Anda di halaman 1dari 4

SOAL DAN JAWABAN UJIAN MID SEMESTER

Mata Kuliah : Eksplorasi Model Pembelajaran


Kelas : PSPF-20A
Waktu : 100 menit
Ruang : Online

Nama : Lentiana Sianturi


NIM : 4202421006

Jawablah Pertanyaan Berikut dengan Benar!


1. Analislah bagaimana peranan teori belajar dalam Model Pembelajaran!
2. Jelaskan apa saja komponen pembentuk Model Pembelajaran!
3. Apakah boleh menggunakan 2 Model Pembelajaran sekaligus dalam satu kali
pembelajaran? Bagaimana jika menggunakan 2 Metode sekaligus dalam satu kali
pembelajaran? Jelaskan alasanmu!
4. Jika anda adalah seorang guru, kemudian diperintahkan untuk mempersiapkan RPP
dengan Kompetensi Dasar (KD):
3.1 Menganalisis prinsip kerja peralatan listrik searah (DC) berikut keselamatan nya
dalam kehidupan sehari-hari dan
4.1 Melakukan percobaan prinsip kerja rangkaian listrik searah (DC) dengan metode
ilmiah berikut presentasi hasil percobaan, sehingga
menumbuhkan sikap kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, religius,
nasionalisme, gotong royong dan integritas
Model Pembelajaran apakah yang akan ada rancang dalam mencapai KD tersebut?
Jelaskan alasannya?
5. Jika kamu diperintahkan untuk merancang Model Pembelajaran Berbasis Masalah
pada Materi Suhu dan Kalor, pada fase 1 (Orientasi Siswa pada Masalah) berikanlah
satu contoh permasalahan yang akan anda ajukan untuk dipecahkan siswa!

JAWABAN :

1. Dalam proses pembelajaran, baik formal, informal maupun nonformal, teori pembelajaran
memiliki peran yang penting. Teori pembelajaran akan menentukan bagaimana proses
pembelajaran itu terjadi. Sebelum merancang pembelajaran, guru harus menguasai sejumlah
teori tentang belajar, termasuk beberapa pendekatan dalam pembelajaran. Penguasaan teori
ini dimaksudkan agar guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perilaku
mengajarnya di depan kelas. Secara luas teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup
bidang psikologi atau dengan kata lain, apabila berbicara masalah belajar, berarti
membicarakan sosok manusia. Ini dapat diartikan bahwa ada beberapa aspek yang harus
mendapat perhatian. Aspek-aspek tersebut yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Melalui
teori-teori pembelajaran ini, guru akan memahami berbagai cara bagaimana peserta didik
belajar dan seterusnya menghubungkan prinsip dan hukumnya dengan teknik mengajar untuk
mencapai pembelajaran yang berkesan.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seberapa Penting Peranan Teori
Pembelajaran.
Contoh teori pembelajaran:
1. teori belajar behavioristic;
2. teori belajar kognitif;
3. teori belajar humanistic
4. teori belajar konstruktivistik;

2. Komponen pembalajaran terbagi terdiri dari:


1. Sintaks langkah-langkah, fase-fase, atau urutan kegiatan pembelajaran. Jadi sintaks
itu adalah deskripsi model dalam action. Setiap model mempunyai sintaks atau
struktur model yang berbeda-beda.

2. Principle of Reaction yaitu reaksi guru atas aktivitas-aktivitas siswa. Dalam contoh
model B mungkin selama fase II (dua) guru memberi contoh cara menyusun konsep,
dan siswa membandingkan konsep-konsep mereka. Tetapi dalam beberapa model
mungkin guru terlibat langsung bersama siswa menyeleksi konsep-konsep itu serta
membantu mereka dalam kegiatan-kegiatannya. Jadi prinsip reaksi itu akan membantu
memilih reaksi-reaksi apa yang efektif dilakukan siswa.

3. Sistem sosial ini mencakup 3 pengertian utama yaitu: deskripsi macam-macam


peranan guru dan siswa deskripsi hubungan hirarkis/ otoritas guru dan siswa,
deskripsi macam-macam kaidah untuk mendorong siswa. Sistem sosial sebagai unsur
model agaknya kurang berstruktur dibandingkan dengan unsur sintaks.

4. Sistem Pendukung Sistem pendukung ini sesungguhnya merupakan kondisi yang


dibutuhkan oleh suatu model. Jadi, bukanlah model itu sendiri. Sistem pendukungnya
bertolak dari pertanyaan-pertanyaan dukungan apa yang dibutuhkan oleh suatu model
agar tercipta lingkungan khusus. Dalam hubungan ini, sistem pendukung itu berupa
kemampuan/keterampilan dan fasilitas-fasilitas teknis. Sistem pendukung diturunkan
dari dua sumber yaitu kekhususan-kekhususan peranan guru dan tuntutan siswa.

3. Menggunakan metode pembelajaran sekaligus dua , boleh dilakukan . Mengapa ? Karna


menurut saya menggunakan metode pembelajaran dua sekaligus atau digabungkkan akan
lebih bagus , karena setiap model pembelajaran ada kelemahan nya , dan mungkin akan
tertutupi dengan model pembelajaran yang lainnya . Contohnya seperti ini , ada model
pembelajran mind mapping , ada beberapa siswa yang mungkin merasa kurang paham
dengan model ini, sebaikknya di kolaborasi dengan model METODE PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING (PBL).

4. Model yang akan saya pilih ialah model atau metode pembelajaran pembelajaran problem
based learning (PBL). Alasan saya memilih metode ini karena tujuan dari metode ini
Diharapkan Melatih siswa memiliki kemampuan berfikir kritis, kemampuan memecahkan
masalah, dan membangun pengetahuannya sendiri , Terjadinya peningkatan dalam aktivitas
ilmiah siswa , Mendorong siswa melakukan evaluasi atau menilai kemajuan belajarnya
sendiri , Siswa terbiasa belajar melalui berbagai sumber-sumber pengetahuan yang relevan ,
Siswa lebih mudah memahami suatu konsep jika saling mendiskusikan masalah yang
dihadapi dengan temannya.

Dan juga tahap tahap pada metode ini ialah:

 Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas yaitu Memastikan setiap anggota
memahami berbagai istilah dan konsep yang ada dalam masalah. Langkah pertama ini
dapat dikatakan tahap yang membuat setiap peserta berangkat dari cara memandang
yang sama atas istilah-istilah atau konsep yang ada dalam masalah.
 Merumuskan masalah yaitu Fenomena yang ada dalam masalah menuntut penjelasan
hubungan-hubungan apa yang terjadi di antara fenomena itu.
 Menganalisis masalah yaitu Anggota mengeluarkan pengetahuan terkait apa yang
sudah dimiliki anggota tentang masalah. Terjadi diskusi yang membahas informasi
faktual (yang tercantum pada masalah), dan juga informasi yang ada dalam pikiran
anggota. Brainstorming (curah gagasan) dilakukan dalam tahap ini.
 Menata gagasan secara sistematis dan menganalisis yaitu Bagian yang sudah
dianalisis dilihat keterkaitannya satu sama lain kemudian dikelompokkan; mana yang
paling menunjang, mana yang bertentangan, dan sebagainya. Analisis adalah upaya
memilahmemilah sesuatu menjadi bagian-bagian yang membentuknya.
 Memformulasikan tujuan pembelajaran yaitu Kelompok dapat merumuskan tujuan
pembelajaran karena kelompok sudah tahu pengetahuan mana yang masih kurang,
dan mana yang masih belum jelas. Tujuan pembelajaran akan dikaitkan dengan
analisis masalah yang dibuat
 Mencari informasi tambahan dari sumber lain yaitu Saat ini kelompok sudah tahu
informasi apa yang tidak dimiliki, dan sudah punya tujuan pembelajaran. Kini saatnya
mereka harus mencari informasi tambahan itu, dan menemukan kemana hendak
dicarinya.
 Mensistesis (menggabungkan) dan menguji informasi baru dan membuat laporan.

5. Fenomena yang akan saya ajukan untuk metode pbl aalah “mengapa suhu di pegungungan
terasa dingin , baik siang maupun malam , sehingga banyak dan lebih nyaman menggunakan
jaket. “

Anda mungkin juga menyukai