaban nisbi udara di indra di ukur oleh bumtilan rambut manusia karena rambut memilki tanggapan yang bersifat tidak linier terhadap perubahan kelembaban maka ia dihubungkan dengan dua batang logam berbentuk kuadran atau busur seperempat lingkaran yang dipasang berlawanan arah guna merambatkan panjang rambut sebagai akibat perubahan udara. Alat ini harus dipasang /ditempatkan terlindung dari sinar mathari tetapi pada daerah yang terbuka. Prinsip kerja alat ini adalah berdasarkan pemuaian rambut untuk kelembaban dan lempeng logam pada suhu sehingga menjalar ke lengan pen dan pen mencatat pada kertas grafik, pen atas untuk suhu dan bawah untuk kelembaban. Selain itu, alat pengukur kelembaban yang lain adalah higrograf.penggunaan alat ini lebih sederhana dari higrotermograf. Pengguna alat tinggal meletakkannya saja pda tempat yang akan diukur kelembaban dan suhunya. Selain kedua alat di atas,alat lainnya adalah termometer bola basah dan bola kering. Kelebihan utama dari alat ini adalah mampu mengukur kelembaban minimum dan kelembaban maksimum dari suatu tempat.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Dari hasil praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa:

1. Kelembaban merupakan banyaknya kadar air yang ada di udara 2. Alat-alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban adalah higrotermograf mini, higrograf, dan termometer bola basah dan bola kering 3. Dari semua alat tersebut yang paling mudah dipakai adalah higroraf dan yang paling detail pengukurannya adalah higrotermograf mini. 4. Kelebihan termometr bola basah dan bola kering adalah mampu memberikan data kelembaban maksimum dan minimum.

B. Saran Dari hasil praktikum ini, praktikan menyarankan agar para praktikan selanjutnya benar-benar menguasai alat-alat yang digunakan serta menguasai metode dan cara penggunaannya. Selain itu alat-alat praktikum sebaiknya mendukung untuk kelancaran pengamatan dan proses penelitian terutama dalam hal ketelitian alat dalam membaca data.

DAFTAR PUSTAKA

Handoko. 2006. Klimatologi Dasar. Bogor : IPB. Kertasapoetra, Ance Gunrsih. 2005. Klimatologi. Jakarta : Bin Aksara.. Tjasjono, Bayong. 2006. Klimatologi Umum. Bandung : ITB. http://machohacker.wordpress.com/kelembaban-udara http://wordpress.com/kelembaban