Anda di halaman 1dari 82

LAPORAN AKTUALISASI

UPAYA MENINGKATKAN PERSEPSI MASYARAKAAT TERHADAP PROGRAM


VAKSINASI COVID-19 MELALUI AKSES INFORMASI MEDIA SOSIAL DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS BANIONA KABUPATEN FLORES TIMUR

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

DISUSUN OLEH :

NAMA : DIAN SAMSARA BM, S.KM.


NIP : 19950917 202203 2 015
ANGKATAN : CLXXXIII
NOMOR ABSEN :9

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
AGUSTUS
2022
LAPORAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL UPAYA

MENINGKATKAN PERSEPSI
MASYARAKAAT TERHADAP PROGRAM VAKSINASI COVID-19 MELALUI AKSES
INFORMASI MEDIA SOSIAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANIONA
KABUPATEN FLORES TIMUR

diajukan sebagai syarat untuk melaksanakan aktualisasi di tempat tugas

DISUSUN OLEH :

NAMA : DIAN SAMSARA BM, S.KM.


NIP : 19950917 202203 2 015
ANGKATAN : CLXXXIII
NOMOR ABSEN :9

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
AGUSTUS 2022
LEMBAR PERSETUJUAN

Kami yang bertandatangan di bawah ini:


1. Nama : Rokiyah, SE., M.Si
NIP : 19700716 200312 2 009
Pangkat/Golongan : Pembina Tk. I (IV/b)
Jabatan : Widyaiswara Ahli Madya (sebagai
Coach/ Pembimbing)
2. Nama : Simon Sinu Tukan, S.IP. M.Kesos
NIP : 19860426 201001 1 017
Pangkat/Golongan : Penata TK.I III/d
Jabatan : Kepala bidang Pengadaan Mutasi dan Promosi

Sebagai Coach / Pembimbing dan Mentor peserta Pelatihan Dasar


CPNS: Nama : Dian Samsara BM, S.KM.
NIP : 19950917 202203 2 015
Pangkat/Golongan : Penata Muda (III/a)
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Baniona

Telah menyetujui rancangan aktualisasi sebagai berikut:

Judul Aktualisasi Kegiatan

1. Menghadap Pimpinan
2. Membuat media sosial resmi puskesmas.
3. Meningkatkan Edukasi dan sosalisasi melalui
media sosial.
4. Mempublikasikan hasil penelitian tentang Efektifitas
Upaya Meningkatkan Persepsi
Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 vaksin covid-19 melalui media sosial.
Melalui akses Informasi Media Sosial 5. Membuat channel youtube Puskesmas dengan nama
“Studio Mini Promkes Baniona”
6. Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya
bermitra dengan stakeholder
7. Membuat laporan hasil aktualisasi

Kupang, Agustus 2022


Mentor, Pembimbing/Coach

Simon Sinu Tukan, S.IP. M.Kesos Rokiyah, SE., M.Si


19860426 201001 1 017 19700716 200312 2 009
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan aktualisasi dengan judul “Upaya Meningkatkan Persepsi Masyarakat Terhadap Program
Vaksinasi Covid-19 Melalui Akses Informasi Media Sosial di Wilayah Kerja Puskesmas Baniona
Kabupaten Flores Timur ”diajukan oleh :

Nama : Dian Samsara BM, S.KM.


NIP : 19950917 202203 2 015
Profesi : Ahli Pertama – Penyuluh Kesehatan Masyarakat
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Baniona

Telah berhasil diseminarkan dan diterima sebagai bagian persyaratan Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

Kupang, Agustus 2022


1. Pembimbing
Nama : Rokiyah, SE., M.Si ……………………….
NIP : 19670725 198903 2 010
2. Mentor
Nama : Simon S. Tukan, S.IP. M.Kesos ………………………..
NIP : 19860426 201001 1 017
3. Penguji
Nama : Hendrikus Saku Payon, S.Sos ………………………..
NIP : 19660421 198903 1 022

Mengetahui
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Henderina Sintiche Laiskodat, SP., M.Si


Pembina Utama Muda
NIP: 19710707 199703 2 008
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan rahmat-Nya, penulis mampu menyelesaikan laporan Aktualisasi ini secara baik. Laporan Aktualisasi
dengan judul “Upaya Meningkatkan Persepsi Masyarkat terhadap Program Vaksinasi Covid-19 melalui
Akses Informasi Media Sosial di Wilayah Kerja Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur”
merupakan pertanggungjawaban penulis dalam kapasitas sebagai peserta Pelatihan Dasar CPNS TA 2022
yang dituntut untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang beriorientasi pada pelayanan,
akuntabel,kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif (BerAKHLAK).
Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dan
mendukung terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan Aktualisasi ini baik secara langsung maupun
tidak langsung. Serta secara khusus penulis sampaikan kepada.

1. Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang telah memberi kesempatan kepada Penulis selaku

CPNS untuk mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

2. Ibu Henderina Sintiche Laiskodat, SP., M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah menyelenggarakan Latihan Dasar bagi
CPNS.

3. Bapak Hendrikus Saku Payon, S.Sos sebagai Penguji yang telah memberikan motivasi,
masukan dan saran kepada penulis.

4. Ibu Rokiyah, SE., M.Si selaku Coach/Pembimbing yang memberikan dorongan masukan dan
saran kepada penulis.

5. Bapak Sinu, selaku Mentor yang memberikan bimbingan, masukan, dan saran kepada
penulis.

6. Bapak Thomas Tupen Beda, A.Md.Kep selaku Kepala Puskesmas Baniona Kabupaten Flores

Timur yang telah mengijinkan dan mendukung penulis selama melakukan Aktualisasi.

7. Ibu Ns Nuraida Patiraja, S.Kep selaku Kepala Tata Usaha Puskesmas Baniona Kabupaten

Flores Timur yang telah membimbing da mendukung penulis selama melakukan Aktualisasi.

8. Ibunda tersayang yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan kepada penulis dalam
menyelesaikan laporan ini.

9. Suami tercinta Sukhaimi A.A. Hamzah, S.KM. Anak-anakku Alman dan Baim yang selalu
mendoakan dan memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
10. Panitia Latsar Golongan III BPSDMD Provinsi NTT yang telah memberikan arahan dalam
penyelesaian laporan ini.
11. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta Latsar Golongan III Gelombang V Angkatan 183
tahun 2022.

12. Rekan kerja di UPTD Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur yang telah banyak
membantu dalam kegiatan aktualisasi ini.
13. Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam
pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini.

Adapun aktualisasi ini berisi realisasi dari rancangan aktualisasi yang telah diseminarkan penulis dalam
kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III tahun 2022 pada beberapa waktu
yang lalu. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna menyempurnakan laporan ini.

Kupang, Agustus 2022

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Aparat Sipil Negara merupakan unsur internal yang memiliki peranan penting dalam
proses penyelenggaraan pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyelenggaraan
Pemerintahan sebagaimana dimaksud adalah pelaksanaan urusan-urusan yang berkaitan dengan
tujuan hidup bernegara yakni sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Dalam konteks sebagai unsur yang melaksanakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan
di daerah, setiap ASN tentunya dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara
profesional dan bertanggung jawab sesuai dengan kewenangan dan jabatan yang dipercayakan
kepadanya. Sejalan dengan hal tersebut maka berbagai kebijakan / regulasi yang mengatur tentang
keberadaan, fungsi serta tugas ASN senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan
dinamika yang mengikutinya. Undang-undang Nomor 5 Tentang Aparatur Sipil Negara serta
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 jo Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020
secara umum dapat dilihat sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan suatu tata
kelola pegawai negeri sipil untuk menghasilkan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, memiliki nilai
dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Dalam kaitannya dengan uraian tersebut diatas, upaya meningkatkan profesionalitas
PNS saat ini, telah dilakukan melalui berbagai kebijakan antara lain sistem / mekanisme perekrutan
yang objektif (CAT System) serta kebijakan ikutannya antara lain dengan memberikan kesempatan
bagi CPNS untuk mengikuti program Pelatihan Dasar yang oleh Lembaga Administrasi Negara
dilaksanan melalui proses pendidik dan pelatihan (Diklat) terintegrasi untuk membangun integritas
moral, kejujuran semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang
unggul serta bertanggung jawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Pelaksanaan Pelatihan Dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) yang
dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSMD) Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT), memiliki sistem yang terbaharui yang sesuai dengan Keputusan Kepala
Lembaga Administrasi Negara Nomor : 14/K.1/PDP.07/2022 Tentang Kurikulum Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil dimana menerapkan nilai-nilai dasar (core values) BerAKHLAK
(Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) sebagai
dasar penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian kerja
individu/instansi. Pelatihan Dasar CPNS sebagai pelatihan terintegrasi bagi CPNS yang bertujuan
untuk menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK dalam
mendukung employer branding ASN "Bangga Melayani Bangsa".
Penyuluh Kesehatan Masyarakat merupakan jabatan PNS yang memiliki, tanggung
jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan
kegiatan advokasi, pembinaan suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat serta dilandasi
oleh semangat kemitraan, melakukan penyebarluasan informasi, membuat rancangan media,
melakukan pengkajian/penelitian perilaku masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan, serta
merencanakan intervensi dalam rangka mengembangkan perilaku masyarakat yang mendukung
kesehatan.
Berangkat dari defenisi dan ruang lingkup tugas sebagai penyuluh kesehatan masyarakat
serta kondisi faktual penangangan covid 19 saat ini, maka terdapat isu yang menjadi tantangan bagi
penulis untuk dijadikan sebagai topik bahasan pada Rencana Aktualisasi yakni suatu kondisi
dimana masih terdapat individu atau kelompok masyarakat tertentu yang belum bahkan tidak sama
sekali memiliki pemahaman terkait dengan program vaksinasi covid 19. Kondisi ini bagi penulis
dapat memberikan dampak bagi terhambatnya tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam upaya
penanggulangan covid 19, sementara pada sisi lainnya cakupan vaksinasi yang tinggi secara
global sangat diperlukan untuk menghentikan pandemi COVID-19.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pro-kontra yang mewarnai program
vaksinasi Covid-19 yang sedang berlangsung di berbagai negara, termasuk Indonesia, berhasil
mengidentifikasi beberapa faktor yang bertanggung jawab atas penerimaan vaksin yaitu (1)
kemanjuran vaksin, (2) hasil kesehatan yang merugikan, (3) kesalahfahaman tentang perlunya
vaksinasi, (4) kurangnya kepercayaan pada sistem kesehatan, (5) kurangnya pengetahuan diantara
masyarakat tentang penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Keraguan terhadap vaksin dapat
membahayakan kesehatan masyarakat dalam merespon krisis saat ini.
Penelitian lain menjelaskan bahwa pengambilan keputusan terhadap penerimaan
vaksinasi Covid-19 sangat erat hubungannya dengan persepsi masyarakat. Persepsi merupakan
pengorganisasian, penginterprestasian terhadap stimulus yang ditangkap oleh indra seseorang
sehingga menghasilkan respon dalam diri individu. Respon atau reaksi ini disebut perilaku, bentuk
perilaku dapat bersifat sederhana dan kompleks. Perilaku manusia itu ditentukan atau terbentuk dari
tiga faktor, salah satunya yaitu faktor predisposing yang termasuk di dalamnya adalah faktor umur,
jenis kelamin, Persepsi yang dalam hal ini terkait kepercayaan terhadap vaksin Covid-19.
Selain itu, media sosial yang menjadi saluran komunikasi yang banyak dimanfaatkan oleh
publik atau masyarakat untuk mengakses informasi maupun saling berinteraksi sosial dengan
pihak lain secara lebih cepat menjadi faktor yang turut serta berkontribusi terhadap persoalan yang
telah dikemukan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya informasi Covid-19 justru malah
membuat bingung sekaligus panik di tengah masyarakat. Masyarakat seakan tidak memiliki akses
informasi valid yang dapat dijadikan sebagai referensi utama yang dapat tollo dijadikan sebagai
rujukan berpikir untuk menentukan keputusan mereka dalam masa pukki mai yang serba tidak pasti
seperti sekarang ini. Hoaks tentang vaksin Covid-19 menimbulkan kepanikan publik dalam
menghadapi pendistribusian vaksin Covid-19. Apalagi menurut beberapa pemberitaan, vaksin
covid-19 dianggap tidak halal dan lain sebagainya. Proses produksi dan penyebaran informasi yang
mudah di masyarakat mengaburkan informasi yang efektif dan dikaburkan oleh berita yang diedit
oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan
pengetahuan dan pemahaman yang efektif tentang vaksin Covid-19
Kondisi sebagaimana digambarkan diatas, dialami dengan menjadi hal yang tidak dapat
dihindari dalam pelaksaan pemberian vaksin covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Baniona. Masih
ada masyarakat di beberapa Desa yang belum menerima vaksin covid-19 dikarenakan kurangnya
pengetahuan serta kepercayaan masyarakat tersebut terkait efektifitas dan manfaat vaksin covid-19
sehingga dalam pandangan penulis dapat dijadikan topik atau judul dari kegiatan aktualisasi yakni
“Upaya Meningkatkan Persepsi Masyarakat terhadap Vaksinasi Covid-19 melalui Akses Informasi
Media Sosial di Wilayah Kerja Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur”

1.2. Rumusan Masalah


Bagamiana upaya peningkatan Persepsi masyarakat terhadap program vaksin covid-19
melalui akses informasi media sosial di wilayah kerja puskesmas Baniona?

1.3. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


1..3.1 Tujuan dari aktualisasi ini
adalah:
a. Melatih Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk semakin membiasakan diri bekerja
dengan berlandaskan pada nilai BerAKHLAK.
b. b. Untuk meningkatkan Persepsi masyarakat terhadap program vaksin covid-19

1.3.2. Manfaat dari aktualisasi ini


adalah:
a. Untuk CPNS

Membentuk karakter CPNS yang profesional sesuai Nilai Dasar BerAKHLAK.


b. Untuk Masyarakat
Meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap
program vaksin covid-19 melalui akses informasi media sosial
c. Untuk Instansi

Sebagai Media untuk penyebaran informasi serta sarana untuk melakuakan


penyuluhan terkait program vaksin covid-19 dan isu kesehatan lainnya.

1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi


Aktualisasi yang dilaksanakan yaitu Upaya meningkatkan persepsi masyarakat terkait
program vaksinasi covid-19 melalui akses informasi media sosial di Puskesmas Baniona
Kabupaten Flores Timur , dengan ruang ligkup kegiatan aktualisasi meliputi :

a. Menghadap pimpinan
b. Membuat media sosial resmi puskesmas
c. Meningkatkan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait manfaat vaksinasi
covid-19 melalui media sosial.
d. Mempublikasikan hasil penelitian tentang Efektifitas vaksin covid-19 melalui media sosial.
e. Membuat channel youtube Puskesmas dengan nama channel “Studio Mini Promkes Baniona”
yang berisi podcast guna menjadi ruang edukasi untuk masyarakat.
f. Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya bermitra dengan stakeholder untuk
meningkatkan penyebarluas
g. Membuat Laporan Hasil Aktualisasi.
1.5. Nilai-Nilai Dasar ASN
Terdapat 7 (tujuh) nilai-nilai dasar profesi PNS yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas
jabatan PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat, yaitu berorientasi pelayanan,
akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif, yang diakronimkan menjadi
BerAKHLAK.
A. Berorientasi pelayanan
Berorientasi Pelayanan, yaitu komitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan
masyarakat. Adapun panduan perilaku dari nilai berorientasi pelayanan, yaitu:
1. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat;
2. Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan;
3. Melakukan perbaikan tiada henti.
B. Akuntabel
Akuntabel, yaitu bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan. Adapun panduan
perilaku dari nilai akuntabel, yaitu:
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas
tinggi;
b. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan
efisien;
c. Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.
C. Kompoten
Kompeten, yaitu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Adapun panduan perilaku dari
nilai kompoten, yaitu:
1. Meningkatkan kompetensi diń untuk menjawab tantangan yang selalu berubah;
2. Membantu orang lain belajar;
3. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
D. Harmonis
Harmonis, yaitu saling peduli dan menghargai perbedaan. Adapun panduan perilaku dari nilai
harmonis, yaitu:
a. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya;
b. Suka menolong orang lain;
c. Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
E. Loyal
Loyal, yaitu berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara. Adapun
panduan perilaku dari nilai loyal, yaitu:
1. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik lndonesia
tahun 1945, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemerintahan yang
sah;
2. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara;
3. Menjaga rahasia jabatan dan negara.
F. Adaptif
Adaptif, yaitu terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi
perubahan. Adapun panduan perilaku dari nilai adaptif, yaitu:
a. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan;
b. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas;
c. Bertindak proaktif.
G. Kolaboratif
Kolaboratif, yaitu membangun kerja sama yang sinergis. Adapun panduan perilaku dari nilai
kolaboratif, yaitu:
1. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi;
2. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah;
3. Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan bersama.

1.6. Kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil


Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu dari kelompok Aparat Sipil Negara
sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 serta Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2017 jo Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajajemen
Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan regulasi tersebut, Pegawai Negeri Sipil didefenisikan sebagai
Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu untuk diangkat sebagai pegawai ASN
secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Sebagai bagian dari Aparat Sipil Negara, Pegawai Negeri Sipil fungsi sebagai: a) pelaksana
kebijakan publik; b) pelayan publik; dan c) perekat dan pemersatu bangsa. dan untuk dapat
melaksanakan fungsi tersebut secara maskimal, seorang Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk
memiliki kompetensi baik secara manajerial, teknis maupun kompetensi sosio kultural.

1.7. SMART ASN


Topik mengenai SMART ASN merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
keberadaan seorang pegawai negeri sipil dalam bertranformasi dan menyikapi tuntutan untuk
melakukan perubahan agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan
zaman. Era Teknologi Informasi saat ini memberikan kemudahan dalam melakukan segala hal.
Banyak manfaat yang diperoleh dari kemajuan teknologi informasi, salah satunya perkembangan
pesat bidang komunikasi dan Teknologi Informasi. Saat ini, perilaku manusia dalam berkomunikasi
menjadi semakin kompleks. Terhadap kondisi ini, seorang PNS tak terkecuali penulis pun harus
memiliki kepekaan dan kemampuan yang sama untuk dapat memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi guna mendukung pelaksanaan tugas dan tangung jawab jabatan sebagai
Ahli Pertama Penyuluh Kesehatan Masyarakat, secara khusus dalam kaitannya dengan upaya
peningkatan persepsi masyarakat terhadap Program Vaksin Covid-19 melalui Akses Informasi Media
Sosial di Wilayah Kerja Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur.

1.8. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Menurut Sobur (2003) dalam (Wanto and Asha, 2020) menyebutkan bahwa persepsi
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
1. Harapan
Harapan merupakan kemampuan secara keseluruhan, termasuk kemampuan
menghasilkan cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan motivasi untuk menggunakan
cara-cara tersebut. Harapan didasarkan pada harapan positif untuk mencapai tujuan. Jika
harapan disertai dengan tujuan berharga yang dapat dicapai daripada tujuan yang mustahil,
maka harapan akan menjadi lebih kuat.
2. Pengalaman
Pengalaman merupakan proses belajar dalam mencari ilmu, sehingga dapat
dikembangkan kembali dan diperluas. Orang dengan lebih banyak pengalaman akan
menambah sumber pengetahuan dan pemahaman.
3. Masa Lalu
Masa lalu adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan jumlah total peristiwa yang
terjadi sebelum titik waktu tertentu. Masa lalu sangat kontras dengan masa kini dan masa
depan.
4. Keadaan Psikologis
Keadaan Psikologi merupakan suatu kondisi kesehatan mental, keadaan emosi, cara
berpikir tentang pengelolaan informasi dan perilaku sosial manusia. Psikologi harus dianggap
sebagai bagian penting dari kesehatan manusia secara keseluruhan.
Selain 4 faktor tersebut masih ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi persepsi,
1. Perhatian adalah proses mental ketika stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran dan
stimulus yang lain berkurang.
2. Merangsang benda atau peristiwa tertentu baik berupa orang, benda atau peristiwa.
3. Situasi, pembentukan persepsi terjadi pada tempat, waktu, atmosfer, dll.
4. Gerakan lebih mudah untuk dilihat daripada objek tetap, statis dan pasif.
5. Sesuatu hal yang baru, karena hal baru akan menarik lebih banyak perhatian. Adapun
Menurut Sobur (2003) dalam (Wanto and Asha, 2020) mengatakan bahwa dalam
proses persepsi ada tiga komponen utama yang mempengaruhi persepsi antara lain,
yaitu:
a. Seleksi
Seleksi merupakan proses penyaringan melalui rangsangan eksternal, intensitas, dll.
b. Interpretasi
Interpretasi adalah proses mengatur informasi agar bermakna bagi seseorang.
Interpretasi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengalaman yang akan selalu
diingat orang, sistem yang digunakan, motivasi, kepribadian dan kecerdasan, serta reaksi
yang mengubah interpretasi dan persepsi menjadi bentuk perilaku.
c. Kesimpulan Terhadap Informasi
Kesimpulan informasi adalah ringkasan atau keputusan yang dibuat setelah memilih dan
menganalisis informasi.
Dalam penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap vaksin covid-19, terdapat teori
mengenai persepsi. Teori yang berkaitan dengan persepsi yaitu salah satunya adalah teori skinner
tentang stimulus-organisme-response model (SOR). Model ini dikembangkan oleh Russell dan
Mehrabian pada tahun 1974. Model ini menjelaskan hubungan antara tiga komponen utama yaitu,
rangsangan (stimulus), mahluk hidup (organisme) dan reaksi terhadap rangsangan (response).
Menurut Eroglu, et al (2001) dalam (Hardianto, 2019) Stimulus atau rangsangan dapat diartikan
sebagai faktor yang mempengaruhi kondisi internal individu. Dalam tulisan ini, yang mencakup
stimulus yaitu pendidikan, umur, pengetahuan, 19, keamanan vaksin covid-19 dan kesediaan untuk
divaksin. Organisme ialah suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang terdiri dari
pembelajaran, ingatan, sosial dan motivasi sedangkan response ialah keputusan akhir atau
tanggapan seperti, perhatian, penerimaan dan pengertian dimana response dalam penelitian ini
yaitu persepsi masyarakat terhadap vaksin covid-19.Teori Skinner tentang stimulus-organisme-
response menunjukkan suatu konsentrasi terhadap perkembangan psikis yang terjadi pada
masyarakat. Bagaimana masyarakat menangkap dan menyeleksi suatu objek yang ada di
sekitarnya, lalu mengorganisasinya dan memberikan reaksi terhadap objek atau rangsangan dengan
menunjukkan respons baik dalam perubahan sikap maupun tindakan yang terus menerus (Inda
Premordia, Agus Maulana, 2008). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat
terhadap vaksin covid-19 ialah sebagai berikut :
1) Persepsi
Menurut W. Sarwono (dalam Listyana. R dan Hartono. Y, 2015) Persepsi adalah proses
seleksi, pengaturan, dan penyelesaian oleh (individu) yang menafsirkan informasi sebagai
gambar logis yang bermakna. Persepsi terjadi ketika seseorang meniru rangsangan
eksternal dan ditangkap oleh organ lain lalu masuk ke otak. Persepsi adalah proses
menggunakan alat sensorik untuk menemukan informasi yang akan dipahami (Listyana. R
dan Hartono. Y, 2015). Persepsi mencakup proses di mana kita memahami dan
mengevaluasi seberapa baik kita mengenal orang lain. Dalam proses inilah kepekaan
masyarakat terhadap lingkungan mulai muncul. Perspektif akan menentukan kesan yang
dihasilkan dari proses persepsi. Proses interaksi tidak terlepas dari pandangan orang lain
atau pandangan orang lain yang mengarah pada apa yang disebut dengan pandangan
komunitas. Opini publik akan mengevaluasi sikap. Perilaku dan tata krama seseorang dalam
kehidupan sosial (Listyana. R dan Hartono. Y, 2015).
Dalam Rumayar et al. (2020), pandangan masyarakat terhadap Covid-19 sangat
mencemaskan dan khawatir. Oleh karena itu, pemerintah telah memberikan rekomendasi
pencegahan Covid-19. Terlihat bahwa pandangan masyarakat baik dan masyarakat juga
memahami bahaya dari penyakit Covid-19 dan masyarakat juga memahami protokol
kesehatan untuk mencegah Covid-19 (Mourine V. Lomboan, Adisti A. Rumayar, 2020).
Menurut Kementerian Kesehatan (2020), masyarakat sudah banyak tahu tentang rencana
pemerintah untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Tingkat penerimaan vaksin Covid-19
terlihat dari hasil survey pada bulan Oktober 2020 tentang persepsi terhadap vaksin Covid-
19, bahwa masyarakat menerima adanya vaksinasi Covid-19 sebanyak (64,8%), menolak
semua jenis vaksin (7,6%) (Kemenkes, 2020).
2) Pengetahuan
Pengetahuan merupakan suatu ide yang muncul untuk mendapatkan informasi dan
memahami hal-hal yang diketahui yang dapat diingat dalam pikiran agar bisa diambil
gagasan atau informasi yang baru. Menurut Notoatmodjo (2010) dalam (Wulandari. Et al,
2015), menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan salah satu sumber informasi yang
didapatkan melalui penginderaan manusia pada objek tertentu. Masyarakat umum biasanya
mendapatkan pengetahuan mengenai Covid-19 melalui media informasi yang digunakan
untuk mencari tahu suatu permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat sekarang.
Informasi tidak lagi dimaknai sebagai informasi dari satu orang ke orang lain, tetapi
sudah menjadi kebutuhan untuk mencari penyelesaian masalah yang ada setiap saat.
Namun pada kenyataannya, muncul masalah tersendiri dalam peredaran informasi yang
cepat. Beritanya tidak valid dan sumbernya tidak jelas. Hoaks tentang vaksin Covid-19
menimbulkan kepanikan publik dalam menghadapi pendistribusian vaksin Covid-19. Apalagi
menurut beberapa pemberitaan, vaksin covid-19 dianggap tidak halal dan lain sebagainya.
Proses produksi dan penyebaran informasi yang mudah di masyarakat mengaburkan
informasi yang efektif dan dikaburkan oleh berita yang diedit oleh orangorang yang tidak
bertanggung jawab. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan pengetahuan dan
pemahaman yang efektif tentang vaksin Covid-19 (Nurislaminingsih, 2020).
3) Faktor Pendidikan
Menurut Natoatmodjo (2003), pendidikan merupakan upaya agar seseorang
mengembangkan sesuatu atau informasi agar menjadi lebih baik. Semakin tinggi latar
belakang pendidikan seseorang, semakin banyak pula ilmu yang diperolehnya. Namun hal
ini tidak berarti bahwa pendidikan yang rendah akan mengakibatkan penurunan
pengetahuan yang kesemuanya bergantung pada kognitif kepribadian masing-masing
(Notoatmodjo, 2003).
4) Faktor Umur
Dalam hal distribusi penyakit, usia merupakan determinan yang sangat penting. Usia
sangat erat kaitannya dengan paparan risiko dan ketahanan terhadap penyakit. Pada
dasarnya, semua penyakit dapat menyerang semua kelompok umur, tetapi beberapa
penyakit lebih sering terjadi pada kelompok umur tertentu (Notoadmodjo, 2003).
5) Kesedian untuk divaksin
Kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksin covid-19 dalam hal ini dengan adanya
dorongan oleh orang tua, toko masyarakat, perilaku teman sebaya yang menjadi panutan
(Purnomo and Gayatri, 2017)
6) Keamanan Vaksin-19
Keamanan Vaksin Covid-19, Menurut Sofiantin Yulia (2020) menyebutkan bahwa vaksin
yang dinyatakan aman jika tidak terdapat efek samping. Keamanan vaksin bisa dilihat pada
laporan uji klinis fase 1 dan 2. Jika bukti hasil uji klinis fase 1 dan 2 tidak baik, maka uji klinis
fase 3 tidak dapat dilaksanakan. Mereka yang mendapatkan vaksin Covid-19 jauh lebih
sedikit untuk mengalami sakit dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan vaksin
plasebo (kosong) (Yulia Sofiatin, 2020).

1.9. Program Vaksin Covid-19


a. Definisi Vaksin Covid-19
Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen yang jika diberikan kepada
manusia akan secara aktif mengembangkan kekebalan khusus terhadap penyakit tertentu
(Covid-19 Komite Penanganan, 2020). Berbagai negara termasuk Indonesia, sedang
mengembangkan vaksin yang sangat cocok untuk pencegahan infeksi SARS-CoV-
2 pada berbagai platform, yaitu vaksin virus yang dilemahkan, vaksin hidup dilemahkan, vaksin
vektor virus, vaksin asam nukleat, seperti virus. Vaksin (vaksin mirip virus) dan vaksin subunit
protein. Tujuan dengan dibuatnya vaksin ialah untuk mengurangi penyebaran Covid-
19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai imunitas kelompok
dan melindungi masyarakat dari Covid-19, sehingga dapat menjaga produktivitas sosial dan
ekonomi (Kemenkes RI Dirjen P2P, 2020).
Menurut Menteri Kesehatan, vaksin Covid-19 memiliki tiga manfaat. Termasuk di
dalamnya adalah menambah kekebalan setiap orang yang divaksinasi secara langsung, jika
jumlah penduduk yang divaksinasi banyak, maka sistem kekebalan penduduk akan memberikan
perlindungan bagi mereka yang belum divaksinasi atau belum menjadi populasi sasaran vaksin
(yudho winanto, 2020)
b. Jenis-Jenis Vaksin Covid-19
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pemerintah sudah
menetapkan ada 6 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia (Kemenkes RI,
2020), di antaranya ialah :
1) Vaksin Merah Putih
Vaksin merah putih tersebut merupakan hasil kerjasama BUMN PT Bio Farma
(Persero) dengan Lembaga Eijkman. Pemerintah berharap vaksin merah putih
selesai pada akhir 2021. Bio Farma juga bekerja sama dengan perusahaan vaksin
China Sinovac Biotech
2) AstraZeneca
AstraZeneca Pengujian yang dilakukan oleh AstraZeneca dan Oxford University
menunjukkan bahwa efisiensi rata-rata produksi vaksin virus corona adalah 70%.
Saat ini, uji coba masih berlanjut pada 20.000 relawan. Vaksin AstraZeneca
dianggap mudah untuk dikeluarkan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang
sangat dingin
3) China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)
Perusahaan Grup Farmasi Nasional China. Meskipun tahap pengujian terakhir
belum selesai, di Cina, sekitar 1 juta orang telah divaksinasi berdasarkan izin
penggunaan darurat. Sebelum Sinopharm terbukti benar- benar sukses, itu hanya
digunakan untuk pejabat China, pekerja keliling dan pelajar. Pada September 2020,
Uni Emirat Arab adalah negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan
vaksin tersebut.
4) Moderna
Moderna mengklaim tingkat efektif produksi vaksinnya adalah 94,5%. Di
penghujung November, Moderna mengaku telah mengajukan permohonan
penggunaan darurat vaksin Covid-19 ke badan regulasi di Amerika Serikat dan
Eropa. Moderna yakin bahwa vaksinnya memenuhi persyaratan penggunaan darurat
yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) AS
5) Pfizer Inc and BioNTech
Vaksin Pfizer dan BioNTech telah menyarankan BPOM di Amerika Serikat dan
Eropa untuk segera menggunakan vaksin virus korona mereka. Dalam uji coba
terakhir pada 18 November 2020, mereka mengklaim bahwa 95% vaksin tersebut
efektif melawan virus corona dan tidak ada bahaya keamanan.
6) Sinovac Biotech Ltd
Saat ini, CoronaVac sedang memasuki uji coba fase 3. Sinovac sedang menguji
vaksinnya di Brasil, Indonesia dan Bangladesh. Seperti yang ditunjukkan pada hasil
awal pada monyet yang dipublikasikan di jurnal Science, antibodi yang dihasilkan
oleh vaksin tersebut dapat menetralkan 10 strain Sars- coV-2.
c. Faktor Penting dalam Vaksinasi Massal
Menurut (Yuningsih, 2020) menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan dalam vaksinasi massal yang akan datang, yaitu :
a) Pertama, dari semua perspektif kehidupan, perlu adanya sosialisasi tentang
pentingnya vaksinasi secara besar-besaran, Vaksinasi merupakan cara paling
efektif untuk mencegah penyakit dan bahaya pandemi Covid-19. Upaya sosialisasi
melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Majelis Ulama Indonesia,
mengenai isu vaksin halal dalam keadaan darurat yang membahayakan nyawa
manusia. Oleh karena itu, MUI dapat memobilisasi umat beragama di daerahnya untuk
berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi masyarakat setempat. Sosialisasi juga
melibatkan seluruh elemen masyarakat, pengelola lokal, sekolah, dll. Sosialisasi juga
melibatkan semua media massa dan media sosial, karena banyak media yang salah
dalam memberitakan bahwa vaksin dan obat Covid-19 itu sama meski berbeda. Tujuan
vaksin adalah untuk mencegah penyakit, sedangkan tujuan pengobatan adalah untuk
menyembuhkan setelah terinfeksi.
b) Kedua, Pendekatan kelompok anti-vaksin. Sebagaimana kegiatan imunisasi
beberapa penyakit menular sebelumnya yang telah membawa banyak pro dan kontra
terhadap kehalal dan menimbulkan banyak kelompok anti vaksinasi, vaksinasi
Covid19 mengharuskan pemangku kepentingan untuk mengadopsi strategi promosi
kesehatan seperti advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
c) Ketiga, Vaksinasi skala besar didukung oleh sumber daya yang kuat (seperti
kepastian regulasi); koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah;
sumber pendanaan meliputi kebijakan yang menghapus vaksinasi skala besar atau
mengharuskan orang untuk membayar vaksin; melatih staf medis; swadaya Proses
produksi Sarana dan prasarana yang telah mendukung manajemen rantai pasok
vaksin terbaik sejak awal akan dialokasikan untuk vaksin yang disuntikkan ke
masyarakat.
d) Keempat, Mengawasi pelaksanaan vaksinasi skala besar di semua wilayah,
seperti pemantauan ketersediaan vaksin, kualitas vaksin, penggunaan anggaran, dan
risiko kesehatan akibat pemberian vaksin. Ini karena efektivitas vaksin bervariasi dari
orang ke orang. Kemungkinan vaksin palsu dan vaksin rusak akibat proses
penyimpanan dan pada saat pendistribusian vaksin juga harus dipantau.

1.10. Media Sosial Sebagai Akses Informasi


A. Mengenal Media Sosial

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, media sosial adalah laman atau
aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam
jaringan sosial. Gohar F. Khan dalam bukunya Social Media for Government menyatakan bahwa
secara sederhana, media sosial adalah sebuah platform berbasis internet yang mudah
digunakan sehingga memungkinkan para pengguna untuk membuat dan berbagi konten
(informasi, opini, dan minat) dalam konteks yang beragam (Informatif, Edukatif, Sindiran, Kritik
dan sebagainya) kepada khalayak yang lebih banyak lagi. Oleh karena itu, media sosial
mempunyai efek berantai sehingga proses transmisi yang terjadi tidak berhenti pada satu
audiens pokok saja (multiplier effect).
Masyarakat Indonesia sendiri terbilang cukup mudah beradaptasi dengan jenis-jenis
media sosial yang baru. Namun berdasarkan laporan digital tahunan yang dikeluarkan oleh We
Are Social dan Hootsuite pada Januari 2018, ada empat kanal media sosial yang paling banyak
digunakan masyarakat Indonesia, yaitu YouTube, Facebook, Instagram, dan Twitter.
B. Manfaat Umum Media Sosial
Sebagai salah satu wujud perkembangan teknologi, tentu saja media sosial menawarkan
berbagai manfaat bagi para pengguna. Manfaat media sosial bagi pengguna secara garis besar
dapat dibagi kedalam dua kelompok, yaitu manfaat bagi Individu dan organisasi kelompok.
1. Manfaat Media Soisial Bagi Individu
 Media komunikasi digital. Media sosial membantu pengguna berinteraksi
dengan siapa pun dan kapan pun melalui koneksi internet.
 Sarana pembelajaran dan pengembangan diri. Melimpahnya informasi didunia
maya menjadikan media sosial sebagai salah satu sarana pembelajaran dan
pengembangan diri.
 Media hiburan. Konten yang tersebar di media sosial saat ini sangatlah beragam dan
tidak sedikit masyarakat yang menjadikan media sosial sebagai media hiburan
dalam aktivitas sehari-hari.
 Membuka lapangan pekerjaan. Ada banyak sekali pekerjaan yang lahir dari
perkembangan media sosial. Sebut saja pembuat konten, penulis artikel hingga
berjualan adalah contoh pekerjaan yang dapat dilakukan dengan bantuan media
sosial.
2. Manfaat Meda Sosial Bagi Organisas Kelompok
 Media komunikasi digital mirip dengan kegunaan media sosial bagi individu, saat
ini hampir semua organisasi memanfaatkan media sosial sebagai saluran
komunikasi digital mereka dengan masyarakat.
 Media pemasaran. Daya jangkau media sosial yang sangat luas menjadikan
media sosial sebagai salah satu sarana utama dalam peningkatan penjualan dan
pemasaran digital saat ini.
C. Mengenal Jenis-Jenis Media Sosial

1. Youtube
YouTube adalah layanan berbagi video milik salah satu perusahaan teknologi terbesar di
dunia, Google. Saat ini YouTube tak hanya populer di Indonesia, tapi juga di dunia. Menurut
Alexa, YouTube adalah situs kedua terpopuler di dunia saat ini. Mari kita bahas bersama fitur-
fitur yang ada di situs YouTube.
2. Facebook
Sejak ditemukan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, Facebook selalu menjadi pilihan
media sosial yang terpopuler di seluruh dunia. Facebook menyediakan layanan jejaring
sosial dengan fitur yang paling lengkap. Mulai dari Facebook Feed, Facebook Stories,
hingga Facebook Marketplace kini dapat diakses oleh penggunanya. Bagi lembaga
pemerintahan, langkah paling tepat jika ingin memanfaatkan Facebook sebagai salah
satu channel media sosial adalah dengan membuat Facebook Page atau Facebook
Fan Page.
3. Instagram
Instagram adalah salah satu media sosial milik Facebook, Inc. Yang memungkinkan
para penggunanya berbagi konten baik dalam bentuk video maupun gambar. Berbeda
dengan media sosial lain yang telah kita bahas, akses fitur yang dapat dilakukan oleh
pengguna Instagram jauh lebih terbatas jika diakses melalui perangkat komputer. Fitur-
fitur seperti mengunggah konten dan mengirim pesan misalnya, hanya bisa dilakukan
pada aplikasi Instagram di smartphone.
4. Twitter
Twitter adalah situs yang menyediakan layanan online microblogging yang
memungkinkan pengguna membagikan konten yang saat ini sudah dapat memuat 280
karakter tulisan.

D. Evaluasi Indikator Keberhasilan


apakah strategi yang kita lakukan terhadap media sosial memiliki dampak terhadap penggunanya,
antara lain melalui parameter-parameter berikut seperti yang tertera pada Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012
Tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.

Gambar 2.1. Parameter Evaluasi Indikator Keberhasilan

1) Jangkauan
Untuk mengukur seberapa jauh jangkauan pesan mencapai khalayaknya, digunakan tolok
ukur, antara lain jumlah tautan (link) yang merujuk pesan yang disampaikan, jumlah tweet
dan retweet tentang pesan yang dimuat, jumlah orang yang membicarakan pesan, dan
jumlah hubungan baru yang terbentuk sebagai akibat isi yang bernilai (valuable content).
2) Frekuensi dan Lalu Lintas
Untuk mengukur frekuensi (kuantitas) percakapan digunakan sejumlah tolok ukur, seperti
jumlah kunjungan, jumlah pengunjung, jumlah kunjungan kembali, jumlah halaman yang
dibaca (page view), dan lama berkunjung ke suatu situs, sedangkan untuk mengukur lalu-
lintas percakapan hanya digunakan jumlah kunjungan kembali, jumlah halaman yang
dibaca, dan lama berkunjung ke suatu situs.
3) Pengaruh
Unsur yang perlu diperhatikan untuk mengukur pengaruh dampak media sosial adalah
banyaknya diskusi mengenai isi atau pesan tertentu yang disampaikan, komentar, dan
efek penyebarluasan informasi (komunikasi viral); misalnya, melalui re-tweet, sharing, dan
tagging.
4) Percakapan dan Keberhasilan
Jumlah pesan yang di-click khalayak, jumlah pesan yang diunduh khalayak, dan jumlah
pesan yang diadopsi atau program yang kemudian diterima dan didukung khalayak
merupakan unsur yang perlu diperhitungkan dalam percakapan dan menentukan
keberhasilan pemanfaatan media sosial.
5) Keberlanjutan
Tolok ukur keberlanjutan komunitas adalah loyalitas (sekadar klien atau hingga menjadi
duta/ambassador), jumlah kunjungan kembali ke situs, dan tingkat keterlibatan
(engagement) khalayak. Selain lima ukuran di atas, ada sejumlah alat analisis untuk
mengukur berbagai hal di media sosial, baik yang dapat diunduh secara cuma-Cuma atau
pun yang berbayar, di antaranya bagan Alat Analisis Media Sosial (Social Media Analytics
Tools) dan bagan Analisis Pelacakan (Tracking Analysis).
BAB II

DESKRIPSI ORGANISASI

2.1. VISI DAN MISI DAERAH


A Visi Kabupaten Flores Timur
Masyarakat sejahtera dalam bingkai desa membangun kota menata

B Misi Kabupaten Flores Timur

1. Selamatkan orang muda Flores Timur


2. Selamatkan infrastruktur Flores Timur
3. Selamatkan tanaman rakyat Flores Timur
4. Selamatkan laut Flores Timur
5. Reformasi Birokrasi.
C Visi Puskesmas Baniona

Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat pelayanan kesehatan yang berkualitas


prima menuju Kecamatan sehat
D Misi Puskesmas Banona
1. Memberi pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau.
2. Menjadikan puskesmas sebagai pusat pembangunan kesehatan.
3. Menerapkan manajemen yang transparan pada setiap pelayanan kesehatan.
2.2. GAMBARAN UNIT KERJA
Puskesmas Baniona tidak di didirikan di lokasi berbahaya, antara lain: tidak ditepi lereng,
tidak dekat kaki gunung yang rawan tanah longsor, tidak ada anak sungai, sungai atau badan air
yang dapat mengikis pondasi. Puskesmas Baniona terletak dikecamatan Wotan Ulumado
kabupaten Flores Timur. Secara geografis memiliki batas wilayah sebagai berikut :

a) Sebelah utara : Berbatasan dengan Kecamatan Adonara Barat


b) Sebelah Barat : Berbatasan dengan Selat Larantuka
Sebelah Selatan :
c) Berbatasan dengan Selat Solor
Sebelah Timur :

Lokasi kegiatan adalah tanah milik Pemda dengan luas tanah 5210 M2 dan luas
kegiatan/usaha 320 M2 berupa bangunan permanen. Puskesmas Baniona bersatus Rawat Jalan
dan jam pelayanan dimulai pukul 07.15 s/d 14.00 wita pada hari biasa, pelayanan gawat darurat
tetap dilayani meskipun diluar jam kerja. Tenaga kerja yang ada untuk penunjang pelayanan
operasional Puskesmas terdiri dari:

Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Penunjang Operasional Puskesmas Baniona


No Tenaga Kerja Jumlah
1 Dokter Umum 1
2 Perawat Umum 16
3 Perawat Gigi 1
4 Bidan 25
5 Analis/Laborarium 2
6 Apoteker 1
7 Asisten Apoteker 1
8 Tenaga Gizi 5
9 Penyuluh Kesmas 2
10 Sanitarian 3
11 Fisioterapis 1
12 Cleaning service 2
13 Supir Ambulance 1

2.3. STRUKTUR ORGANISASI

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas Baniona

2.4. URAIAN TUGAS PESERTA


a. Melaksanakan kegiatan advokasi, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat
serta dilandasi semangat kemitraan;
b. Melakukan penyebarluasan informasi kesehatan dalam berbagai bentuk dan
saluran komunikasi;
c. Membuat rancangan media, baik media cetak elektronika, maupun media luar ruangan;d.
Melakukan pengkajian/penelitian perilaku masyarakat yang berhubunngan dengan
kesehatan;
e. Merencanakan intervensi dalam rangka mengembangkan perilaku masyarakat yang
mendukung kesehatan.
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1. ISU YANG DIANGKAT/CORE ISSUE


A Identifikasi Isu
1. Daftar Isu
Berdasarkan uraian tugas di Penulis, beberapa isu yang telah diidentifikasi, terdiri dari:
a. Belum opimalnya manajemen strategi puskesmas untuk meningkatkan akreditasi
puskesmas ke tingkat utama.
b. Kurangnya Persepsi masyarakat terhadap program vaksin covid-19
c. Rendahnya kepesertaan masyarakat dalam kepemilikan Kartu jaminan kesehatan.

2. Analisis APKL
Tabel 3.1. Pemilihan Isu dengan APKL
KRITERIA
No ISU MASALAH SKOR RANGKING
A P K L

Belum opimalnya manajemen strategi


1 puskesmas untuk meningkatkan akreditasi 4 3 5 5 17 II
puskesmas ke tingkat utama.

Kurangnya Persepsi
2 masyarakat terhadap program 5 5 5 4 19 I
vaksinasi covid-19

Rendahnya kepesertaan masyarakat


3 dalam kepemilikan Kartu jaminan 3 4 4 3 14 III
kesehatan.
Keterangan
A=Aktual, P=Problematik, K=Kekhalayakan, L=Layak
5=Sangat APKL, 4= APKL, 3= Cukup APKL, 2= Kurang APKL, 1= Tidak APKL

A Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di masyarakat


P Memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicari solusinya
K Menyangkut hajat hidup orang banyak
L Masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalah.

B Isu yang Diangkat

Berdasar hasil pemilihan isu di atas, isu yang diangkat adalah Kurangnya Persepsi masyarakat
terhadap program Vaksin Covid-19 di UPTD Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur.
C Faktor-faktor Penyebab Isu
1 Kategori Man/Manusia (Sikap/sifat/perilaku/Pengetahuan/tindkan)
 Perbedaan Tingkat pendidikan masyarakat.
 Faktor Usia
 Keraguan dan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas vaksin covid-19
 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keamanan serta efek samping vaksin.
2 Method/Metode/cara kerja
 Kurangnya publikasi kesehatan mengenai efektifitas Vaksin Covid-19
 Metode penyuluhan kurang efektif.
 Kerjasama lintas program dan lintas sektoral kurang optimal
3 Machine/mesin/peralatan
 Media penyuluhan perlu ditingkatkan
 Kurangnya sarana penyuluhan.
 Kurangnya Tenaga kesehatan
4 Material/bahan
 Ketersediaan vaksin terbatas dan datang secara bertahap.
5 Milliu/Lingkungan
 Masyarakat terlanjur terpapar informsi hoax tentang program vaksin covid-19.
D Gagasan Pemecah Isu
Guna mengatasi isu yang diangkat di atas, gagasan pemecahan isu yang perlu
dilakukan adalah Upaya meningkatkan Persepsi masyarakat terhadap program vaksinasi
covid-19 melalui akses informasi media sosial di Wilayah Kerja Puskesmas Baniona Kabupaten
Flores Timur.
3.2. RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
Tabel 3.2. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Perilaku Sesui Substans Mata Kontribusi Terhadap Visi Dan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output
Pelatihan Misi Organisasi
1. Menghadap Pimpinan  Bertemu atasan menyampaikan hasil  Tersampaikannya hasil seminar rancangan  Integritas dan tanggung Kegiatan ini mendukung visi
seminar. aktualisasi penulis kepada atasan jawab : Melaksanakan tugas Puskesmas Baniona, yaitu :
langsung penulis yang dibuktikan dengan dengan jujur, bertanggung “Menjadikan Puskesmas
 Meminta masukan atasan terkait jawab, cermat, disiplin, dan
rancangan hasil seminar dokumentasi berupa foto ketika penulis Baniona sebagai pusat
berintegritas tinggi; pelayanan kesehatan yang
 Meminta persetujuan atasan untuk bertemu atasan langsung (Akuntabel)
 Lembar konsultasi aktualisasi pimpinan, berkualitas prima menuju
pelaksanaan aktualisasi.  Menghargai perbedaan: Kecamatan sehat”
penanggung jawab program promkes, Menghargai setiap orang
Coach dan Mentor. apapun latarbelakangnya. Dan mendukung misi
 Adanya persetujuan tertulis dari pimpinan (Harmonis) Puskesmas Baniona, yaitu :
untuk pelaksanaan aktualisasi.  Kerja sama : terbuka dalam “Menerapkan manajemen
bekerja sama untuk yang transparan pada setiap
menghasilkan nilai tambah pelayanan kesehatan”.
(Kolaboratif)
2. Membuat Media Sosial  Bertemu bagian manajemen puskesmas  Media sosial resmi milik Puskesmas berupa  Memahami dan memenuhi Kegiatan ini mendukung visi
Resmi Puskesmas menentukan jenis dan tujuan media sosial Facebook dengan nama akun Promkes kebutuhan masyarakat Puskesmas Baniona, yaitu :
yang akan dibuat. Baniona dan Youtube dengan nama akun (Berorientasi Pelayanan) “Menjadikan Puskesmas
 Mengenali audience untuk menentukan Studio Mini Promkes Baniona.  Inovatif :Terus berinovasi dan Baniona sebagai pusat
mengembangkan kreativitas pelayanan kesehatan yang
target audience.  Catatan personal mengenai target audiens
berkualitas prima menuju
 Menentukan jenis konten yang akan (5W+1H). (Adaptif)
Kecamatan sehat”
dibagikan.  Terpilihnya jenis konten yang akan dibagikan  Sinergi : Menggerakkan
 Analisis dampak dari akun mendia sosial  Jumlah jangkauan dan kunjungan halaman pemanfaatan berbagai Dan mendukung misi
yang telah dibuat. facebook serta jumlah suscriber dan viewers sumberdaya untuk tujuan Puskesmas Baniona, yaitu :
bersama “Memberi pelayanan
 Mensosialisakan akun media sosial. youtube
kesehatan yang bermutu,
facebook dan youtube Puskesmas.  Media sosial milik puskesmas dikenal merata, dan terjangkau”.
dikhalayak dan mendapatkan pengikut
(followers) dan orang yang berlangganan
konten youtube (Suscriber )
3. Meningkatkan  Tahap persiapan yaitu menentukan media  Terpilihnya media sosial yang akan digunakan  Memahami dan memenuhi Kegiatan ini mendukung visi
Edukasi dan Sosialisasi sosial yang akan digunakan untuk  Terpilihnya metode edukasi dan sosialisasi kebutuhan masyarakat Puskesmas Baniona, yaitu :
terhadap Masyarakat melakukan edukasi dan sosialisai. yang akan digunakan. (Berorientasi Pelayanan) “Menjadikan Puskesmas
terkait Manfaat Vaksin  Susunan skrip  Inovatif ; terus berinovasi dan Baniona sebagai pusat
 Menentukan metode yang akan
Covid-19 melalui Media pelayanan kesehatan yang
digunakan, yaitu atau materi tentang manfaat vaksin covid-19 mengembangkan kreativitas.
Sosial berkualitas prima menuju
a. Siaran langsung (live),  Hasil evaluasi konten media sosial (Adaptif)
Kecamatan sehat”
b. Mengunggah foto/video (posting) puskesmas yang diperoleh melalui facebook  Learning agility : membantu
Insight dan Analytic pada Youtube Studio orang lain belajar (Kompeten) Dan mendukung misi
c. Jajak pendapat (Polling),
 Sinergi : Menggerakkan Puskesmas Baniona, yaitu :
d. Sesi tanya jawab (Question and “Memberi pelayanan
pemanfaatan berbagai
Answer). kesehatan yang bermutu,
sumberdaya untuk tujuan.
e. Rekaman Diskusi (Podcast) merata, dan terjangkau”.
 Tahap pelaksanaan yaitu menyiapkan
handphone/laptop, serta materi yang akan
di unggah.
 . Tahap Evaluasi, yaitu
a. Pada Facebook Menggunakan fitur
facebook Insight.
b. Pada youtube menggunakan fitur
channel analytics.
4. Mempublikasikan hasil  Tahap persiapan yaitu menentukan media  Terpilihnya media sosial yang akan digunakan.  Memahami dan Kegiatan ini mendukung visi
penelitian tentang sosial yang akan digunakan untuk  Terpilihnya metode yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Puskesmas Baniona, yaitu :
Efektifitas vaksin covid-19 melakukan publikasi. masyarakat (Berorientasi “Menjadikan Puskesmas
melakukan publikasi.
melalui media sosial.  Menentukan metode yang akan Baniona sebagai pusat
 Susunan skrip atau materi tentang efektifitas Pelayanan)
digunakan, yaitu pelayanan kesehatan yang
vaksin covid-19.  Inovatif ; terus berinovasi
a. Siaran langsung (live). berkualitas prima menuju
 Hasil evaluasi dari konten youtube yang dan mengembangkan
b. Mengunggah foto/video (posting) Kecamatan sehat”
diperoleh melalui Analytic pada Youtube Studio kreativitas. (Adaptif)
c. Jajak pendapat (Polling).
 Learning agility : Dan mendukung misi
d. Sesi tanya jawab (Question and
Answer). membantu orang lain Puskesmas Baniona, yaitu :
e. Rekaman Diskusi (Podcast) belajar (Kompeten) “Memberi pelayanan
 Tahap pelaksanaan yaitu menyiapkan kesehatan yang bermutu,
 Sinergi : Menggerakkan merata, dan terjangkau”.
handphone/laptop. pemanfaatan berbagai
 Tahap Evaluasi, yaitu sumberdaya untuk tujuan
a Pada Facebook Menggunakan fitur
(Kolaboratif)
facebook Insight.
b Pada Instagram Menggunakan fitur
lihat insight.
c Pada youtube menggunakan fitur
channel analytics.

5. Membuat channel  Mempersiapkan handphone/laptop.  Tersedianya kelengkapan alat untuk pembuatan  Berkualitas : melakukan Kegiatan ini mendukung visi
youtube Puskesmas  Menentukan topik dan menyusun skrip. rekaman diskusi (podcast). perbaikan tiada henti Puskesmas Baniona, yaitu :
dengan nama channel (Berorientas pelayanan). “Menjadikan Puskesmas
 Menentukan narasumber (guest) sesuai  Terpilihnya topik dan tersedianya susunan skrip
“Studio Mini Promkes Baniona sebagai pusat
topik. podcast  Inovatif :Terus berinovasi
Baniona” yang berisi pelayanan kesehatan yang
 Menghubungi narasumber dan  Terpilihnya narasumber (Guest star) untuk dan mengembangkan
podcast guna menjadi berkualitas prima menuju
ruang edukasi untuk menanyakan kesediaannya. pembuatan rekaman diskusi (podcast). kreativitas (Adaptif)
Kecamatan sehat”
masyarakat  Adanya kesediaan narasumber (Guest star)  Learning agility :
 Memulai rekaman, mengedit, dan
untuk proses pembuatan rekaman diskusi membantu orang lain Dan mendukung misi
mengunggah hasil Podcast.
(podcast) belajar (Kompeten) Puskesmas Baniona, yaitu :
 Melakukan evaluasi melalui fitur Analytics
 Kerja sama : terbuka “Memberi pelayanan
pada youtube studio.  Adanya konten youtube berupa rekaman
dalam bekerja sama kesehatan yang bermutu,
diskusi (podcast) di channel youtube Studio
untuk menghasilkan nilai merata, dan terjangkau”.
Mini Promkes Baniona.
tambah (Kolaboratif)
 Hasil evaluasi dari rekaman diskusi (podcast)
puskesmas yang diperoleh melalui Analytic
pada Youtube Studio
6 Melakukan Advokasi, Bina  Menemui kepala puskesmas dan PJ  Tersampaikannya upaya untuk melakukan  Integritas dan tanggung Kegiatan ini mendukung visi
Suasana serta upaya Promkes untuk melakukan advokasi advokasi kesehatan, bina suasana, dan jawab : Tidak Puskesmas Baniona, yaitu :
bermitra dengan menyalahgunakan
kesehatan, bina suasana, dan upaya kemitraan kesehatan kepada atasan langsung. “Menjadikan Puskesmas
stakeholder untuk kewenangan jabatan. Baniona sebagai pusat
bermitra  Adanya sasaran di wilayah kerja Puskesmas (Akuntabel)
meningkatkan pelayanan kesehatan yang
penyebarluas  Menentukan metode  Baniona.  Memahami dan berkualitas prima menuju
 Menetapkan perilaku yang diharapkan.  Adanya perilaku yang diharapkan berupa memenuhi kebutuhan Kecamatan sehat”
 Menentukan isi pesan. aturan/kebijakan pemerintah setempat dan masyarakat (Berorientasi
Dan mendukung misi
 Menentukan media komunikasi dukungan masyarakat.. Pelayanan) Puskesmas Baniona, yaitu :
 Adanya isi pesan komunikasi dalam proses  Bertindak Proaktif “Menjadikan puskesmas
 Menentukan pelaksana.
pelaksanaan advokasi kesehatan, bina suasana (Adaptif) sebagai pusat
dan kemitraan.  Menghargai perbedaan: pembangunan kesehatan”.
 Terpilihnya metode untuk pelaksanaan Menghargai setiap orang
Advokasi kesehatan, bina suasana dan apapun latarbelakangnya.
kemitraan. (Harmonis)
 Adanya media komunikasi berupa peraturan  Sinergi : Menggerakkan
yang mendukung pelaksanaan program pemanfaatan berbagai
vaksinasi covid-19. sumberdaya untuk tujuan
 Adanya pelaksana kegiatan Advokasi (Kolaboratif)
kesehatan, bina suasana dan kemitraan.
7. Membuat Laporan Hasil  Menyusun laporan hasil aktualisasi.  Laporan hasil aktualisasi penulis sebagai  Integritas dan tanggung Kegiatan ini mendukung visi
Aktualisasi  Membuat video untuk peserta latsar CPNS 2022. jawab : Melaksanakan tugas Puskesmas Baniona, yaitu :
 Video presentasi hasil pelaksanaan dengan jujur, bertanggung
mempresentasikan hasil “Menjadikan Puskesmas
jawab, cermat, disiplin, dan Baniona sebagai pusat
pelaksanaan kegiatan aktualisasi. kegiatan aktualisasi
berintegritas tinggi; pelayanan kesehatan yang
(Akuntabel) berkualitas prima menuju
 Melaksanakan tugas dengan Kecamatan sehat”
kualitas terbaik (Kompeten)
Dan mendukung misi
Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menerapkan manajemen
yang transparan pada setiap
pelayanan kesehatan”.
BAB IV

HASIL AKTUALISASI

4.1. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Perilaku Sesui Substans Mata Kontribusi Terhadap Visi


No Kegiatan Tahap Kegiatan Output Paraf Mentor Paraf coach
Pelatihan Dan Misi Organisasi
1. Menghadap Pimpinan  Bertemu atasan  Tersampaikannya hasil  Integritas dan tanggung Kegiatan ini mendukung visi
menyampaikan hasil seminar. seminar rancangan aktualisasi jawab : Melaksanakan Puskesmas Baniona, yaitu :
penulis kepada atasan tugas dengan jujur,
 Meminta masukan atasan “Menjadikan Puskesmas
bertanggung jawab, Baniona sebagai pusat
terkait rancangan hasil seminar langsung penulis yang
cermat, disiplin, dan
dibuktikan dengan pelayanan kesehatan
 Meminta persetujuan atasan berintegritas tinggi; yang berkualitas prima
untuk pelaksanaan aktualisasi. dokumentasi berupa foto (Akuntabel) menuju Kecamatan sehat”
ketika penulis bertemu atasan  Menghargai perbedaan:
langsung Menghargai setiap orang Dan mendukung misi
 Lembar konsultasi aktualisasi apapun latarbelakangnya. Puskesmas Baniona, yaitu
pimpinan, pengelola program (Harmonis) :
 Kerja sama : terbuka “Menerapkan manajemen
promkes, Coach dan Mentor.
dalam bekerja sama
 Adanya persetujuan tertulis yang transparan pada
untuk menghasilkan nilai setiap pelayanan
dari pimpinan untuk tambah (Kolaboratif) kesehatan”.
pelaksanaan aktualisasi.

2. Membuat Media Sosial  Bertemu bagian manajemen  Media sosial resmi milik  Memahami dan memenuhi Kegiatan ini mendukung visi
Resmi Puskesmas puskesmas menentukan jenis Puskesmas berupa Facebook kebutuhan masyarakat Puskesmas Baniona, yaitu :
dan tujuan media sosial yang dengan nama akun Promkes (Berorientasi Pelayanan) “Menjadikan Puskesmas
akan dibuat. Baniona dan Youtube dengan  Inovatif :Terus berinovasi Baniona sebagai pusat
nama akun Studio Mini Promkes dan mengembangkan pelayanan kesehatan
 Mengenali audience untuk
yang berkualitas prima
menentukan target audience. Baniona. kreativitas (Adaptif)
menuju Kecamatan sehat”
 Menentukan jenis konten yang  Catatan personal mengenai target  Sinergi : Menggerakkan
akan dibagikan. audiens (5W+1H). pemanfaatan berbagai Dan mendukung misi
 Analisis dampak dari akun  Terpilihnya jenis konten yang akan sumberdaya untuk tujuan Puskesmas Baniona, yaitu
mendia sosial yang telah dibagikan bersama :
“Memberi pelayanan
dibuat.  Jumlah jangkauan dan kunjungan kesehatan yang bermutu,
 Mensosialisakan akun media halaman facebook serta jumlah merata, dan terjangkau”.
sosial. facebook dan youtube suscriber dan viewers youtube
Puskesmas.  Media sosial milik puskesmas
dikenal dikhalayak dan
mendapatkan pengikut (followers)
dan orang yang berlangganan
konten youtube (Suscriber )
3. Meningkatkan  Tahap persiapan yaitu  Terpilihnya media sosial yang  Memahami dan memenuhi Kegiatan ini mendukung visi
Edukasi dan Sosialisasi menentukan media sosial yang akan digunakan kebutuhan masyarakat Puskesmas Baniona, yaitu :
terhadap Masyarakat akan digunakan untuk  Terpilihnya metode edukasi dan (Berorientasi Pelayanan) “Menjadikan Puskesmas
terkait Manfaat Vaksin melakukan edukasi dan sosialisasi yang akan digunakan.  Inovatif ; terus berinovasi Baniona sebagai pusat
Covid-19 melalui Media pelayanan kesehatan
sosialisai.  Susunan skrip dan mengembangkan
Sosial yang berkualitas prima
 Menentukan metode yang akan atau materi tentang manfaat kreativitas. (Adaptif)
menuju Kecamatan sehat”
digunakan, yaitu vaksin covid-19  Learning agility :
f. Siaran langsung (live),  Hasil evaluasi konten media membantu orang lain Dan mendukung misi
g. Mengunggah foto/video sosial puskesmas yang diperoleh belajar (Kompeten) Puskesmas Baniona, yaitu
(posting) melalui facebook Insight dan  Sinergi : Menggerakkan :
Analytic pada Youtube Studio pemanfaatan berbagai “Memberi pelayanan
h. Jajak pendapat (Polling), kesehatan yang bermutu,
sumberdaya untuk tujuan.
i. Sesi tanya jawab (Question merata, dan terjangkau”.
and Answer).
j. Rekaman Diskusi (Podcast)
 Tahap pelaksanaan yaitu
menyiapkan handphone/laptop,
serta materi yang akan di
unggah.
 . Tahap Evaluasi, yaitu
c. Pada Facebook
Menggunakan fitur
facebook Insight.
d. Pada youtube
menggunakan fitur
channel analytics.
4. Mempublikasikan hasil  Tahap persiapan yaitu  Terpilihnya media sosial yang akan  Memahami dan Kegiatan ini mendukung visi
penelitian tentang menentukan media sosial yang digunakan. memenuhi kebutuhan Puskesmas Baniona, yaitu :
Efektifitas vaksin covid- akan digunakan untuk masyarakat “Menjadikan Puskesmas
 Terpilihnya metode yang akan
19 melalui media melakukan publikasi. Baniona sebagai pusat
digunakan untuk melakukan (Berorientasi
sosial.  Menentukan metode yang akan pelayanan kesehatan
publikasi. Pelayanan)
digunakan, yaitu yang berkualitas prima
 Susunan skrip atau materi tentang  Inovatif ; terus
f. Siaran langsung (live). menuju Kecamatan sehat”
efektifitas vaksin covid-19. berinovasi dan
g. Mengunggah foto/video
(posting)  Hasil evaluasi dari konten youtube mengembangkan Dan mendukung misi
h. Jajak pendapat (Polling). yang diperoleh melalui Analytic kreativitas. (Adaptif) Puskesmas Baniona, yaitu
i. Sesi tanya jawab (Question pada Youtube Studio  Learning agility : :
and Answer). membantu orang lain “Memberi pelayanan
belajar (Kompeten) kesehatan yang bermutu,
j. Rekaman Diskusi (Podcast)
merata, dan terjangkau”.
 Tahap pelaksanaan yaitu  Sinergi :
menyiapkan handphone/laptop. Menggerakkan
 Tahap Evaluasi, yaitu pemanfaatan berbagai
d Pada Facebook sumberdaya untuk
Menggunakan fitur facebook tujuan (Kolaboratif)
Insight.
e Pada Instagram
Menggunakan fitur lihat
insight.
f Pada youtube
menggunakan fitur channel
analytics.

5. Membuat channel  Mempersiapkan  Tersedianya kelengkapan alat  Berkualitas : Kegiatan ini mendukung visi
youtube Puskesmas handphone/laptop. untuk pembuatan rekaman diskusi melakukan perbaikan Puskesmas Baniona, yaitu :
dengan nama channel  Menentukan topik dan (podcast). tiada henti “Menjadikan Puskesmas
“Studio Mini Promkes menyusun skrip.  Terpilihnya topik dan tersedianya (Berorientas Baniona sebagai pusat
Baniona” yang berisi pelayanan kesehatan
 Menentukan narasumber susunan skrip podcast pelayanan).
podcast guna menjadi yang berkualitas prima
(guest) sesuai topik.  Terpilihnya narasumber (Guest  Inovatif :Terus menuju Kecamatan sehat”
ruang edukasi untuk
 Menghubungi narasumber dan star) untuk pembuatan rekaman berinovasi dan
masyarakat
menanyakan kesediaannya. diskusi (podcast). mengembangkan Dan mendukung misi
 Memulai rekaman, mengedit,  Adanya kesediaan narasumber kreativitas (Adaptif) Puskesmas Baniona, yaitu
 Learning agility : :
dan mengunggah hasil (Guest star) untuk proses “Memberi pelayanan
Podcast. pembuatan rekaman diskusi membantu orang lain
kesehatan yang bermutu,
(podcast) belajar (Kompeten)
 Melakukan evaluasi melalui merata, dan terjangkau”.
 Kerja sama : terbuka
fitur Analytics pada youtube  Adanya konten youtube berupa
dalam bekerja sama
studio. rekaman diskusi (podcast) di
untuk menghasilkan
channel youtube Studio Mini
nilai tambah
Promkes Baniona.
(Kolaboratif)
 Hasil evaluasi dari rekaman diskusi
(podcast) puskesmas yang
diperoleh melalui Analytic pada
Youtube Studio
6 Melakukan Advokasi,  Menemui kepala puskesmas  Tersampaikannya upaya untuk  Integritas dan Kegiatan ini mendukung visi
Bina Suasana serta dan PJ Promkes untuk melakukan advokasi kesehatan, tanggung jawab : Puskesmas Baniona, yaitu :
upaya bermitra dengan Tidak
melakukan advokasi bina suasana, dan kemitraan “Menjadikan Puskesmas
stakeholder untuk menyalahgunakan Baniona sebagai pusat
kesehatan, bina suasana, dan kesehatan kepada atasan kewenangan jabatan.
meningkatkan pelayanan kesehatan
upaya bermitra langsung. (Akuntabel)
penyebarluas yang berkualitas prima
 Menentukan metode   Adanya sasaran di wilayah kerja  Memahami dan menuju Kecamatan sehat”
 Menetapkan perilaku yang Puskesmas Baniona. memenuhi kebutuhan
diharapkan.  Adanya perilaku yang diharapkan masyarakat Dan mendukung misi
 Menentukan isi pesan. berupa aturan/kebijakan (Berorientasi Puskesmas Baniona, yaitu
pemerintah setempat dan Pelayanan) :
 Menentukan media komunikasi “Menjadikan puskesmas
 Menentukan pelaksana. dukungan masyarakat..  Bertindak Proaktif
sebagai pusat
 Adanya isi pesan komunikasi (Adaptif) pembangunan kesehatan”.
dalam proses pelaksanaan  Menghargai
advokasi kesehatan, bina suasana perbedaan:
dan kemitraan. Menghargai setiap
 Terpilihnya metode untuk orang apapun
pelaksanaan Advokasi kesehatan, latarbelakangnya.
bina suasana dan kemitraan. (Harmonis)
 Adanya media komunikasi berupa  Sinergi :
peraturan yang mendukung Menggerakkan
pelaksanaan program vaksinasi pemanfaatan berbagai
covid-19. sumberdaya untuk
 Adanya pelaksana kegiatan tujuan (Kolaboratif)
Advokasi kesehatan, bina suasana
dan kemitraan.
7. Membuat Laporan Hasil  Menyusun laporan hasil  Laporan hasil aktualisasi  Integritas dan tanggung Kegiatan ini mendukung visi
Aktualisasi aktualisasi. penulis sebagai peserta jawab : Melaksanakan Puskesmas Baniona, yaitu :
latsar CPNS 2022. tugas dengan jujur,
 Membuat video untuk “Menjadikan Puskesmas
bertanggung jawab, Baniona sebagai pusat
mempresentasikan hasil  Video presentasi hasil
cermat, disiplin, dan
pelaksanaan kegiatan pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan
berintegritas tinggi; yang berkualitas prima
aktualisasi. aktualisasi (Akuntabel) menuju Kecamatan sehat”
 Melaksanakan tugas
dengan kualitas terbaik Dan mendukung misi
(Kompeten) Puskesmas Baniona, yaitu
:
“Menerapkan manajemen
yang transparan pada
setiap pelayanan
kesehatan”.
4.2. Deskripsi Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
A Kegiatan 1 : Menghadap Pimpinan (Dilaksanakan tanggal 19 Juli 2022)
Terdapat 3 tahapan kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan Pertama, yaitu :
1. Bertemu Atasan Menyampaikan Hasil Seminar.
Pada tahapan ini penulis bertemu dengan Kepala Puskesmas Baniona dan Penanggung Jawab
Program Promosi Kesehatan Puskesmas Baniona selaku atasan langsung penulis untuk
melapor diri bahwa telah kembali dari kegiatan latsar CPNS dan akan melangsungkan masa
habituasi selama 4 minggu di tempat kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juli
2022. Selain itu penulis juga menyampaikan hasil seminar rancangan aktualisasi agar atasan
mengetahui rancangan kegiatan yang akan dilakukan penulis selama masa habituasi di tempat
kerja.
Hasil dari pelaksanaan tahapan kegiatan ini adalah tersampaikannya hasil seminar rancangan
aktualisasi penulis kepada atasan langsung penulis yang dibuktikan dengan dokumentasi
berupa foto ketika penulis bertemu atasan langsung.
Pada kegiatan ini perilaku inti nilai dasar BerAKHLAK yang terlaksana, yaitu integritas dan
tanggung jawab (Akuntabel), menghargai perbedaan (Harmonis), dan kerja sama (kolaboratif).
Adapun dokumentasi pelaksanaan tahapan kegitan ini dapat dilihat pada gambar 4.1. dan
gambar 4.2.

Gambar 4.1. Bertemu Kepala Puskesmas Baniona melapor diri dan menyampaikan hasil
seminar

Gambar
4.2.
Bertemu

Penangggung Jawab Program Promosi Kesehatan Puskesmas Baniona melapor diri dan
menyampaikan hasil seminar

2. Meminta Masukan Atasan Terkait Rancangan Hasil Seminar


Setelah bertemu atasan langsung untuk melaporkan diri, selanjutnya penulis juga meminta
masukan atasan terkait hasil seiminar rancangan aktualisasi. Selama masa habituasi di tempat
kerja, penulis rutin melakukan bimbingan guna meminta masukan atasan terkait pelaksanaan
aktualisasi di tempat kerja. Dalam pelaksanaan aktualisasi ini penulis dibimbing langsung oleh
Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Program Promosi Kesehatan (untuk selanjutnya
selanjutnya disebut PJ Promkes) selaku pembimbing di lapangan, serta Kepala bidang
Pengadaan Mutasi dan Promosi BKPSDMD Kabupaten Flores Timur selaku Mentor dan Coach
dari BPSDM Provinsi NTT.
Hasil dari kegiatan ini adalah Dokumentasi berupa foto ketika penulis melakukan konsultasi
serta Lembar Konsultasi Aktualisasi Pimpinan, Lembar Konsultasi Aktualisasi PJ Promkes,
Lembar Konsultasi Aktualisasi Coach, dan Lembar Konsultasi Aktualisasi Mentor . Lembar
konsultas dapat dilihat pada lampiran 1,2,3 dan 4.
Perilaku inti nilai dasar BerAKHLAK yang terlaksana, yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), menghargai perbedaan (Harmonis), dan kerja sama (kolaboratif).
Adapun dokumentasi pelaksanaan tahapan kegitan ini dapat dilihat pada gambar 4.3, 4.4 , 4.5.

Gambar 4.3. Meminta masukan Kepala Puskesmas Puskesmas Baniona terkait


ancangan hasil seminar

Gambar 4.4. Meminta masukan Penanggung Jawab Program Promosi


Kesehatan Puskesmas Baniona terkait rancangan hasil seminar

Gambar 4.5. Meminta masukan Mentor di BPKSDMD terkait ancangan hasil


seminar
3. Meminta Persetujuan Atasan untuk Pelaksanaan Aktualisasi.
Penulis menjelaskan konsep kegiatan yang akan dilakukan selama masa habituasi di tempat
kerja kepada atasan langsung. Selanjutnya penulis meminta persetujuan atasan untuk
melaksanakan kegiatan aktualisasi yang telah di rencanakan.
Hasil dari kegiatan ini adalah Adanya persetujuan tertulis dari pimpinan untuk pelaksanaan
aktualisasi. Persetujuan tertulis atasan dapat dilihat pada lampiran 4.
Perilaku inti nilai dasar BerAKHLAK yang terlaksana, yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), menghargai perbedaan (Harmonis), dan kerja sama (kolaboratif).
Adapun dokumentasi pelaksanaan tahapan kegitan ini dapat dilihat pada gambar 4.6.

Gambar 4.6. penulis meminta persetujuan atasan untuk pelaksanaan


aktualisasi

B Kegiatan 2 : Membuat media sosial resmi puskesmas (Dilaksanakan tanggal 20 Juli 2022)
Terdapat 5 tahapan kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan kedua, yaitu :
1. Bertemu Bagian Manajemen Puskesmas untuk Menentukan Jenis dan Tujuan Media Sosial
Puskesmas
Tahapan kegiatan ini dilakukan penulis pada tanggal 12 juli 2022 via whats app ketika penulis
masih berada di kupang mengikuti kegiatan latihan dasar CPNS. Berdasarkan hasil konsultasi
yang dilakukan via whats app dengan bagian manajemen Puskesmas Baniona. Penulis
mengusulkan pembuatan media sosial puskesmas yang bertujuan untuk edukasi dan
diseminasi informasi terkait kesehatan. Media sosial yag diusulkan penulis adalah Facebook,
Instagram, dan youtube. Namun dengan mempertimbangkan kondisi Sosial-Ekonomi,
demografi, dan geografi wilayah kerja Puskesmas Baniona serta pengguna Instagram di
Kecamatan Wotan Ulu Mado tidak banyak. Maka penulis dan bagian manajemen puskesmas
menyepakati Media sosial resmi puskesmas yang akan dibuat adalah Facebook dan Youtube
saja.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah dokumentasi berupa screen shoot percakapan penulis
dengan bagian manajemen puskesmas ketika meminta persetujuan serta terbentuknya
facebook puskesmas dengan nama Promkes Baniona dan Youtube puskesmas dengan nama
Studio Mini Promkes Baniona.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), dan sinergi (kolaboratif).
Adapun dokumentasi pelaksanaan tahapan kegiatan ini dapat dilihat pada gambar 4.7, 4.8, 4.9
Gambar 4.7 screen shoot percakapan penulis dengan bagian
manajemen puskesmas

Gambar 4.8. Channel Youtube Puskesmas “Studio Mini Prokes Baniona”

Gambar 4.9. Laman Facebook Promkes Baniona

2. Mengenali Audiens Untuk Menentukan Target Audience.


Pada tahap ini penulis mencari referensi untuk mengenali audiens menggunakan prinsip
5W+1H. Penulis menggunakan profil Puskesmas Baniona untuk melihat jumlah penduduk
berdasarkan umur. Selanjutnya berdasarkan hasil survei terbaru Asosiasi Pengguna Jasa
Internet ndonesia (APJII) tahun 2022 tentang profil Internet Indonesia penulis menentukan
siapa saja yang menjadi target audiens, dimana mereka sering nongkrong/online, kapan waktu
terbaik untuk memposting dan menguplod konten di media sosial, apa jenis konten yang
mereka sukai, mengapa mereka menyukai konten tersebut dan bagaimanacara mereka
mengkonsumsi konten media sosial.
Hasil dari kegatan ini adalah cacatan personal mengenai target audiens yang bersumber pada
Profil Puskesmas Baniona dan Profil Internet indonesia. Catatan personal mengenai target
audiens dapat dilihat pada lampiran 5.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), dan sinergi (kolaboratif).

3. Analisis Dampak dari Akun Mendia Sosial yang Telah dibuat.


Tahapan kegiatan ini dilakukan ketika penulis pertama kali membuat media sosial resmi
puskesmas ketika mengundang pengguna facebook untuk mengikuti dan menyukai akun
facebook promkes baniona. Sedangan untuk akun youtube evaluai dilakukan setelah penulis
membuat konten podcast dan membgaikannya ke youtube. Pada facebook evaluasi dilakukan
melalui fitur Facebook Insight diperoleh jumlah jangkauan sebanyak 86 dan jumlah kunjungan
sebanyak 173. Sedangkan pada youtube menggunakan Analytic diperoleh total jumlah orang
yang menonton konten youtube (viewers) sebanyak 305 kali dan 58 orang yang berlangganan
konten youtube (suscriber).
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah Jumlah jangkauan dan kunjungan halaman facebook dan jumlah
suscriber dan viewers youtube. Hasil analisis facebook dan youtube dapat dilihat pada
lampiran 6 dan 7.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), dan sinergi (kolaboratif).
Dokumentasi pelaksanaan tahapan kegiatan ini dapat diliihat pada gambar 4.11 dan 4.12

Gambar 4.11. Penulis melakukan analisis dampak dari pembuatan akun


facebook Promkes Baniona

Gambar 4.12. Penulis melakukan analisis dampak dari pembuatan akun


youtube Studio Mini Promkes Baniona

4. Mensosialisakan Media Sosial Resmi Puskesmas.


Setelah media sosial resmi puskesmas terbentuk, penulis mulai rutin mempromosikan media
sosial tersebut kepada rekan kerja yang ada di puskesmas, keluarga dan kerabat. Selain itu
penulis juga mengundang pengguna facebook lain melalui fitur undang teman pada facebook
untuk menyukai dan mengkuti laman facebook Promkes Baniona. Sedangkan pada yotube
akan dipromosikan setelah penulis mengupload konten ke channel youtube Studio Mini
Promkes Baniona. Penulis juga memanfaatkan media sosial lain seperti whats app, instagram,
dan facebook pribadi penulis untuk mempromosikan media sosial tersebut.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah Media sosial milik puskesmas dikenal dikhalayak dan
mendapatkan pengikut (followers) dan orang yang berlangganan konten youtube ( Suscriber ).
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), dan sinergi (kolaboratif).

Gambar 4.13. Penulis mempromosikan media sosial puskesmas ke


rekan kerj di puskesmas

Gambar 4.14. Penulis menggunakan fitur undang teman untuk


mempromosikan laman facebook promkes Baniona.

Gambar 4.15. Penulis memanfaatkan media sosial lain seperti whats app dan
instagram untuk mempromosikan facebook dan youtube puskesmas
C Kegiatan 3 : Meningkatkan Edukasi dan Sosialisasi Terhadap Masyarakat Terkait Manfaat Vaksin Covid-
19 Melalui Media Sosial (Dilaksanakan tanggal 24 juli 2022)
Terdapat 4 tahapan kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan ketiga, yaitu :
1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan penulis menentukan terlebih dahulu media sosial apa yang akan
digunakan. Penentuan jenis media sosial yang akan digunakan bergantung pada jadwal
yang telah ditentukan penulis. Untuk konten yang dibagikan di facebook dilakukan 3 kali
dalam seminggu. Sedangkan pembuatan dan uplod konten youtube dilakukan seminggu
sekali.
Hasil dari kegiatan ini adalah Terpilihnya media sosial yang akan digunakan untuk kegiatan
edukasi dan soialisasi.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
2. Menentukan Metode yang akan Digunakan
Terdapat beberapa fitur yang ada pada facebook dan youtube seperti Siaran langsung (live),
Mengunggah foto/video (posting), Jajak pendapat (Polling), Sesi tanya jawab (Question and
Answer), dan Rekaman Diskusi (Podcast) yang memungkinkan penulis untuk memilih salah
satu fitur sebagai metode untuk melakukan sosialisasi dan edukasi keapada masyarakat.
Dalam pelaksanaan aktualisasi ini penulis menggunakan metode mengunggah foto/video
(posting) pada facebook dan rekaman diskusi (Podcast) pada youtube.
Hasil dari kegiatan ini adalah terpilihnya metode sosialisasi dan edukasi yang akan
digunakan penulis.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
3. Tahap Pelaksanaan
Pada tahapan ini penulis menyiapkan segala teknis dalam pembuatan materi yang akan di
sosialisasikan. Pada tanggal 23 Juli 2022 penulis membuat postingan pertama di laman
facebook Promkes Baniona dengan judul “yuk mengenal vaksinasi Covid-19. Selanjutnya
penulis mulai rutin memposting informasi tenrkait vaksinasi covid-19 tentang 3 Manfaat
Besar Vaksinasi Covid-19 (27 Juli 2022), Jenis-Jenis Vaksin Covid-19 (1 Agusus 2022), dan
seterusnya. Selanjutnya pada tanggal 3 Agustus 2022, penulis mengunggah podcast
pertama tentang “kenali vaksinasi covid-19” ke channel youtube Studio Mini Promkes
Baniona. Unggahan podcast kedua dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2022 dengan judul
“Hindari Hoaks! Kenali vaksinasi covid-19”.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah skrip pembuatan konten facebook dan youtube, konten
facebook berupa pesan bergambar dan konten youtube berupa video.
Skrip pembuatan konten facebook dan youtube serta konten facebook dan yotube yang
dibuat penulis dapat dilihat pada lampiran 8 dan 9.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
4. Tahap Evaluasi
Penulis melakukan evaluasi setelah memposting konten ke facebook dan youtube
menggunakan Alat Analisis Media Sosial ( Social Media Analytics Tools) dan bagan Analisis
Pelacakan (Tracking Analysis) yang terdapat di Facebook dan Youtube. Untuk Facebook
menggunakan fitur Facebook Insight, sedangkan pada youtube menggunakan fitur Analytic
pada Youtube Studio.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah diperolehnya hasil evaluasi dari konten media sosial
puskesmas yang diperoleh melalui facebook Insight dan Analytic pada Youtube Studio. Hasil
evaluasi dari konten media sosial puskesmas dapat dilihat pada lampiran 9 dan 10.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
D Kegiatan 4 : Mempublikasikan hasil penelitian tentang Efektifitas vaksin covid-19 melalui media sosial
(Dilaksanakan tanggal 24 Juli 2022)
Terdapat 4 tahapan kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan keempat, yaitu :
1. Tahap persiapan
Pada tahap persiapan penulis menentukan terlebih dahulu media sosial apa yang akan
digunakan (youtube atau Facebook). Penentuan jenis media sosial yang akan digunkan
bergantung pada jadwal yang telah ditentukan penulis. Untuk konten yang dibagikan di
facebook dilakukan 3 kali dalam seminggu. Sedangkan pembuatan dan uplod konten
youtube dilakukan seminggu sekali.
Hasil dari kegiatan ini adalah terpilihnya media sosial yang akan digunakan untuk publikasi
jurnal atau artikel terkait program vaksinasi covid-19.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
2. Menentukan Metode yang akan Digunakan
Terdapat beberapa fitur yang ada pada facebook dan youtube seperti Siaran langsung (live),
Mengunggah foto/video (posting), Jajak pendapat (Polling), Sesi tanya jawab (Question and
Answer), dan Rekaman Diskusi (Podcast) yang memungkinkan penulis untuk memilih salah
satu fitur sebagai metode untuk melakukan publikasi jurnal ataupun artikel terkait vaksinasi
covid-19 kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan aktualisasi ini penulis menggunakan
metode mengunggah foto/video (posting) pada facebook dan rekaman diskusi (Podcast)
pada youtube.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terpilihnya metode sosialisasi dan edukasi yang akan
dgunakan penulis.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
3. Tahap Pelaksanaan
Pada tahapan ini penulis menyiapkan handphone/laptop. Selanjutnya penulis megumpulkan
jurnal penelitian atau artikel terbaru terkait program vaksin covid-19 yang di ambil dari
website Ditjen Promkes dan P2P sebagai referensi. Kemudian penulis membuat ringkasan
dari jurnal ataupun artikel tersebut dan dikemas semenarik mungkin dalam bentuk gambar,
poster atau video untuk kemudian dibagikan ke facebook dan youtube.
Penulis menggunakan canva.com untuk mendesain materi menjadi semenarik mungkin
sebelum di bagikan ke facebook ataupun youtube.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah Susunan skrip atau materi tentang efektifitas vaksin
covid-19.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
4. Tahap Evaluasi
Untuk mengevaliasi kegiatan sosialisasi dan edukasi di media sosial, penulis menggunakan
parameter yang tertera pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 Tentang Pedoman
Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah. evaluasi indikator keberhasilan media sosial
dikur dengan melihat parameter berkut :
a. Jangkauan
b. Frekuensi dan lalu Lintas
c. Pengaruh
d. Percakapan dan Keberhasilan
e. Keberlanjutan
Penulis melakukan evaluasi harian setelah memposting konten ke facebook dan youtube
menggunakan Alat Analisis Media Sosial ( Social Media Analytics Tools) dan bagan Analisis
Pelacakan (Tracking Analysis) yang terdapat di Facebook dan Youtube. Untuk Facebook
menggunakan fitur Facebook Insight, sedangkan pada youtube menggunakan fitur Analytic
pada Youtube Studio.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah diperolehnya hasil evaluasi dari konten media sosial
puskesmas yang diperoleh melalui facebook Insight dan Analytic pada Youtube Studio.
diperolehnya hasil evaluasi dari konten media sosial puskesmas yang diperoleh melalui
facebook Insight dan Analytic pada Youtube Studio. Lampiran konten terkait publikasi hasil
penelitian tentang vaksinasi covid-19 yang dibuat penulis dapat dilihat pada lampiran 8 dan
9.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain
belajar (kompeten), dan sinergi (Kompeten).
E Membuat Channel Youtube Puskesmas dengan Nama Channel “Studio Mini Promkes Baniona” yang
Berisi Podcast Guna Menjadi Ruang Edukasi Untuk Masyarakat (Dilaksanakan Tanggal 03 Agustus 2022)
Terdapat 6 tahapan kegiatan dalam pelaksanaan kegiiatan ke 6, yaitu
1. Mempersiapkan Handphone/Laptop.
Penulis memastikan kelengkapan alat untuk proses pembuatan video. Penulis menggunakan
kamera hape untuk pengambilan video, microphone untuk android, serta tripot yang
dilengkapi ring light.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah tersedianya kelengkapan alat untuk pembuatan
rekaman diskusi (podcast).
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu berkualitas dalam memberikan
pelayanan (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain belajar
(kompeten), kerja sama (Kolaboratif).

Gambar 4.15. Penyiapan kelengkapan alat untuk pembuatan


rekaman diskusi (podcast)

2. Menentukan Topik dan Menyusun Skrip.


Pada tahapan ini penulis menentukan topik yang lebih spesifik terkait program vaksinasi
covid-19, kemudian menyusun skrip podcast yang berisikan daftar pertanyaan untuk bintang
tamu (guest star).
Hasil dari kegiatan ini adalah terpilihnya topik dan tersedianya susunan skrip podcast. Skrip
podcast dapat dilihat pada lampiran 9.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu berkualitas dalam memberikan
pelayanan (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain belajar
(kompeten), kerja sama (Kolaboratif).
3. Menentukan Narasumber (Guest) Sesuai Topik.
Dalam pembuatan podcast terkait program vaksinasi covid-19. Penulis menentukan Kepala
Puskesmas Baniona, PJ Promkes, PJ Imunisasi Imunisasi dan Kepala Desa Nayubaya
selaku desa sasaran sebagai narasumber (guest star).
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terpilihnya narasumber (Guest star) untuk pembuatan
rekaman diskusi (podcast) program vaksinasi covid-19.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu berkualitas dalam memberikan
pelayanan (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain belajar
(kompeten), kerja sama (Kolaboratif).
4. Menghubungi Narasumber dan Menanyakan Kesediaannya.
Penulis menemui masing-masing narasumber untuk menanyakan kesediaan mereka.
Sebelum melakukan pengambilan video penulis memberikan skrip yang berisikan daftar
pertanyaan ke para narasumber (Guest star) untuk dipelajari terlebih dahulu.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah adanya narasumber ( Guest star) untuk proses
pembuatan rekaman diskusi (podcast) untuk channel youtube Studio Mini Promkes Baniona.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu berkualitas dalam memberikan
pelayanan (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain belajar
(kompeten), kerja sama (Kolaboratif).
5. Memulai Rekaman, Mengedit, dan Mengunggah Hasil Podcast.
Setelah proses pembuatan rekaman diskusi (podcast), penulis mengedit rekaman diskusi
menggunakan aplikasi Inshoot. Sedangkan Thumbnail youtube dibuat menggunakan aplikasi
picarts. Selanjutnya penulis mengunggah rekaman diskusi (podcast) tersebut ke channel
youtube Studio Mini Promkes Baniona. Rekaman diskusi (podcast) pertama diunggah pada
tanggal 3 Agustus 2022 dengan judul “Kenali Vaksinasi Covid-19”. Unggahan rekaman
diskusi (podcast) kedua pada tanggal 10 Agustus 2022 dengan judul “Hindari Hoaks! Kenali
Vaksinasi Covid-19”.

Gambar 4.16. penulis memulaii rekaman


Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah adanya konten youtube berupa rekaman diskusi
(podcast) di channel youtube Studio Mini Promkes Baniona.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu berkualitas dalam memberikan
pelayanan (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain belajar
(kompeten), kerja sama (Kolaboratif).
6. Melakukan Evaluasi Melalui Fitur Analytics pada Youtube Studio.
Pada tahapan ini penulis melakukan evaluasi menggunakan Fitur Analytics. youtube
Analytics adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur performa channel dan video
yang telah diunggah ke Youtube. Performa ini diukur berdasarkan sekumpulan metrik yang
ditampilkan dalam bentuk grafik. Adapun metrik yang dimaksud terdiri dari :
a. Watch time, yaitu jumlah waktu yang dihabiskan oleh penonton untuk menonton konten
video Youtube yang Anda tayangkan.
b. Real time, yaitu jumlah penonton yang sedang menonton videomu secara live / real
time..
c. Subscriber atau orang yang berlangganan di channel youtube.
d. Audience retention, yaitu  persen orang yang meninggalkan video atau channel mu
setelah sempat menonton video youtube.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah adanya hasil evaluasi dari rekaman diskusi (podcast)
yang diperoleh melalui Analytic pada Youtube Studio. Hasil evaluasi dapat dilihat pada
lampiran 10.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu berkualitas dalam memberikan
pelayanan (Berorientasi pelayanan), inovatif (adaptif), membantu orang lain belajar
(kompeten), kerja sama (Kolaboratif).
F Kegiatan 6 : Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya bermitra dengan stakeholder untuk
meningkatkan penybarluas. (Dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2022)
Terdapat 7 tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ke 7, yaitu :
1. Menemui Kepala Puskesmas Sebagai Atasan Langsung
Penulis bertemu kepala puskesmas selaku atasan langsung untuk meminta melakukan
kegiatan Advokasi kesehatan, Bina Suasana, dan kemitraan kesehatan terkait program
vaksinasi covid-19 di tingkat kecamatan.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah tersampaikannya upaya untuk melakukan advokasi
kesehatan, bina suasana, dan kemitraan kesehatan kepada atasan langsung.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
2. Menentukan sasaran.
Sasaran kegiatan advokasi kesehatan, bina suasana , dan kemitraan dalam pelaksanaan
aktualisasi ini dilaksanakan di salah satu desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Baniona, yaitu Desa Nayubaya Kecamatan Wotan Ulu Mado. Sasaran kegiatan ini adalah
Kepala Desa beserta aparatnya, Kader Posyandu, Ketua Orang Muda Katolik (OMK), dan
Ketua Remaja Masjid (Remas).
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terpilihnya sasaran di wilayah kerja Puskesmas
Baniona.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
3. Menetapkan Perilaku yang Diharapkan.
Perilaku yang diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dukungan
kebijkan/perdes yang mendukung program vaksinasi covid-19, adanya komitmen bersama
masyarakat untuk mendukung program vaksinasi covid-19.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terdapat perilaku yang diharapkan dalam proses
pelaksanaan advokasi kesehatan, bina suasana dan kemitraan di Desa Nayubaya.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
Menentukan Isi Pesan Komunikasi
4. Isi pesan untuk pelaksanaan Advokasi kesehatan, bina suasana dan kemitraan adalah
Upaya meningkatkan persepsi masyarakat terkait program vaksinasi covid-19 melalui akses
informasi media sosial. Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terdapat isi pesan komunikasi
dalam proses pelaksanaan advokasi kesehatan, bina suasana dan kemitraan di Desa
Nayubaya.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
5. Menentukan Metode 
Metode Advokasi kesehatan, bina suasana dan kemitraan yang akan digunkan adalah
Negosiasi. Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk
mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dan pihak lain.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terpilihnya metode untuk pelaksanaan Advokasi
kesehatan, bina suasana dan kemitraan.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
6. Menentukan Media Komunikasi
Media komunikasi menjadi alat akurat untuk menyampaikan pesan maupun informasi kepada
penerima pesan. Dengan hadirnya media komunikasi, maka pembawa pesan pun dapat
menyampaikan sebuah pesan maupun informasi. Dalam kegiatan ini digunakan media
komunikasi audio dan visual.
Hasil dari tahapan kegiatan ini adalah terpilhnya media komunikasi yang akan digunakan.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
7. Menentukan Pelaksana
Pelaksana kegiatan pada tahapan ini dilakukan oleh PJ Promkes Puskesmas Baniona. Pada
tahap ini PJ Promkes melakukan negosiasi kepada kepala desa terkait upaya peningkatan
persepsi masyarakat terkait program vaksinasi covid-19.
Hasil dari kegiatan ini adalah adanya pelaksana kegiatan Advokasi kesehatan, bina suasana
dan kemitraan.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel), memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi pelayanan),
bertindak proaktif (Adaptif), menghargai perbedaan (Harmonis), dan sinergi (Kolaboratif).
G Kegiatan 7 : Membuat Laporan Hasil Aktualisasi
Setelah semua kegiatan terlaksnakan, penulis mulai menyusun laporan untuk bisa
dpertanggungjawabkan. Hasil dari kegiatan ini adalah Laporan hasil aktualisasi penulis sebagai
peserta latsar CPNS 2022.
Perilaku inti nilai dasar berAKHLAK yang terlaksana yaitu integritas dan tanggung jawab
(Akuntabel) dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik (kompeten).
4.3. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

Juli Agustus
No Kegiatan
Minggu
Minggu III Minggu I Minggu II
IV

1 3 4 5 6

Menghadap
1 Pimpinan 19 Juli

2 Membuat Media Sosial Resmi Puskesmas 20 Juli


Meningkatkan edukasi dan sosialisasi terhadap
3 masyarakat terkait program vaksinasi covid-19 24 Juli
melalui edia sosial
Mempublikasikan hasil penelitian tentang
4 Efektifitas vaksin covid-19 melalui media sosial. 24 Juli

Membuat channel youtube Puskesmas dengan


nama channel “Studio Mini Promkes Baniona” 03
5 yang berisi podcast guna menjadi ruang edukasi Agustus
untuk masyarakat
Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya
bermitra dengan stakeholder untuk meningkatkan 10
6
penyebarluas Agustus

7 Membuat Laporan Hasil Aktualisasi


4.4. Pengendalian Aktualisasi Oleh Mentor dan Coach
A. Pengendalian Oleh Mentor
1. Kegiatan 1 : Menghadap Pimpnan
Tabel 4.1. Pengendalian Kegiatan 1 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan : Kegiatan pada
a. Bertemu atasan menyampaikan hasil rancangan dan
seminar. pelaksanaan harus
konsisten.
b. Meminta masukan atasan terkait rancangan
hasil seminar
c. Meminta persetujuan atasan untuk
pelaksanaan aktualisasi
2. Output Kegiatan Terhadap Pemecahan Isu
a. Tersampaikannya hasil seminar
rancangan aktualisasi penulis kepada
atasan langsung penulis yang dibuktikan
dengan dokumentasi berupa foto ketika
penulis bertemu atasan langsung.
b. Lembar konsultasi aktualisasi pimpinan,
pengelola program promkes, Coach dan
Mentor.
c. Adanya persetujuan tertulis dari
pimpinan untuk pelaksanaan aktualisasi.
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
a. Integritas dan tanggung jawab :
Melaksanakan tugas dengan jujur,
bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan
berintegritas tinggi; (Akuntabel)
b. Menghargai perbedaan: Menghargai setiap
orang apapun latarbelakangnya. (Harmonis)
c. Kerja sama : terbuka dalam bekerja sama
untuk menghasilkan nilai tambah (Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas prima
menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menerapkan manajemen yang transparan pada
setiap pelayanan kesehatan”.

2. Kegatan 2 : Membuat Media Sosial Resmi Puskesmas


Tabel 4.2. Pengendalian Kegiatan 2 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan Pada tahapan
a. Bertemu bagian manajemen puskesmas kegiatan ini raport
menentukan jenis dan tujuan media sosial menjadi salah satu
yang akan dibuat. hal penting yang
harus dilakukan
b. Mengenali audience untuk menentukan penulis.
target audiens.
c. Menentukan jenis konten yang akan
dibagikan.
d. Analisis dampak dari akun mendia sosial
yang telah dibuat.
e. Mensosialisakan akun media sosial
facebook dan youtube Puskesmas.

2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan Isu


a. Media sosial resmi milik Puskesmas berupa
Facebook dengan nama akun Promkes
Baniona dan Youtube dengan nama akun
Studio Mini Promkes Baniona.
b. Catatan personal mengenai target audiens
(5W+1H).
c. Terpilihnya jenis konten yang akan
dibagikan
d. Jumlah jangkauan dan kunjungan halaman
facebook dan jumlah suscriber dan viewers
youtube
e. Media sosial milik puskesmas dikenal
dikhalayak dan mendapatkan pengikut
(followers) dan orang yang berlangganan
konten youtube (Suscriber )
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
a. Memahami dan memenuhi kebutuhan
masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
b. Inovatif :Terus berinovasi dan mengembangkan
kreativitas (Adaptif)
c. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan berbagai
sumberdaya untuk tujuan bersama
d. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas prima
menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau”.

3. Kegiatan 3 : Meningkatkan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait


program vaksinasi covid-19 melalui edia sosial
Tabel 4.3. Pengendalian Kegiatan 3 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan Lanjutkan ke
a. Tahap persiapan yaitu menentukan media Kegiatan berikutnya
sosial yang akan digunakan untuk
melakukan edukasi dan sosialisai.
b. Menentukan metode yang akan
digunakan.
c. Tahap pelaksanaan yaitu menyiapkan
handphone/laptop, serta materi yang akan
di unggah.
d. Tahap Evaluasi
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan Isu
a. Terpilihnya media sosial yang akan
digunakan
b. Terpilihnya metode edukasi dan
sosialisasi yang akan digunakan.
c. Susunan skrip atau materi tentang
manfaat vaksin covid-19.
d. Hasil evaluasi konten media sosial
puskesmas yang diperoleh melalui
facebook Insight dan Analytic pada
Youtube Studio
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan.
a. Memahami dan memenuhi kebutuhan
masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
b. Inovatif ; terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas. (Adaptif)
c. Learning agility : membantu orang lain belajar
(Kompeten)
d. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan
berbagai sumberdaya untuk tujuan.
e. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas prima
menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau”.

4. Kegiatan 4 : Mempublikasikan hasil penelitian tentang Efektifitas vaksin covid-19


melalui media sosial.
Tabel 4.4. Pengendalian Kegiatan 4 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan Lanjutkan ke
Kegiatan berikutnya
a. Tahap persiapan yaitu menentukan
media sosial yang akan digunakan untuk
melakukan publikasi.
b. Menentukan metode yang akan
digunakan.
c. Tahap pelaksanaan yaitu menyiapkan
handphone/laptop.
d. Tahap Evaluasi
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan Isu
a. Terpilihnya media sosial yang akan
digunakan.
b. Terpilihnya metode yang akan
digunakan untuk melakukan publikasi.
c. Susunan skrip atau materi tentang
efektifitas vaksin covid-19.
d. Hasil evaluasi dari konten youtube yang
diperoleh melalui Analytic pada Youtube
Studio
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

a. Memahami dan memenuhi kebutuhan


masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
b. Inovatif ; terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas. (Adaptif)
c. Learning agility : membantu orang lain
belajar (Kompeten)
d. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan
berbagai sumberdaya untuk tujuan
(Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas prima
menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau

5. Kegiatan 5 : Membuat channel youtube Puskesmas dengan nama channel “Studio


Mini Promkes Baniona” yang berisi podcast guna menjadi ruang edukasi untuk
masyarakat
Tabel 4.5. Pengendalian Kegiatan 5 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan Lanjutkan ke
a. Mempersiapkan handphone/laptop. Kegiatan berikutnya
b. Menentukan topik dan menyusun skrip.
c. Menentukan narasumber (guest) sesuai
topik.
d. Menghubungi narasumber dan
menanyakan kesediaannya.
e. Memulai rekaman, mengedit, dan
mengunggah hasil Podcast.
f. Melakukan evaluasi melalui fitur Analytics
pada youtube studio.

2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan Isu


a. Tersedianya kelengkapan alat untuk
pembuatan rekaman diskusi (podcast).
b. Terpilihnya topik dan tersedianya susunan
skrip podcast
c. Terpilihnya narasumber (Guest star) untuk
pembuatan rekaman diskusi (podcast).
d. Adanya kesediaan narasumber (Guest
star) untuk proses pembuatan rekaman
diskusi (podcast)
e. Adanya konten youtube berupa rekaman
diskusi (podcast) di channel youtube
Studio Mini Promkes Baniona.
f. Hasil evaluasi dari rekaman diskusi
(podcast) puskesmas yang diperoleh
melalui Analytic pada Youtube Studio.
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
a. Berkualitas : melakukan perbaikan tiada henti
(Berorientas pelayanan).
b. Inovatif :Terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas (Adaptif)
c. Learning agility : membantu orang lain belajar
(Kompeten).
d. Kerja sama : terbuka dalam bekerja sama
untuk menghasilkan nilai tambah (Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi.
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas prima
menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau”.
.

6. Kegiatan 6 :Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya bermitra dengan


stakeholder untuk meningkatkan penyebarluas.
Tabel 4.6. Pengendalian Kegiatan 6 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan. Lanjutkan ke
a. Menemui kepala puskesmas dan PJ Kegiatan berikutnya
Promkes untuk melakukan advokasi
kesehatan, bina suasana, dan
kemitraan.
b. Menentukan metode 
c. Menetapkan perilaku yang diharapkan.
d. Menentukan isi pesan.
e. Menentukan media komunikasi
f. Menentukan pelaksana.
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan Isu
a. Tersampaikannya upaya untuk melakukan
advokasi kesehatan, bina suasana, dan
kemitraan kesehatan kepada atasan
langsung.
b. Adanya sasaran di wilayah kerja
Puskesmas Baniona.
c. Adanya perilaku yang diharapkan berupa
aturan/kebijakan pemerintah setempat
dan dukungan masyarakat..
d. Adanya isi pesan komunikasi dalam
proses pelaksanaan advokasi kesehatan,
bina suasana dan kemitraan.
e. Terpilihnya metode untuk pelaksanaan
Advokasi kesehatan, bina suasana dan
kemitraan.
f. Adanya media komunikasi berupa
peraturan yang mendukung pelaksanaan
program vaksinasi covid-19.
g. Adanya pelaksana kegiatan Advokasi
kesehatan, bina suasana dan kemitraan.
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan.

a. Integritas dan tanggung jawab : Tidak


menyalahgunakan kewenangan jabatan.
(Akuntabel)
b. Memahami dan memenuhi kebutuhan
masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
c. Bertindak Proaktif (Adaptif)
d. Menghargai perbedaan: Menghargai setiap
orang apapun latarbelakangnya. (Harmonis)
e. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan
berbagai sumberdaya untuk tujuan
(Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas prima
menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan puskesmas sebagai pusat
pembangunan kesehatan”.

7. Kegiatan 7 : Membuat Laporan Hasil Aktualisasi


Tabel 4.7. Pengendalian Kegiatan 7 Oleh Mentor
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
1. Tahapan Kegiatan ACC
a. Menyusun laporan hasil aktualisasi.
b. Membuat video untuk
mempresentasikan hasil pelaksanaan
kegiatan aktualisasi.
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan Isu
a. Laporan hasil aktualisasi penulis
sebagai peserta latsar CPNS 2022.
b. Video presentasi hasil pelaksanaan
kegiatan aktualisasi
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

a. Integritas dan tanggung jawab :


Melaksanakan tugas dengan jujur,
bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan
berintegritas tinggi; (Akuntabel)
b. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
(Kompeten)

4. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi


Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai
pusat pelayanan kesehatan yang berkualitas
prima menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menerapkan manajemen yang transparan pada
setiap pelayanan kesehatan”.

B. Pengendalian oleh Coach


1. Kegiatan 1 : Menghadap Pimpnan
Tabel 4.8. Pengendalian Kegiatan 1 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
Media Coach
1. Tahapan Kegiatan : Tidak maslah jika 01 Agustus
a. Bertemu atasan menyampaikan terjadi perubahan 20222
hasil seminar. pada formulasi (via Whats
judul. Asalakan app)
b. Meminta masukan atasan terkait
rancangan hasil seminar tidak merubah
c. Meminta persetujuan atasan substansi
untuk pelaksanaan aktualisasi rancangan
aktualisasi.
2. Output Kegiatan Terhadap
Pemecahan Isu
a. Tersampaikannya hasil
seminar rancangan
aktualisasi penulis kepada
atasan langsung penulis yang
dibuktikan dengan
dokumentasi berupa foto
ketika penulis bertemu atasan
langsung.
b. Lembar konsultasi aktualisasi
pimpinan, pengelola program
promkes, Coach dan Mentor.
c. Adanya persetujuan tertulis
dari pimpinan untuk
pelaksanaan aktualisasi.
3. Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan
a. Integritas dan tanggung jawab :
Melaksanakan tugas dengan jujur,
bertanggung jawab, cermat,
disiplin, dan berintegritas tinggi;
(Akuntabel)
b. Menghargai perbedaan:
Menghargai setiap orang apapun
latarbelakangnya. (Harmonis).
c. Kerja sama : terbuka dalam bekerja
sama untuk menghasilkan nilai
tambah (Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas
Baniona, yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai
pusat pelayanan kesehatan yang
berkualitas prima menuju Kecamatan
sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Menerapkan manajemen yang
transparan pada setiap pelayanan
kesehatan”.

2. Kegiatan 2 : Membuat Media Sosial Resmi Puskesmas


Tabel 4.9. Pengendalian Kegiatan 2 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
Media Coach
1. Tahapan Kegiatan Setiap 9 agustus 2022
a. Bertemu bagian manajemen kegiatan harus (via whats app)
puskesmas menentukan jenis terdiri dari 4
dan tujuan media sosial yang tahapan.
akan dibuat.
b. Mengenali audience untuk
menentukan target audiens.
c. Menentukan jenis konten
yang akan dibagikan.
d. Analisis dampak dari akun
mendia sosial yang telah
dibuat.
e. Mensosialisakan akun media
sosial facebook dan youtube
Puskesmas.
2. Output Kegiatan terhadap
Pemecahan Isu
a. Media sosial resmi milik
Puskesmas berupa Facebook
dengan nama akun Promkes
Baniona dan Youtube dengan
nama akun Studio Mini
Promkes Baniona.
b. Catatan personal mengenai
target audiens (5W+1H).
c. Terpilihnya jenis konten yang
akan dibagikan
d. Jumlah jangkauan dan
kunjungan halaman facebook
dan jumlah suscriber dan
viewers youtube
e. Media sosial milik puskesmas
dikenal dikhalayak dan
mendapatkan pengikut
(followers) dan orang yang
berlangganan konten youtube
(Suscriber )
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
a. Memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat
(Berorientasi Pelayanan)
b. Inovatif :Terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas
(Adaptif)
c. Sinergi : Menggerakkan
pemanfaatan berbagai sumberdaya
untuk tujuan bersama
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai
pusat pelayanan kesehatan yang
berkualitas prima menuju Kecamatan
sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata, dan terjangkau”.
.
3. Kegiatan 3 : Meningkatkan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait
program vaksinasi covid-19 melalui edia sosial
Tabel 4.10. Pengendalian Kegiatan 3 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
Media Coach
1. Tahapan Kegiatan Setiap tahapan 01 Agustus
a. Tahap persiapan yaitu kegiatan harus 2022
menentukan media sosial yang mempunyai (via Whats
akan digunakan untuk melakukan output/hasil. app)
edukasi dan sosialisai.
b. Menentukan metode yang akan
digunakan.
c. Tahap pelaksanaan yaitu
menyiapkan handphone/laptop,
serta materi yang akan di
unggah.
d. Tahap Evaluasi
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan
Isu
a. Terpilihnya media sosial yang
akan digunakan
b. Terpilihnya metode edukasi dan
sosialisasi yang akan digunakan.
c. Susunan skrip atau materi
tentang manfaat vaksin covid-19.
d. Hasil evaluasi konten media
sosial puskesmas yang diperoleh
melalui facebook Insight dan
Analytic pada Youtube Studio
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan.
a. Memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi
Pelayanan)
b. Inovatif ; terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas.
(Adaptif)
c. Learning agility : membantu orang
lain belajar (Kompeten)
d. Sinergi : Menggerakkan
pemanfaatan berbagai sumberdaya
untuk tujuan.
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas
prima menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata, dan terjangkau”.

4. Kegiatan 4 : Mempublikasikan hasil penelitian tentang Efektifitas vaksin covid-19


melalui media sosial.
Tabel 4.11. Pengendalian Kegiatan 4 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
media Coach
1. Tahapan Kegiatan Lanjutkan ke
a. Tahap persiapan yaitu Kegiatan
menentukan media sosial yang berikutnya
akan digunakan untuk melakukan
publikasi.
b. Menentukan metode yang akan
digunakan.
c. Tahap pelaksanaan yaitu
menyiapkan handphone/laptop.
d. Tahap Evaluasi
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan
Isu
a. Terpilihnya media sosial yang
akan digunakan.
b. Terpilihnya metode yang akan
digunakan untuk melakukan
publikasi.
c. Susunan skrip atau materi
tentang efektifitas vaksin covid-
19.
d. Hasil evaluasi dari konten
youtube yang diperoleh melalui
Analytic pada Youtube Studio
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

a. Memahami dan memenuhi


kebutuhan masyarakat (Berorientasi
Pelayanan)
b. Inovatif ; terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas.
(Adaptif)
c. Learning agility : membantu orang
lain belajar (Kompeten)
d. Sinergi : Menggerakkan
pemanfaatan berbagai sumberdaya
untuk tujuan.
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai
pusat pelayanan kesehatan yang
berkualitas prima menuju Kecamatan
sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata, dan terjangkau”.

5. Kegiatan 5 : Membuat channel youtube Puskesmas dengan nama channel “Studio


Mini Promkes Baniona” yang berisi podcast guna menjadi ruang edukasi untuk
masyarakat
Tabel 4.12. Pengendalian Kegiatan 5 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
Media Coach
1. Tahapan Kegiatan Lanjutkan ke
a. Mempersiapkan Kegiatan
handphone/laptop. berikutnya
b. Menentukan topik dan menyusun
skrip.
c. Menentukan narasumber (guest)
sesuai topik.
d. Menghubungi narasumber dan
menanyakan kesediaannya.
e. Memulai rekaman, mengedit, dan
mengunggah hasil Podcast.
f. Melakukan evaluasi melalui fitur
Analytics pada youtube studio.
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan
Isu
a. Tersedianya kelengkapan alat
untuk pembuatan rekaman
diskusi (podcast).
b. Terpilihnya topik dan tersedianya
susunan skrip podcast
c. Terpilihnya narasumber (Guest
star) untuk pembuatan rekaman
diskusi (podcast).
d. Adanya kesediaan narasumber
(Guest star) untuk proses
pembuatan rekaman diskusi
(podcast)
e. Adanya konten youtube berupa
rekaman diskusi (podcast) di
channel youtube Studio Mini
Promkes Baniona.
f. Hasil evaluasi dari rekaman
diskusi (podcast) puskesmas
yang diperoleh melalui Analytic
pada Youtube Studio.
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
a. Berkualitas : melakukan perbaikan
tiada henti (Berorientas pelayanan).
b. Inovatif :Terus berinovasi dan
mengembangkan kreativitas
(Adaptif)
c. Learning agility : membantu orang
lain belajar (Kompeten)
d. Kerja sama : terbuka dalam bekerja
sama untuk menghasilkan nilai
tambah (Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi.
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas
prima menuju Kecamatan sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Memberi pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata, dan terjangkau”.
6. Kegiatan 6 :Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya bermitra dengan
stakeholder untuk meningkatkan penyebarluas.
Tabel 4.13. Pengendalian Kegiatan 6 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
Media Coach
1. Tahapan Kegiatan. Lanjutkan ke
a. Menemui kepala puskesmas dan Kegiatan
PJ Promkes untuk melakukan berikutnya
advokasi kesehatan, bina
suasana, dan kemitraan.
b. Menentukan metode 
c. Menetapkan perilaku yang
diharapkan.
d. Menentukan isi pesan.
e. Menentukan media komunikasi
f. Menentukan pelaksana.
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan
Isu
a. Tersampaikannya upaya untuk
melakukan advokasi kesehatan,
bina suasana, dan kemitraan
kesehatan kepada atasan
langsung.
b. Adanya sasaran di wilayah kerja
Puskesmas Baniona.
c. Adanya perilaku yang
diharapkan berupa
aturan/kebijakan pemerintah
setempat dan dukungan
masyarakat..
d. Adanya isi pesan komunikasi
dalam proses pelaksanaan
advokasi kesehatan, bina
suasana dan kemitraan.
e. Terpilihnya metode untuk
pelaksanaan Advokasi
kesehatan, bina suasana dan
kemitraan.
f. Adanya media komunikasi
berupa peraturan yang
mendukung pelaksanaan
program vaksinasi covid-19.
g. Adanya pelaksana kegiatan
Advokasi kesehatan, bina
suasana dan kemitraan.
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan.
a. Integritas dan tanggung jawab :
Tidak menyalahgunakan
kewenangan jabatan. (Akuntabel)
b. Memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat (Berorientasi
Pelayanan)
c. Bertindak Proaktif (Adaptif)
d. Menghargai perbedaan: Menghargai
setiap orang apapun
latarbelakangnya. (Harmonis).
e. Sinergi : Menggerakkan
pemanfaatan berbagai sumberdaya
untuk tujuan (Kolaboratif)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai
pusat pelayanan kesehatan yang
berkualitas prima menuju Kecamatan
sehat”
Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :
“Menjadikan puskesmas sebagai pusat
pembangunan kesehatan”.

d. Kegiatan 7 : Membuat Laporan Hasil Aktualisasi.


Tabel 4.13. Pengendalian Kegiatan 7 Oleh Coach
Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach Waktu dan Paraf
Media Coach
1. Tahapan Kegiatan Konsistensi dalam
a. Menyusun laporan hasil penulisan hasil
aktualisasi. laporan harus
b. Membuat video untuk diperhatikan
mempresentasikan hasil
pelaksanaan kegiatan
aktualisasi.
2. Output Kegiatan terhadap Pemecahan
Isu
c. Laporan hasil aktualisasi penulis
sebagai peserta latsar CPNS
2022.
d. Video presentasi hasil
pelaksanaan kegiatan aktualisasi
3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
a. Integritas dan tanggung jawab :
Melaksanakan tugas dengan jujur,
bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan
berintegritas tinggi; (Akuntabel)
b. Melaksanakan tugas dengan kualitas
terbaik (Kompeten)
4. Kontribusi Terhadap Visi Misi
Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Baniona,
yaitu :
“Menjadikan Puskesmas Baniona sebagai pusat
pelayanan kesehatan yang berkualitas
prima menuju Kecamatan sehat”

Dan mendukung misi Puskesmas Baniona, yaitu :


“Menerapkan manajemen yang transparan
pada setiap pelayanan kesehatan”.

4.5. Hambatan dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi


A. Hambatan
1. Wilayah kerja Puskesmas Baniona sangat luas yakni terdiri dari 12 desa yang
letaknya cukup berjauhan.
2. Tidak semua masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Baniona
mengunakan media sosial karena jaringan internet di beberapa desa belum stabil.
B. Solusi
Solusi yag dilakukan oleh penulis untuk mengatasi hambatan yang dialami selama
pelaksanaan aktualisasi ini adalah :
Hambatan yang dialami penulis selama pelaksanaan aktualisasi ini adalah :
1. Penulis berkonsultasi dengan bagian manajemen puskesmas dan memilih 1 desa
sebagai desa sasaran.
2. Tidak semua masayarakat menggunakan media sosial karena jaringan internetnya
belum stabil, maka penulis mempromosikan akses informasi media sosial terkait
vaksinasi covid-19 melalui aparat desa, kader posyandu dan rekan kerja di
puskesmas yang mempunyai daerah binaan agar mereka meneruskan ke
masyarakat yang tidak bisa mengaksesnya.
4.6. Analisis Dampak Jika Nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan.
Kegiatan 1 : Menghadap Pimpinan
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Integritas dan tanggung jawab : Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin, dan berintegritas tinggi; (Akuntabel)
2. Menghargai perbedaan: Menghargai setiap orang apapun latarbelakangnya. (Harmonis)
3. Kerja sama : terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah (Kolaboratif)
Output : Tersampaikannya hasil seminar rancangan aktualisasi penulis kepada atasan langsung
yang dibuktikan dengan dokumentasi berupa foto ketika bertemu atasan langsung, Lembar konsultasi
aktualisasi pimpinan, pengelola program promkes, Coach dan Mentor serta Adanya persetujuan
tertulis dari pimpinan untuk pelaksanaan aktualisas
Manfaat : kegiatan ini bermanfaat untuk melaporkan rencana pelaksanaan aktualsasi sekaligus untuk
mendapat persetujuan dan dukungan dari pimpinan terkait peaksanaan kegiatan aktualisasi yang
akan dilakukan.
Analisis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini,
maka tidak adanya sikap hormat, sopan maupun ikhlas dalam melakukan pelayanan
sehingga lingkungan kerja menjadi tidak harmonis dan tidak adanya kerja sama antar
sesama ASN.
Kegiatan 2 : Membuat Media Sosial Resmi Puskesmas
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
2. Inovatif :Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas (Adaptif)
3. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan
Output : Media sosial resmi milik Puskesmas berupa Facebook dengan nama akun Promkes
Baniona dan Youtube dengan nama akun Studio Mini Promkes Baniona, Catatan personal mengenai
target audiens (5W+1H), Terpilihnya jenis konten yang akan dibagikan, Jumlah jangkauan dan
kunjungan halaman facebook serta jumlah suscriber dan viewers youtube dan Media sosial milik
puskesmas dikenal dikhalayak dan mendapatkan pengikut (followers) dan orang yang berlangganan
konten youtube (Suscriber ).
Manfaat : Kegiatan ini bermanfaat untuk membentuk wadah baru yang dapat digunakan untuk proses
edukasi dan diseminasi informasi kesehatan yang dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, dan
kapan saja.
Analsis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini, maka
penulis tidak bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat karena tidak
mampu memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sealain itu penulis juga dianggap
tidak mampu mengembangkan kreativitas dan tidak kolaboratif dalam melaksanakan kegiatan ini.
Kegiatan : Meningkatkan Edukasi dan Sosialisasi terhadap Masyarakat terkait Manfaat Vaksin
Covid-19 melalui Media Sosial
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
2. Inovatif ; terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. (Adaptif)
3. Learning agility : membantu orang lain belajar (Kompeten)
4. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan
Output : Terpilihnya media sosial yang akan digunakan, Terpilihnya metode edukasi dan sosialisasi
yang akan digunakan, Susunan skrip, atau materi tentang manfaat vaksin covid-19, dan Hasil
evaluasi konten media sosial puskesmas yang diperoleh melalui facebook Insight dan Analytic pada
Youtube Studio.
Manfaat : kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan persepsi masyarakat terhadap
program vaksinasi covid-19 melalui postingan facebook dan konten youtube terkait manfaat
vaksin covid-19.
Analisis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini,
maka penulis tidak bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat karena tidak
mampu memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sealain itu penulis juga dianggap
tidak mampu mengembangkan kreativitas, tidak suka membagi ilmu pengetahuan dan tidak
kolaboratif.
Kegiatan 4 : Mempublikasikan hasil penelitian tentang Efektifitas vaksin covid-19 melalui media
sosial.
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
2. Inovatif ; terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. (Adaptif)
3. Learning agility : membantu orang lain belajar (Kompeten)
4. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan (Kolaboratif)
Output : Terpilihnya media sosial yang akan digunakan, Terpilihnya metode yang akan digunakan
untuk melakukan publikasi, Susunan skrip atau materi tentang efektifitas vaksin covid-19 serta Hasil
evaluasi dari konten youtube yang diperoleh melalui Analytic pada Youtube Studio.
Manfaat : kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan persepsi masyarakat terhadap
program vaksinasi covid-19 melalui postingan facebook dan konten youtube terkait hasil
penelitian atau artikel tentang efektifitas vaksin covid-19 agar masyarakat terhindar dari
hoaks yang beredar melalui media sosial.
Analisis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini,
maka penulis tidak bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat karena tidak
mampu memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sealain itu penulis juga dianggap
tidak mampu mengembangkan kreativitas, tidak suka membagi ilmu pengetahuan dan tidak
kolaboratif.
Kegiatan 5 : Membuat channel youtube Puskesmas dengan nama channel “Studio Mini Promkes
Baniona” yang berisi podcast guna menjadi ruang edukasi untuk masyarakat.
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Berkualitas : melakukan perbaikan tiada henti (Berorientas pelayanan).
2. Inovatif :Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas (Adaptif)
3. Learning agility : membantu orang lain belajar (Kompeten)
4. Kerja sama : terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah (Kolaboratif).
Output : Tersedianya kelengkapan alat untuk pembuatan rekaman diskusi (podcast), Terpilihnya
topik dan tersedianya susunan skrip podcast, Terpilihnya narasumber (Guest star) untuk pembuatan
rekaman diskusi (podcast), Adanya kesediaan narasumber (Guest star) untuk proses pembuatan
rekaman diskusi (podcast), dan Adanya konten youtube berupa rekaman diskusi (podcast) di channel
youtube Studio Mini Promkes Baniona.
Hasil evaluasi dari rekaman diskusi (podcast) puskesmas yang diperoleh melalui Analytic pada
Youtube Studio.
Mafaat : Pembutan rekaman diskusi (podcast) pada channel youtube ini bermanfaat untuk
memeberikan ruang edukasi kepada masyarakat informasi kesehatan terkini.
Analisis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini,
maka penulis dianggap tidak mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat
karena dianggap tidak memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. selain itu penulis
juga dianggap tidak inovatif, tidak kompeten ,dan tidak kolaboratif karena menutup diri
terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan 6 : Melakukan Advokasi, Bina Suasana serta upaya bermitra dengan stakeholder untuk
meningkatkan penyebarlua.
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Integritas dan tanggung jawab : Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. (Akuntabel)
2. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (Berorientasi Pelayanan)
3. Bertindak Proaktif (Adaptif)
4. Menghargai perbedaan: Menghargai setiap orang apapun latarbelakangnya. (Harmonis)
5. Sinergi : Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan (Kolaboratif).
Output : Tersampaikannya upaya untuk melakukan advokasi kesehatan, bina suasana, dan
kemitraan kesehatan kepada atasan langsung, Adanya sasaran, Adanya perilaku yang diharapkan
berupa aturan/kebijakan pemerintah setempat dan dukungan masyarakat, Adanya isi pesan
komunikasi dalam proses pelaksanaan, Adanya media komunikasi berupa peraturan yang
mendukung, dan Adanya pelaksana kegiatan Advokasi kesehatan, bina suasana dan kemitraan.
Manfaat : Kegiatan ini bermanfaat untuk mensosialisasikan hasil aktualisasi agar semua masyarakat
mengetahui hasl aktualisasi.
Analisis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini,
maka penulis danggap tidak berintegritas dan tidak bertanggung jawab karena dianggap
menyalah gunakan jabatan untuk penyebaran informasi. Selain itu penulis juga diangggap
tidak memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak proaktif, tidak menghargai
keputusan orang lain dan tidak kolaboratif.
Kegiatan 7 : Membuat Laporan Hasil Aktualisasi
Pada kegiatan ini penulis mengaktualisasikan beberpa nilai nilai dasar BerAKHLAK, yaitu :
1. Integritas dan tanggung jawab : Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin, dan berintegritas tinggi; (Akuntabel)
2. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik (Kompeten)
Output : Laporan hasil aktualisasi penulis sebagai peserta latsar CPNS 2022 dan Video presentasi
hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
Manfaat : kegiatan ini bermanfaat untuk penulis bisa melaporkan pelaksanaan kegiatan aktualisasi
selama masa habituasi.
Analisis Dampak : Dampak jika nilai BerAKHLAK tidak diaktualisasikan pada kegiatan ini,
maka penulis dianggap tidak akuntabel dan tidak kompeten dalam melaksanakan tugas.
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan realisasi kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan selama kurang lebih
30 (tiga puluh) hari di Puskesmas Baniona Kecamatan Wotan Ulumando Kabupaten
Flores Timur, maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Kegiatan aktualisasi dilaksanakan melalui 7 (tujuh) kegiatan dengan tahapan-
tahapannya yang menghasilkan output sesuai dengan yang telah direncanakan,
sehingga dapat mengurangi permasalahan ( core issue) yang ada pada Wilayah Kerja
puskesmas Baniona, yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat terkait program
vaksinasi covid-19.
b. Hasil kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar BerAKHLAK memberi pengaruh yang baik
kepada diri penulis untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab,
bekerja keras, disiplin, menghormati atasan, mampu bekerja sama dengan tim,
mengetahui pentingnya berkoordinasi dan menjadi lebih termotivasi untuk
memberikan inovasi-inovasi dalam penyelesaian masalah-masalah yang ada di
Puskesmas Baniona Kecamatan Wotab Ulumando Kabupaten Flores Timur.
c. Nilai-nilai dasar BerAKHLAK selama melaksanakan kegiatan ini menjadi habituasi,
sehingga penulis bisa menerapkannya bukan saja di lingkungan kerja tetapi juga di
lingkungan masyarakat.

5.2. Saran
Adapun saran dari hasil kegiatan Aktualisasi yang telah dilaksanakan, adalah sebagai
berikut:
a. Dengan adanya media sosial puskesmas berupa facebook dan youtube ini diharapkan
agar bisa menjadi wadah untuk edukasi dan diseminasi informasi kesehatan agar
mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
b. Dengan adanya kegiatan aktualisasi ini diharapkan Staf Puskesmas Baniona dapat
menjalankan tugas sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai dasar BerAKHLAK.
DAFTAR PUSTAKA

Amarato, Daud. 2022. Materi Pelatihan Dasar CPNS Tentang Kolaborasi Dalam Pelayanan Publik.
Kupang: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTT.
Anindita, Baswara. 2022. Penjelasan Habituasi. Kupang: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi NTT.
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. 2021. Surat Edaran
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 tentang
Implementasi Core Value dan Employer Branding Aparatur Sipil Negara . Jakarta.
Keron, A. P dan Wilhelminus D. S. 2021. Pedoman Teknis Penulisan Rancangan Aktualisasi Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil . Kupang: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi NTT.
Pemerintah Indonesia. 2014. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Aparatur Sipil Negara. Jakarta.
Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika. 2018.
Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintah . Kementrian
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Mekaria, R.V. 2021. Pemetaan Jaringan Jalan Untuk Kepentingan Survey Dan Pengolahan Data Hasil
Survey Surat Keterangan Rencana Kabupaten (Skrk) Di Perkotaan Betun. Laporan Aktualisasi.
Kupang
Argista, L.Z. 2021. Persepsi Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 di Sumatra Selatan . Skripsi. Universitas
Sriwijaya.
LAMPIRAn

Lembar Konsultasi Pimpinan/Kepala Puskesmas Banioa


Pelatihan Dasar CPNS Angkatan 183
Nama : Dian Samsara BM
NIP : 19950917 202203 2 015
Profesi : Ahli Pertamma-Penyuluh Kesehatan Masyarakat
Instansi : UPTD Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur

Hari/ Tanda
Uraian Konsultasi Media
Tanggal Tangan
Lembar Konsultasi Penanggung Jawab Program Promosi Kesehatan Puskesmas Baniona
Pelatihan Dasar CPNS Angkatan 183

Nama : Dian Samsara BM


NIP : 19950917 202203 2 015
Profesi : Ahli Pertamma-Penyuluh Kesehatan Masyarakat
Instansi : UPTD Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur

Hari/ Tanda
Uraian Konsultasi Media
Tanggal Tangan
Lembar Konsultasi Mentor
Pelatihan Dasar CPNS Angkatan 183

Nama : Dian Samsara BM


NIP : 19950917 202203 2 015
Profesi : Ahli Pertamma-Penyuluh Kesehatan Masyarakat
Instansi : UPTD Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur

Hari/ Tanda
Uraian Konsultasi Media
Tanggal Tangan
Lembar Konsultasi Coach
Pelatihan Dasar CPNS Angkatan 183

Nama : Dian Samsara BM


NIP : 19950917 202203 2 015
Profesi : Ahli Pertamma-Penyuluh Kesehatan Masyarakat
Instansi : UPTD Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur

Hari/ Tanda
Uraian Konsultasi Media
Tanggal Tangan
PEMERINTAH KABUPATEN FLORES TIMUR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BANIONA
Jl.Trans Adonara Desa Klukeng Nuking Kecamatan Wotan Ulumado
Kabupaten Flores Timur Tlp. 081239143786

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN


Nomor : 160/SPPA/PKM.BO/VII/2022

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan habituasi dan aktualisasi yang akan dilaksanakan
oleh salah satu staf Puskesmas Baniona Kecamatan Wotan Ulumando maka saya yang bertanda
tangan dibawah ini :
Nama : Thomas Tupen Beda, A.Md. Kep
NIP : 19701215 199501 1 001
Pangkat/Golongan : Pranata Tk 1/ IIId
Jabatan : Kepala Puskesmas UPTD Puskesmas Baniona
Memeberikan persetujuan secara penuh kepada :
dibawah ini :
Nama : Dian Samsara BM
NIP : 19950917 202203 2 015
Pangkat/Golongan : Penata Muda/III a
Untuk melaksanan kegiatan aktualisasi dengan judul “Upaya meningkatkan Persepsi
Masyarakat terkait Program Vaksinasi Covid-19 melalui Akses Informasi Media Sosial di Wilayah Kerja
Puskesmas Baniona Kabupaten Flores Timur “.
Demikian surat persetujuan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Baniona, 19 Juli 2022


Kepala Puskesmas Baniona

Thomas Tupen Beda, A.Md.


Kep
NIP. 19701215 199501 1 001
Catatan Persnal Mengenai Target Audiens

Waktu terbaik untuk membuat postingan di


facebook adalah pukul 13.00- 16.30. Banyak
orang menggunakan handphone atau kompuer Berdasarkan hasil survei terbaru APJII
kerja mereka utuk mengecek facebook di jam (Asosiasi Pengguna Jasa Internet
istirahat. Sedangkan pada youtube waktu terbaik Indonesia) tahun 2022 , media sosial yang
untuk menguggah video di youtube adalah pukul paling banyak diakses adalah Facebook
12.00-16.00. (63, 36 %) dan Youtube (63,02%)
WHEN
WHERE

Pada facebook orang lebih menyukai Semua Masyarakat Kecamatan


membaca peristiwa terkini,dibalik layar, foto HOW WHO Wotan Ulumando dengan
dengan cerita. Sedangkan pada youtube kelompok umur 13 -55 tahun
orang menyukai video ulasan (review), cara
mengerjakan sesuatu,kompilasi dan daftar
peringkat
5 W+ 1 H

WHY ?

WHAT
Biasanya orang-orang mengkonsumsi
konten facebook dengan berbagai tujuan
diantaranya untuk menjadi lebih baik Konten pendidikan, studi kasus, hiburan,
dalam pekerjaan mereka, menjadi dsb
sehata, tetap up to date terhadap suatu
isu, dsb
Jumlah Jangkauan Dan Kunjungan Halaman Facebook
Jumlah Suscriber Dan Viewers Youtube
Susunan Skrip Atau Materi Tentang Manfaat Vaksin Covid-19

APA ITU VAKSIN?


Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang
dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada
seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu

APAKAH VAKSIN ITU OBAT?


Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari
tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Selama belum ada obat yang defenitif untuk COVID-19,
maka vaksin COVID-19 yang aman dan efektif serta perilaku 3M (memakasi masker, mencuci tangan
dengan sabun dan menjaga jarak) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar
dari penyakit COVID-19.

SIAPA SASARAN PENERIMA VAKSIN COVID-19?


Awalnya kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang
berusia ≥ 18 tahun. Namun, setelah dikeluarkan keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Anak Usia 6 Sampai 11
Tahun dan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan
Penyesuaian Skrinning dalam Pelaksnaan Vaksin Vaksinasi Covid-19. Maka pemberian vaksin covid-
19 pada ibu hamil dan anak usia 6-11 tahun dinyatakan aman dan harus dilaksanakan sesuai prosedur
yang ditetapkan.

APAKAH MANFAAT DARI VAKSIN COVID-19?


Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan
tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan
spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

APAKAH VAKSIN COVID-19 ITU DIPASTIKAN AMAN?


Vaksin yang diproduksi massal sudah melewati proses yang panjang dan harus memenuhi syarat
utama yakni:
 Aman, Ampuh, Stabil dan Efisien dari segi biaya.
 Aspek keamanan vaksin dipastikan melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan
menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains dan standar-standar kesehatan.
 Intinya, pemerintah tidak tergesa-gesa dalam pelaksanaan vaksinasi, dan tetap
mengedepankan aspek keamanan dan manfaat atau keampuhan vaksin.
 Pemerintah hanya menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti aman dan lolos uji klinis, serta
sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari BPOM.
APAKAH ADA EFEK SAMPING DARI VAKSINASI?
Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat
sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek simpang ringan seperti
demam dan nyeri otot atau ruamruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu
dimonitor.
APAKAH SETELAH DIVAKSIN KITA PASTI KEBAL TERHADAP COVID-19?
vaksin tidak 100% membuat kita kebal dari COVID-19. Namun, akan mengurangi dampak yang
ditimbulkan jika kita tertular COVID-19. Untuk itu, meskipun sudah divaksin, Kita wajib untuk tetap
melakukan 3M.

JENIS VAKSIN COVID-19 APA SAJA YANG AKAN DIGUNAKAN DI INDONESIA?


Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang
Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, jenis vaksin COVID-19 yang dapat
digunakan di Indonesia adalah:
 Vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero)
 AstraZeneca
 China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)
 Moderna
 Novavax Inc
 Pfizer Inc. and BioNTech
 Sinovac Life Sciences Co., Ltd.

APAKAH VAKSIN YANG HADIR SUDAH DIPASTIKAN KEHALALANNYA?


Komisi Fatwa MUI Pusat sudah menetapkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac Lifescience Co yang
sertifikasinya diajukan oleh PT Biofarma sebagai produsen vaksin yang akan memproduksi vaksin
COVID-19, konsorsium dengan Sinovac, suci dan halal.
Untuk vaksin COVID-19 lainnya, Pemerintah dan produsen farmasi di Indonesia terus melibatkan
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan
dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOMUI) dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam
proses pengujian aspek kehalalan vaksin COVID-19 yang akan dikembangkan dan dihadirkan. Para
produsen vaksin COVID-19 berkomitmen untuk memenuhi standar halal dan mengikuti mekanisme
sertifikasi halal yang berlaku.

Konten facebook yang telah dibuat dapat dilihat pada link berikut :

https://web.facebook.com/Promkesbaniona

konten youtube yang telah dibuat penulis dapat dilihat pada link berikut :

https://web.facebook.com/Promkesbaniona
Hasil Evaluasi Konten Media Sosial Puskesmas Yang Diperoleh Melalui Facebook Insight

Hasil Evaluasi Konten Media Sosial Puskesmas Yang Diperoleh Melalui Facebook Insight
Susunan Skrip Rekaman Diskusi ( Podcast) Pada Studio Mini Promkes Baniona

Skrip Video 1 Pertama (Solo Podcast) :


Opening : Salam Sehat, sehat selalu !

Guest : Dian Ada gak sih dari teman-teman yang sampai saat
Judul : Kenali Vaksinasi Covid-19. ini belum melakukan vaksinasi covid-19?
Apa karena takut? Khawatir tentang keamanan
dan kehalalannya? Atau mungkin teman-teman
belum mengetahui apa sih vaksinasi covid-19
itu?

Sama seperti vaksin lainnya. Vaksin covid-19


juga dapat membentuk sistem kekebalan tubuh
terhadap virus. Antibodi baru terbentuk setelah
hari ke 28 atau bahkan 2 bulan setelah divaksin.
Vaksin tidak membuat kita 100% kebal terhadap
covid-19. Dan vaksin juga bukan obat yaaa.
Namun dapat mengurangi risiko tertular dan
gejala yang didpatkan bisa lebih ringan.

Karena masih bisa tertular setelah divaksin.


Jangan lupa untuk selalu menjaga prokes yang
berlaku, hindari bepergian jauh kalau bukan
untuk keadaaan darurat. Dan segera lengkapi
vaksin covid-19 mu..

Ayoo bersama kita lawan covid-19 !!


Skrip Video Kedua (Interview Podcast)
Podcast Studio Mini Promkes Baniona
Episode 2
Title Hindari Hoaks! Kenali Vaksinasi Covid-19!
Date 03-Agustus-2022
Music Bumper Music
Duration 30 Minutes

Rundown Duration Conten


Bumper 10 Second Music Bumper
Opening 3 Minutes Episode Introduction
Guest Star Profile
Ns. Nuraida Patiraja, S.Kep- Pengelola Program
Promkes Puskesmas Baniona
Interview 10 Minutes - Apakah Vaksinasi Covid-19 Itu aman dan
Part 1 halal?
- Kenapa Vaksinasi covid-19 itu Penting?
- Bagaimana Cara Kerja Vaksin covid-19
dalam melindungi tubuh dari Virus?
Smash Music 5 seconds Music Bumper
Interview Part 2 10 Minutes - Ada banyak informasi keliru yang banyak
beredar di masyarakat terkait vaksinasi
covid-19. kira-kira yang harus diluruskan
ke masyarakat?
- Apakah setelah divaksin kita kebal
terhadap covid-19?
- Adakah upaya untuk masyarakat yang
sampai saat ini belum mau melakukan
vaksinasi covid-19?

QnA 5 minutes Apa tujuan utama dari vaksinasi covid itu?


Apa itu Herd Imunity?
Conclusion 3 minutes Kesimpulan dari guest star
Closing 2 minutes Thanks to guest star
#Bersama kita lawan covid-19
Bumper 10 seconds Music Bumper
Skrip Video Ketiga (Interview Podcast)
Podcast Studio Mini Promkes Baniona
Episode 03
Title Cerita vaksin di Desa
Date 03-Agustus-2022
Music Bumper Music
Duration 30 Minutes

Rundown Duration Conten


Bumper 10 Second Music Bumper
Opening 3 Minutes Episode Introduction
Guest Star Profile
Yohanes Lamen-Kepala Desa Nayubaya
Interview 10 Minutes - Berapa persen cakupan pemberian
Part 1 vaksinasi covid-19 di Desa Nayubaya
pak?
- Apakah ada masyarakat yang sampai saat
ini menolak vaksin covid-19?
- Apa saja penyebab masyarakat menolak
vaksin covid-19?
Smash Music 5 seconds Music Bumper
Interview Part 2 10 Minutes - Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak awal
kehadirannya, vaksin covid-19 sudah
menjadi pro dan kontra bahkan sampai
saat ini. Bagaimana reaksi masyarakat
Desa Nayubaya saat pertama kali
diberlakukannya vaksinasi covid-19?
- Apa saja upaya yang dilakukan
pemerintah desa dalam mendukung
program vaksinasi covid-19?
QnA 5 minutes Apakah ada aturan/kebijakan yang dikelaurkan
oleh pemerintah desa dalam mendukung program
vaksinasi covid-19?
Conclusion 3 minutes Pesan dari narasumber (Guest star)/ Bapak
Yhanes Lamen.
Closing 2 minutes Thanks to guest star
#Bersama kita lawan covid-19
Bumper 10 seconds Music Bumper

Konten youtube pada studio mini promkes dapat dilhat pada link berikut :

https://web.facebook.com/Promkesbaniona
Hasil Evaluasi Dari Rekaman Diskusi (Podcast) Puskesmas Yang Diperoleh Melalui Analytic Pada
Youtube Studio

Video 1

Video 2
Kegiatan Advokasi Kesehatan, Bina Suasana, dan Kemitraan

Perilaku yang Isi Pesan Media


No Kegiatan Sasaran Metode Pelaksana
diharapkani Komunikasi Komunikasi
1. Advokasi  Kepala  Kebijakan/ Perpres Negosiasi Rancangan Penanggung
Program Desa. Perdes yang No.14 tahun tatap aktualisasi Jawab
Vaksnasi  Tokoh mendukung 2021 muka Program
Covid-19 Masyarakat program Promosi
 Ketua OMK vaksinasi covid- Kesehatan.
 Ketua 19.
Remas..  Adanya
komitmen
bersama
masyarakat
untuk
mendukung
program
vaksinasi covid-
19.

Anda mungkin juga menyukai