Anda di halaman 1dari 3

Kelompok Kriteria Kriteria Keperintisan Indikator Keperintisan

1. Kriteria kondisi 1.1. Menghubungkan daerah yang masih tertinggal a) Daftar daerah tertinggal mengacu pada Perpres tentang Penetapan
fisik kewilayahan dan/atau wilayah terpencil yang belum berkembang Daerah Tertinggal.
dengan daerah yang sudah berkembang atau maju. b) Daerah terpencil (tersendiri, terasing, jauh dari yang lain) dikarenakan
tidak ada akses jalan yang menghubungkan dengan daerah yang
lebih maju atau ada akses jalan, akan tetapi kondisi jalan tidak
memadai (rusak, putus, dll).
1.2. Menghubungkan kawasan strategis nasional, kawasan a) Daftar kawasan strategis nasional, kawasan ekonomi khusus, atau
ekonomi khusus, atau kawasan pariwisata yang belum kawasan pariwisata yang belum berkembang berdasarkan pada
berkembang. Peraturan Pemerintah yang terkait.

2. Kriteria kondisi 2.1. Tingkat pendapatan per kapita penduduknya rendah. a) Daerah dengan PDRB per kapita penduduknya masuk kategori
sosial ekonomi ‘Berpenghasilan Rendah dan Menengah Bawah’ berdasar standar
masyarakat World Bank.
2.2. Adanya kebutuhan layanan angkutan sungai dan a) Perkiraan jumlah penduduk yang melakukan perjalanan >10% dari
danau kapasitas kapal rata-rata per tahun.

3. Kriteria kondisi 3.1. Kebutuhan, kemudahan, dan kecepatan aksesibilitas a) Kondisi pelayanan moda transportasi lain tidak ada.
moda transportasi transportasi belum terpenuhi. b) Kondisi pelayanan moda transportasi lain ada, tetapi berbiaya mahal
lain saat ini dan/atau waktu tempuh lama.
4. Kriteria kondisi 4.1. Belum dilayani oleh pelaksana kegiatan Angkutan a) Belum ada trayek yang tetap dan teratur
pelayanan Sungai dan Danau yang beroperasi secara tetap dan b) Sudah ada trayek angkutan sungai dan danau, akan tetapi belum
angkutan sungai teratur. efektif
dan danau saat ini
5. Kriteria kelayakan 5.1. Secara komersial belum menguntungkan atau a) Pendapatan kapal lebih kecil dari biaya operasional kapal per tahun
ekonomi ASD pendapatan yang diperoleh belum menutupi biaya
operasional.
5.2. Faktor muat rata-rata kapal kurang dari 60% (enam b) Faktor muat rata-rata kapal kurang dari 60% (enam puluh persen) per
puluh persen) per tahun tahun dengan kondisi jumlah trip maksimal pada trayek tersebut
No. Persyaratan Uraian Indikator
1 Jenis dan Kapasitas a. Kapal yang dioperasikan di wilayah perairan sungai Ketersediaan kapal angkutan sungai/danau yang memiliki fasilitas bagi
kapal atau danau kebutuhan awak kapal maupun penumpang, barang dan hewan sesuai
b. Kapal angkutan penumpang dengan persyaratan teknis yang berlaku;
c. Kapal angkutan barang Jenis kapal ASD untuk penumpang antara lain: bus air, taksi air, longboat,
dan kapal wisata
d. Ukuran kapal minimal 7 GT
Jenis kapal ASD untuk barang antara lain: truk air, jukung, dan kapal
banding.
2 Kelaiklautan
2.1 Keselamatan Kapal Memiliki kapal yang telah memenuhi persyaratan sesuai Ketersediaan kapal angkutan sungai dan danau yang dilengkapi dengan :
standar pada: a. material yang sesuai standar;
a. material; b. konstruksi kapal yang sesuai standar;
b. konstruksi Kapal; c. akomodasi kapal sesuai dengan jenisnya;
c. akomodasi; d. peralatan navigasi dan komunikasi kapal sesuai standar;
d. peralatan navigasi dan komunikasi e. permesinan kapal sesuai kebutuhan dan standar;
e. permesinan; f. sistem pencegahan kebakaran sesuai standar; dan
f. pencegahan kebakaran; dan g. perlengkapan keselamatan kapal sesuai standar keselamatan.
g. perlengkapan keselamatan kapal.
2.2 Pencegahan Memiliki sistem dan peralatan pencegah pencemaran Ketersediaan sistem dan peralatan pencegahan pencemaran pada kapal
Pencemaran dari lingkungan dari kapal Ketersediaan petunjuk dan keterangan penanganan sampah di kapal
Kapal
2.3 Pengawakan Kapal Memiliki dan mempekerjakan awak kapal yg memenuhi Ketersediaan dan kesiapan anak buah kapal sesuai dengan kebutuhan
persyaratan kualifikasi yang diperlukan untuk angkutan dan dilengkapi dengan surat keterangan kecakapan nautika/teknika (SKK
sungai dan danau (Sertifikasi awak kapal sungai dan Nautika/Teknika)
danau)
2.4 Garis muat & Garis muat dan pemuatan harus sesuai dengan Ketersediaan tanda garis muat maksmimum kapal
Pemuatan ketentuan yang berlaku Ketersediaan SOP pemuatan pada kapal
2.5 Status hukum kapal, Status hukum kapal merupakan suatu proses Ketersediaan surat-surat kapal
pengukuran kapal, pendaftaran kapal, dan penetapan
kebangsaan kapal.
No. Persyaratan Uraian Indikator
3 Trayek, Status Hukum dan Sertifikasi Kapal
3.1 Trayek Memiliki trayek tetap dan teratur Memiliki jadwal/pola operasi kapal pada trayek tertentu
3.2 Status hukum dan a. Status hukum, Ketersediaan sertifikasi kapal untuk kapal dengan GT > 7 GT dengan
Perijinan Kapal b. Ijin usaha angkutan SD, jenis dokumen sebagai berikut:
c. Pengoperasian kapal SD dan, a. Surat Ukur Kapal
d. Surat ijin berlayar b. Surat Tanda Pendaftaran Kapal dan Tanda Pendaftaran
c. Sertifikat Kelaikan Kapal
d. Sertifikat Pengawakan Kapal
e. Surat Ijin Usaha Angkutan Sungai dan Danau
f. Surat Ijin Operasional Angkutan Sungai dan Danau
g. Surat Ijin Berlayar dari Institusi terkait.
4 Pemenuhan SPM Kapal Angkutan Sungai dan Danau
4.1 Keselamatan a. Informasi fasilitas keselamatan a. Ketersediaan alat keselamatan yang mudah dilihat dan dijangkau
b. Informasi fasilitas Kesehatan b. Ketersediaan dan kondisi peralatan keselamatan dan kesehatan
c. Ketersediaan peralatan penyelamatan pada kondisi
darurat (kebakaran, keselakaan, bencana alam)
d. Ketersediaan fasilitas Kesehatan untuk penanganan
darurat
4.2 Keamanan a. Informasi jika ada gangguan keamanan a. Ketersediaan informasi
b. Penerangan yang cukup di dalam kapal b. Kecukupan penerangan
c. Sistem keamanan pasif dan aktif c. Ketersediaan CCTV dan petugas keamanan
4.3 Kenyamanan a. Fasilitas kebersihan a. Ketersediaan tempat sampah dan area bersih
b. Lampu penerangan b. Intensitas cahaya yang cukup
c. Informasi dilarang merokok
4.4 Kemudahan/ a. Informasi perjalanan Ketersediaan fasilitas informasi dan kejelasan informasi
Keterjangkauan b. Informasi gangguan perjalanan
4.5 Kesetaraan Fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus Ketersediaan dan kemudahan penggunaan fasilitas disable