Anda di halaman 1dari 2

TEMPLATE PROBLEM BASED LEARNING

Nama Mahasiswa : Mofed Efendi

Kelompok Mapel : PAIS 22

Judul Modul : Aqidah Akhlak

Judul Masalah : Di Kendal, 26 Pelajar Kecanduan Narkoba

No Komponen Deskripsi
1. Identifikasi 1. Penyalahgunaan Narkoba dilingkungan pelajar.
Masalah
(berbasis 2. Masih bayak orang tua yang menyembunyikan dan sangat tertutup
masalah
yang terhadap anak yang kecanduan narkoba.
ditemukan
di lapangan)

2. Penyebab 1. Pergaulan remaja yang tanpa di dasari dengan syariat agama


Masalah
islam(sehingga siswa
(dianalisis
apa yang 2. Para pelajar dan remaja yang ketergantungan obat-obatan terlarang
menjadi
kebanyakan karena coba-coba. Yakni karena ditawari sesama
akar
masalah temannya pergaulannya. Ada pula yang penasaran dan ingin
yang
merasakan sensasi hapy, fly dan sebagainya
menjadi
pilihan
masalah)

3. Solusi 1. Solusi untuk menagggulai kejadian tersebut sesuai dengan KB 4


(Dikaitkan
Akhlak terhdap diri sendiri dan orang lain yaitu dengan :
dengan
teori/dalil Meningkatkan rasa al-Haya' Karena rasa malu mampu
yang
membentengi seseorang dari melakukan yang rendah atau kurang
relevan dan
disesuaikan sopan. Ajaran Islam mengajarkan pemeluknya memiliki sifat malu
dengan
karena dapat menyebabkan akhlak seseorangmenjadi tinggi. Orang
langkah/pro
sedur yang tidak memiliki sifat malu, akhlaknya akan rendah dan tidak
terhadap
mampu mengendalikan hawa nafsu. Perasaan malu muncul dari
masalah
yang akan kesadaran akan perasaan bersalah tetapi sebenarnya perasaan
dipecahkan)
malu tidak sama dengan perasaan bersalah. Rasa malu merupakan
perasaan tidak nyaman tentang bagaimana kita dilihat oleh pihak
lain, yakni Allah semata.
Sesuai dengan dalil.
Salah satu landasan sifat malu ini adalah merasa melihat Allah
atau merasa dilihat Allah. Sebagaimana konsep ihsan yang
dijelaskan oleh Rasulullah sebagai berikut :

Kamu mengabdi (melakukan segala sesuatu perbuatan) kepada


Allah Swt. seakanakan melihat kamu melihatnya, lalu jika kamu
tidak bisa melihat-Nya, maka
sesungguhnya Dia melihatmu. (HR. Muslim)
2. Perlu adanya meningkatkan rasa al-Khauf
ada beberapa alasan: Pertama, supaya ada proteksi diri. Terutama
dari perbuatan kemaksiatan atau dosa. Karena, nafsu selalu
menyuruh kita untuk melakukan perbuatan buruk dan tidak ada kata
berhenti dalam menjerumuskan kita. Oleh karena itu, kita harus
membuat nafsu menjadi takut. Seorang ahli hikmah berkata, “Suatu
ketika nafsu mengajak berbuat maksiat, lalu ia keluar dan berguling-
guling di atas pasir yang panas seraya berkata kepada nafsunya,
“Rasakanlah! Neraka jahanam itu lebih panas dari pada yang anda
rasakan ini.” Kedua, agar tidak ujub atau berbangga diri dan
sombong. Sekalipun kita sedang dalam zona taat, kita harus selalu
waspada terhadap nafsu. Perasaan paling suci, paling bersih dan
paling taat adalah di antara siasat halus nafsu. Karena itulah nafsu
harus tetap dipaksa dan dihinakan tentang apa yang ada padanya,
kejahatannya, dosa-dosa dan berbagai macam bahayanya.