Anda di halaman 1dari 14

Tugas Kelompok Dosen Pengampu

Filsafat Ilmu Dr. Husni Thamrin, M.Si

”Axiology : The Value of Science”

Disusun Oleh :

Filsatiwi Afalta Mashudi (12030221878)

Muhammad Farhan (12030213656)


Wigel Aridel (12030221221)

Kelas 5A

PROGRAM STUDI ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR

FAKULTAS USHULUDDIN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM

TA. 2022
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami haturkan kepada Allah SWT atas petunjuk dan
hidayah-Nya yang telah dilimpahkan-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Ilmu Dakwah yang berjudul “Hukum Dakwah Dalam Al-
Quran dan Hadist dan Hubungan Dakwah dengan Ilmu Lainnya”. Selanjutnya
shalawat dan salam kami mohonkan untuk Nabi Muhammad SAW yang telah
mengajarkan Al-Qur’an dan menjelaskannya melalui hadits-hadits beliau.

Selanjutnya, kami ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua kami yaitu
orang tua dari Muhammad Farhan (Ayahanda Han Farid dan Ibunda Gusvianti) dan
Orang tua dari Filsatiwi Afalta Mashudi (Ayahanda Aidi Mashudi dan Ibunda
Misrawati) serta orang tua dari Wigel Aridel (Ayahanda Jumari dan Ibunda Delifa
Fitri) yang senantiasa mendoakan kami tanpa pandang ruang dan waktu demi
kebahagiaan anak-anaknya. Kemudian tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada
Ustadz Dr. Husni Thamrin, M.Si selaku dosen pengampu pada mata kuliah Filsafat
Ilmu yang senantiasa membimbing kami untuk penyelesaian makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi para penulis
khususnya dan para pembaca pada umumnya. Kami menyadari masih banyak terdapat
kekurangan dalam penulisan makalah ini. Dengan demikian, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan penulisan
makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pekanbaru, 28 September 2022

Filsatiwi Afalta Mashudi Muhammad Farhan Wigel Aridel

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................................ii
BAB I.......................................................................................................................................1
PENDAHULUAN....................................................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................................2
C. Tujuan Masalah............................................................................................................2
D. Guna.............................................................................................................................2
BAB II......................................................................................................................................3
PEMBAHASAN.......................................................................................................................3
A.Pengertian Aksiologi.........................................................................................................3
B.Karakteristik Nilai Aksiologi............................................................................................4
C.Nilai dan Kegunaan Ilmu (Aksiologi Ilmu).......................................................................5
D.Pembagian Aksiologi........................................................................................................6
BAB III.....................................................................................................................................8
PENUTUP................................................................................................................................8
A.Kesimpulan.......................................................................................................................8
B.Saran.................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki dalam
kehidupan manusia.Dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa
terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah.Merupakan kenyataan bahwa peradaban
manusia sangat berhutang kepada ilmu.Ilmu telah mengubah banyak wajah dunia
seperti hal memberantas penyakit,kelaparan,kemiskinan,dan berbagai kehidupan yang
sulit lainnya.Dengan kemajuan ilmu juga manusia bisa merasakan kemudahan lainnya
seperti transportasi,pemukiman,Pendidikan,dan komunikasi.Singkatnya,ilmu
merupakan sarana membantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya.
(Bakhtiar,2004:162)

Ilmu pada dasarnya ditujukan untuk kemaslahatan manusia.Dalam hal ini,ilmu


dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia
dengan memperhatikan kodrat manusia,martabat,dan kelestarian manusia.Mengenai
pemanfaatan ilmu,Suriasumantri (2010:249) mengemukakan: “Pengetahuan
merupakan kekuasaan,kekuasaan yang dapat dipakai untuk kemaslahatan manusia”.

Pertanyaan kemudian timbul,apakah ilmu selalu merupakan berkah dan


penyelamat bagi manusia? Memang sudah terbukti dengan kemajuan ilmu
pengetahuan manusia dapat menciptakan berbagai bentuk
teknologi.Misalnya,pembuatan bom yang pada awalnya untuk memudahkan kerja
manusia,namun kemudian dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat negative yang
menimbulkan malapetaka bagi manusia itu sendiri.Masalah yang terjadi,ilmu yang
tadinya diciptakan sebagai sarana membantu manusia,ternyata kemudian tersebut
justrru menambah masalah bagai manusia.Semua permasalahan ini menjadi bidang
kajian filsafat dalam kaitannya dengan aksiologi.1

1
Dr.H.A. Rusdiana,MM, Bahan Ajar Filsafat Ilmu,Tresna Bhakti Press Bandung,2018, hal 65-66

1
B. Rumusan Masalah

1.Apa pengertian Aksiologi ?


2.Bagaimana karakteristik nilai Aksiologi?
3.Apa Nilai dan Kegunaan Ilmu (Aksiologi Ilmu)?
4.Apa saja pembagian Aksiologi?

C. Tujuan Masalah
1.Menjelaskan pengertian Aksiologi
2.Menjelaskan karakteristik nilai Aksiologi
3.Menjelaskan nilai dan kegunaan Ilmu (Aksiologi Ilmu)
4.Menjelaskan Pembagian Aksiologi

D. Guna
1.Guna Akademik
- Memperluas Ilmu Pengetahuan dalam bidang Filsafat Ilmu khususnya
tentang Aksiologi.
- Untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki etika dan memiliki
estetika dalam menilai suatu hal.
- Membantu mendapatkan lebih banyak ilmu pengetahuan yang bermanfaat
bagi kehidupan masyarakat.

2.Guna Praktis
- Membantu menciptakan keteraturan dan adat istiadat yang baik, sekaligus
bisa diterima oleh seluruh masyarakat di suatu wilayah.
- Membantu setiap manusia atau individu untuk memberi penilaian dengan
cermat.
- Bisa membedakan mana hal baik dan mana hal buruk, mana yang perlu
dilakukan dan mana yang seharusnya dihindari.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian Aksiologi

Aksiologi berasal dari perkataan axios (Yunani) yang berarti


nilai,layak,pantas,patut,dan Logos yang berarti teori,pemikiran.Jadi aksiologi
adalah “teori tentang nilai”.Aksilogi merupakan teori nilai yang berkaitan
dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Menurut Bramel,aksiologi
terbagi dalam 3 bagian.Pertama,moral conduct,yaitu Tindakan moral,bidang
ini melahirkan disiplin khusus, yaitu etika. Kedua,esthetic expressions,yaitu
ekspresi keindahan.Bidang ini melahirkan keindahan (seni atau
estetika).Ketiga,sosio political life,yaitu kehidupan social politik,yang akan
melahirkan filsafat sosiopolitik.Jadi,aksilogi yaitu teori tentang nilai-nilai
ketiga aspek ini,yaitu moral,keindahan,sosial politik.

Pembahasan aksiologi ini menyangkut masalah nilai kegunaan


ilmu,ilmu tidak bebas nilai.Artinya pada tahap-tanap tertentu kadang ilmu
harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu
masyarakat,sehingga nilai kegunaan itu dapat dirasakan pada masyarakat
dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama,bukan sebaliknya malah
menimbulkan bencana.

Aksiologi bisa juga disebut sebagai the theory of value atau teori
nilai.Menurut Suriasumantri,aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan
kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.Aksilogi merupakan kegunaan
ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia,kajian tentang nilai-nilai khususnya
etika.Jadi,aksiologi yaitu bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang
baik dan buruk (good and bad),benar dan salah (right and wrong),serta tentang

3
cara dan tujuan (meands and objective).Aksiologi mencoba merumuskan suatu
teori yang konsisten untuk perilaku etis.Sedangkan Jalaluddin menyebutkan
bahwa aksiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang menguji dan
menginteraksikan nilai kedalam kehidupan manusia dan menjaganya.Dalam
pandangan islam aksiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai atau
etika (akhlak).

Dewasa ini perkembangan ilmu sudah melenceng jauh dari hakikatnya,


dimana ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia untuk
mencapai tujuan hidupnya,melainkan bahkan kemungkinan menciptakan
tujuan hidup itu sendiri.Disinilah moral sangat berperan sebagai landasan
normative dalam penggunaan ilmu,serta dituntut tanggung jawab social
ilmuan dengan kapasitas keilmuannya dalam menuntun pemanfaatan ilmu
pengetahuan dan teknologi,sehingga tujuan hakiki dalam kehidupan manusia
bisa tercapai.

Nilai suatu ilmu berkaitan dengan kegunaan.Guna suatu ilmu bagi


kehidupan manusia akan mengantarkan hidup semakin tahu tentang
kehidupan.Kehidupan itu ada dan berproses yang membutuhkan tata
aturan.Aksiologi memberikan jawaban untuk apa ilmu itu digunakan.Ilmu
tidak akan menjadi sia-sia jika kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-
baiknya dan dijalan yang baik pula.2

B.Karakteristik Nilai Aksiologi

Erliana Hasan (2011) mengatakan ada 2 karakteristik yang berkaitan


dengan teori nilai,yaitu:Pertama,Nilai objektif atau subjektif.Nilai itu objektif
jika ia tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai.Sebaliknya nilai
itu subjektif jika eksistensinya,maknanya,dan validitasnya tergantung pada
realisasi subjek yang melakukan penilaian,tanpa mempertimbangkan apakah
ini bersifat psikis atau fisik.Suatu nilai dikatakan objektif apabila nilai itu
memiliki kebenarannya tanpa memperhatikan pemilihan dan penilaian

2
Ade Hidayat,Filsafat Ilmu,Penerbit Alfabeta,Bandung,2020 hal 229-231

4
manusia.Contohnya,nilai-nilai baik,benar,cantik,merupakan realitas alam yang
merupakan bagian dari sifat yang dimiliki oleh benda atau Tindakan itu.Nilai
itu subjektif apabila memiliki preferensi pribadi,dikatakan baik karena dinilai
oleh seseorang.Kedua,Nilai dikatakan absolut atau abadi.Apabila nilai yang
berlaku sekarang sudah berlaku sejak masa lampau dan akan berlaku secara
abash sepanjang masa,serta akan berlaku bagi siapapun tanpa memperhatikan
rasa tau kelas social.

Dalam aksiologi,ada dua penilaian yang umum digunakan yaitu etika


dan estetika.Etika yaitu cabang filsafat yang membahas secara kritis dan
sistematis masalah moral.Kajian etika lebih fokus pada perilaku,norma dan
adat istiadat manusia.Etika merupakan salah satu cabang filsafat tertua.
setidaknya ia telah menjadi pembahasan menarik sejak masa Socrates dan para
kaum sofis. Disitu dipersoalkan mengenai masalah kebaikan,
keutamaan,keadilan,dan sebagainya.Etika sendiri dalam buku etika dasar yang
ditulis oleh Franz Magnis diartikan sebagai pemikiran kritis,sistematis,dan
mendasar tentang ajaran dan pandangan moral.Isi dari pandangan moral ini
sebagaimana telah dijelaskan diatas,norma-norma,adat,wejangan,dan adat
istiadat manusia.Berbeda dengan norma itu sendiri,etika yang tidak
menghasilkan suatu kebaikan atau perintah dan larangan,tetapi suatu
pemikiran yang kritis dan mendasar.Tujuan dari etika yaitu agar manusia
mengetahui dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan.3

C.Nilai dan Kegunaan Ilmu (Aksiologi Ilmu)


Erliana Hasan (2011) mengatakan,bahwa nilai (value) termasuk dalam pokok
bahasan penting dalam filsafat ilmu,disamping itu digunakan juga untuk menunjukkan
kata benda yang abstrak dan dapat diartikan sebagai keberhargaan (worth) atau
kebaikan (goodness).Menilai berarti menimbang,yakni suatu kegiatan
menghubungkan sesuatu dengan yang lain yang kemudian dilanjutkan dengan
memberikan keputusan.Keputusan ini menyatakan apakah sesuatu itu bernilai positif
atau sebaliknya.

3
Ibid, hal 238-239

5
Nilai kegunaan ilmu,untuk mengetahui kegunaan filsafat ilmu atau untuk apa
filsafat ilmu itu digunakan,kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga
hal sebagaimana dikemukakan Idzan Fautanu (2011),yaitu :

1 Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia


pemikiran.Jika seseorang hendak ikut membentuk dunia atau ikut mendukung
suatu ide yang membentuk suatu dunia,atau hendak menentang suatu sistem
kebudayaan atau sistem ekonomi atau sistem politik,maka sebaiknya
mempelajari teori filsafatnya.
2 Filsafat sebagai pandangan hidup.Filsafat sebagai posisi yang kedua ini semua
teori ajarannya diterima kebenarannya dan dilaksankan dalam
kehidupan.Filsafat ilmu sebagai pandangan hidup gunanya yaitu,untuk
petunjuk dalam menjalani kehidupan.
3 Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah.Dalam hidup ini kita
mempunyai banyak masalah.Bila ada batu didepan pintu,setiap keluar dari
pintu itu kaki kita tersandung,maka batu itu adalah masalah.Kehidupan akan
dijalani lebih enak bila masalah itu dapat diselesaikan.4

D.Pembagian Aksiologi
Menurut Bramel,aksiologi terbagi menjadi 3 bagian yaitu,:

1 Moral conduct ,yaitu Tindakan moral,bidang ini melahirkan disiplin


khusus,yaitu etika.
2 Esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan. Bidang ini melahirkan
keindahan.
3 Sosio-political life,yaitu kehidupan social politik yang akan melahirkan,filsafat
social politik.5

A.Moral

Moral atau etika disebut filsafat moral (moral philoshopy) yang berasal dari
kata ethos (Yunani) yang berarti watak.Moral berasal dari kata Mos atau Mores

4
Ibid,hlm 232-234
5
Ash-Shadr,Muhammad Baqir,Falsafatuna terhadap Berbagai Aliran Filsafat
Dunia,Cet.VII;Bandung: Mizan

6
(Latin) yang artinya kebiasaan,watak,kelakukan,tabi’at.6 Moral adalah suatu ide
tentang tingkah laku manusia (baik dan buruk) menurut situasi yang tertentu.

B.Etika Normatif

Etika normative sering disebut filsafat moral (moral philoshopy) atau etika
filsafati (philoshopical ethics) etika normative dibagi kedalam dua teori,yaitu teori-
teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligtion).Teori-
teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan.Sifat teori ini ada dua,yakni monistis dan
pluralistis.7

C.Socio-Politic life.

Kehidupan social politik merupakan sesuatu yang melahirkan filsafat social


dengan kajian pokoknya adalah manusia.Manusia sebagai makhluk social,saling
berinteraksi dengan orang lain.Berdasarkan susunan kodrat,manusia tidak hanya
sekedar makhluk jasmaniah,tetapi juga makhluk rohaniah,dan makhluk social yang
memiliki daya cipta,rasa ,dan karsa.8

BAB III
6
Harry Hamersama,Filsafat Eksistensi ,(Jakarta,Gramedia,1985),hal.6
7
Harry Hammersama,Pintu masuk ke dunia filsafat,(Jogjakarta : Kanisius,1992)
8
M.Zainuddin,Filsafat ilmu-ilmu Keislaman Integralistik,Jurnal ilmu Ushuluddin,Vol 3 no
4,Juli,2014,hal 76.

7
PENUTUP

A.Kesimpulan
Aksiologi berasal dari perkataan axios (Yunani) yang berarti
nilai,layak,pantas,patut,dan Logos yang berarti teori,pemikiran.Jadi aksiologi adalah
“teori tentang nilai”.Aksilogi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan
dari pengetahuan yang diperoleh.

ada 2 karakteristik yang berkaitan dengan teori nilai,yaitu:Pertama,Nilai


objektif atau subjektif.Nilai itu objektif jika ia tergantung pada subjek atau kesadaran
yang menilai.Sebaliknya nilai itu subjektif jika eksistensinya,maknanya,dan
validitasnya tergantung pada realisasi subjek yang melakukan penilaian,tanpa
mempertimbangkan apakah ini bersifat psikis atau fisik.

Aksiologi terbagi menjadi 3 bagian yaitu,:

1 Moral conduct, yaitu Tindakan moral,bidang ini melahirkan disiplin


khusus,yaitu etika.
2 Esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan. Bidang ini melahirkan
keindahan.
3 Sosio-political life,yaitu kehidupan social politik yang akan melahirkan,filsafat
social politik.

B.Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami susun. Kami menyadari masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari Bapak Dosen dan
para pembaca sangat diharapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

DAFTAR PUSTAKA

8
Hidayat,Ade. 2020. Filsafat Ilmu.Bandung: Penerbit Alfabeta.

Bakhtiar,Amsal.2013. Filsafat Ilmu.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Zaprulkhan.2016.Filsafat ilmu Sebuah Analisi Kontemporer.Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada.

Soelaiman,Darwis A.2019.Filsafat Ilmu Pengetahuan perspektif Barat dan

Islam.Aceh: Bandar Publishing.

Rohana.2021.Filsafat Ilmu dan Kajiannya. Makassar.

Rusdiana.2018.Filsafat Ilmu.Bandung: Tresna Bhakti Press.

BIODATA PENULIS

9
1. Penulis 1
a. Identitas Pribadi
Nama : Filsatiwi Afalta Mashudi
NIM : 12030221878
TTL : Danau Sati, 04 Juni 2002
Alama : Rambah Samo. Rokan Hulu
b. Latar Belakang Pendidikan
SD : SD Muhammadiyah Rambah
SMP : SMP N Tahfidz Madani Rokan Hulu
SMA : MA Tahfidz Rokan Hulu
PTN : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
c. Riwayat Organisasi
-
2. Penulis 2
a. Identitas Pribadi
Nama : Muhammad Farhan
NIM : 12030213656
TTL : Pekanbaru, 04 Maret 2002
Alamat : Jln. Amal Ikhlas Perumahan Bukit Mas Blog G No.4
b. Latar Belakang Pendidikan
SD : SD 058 Pekanbaru
SMP : SMP IT Insan Cendikia
SMA : SMA IT Insan Cendikia
PTN : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
c. Riwayat Organisasi
-
3. Penulis 3
a. Identitas Pribadi
Nama : Wigel Aridel
NIM : 12030221221
TTL : Solok, 27 Mei 2002
Alamat : Pangkalan Kerinci, Pelalawan
b. Latar Belakang Pendidikan
SD : SD Taruna Andalan

10
SMP : Mts Darel Hikmah Pekanbaru
SMA : MA Darel Hikmah Pekanbaru
PTN : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
c. Riwayat Organisasi
-

11

Anda mungkin juga menyukai