Anda di halaman 1dari 10

“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

- RINGKASAN HASIL SEMINAR PPA –


Tempat/ Tanggal pelaksanaan : Fave Hotel, 31 Agustus 2019
Trainer : Ustadz. Zainal Muttaqin

Sebelum masuk kepada 5 poin PPA, terlebih dahulu hal yang paling penting yang harus kita kerjakan
adalah membentangkan 5 sajadah, sebelum mulai meletakan 5 poin PPA tersebut di atas sajadah:

PENDAHULUAN

1. Tanamkan rendah hati


Orang yang sombong akan sulit menerima nasihat kebaikan dari orang lain. Orang yang sombong
itu adalah orang yang selalu merasa lebih dari orang lain. Trainer bercerita beliau kenal PPA
baru setahun yang lalu, awal beliau ikut seminar PPA karena dipaksa oleh temannya. Hal pertama
yang beliau tanyakan pada saat akan mengikuti training itu adalah, siapa sih pembicaranya, lulusan
mana. Emang bedanya apa kalau belajar tauhid di PPA. Tetapi setelah mengikuti training ini beliau
tersadarkan dengan konsep sederhana yang ada di PPA, yang belum ia sadari sampai saat itu. Sampai
saat coffee break tiba, yang lain pada keluar. Beliau ditanya sama panitia, kok masih di dalam
ruangan. Sambil menunduk bilang saya malu (karena di awal saya sudah menganggap remeh training
ini). Ada mungkin diantara kita juga yang mungkin berpikir, ngapain coba ikut training full seharian
udah gitu bayar lagi. Hilangkan segala pikiran semacam itu, agar kita mudah untuk menerima segala
kebaikan yang disampaikan.
2. Antusias
 Allah akan lebih mudah mengabulkan permintaan hambaNya, yang berdoa penuh dengan
rasa antusias.
 Pada saat ada orang yang memuji ucapkanlah “maashaAllah Hadza Min Fadhli Rabbi” (ini
semua adalah karunia dari Tuhanku) mengembalikan pujian kepada Allah, karena ketika
pujian tidak dikembalikan pada Allah maka Allah cabut keberkahannya.
 Bahagia itu harus mengikuti konsep bahagia hakiki seperti yang dicontohkan para Nabi.
Bahagia hakiki itu bukan “saya bahagia jika….” Tapi saya “bahagia walaupun…”
 Saat ada masalah jangan terlalu fokus pada solusi atau masalahnya sendiri tapi yang dicari
adalah “pesan cinta dari Allah”.
 Cara mencari pesan cinta dari Allah:
1. Me time (jeda diri sendiri) waktu sendiri dengan Allah
 Tanyakan ! darimana awalnya (masalah ada), cek dosa yang pertama yaitu dosa
makanan !
 Sedang apa (dalam keadaan seperti apa)
 Mau kemana setelah ini
2. Berjamaah (Bersama dengan orang-orang yang baik)
3. Dipaksa (total bergantung sama Allah)

Pada saat Nabi Yunus berada di dalam perut ikan, beliau mempraktikan cara2 tersebut
sampai akhirnya beliau sadar akan kesalahannya (sempat putus asa dalam da’wahnya), dan

1
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

kemudian beliau mampu menagkap “pesan cinta dari Allah sehingga terucap doa
“Lailahailla anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin”. Dia bersabar dan sampai akhirnya
Allah menurunkan pertolongan, ikan tersebut dituntun oleh Allah berenang ke tepi lautan.

Begitupun yang terjadi kepada Nabi Adam AS, Nabi Adam hanya memakan buah terlarang
itu sedikit saja, tapi tetap menimbulkan dosa sampai akhirnya diturunkan dari surga di 2
tempat yang berbeda India Hawa, Mekah Nabi Adam. Dan setelah kejadian itu Nabi
Adam berdoa “Rabbana dzolamna Anfusana….”. jadi memang para Nabi pun ketika
dihimpit dalam kesulitan atau sedang terjadi masalah, yang dilakukan bukan fokus pada
masalahnya tapi apa pesan cinta yang sedang Allah kirimkan kepada kita.

Nabi Sulaiman juga sama, karena kuda-kudanya yang banyak dan begitu bagus itupun telah
membuatnya lalai beribadah kepada Allah. Maka Nabi Sulaiman menyembelih seluruh
kuda yang dimilikinya dan membagikannya kepada orang-orang disekitarnya, dan tau apa
ganti yg Allah berikan kepada Nabi Sulaiman ??? Allah mengganti kendaraanya dengan
yang lebih canggih yaitu angin.

 Saat menjadi ruh, manusia itu total bergantung sama Allah, saat di dalam Rahim karena total
bergantung makanan yang masuk diberikan melalui plasenta. Saat masih menjadi bayi hanya
diberikan kemampuan menangis ‘oe’ saja orang-orang sekitar sudah dituntun Allah buat
ngasih makan, nyelimutin dll. Tapi setelah dewasa manusia banyak bergantung pada cahaya
semu, karena virus orang dewasa itu adalah logika. Dianggapnya bahwa selain Allah banyak
yang bisa memberikan kebahagiaan.
Cahaya semu: jabatan, pasangan, harta, pekerjaan
Saat cahaya semu itu sudah mendominasi hati kita, maka cahaya Allah akan sulit masuk. Cara
untuk menghilangkan cahaya semu itu adalah dengan mematikan cahaya tersebut, sehingga
cahaya Allah akan mudah masuk.
3. Just Focus On Allah
Action itu hanya mengambil peranan sebanyak 20% saja, 80% itu yang berlaku adalah Sunatullah.
Tauhid+Teknik = Miracle
“Barangsiapa yang menunjukan kebaikan, maka dia mendapat balasan kebaikan yg sama seperti
orang yang mengerjakan kebaikan tersebut”.

Belajar dari Nabi Musa. Ketika Allah mengajak Nabi Musa berbicara secara langsung, Nabi Musa
tengah putus asa dalam menghadapi kaumnya. Dia merasa dia bukan orang yang tepat untuk
menjadi utusan Allah. Nabi Musa merasa menjadi orang yang lemah (awal kehidupannya
menumpang hidup dengan Fir’aun, setelah dewasa pun masih hidupnya menumpang), sementara
Fir’aun itu kaya, banyak harta dan punya kekuasaan. Tapi Allah meyakinkan bahwa Dia memang
memberikan tugas tersebut kepada Nabi Musa. Maka setelah pertemuan dengan Rabbnya tersebut,
Nabi Musa hanya bisa mengikuti apa saja yang Allah perintahkan, apapun yang Allah perintahkan
dia ikuti. Sampai pada akhirnya nabi Musa yang lemah bisa mengalahkan Firaun yang kuat.

2
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

4. Hukum Entanglement (Keterhubungan)


Hikmah dari hukum tersebut:
 Hati-hati dengan lingkungan karena berpengaruh kuat pada kepribadian, yang harus
dimaksimalkan adalah pengaruh lingkungan keluarga
 Selalu lakukan kebaikan kebaikan yang dilakukan berpengaruh besar bagi diri kita
(sedang tidak melakukan kebaikan  banyak2 doakan orang lain)
 Perbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Diceritakan seorang yang bermimpi tentang Sultan yang lupa satu malam saja membaca
sholawat, padahal setiap harinya tidak pernah lepas membaca sholawat sampai akhirnya
Rasulullah datang ke dalam mimpi orang tersebut dan menyatakan apabila dia punya
kesusahan datanglah kepada sultan tsb karena ia bisa menolongnya, Sultan itu adalah temanku
kata Rasul dalam mimpi orang tersebut”. Pada saat mimpi tersebut diceritakan kepada Sultan,
Sultan sangat terkesima dengan cerita orang tadi, sampai dia mengabulkan keinginan orang
tersebut untuk membantunya terlilit dari hutang dengan memberinya banyak uang, karena
Sultan sangat tersanjung Rasulullah menganggapnya sebagai teman, karena kebiasannya yang
selalu bersholawat. Dan ia mengakui memang pada malam hari tersebut, ia tertidur di meja
kerjanya dan lupa mengucapkan sholawat.

5. Poin kelima adalah poin paling krusial yang harus ada  yakni menghilangkan Ganjalan tisu
Analoginya seperti kita akan mengambil uang dari ATM, kita sudah mempersiapkan dari mulai
adanya kartu, nomor pin, mesin ATM tapi ketika kita akan mengambil uang di dalam mesin
tersebut ada tissue yang menghalangi akhirnya uang tidak bisa keluar. Apa yg sudah dipersiapkan
dari awal sia-sia semuanya hanya karena ada ganjalan tisu.
Jenis ganjalan tisu:
 Ganjalan tisu kepada Allah penyebab dihentikan kucuran rizki dari Allah adalah dosa
besar ataupun dosa remeh yang ditumpuk akhirnya menjadi dosa besar. Contoh dosa
besar itu seperti syahadat (dosa syirik) dan sholat (lalai dan meninggalkan sholat) analogi
islam itu berdiri karena ada tiangnya. Tiangnya itu adalah rukun islam (spidol dipegang oleh
kelima buah jari, jari kelingking dilepaskan spidol masih bisa dipegang begitupun jari manis,
jari tengah dilepas spidol masih bisa dipegang tapi ketika jari telunjuk dan ibu jari dilepas
maka spidol sudah tidak bisa lagi dipegang)

Sholat yang paling utama mesti diperbaiki terutama untuk laki-laki adalah sholat subuh
dan isya HARUS berjamaah di masjid. Barangsiapa memperbaiki sholat subuh dan isya
nya maka Allah tunujukan kebaikan luar biasa. Siapa saja yang sholat subuh dan isya nya
berjamaah, maka dijamin Allah seharian itu.

Cara melakukan perbaikan sholat:


1. Kualitas waktu
2. Kualitas berjamaah
3. Kekhusyuan

3
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

Doa supaya dimudahkan untuk sholat tepat waktu dan berjamaah:

“Allahumma paksakeun…”

 Dosa besar yang lain seperti riba dan zina. Dosa zina itu terbawa sampai keturunannya !!!
Apabila hidup kita masih level supra, janganlah hidup dalam level Avanza. Hiduplah
sesuai dengan level kita. Tanyakan kembali pada diri kita untuk apakah kita berusaha membeli
rumah yang luas dan megah, kendaraan dll apakah hanya ingin mendapatkan tepuk tangan
dari orang lain ??? orang lain bertepuk tangan, dibelakangnya kita yang menangis meraung-
raung harus menanggung beban riba ☹☹☹
 Ganjalan tisu kepada makhluk dalam bentuk rasa benci, dendam, hutang piutang. Bebaskan
segala rasa benci kita kepada orang lain, memberi maaf itu adalah hal yang justru membuat
diri kita bahagia.

Diceritakan pada suatu masa Ali Zaenal bin…menyaksikan orangtua dan keluarganya dibantai
habis-habisan oleh sekelompok orang, sampai akhirnya pada saat dewasa Ali Zaenal berkuasa
di wilayahnya dan dia mengetahui bahwa orang-orang yang dahulu membantai keluarganya
masih hidup, dan diantara mereka kebanyakan hidup sebagai pengemis, gembel dll. Pada suatu
ketika Ali Zaenal mengumpulkan semua orang yang membantai keluarganya tersebut, dan
taukah apa yang dilakukan oleh Ali Zaenal kepada semua orang itu ? Ali Zaenal memandikan
dan menyuapi makanan kepada semua orang itu dan dilakukannya secara konsisten setiap hari,
sampai2 orang yang melihat gemas karena mereka tahu bahwa orang-orang tersebut adalah
pendzalim. Saat ditanyakan kenapa Ali zaenal melakukan hal tersebut, Ali Zaenal menjawab
“saya juga berhak untuk bahagia”
Sesunggunya perintah untuk memberi maaf dalam Al-Quran itu lebih banyak disebutkan
daripada perintah meminta maaf. Karena orang yang memberi maaf perasaannya jauh lebih
sakit.

MATERI INTI

5 POIN PPA :
1. Niat Kuat, lurus, murni
Kunci: Luaskan
Niat baik tidak akan pernah lepas dari godaan setan. Tanda lurus niat itu tidak melenceng dari
Al-Quran dan Sunah. Murni=ikhlas difokuskan karena Allah saja.

Pernah ada suatu cerita orang badui yang baru pertama kali masuk islam bertanya kepada Rasul
pahala yang paling besar itu apa, Rasul menjawab menjadi seorang mujahid (mati karena
membela agama Allah). Karena tertarik mendengar jawaban Rasul tersebut, orang badui itu
menitip pesan kepada Rasul kalau ada peperangan dia ingin ikut. Suatu ketika pada saat ada
peperangan Rasulullah mengajak orang badui tersebut, dia sangat antusias dan berada di
barisan paling depan (padahal biasanya mualaf itu berada di barisan paling belakang).

4
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

Diceritakanlah bahwa umat muslim menang dalam peperangan tersebut sehingga umat muslim
mendapatkan ghonimah/ harta rampasan perang. Rasulullah membagi2kan ghonimah tersebut
dan menitipkan bagian ghonimah untuk orang baduy itu kepada sahabat. Setelah itu sahabat
memberikan ghonimah yang ditipkan Rasul kepada orang badui itu, tapi orang badui itu tidak
mau menerimanya, dia menanyakan kenapa di mendapatkan hal tersebut. Sampai akhirnya
Rasulullah datang menemuinya dan menjelasakan tentang hak ghonimah tsb untuk dirinya.
Kemudian orang badui tersebut berkata “Demi Allah ya Rasulallah saya berperang bukan untuk
mendapatkan ghonimah ini, saya berperang demi untuk bisa menjadi mujahid. Meninggal
dalam keadaan syahid. Yang saya inginkan hanyalah bisa ikut berperang dan meninggal dalam
keadaan leher saya bagian kanan terpanah. Dan dia berpesan apabila ada perang lagi dia ingin
ikut kembali. Sampai pada suatu saat kembali terjadi perang dan orang badui tersebut ikut
dalam perang itu, dan pada saat perang telah selesai Rasulullah tidak menemukan orang badui
itu. Sampai akhirnya Rasulullah menemukan orang badui itu diantara para sahabat yang syahid,
dan Rasulullah menemukan dia meninggal dalam keadaan yang dia inginkan tepat terpanah di
leher kanannya. Pada saat itu langsung Rasulullah menutupi wajah orang badui itu dengan
sorbannya dan bersaksi kepada Allah bahwa dia adalah ahli surga, dan mendoakan agar Allah
menempatkan orang badui tersebut ke dalam surgaNya.

Analoginya bahwa ketika semua angka berapapun dijumlahkan tapi pada akhir dari
penjumlahan itu dikalikan dengan angka nol maka hasilnya akan nol. penjumlahan itu
berhenti dan perkalian berlaku saat ajal tiba.
Rumus ikhlas itu 4 J (Aa Gym):
1. Jangan suka diketahui orang (perbuatan baik, ibadah)  sembunyikan
2. Jangan mau dihormati
3. Jangan suka dipuji kalau dipuji tidak dikembalikan ke Allah maka Allah cabut
keberkahannya (yakini bahwa orang lain memuji itu karena Allah menutupi aib kita)
4. Jangan minta balas budi

Contoh meluaskan niat:

Ada seorang kaya raya, dermawan, hartanya banyak bermilyar-milyar. Suatu ketika tiba-
tiba ada yang meminta uang kepadanya. Pertanyaan pertama yang ditanyakan tentu, “buat
apa ?” berapa?” katakanlah 10 juta, kalaulah si peminjam itu menjawab uang tersebut
untuk hura-hura, pergi ke bali berlibur sambil liat turis asing, kira-kira si yang dermawan
itu mau ngasih uangnya tidak ? Tapi ketika ada yang meminta sungguh2 dengan
membawa proposal contoh untuk membangun Rumah Qur’an, dengan santri sekian
banyak, bangunannya ada, mintanya secara baik-baik. Contoh uang yang diminta itu
sama dengan yg diminta di contoh yang pertama, kira-kira apa yang akan dikatakan
dermawan itu ? ia kemungkinan akan menjawab jangankan 10 juta, dia akan bilang
beneran akan cukup dengan dana sebesar itu memang kebutuhannya berapa ?
kemungkinan justru dia akan memberikan lebih dari yang diminta.

Pertanyaan pertama saat punya keinginan bukan “gimana caranya” tapi

5
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

WHY ?--> Buat apa ???....

3 patokan jawaban yang biasa kita miliki:


1. Niat sempit alasannya murni karena dunia nanti sama Allah disempitkan pula
cara mendapatkannya
2. Niat standar
3. Niat luas powerfull percepatan cara. Yakinkan Allah (rayu Allah) tunjukan
caranya berniat lurus

Cerita nyata lain terjadi seperti ini:

Ada sepasang suami istri curhat bahwa dia sedang ingin punya rumah, pada saat ditanya
apa alasan kamu ingin punya rumah ? dijawablah karena malu terus menumpang terus
sama mertua. Kalau alasannya itu, maka Allah akan sempitkan cara kamu untuk
mendapatkan keinginan tersebut ubah dulu niatnya…luaskan. Sehingga pada suatu hari
Allah tunjukan pesan cintanya kepada pasutri itu dengan cara qodarullah keduanya
adalah seorang ustadz/ guru ngaji. Pada suatu ketika mereka mengumpulkan anak-anak di
daerah sekitar kontrakannya untuk mengaji di rumah mereka. Karena satu dan lain hal
terjadi kegaduhan dari anak-anak sampai merusak kaca rumah yang membuat pemilik
kontrakan tidak mau rumahnya digunakan lagi untuk anak-anak mengaji karena
rumahnya lama-lama bisa rusak kalau begitu terus. Semenjak kejadian tersebut pasutri
tersebut seakan membaca pesan cinta yang Allah sampaikan, untuk meluaskan niat
mereka memiliki rumah. Niat mereka semakin kuat untuk bisa memiliki rumah agar bisa
jadi tempat anak-anak mengaji. Sementara itu tidak jauh dari rumah kontrakan tersebut,
ada seorang Pa haji yang akan menjual rumah megahnya dengan kondisi rumah yang
kamarnya ada Sembilan. Pa haji tersebut memperhatikan akhir-akhir ini kok setelah
maghrib tidak lagi ada anak-anak mengaji di kontrakan ustadzah tersebut, sampai
akhirnya Pa Haji mendatangi rumah mereka. Menanyakan kondisi yang terjadi,
diceratakanlah sesuai dengan apa yang mereka alami. Pa Haji itu kemudian bilang bahwa
dia akan pindah rumah ke Bogor, dan akan menjual rumah yang sekarang ia miliki.
Dengan senang hati pasutri tersebut menawarkan bantuan untuk bisa ikut membantu
menawarkan rumah tersebut kepada orang lain. Tapi niat tersebut ditolak mentah2 oleh
Pa Haji, tidak usah bilangnya, saya hanya ingin menjual rumah tersebut kepada anda
berdua. Pasutri tersebut sangat kaget mendengar pernyataan Pa Haji, bagaimana caranya
mereka bisa membeli rumah tersebut sementara uang yang dimiliki sangat jauh dari harga
rumah yang disebutkan oleh Pa Haji yakni sebesar 13 milyar. Kemudian Pa Haji tersebut
menanyakan sekarang kalian punya uang berapa, disuruhlah sang istri mengecek
tabungan punya mereka yang ternyata jumlahnya hanya sebesar 35 juta saja. Lantas Pa
Haji menjawab “Deal” rumah ini saya jual kepada kalian berdua dengan harga 35 juta
dengan satu syarat agar rumah tersebut dipakai untuk aktifitas menghafal Qur’an agar
pahalanya ikut mengalir kepada saya.

Ketika niat diluaskan, maka Allah akan memberikan cara di luar jangkauan nalar
kita.

6
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

Ketika kita sudah bisa meluaskan niat, maka selamat !!! kita sudah menjadi bagian dari
EMPLOYEE OF ALLAH (Karyawannya Allah), dengan kondisi ini maka kehidupan
kita SELALU dibantu oleh Allah, adapun tugas utama dari EMPLOYEE OF ALLAH
adalah:

1. Beribadah kepada Allah


Kerja dan bisnis itu hanyalah wasilah untuk menuju ke Allah. Tanyakan pada diri
kita untuk apa kita kerja dan bisnis mati2an ? pastikan bukan untuk mendapatkan
tepuk tangan manusia (bukan untuk dapat mobil, rumah dll)
2. Berkontribusi kepada umat
Kalau mau satu surga dengan Rasulullah jadikan diri menjadi wasilah pertolongan
yang didatangkan dari Allah bagi orang lain.
3. Berda’wah
Pergunakan medsos ataupun skill yang kita miliki untuk mensyi’arkan agama Allah.
Da’wah itu bukan hanya bicara tapi da’wah yang paling efektif adalah bisa menjadi
contoh/ teladan bagi orang lain sehingga orang lain melakukan kebaikan yang sama
seperti yang kita kerjakan. Anak-anak yang melihat ayahnya rajin sholat ke masjid
tentunya akan memiliki keinginan untuk mencontoh ayahnya untuk ikut pergi ke
masjid. Contoh lain seorang ibu yang berusaha untuk menghafalkan Al-Quran
walaupun tidak hapal2, sedang memberikan contoh kepada anaknya. Al-Quran
semakin susah dihafal itu semakin baik, karena kita akan terus mengulang
kebaikan demi kebaikan secara terus menerus. Jangan biarkan hari berlalu
tanpa mensyi’arkan agama Allah.
Cerita lain dari proses menghafal Al-Quran:
Seorang kakek yang berumur 70 tahun bertekad untuk bisa menghapal Al Qur’an 30
juz sebelum dia meninggal. Jadi dia berdoa ingin hapal Qur’an sebelum ia
meninggal, hingga akhirnya beliau berhasil hapal Al-Quran dalam waktu 8 bulan
lamanya. Selang 2 bulan setelah beliau hafidz selepas sholat ashar beliau meninggal
di atas pangkuan saya (trainer)”. Saya benar2 merasa iri pada kakek tersebut, melihat
cara kematiannya yg demikian. Belum tentu kita juga bisa meninggal dalam keadaan
seperti itu.

2. Ikhtiar, iman maksimal


Kunci: Enyahkan berhala
“Bertawakallah kalian seperti halnya burung, dia pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam
kondisi kenyang”. Tidak pernah kan kita menemukan burung berhenti di pinggir jalan,
mengeluh seharian karena dia belum mendapatkan makanan.
Tips biar iman kita maksimal saat kita berikhtiar  katakan 2T dalam ikhtiar
1. “Temani” (Ya Allah temani saya…), kalau udah ditemenin nanti ditunjukkan caranya
sama Allah.
2. “Titip” ( titip Ya Allah hasil dari proses ikhtiar yang saya lakukan ini)

Kalau kedua hal ini kita lakukan maka proses ikhtiar kita jauh lebih powerfull.

7
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

3. Khusnudzan (Berprasangka baik)


Kunci: positive feelling
Kenapa ga positive thinking ? karena kalau pikiran/ logika itu terbatas tapi kalau iman
itu tidak terbatas. Tetaplah khusnudzan seperti halnya Nabi Yunus yang berada dalam
perut ikan yang berhasil mendapatkan pesan cintaNya. Jangan-jangan pertolongan Allah
itu telah dekat (OTW) tapi karena anda tidak sabar sehingga menghilangkan
pertolongan Allah itu.
Orang muslim itu dikatakan ajaib hidupnya karena:
 Pada saat diberi nikmat ia bersyukur
 Pada saat diberikan azab/ ujian dia bersabar
 Pada saat berdosa dia beristighfar

Ketiga hal tersebut cukup untuk mengantarkan kita pada kebahagiaan hidup

Banyak-banyaklah belajar pada Nabi Musa. Nabi Musa betul-betul menggantungkan nasib
kehidupan dirinya dan kaumnya hanya kepada Allah. Cerita yang membawa Nabi Musa
dan kaumnya sampai di perbatasan laut, sementara pada saat itu pasukan Firaun mengejar
mereka. Nabi Musa benar-benar dalam kondisi terhimpit, satu sisi kaumnya menyalahkan
nabi Musa yang mengantarkannya justru pada gerbang kesulitan di sisi lain nabi Musa
harus tetap yakin dan berprasangka baik pada Allah, maka pada saat itu Allah
mendatangkan pertolongannya dengan menyuruh Nabi Musa menghentakan tongkatnya
beberapa kali ke Laut sehingga pada saat itu lautan menjadi terbelah, lautan kanan kirinya
tersebut menjadi dinding yang kokoh sehingga Nabi Musa dan kaumnya bisa melewati
lautan tersebut sementara Firaun beserta pasukannya ditenggelamkan. Dari cerita ini pun
kita bisa mengambil hikmah, sebenarnya tanpa nabi Musa menghentakan tongkatnya
sekalipun Allah tetap bisa membelah lautan terseut. Tapi memang Allah ingin memberikan
kita sedikit saja peran, sehingga kita bisa mengambil bagian peran itu dalam ikhtiar kita
(ingat perbandingan 80:20).

Maka dari itu banyak2lah kita memanfaatkan tongkat musa tersebut. Pada saat sekarang
pun banyak sebetulnya tongkat Musa yang bisa kita temui.

Tongkat Musa=
Aha !!! momen 😊

Bentuk tongkat musa tersebut contohnya:


saat ke kamar mandi liat kotor dan tercium bau.. nah ini kita temukan tongkat musa (aha,
tongkat musa !!!…bagaimana caranya supaya kamar mandi jadi bersih sehingga orang lain
tdk merasakan yang kita cium sebelumnya, melihat kakek2 yang tidak bisa menyebrang
jalan kita sebrangkan, melihat adek2 penjual bunga yang jualannya belum laku terus kita
membelinya aha…tongkat Musa !!! ) banyak-banyak lah merayu Allah dengan cara ini,

8
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

sehingga Allah yang akan membelahkan lautan untuk kita. Ketika kita menemukan
kesempatan baik untuk melakukan kebaikan, Lakukan !!! jangan tunda untuk
mengeksekusi Tongkat Musa !!!
4. Total Grateful (syukur)
Kunci: No Tendention (Tidak ada pengecualian)
Apapun kondisinya bersyukur saja, cara bersyukur paling ampuh adalah dengan melihat
kondisi di bawah kita. Ketika terjadi perselisihan antar suami istri, biasanya yang lebih
banyak diingat oleh istri/ suami adalah segala kejelekan istri/ suaminya tersebut seakan
selama berumahtangga tidak ada kebaikan yang dibuat sedikitpun. Padahal jangan sampai
karena kejelekan yang ada sehingga melupakan kita pada kebaikan-kebaikan yang telah
dilakukan oleh pasangan kita.
5. Buka Semua pintu rejeki
Kunci: beli dengan amal

Kita tahu cerita tentang Siti Hajar, Nabi Ibrahim dan Ismail. Dimana ketika Nabi Ibrahim
mendapatkan ilham untuk pergi ke suatu tempat untuk mengasingkan Siti Hajar dan Nabi
Ismail yakni di daerah sekitar tanah haram (bukit sofa dan marwa). Nabi Ibrahim ragu-ragu
untuk meninggalkan anak dan istrinya terseut, tapi Siti Hajar meyakinkan jika ini adalah
perintah dari Allah maka dia rela untuk ditinggalkan di tempat yang sangat gersang
tersebut Bersama Ismail. Sepeninggal Nabi Ibrahim dari tempat itu, Nabi ismail menangis
meraung raung karena kehausan sementara itu Siti Hajar tidak mampu memberikan
sedikitpun air susunya kepada Ismail. Karena tidak ada lagi hal yang bisa Siti Hajar
lakukan sementara memang kondisi gurun tersebut gersang dan tidak bisa ditemukan mata
air sama sekali. Siti Hajar menyimpan Ismail, sementara dirinya berusaha mencari air
tersebut sambil berlari-lari kecil diantara kedua bukit sampai tujuh kali bolak balik Siti
Hajar berhenti karena kakinya melepuh, dan Allah perintahkan untuk berhenti sampai
kemudian Allah mengirimkan sumber mata ir tersebut. Tapi sumber mata air tersebut
didapatkan bukan diantara bukit sofa dan marwa tapi justru mata air itu keluar dekat
dengan Ismail. Sumber mata air tersebut yang hinga hari ini kita kenal dengan air zamzam.
Dari sini pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa tugas kita itu hanyalah sa’i seperti
halnya Siti hajar, nanti Allah yang siapkan zam-zamnya. Jangan pernah berhenti sa’i.
Tugas kita hanya bergerak (20%)  action

Dalam hukum keseimbangan itu ada istilah: batas getar bawah dan batas getar atas. Batas
getar atas itu ampunan dari Allah. Besarkan ‘wadah’ kita, sehingga Allah berikan sesuai
untuk kita. Ini juga menjadi makna bahwa kita harus profesional.

Contoh: kita bekerja digaji 7 juta, tapi kita bekerjanya 5 juta maka sisanya yang 2 juta itu
Allah ambil dari contoh kesehatan kita, masalah yang kita hadapi dll. Tapi saat kita bekerja
7 juta padahal kita digaji 5 juta, maka Allah berikan keberkahan untuk kita dari segala
macam aspek kehidupan baik dari pasangan yang sholeh, kesehatan dll.

9
“Membumikan Tauhid Sebagai Solusi Hidup”

Sedekahkan sesuatu yang membuat kita ‘getar’ nanti Allah ganti dengan yang
lebih baik

- Alhamdulillah -

10