Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MODEL PENGELOLAAN

PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP DI SD

Disusun Oleh:

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI
KOTA LUBUKLINGGAU
TAHUN 2022
KATA PENGANTAR

      Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ilmiah ini.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
turut memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya makalah ini tidak
akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan baik dari
penyusunan hingga tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami
dengan rendah hati menerika saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini.

Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga
inspirasi untuk pembaca.

Lubuklinggau,September 2022

Kelompok 2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Prinsip dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) adalah ketentuan umum
dan khusus yang bersifat memandu dan mengarahkan pikiran dan perilaku guru
dalam mengelola pembelajaran. Menguasai kemampuan pembelajaran dalam PKR
penting bagi setiap guru kelas, baik yang selalu mengajar kelas rangkap di SD kecil
maupun bila sewaktu-waktu harus mengajar kelas rangkap karena ada guru lain yang
terpaksa tidak hadir mengajar. Apabila seorang guru tampil dengan siap, maka semua
murid akan merasa senang dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran di kelas.
Agar kita dapat tampil sebagai guru PKR yang mantap, siap, dan
berkompetensi, maka dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan
dengan model pengelolaan dan pembelajaran kelas rangkap terutama prinsip dan
model pengelolaan PKR dengan fokus model PKR 221, model PKR 222, dan model
333.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja prinsip dalam Pembelajaran Kelas Rangkap ?
2. Bagaimana model PKR 221 ?
3. Bagaimana model PKR 222 ?
4. Bagaimana model PKR 333 ?

1.3 Tujuan
1. Menyebutkan prinsip Pembelajaran Kelas Rangkap.
2. Menjelaskan model PKR 221.
3. Menjelaskan model PKR 222.
4. Menjelaskan model PKR 333.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Prinsip Pengelolaan Pembelajaran Kelas Rangkap

Berikut ini ciri-ciri utama PKR sebagai berikut.

1. Seorang guru
2. Menghadapi dua kelas atau lebih
3. Satu kelas dengan dua atau beberapa kelompok siswa yang berbeda
kemampuan.
4. Untuk membimbing belajar dalam satu mata pelajaran atau lebih
5. Beberapa topik yang berbeda dalam satu mata pelajaran.
6. Dalam satu atau lebih dari satu ruangan
7. Pada jam pelajaran yang bersamaan

Secara umum inti dari pengelolaan ialah mencapai tujuan yang setinggi-tingginya
dengan memanfaatkan segala sumber daya manusia, alam, sosial, budaya yang
tersedia. Proses pembelajaran yang baik ialah proses pembelajaran yang
efektif menurut Karweit (1987) ditandai oleh 3 hal sebagai berikut.

1. Sebagian besar dari waktu yang tersedia benar-benar digunakan untuk


belajar siswa.
2. Kualitas pembelajaran guru sangat memadai
3. Sebagian terbesar atau seluruh siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan
belajar

Berpijak pada 3 prinsip tersebut dapat dirumuskan tiga pertanyaan mengenai


pengelolaan PKR:

1. Bagaimana mengisi waktu pelajaran yang tersedia dengan aneka kegiatan


belajar sehingga siswa selalu dalam tugas belajarnya (on task) ?
2. Bagaimana cara guru agar selalu dapat meningkatkan kualitas
pembelajarannya?
3. Bagaimana cara guru mendorong dan meningkatkan keikutsertaan seluruh
siswa dalam belajar ?

Adapun jawabannya:

1. a. Berikan tugas untuk setiap kelas atau kelompok secara terencana

b. Atur penugasan sesuai dengan waktu, tempat, alat, dan sumber yang tersedia

c. Perkecil waktu tunggu/kosong bagi siswa

d. Terapkan prinsip guru selalu di hati dan pikiran siswanya

2. a. Kuasai materi yang akan diajarkan.

b. Pahami dengan baik ciri-ciri (karakteristik) siswa dan kelas yangdihadapi,


misalnya pengalamannya, gaya belajarnya, dan lingkungannya.

c. Kuasai dengan terampil aneka model, metode, dan teknik pembelajaran


yang sesuai.

d. Tampillah sebagai guru yang penuh percaya diri, terpercaya, menarik, dan
penuh keteladanan.

3. a. Gunakan dengan baik keterampilan bertanya, memberi penguatan,


mengadakan variasi, menjelaskan,, dan mengajar kelompok kecil dan
perorangan.

b. Terapkan prinsip guru selalu siaga memperhatikansiswa (alertness) dan


prinsip pada waktu yang sama dapat menangani beberapa kegiatan
(overlappingness)

c. Ciptakan suasana kelas yang demokratis, penuh rasa aman, dan


menyenangkan.
2.2 Model-Model Pengelolaan PKR

2.2.1 Model PKR 221

Model utama: PKR Murni

1. PKR 221: Dua Kelas, Dua Mata Pelajaran, Satu Ruangan

Dalam model PKR 221, guru menghadapi dua kelas, dalam hal ini kelas 5 dan kelas
6, untuk mengajar mata pelajaran IPA dengan topik Sumber Daya Alam di kelas 5,
dan mata pelajaran IPS dengan topik Sumber Kekayaan Alam di kelas 6, kedua topik
saling memiliki keterkaitan, proses pembelajaran berlangsung dalam satu ruangan.
Model PKR 221 merupakan Model PKR Murni karena proses keserempakan
terpenuhi tanpa batasan fisik. Perhatian tatap muka sebagai wahana pedagogis kontrol
guru terhadap kelas dapat berlangsung terus menerus. Model ini sangat dianjurkan
untuk digunakan karena paling efektif diantara model PKR lainnya. Namun, model
ini hanya mungkin diterapkan jika jumlah siswa tidak terlampau banyak (15-20
orang).

Petunjuk dalam menerapkan model PKR 221 yaitu:

1. Pada kegiatan pendahuluan ± 10 menit pertama berikan pengantar dan


pengarahan dalam satu ruangan. Gunakan dua papan tulis atau satu papan tulis dibagi
2. Tuliskan topik dan hasil belajar yang diharapkan dari kelas 5 dan 6. Ikuti dengan
langkah-langkah untuk masing-masing kelas yang akan yang akan ditenpuh selama
pertemuan itu ± 30 menit.

2. Pada kegiatan inti ± 60 menit berikutnya terapkan aneka metode yang sesuai
untuk masing-masing kelas. Selama kegiatan berlangsung adakan pemantapan,
bimbingan, balikan sesuai keperluan. Terapkan prinsip wittiness,
alertness, dan overlappingness. Gunakan keterampilan mengajar yang sesuai.

3. Pada kegiatan penutup ± 10 menit terakhir, berdirilah di depan kelas


menghadapi dua kelas untuk mengadakan review atas materi dan kegiatan yang baru
berlaku. Berikan komentar dan penguatan sesuai keperluan. Setelah itu berikan tindak
lanjut berupa tugas atau apa saja sebagai bahan untuk pertemuan selanjutnya atau
mungkin juga untuk hari berikutnya.

2.2.2 Model PKR 222

Model PKR 222: PKR Modifikasi

Dalam model PKR 222, guru menghadapi dua kelas,dalam hal ini kelas 5 dan 6,
untuk mengajar mata pelajaran Matematika topik Bangun Ruang di kelas 5, dan mata
pelajaran IPA topik Tumbuhan Hijau di kelas 6. Kedua topik tidak memiliki saling
keterkaitan. Proses pembelajaran berlangsung dalam 2 ruangan berdekatan yang
terhubungkan dengan pintu. Model PKR 222 merupakan model PKR Modifikasi,
untuk kondisi jumlah siswa lebih dari 20 orang, yang tidak mungkin ditampung
dalam satu ruangan.

Penerapan model ini mempunyai dampak, antara lain perhatian tatap muka sebagai
wahana pedagogis kontrol guru terhadap kelas tidak dapat berlangsung terus menerus
karena masing-masing kelas harus menunggu hadirnya guru secara fisik secara
bergiliran. Waktu tunggu tentunya lebih lama karena guru harus berpindah-pindah di
antara 2 ruangan.Oleh karena itu, harus dirancang dengan cermat agar tanpa
kehadiran guru untuk sementara, siswa tetap dapat belajar dengan penuih perhatian.
Dalam praktik model ini tidak seefektif model PKR 221.

Petunjuk dalam melakukan model ini sebagai berikut:

1. Pada kegiatan pendahuluan ± 10 menit pertama satukan siswa kelas 5 dan kelas
6 dalam satu ruangan yang tempat duduknya mencukupi. Berikan pengantar dan
pengarahan umum, seperti yang dilakukan dalam Model PKR 221.Bila ternyata tidak
mungkin menyatukan siswa kelas 5 dan kelas 6 dalam ruangan, gunakan halaman
atau emperan sekolah sambil berdiri/berbaris . apabila cara kedua masih tidak
mungkin biarkan siswa kelas 5 dan 6 duduk dalam ruangan masing-masing. Guru
berdiri di pintu penghubung ruang kelas 5 dan 6. Berikan pengantar dan pengarahan
umum secara berselang-selang untuk kelas 5, kemudian kelas 6, atau sebaliknya.
2. Pada kegiatan inti ± 60 menit berikutnya terapkan aneka metode yang sesuai
dengan masing-masing kelas. Yang perlu diperhatikan jangan sampai pada saat guru
sedang menghadapi kelas yang satu, kelas yang satunya lagi tidak ada kegiatan
sehingga ribut. Agar kepindahan guru dari ruang ke ruang seimbang, artinya jangan
banyak menggunakan waktu di satu ruang. Ada saat dimana guru berdiri di pintu
penghubung. Selama berlangsungnya pembelajaran jangan lupa menerapkan
prinsip wittiness, alertness, danoverlappingness.

3. Pada kegiatan penutup ± 10 menit terakhir guru berdiri di pintu penghubung


menghadapi kedua kelas untuk mengadakan review umum mengenai materi dan
kegiatan yang baru berlaku. Berikan komentar dan penguatan sesuai keperluan.
Setelah itu berikan tindak lanjut berupa tugas untuk masing-maasing kelas.
Kemukakan hal- hal yang paling perlu dipersiapkan untuk jam pelajaran berikutnya.

4. Sebagai catatan, untuk model PKR 222 ini, sedapat mungkin denah ruangan
diatur agar pandangan siswa mengarah ke depan dan ke arah pintu penghubung.
Sebagai contoh dapat menggunakan denah berikut

Pengelolaan PKR 222 memang sedikit lebih rumit daripada PKR 221. Dapat
dipahami dengan berkumpul padasatu ruangan, seperti dalam PKR 221 perhatian
guru tanpa penghalang.Model PKR 221 sangat cocok untuk dua materi yang saling
berkaitan, sedangkan model PKR 222 sangat cocok untuk materi yang tidak saling
berkaitan dan memerlukan perhatian khusus dari masing-masing kelas.

2.2.3 Model PKR 333

Model PKR 333: PKR Modifikasi


Dalam PKR 333, guru menghadapi 3 kelas, dalam hal in kelas 4, 5, dan 6, untuk
mengajar 3 mata pelajaran yang berbeda. Di kelas 4 mata pelajaran IPS dengan topik
Penduduk, di kelas 5 IPA dengan topik Makhluk Hidup dan Lingkungan, dan di kelas
6 Matematika dengan topik Pecahan. Ketiga topik satu sama lain tidak ada kaitannya
secara langsung. Proses pembelajaran berlangsung dalam tiga ruangan berjejer yang
satu sama lain terhubungkan dengan pintu penghubung. Model PKR 333 sama
dengan model PKR 222, merupakan model PKR modifikasi karena prinsip
keserempakan tidak terkendalikan dengann utuh secara tatap muka sebagai wahana
pedagogis kontrol guru terhadap kelas tidak dapat berlangsung secara terus menerus,
karena masing-masing kelas harus menunggu hadirnya guru secara fisik. Waktu
tunggu tentunya lebih lama lagi karena guru harus berpindah-pindah di antara 3
ruangan.Model ini tidak dianjurkan untuk sering digunakan karena kurang efektif.
Model ini hanya digunakan apabila memang secara fisik tidak dimungkinkan
penerapan model PKR 222.

Petunjuk dalam melaksanakan model PKR 333, sebagai berikut:

1. Pada kegiatan pendahuluan ± 10 menit pertama kumpulkan siswa kelas 4, 5, dan


6 di salah satu ruangan yang tempat duduknya mencukupi. Berikan pengantar da
pengarahan seperti dalam model model PKR 222. Apabila tidak mungkin
menyatukan siswa dalam satu ruangan kumpulkan siswa kelas 4, 5, dan 6 di halaman
berbaris per kelas, seperti dalam upacara bendera. Berikan pengantar dan pengarahan
serta prosedur kegiatan pembelajaran yang akan dijalani pada pertemuan itu.

2. Pada kegiatan inti ± 60 menit terapkan aneka model belajar dengan


memanfaatkan aneka sumber belajar yang tersedia. Penggunaan Lembar Kerja Siswa
(LKS) dan atau Lembar Tugas Siswa (LTS) sangat dianjurkan agar kegiatan belajar
siswa lebih bersifat mandiri. Artinya, kegiatan belajar siswa tidak banyak tergantung
pada hadirnya guru di muka kelas. Perlu dicatat bahwa dalam melaksanakan model
PKR 333 ini guru harus berpindaah-pindah secara teratur antar 2 ruangan. Tidak
dapat dihindari akan terdapat waktu tunggu pada setiap kelas. Hal itu dapat diperkecil
dengan meningkatkan kadar kemandirian belajar siswa. Proses saling bimbing antar
siswa atau tutor sebaya perlu digalakkan. Ada saat dimana guru berdiri di pintu
penghubung untuk membantu kegiatan belajar dalam 3 ruangan yang berhubungan.
Dalam model ini pun prinsip-prinsip wittiness, alertness, danoverlappingness sejauh
mungkin diterapkan.
3. Pada kegiatan penutup ± 10 menit terakhir ialah review untuk dua kelas dengan
guru menempatkan diri di pintu penghubung ruang satu dan dua atau ruang 2 dan 3.
Berikan penguatan dan tindak lanjut untuk dua kelas itu. Setelah itu, guru berpindah
ke ruangan yang tersisa. Lakukan kegiatan penutupan seperti di dua ruang
sebelumnya.

4. Sebagai catatan, memang model PKR 333 ini termasuk yang lebih rumit dalam
pengelolaannya. Guru dituntut untuk memiliki mobilitas (daya gerak) pedagogis yang
tinggi. Keunggulan model ini terletak pada intensitas kemandirian belajar setiap kelas
dan terbebas dari situasi belajar kelas lainnya. Adanya aneka sumber belajar akan
sangat membantu berjalannya model ini.

2.3 Kelebihan dan Kelemahan Model-model PKR

Dari pemaparan diatas dapat dipahami keunggulan dan kelemahan masing-masing


pengelolaan kelas PKR :

Model Kelebihan Kelemahan


PKR 221 1. Guru atau tim mengelola 1. Siswa tidak dapat fokus
para siswa dari 2 tingkatan kelas dengan apa yang sedang
yang berbeda, dengan fokus dua dipelajari atau dikerjakan karena
mata pelajaran baik yang sama terganggu oleh aktivitas kelas
atau berbeda dalam 1 ruangan. lain.
2. Kegiatan pendahuluan dan 2. Tidak semua guru
penutup masing-masing dapat memiliki kemampuan
dilakukan secara bersama-sama mengelola siswa heterogen
dalam ruangan yang akan dalam ruangan yang sama.
digunakan untuk pembelajaran.
3. Bertambahnya pekerjaan
3. Tidak membuang waktu administrasi, pekerjaan
terlalu banyak dalam akademik, pelayanan dan
pembelajaran, sebab 2 kelas tanggungjawab guru terhadap
melakukan pembelajran dalam siswa karena guru mengajar
satu ruangan secara bersama- kelas rangkap.
sama.
4. Jika siswa dalam 1 kelas
jumlahnya lebih dari 25 siswa
4. Guru mudah dalam maka kelas PKR harus dibagi
melakukan pemantauan terhadap menjadi 2 kelas.
siswa selam pembelajaran
berlangsung.
5. Menghemat tenaga guru
karena tidak perlu berpindah-
pindah ruangan.
6. Membina persahabatan
antar kelas.
7. Guru lebih kreatif dalam
merancang pembelajaran agar
tetap tercipta iklim kelas yang
menyenangkan.
8. Model ini bisa efektif bila
jumlah siswa yang terdiri dari 2
tingkatan kelas tersebut tidak
terlalu banyak (maksimum 25
siswa untuk masing-masing
tingkatan kelas) dengan suatu
ruangan yang cukup luas.

PKR 222 1. Masing-masing kelas lebih 1. Guru harus mengelola da


fokus dengan pelajaran yang kelas sekaligus dalam waktu
sedang dihadapinya atau yang bersamaan.
aktivitas yang sedang dilakukan
2. Jika tidak ada ruangan
karena terbebas dari aktivitas
yang cukup untuk memberikan
kelas lain.
pengantar dan pengarahan
2. Terciptanya kemandirian umum (kegiatan pendahuluan)
belajar siswa. untuk dua kelas secara
bersamaan, maka harus mencari
3. Guru lebih kreatif dalam
ruangan atau tempat lain.
merancang pembelajaran agar
siswa tetap mempunyai aktivitas 3. Perhatian tatap muka
saat guru harus berpindah ke sebagai wahana pedagogis
ruangan yang lain. kontrol guru terhadap kelas
tidak dapat berlangsung terus
4. Guru mudah dalam
menerus.
melakukan kegiatan penutup
karena dapat dilakukan secara 4. Terlalu banyak memakan
bersama-sama untuk kedua kelas waktu karena guru harus
apabila antar kedua ruangan berpindah-pindah ruangan.
terdapat pintu penghubung.
5. Siswa menjadi anak tiri
jika guru tidakdapat membagi
waktu dengan baik antar kelas
yang satu dengan yang lainnya.
6. Jika tidak terdapat pintu
penghubung antar kedua kelas,
guru haru melakukan kegiatan
penutup secara terpisah.
7. Pekerjaan guru dalam
administratif, akademik,
pelayanan dan tanggungjawab
terhdaap siswa karena guru
mengjar kelas rangkap.
PKR 333 1. Masing-masing kelas lebih 1. Untuk mengelola PKR
fokus dengan pelajaran yang model ini diperlukan tim guru
sedang dihadapinya atau paling tidak 2 orang guru.
aktivitas yang sedang dilakukan
2. Jika tidak ada ruangan
karena terbebas dari aktivitas
yang cuku untuk memberikan
kelas lain.
pengantar dan pengarahan
2. Siswa lebih mandiri dalam umum (kegiatan pendahuluan)
pembelajaran. untuk 3 kelas secara bersamaan,
maka harus mencari ruangan
3. Guru lebih kreatif dalam
atau tempat lain.
merancang pembelajaran agar
siswa tetap mempunyai aktivitas 3. Perhatian tatap muka
saat guru harus berpindah ke sebagai wahana pedagogis
ruangan yang lain. kontrol guru terhadap kelas
tidak dapat berlangsung terus
menerus.
4. Terlalu banyak memakan
waktu dibandingkan model PKR
222 karena guru harus
berpindah-pindah tiga ruangan.
5. Siswa merasa menjadi
anak tiri jika guru tidak dapat
membagi waktu dengan baik
antar kelas yang satu dengan
lainnya.
6. Kegiatan penutup harus
dilakukan dua kali (dua kelas
dan satu kelas) apabila terdpaat
pinu penghubung antar ruangan,
namun harus dilakukan tiga kali
secara terpisah apabila tidak ada
pintu penghubung antar
ruangan.
7. Keterbatasan berbagai
sumber belajar untuk
menunjang pelaksanaan
pembelajaran terutama yang
berupa buku-buku teks, ahan
belajar yang lainnya dan alat
bantu mengajar.
8. Bertambahnya pekrjaan
administratif, pekerjaan
akademik, pelayanan dan
tanggungjawab guru terhadap
siswa karena guru mengajar 3
kelas.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Prinsip dari PKR sebagian besar dari waktu yang tersedia benar-benar
digunakan untuk belajar siswa., Kualitas pembelajaran guru sangat memadai.
Sebagian terbesar atau seluruh siswa terlibat secara aktifdalam kegiatan belajar.

Model PKR 221 merupakan Model PKR Murni karena proses keserempakan
teroenuhi tanpa batasan fisik.Model PKR 222 merupakan model PKR Modifikasi,
untuk kondisi jumlah siswa lebih dari 20 orang, yang tidak mungkin ditampung
dalam satu ruangan.Model PKR 333 sama dengan model PKR 222, merupakan model
PKR modifikasi karena prinsip keserempakan tidak terkendalikan dengann utuh
secara tatap muka sebagai wahana pedagogis kontrol guru terhadap kelas tidak dapat
berlangsung secara terus menerus, karena masing-masing kelas harus menunggu
hadirnya guru secara fisik.

Masing-masing model-model PKR tersebut memiliki kelebihan dan


kelemahan. Maka guru harus bisa dan mantap dalam menerapkan model PKR mana
yang cocok untuk diterapkan saat pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

Djalil,Aria.,dkk.2008.Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta: Universitas Terbuka.


Analisis Kelebihan dan Kekurangan Model PKR 221,222, dan 333, Diakses melalui
(http://www.academia.edu/9699808/ANALISIS_KELEBIHAN_DAN_KEKURANG
AN_MODEL_PKR_221_222_DAN_333), pada 20 Maret 2019. Pukul 17.08.
Prinsip dan Model Pengelolaan PKR di SD. Diakses melalui
http://faizalfathurrokhman.blogspot.com/2018/04/prinsip-dan-model-pengelolaan-
pkr-di-sd.html Pada 20 Maret 2019. Pukul 17.38.

Anda mungkin juga menyukai