Anda di halaman 1dari 6

1.

Pneumoni Gambaran klinik biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas akut bagian atasselama beberapa hari, kemudian diikuti dengan demam, menggigil. Suhu tubuhkadang-kadang melebihi 400c, sakit tenggorok, nyeri otot, dan sendi. Juga disertaibatuk dengan sputum mukoid atau purulen, kadang-kadang berdarah. Dalam pemeriksaan fisik penderita bronkhopneumoni ditemukan hal-hal sebagai berikut : a.Pada setiap nafas terdapat retraksi otot epigastrik, interkostal, suprasternal, dan pernapasan cuping hidung. Tanda objektif yang merefleksikan adanya distres pernapasan adalahretraksi dinding dada; penggunaan otot tambahan yang terlihat dan cupinghidung; orthopnea; dan pergerakan pernafasan yang berlawanan. Tekananintrapleura yang bertambah negatif selama inspirasi melawan resistensi tinggijalan nafas menyebabkan retraksi bagian-bagian yang mudah terpengaruhpada dinding dada, yaitu jaringan ikat inter dan sub kostal, dan fossaesupraklavikula dan suprasternal. Kebalikannya, ruang interkostal yangmelenting dapat terlihat apabila tekanan intrapleura yang semakin positif.Retraksi lebih mudah terlihat pada bayi baru lahir dimana jaringan ikatinterkostal lebih tipis dan lebih lemah dibandingkan anak yang lebih tua. Kontraksi yang terlihat dari otot sternokleidomastoideus dan pergerakan fossae supraklavikular selama inspirasi merupakan tanda yang paling dapat dipercaya akan adanya sumbatan jalan nafas. Pada infant,kontraksi otot ini terjadi akibat head bobbing, yang dapat diamati denganjelas ketika anak beristirahat dengan kepala disangga tegal lurus dengan areasuboksipital. Apabila tidak ada tanda distres pernapasan yang lain pada head bobbing, adanya kerusakan sistem saraf pusat dapat dicurigai. Pengembangan cuping hidung adalah tanda yang sensitif akan adanyadistress pernapasan dan dapat terjadi apabila inspirasi memendek secaraabnormal (contohnya pada kondisi nyeri dada). Pengembangan hidungmemperbesar pasase hidung anterior dan menurunkan resistensi jalan napasatas dan keseluruhan. Selain itu dapat juga menstabilkan jalan napas atasdengan mencegah tekanan negatif faring selama inspirasi. b. Pada palpasi ditemukan vokal fremitus yang simetris. Konsolidasi yang kecil pada paru yang terkena tidak menghilangkangetaran fremitus selama jalan napas masih terbuka, namun bila terjadiperluasan infeksi paru (kolaps paru/atelektasis) maka transmisi energi vibrasiakan berkurang. c.Pada perkusi tidak terdapat kelainan

d.Pada auskultasi ditemukancrackles sedang nyaring. Crackles adalah bunyi non musikal, tidak kontinyu, interupsi pendek dan berulang dengan spektrum frekuensi antara 200-2000 Hz. Bisa bernadatinggi ataupun rendah (tergantung tinggi rendahnya frekuensi yangmendominasi), keras atau lemah (tergantung dari amplitudo osilasi) jarangatau banyak (tergantung jumlah crackles individual) halus atau kasar(tergantung dari mekanisme terjadinya). Crackles dihasilkan oleh gelembung-gelembung udara yang melalui sekret jalan napas/jalan napas kecil yang tiba-tiba terbuka.

PEMERIKSAAN RADIOLOGI Gambaran radiologis mempunyai bentuk difus bilateral dengan peningkatancorakan bronkhovaskular dan infiltrat kecil dan halus yang tersebar di pinggirlapang paru. Bayangan bercak ini sering terlihat pada lobus bawah. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pada pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan jumlah leukosit. Hitung leukosit dapat membantu membedakan pneumoni viral dan bakterial. Infeksi virus leukosit normal atau meningkat (tidak melebihi 20.000/mm3dengan limfosit predominan) dan bakteri leukosit meningkat 15.000-40.000 /mm3dengan neutrofil yang predominan. Pada hitung jenis leukosit terdapat pergeseranke kiri serta peningkatan LED. Analisa gas darah menunjukkan hipoksemia dan hipokarbia, pada stadium lanjut dapat terjadi asidosis respiratorik. Isolasi mikroorganisme dari paru, cairan pleura atau darah bersifat invasif sehingga tidak rutin dilakukan

diagnose 3 dari 5 a.sesak nafas disertai dengan pernafasan cuping hidung dan tarikan dinding dada b. panas badan c.Ronkhi basah sedang nyaring (crackles) d.Foto thorax meninjikkan gambaran infiltrat difus e.Leukositosis (pada infeksi virus tidak melebihi 20.000/mm3 dengan limfosit predominan, dan bakteri 15.000-40.000/mm3 neutrofil yang predominan Penatalaksaan umum

-Pemberian oksigen lembab 2-4 L/menit PaO2 pada -Pemasangan infus analisis untuk

sampai sesak nafas hilang atau gas rehidrasi dan darah 60 koreksi torr elektrolit.

-Asidosis diatasi dengan pemberian bikarbonat intravena. enatalaksanaan khusus mukolitik, ekspektoran dan obat penurun panas sebaiknya tidak diberikanpada 72 jam pertama karena akan mengaburkan interpretasi reaksiantibioti awal. Obat penurun panas diberikan hanya pada penderita dengan suhu tinggi, takikardi, atau penderita kelainan jantung -pemberian antibiotika berdasarkan mikroorganisme penyebab dan manifestasi klinis Pneumonia ringan amoksisilin 10-25 mg/kgBB/dosis (di wilayahdengan angka resistensipenisillin

tinggi dosis dapat dinaikkan menjadi80-90 mg/kgBB/hari). Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan terapi : a.Kuman yang dicurigai atas dasas data klinis, etiologis dan epidemiologis b.Berat c.Riwayat pengobatan ringan selanjutnya serta respon penyakit klinis

d.Ada tidaknya penyakit yang mendasari Antibiotik: Bila tidak ada kuman yang dicurigai, berikan antibiotik awal (2472 jam pertama) menurut kelompok usia. a.Neonatus dan bayi muda (< 2 bulan) : -ampicillin + aminoglikosid - amoksisillin-asam klavulanat-amoksisillin + aminoglikosid-sefalosporin generasi ke-3 Bayi dan anak usia pra sekolah (2 bl-5 thn) -beta laktam amoksisillin - makrolid (eritromisin) amoksisillin-amoksisillin golongan klavulanat sefalosporin kotrimoksazol

c.Anak

usia

sekolah (eritromisin,

(> klaritromisin,

thn) azitromisin)

-amoksisillin/makrolid -tetrasiklin (pada anak usia > 8 tahun)

Karena dasar antibiotik awal di atas adalah coba-coba (trial and error) maka harus dilaksanakan dengan pemantauan yang ketat, minimal tiap 24 jam sekali sampai hari ketiga. Bila penyakit bertambah berat atau tidak menunjukkan perbaikan yang nyata dalam 24-72 jam ganti dengan antibiotik lain yang lebihtepat sesuai dengan kuman

penyebab yang diduga (sebelumnya perludiyakinkan dulu ada tidaknya penyulit seperti empyema, abses paru yangmenyebabkan seolah-olah antibiotik tidak efektif)

BRONKIOLITIS Bronkiolitis adalah penyakit inflamasi akut dari saluran atas dan bawah menyebabkan obstruksi dari saluran napas kecil. 2.Bronkiolitis dapat diklasifikasikan menjadi : Manifestasi Klinis a. Bronkiolitis Akut Bayi mendapatkan infeksi saluran napas ringan berupa pilek encer, batuk,bersin-bersin, dan kadangkadang demam. Gejala ini berlangsungbeberapa hari, kemudian timbul distres respirasi yang ditandai oleh batukparoksimal, mengi, dispneu, dan iritabel. b. Bronkiolitis Obliterans Pada mulanya dapat terjadi batuk, kegawatan pernafasan dan sianosis dandisertai dengan periode perbaikan nyata yang singkat. Penyakit yangprogresif terlihat dengan bertambahnya dispnea, batuk, produksi sputum,dan mengi. 3. Pemeriksaan penunjang -Darahlengkap -Urin - Serum darah -Analisa gas darah - RadiologI Penatalaksanaan Bronkodilator,steroid,antikolinergik,AB,heliox,ventilasi mekanik, antivirus