Anda di halaman 1dari 15

A.

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan


untuk mencapai kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk
agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut
dibutuhkan upaya pengelolaan berbagai sumber daya pemerintah maupun masyarakat sehingga
dapat disediakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, efektif, efisien, bermutu dan
terjangkau. Hal ini perlu didukung komitmen dan semangat yang tinggi dengan prioritas
terhadap upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan
penyakit (preventif), penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif).
Salah satu kegiatan untuk mencapai tujuan pemulihan (rehabilitatif) adalah dengan
fisioterapi. Fisioterapi adalah ilmu yang mempelajari fungsi gerak tubuh manusia. Ilmu ini
mendalami gerak tubuh manusia hingga organ tubuh yang berperan di dalamnya, mulai dari cara
gerak, bentuk otot, sendi, hingga tulang. Layanan fisioterapi dapat diberikan kepada pasien yang
mengalami gangguan gerak atau fungsi persendian tulang.Fisioterapi adalah bentuk pelayanan
kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan,
memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan
menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (physics,
elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, dan komunikasi.
Pada pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, fisioterapis berperan dalam perawatan pasien
dengan berbagai gangguan neuromuskuler, musculoskeletal, kardiovaskular, paru, serta
gangguan gerak dan fungsi tubuh lainnya. Fisioterapis juga berperan dalam pelayanan khusus
dan kompleks, serta tidak terbatas pada area rawat inap, rawat jalan, rawat intensif, klinik
tumbuh kembang anak, klinik geriatri, unit stroke, klinik olahraga, dan/atau rehabilitasi.
Layanan fisioterapi yang tersedia di Semen Padang Hospital terdiri dari fisioterapi umum
okupasi terapi dan terapi wicara. Jumlah kunjungan unit fisioterapi pada tahun 2022 mengalami
kenaikan dibandingkan dengan tahun 2021. Rata – rata kunjungan fisioterapi perbulan pada
tahun 2021 adalah sebanyak 1.181 kunjungan, sementara pada tahun 2022 rata – rata kunjungan
fisioterapi perbulan sebanyak 1.876 kunjungan. Kunjungan unit fisioterapi tahun pada 2022
mengalami kenaikan sebanyak 63 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tenaga di Unit Fisioterapi Semen Padang Hospital terdiri dari 1 orang Supervisor, 7
orang fisioterapis umum full timer, 2 orang tenaga terapi wicara part timer dan 1 orang tenaga
okupasi terapi part timer.
Unit fisioterapi di Semen padang Hospital terdiri dari layanan fisioterapi umum, okupasi
terapi (OT) dan terapi wicara (TW). Saat ini ruangan untuk layanan okupasi terapi (OT) dan
terapi wicara (TW) belum terpisah dengan layanan fisioterapi biasa, sehingga menimbulkan
ketidaknyamanan pasien. Pasien terapi OT dan TW merupakan anak – anak berusian 2-12 tahun,
sehingga susah untuk dikontrol. Hal ini bisa menyebabkan insiden yang membahayakan
keselamatan pasien akibat adanya kabel – kabel listrik dan alat – alat fisioterapi serta kondisi
lantai ruangan yang tidak rata. Saat ini, belum ada ada petugas untuk melayani okupasi terapi
dan terapi wicara untuk shift pagi, sedangkan petugas yang ada sekarang masih berstatus part
timer (berdinas di shift sore saja dari pukul 16:00 s/d 21:00) sehingga pasien yang seharusnya
mendapatkan terapi 2 kali seminggu akan tetapi terapi yang didapatkan hanya 1 kali.
EBITDA Margin adalah rasio profitabilitas operasi yang membantu seluruh pemangku
kepentingan perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai profitabilitas operasi
dan posisi arus kasnya dan dihitung dengan membagi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan
amortisasi (EBITDA) perusahaan berdasarkan pendapatan bersihnya. Semen Padang Hospital
sudah menghitung EBITDA margin mulai dari bulan Januari 2022. Dari perhitungan EBITDA
margin, fisioterapi adalah unit yang mempunyai EBITDA margin yang cukup besar dan variable
cost yang relatif rendah.
TREND EBITDA UNIT FISIOTERAPI
Rp200,000,000
Rp180,000,000
Rp160,000,000
Rp140,000,000
Rp120,000,000
Rp100,000,000
Rp80,000,000
Rp60,000,000
Rp40,000,000
Rp20,000,000
Rp-
APRIL MEI JUNI JULI

EBIITDA COST REVENUE

Gambar 1. Grafik Trend Performa EBITDA Unit Fisioterapi bulan April - Juli 2022

Dari grafik di atas, terlihat bahwa unit fisioterapi adalah unit yang memiliki revenue yang
besar dan cost yang rendah, sehingga EBITDA margin yang terbentuk menjadi besar. Oleh
karena itu unit fisioterapi memiliki potensi untuk dikembangkan.

Berdasarkan uraian di atas, unit fisioterapi adalah unit yang memiliki peningkatan
kunjungan yang cukup besar dan EBITDA margin yang besar. Oleh karena itu kami mengajukan
usulan pengembangan yang dapat dilakukan di unit fisioterapi.

II. Tujuan

Adapun tujuan kegiatan ini adalah :

1. Meningkat pendapatan dan kunjungan di Unit Fisioterapi yaitu untuk layanan fisioterapi
umum, Okupasi Terapi dan Terapi Wicara.
2. Untuk meningkatkan mutu layanan fisioterapi
3. Memperlancar dan mengoptimalkan pasien untuk melakukan program fisioterapi
4. Mempersingkat waktu tunggu pasien.
B. ANALISIS TEKNIS

I. KONDISI EKSISTING
a. Saat ini ruangan untuk layanan okupasi terapi (OT) dan terapi wicara (TW) belum terpisah
dengan layanan fisioterapi biasa, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pasien.
b. Belum adanya petugas untuk layanan okupasi terapi dan terapi wicara untuk shift pagi,
sedangkan petugas yang ada sekarang masih berstatus parttimer (berdinas di shift sore saja
dari pukul 16:00 s/d 21:00) sehingga pasien yang seharusnya mendapatkan terapi 2 kali
seminggu akan tetapi terapi yang didapatkan hanya 1 kali.

II. KONDISI YANG DIHARAPKAN


a. Adanya ruang layanan yang terpisah antara fisioterapi umum, OT dan TW
b. Penambahan ruangan beserta sarana dan prasarana yang terdiri dari :
- Ruangan fisioterapi umum : 3 ruangan
- Ruangan Okupasi Terapi (OT) : 2 ruangan
- Ruangan Terapi Wicara (TW) : 2 ruangan
c. Penambahan tenaga yang terdiri dari :
- Fisioterapi umum : 2 orang
- Okupasi Terapi (OT) fulltimer
- Terapi Wicara (TW) fulltimer
d. Penambahan alat terapi
C. JENIS KEGIATAN

I. Renovasi ruangan fisioterapi


Menurut Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit kelas C yang dibuat
oleh Departemen Kesehatan RI tahun 2007, ruangan fisioterapi terdiri dari :
a. Ruang fisioterapi pasif
Fungsi : Ruang untuk memberikan pelayanan berupa suatu intervensi radiasi/
gelombang elektromagnet dan traksi, maupun latihan manipulasi yang diberikan
pada pasien yang bersifat individu.
Ukuran : min 20 m2
Kebutuhan Fasilitas : Tempat tidur periksa, unit traksi, alat stimulasi elektrik,
micro wave diathermy, ultraviolet quartz, dan peralatan fisioterapi lainnya
b. Ruang fisioterapi aktif
Fungsi : Ruang tempat pasien melakukan kegiatan senam (misalnya senam stroke,
senam jantung, senam diabetes, senam pernafasan, senam asma, senam
osteoporosis, dll.
Ukuran : min 36 m2
Kebutuhan fasilitas : Treadmill, parallel bars, ergocycle, exercise bicycle, dan
peralatan senam lainnya.
c. Ruang Terapi Okupasi dan Terapi Vokasional
Fungsi : Ruang tempat melakukan terapi kepada pasien
Ukuran : @jenis okupasi 6-30 m2
Kebutuhan Fasilitas : Fasilitas tergantung dari jenis okupasi yang akan
diselenggarakan
Berdasarkan standar di atas, diperlukan pengembangan dan renovasi ruangan unit
fisioterapi. Pengembangan ruangan unit fisioterapi dilakukan dengan perluasan ke area galeri
ATM di basement sampai batas pintu ke kantor basement. Renovasi yang dilakukan meliputi:

- Renovasi ruangan OT dan TW


Kegiatan ini mencakup pembuatan ruangan OT dan TW sesuai standar yang
seharusnya, karena sekarang di Unit Fisioterapi Semen Padang Hospital belum ada
ruangan khusus dan masih bergabung dengan ruangan fisioterapi.

- Renovasi ruangan Tindakan fisioterapi umum


Kegiatan ini mencakup penambahan ruangan tindakan untuk fisioterapi di area yang
sebelumnya digunakan untuk baby spa. Latar belakang penambahan ruangan ini
adalah jumlah pasien fisioterapi yang meningkat setiap bulannya. Untuk
mengakomodir hal tersebut, agar tidak terjadi perpanjangan waktu tunggu dan
keterbatasan kuota pasien, maka dilakukan penambahan ruang Tindakan fisioterapi.
Penambahan ruangan Tindakan berjumlah 3 ruangan dan diprioritaskan utuk
pelayanan fisioterapi pasien rawat inap.

Tabel 1. Kunjungan Fisioterapi Tahun 2022


JAMINAN
BULAN TOTAL
BPJS UMUM
JANUARI 1311 307 1618
FEBRUARI 1145 326 1471
MARET 1396 354 1750
APRIL 1136 332 1468
MEI 849 222 1071
JUNI 1041 236 1277
JULI 969 263 1232
TOTAL 7847 2040 9887
RATA-RATA/BULAN 1412
b. Tahapan pekerjaan :
a. Membuat rancangan pengembangan ruangan (COE)
b. Membuat proposal
c. Pengajuan proposal dan COE ke direktur
d. Evaluasi anggaran
e. Proses pengerjaan

c. Waktu pelaksanaan
Pelaksanaan renovasi ruangan dilakukan pada bulan September s/d November 2022

II. Penambahan tenaga


Penambahan tenaga yang diajukan adalah :
a. OT dan TW full timer
Pertimbangan untuk penambahan tenaga adalah :
1. Tingginya kebutuhan untuk tindakan terapi tersebut, dimana kondisi sekarang
kita mempunyai 2 orang tenaga Okupasi Terapi dan 2 orang Terapi Wicara
dengan status parttimer,
2. Lamanya waktu tunggu untuk pelaksanaan terapi karena jumlah pasien yang bisa
dilayani perhari terbatas karena terbatasnya hari dan waktu layanan.
3. Dengan adanya tenaga fulltimer, biaya SDM yang dikeluarkan lebih sedikit
(setara dengan gaji PKWT) dibandingkan dengan pembiayaan jasa medis tenaga
parttimer.

Kriteria yang dibutuhkan :

Berdasarkan hal tersebut, maka kami membutuhkan tenaga fulltimer sebanyak 2 (dua)
orang (1 orang OT dan 1 orang TW).Adapun spesifikasi yang kami butuhkan sebagai
berikut :

1. Wanita/Pria
2. Lulusan D3 Okupasi Terapi untuk layanan OT dan Terapi Wicara untuk layanan
TW
3. Memiliki STR aktif
4. Diutamakan yang sudah berpengalaman
5. Sopan dan ramah
6. Dapat menggunakan Microsoft Office

Tahapan kegiatan :

a. Membuat analisa kebutuhan tenaga


b. Menghitung potensi peningkatan kunjungan dan pendapatan
c. Mengajukan permintaan

Tabel 2. Kunjungan Okupasi Terapi Tahun 2022

JAMINAN
BULAN TOTAL
BPJS UMUM
JANUARI 143 47 190
FEBRUARI 131 50 181
MARET 152 62 214
APRIL 139 49 188
MEI 99 43 142
JUNI 160 55 215
JULI 130 44 174
TOTAL 954 350 1304
RATA-RATA/BULAN 186
Tabel 3. Kunjungan Terapi Wicara Tahun 2022:

JAMINAN
BULAN TOTAL
BPJS UMUM
JANUARI 222 86 308
FEBRUARI 172 76 248
MARET 263 97 360
APRIL 193 70 263
MEI 137 91 228
JUNI 226 110 336
JULI 186 90 276
TOTAL 1399 620 2019
RATA-RATA/BULAN 288
b. Penambahan tenaga fisioterapi
Penambahan tenaga fisioterapi sekaligus merangkap sebagai admin dengan
pertimbangan :
1. Adanya penambahan jam layanan OT dan TW karena adanya tenaga full timer
2. Adanya penambahan alat fisioterapi umum dan ruangan sehingga akan
meningkatkan kunjungan.

Tabel 4. Kebutuhan Tenaga Fisoterapi


No. Jenis Tenaga Jumlah Saat Ini Kebutuhan
1. Administrasi 0 0
2 Fisioterapi 7 2

Tabel 6. Analisa Beban Kerja

Jumlah petugas
NO KEGIATAN Menit/Per Hari Range Jumlah Tindakan Total jam
sekarang
1 Persiapan alat (menyalakan, memanaskan, persiapan) 10-15 menit 15 1 0.3
2 Anamnesa Pasien (pemeriksaan umum dan khusus) 5-10 menit 10 50 8.3
3 Mengerjakan pasien / tindakan 15-20 menit 20 108 36.0
4 Edukasi Pasien/Home Program / Evaluasi Tindakan setelah 6 kali(latihan yang bisa dilakukan dirumah) 5-10 menit 10 50 8.3
5 Mengisi rekam medis pasien di sistem 3- 5 menit 5 50 4.2
6 Memanggil pasien dari berkas antrian 1-2 menit 2 70 2.3
7 Pengecekan berkas dan data pasien (mencocokan data) 1-2 menit 2 70 2.3
8 Print hasil tindakan 2-3 menit 3 70 3.5
9 Appointment Fisioterapi,OT dan TW selanjutnya termasuk pasien rawat inap 1-2 menit 2 70 2.3
10 Pengisian template laporan 2-3 menit 3 70 3.5
11 Mengisi kartu kunjungan 1-2 menit 2 70 2.3
12 Menelpon pasien yang tidak datang sesuai jadwal terapi 2-3 menit 3 1 0.1
13 Menerima telephone internal dan eksternal 1-2 menit 2 1 0.0
TOTAL 73.5 7

10.5

NB:
Dari job analisis di peroleh rata-rata perhari yang dilayani 10 jam/petugas dengan kondisi
sekarang hanya 7 orang petugas dengan jam kerja 7 jam pershiftnya. Oleh karena itu
diperlukan penambahan petugas menjadi 3 Orang, akan tetapi dengan kondisi sekarang
untuk tahap awal dibutuhkan 2 orang dulu.
Saat ini, di unit fisioterapi tidak ada admin khusus untuk melakukan pengumpulan berkas
dan penjadwalan pasien, sehingga tenaga fisioterapi langsung menghandle pekerjaan
tersebut.
III. Penambahan alat fisioterapi
Saat ini kondisi peralatan di fisioterapi ada beberapa yang dalam kondisi kurang
baik. Selain itu, dengan adanya renovasi ruangan fisioterapi, ruang tindakan fisioterapi
bertambah sebanyak 3 ruangan sehingga membutuhkan penambahan alat.
Ruangan Baby spa di alokasikan menjadi ruang tindakan fisioterapi diperoleh
menjadi 3 ruangan. Ruangan ini juga dapat di gunakan untuk pasien rawat inap yang
membutuhkan fisioterapi.

Tabel 7. List Alat Fisoterapi

No. Nama Alat Jumlah Kondisi


1 kurang baik
1 Microwave Diathermy BTL 2
1 rusak
Microwave Diathermy
2 1 baik
Physiomed
3 Infrared Standing 1 lampu 1 baik
4 Infrared Portable 1 lampu 1 baik
5 Infrared Portable 6 lampu 1 baik
6 Infrared Portable 6 lampu new 1 baik
1 kurang baik
7 TENS Kombinasi US 2
1 rusak
8 TENS Kombinasi US LASER 1 baik
9 TENS 1 kurang baik
10 Short Wave Diathermy 1 baik
11 Parafin Bath 1 baik

Tabel 8. Usulan Penambahan Alat


NO NAMA ALAT JUMLAH KETERANGAN

1 TENS 3 Unit 1 alat dibeli tahun 2022 untuk


melihat trend utilisasi
2 US 2 Unit 1 alat dibeli tahun 2022 untuk
melihat trend utilisasi
3 IRR 6 LAMPU 1 Unit
4 IRR 1 LAMPU STANDING 1 Unit
5 1 MWD 1 Unit
IV. Penambahan sarana dan prasarana ruangan fisioterapi

Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan:


No.
Nama Prasarana Jumlah Harga

1 Kursi Petugas 5 Rp.1.500.000,-/pcs


2 Kursi Terapi 4 Rp. 10.000.000/pcs
3 Meja Trolly 8 Rp. 1.000.000/pcs
4 Loker Petugas 12 pintu 1 Rp. 7.500.000,-/pcs
5 Lemari Stock Linean & 1 Rp. 4.500.000,-/pcs
ATK
6 Bed Pasien 3 Rp. 2.000.000/pcs
D. ANALISIS EKONOMIS

I. Estimasi Biaya Investasi


NO INVESTASI JUMLAH SATUAN HARGA SATUAN HARGA TOTAL
1 Renovasi ruangan fisioterapi 1 Kegiatan Rp 159,535,630
2 Tens 1 unit Rp 70,000,000 Rp 70,000,000
3 US 1 unit Rp 40,000,000 Rp 40,000,000
4 IRR 1 lampu 1 unit Rp 7,500,000 Rp 7,500,000
5 MWD 1 unit Rp 160,000 Rp 160,000
6 Kursi petugas 5 unit Rp 1,500,000 Rp 7,500,000
7 Kursi terapi 4 buah Rp 10,000,000 Rp 40,000,000
8 Meja trolly 8 buah Rp 1,000,000 Rp 8,000,000
9 Loker petugas 12 pintu 1 buah Rp 7,500,000 Rp 7,500,000
10 Lemari linen dan ATK 1 buah Rp 4,500,000 Rp 4,500,000
11 Bed pasien 3 buah Rp 5,000,000 Rp 15,000,000
12 Tenaga PKWT/tahun 4 orang Rp 36,347,364 Rp 145,389,456
TOTAL Rp 505,085,086

II. Estimasi Pendapatan

Tabel Estimasi (Potensi) Pendapatan

TARGET
RATA -RATA TARGET RATA -RATA TARGET RATA-RATA FEE DR REHAB PENDAPATAN
JENIS LAYANAN PENDAPATAN
KUNJUNGAN/BULAN KUNJUNGAN/TAHUN TARIF MEDIK 10% BERSIH
/TAHUN
FISIOTERAPI UMUM 2146 25752 Rp 104,000 Rp 2,678,208,000 Rp 267,820,800 Rp 2,410,387,200
OKUPASI TERAPI (OT) 372 4464 Rp 135,000 Rp 602,640,000 Rp 60,264,000 Rp 542,376,000
TERAPI WICARA(TW) 576 6912 Rp 135,000 Rp 933,120,000 Rp 93,312,000 Rp 839,808,000
TOTAL 3094 37128 Rp 374,000 Rp 4,213,968,000 Rp 421,396,800 Rp 3,792,571,200

Tabel Realisasi Pendapatan


RATA -RATA RATA -RATA TARGET
RATA-RATA FEE DR REHAB PENDAPATAN
JENIS LAYANAN REALISASI REALISASI PENDAPATAN
TARIF MEDIK 10% BERSIH
KUNJUNGAN/BULAN KUNJUNGAN/TAHUN /TAHUN
FISIOTERAPI UMUM 1412 16944 Rp 104,000 Rp 1,762,176,000 Rp 176,217,600 Rp 1,585,958,400
OKUPASI TERAPI (OT) 186 2232 Rp 135,000 Rp 301,320,000 Rp 30,132,000 Rp 271,188,000
TERAPI WICARA(TW) 288 3456 Rp 135,000 Rp 466,560,000 Rp 46,656,000 Rp 419,904,000
TOTAL 1886 22632 Rp 374,000 Rp 2,530,056,000 Rp 253,005,600 Rp 2,277,050,400

Dari tabel di atas dapat dilihat peningkatan pendapatan yang dapat dicapai:

Rp. 3,792,571,200 – Rp. 2,277,050,400 = Rp. 1,515,520,800

Perkiraan Break Even Point (BEP)


= Rp. 1,515,520,800 X 12 = 4 bulan
Rp 505,085,086
E. PENUTUP

Demikian proposal ini dibuat, untuk dapat menjadi bahan pertimbangan dalam rencana
pengembangan layanan fisioterapi. Semoga dapat meningkatkan kunjungan, pendapatan dan
menjadi layanan unggulan di Semen Padang Hospital.

Padang, 18 Juli 2022 Mengetahui,

drg. Yona Ladyventini dr. Adisty Taufik


GM Penunjang Medis Direktur Operasional
PROPOSAL GRAND MASTER
PENGEMBANGAN UNIT FISIOTERAPI

TAHUN 2022