Anda di halaman 1dari 23

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

OPTIMALISASI DOKUMENTASI PEMBERIAN OBAT DENGAN MEMPERHATIKAN


PRINSIP TUJUH BENAR OBAT DI RUANG RAWAT INAP ANGGREK B RSU
KABUPATEN TANGERANG

I. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Pasal 34 hak pasien di Rumah Sakit
salah satunya adalah memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan.
Maka dari itu, setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai dengan
standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional yang berlaku, etika
profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien. Keselamatan pasien
memiliki arti proses dalam suatu Rumah Sakit yang memberikan pelayanan pasien yang lebih
aman melalui upaya manajemen risiko klinik.
Menurut Permenkes Nomor 1691 Tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
terdapat enam sasaran keselamatan pasien yang wajib dilakukan oleh semua Rumah Sakit, yaitu
ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif, peningkatan keamanan obat-
obatan yang harus diwaspadai, kepastian tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat operasi,
pengurangan resiko infeksi dan pengurangan resiko pasien jatuh. Mengacu pada isu yang
terdapat di lingkungan tentang kurang optimalnya pelaksanaan prinsip tujuh benar obat yang
menjadi indikator mutu salah satu sasaran keselamatan pasien yaitu pada sasaran peningkatan
keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai. Prinsip tujuh obat terdiri dari benar pasien, benar
obat, benar dosis, benar waktu, benar rute /cara pemberian, benar dokumentasi dan benar
informasi.
Jika salah satu indikator dalam tujuh benar pemberian obat (benar dokumentasi) tersebut
tidak dilakukan dengan optimal oleh tenaga kesehatan maka akan berpotensi membahayakan
pasien seperti kesalahan dalam pemberian obat. Maka dari itu, penulis merasa perlu adanya
pencegahan dalam kesalahan pemberian obat dengan optimalisasi dokumentasi pemberian obat
dengan memperhatikan prinsip tujuh benar obat di ruang rawat inap Anggrek B RSU Kabupaten
Tangerang agar sasaran keselamatan pasien dan indikator mutu Rumah Sakit dapat tercapai
melalui kegiatan sosialisasi kepada perawat.

II. Tujuan
a) Tujuan Umum :
Memberikan sosialisasi tentang cara melengkapi dokumentasi pemberian obat kepada
pasien oleh perawat di lembar Catatan Pemberian Obat (CPO) dengan memperhatikan
prinsip tujuh benar obat.
b) Tujuan Khusus :
Peserta sosialisasi dapat mengerti tentang:
 Poin tujuh benar pemberian obat
 Pentingnya penerapan prinsip tujuh benar obat
 Cara mendokumentasikan tujuh benar obat pada lembar Catatan Pemberian Obat
(CPO)
 Cara melengkapi lembar Catatan Pemberian Obat (CPO)
III. Pelaksanaan
a) Hari, Tanggal : Selasa, 16 Agustus 2022
b) Waktu : 08:00 - selesai
c) Sasaran : Perawat di Ruang Rawat Inap Anggrek B
d) Tempat : Nurse Station Ruang Rawat Inap Anggrek B
e) Materi : Optimalisasi Dokumentasi Pemberian Obat dengan
Memperhatikan Prinsip Tujuh Benar Obat Pada Lembar
Catatan Pemberian Obat (CPO)
f) Pembagian Tugas :
 Moderator : Ns. Erik Romadoni, S.ST
 Pemateri : Ns. Widya Dahlia Juwita, S.Kep
 Dokumentasi : Ns. Iffa Fathimiyah, S.Kep
g) Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab
h) Media : Lembar Catatan Pemberian Obat (CPO)
i) Setting Tempat : Peserta sebagian duduk dikursi dan berdiri, posisi melingkar
dengan pemateri berada di salah satu sisi peserta
sosialisasi

IV. Rencana Kegiatan


Kegiatan Waktu
1. Pembukaan 10 Menit
- Memberi Salam
- Perkenalan Diri
- Menjelaskan Tema dan Tujuan Kegiatan
Sosialisasi
- Membuat Kontrak Waktu
- Melakukan pre test
2. Kegiatan Inti 15 menit
- Menjelaskan masing-masing poin 7 benar
pada pemberian obat
- Menjelaskan tentang pentingnya prinsip 7
benar obat
- Menjelaskan cara mendokumentasikan 7
benar obat pada lembar Catatan Pemberian
Obat (CPO)
- Menjelaskan cara untuk melengkapi lembar
CPO
- Memberikan kesempatan kepada audiens
untuk memberikan saran atau bertanya

3. Penutup 10 menit
- Melakukan post test
- Menyimpulkan hasil kegiatan sosialisasi
dan
diskusi
- Salam penutup

V. Evaluasi
a) Evaluasi Struktur
 Media telah dipersiapkan
 Petugas perawat Ruang Anggrek B diberikan sosialisasi
 Kontrak waktu dan tempat sudah disepakati
b) Evaluasi Proses
 Waktu dan tempat sesuai kontrak
 Petugas perawat Ruang Anggrek B kooperatif saat dilaksanakannya sosialisasi
c) Evaluasi Hasil
Perawat dapat memahami materi dengan baik, diskusi berjalan lancar dengan
menghasilkan beberapa solusi bersama:
 Peserta mengerti tentang prinsip tujuh benar pemberian obat
 Peserta mengetahui pentingnya penerapan prinsip tujuh benar obat
 Peserta menyanggupi untuk dokumentasi lembar Catatan Pemberian Obat (CPO)
dengan benar dan lengkap
 Seluruh peserta sepakat untuk memberikan tanda check list pada kolom paraf
keluarga karena keterbatasan yang dimiliki oleh ruangan, tenaga dan waktu
 Seluruh peserta sepakat untuk menempelkan label obat pada spuit obat atau
menuliskan nama obat pada bungkus spuit agar dapat memberikan informasi obat
dengan benar kepada pasien
 Tantangan lain yang menyangkut pendokumentasian pada lembar Catatan Pemberian
Obat (CPO) akan didiskusikan kembali di lain waktu.
VI. Lampiran
a) Materi
DOKUMENTASI PADA LEMBAR CATATAN PEMBERIAN OBAT (CPO)
DENGAN MEMPERHATIKAN PRINSIP TUJUH BENAR PEMBERIAN OBAT

Perawat bertanggungjawab terhadap keamanan pasien dalam pemberian terapi, oleh


karena itu dalam memberikan obat, seorang perawat harus melakukan tujuh hal yang
benar, yaitu: benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar rute, benar
dokumentasi dan benar informasi obat yang diberikan.

 BENAR PASIEN
Benar pasien dapat dipastikan dengan memeriksa identitas pasien dan meminta
pasien untuk menyebutkan namanya sendiri. Sebelum obat diberikan, identitas pasien
harus diperiksa (gelang identitas) atau ditanyakan langsung kepada pasien atau
keluarganya. Penulisan data pasien pada lembar CPO harus mencakup nama lengkap
pasien, No. RM dan tanggal lahir pasien.
 BENAR OBAT
Obat memiliki nama dagang dan nama generik. Setiap obat dengan nama dagang
yang asing (baru kita dengar namanya) harus diperiksa nama generiknya, bila perlu
hubungi apoteker untuk menanyakan nama generiknya atau kandungan obat yang
terkandung didalamnya. Untuk menghindari kesalahan, sebelum memberi obat kepada
pasien, label obat harus dibaca tiga kali : (1) pada saat melihat botol atau kemasan obat,
(2) sebelum menuang/ mencampur obat dan (3) setelah menuang/mencampur obat.
Perawat harus hati-hati terhadap obat-obat tertentu yang mempunyai nama dan bunyi
yang hampir sama dan ejaan yang mirip yang biasa disebut dengan LASA (Look Alike
Sound Alike). Hal yang perlu dilakukan oleh perawat adalah dengan memeriksa apakah
nama obat sesuai dengan resep/program dokter. Jika tidak sesuai, beritahu perawat atau
dokter yang bertangung jawab. Penulisan obat harus lengkap, tidak diperbolehkan
menggunakan singkatan yang tidak resmi untuk menghindari kesalahan pemberian obat.
 BENAR DOSIS
Sebelum memberi obat, perawat harus memeriksa dosis obat. Jika ragu, perawat
harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker, sebelum dilanjutkan
ke pasien. Lihat dan cocokkan jumlah dan satuan obat pada resep dan label obat.
Penulisan dosis obat harus diusahakan dapat ditulis sesuai jumlah dan satuannya:
microgram, miligram, gram. Jika perawat belum mengetahui sediaan obat maka dapat
ditulis sesuai dengan jumlah pemberiannya.
 BENAR RUTE
Identifikasi rute dan cara pemberiannya: PO, IM, IV, SC, Supositoria, tetes hidung,
tetes telinga, dll. Penulisan obat harus sesuai dengan kolom rutem pemberian obat yang
telah tersedia. Jika kolom tidak cukup dapat ditulis pada kolom rute pemberian obat yang
lain dengan membubuhkan garis pembatas dan menuliskan rute pemberiannya di sebelah
nama obat tersebut.
 BENAR WAKTU
Penulisan waktu obat sesuai dengan dosis obat harian diberikan pada waktu tertentu
dalam sehari, seperti dua kali sehari, tiga kali sehari, empat kali sehari atau setiap 6 jam.
Penulisan waktu pemberian obat dapat diisi sesuai dengan kolom yang telah disediakan
dengan menuliskan jam pemberiannya. Sebelum memberikan obat kepada pasien harus
diberitahukan apakah obat tersebut dikonsumsi sebelum/sesudah makan.
 BENAR DOKUMENTASI
Dokumentasi keperawatan merupakan media komunikasi yang efektif antar profesi
dalam suatu tim pelayanan kesehatan pasien. Disamping itu dokumentasi keperawatan
bertujuan untuk perencanaan perawatan pasien sebagai indikator kualitas pelayanan
kesehatan, sumber data untuk penelitian bagi pengembangan ilmu keperawatan, sebagai
bahan bukti pertanggung jawaban dan pertanggunggugatan pelaksanaan asuhan.
Dokumentasi merupakan suatu metode untuk mengkomunikasikan suatu informasi yang
berhubungan dengan manajemen pemeliharaan kesehatan, termasuk pemberian obat-
obatan. Dokumentasi merupakan tulisan dan pencatatan suatu kegiatan/aktivitas tertentu
secara sah/legal. Dokumentasi pemberian obat meliputi data pasien (nama lengkap, no.
RM dan tanggal lahir), tanggal dan jam pemberian, nama obat, dosis dan rute,
memberikan tanda check list pada paraf keluarga jika obat sudah diberikan kepada pasien
dan paraf perawat yang memberikan obat.
 BENAR INFORMASI
Pasien harus mendapatkan informasi yang benar tentang obat yang akan diberikan
sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam pemberian obat. Perawat mempunyai
tanggungjawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga
berkaitan dengan nama obat yang akan diberikan, kegunaan serta efek samping obat, dan
interaksi antar obat dan makanan. Untuk membantu perawat dalam memberikan
informasi dengan tepat maka label obat dapat ditempel pada botol spuit obat atau jika
tidak memungkinkan dapat menuliskan nama obat pada bungkus spuit obat.
b) Dokumentasi Kegiatan
c) Daftar Hadir Kegiatan Sosialisasi
d) Media Sosialisasi (Lembar Catatan Pemberian Obat)
e) Lembar Pre-Test dan Post-Test
 Format Soal Pre-Test dan Post-Test
 Hasil Pre-Test dan Post-Test
Rangkuman Hasil Pre-test

Soal Nomor 1
Soal Nomor 2

Soal Nomor 3
Soal Nomor 4

Soal Nomor 5
Soal Nomor 6

Soal Nomor 7
Soal Nomor 8

Soal Nomor 9
Soal Nomor 10
Rangkuman Hasil Post-Test

Soal Nomor 1
Soal Nomor 2

Soal Nomor 3
Soal Nomor 4

Soal Nomor 5
Soal Nomor 6

Soal Nomor 7
Soal Nomor 8

Soal Nomor 9
Soal Nomor 10