Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Metode Suction kolom Kromatografi suction kolom dilakukan dengan metode adsorbsi dan partisi yang pemisahannya

dipercepat dengan bantuan pompa vakum dimana kolom hisap yang digunakan berdiameter 6 cm dan panjang 25 cm dengan menggunakan campuran silika kasar dengan perbandingan 15:10 g kemudian dimasukkan ke dalam kolom hingga mapat dan dimasukkan ekstrak kemudian kran dan aliran udara di buka selanjutnya eluen yang keluar ditampung pada vial sebagai fraksi-fraksi yang nilai Rf-nya sama disatukan ke dalam satu fraksi. Kromatografi suction kolom merupakan bagian dari kromatografi kolom yaitu kromatografi absorben yang bertindak sebagai fase mobil permukaan partikel padat biasanya lebih efektif dari pada bagian dalm yang umumnya dikatakan mempunyai daya tarik yang baik pada zat-zat terlarut maupun pelarutnya. Daya tarik atau adsorpsi dapat berbagai bentuk, yaitu bersifat elektrostatik (ionik), daya tarik antar dipole dan induksi dan yang merupakan kekuatan Van Der Walls. Kolom isap adalah salah satu jenis kromatografi cair yang digunakan untuk memisahkan komponen kimia dalam jumlah yang banyak. Pemindahan komponen kimia dengan metode kromatografi kolom isap pada prinsipnya juga sama dengan kromatografi biasa yaitu absorbsi dan partis. Hanya pemisahannya dipercepat dengan bantuan pompa vakum.
a. Kolom isap yang berdiameter 6 cm panjang 25 cm dibersihkan dan di bilas

dengan metanol dan kemudian dipasang secara tegak lurus pada statif. Adsorben di buat dengan cara mencampur silika kasar dan halus dengan perbandingan 15:10 kemudian disuspensikan dengan cairan pengelusi yang akan digunakan dan dimasukkan ke kolom sampai masuk semua, kemudian ditambahkan dengan cairan pengelusi dan pompa dijalankan dengan adsorben mapat.
b. Pemisahan dan pemurnian

Ekstrak yang telah diuapkan hingga kering dilarutkan dengan sedikit cairan pengelusi kemudian dipipet dan dimasukkan ke dala kolom sedikit demi sedikit hingga masuk semua. Bagian atas ditutup dengan kertas saring untuk menghindari percikkan waktu penambahan eluen. Cairan penyari ditambahkan melalui dinding kilom dan pompa vakum dijalankan sehingga eluen turun mengelusi komponen kimia dan eluen yang keluar ditampung sebagai fraksi-fraksi dengan volume 5 ml tiap fraksi. Elusi dilakukan hingga tetes terakhir tidak menampakkan noda lagi.

Bila diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis. Fraksi yang memberikan noda dan nilai Rf yang sama pada kromatografi lapis tipis, disatukan dalam satu fraksi.